rakaat

Assalamualaikum..
Formula menjemput Rezeki:

1. DHUHA. Jika kita selalu buat 2 Rakaat, sekarang ubah lebih rakaat. Makin lama makin meningkat.
Selepas Solat Dhuha kita perlu baca surah Al-Waqiah. Waktu DHUHA rasakan getaran kita untuk menjadi apa, contohnya jika ingin jadi JUTAWAN. Doalah jadi JUTAWAN BERKAT..

2. TAHAJJUD. Bangunlah menunaikan solat ini setiap malam. Tambahkan juga bilangan rakaat tahajjud ni. Muhasabah diri dan mintalah pertolongan Allah sebulat-bulatnya..

3. AL QURAN. Bangun pagi jangan buka hp atau rancang nak buat apa2 dulu, mandi dan ambil wudhuk terus baca Al-Quran & terjemahan walaupun 1 ayat..

4. ZIKIR - Ya Wahhab 40,000 kali setiap hari selama 7 hari. Jika tiada perubahan buatlah sehingga 40 hari..

5. SOLAT BERJEMAAH, terutama lelaki. Orang lelaki juga diminta telefon ibu 1 hari 5 kali atau lebih..

6. SILATURRAHIM. Jangan memecahkan silaturrahim. Maafkan mereka yang pernah sakiti kita dengan hati yang yang lapang dan tenang..

7. BERSEDEKAH. Sedekah punyai satu power yang luar biasa. Allah gandakan 10 & boleh digandakan lagi 700 kali..

8. SOLAT AWAL WAKTUSolatlah di awal waktu. Jika tgh susun 40 batu, tiba ke batu yang ke 39 azan berkemandang, sambunglah batu terakhir selepas solat..

9. BERGANTUNG PENUH DENGAN ALLAH. Jangan mengharapkan manusia di luar sana..

10. TAWAKAL DAN USAHA. Minta sepenuh hati kepada Allah, baru usaha.

4 amalan surah setiap hari.
● Surah Yaasin- Setiap solat fardhu
● Surah Al-Waqiah-Waktu Dhuha
● Surah Ar-Rahman- Waktu Asar
● Surah Al-Mulk - Sebelum tidur

Lain-lain:
1. Minumlah air masak 3 liter sehari.

2. Jika yang perempuan mulalah pakai stokin. Sebab penyakit bermula dari kaki.

BILA SEMUA AMALAN TELAH DIBUAT, SEGALANYA AKAN BERUBAH..

Wallaahua'lam..

#sharingiscaring

Ramadhan #3 : Salat dan Kepemimpinan

Tulisan ini adalah bagian dari proyek 30 Hari menulis selama bulan Ramadhan 1437 H. Tulisan ini dibuat oleh ©kurniawangunadi dan akan dimuat pada pukul 03.25 setiap hari sepanjang bulan ramadhan. Semoga tulisan ini bisa memberi banyak pemahaman baik.

Ketika berjamaah di mushala, saya terpikir sesuatu tepat ketika saya berdiri di belakang imam kemudian imam salah bacaan. Saya ingat beliau memakai surat Al A’la pada rakaat kedua. Pada ayat ke sekian beliau lupa kemudian diulang-ulang ayat sebelumnya, dalam shalat makmum terdekat wajib mengingatkan bukan?

Hal ini tiba-tiba menjadi dasar tulisan ini, betapa dalam agama Islam telah dicontohkan dengan amat sangat teramat jelas dan super baik tentang sebuah kepemimpinan, tidak hanya tentang pemimpin tapi juga yang dipimpin, lengkap dengan bagaimana menjalankan proses memimpin dan dipimpin tersebut. Semua contoh kepemimpinan itu terangkum begitu mendasar hanya dalam shalat berjamaah. Berikut hasil “kepikiran” saya tadi.

PERTAMA : Menentukan/Memilih Pemimpin

Dalam shalat berjamaah, harus ada satu imam, tidak boleh lebih, meskipun jumlah makmumnya satu milyar, imam nya hanya satu, pun jumlah makmumnya juga cuma satu. Imamnya juga harus satu. Dalam sebuah perjalanan, harus dipilih salah seorang dari mereka untuk menjadi pemimpin bukan? Dalam shalat, imam haruslah seseorang yang memiliki bacaan Al Quran yang paling baik dan benar. Intinya secara sederhana, imam haruslah orang yang pandai dan cakap. Layaknya memilih imam Masjidil Haram mungkin.


