rakaat

Mungkin, kamu benar bahwa kehidupan yang kita jalani tidaklah sama. Kita tidak saling mengetahui. Termasuk tentang jatuh bangun perjuangan yang kamu lewati, belum tentu aku hadapi. Apalagi tentang perasaan yang kamu rasakan, jelas aku tidak mungkin juga merasakan.


Tapi ingatlah kawan, dunia yang kita tinggali ini pasti akan berakhir, namun negeri akhirat nanti tidak memiliki akhir.

Kamu mengerti, kan? Sebagaimana pun kondisi hidup kita di dunia, setinggi apapun posisi takhta atau apapun status sosial kita, jalan kita untuk menggapai akhirat tetaplah sama;

Jalankan perintahNya, jauhi laranganNya, ikuti tuntunan RasulNya.

Jadi, sesibuk apapun diri kita sekarang, pastikan terus mengingatNya. Jangan pernah tinggalkan satu pun rakaat shalat. Masifkan pahala. Kumpulkan tabungan ibadah. Mohonkanlah berkah dariNya. Semoga Allah berkenan menerima semuanya.

Dan, janganlah selalu memenuhi hati dengan sesuatu yang tidak akan dibawa mati, selalu persiapkan diri untuk kehidupan nanti yang kekal abadi.

Kamu boleh memeluk dunia, tapi jangan masukan ia ke dalam hatimu.

anonymous asked:

How can i improve khushoo in salah?

There are many ways to improve one’s kushoo and this is partly attained throughout a long process. Here are some points I myself have found to be very effective and the more you get into the routine of this the easier it will be.

1. Prepare yourself before salaah meaning do your wudhu with caution, clean the prayer room, wear beautiful prayer clothes since this is something the prophet salallahu alayhi wassalaam prescribed. Bring that kind of awareness back to you that you re going to stand before Allah as if it is your last prayers. Many people fail to internalise sometimes that salaat is like a very important meeting with Allah.

2. Preparing one’s self for prayer can also mean motivating one’s self before or calming down. Like, take as much as you want before the prayer to maybe reflect on the Qur'an. Sit onto your prayer mat and go through the meaning of the surahs you want to recite. Or simply sit there to collect yourself.

3. Salaah becomes more important the more you revolve your day around Islam and its ibadah. I know, this is not always possible because some of us are not always home but at school and work. But it can mean simple things. Reciting a few pages of the Quran in the morning and evening, doing your adhkar when you wake up or before you go to sleep. Listening to Quran when you go somewhere. All these things can help you to bring back that ‘islamic’ feelings back to you.

4. Other than that you can change something about the way you used pray. What I mean with this is that one must maybe start to to lengthen their prayers and instead of just praying 4 fardh rakaat without dhikr afterwards, add the recommended sunnah prayers to it.

The prophet salallahu alayhi wassalaam said:

Allah will build a house in Heaven for whoever is diligent in observing 12 Sunnah Rak'aat (as follows): 4 Rak'aat before and 2 after the Dhuhr (Midday) Prayer, 2 after the Maghrib (Sunset Prayer), 2 after the ‘Ishaa’ (Evening) Prayer and 2 before the Fajr (Dawn) Prayer.“ Hadith sahih narrated by at-Tirmidhi No. 379 and by others. Hadith No. 6183 in Sahih al-Jaami’.

I think this is very effective for those among us who have the tendency to rush through salaah. It will cause you to have more discipline, and increase your concentration.

4. Learn new surahs with meaning by heart. It can be either a surah that you really like and that makes you feel very emotional, or you can memorize the recommend 30 juzz, the last 20? pages of the Qur'an and strengthen your memory by constantly reciting in in salaah.
I personally think that the longer one’s are very helpful because again you don’t have the option to rush through your prayer.

5. A small thing I also wanted to mention is music. Music is so toxic for salaah, there were so many times I would hear some random music before and it would exactly play inside my head when I would start salaah.

That’s all that I had found to be effective in a way. For the ones who know more, can add their tips to it. Maybe you should also look into the book 'inner dimensions of prayer’.

CENGENG


Anak di foto ini, bukanlah anak yang cengeng. Sejak kecil, didikan orangtuanya menjadikan ia anak yang tegar.

Konon, dahulu kala, waktu kecil, ia pernah disabet dengan penggaris besi, ia tidak menangis, hanya menyesal kenapa tak menghindar.

Beranjak dewasa, anak ini juga jarang menangis. Terakhir kalinya itu belasan tahun lalu, saat ia kehilangan kakak dan adiknya sekaligus, setelah itu, tak pernah ia menangis lagi.

Hingga di akhir ramadhan 2016, ia diajak rekannya, untuk menikmati “konser” I’tikaf bersama Ustad Hanan Attaki di masjid Al-lathif. Salat malam dengan bacaan yang syahdu dan menggetarkan hati.

Di penghujung rakaat, sang imam melantunkan do’a yang menyentuh. Tangis pecah di setiap sudut masjid, semua jamaah terharu, kecuali anak ini. Mungkin, ia memang terlatih untuk tidak cengeng, apalagi untuk urusan seperti ini.

Selepas shalat, anak ini termenung, bagaimana bisa orang lain menangis sedang ia tidak, padahal orang-orang yang dijanjikan syurga, yaitu orang “beriman”, ialah yang bergetar hatinya kala kalam Tuhannya diperdengarkan.

