randompost

Description of BTS' moans

*just my thoughts*

Namjoon - moaning “oh baby” a lot. When he cums he makes one final drawn out groan in a soft voice that isn’t deep like when he dirty talks. He loves it when you’re vocal as well, it keeps him going harder and deeper

Tae - a lot of grunting and moaning in between each thrust because of the pleasure it brings to him. His occasional growls are deep and guttural. Lots of dirty talk and questioning “does my kitten want my seed?” In a sweet yet dominant tone and some “fuck you feel so good” on the side

Hobi - mostly breathy moans; Hissing before letting out a moan when he’s close to cumming. Along with some ooh’s and ah’s when his length starts twitching inside you. His tip gets red the most

Jungkook - rather quiet when fucking for the first few times, but the more you both do, his confidence will rise and he’ll stick with those soft groans that faintly fill up the room and will sometimes chew and bite his lip. Skin clapping is what he aims for when it comes to other sex sounds

Jin - the pleasure always becomes too much for him. He’ll do short “ahhs” as he let’s out shaky breaths when he’s close to nutting inside you. Doesn’t do dirty talk rather than just kissing all over your body as much as he can. Doesn’t mind you scratching up his back and shoulder

Yoongi - he’ll alternate between rough and slow sex. The sounds that come from his mouth are composed of hissing when you clench around him. He tends to keep his mouth hanging open and agape most of the time letting the moans and little sounds come out easily; usually shuts his eyes out of habit when cumming and throws his head back

Jimin - body praising to the max and a lot of teasing to his little baby. “Does my babygirl want it?” And he won’t do anything more until you beg; he’ll coo a lot for the fun of it and likes to smirk. When going rough his moans will last an entire breath as he’s pounding into you so they’re a little ragged and his eyes get darker

"Surat Kecil Untukmu" from @fiersa

Kau tahu mengapa aku tak pernah bisa menjawab setiap kau tanya apa alasanku mencintaimu? Karena jika beralasan, maka itu bukan cinta sungguhan.

Kau tahu mengapa aku semarah itu sewaktu kau mendua? Karena dari semua manusia, kau yang paling ku percaya. Mungkin aku hanya tidak menyangka.

Kau tahu mengapa aku selalu memaafkanmu lagi dan lagi? Karena aku percaya, selalu ada pembelajaran dari setiap kesalahan, bahkan yang terburuk.

Kau tahu mengapa aku mencegahmu saat kau pergi, tapi tak melarangmu? Karena aku tahu, kau pantas bahagia. Mungkin bukan aku yang membuatmu bahagia.

Tapi, aku tak pernah tahu mengapa kau memilih pergi. Aku tak pernah tahu mengapa kesempatan yang kau beri tidak sebanyak yang ku beri. Ah, itu hakmu.

Sakit yang kau beri mengajari aku banyak hal untuk menjadi manusia yang lebih baik. Sayang kau tak ada di sini saat aku bisa menjadi lebih baik.

Terimakasih untuk perjalanannya, terimakasih untuk pembelajarannya. Kau dan aku punya cerita, meski mungkin tamatnya tidak seperti yang aku mau.

Hatiku masih hancur, aku tidak yakin “waktu” bisa menyembuhkan. Tapi aku selalu yakin “proses” dalam “waktu” lah yang akan menyembuhkan hatiku.

Jaga diri, kuharap kau baik-baik saja. Doaku tak pernah putus untuk kebahagiaanmu. Salam untuk dia yang kini menjagamu. Aku yakin dia orang baik.

Demikian surat kecil untukmu, mantan calon pendamping hidup. Terimakasih dan maaf aku tidak pernah menjadi manusia yang cukup baik untukmu dulu.

Kubaca surat itu dalam akun twitter @fiersa… Kubaca dan kubaca… Kuulangi terus… Ini mirip!

Aku merasa keadaanku mirip dengan penulis surat itu, hanya saja aku sudah “terlalu baik”… Senyum getir itu terukir lagi dibibirku… Ah sudahlah…

Mars, here we come!


- Musicless Musicvideo / Britney Spears - ‘Oops!… I Did It Again’.
Source: Mario Wienerroither

( * Like the concepts for her earlier videos, Britney also had a very clear idea of what she wanted for the now iconic “Oops!” clip. “This whole idea was my idea,” she told MTV in 2000. “I was like, ‘I want to be on Mars, dancing on Mars.’ ”

But it seems that the pitch she gave Dick at the time was even more specific than just dancing on Mars. “ 'I want to be in a red jumpsuit. I want to have a really cute spaceman, but there can’t be any rockets,’ ” Dick said, recalling Spears’ request for the now-unforgettable red-latex catsuit. “There was another catsuit, actually, which was fantastic, which I loved, and the night before, I was told that Britney hired this guy that worked with Michael Jackson,” the director said. “And so we’re going to use that catsuit. So that’s the catsuit.” )

Iya, gak?

“Yang diharapkan siapa, yang ngasih notif siapa.”

Berapa banyak orang yang mengirimimu pesan hari ini? 1, 3, atau lebih dari 5? Di antara semua pesan-pesan itu, pasti ada satu orang yang membuatmu nyaman ngobrol dengannya. Kamu jadi lebih sering mengecek ponsel karena menanti-nanti notifikasi darinya.

Sama kayak aku. Tapi aku sedih ketika ternyata kamu enggak segembira aku. Di pertengahan obrolan terhenti dan bingung mesti ngomong apa lagi karena aku merasa kamu gak tertarik ngobrol denganku. Padahal, kan enggak.

Karena terkadang, ketertarikan seseorang padamu bisa kamu ukur dari seberapa cepat dan singkatnya dia membalas pesanmu.

Aneh, mengapa hal-hal yang terjadi kadang tidak sejalan dengan apa yang kita harapkan. Ketika aku berharap kamu yang akan menyenangkanku, justru orang lain yang mencoba membuatku berdebar-debar. Tapi aku malah tidak gembira, karena aku menginginkan kamu, bukan orang lain.

Aku jadi takut memulai meskipun itu hanya pesan sesederhana lagi apa?, sudah kenyang?, istirahat gih!. Akhirnya, semua hanya tertahan di lidah dan tersembunyi di draft. Iya sih, aku juga salah karena aku tidak mencarimu duluan. Tapi jika kamu berusaha mencariku, maka aku juga akan berusaha untuk ditemukan olehmu.

Aku benci mengandai-andai, tapi seandainya salah satu dari kita menghilang, bukankah kita jadi tidak bisa bertemu lagi–karena kita sendiri juga tidak menciptakan jalan?

–kisah nyata, sebut saja Cindy (20), dia perempuan.