Dalam sebuah masjid biasanya telah ditentukan imam masjid tersebut dan biasa dipilih karena ilmunya lebih baik daripada yang lain, sebab itu dia dipercaya menjadi imam. Sebab imamlah yang akan membawa makmum ke dalam shalat berjamaah yang sah.


Hebatnya, ketika kita dalam perjalanan kemudian masuk mushala lantas tidak satupun diantara yang dalam mushola itu kenal satu sama lain, kemudian hendak salat berjamaah. Salah satu dari mereka harus menjadi imam, padahal kita belum mengenal bagaimana bacaan Qurannya dan sebagainya. Mengenal orangnya saja tidak tapi kita ikhlas menjadi makmum. Seseorang memang harus ikhlas ketika memimpin juga ketika dipimpin bukan?

KEDUA : Menjadi yang Dipimpin

Dalam shalat, makmum wajib hukumnya mengikuti imam. Dan wajib pula hukumnya mengingatkan imam apabila terjadi kesalahan dalam shalatnya, baik salah bacaan maupun kurang hitungan rakaatnya. Kemudian di antara sekian makmum, kita diajarkan dalam shalat berjamaah, makmum yang tepat dibelakang imam adalah makmum yang memiliki bacaan quran sama baiknya dengan imam. Apabila imam batal ditengah-tengah salatnya maka makmum tepat yang dibelakang imamlah yang akan maju kemudian menggantikan imam. Bukan makmum dalam saf paling belakang yang menggantikan bukan?

Makmum yang dibelakang imam memang ditempatkan untuk keadaan-keadaan seperti itu, dalam jamaah sebuah masjid besar pun diposisikan demikian jika kita memperhatikan. Sebab makmum yang terdekat itu akan mengkoreksi bacaan shalat apabila ada yang salah.

Dalam sebuah keberjalanan sebuah kepemimpinan, apabila pemimpin harus mundur di tengah masa kepemimpinannnya,maka harus disiapkan orang yang cakap dan dipercaya untuk menggantikan posisi pemimpin tersebut, bukan secara asal-asalan. Agar pengganti tersebut mampu meneruskan “program kerja” yang telah dibuat oleh pemimpin sebelumnya dengan baik.

Tentu saja apabila seorang imam batal dalam shalat maghrib dan mundur, pengganti imamnya tidak mengubah shalat jamaahnya menjadi shalat isya bukan?

KETIGA : Mengingatkan Pemimpin

Subhanallah, dalam shalat berjamaah. Kita perhatikan ketika misal imam lupa pada bilangan rakaat, kurang satu dalam shalat isya misal. Pada rakaat ketiga imam justru duduk takhiyat akhir. Makmum serempak mengucapkan “Subhanallah” , lantas imam kembali berdiri untuk menggenapkan rakaat disertai makmum.

Dalam shalat berjamaah, kita diajarkan dalam mengingatkan pemimpin bukan dalam bentuk celaan ,tapi sebuah kalimat tasbih “subhanallah”. Cara mengingatkan yang begitu halus. Tidak pernah kita diajarkan untuk mencela pemimpin.

Lalu bagaimana jika imam percaya, bahwa bilangan rakaatnya telah tepat (meskipun pada kebenarannya kurang satu) dan imam tetap melanjutkan duduk takhiyat akhirnya tadi. Makmum wajib mengikuti bukan? Meski sudah diingatkan dengan kalimat pujian tadi, apabila Imam yakin dalam rakaatnya. Makmum diwajibkan tetap mengikuti imam, apabila tidak. Bubarlah shalat jamaah tersebut. Lantas barulah ketika shalat selesai, makmum menggenapkan rakaatnya kemudian selesai shalat mengingatkan kepada imam bahwa tadi rakaatnya kurang. (Mohon koreksinya bila ada kesalahan pemahaman saya terhadap bab Fiqih ini)

Dalam sebuah perjalanan tersebut tidak diadakan yang namanya “kudeta” dalam shalat berjamaah. Sebuah proses kepemimpinan harus dijalankan hingga selesai, barulah setelah selesai masa kepemimpinan tersebut. Apabila pemimpin memiliki kesalahan, yang dipimpin wajib hukumnya mengingatkan. Pun yang dipimpin tadi telah menunaikan apa-apa yang alfa dari pemimpin tersebut.