Dari situlah ia mulai mencari, belajar, dan mendalami agamanya, untuk mengetahui makna “beriman”. Dengan berbagai cara, menimba ilmu dari mereka yang paham, membuatnya memahami tentang agama yang ia jalankan dari lahir.

Pada malam pergantian tahun baru, ia kembali diajak mengikuti “konser”. Di malam yang dingin, Ia berdiri di shaff ke-3, mendengarkan alunan Al-isra oleh seorang imam dari Yaman.

Ketika berada pada ayat tentang perjuangan Rasulullah ﷺ , air matanya turun dengan deras, kali ini, hatinya tidak bisa tegar kala sang imam membaca ayat yang mengingatkan akan beratnya perjuangan islam.

Begitu pula pada hari-hari setelahnya, pemuda ini jadi lebih mudah menangis, entah itu hanya karena mengingat keluarga, mengingat dosa-dosanya, mengingat berbagai kesalahan di masa lalunya. Pemuda tegar itu, kini menjadi anak yang cengeng atas urusan-urusan akhirat.

Namun ternyata, itu pula yang dilakukan oleh para sahabat, mereka begitu cengeng atas urusan akhirat, namun tidak untuk urusan dunia.

Kini, sang pemuda memahami, setiap orang, setegar apapun ia, tetap akan menjadi cengeng, terhadap hal yang ia cintai. Maka, ketika kita tak pernah bergetar atas ayat-ayat Allah, mungkin ini saatnya bertanya

Sudahkah hati kita belajar mencintai Dzat yang selalu mencintai kita?


CENGENG
Bandung, 2 Oktober 2017

Terlena

(Oleh : Prof. Hamka)

Waktu berlalu begitu pantas menipu kita yang terlena

Belum sempat berdzikir di waktu pagi, hari sudah menjelang siang, belum sempat bersedekah pagi, matahari sudah meninggi.

Niat pukul 9.00 pagi hendak Sholat Dhuha, tiba-tiba adzan Dhuhur sudah terdengar..

Teringin setiap pagi membaca 1 juz Al-Quran, menambah hafalan satu hari satu ayat, itu pun tidak dilakukan.

Rancangan untuk tidak akan melewatkan malam kecuali dengan Tahajjud dan Witir, walau pun hanya 3 rakaat, semua tinggal angan-angan.

Beginikah berterusannya nasib hidup menghabiskan umur? Berseronok dengan usia?

Lalu tiba-tiba menjelmalah usia di angka 30, sebentar kemudian 40, tidak lama terasa menjadi 50 dan kemudian orang mula memanggil kita dengan panggilan “Tok Wan, Atok…Nek” menandakan kita sudah tua.

Lalu sambil menunggu Sakaratul Maut tiba, diperlihatkan catatan amal yang kita pernah buat….

Astaghfirullah, ternyata tidak seberapa sedekah dan infaq cuma sekedarnya, mengajarkan ilmu tidak pernah ada, silaturrohim tidak pernah buat.

Justeru, apakah roh ini tidak akan melolong, meraung, menjerit menahan kesakitan di saat berpisah daripada tubuh ketika Sakaratul Maut?

Tambahkan usiaku ya Allah, aku memerlukan waktu untuk beramal sebelum Kau akhiri ajalku.

Belum cukupkah kita menyia-nyiakan waktu selama 30, 40, 50 atau 60 tahun?

Perlu berapa tahun lagikah untuk mengulang pagi, siang, petang dan malam, perlu berapa minggu, bulan, dan tahun lagi agar kita BERSEDIA untuk mati?

Kita tidak pernah merasa kehilangan waktu dan kesempatan untuk menghasilkan pahala, maka 1000 tahun pun tidak akan pernah cukup bagi orang-orang yang terlena.

Yakin Terhadap Allah;

“Setiap ujian yang datang, kita lihat bagaimana interaksi hati kita terhadap ujian tersebut. Interaksi hati tersebut menyebabkan ujian terasa ringan. Jika hati itu tidak kuat jiwa tauhidnya dan keyakinannya terhadap Allah سبحانه وتعالى itulah sebabnya ujian terasa berat. Sehingga ujian yang ringan pun dia terasa berat, sebab apa? sebab jiwanya tidak diterapkan denganketauhidan dan keyakinan yang kuat terhadap Allah سبحانه وتعالى.”

“Apabila hati, ketauhidan , keyakinan yang kuat terhadap Allah سبحانه وتعالى maka apa segala bentuk ujian yang datang, seberat mana pun, sebesar mana pun ujian yang datang, dia akan rasa ringan, malah dia redha pula. Dan dia suka pula ujian yang datang kerana dia tahu ujian yang datang tu semua dari Allah سبحانه وتعالى satu bentuk hadiah dari Allah سبحانه وتعالى. Lihat Para Nabi dan Rasul mereka diberi ujian oleh Allah سبحانه وتعالى untuk tinggikan kedudukan dan martabatnya.”

“Segala yang wujud itu, bergantung kepada qudrat dan iradat Allah سبحانه وتعالى, maka tiada satu perbuatan pun berlaku tanpa izin dari Allah. Bersediakah kita kembali kepada Allah sebelum kita benar-benar kembali kepada Allah?.”

