ramadhan7

Pernah tidak, saat engkau membaca kalam-Nya tiba-tiba saja ada perasaan haru yang bergemuruh di dadamu sampai-sampai engkau ingin menangis saat itu juga?
— 

Sebuah perasaan bersalah antara tidak bisa membacanya dengan baik, tidak mengerti arti setiap kalam yang di baca, atau tidak bisa membersamainya setiap waktu.

Perhatikan kondisi hati saat ini. Al-Qur'an itu adalah obat, bagi hati yang sakit. Maka jika saat membacanya engkau menangis dan terseduh, barangkali Al-Qur'an sedang rindu diri mu untuk tetap bisa membersamainya.

Oleh karnanya Ia melembutkan hati mu, agar senantiasa berlama-lama bersama Al-Qur'an. Agar engkau terbiasa membersamai Al-Qur'an, agar tangan engkau terlatih membuka setiap lembar halaman Al-Qur'an, agar mata engkau basah setiap melihat huruf Al-Qur'an, agar lisan engkau ringan setiap membaca Al-Qur'an.

Maka jika saat itu terjadi, pegang eratlah Al-Qur'an. Berjanjilah pada diri bahwa sampai kapanpun engkau tidak akan melepaskannya, engkau tidak akan meninggalkannya.

Jika suatu saat sebuah pilihan membuatmu lupa pada janji yang telah engkau ikrarkan. Mintalah pada-Nya agar Ia mengingatkan engkau pada janji yang pernah engkau ikrarkan untuk selalu membersamai Al-Qur'an sampai kapanpun. Mengingatkan engkau pada kenangan, sebuah kebahagiaan ketika bersamanya (Al-Qur'an).

“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (Qs. Al-Qamar: 17)

Ini Ramadhan, bulannya Al-Qur'an. Jika selama sebelas bulan ini engkau lelah, maka pulanglah. Dekap, dan bacalah kembali Al-Qur'an. Tidak ada kata terlambat untuk pulang membersamai Al-Qur'an..

07 Ramadhan 1438 H || 02.06.17 || ©andromeda nisa'