KEEMPAT : Semasa Kepemimpinan

Tidak pernah dalam sebuah shalat berjamaah ada makmum yang mengkudeta imam, imam akan mundur dengan sendirinya apabila selama keberjalanan shalat berjamaah ia gagal memenuhi syarat menjadi imam (misal batal karena kentut, dll). Imam dengan kesadaran dirinya harus mundur untuk digantikan kepemimpinannya oleh makmum yang cakap, yaitu yang tepat dibelakangnya. Jika imam meneruskan shalatnya dalam keadaan tidak suci tadi, maka ditanggunglah segala dosa dari semua makmumnya. Sebab jelas mungkin makmum tidak tahu jika sang imam telah batal salatnya.

Selama masa kepemimpinan, wajib bagi makmum untuk taat kepada imam, apakah imam tersebut lambat atau cepat dalam memimpin shalat. Makmum tidak dibenarkan untuk mendahului imam.

Kita juga tahu,dalam satu masjid tidak dibenarkan ada 2 barisan jamaah shalat, keduanya memiliki imam masing-masing. Jika ingin membentuk jamaah baru, pastikan shalat jamaah yang sebelumnya telah selesai. Kita tidak bisa dan tidak dibenarkan mendirikan negara baru didalam sebuah negara yang berdaulat bukan. Atau kita mendirikan organisasi baru dalam sebuah organisasi.

Tentu saja makmum yang kemudian masuk ke masjid, akan bingung dan bertanya, “Loh kok ada dua shalat berjamaah? Keduanya memiliki imam dan makmum, saya harus masuk jamaah yang mana?”


Itu baru sedikit yang saya ungkapkan, sejatinya panjang dan lebar. Tapi marilah kita sama-sama mengambil hikmah, pengajaran berharga terutama dari hal yang sederhana dan setiap hari kita lakukan, yaitu shalat. Utamanya, shalat berjamaah.

©kurniawangunadi

n.b : Tulisan ini ditulis di tumblr saya pada 17 Januari 2013, saya muat ulang karena masih relevan dengan situasi saat ini.

Setiap hari;

Baca Quran walau sedikit.

Bangun malam walaupun 5 minit atau 10 minit sebelum Subuh.

Solat malam walaupun 2 rakaat.

Qobliah, Ba'diah walaupun hanya sekadar Qobliah Subuh, Ba'diah Maghrib, Ba'diah Isya’.

Dhuha walaupun 2 rakaat, witir walaupun 3 rakaat.

Selawat walaupun pagi 10 kali petang 10 kali.

Dan baca “hasbiyallah la ilaha illallahuwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa robbul 'arsyil 'adzim.” Itu kata Nabi siapa yang baca pagi 7x petang 7x (selepas Asar, Maghrib, atau Isyak) Allah Taala cukupkan segala hal-hal yang menyusahkan dia dari perkara dunia dan akhirat Allah Taala akan cukupkan dia…..

Usaha khusyu’ dalam solat walaupun sedikit. Khusyu’ awalnya dipaksakan, lama-lama kebiasaan.

InsyaAllah Allah Taala kasi Taufiq.
Amin Allahumma Amin.

—  Habib Jindan Bin Novel Bin Salim Bin Jindan

Some People get confused concerning the term of Sunnah

the term Sunnah used in fiqh which refers to a recommended act, like praying two rakaat after prayer ..etc

and the term Sunnah in general which refers to the sayings and actions and confirmations of the Prophet (saw) which is a source of legislation

it’s obligatory on every Muslim to believe and act according to the Sunnah in all aspects of life, and to obey any order from the authentic Sunnah, and not to commit any actions that contradict it.

bukan banyaknya rakaat tarawih itu yang aku risau,
tapi tentang istiqamahnya diri untuk bangun bersolat.

bukan panjangnya surah yang dibaca oleh imam yang aku takutkan,
tapi tentang kuatnya hati untuk tetap berdiri walau keletihan.

bukan pendeknya waktu malam yang bersisa yang aku bimbangkan,
tapi tentang hubungan aku dengan-Nya yang semakin renggang.

bukan letihnya puasa di siang hari yang aku khuatirkan,
tapi tentang masaku yang bakal terbuang sia-sia atas dasar keletihan.

kerana sesungguhnya,
banyaknya rakaat tarawih
panjangnya surah yang dibaca
pendeknya waktu yang bersisa
dan letihnya puasa itu;
adalah nikmat bagi para pendamba syurga.

dan yang aku malu
hanyalah tentang diri sendiri
yang cukup lemah dalam memanifestasikan pengabdiannya
untuk Tuhannya.

—  sakit kepala. sigh.

Kita mengetahui, tapi sayang kita tidak mengamalkannya.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah pernah mengisahkan:
“Seorang anak perempuan meninggal karena Thoun, kemudian ayahnya melihatnya di dalam mimpi, maka ayahnya berkata kepadanya: "Wahai anakku kabarkan kepadaku tentang akhirat!”