“Setiap detik masa yang berlalu itu adalah dengan izin Allah. Masa dan waktu adalah milik Allah سبحانه وتعالى. Setiap dari kita mempunyai masa yang sama yakni dua puluh empat jam sehari semalam. Dibahagi sama rata oleh Allah سبحانه وتعالى.”

“Masa dan waktu ini ianya adalah objek yang diciptakan Allah. Allah tidak berhajat kepada masa. Allah yang menciptakan "Past Tense” Allah yang menciptakan “Present Tense” Allah yang menciptakan “Future Tense”,“Past, Present dan Future Tense.” Dan semuanya berhajat kepada Allah سبحانه وتعالى di atas kewujudannya.“

"Allah سبحانه وتعالى juga tidak berhajat kepada ruang kepada tempat kepada masa kepada penjuru kepada arah, warna, rupa, bentuk fizikal. Allah yang tidak boleh digambarkan yang tidak boleh dicapai oleh akal manusia. Akan tetapi Allah سبحانه وتعالى menyuruh di kalangan makhluk-Nya untuk memuliakan ini memuliakan itu supaya kemuliaan kita, keagungan kita kepada Allah سبحانه وتعالى.”

“Walaupun dunia ini diciptakan untuk kamu tetapi kamu diciptakan untuk Allah bukannya untuk dunia itu. Dan Itu hakikat kamu diciptakan untuk menghambakan diri kepada Allah untuk mentakzimkan, memuliakan, mengagungkan apa yang telah dimuliakan yang telah diagungkan oleh Allah سبحانه وتعالى.”

“Seseorang yang dimuliakan oleh Allah سبحانه وتعالى yang diberikan untuk menguasai masanya maka kita jangan terkejut bila kita mendengar ada orang yang boleh khatam Al-Quran dengan banyaknya. Orang yang boleh berzikir dengan banyaknya. Orang yang boleh menunaikan solat seribu rakaat semalaman dan sebagainya.”

“Pada hakikatnya kita semua mempunyai masa yang sama. Akan tetapi yang membezakan kita apa yang kita isi dengan setiap masa dan waktu kita. Tujuan kita diciptakan oleh Allah سبحانه وتعالى adalah untuk beribadah kepada Allah. Untuk beramal. Itu kerja kita. Allah سبحانه وتعالى menciptakan kita sebagai pekerja-Nya, hamba-Nya yang bermaksud beribadah kepada Allah sepanjang masa.”

“Bagaimana seseorang itu berada dalam ibadah sepanjang masa? Dua puluh empat jam. Di sini Ulama menjelaskan dengan penuh indah bahawa makna ibadah bukan sahaja terhad kepada solat, puasa, haji, zakat, Al-Quran dan zikir sahaja. Tetapi ianya meliputi kepada segala pekerjaan kita, setiap perbuatan yang harus, setiap dari pekerjaan kita, setiap dari amal kita.”

“Semuanya adalah dikira sebagai ibadah jika dengan niat yang benar. Makannya, minumnya walaupun tidurnya. Apabila ianya dilakukan dengan adab Rasulullah ﷺ dengan cara yang ditunjukkan oleh sunnah Rasulullah ﷺ maka tidurnya juga dikira di dalam ibadah.”

“Apabila makan dan minumnya dengan niat untuk mendapatkan tenaga untuk taqarub kepada Allah. Dia tidur dengan niat untuk merehatkan badannya supaya mendapat kekuatan tenaga untuk dia bangun nanti tahajud esok dia nak melakukan amal-amal kebajikan nak menunjukkan makna taqarrub kepada Allah سبحانه وتعالى.”

“Maka setiap perbuatan yang harus apabila ianya dilakukan dengan niat "Lillahi Ta'ala” bersama dengan adab dan sunnah yang ditunjukkan oleh Rasulullah ﷺ maka perbuatan yang harus itu tidak lagi sekadar perbuatan harus. Makna harus apabila dilakukan tidak mendapat apa-apa dan ditinggalkan pun tidak mendapat apa-apa. Itu makna harus.“

"Tetapi sekiranya ianya diselitkan dengan niat ikhlas, mengharapkan keredhaan Allah, mendekatkan diri kepada Allah, itu bukan perbuatan harus tapi ianya dikira ibadah di sisi Allah سبحانه وتعالى. Walaupun makan dan minumnya, main bolanya dan sebagainya dengan niatnya "Lillahi Ta'ala” tanpa melanggar sebarang batasan syariat maka dia beribadah kepada Allah سبحانه وتعالى.“

"Ulama mengatakan setiap pekerjaan, perbuatan itu akan dikira sebagai ibadah iaitu yang pertama adalah, Apabila dia ada niat yang baik, niat yang soleh, niat "Lillahi Ta'ala”, niat untuk dia mendapatkan tenaga untuk bertaqarub kepada Allah سبحانه وتعالى. Dan yang kedua adalah, Jika dia sudah ada niat.“

"Dia ada keinginan untuk melakukan sesuatu pekerjaan, perbuatan tersebut untuk menyalurkan memberikan manfaat kepada orang lain. Apa jua pekerjaan dan amal yang dia lakukan semuanya memberikan manfaat kepada orang lain.”