Anak perempuan itu menjawab: “Kami telah melewati perkara yang sangat besar, dan sesungguhnya kita telah mengetahui, tapi kita tidak mengamalkannya. Demi Allah, sesungguhnya satu ucapan tasbih atau satu rakaat sholat yang tertulis dalam lembaran amalku lebih aku sukai daripada dunia dan seluruh isinya”..

Berkata Ibnul Qayyim: “Anak perempuan itu telah mengatakan perkataan yang dalam maknanya (sesungguhnya kami mengetahui, tapi kita tidak mengamalkan), akan tetapi banyak diantara kita yang tidak memahami maknanya..”

1. Kita mengetahui, bahwa ucapan سبحان الله وبحمده Subhanallahi wa bihamdihi sebanyak 100 kali akan menghapuskan dosa-dosa kita, walaupun dosa kita sebanyak buih di lautan. Akan tetapi sayang, berapa banyak hari kita yang berlalu tanpa kita mengucapkannya sedikitpun.

2. Kita mengetahui, bahwa pahala dua rakaat Dhuha setara dengan pahala 360 shodaqah, akan tetapi sayang, hari berganti hari tanpa kita melakukan sholat Dhuha.

3. Kita mengetahui, bahwa orang yang berpuasa sunnah karena Allah satu hari saja, akan dijauhkan wajahnya dari api neraka sejauh 70 musim atau 70 tahun perjalanan. Tapi sayang, kita tidak mau menahan lapar.

4. Kita mengetahui, bahwa siapa yang menjenguk orang sakit akan diikuti oleh 70ribu malaikat yang memintakan ampun untuknya. Tapi sayang, kita belum juga menjenguk satu orang sakit pun pekan ini.

5. Kita mengetahui, bahwa siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya sebesar sarang burung, akan dibangunkan sebuah rumah di surga. Tapi sayang, kita tidak tergerak untuk membantu pembangunan masjid walaupun hanya dengan beberapa puluh ribu.

6. Kita mengetahui, bahwa siapa yang membantu janda dan anak yatimnya, pahalanya seperti berjihad di jalan Allah, atau seperti orang yang berpuasa sepanjang hari tanpa berbuka, atau orang yang sholat sepanjang malam tanpa tidur. Tapi sayang, sampai saat ini kita tidak berniat membantu seorang janda pun.

7. Kita mengetahui, bahwa orang yang membaca satu huruf dari Al Qur'an, baginya sepuluh kebaikan dan satu kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh kali. Tapi sayang, kita tidak pernah meluangkan waktu membaca Al Qur'an dalam jadwal harian kita.

8. Kita mengetahui, bahwa haji yang mabrur, tidak ada pahala baginya kecuali surga, dan akan diampuni dosa-dosanya sehingga kembali suci seperti saat dilahirkan oleh ibunya. Tapi sayang, kita tidak bersemangat untuk melaksanakannya, padahal kita mampu melaksanakannya.

9. Kita mengetahui, bahwa orang mukmin yg paling mulia adalah yg yang paling banyak sholat malam, dan bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya tidak pernah meremehkan sholat malam di tengah segala kesibukan dan jihad mereka. Tapi sayang kita terlalu meremehkan sholat malam.

10. Kita mengetahui, bahwa hari kiamat pasti terjadi, tanpa ada keraguan, dan pada hari itu Allah akan membangkitkan semua yang ada di dalam kubur. Tetapi sayang, kita tidak pernah mempersiapkan diri untuk hari itu.

11. Kita sering menyaksikan orang orang yang meninggal mendahului kita, tetapi sayang, kita selalu larut dengan senda gurau dan permainan dunia seakan kita mendapat jaminan hidup selamanya dan tidak akan akan menyusul mereka.

Wahai Saudaraku yang dirahmati Allah.. Semoga kita segera merubah keadaan kita mulai detik ini, dan mempersiapkan datangnya hari perhitungan yang pasti akan kita hadapi..

Hari dimana kita mempertanggung jawabkan setiap perbuatan kita di dunia..

Hari ketika lisan kita dikunci, sedangkan mata, kaki, dan tangan kita yang menjadi saksi..

Dan pada hari itu, setiap orang akan lari dari saudaranya, ibu dan bapaknya, teman-teman dan anaknya, karena pada hari itu setiap orang akan disibukkan dengan urusannya masing-masing :’>

Semangat setiap hari beribadah karena Allah. Setiap hari semakin berusaha dekat dekat pada Allah ya gaes. Kalau udah Allah yang dipikirin, dunia mah ngikut :’))))

Source : Grup Whatsapp Angkatan 2012

Allah menjadikan pagi waktu yang sangat mulia, mulai dari sepertiga malam terakhir sampai sepenggalan siang. tahajud yang seperti anak panah yang tak pernah meleset, dhuha yang menghimpun rezeki dari segala penjuru, dan dua rakaat sebelum shubuh yang lebih baik daripada semesta beserta isinya.
—  kau telah tidur beribu pagi. apalah arti satu pagi. bangunlah pagi.

Orang yang solat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah. “Barangsiapa yang selalu mengerjakan solat Dhuha nescaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.”(HR. Turmudzi)

Barangsiapa yang menunaikan solat Dhuha ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Allah. "Tidaklah seseorang selalu mengerjakan solat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.” (HR. Hakim).

Orang yang menunaikan solat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah. "Barangsiapa yang solat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barangsiapa mengerjakannya lapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di syurga untuknya.”(HR. At-Thabrani).

Orang yang istiqomah melaksanakan solat Dhuha kelak ia akan masuk syurga melalui pintu khusus, pintu Dhuha yang disediakan oleh Allah. "Sesungguhnya di dalam syurga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan solat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah s.w.t” (HR. At-Thabrani).

Allah menyukupkan rezekinya. "Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, nescaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu.”(HR. Abu Darda`).

Orang yang mengerjakan solat Dhuha ia telah mengeluarkan sedekah. “Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat solat Dhuha.” (HR Muslim).

Ya Allah mudahkanlah kami utk selalu mengamalkan solat dhuha. Allahhumma Amiin
#abuhanifah (at Masjid Al-Hidayah, Seksyen 18, Shah Alam)

Made with Instagram
إن هذه الركعات قد تحفظ مستقبل الأولاد! فقد كان عبد الله بن مسعود يصلّي من الليل، وابنه الصغير نائم، فينظر إليه قائلاً: من أجلك يا بنيّ! ويتلو وهو يبكي قوله تعالى: “وكان أبوهما صالحاً…” ـ

These rakaat (units of prayer) can save the future of one’s children! For Abdullah ibn Masud used to pray during the night while his little son was sleeping, and he would look at him and say: “For your sake, my son!” And he would cry and recite His words, exalted and high: “And their father was a righteous man…” (Quran 18:82)
— 

Muhammad al-Ghazali

Originally found on: nuhakhaled

Studying Tafsir Ibn Kathir

Extract from a letter from Shaykh Ali At-Tamimi to a brother of mine:

My advice is that you make this book (Tafsir Ibn Kathir) your Imam and follow it. Read it from cover to cover and when you have finished, begin anew. Even if it takes you a few years to finish it, you will find it the best and most enjoyable source for learning. That is because Islam is from the Qur’an first and foremost and Ibn Kathir’s tafsir is one of the best commentaries of the Qur’an. My other suggestion is that you keep a small notebook with you. Whenever you come across something which you sense you would like more explanation regarding it, then make a note of it from the passage in Tafsir Ibn Kathir. That way you can ask your questions to any knowledgeable person you come across. Before starting your study of the tafsir, pray two rakaats and ask Allāh to give you ikhlas (sincerity of the intention in your studies) and the strength to complete your studies. Do not feel overwhelmed by the large size of the book and its many volumes. You will - insha’Allāh - find it easier to swallow than a cold glass of water on a hot Florida day. For Allāh says, 

And certainly We have made easy the Qur’an for remembrance, so is (there) any who will receive admonition? [54:17]

2nd Ramadan 1429 AH

Waktu antara Maghrib dan Isya’ adalah waktu yang mulia. Oleh yang demikian, sunat mengisi masa di antara waktu tersebut dengan banyak beribadah (solat, zikir, membaca al-Quran dll). Jangan menghampiri kepada apa-apa yang melalaikan dan elakkanlah tidur selepas Maghrib kecuali terpaksa (darurat).

Sesiapa yang mengerjakan solat sunat 6 rakaat selepas Maghrib, maka ibadahnya sama dengan dia beribadah selama 12 tahun. Sesiapa yang mengerjakan 20 rakaat, maka dibina untuknya istana di syurga.

—  ~Nota Kuliah Nasihat Agama Wasiat Iman.

📖 Tips Menyongsong Hari Arafah: Rabu, 9 Dzulhijjah 1436H / 23 September 2015M.

👉 Selami jadwal berikut, lalu praktekkan pada hari ‘H’ nya.