“Dan bukan mudarat, tidak berfaedah melalaikan, melekakan diri daripada mengingati Allah. Jika memberikan mudarat, tidak memberikan faedah, melalaikan dan melekakan orang daripada Allah, menjauhkan orang daripada mengingati kepada Allah سبحانه وتعالى itu bukan ibadah.”

“Alangkah beruntungnya orang-orang yang diberikan kelebihan oleh Allah سبحانه وتعالى, yang dapat menguasai masanya mengisi masanya untuk beribadat kepada Allah سبحانه وتعالى. Untuk mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى. Dan amatlah rugi orang-orang yang masanya berlalu pergi begitu saja. Masa yang berlalu tanpa diisi dengan suatu yang bermanfaat. Demi masa sesungguhnya manusia itu didalam kerugian.”

“Maka bersyukurlah kita kepada Allah kerana dipilih oleh Allah سبحانه وتعالى untuk hadir di majlis ilmu di saat ramai orang di luar sana memilih untuk duduk berehat di rumahnya, duduk di atas sofanya, melihat televisyen, melepak dan sebagainya. Dan kita telah dipilih, kita diizinkan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk menghadiri majlis yang baik yakni dimajlis ilmu. Dan ditempat yang baik yakni di rumah Allah سبحانه وتعالى ini.”

Guru mulia kami. Tasawwuf. Darul Mujtaba. Ustaz Iqbal Zain Al-Jauhari.

Assalamualaikum..
Formula menjemput Rezeki:

1. DHUHA. Jika kita selalu buat 2 Rakaat, sekarang ubah lebih rakaat. Makin lama makin meningkat.
Selepas Solat Dhuha kita perlu baca surah Al-Waqiah. Waktu DHUHA rasakan getaran kita untuk menjadi apa, contohnya jika ingin jadi JUTAWAN. Doalah jadi JUTAWAN BERKAT..

2. TAHAJJUD. Bangunlah menunaikan solat ini setiap malam. Tambahkan juga bilangan rakaat tahajjud ni. Muhasabah diri dan mintalah pertolongan Allah sebulat-bulatnya..

3. AL QURAN. Bangun pagi jangan buka hp atau rancang nak buat apa2 dulu, mandi dan ambil wudhuk terus baca Al-Quran & terjemahan walaupun 1 ayat..

4. ZIKIR - Ya Wahhab 40,000 kali setiap hari selama 7 hari. Jika tiada perubahan buatlah sehingga 40 hari..

5. SOLAT BERJEMAAH, terutama lelaki. Orang lelaki juga diminta telefon ibu 1 hari 5 kali atau lebih..

6. SILATURRAHIM. Jangan memecahkan silaturrahim. Maafkan mereka yang pernah sakiti kita dengan hati yang yang lapang dan tenang..

7. BERSEDEKAH. Sedekah punyai satu power yang luar biasa. Allah gandakan 10 & boleh digandakan lagi 700 kali..

8. SOLAT AWAL WAKTUSolatlah di awal waktu. Jika tgh susun 40 batu, tiba ke batu yang ke 39 azan berkemandang, sambunglah batu terakhir selepas solat..

9. BERGANTUNG PENUH DENGAN ALLAH. Jangan mengharapkan manusia di luar sana..

10. TAWAKAL DAN USAHA. Minta sepenuh hati kepada Allah, baru usaha.

4 amalan surah setiap hari.
● Surah Yaasin- Setiap solat fardhu
● Surah Al-Waqiah-Waktu Dhuha
● Surah Ar-Rahman- Waktu Asar
● Surah Al-Mulk - Sebelum tidur

Lain-lain:
1. Minumlah air masak 3 liter sehari.

2. Jika yang perempuan mulalah pakai stokin. Sebab penyakit bermula dari kaki.

BILA SEMUA AMALAN TELAH DIBUAT, SEGALANYA AKAN BERUBAH..

Wallaahua'lam..

#sharingiscaring

Mylog: Aliran

Ketika sholat berjamaah ke mesjid, terkadang aink liat ada hal- hal yang menarik. Bukan bermaksud mencemooh, tapi suka lucu weh kalo liat tipe-tipe jamaah yang ada di mesjid. Trend hijrah sekarang merebak dimana-mana, setiap orang pergi ke mesjid dengan ‘style’nya masing-masing. Beberapa diantaranya yag pernah aink liat adalah sebagai berikut

aliran kuplukiyyah- aliran jamaah yang menggunakan kupluk sebagai pengganti kopeah

aliran muzammiliyyah- aliran jamaah yang menggunakan kain sejenis syal sebagai pengganti sorban

aliran Evi’iyah- aliran jamaah yang pede pake kaos ke mesjid

aliran-aliran diatas ga bener-bener ada, aink iseng aja namain kayak gitu. Jadi kalo lagi solat bareng temen di mesjid trus ada yang pake kupluk otomatis suka ada yang nyahut “itu aliran kuplukiyyah” atau “eh, ada jamaah hananattakiyyah”.

Gitu. Iya, somplak emang.

Menurut aink sih selama yang dipakai suci, nutup aurat dan ga bermotif aneh yang bisa bikin orang lain ga khusyu it’s okay. Cuman yang lebih anehnya lagi, kadang aliran yang macem macem itu tuh ga cuma berdasarkan atribut doang. Kadang dalam praktek ibadahnya juga ada yang aneh-aneh.

Aink bilang aneh disini karena aink emang jarang lihat di tempat lain dan ga pernah denger tentang hadits yang jadi dasar hukumnya. Aink bukan pakar fiqh atau ahli hadits. Jadi besar kemungkinan yang aink bilang aneh adalah sebenarnya sesuatu yang umum dan emang ainknya aja yang kurang gaul. Ilmunya seuprit.

Beberapa aliran aneh yang pernah aink lihat diantaranya

Aliran solat daud - aliran jamaah yang sehari solat, sehari engga. Biasanya yang baru hijrah atau baru belajar solat.

Aliran solat the flash - aliran jamaah yang solatnya cepet banget. Aink pernah jamaah taraweh di sebuah mesjid yang solat isyanya jam 7, trus tarawehnya beres sebelum setengah 8. Tarawehnya 23 rakaat, fyi. Bakar kalori banget ibadahnya.

Aliran takbir akrobatik – aliran jamaah yang kalo takbir tangannya muter dulu sebelum bersidekap di dada. Guru ngaji aink dulu kayak gitu, heran banget kok aink yang dulu ga pernah nanya itu ngapain. Shame on you, little me!

Aliran pendahulu – aliran jamaah yang gerakannya lebih cepat dari imam. Aink kadang agak ke-distract kalo jamaahan trus sebelahan ama penganut aliran ini.

Anyway, penamaan diatas ga ada sumber hukumnya, murni penamaan dari aink aja. Jangan dianggap serius. Tapi aink serius waktu nulis ini. Kadang jamaah tuh aneh aneh. Entah emang aink nya aja yang kurang gaul di mesjid.

Trus tadi beres dhuhur, ketika aink mau keluar mesjid aink liat seseorang yang solat rawatib seusai jamaahan dhuhur. Nothing seems weird until dia ngangkat tangannya seusai ruku (i’tidal), trus ngangkat tangannya dan berdoa layaknya baca qunut.

Dalem hati aink nyeletuk “ieu aliran naon deuiiii?”

Ah, positif thinking aja, mungkin beres dhuhur dia baru inget kalo tadi pagi belum shalat shubuh. wassalam

Saudaraku,

Jika punya sebarang urusan besar di dalam kehidupan kita baik urusan dunia mahupun akhirat, lazimkanlah ke atasmu 2 perkara ;

1- Istikharah

Inilah panduan Rasulullah seandainya tersepit dalam membuat keputusan. Dirikanlah solat sunat 2 rakaat. Kemudian,amalkan doa istikharah yang diajarkan Rasulullah. Pohonlah jua semoga ditunjukkan jalan yang lurus serta dibukakan segala yang kabur. Natijah istikharah bukanlah lahir daripada mimpi sahaja, bahkan tekad dan ketenangan di dalam melaksanakan perkara yang ingin dilakukan.

2- Istisyarah

Dengan erti kata lain, berbincang atau memohon pandangan. Carilah mereka yang dipercayai untuk berbincang. Sebagai misal, pandangan ibu bapa ataupun murabbi yang thiqah . Percayalah di sebalik pandangan mereka punya keberkatan yang besar dan bernas. Bincanglah sesuatu perkara tersebut sehingga mendapat keputusan yang benar benar jazam lagi mantap.

Apabila selesai melakukan 2 perkara tersebut, berserahlah kepada Allah. Apa yang datang, kita senyum dan sabar.Hikmahnya terlalu banyak untuk dirungkai.

وشاورهم في الأمر فإذا عزمت فتوكل على الله
“ Dan berbincangkan dengan mereka dalam sesuatu perkara. Apabila kamu sudah berusaha, maka berserahlah kepada Allah ”

Surah ali Imran ( 159 )

#2: Shalat

“Seberapa banyak kita memahami bacaan dalam bacaan shalat-shalat kita?”   

Pertanyaan ini rasanya begitu tepat memukul hati. Padahal pertanyaan ini terdengar sederhana, karena bukankah ada ribuan rakaat shalat yang sudah dilakukan? Bagaimana mungkin ada orang yang melakukan aktivitas rutin, tapi tidak tau makna dari apa yang ia lakukan, bukan?

Sejak kecil, kita dipahamkan bahwa shalat merupakan ibadah yang di dalamnya berisi doa-doa. Dan di bangku sekolah hingga saat ini pun kita memahami jika shalat adalah momen kita berkomunikasi dengan Allah. Namun yang menjadi pertanyaan, apa yang selama ini kita sedang obrolin ke Allah kalau kita pun tidak mengetahui apa makna yang sedang kita baca?

Belum lagi ditambah masalah shalat-shalat yang kita lakukan secara terpaksa, yang kita sering dengan sengaja menunda-nunda, yang kita jalani ala kadarnya saja, yang dilaksanakan sebagai pengugur kewajiban semata.

Bisa jadi inilah yang merupakan akar dari sebab kegelisahan hati dan permasalahan hidup yang kita alami. Bukan tentang rindu, apalagi perasaan cinta palsu. Tetapi, shalat yang tak memiliki makna di hatimu.