1. Tidurlah lebih awal di malam Arafah untuk saving energy, persiapan ibadah penuh pada Allah SWT.

2. Bangun sebelum subuh. Makan sahur secukupnya sambil berniat puasa Arafah.

3. Lakukan shalat Tahajjud minimal 4 rakaat. Berdoa dikala sujud untuk kebaikanmu dunia-akhirat. Jangan lupa teteskan air mata. Kalau ngga bisa, paksain aja nangis. Moga Rahmat & Ampunan Allah SWT turun untuk mu di malam itu. Tutup tahajjudmu dengan shalat witir.

4. Jelang subuh manfaatkan waktu tersebut dengan beristigfar sehingga engkau termasuk golongan orang yang beristigfar dikala sahur (وبالأسحار هم يستغفرون)

5. Siap-siap shalat subuh. Menjelang azan, gunakan sejenak untuk muhasabatunnafsi (introspeksi diri). Ambil wudhu dan rasakan ketika itu dosa-dosa mu gugur satu per satu bersama tetesan akhir air wudhumu.

6. Jangan lupa baca doa setelah wudhu.

7. Sholat subuh berjama’ah. Bayangkan jika itu adalah shalat terakhirmu.

8. Lalu duduk bersila, teruskan dengan berzikir. Awali zikirmu dengan takbir.

9. Setelah itu lanjutkan dengan tasbih, tahmid, tahlil, istigfar dan seterusnya, juga baca Azkar Pagi hingga masuk waktu syuruq.

10. Setelah berlalu 15 menit pasca syuruq shalat lah 2 rakaat agar ibadah mu pagi itu tercatat sama pahalanya dengan haji & umrah. Jangan sekali-kali engkau sia-siakan kesempatan itu.

11. Setelah itu, boleh pilih; istrahat atau gunakan seluruh kesempatan itu untuk berzikir, tilawah qur’an dan berdoa.

12. Atau tidur satu jam dengan niat saving energy untuk ibadah selanjutnya.

13. Bangun tidur langsung berwudhu dan shalat dhuha minimal 4 rakaat. Lakukan variasi ibadah untuk menghindari kejenuhan.

14. Shalat zuhur berjama’ah. Lalu bertakbir, bertasbih dan baca Al-Qur’an.

15. Jika memungkinkan, akses internet, buka program yang menyiarkan live khutbah Arafah. Simak pesan-pesan khutbahnya. Ikrarkan diri tahun ini adalah tahun penerapan pesan-pesan Ilahi seutuhnya dalam kehidupan mu sehari-hari.

16. Shalat asar berjama’ah, sambung dengan takbir dan azkar sore.

17. Baca Al-Qur’an hingga menjelang satu jam sebelum magrib. Lalu mulailah berdoa dengan khusyu. Coba bayangkan engkau sedang berdiri di hadapan Allah Rabbul ‘izzati wal jalal. Jangan lupa mendoakan saudara-saudari muslim yang teraniaya, terzhalimi diluar sana, diamanapun mereka berada.

18. Berdoa juga pada Allah agar sebelum matahari terbenam engkau telah terbebas dari siksa neraka.

19. Semoga engkau mendapat taufik & inayah dari Allah dalam menjalankan tips-tips ibadah & ketaatan ini. Dan mudah-mudahan juga Allah yang Pengasih dan Penyayang menerima segala usaha, amal shaleh dan permohonanmu.

20. Ketika azan magrib berkumandang, pastikan engkau langsung ta’jil buka puasa. Ingat, doa orang berpuasa tidak pernah ditolak oleh Allah SWT.

21. Jangan lupa reminder family & karib-kerabat serta orang-orang yang engkau cintai dengan amalan agung ini. Syurga terlalu luas kalau hanya kita masuki seorang diri.

22. Insya Allah surga Firdaus dengan segala kenikmatannya kan menanti mu.

📝 Don’t say I can’t do it, but try! May Allah make it easy for you💕

Semoga bermanfaat, gaes! 👻

Source : Grup Whatsapp Angkatan

6

The following is the complete method of performing a 2 Raka’at Salah. Read the “Note” at the end to know how to pray a 3 or 4 Raka’a Salah.

Check out the pictures while reading the info

1) Stand upright facing the Qibla

2) Make the intention “I intend to perform the Fajr prayer (say the name of the Salah), with 2 Rakaat Fardh (say the number of Rakaats of any prayer – Sunnah or Fardh), for the sake of Allah, I am facing the Holy Kaaba.” Intention need not be said out loud. Saying it in the heart is sufficient.