Dan di akhirat nanti, mungkin akan wajar jika kita mendapati bahwa ternyata ibadah shalat kita yang kita lakukan selama ini, tidak ada nilainya sama sekaliNaudzubillahi min zalik.

Dan itulah duka kesengsaraan yang nyata, ketika kita sudah merasa bahwa melakukan ibadah yang banyak tapi ternyata tak sedikitpun menambah timbangan amal ibadah kita di sisiNya.

Itu baru shalat, bagaimana dengan ibadah lain?
Semoga ampunan Allah untuk kita semua.

Bandung, 2 Ramadhan 1438 H (28/05)
©Thalhah S. Robbani 

Belajar Dan Belajar

Salah satu cara untuk maju adalah mau mengakui kekurangan kita, dan menyerap sebanyak-banyaknya dari orang lain untuk memperbaiki, mengayakan diri kita

Sebab dengan mengakui kekurangan, kita jadi berpikir cara agar kesalahan tidak terulang kembali, hingga kita bisa menjadikan hidup kita menjadi maksimal

Akan tetapi bula kita sibuk menyalahkan orang lain, maka kita takkan pernah belajar, karena akal kita berhenti pada titik dimana kita sudah tak perlu pembenahan

Maka perjalanan kali ini ke Jogjakarta, kota yang ngangenin ini, adalah murni untuk belajar mengakui kekurangan, meniadakan keakuan lalu menimba banyak nasihat

Allah Maha Mengatur dan Berkehendak, menjumpakan kami dengan hamba-hamba-Nya yang sangat unik, yang dapat diambil pelajaran dan nasihat dari mereka

Jadilah siang ini sejarah tak terganti, sinau bareng Cak Nun lagi, waktu antara dzuhur dan ashar kami lipat mendengar nasihat bagai seorang anak yang merindu ayahnya

Belajar tentang bagaimana memenangkan hati, menahan nafsu kebenaran, tentang rakaat-rakaat perjuangan, sampai narasi membawakan cinta bagi ummat

Tak jarang gelak tawa terdengar karena sentilan khas Cak Nun mengenai kondisi negeri dan ummatnya, semua ringan namun bermakna, dari syariat sampai makrifat

Andai bukan karena adab bertamu, kami takkan meminta diri untuk pulang dari majelis yang sakinah itu. Dan ini oleh-oleh bagi kita semua dari Cak Nun

“Sabar” dawuh beliau. “Pokoknya membabi buta saja sama Allah, sama Al-Quran”. Beliau lanjut “segala sesuatu itu ada ajalnya (momentumnya), begitu

"Kita tidak hidup dalam kepastian, kita hanya hidup dalam kemungkinan, dan ketika bersama Allah, kemungkinan itu menjadi tidak terbatas, tak terduga”

Duhai diri, ada banyak pelajaran yang bisa datang padamu apabila engkau membuka pintu. Tapi tak ada pintu yang tersisa bagimu bila engkau tak mau belajar

Note: Gambar dibawah bukan pas diskusi bareng Cak Nun, tapi setelahnya saat kami harus memenuhi hak badan. Nongkrong cantik menyantap Mi Godhog Pak Gito
—  Ustadz Felix Siauw

 last nights of ramadan 

wallahi dont give up now 

these are the nights of no sleep

if you feel exhausted and broken already force yourself to recite that extra page of the quran during the night

if your eyes close bcs of the sleep you need, force those extra rakaat during the night

if your heels hurts bcs of standing long in prayer get 5 minutes rest and stand up again and force yourself. 

Literally everything in your body will scream at you and beg you to stop but dont stop until fajir arrives. 

O you who are patient! Bear a little more, just a little more remains.

— Ibn al-Qayyim (rahimahullaah) [Al-Fawaa'id pg. 119, English Translation

Al-Mughirah ibn Shu’bah reported: The Prophet, peace and blessings be upon him, would pray until his feet were swollen. It was said, “Why do you do this when Allah has forgiven your past and future sins?” The Prophet said, “Shall I not be a grateful servant?”

Source: Sahih Muslim 2819

Tips Mahasiswa Cemerlang

Ingin jadi mahasiswa sukses atau mau jadi pelajar biasa-biasa saja? Kalau jadi mahasiswa biasa-biasa saja nanti susah cari kerja… apalagi lanjut kuliah ke jenjang lebih tinggi. Tidak menonjol, siapa yang mau melirik? Belum lagi kasihan mengingat jerih payah orang tua mencari nafkah dan harapan-harapan yang mereka taruh di pundak saya dan teman-teman semua.

Oleh karena itu saya hendak bagi-bagi tips ini. Supaya kita sama-sama bisa sukses di perkuliahan dan jadi kebanggaan orang tua. Tips ini saya dapatkan dalam sebuah ceramah motivasi oleh dosen UIN SUSKA Riau.

‘Tips Mahasiswa Cemerlang’ bisa dikelompokkan dalam dua bagian, tips akademis dan tips ruhani.

Tips akademis: 1) kuasai bidang jurusanmu sungguh-sungguh, 2) di kelas duduklah paling depan, 3) perhatikan tipikal dosen dan ikuti aturan main beliau, 4) kumpulkan tugas beberapa hari sebelum jatuh tempo, 5) hargai dosen dengan mendengarkan dengan seksama, 6) proaktif mencari solusi jika dalam kesulitan dan membantu yang lain jika sudah paham.

Tips ruhani yang biasa disebut 6T: 1) Takbiratul-ulaa, yaitu jaga sholat berjamaah di awal waktu di masjid/musholla, 2) Tasbihat, yaitu lidah senantiasa berdzikir, 3) Tilawat, membaca quran minimal satu juz satu hari, 4) Tahajjud, jaga minimal dua rakaat, 5) Ta'lim, yaitu hadiri majelis ilmu dan halaqah iman di kampus atau sekitar tempat tinggal, 6) Tundukkan pandangan, dari melihat yang tidak patut.

Bila 12 tips ini dikerjakan istiqamah, in syaa Allah akan mudah ilmu masuk ke kepala dan Allah jaga kita dari perkara yang membuat kita menjadi mahasiswa merugi.

Semoga bermanfaat. Selamat mencoba!

55 AMALAN SUNNAH RASULULLAH

1. PANDANGAN MATA
Pandangan mata adalah anak panah iblis. Lihat bukan muhrim sekali saja. Lihat kali kedua akan hilang nikmat ibadah 40 hari. Tiada kusyuk.

2 MAKAN GARAM
Celup jari kelingking dalam garam, menghisapnya sebelum dan selepas makan. Garam adalah penawar paling mujarab keracunan dan boleh menghalang sihir.

3. MINUM TANGAN KANAN
Sentiasa minum memegang gelas dengan tangan kanan. Iblis minum dengan tangan kiri.

4. SESAAT DI JALAN ALLAH
Sesaat berdiri di jalan Allah lebih baik dari solat di depan hajarul aswad pada malam Qadar walaupun hanya sekadar “hai kawan ayuhlah kita solat”

5. LANGKAH KANAN
Masuk masjid kaki kanan, keluar kaki kiri. Masuk rumah kaki kanan, keluar rumah kaki kiri. Masuk tandas kaki kiri, keluar kaki kanan.

6. MAKAN TIGA JARI
Nabi s.a.w makan kurma dengan 3 jari iatu jari ibu, telunjuk dan hantu. Kita makan nasi kalau susah bolehlah dengan 3 suapan pertama ikut sunnah.

7. JAMINAN ALLAH
3 orang mendapat jaminan Allah iaitu orang yang memberi salam sebelum masuk rumah, orang yang keluar ke masjid dan orang yang keluar ke jalan Allah.

8. GUNTING BULU
Apabila lelaki dan perempuan tidak menggunting, mengemas bulu kemaluan dan ketiak selama 40 hari, maka iblis akan bersarang dan berbuai di situ.

9. JANGAN BERSIUL
Jangan bersiul kerana sewaktu mula-mula dibuang ke dunia, iblis mengembara sambil bersiul-siul dan orang yang bersiul itu adalah penghibur iblis.

10. CARA POTONG KUKU TANGAN
Mula dari jari telunjuk yang kanan terus ke kanan sampai kelingking kanan, disambung dari kelingking kiri ke ibu jari kiri hingga ibu jari kanan.

11. CARA POTONG KUKU KAKI
Mula dari kelingking kanan ke sebelah kiri sampai kelingking sebelah kiri.

12. PANJANG LENGAN BAJU
Panjang lengan baju Rasulullah SAW adalah hanya sampai pergelangan tangan sahaja.

13. PAKAIAN KESUKAAN
Pakaian kesukaan Rasulullah SAW adalah gamis iaitu baju labuh atau kurta.

14. BERSIWAK
Jika didahului dengan bersiwak (bersugi), satu kali anda bertasbih maka Allah hitung 70 kali bertasbih. Jika bersolat akan dihitung 70 kali solat.

15. DOA DALAM SUJUD
Saat yang paling hampir antara seseorang hamba dengan Tuhannya ialah ketika bersujud kerana itu hendaklah kamu memperbanyakkan doa di dalamnya.

16. ADAB DI TANDAS
Masuk tandas kaki kiri, pakai alas kaki dan tutup kepala.

17. ADAB MAKAN
Hendaknya menghindarkan diri dari kenyang yang melampaui batas. Sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk bernafas.

18. TIGA JENIS ORANG
3 jenis orang yang tidak akan dipandang oleh Allah SWT pada hari kiamat iaitu orang tua penzina, Raja yang berdusta, orang miskin yang sombong.

19. PAKAI MINYAK WANGI
Memakai minyak wangi adalah Sunnah maka pakailah terutama ketika hendak bersolat, ke masjid atau ke mana sahaja.

20. AMBIL WUDUK SEBELUM TIDUR
Gosok gigi dan ambil wuduk sebelum tidur malam kerana menjadi amalan yang sangat dirahmati dan menghindar gangguan iblis dan syaitan.

21. CINCIN PERAK
Pakai cincin perak di kelingking kanan atau kiri. Akan mendapat pahala Sunnah berterusan selama memakainya.

22. SOLAT FARDHU DI MASJID
Nabi SAW tidak pernah solat fardhu di rumah. Setiap langkah kanan ke masjid akan diangkat satu darjat dan langkah kiri akan dihapus satu dosa.