3) Raise hands to the shoulders with palms facing the Qibla say “Allahu Akbar”. The hands should be within the cloth sheet. They should not be brought out. (Pic 1)

4) Do the Qiyam by lowering the hands down and folding them on the chest. This is done by placing the right palm on the back of the left palm. (Pic 2)

5) Read the sanaa:

“Subhanak-Allah humma wabi hamdika watabara-kasmuka wata aala jadduka walaa ilaha ghairuk”

(All Glory be to You O Allah! Praise is to You; Blessed is Your Name and Exalted is Your Majesty; there is none worthy of worship except You)

6) Read the Ta’awuz:

“Aoozu billahi minash Shaitaanir-rajeem”

(I seek protection with Allah from the cursed Shaitan)

7) Read the Tasmiyyah:

“Bismillahir rahmanir-raheem”

(In the Name of Allah, Most Kind, Most Merciful)

8) Recite Surah Fatiha:

“Al-hamdu lillahi rabbil-aalameen, ar-rahma nir-raheem, maaliki yawmiddeen, iyyaaka na’budu wa iyyaaka nastaeen, ihdinas-siraatal mustaqeem, siraatallazeena anamta alaihim, ghairil maghdoobi alahim wa ladhaaleen. Ameen.”

[All praise is due to Allah, the Lord of the Universe, the Most Kind, Most Merciful, Master of the Day of Judgement. You alone we worship and from You alone we ask for help. Guide us on the straight path, the path of those who You have favoured, not the path of those who earned Your anger, nor the path of those who went astray. Ameen (So let it be O Allah)].

9) Recite any Surah or verses from the Qur’an. For example:

“Qul huwallahu ahad, Allahus-samad, lam yalid, wa lam yoolad, wa lam yakullahu kufuwan ahad”

(Say, He is Allah, The One. Allah is above and all things depend on Allah. He does not beget, nor is He begotten. And there is none like Him).

10) Say “Allahu Akbar” and go into Ruku (bowing). (Pic3) (In ruku fingers of both hands should be together and placed on the knees. The arms should be well joined to the sides and the ankles of both the feet should be together. A woman should only bow to the extend that their hands reach the knees.

11) In Ruku recite the following 3 times:

Subhaana Rabbiyal ‘Azeem

(Glory be to my Lord, The Greatest)

12) Afterwards, stand up in Qawmah
position while reciting the Tasbeeh:

Sami Allahu liman hamidah

(Allah listens to him who has praised Him)

13) After Tasbeeh recite Tahmeed:

Rabbana Lakal Hamd

(O our Sustainer! All prayer is due to You alone)

14) Then say “Allahu Akbar” and go into Sajdah. First the knees should touch the ground, thereafter the hands should be placed in line with the ears and the fingers should be close together. Then place head in between both the hands. Both the forehead and the nose should touch the ground. The fingers and toes should face the qibla but the feet should not be upright (Women are not required to place both feet standing on toes). They should be taken out towards the right side. The woman should draw herself closely together and press herself firmly while in Sajdah. The stomach should be joined to both the thighs, the arms should be joined to the sides and both arms should be placed on the ground.

15) In Sajdah recite 3 times:

Subhaana Rabbiyal a’ala

(Glory to my Lord Most High)

16) Afterwards sit upright while saying “Allahu Akbar”.

17) Do the Sajdah again while saying “Allahu Akbar” and in Sajdah recite “Subhaana Rabbiyal a’ala” 3 times.

18) Stand up erect while reciting “Allahu Akbar”. This position will be Qiyam (same as step #4).

19) Repeat steps #7 to #17.

Note: In step #9 recite some other Surah or verses. Then after #17 go to step #20.

20) After the second Sajdah, go into Jalsah while saying “Allahu Akbar”. The woman should sit on her left buttock and take out both her feet towards the right side. Both her hands should be on the thighs and fingers joined together.

21) While seated recite Tashahhud:

Attahiyyaatu lillahi wass-salawaatu wath-thayyibaatu, assalamu alaika ayyuhannabiyyu wa rahamtullahi wa barakaatuhu, as-salaamu alainaa wa alaa ibaadilla hiss-saaliheen, ash-hadu al la ilaha illallahu wa ash-hadu anna Muhammadan abduhu wa rasooluh.

(All respect, worship and all glory is due to Allah alone. Peace be upon you, O Prophet, and the Mercy and Blessings of Allah be upon you. Peace be on us and on those who are the righteous servants of Allah. I testify that there is no one worthy of worship except Allah, and I testify that Muhammad is His Servant and Messenger).

In this when reciting the word “la ilaha”, join the little finger and the ring finger and form a ring with the thumb and middle finger and raise the index finger towards the sky. Lower the index finger when you reach “illallahu”.

22) Then recite Blessings on the Prophet Muhammad (saw):

Allahumma salli alaa Muhammadin wa alaa aali Muhammadin kamaa sallaita alaa Ibraheema wa alaa aali Ibraheema innaka hameedun majeed

“Allahumma baarik alaa Muhammadin wa alaa aali Muhammadin, kamaa baarakta alaa Ibraheema wa alaa aali Ibraheema innaka hameedun majeed”

(O Allah! Shower Your Blessings on Muhammad and the family of Muhammad just as You showered Your Blessings on Ibraheem and the family of Ibraheem. Certainly, You alone are worthy of praise and are Glorious.
O Allah! Bless Muhammad and the family of Muhammad just as You Blessed Ibraheem and the family of Ibraheem. Certainly, You alone are worthy of praise and are Glorious).

23) After this recite the following du’a:

“Allahumma Rabbana Atina fid-dunya hasanatan wafil- Akhirati hasanatan waqina athaban nar.”

“Oh Allah, our Lord, give us all the good of this world, and the good of the life hereafter, and save us from the punishment of the hell-fire.”

Rabbij-alnee muqeemas-salaati wa min zurriyyatee, rabbanaa wata qabbal duaa, rabbanagh-fir-lee wali waali dayya wa lil mu’mineena yawma yaqoomul hisaab

(O my Lord! Make my children and myself regular in Salah. O our Lord! Accept my prayer. O our Lord! Forgive me. Forgive my parents and all other Muslims on the Day of Judgement).

24) As the last step do Tasleem. Turn your head to the right and say “As salamu ‘alaykum wa rahmatullah” (May the Peace and Mercy of Allah be upon you).

Then turn your head to the left and say “As salamu ‘alaykum wa rahmatullah” (May the Peace and Mercy of Allah be upon you). Salam is to be said with the intention of making salam to the angels.

NOTE:-

For 3 raka’at Salah

After step #21 recite “Allahu Akbar” while standing up back into Qiyam position (step #4). Then do steps #7 to #24.

Omit step #9 and #18 & #19
For 4 raka’at Salah

After step #21 recite “Allahu Akbar” while standing up back into Qiyam position (step #4). Then do steps #7 to #18. Omit step #9.

After step #18 follow instructions from step #19. Omit step #9.

Jangan dilawan fitrah hati.
Kasihan, hati kita rindukan kalimahNya di bibir dan jiwa sendiri. ❤

Futnot: tips daripada sahabat, dlm minggu #studyweek ni, klu rasa dah penat belajar & mghafal even practising exercises, spent about 10 minutes to recite Al Quran. Klu lagi rajin sikit, buat dua rakaat solat sunat. 😄 yeap, in between you change your subject to study and revise, do these. Lebih drpd kemudahan yg Allah boleh bagi.


Apa? Ketenangan. 😂😂😂

Made with Instagram

Manusia pertama yang mengerjakan solat Asar ialah Nabi Yunus a.s. tatkala baginda dikeluarkan oleh Allah s.w.t dari perut ikan Nun. Ikan Nun telah memuntahkan Nabi Yunus di tepi pantai, sedang ketika itu telah masuk waktu Asar. Sebagai tanda syukur kerana dikeluarkan dari perut ikan Nun, maka Nabi Yunus a.s. bersembahyang empat rakaat kerana baginda telah diselamatkan oleh Allah daripada 4 kegelapan iaitu:

Rakaat pertama tanda syukur dari bebas dari kelam dengan kesalahan, rakaat kedua bersyukur kerana kelam dengan air laut, rakaat ketika kerana kelam malam dan rakaat keempat kerana kelam perut ikan Nun.

#thedaiegraphy #dakwahmudah #hakhada #imuslimmy #ikutcarakita #abuhanifah #my_genggua #twt_insta #malaysianmuslim #muhasabah

Made with Instagram
يرتكب الناس ذنوبهم بإتقان و تأن و رسم سابق و خطط محكمة و إعداد قديم فإذا تعلق الأمر بالخالق خطفنا له ركعتين

People commit their sins with skill, deliberation, solemnity, strong plans and previous preparation, but when the matter is related to the Creator, we hurry through two rakaats (units of prayer) for Him.
—  Ahmad Bahjat
From the collection: Ahmad Bahjat Quotes
Originally found on: nuhakhaled