23. PAKAI CELAK
Gunakan celak ismid (dari galian) kerana ia menguatkan penglihatan dan menumbuhkan bulu mata. Setiap malam dicalit tiga kali pada mata kanan dan kiri.

24. PANJANG PAKAIAN
Panjang pakaian , jubah atau seluar seorang muslim adalah antara setengah betis dan tidak melebihi buku lali .

25. SOLAT FARDHU BERJEMAAH
Solat fardhu berjemaah di masjid dibayar 27 kali lipat dari solat sendirian di rumah. Jika anda waras dan sempurna akal, di manakah anda akan solat?

26. MENGUAP
Menguap adalah dari syaitan. Bila rasa hendak menguap, tahanlah atau tutuplah mulut dengan belakang tangan kerana syaitan akan masuk melalui mulut.

27. MENYIMPAN JANGGUT
Memotong misai dan menyimpan janggut. Lebih afdal dengan jambang sekali. Diberi pahala amal berterusan selama menyimpannya.

28. JANGAN MENGHADAP KIBLAT KETIKA BUANG AIR
Jangan menghadap / membelakang Kiblat ketika buang air kecil / besar. Dibolehkan bila dalam bangunan, itupun kalau terpaksa.

29. WARNA PAKAIAN RASULULLAH
Disunatkan memakai pakaian berwarna putih kerana Rasulullah SAW menyukai pakaian berwarna putih.

30. POSISI TIDUR
Posisi tidur yang dianjurkan ialah mengereng di atas rusuk kanan, muka dan badan mengadap kiblat dan tapak tangan kanan di bawah pipi.

31. MINUM LEPAS MAKAN
Lepas makan nasi jangan terus minum. Tunggu sebentar anggaran selama berjalan 40 langkah barulah minum.

32. TIDUR SEBELUM ZOHOR
Tidur sebentar sebelum Zohor kerana ianya membantu ibadah di malam hari dan bangun sebelum gelincir matahari untuk solat Zohor.

33. BERDIRI HORMAT
Rasulullah SAW membenci perbuatan orang bangun dari tempat duduk dan berdiri memberi hormat apabila baginda lalu atau masuk ke suatu majlis.

34. PAKAIAN BERWARNA
Dilarang memakai pakaian warna kuning kemerahan seperti yang dipakai oleh sami Hindu / Buddha khususnya bagi lelaki.

35. MAKAN DENGAN ORANG MISKIN
Rasulullah SAW suka memberi makan atau makan bersama orang miskin. Jika kita makan bersama orang miskin, hendaklah kita mendahulukan mereka.

36. MENU RASULULLAH
Rasulullah SAW membuka menu sarapannya dengan segelas air sejuk yang dicampur dengan sesendok madu asli.

37. PEMBERIAN YANG TIDAK BOLEH DITOLAK
Ada 3 pemberian yang tidak boleh ditolak iaitu bantal, minyak wangi dan susu.

38. KETAWA RASULULLAH
Ketawa Rasulullah SAW hanyalah senyuman.

39. MINUMAN RASULULLAH
Minuman yang paling disukai oleh Rasulullah SAW adalah minuman yang manis dan dingin.

40. HISAP AIR DALAM HIDUNG
Ketika membersihkan diri setelah bangun tidur jangan lupa menghisap air ke dalam hidung 3x kerana syaitan bermalam dalam lubang hidung.

41. BERI MAKAN ANAK YATIM
Nabi SAW suka memberi makan anak yatim. Sesiapa yang duduk makan bersama anak yatim dalam satu bekas, syaitan tidak akan menghampiri bekas tersebut.

42. LARANGAN PAKAI CINCIN
Dilarang memakai cincin di jari telunjuk dan jari tengah.

43. BANGUN TIDUR
Nabi SAW bangun tidur lalu duduk seraya mengusap muka dengan telapak tangan agar hilang ngantuknya dan membaca doa bangun tidur.

44. KONGSI MAKANAN
Jangan kedekut berkongsi makanan. Nabi SAW suka makan makanan yang banyak tangan memakannya.

45. 4 RAKAAT SEBELUM ZOHOR
Solat 4 rakaat setelah gelincir matahari sebelum zohor. Saat itu pintu langit dibuka untuk menerima amal soleh dan tertutup ketika solat zohor.

46. ISTIGHFAR
Nabi SAW beristighfar kepada Allah mohon keampunan dosa dan bertaubat setiap hari lebih dari 70 kali.

47. JANGAN MENCACI MAKANAN
Jangan mencaci makanan. Jika suka, makanlah , jika tidak suka biarkan sahaja.

48. APABILA BERTAMU
Apabila bertamu, jangan berdiri memberi salam di depan muka pintu tetapi dari sisi agar terpelihara pandangan dari melihat terus ke dalam rumah.

49. JAWAB SALAM DALAM TANDAS
Tidak diperkenan menjawab salam ketika di dalam tandas kerana ada lafaz Allah dalam kalimah jawab salam. Cukup dengan berdehem atau isyarat suara.

50. MAKANAN PANAS
Rasulullah SAW melarang meniup makanan panas. Hendaklah biarkan sejuk sedikit hingga mudah untuk dimakan.

51. GILIRAN MINUM
Jika berkongsi minum dalam satu bekas atau botol, hendaklah memberi giliran minum yang berikut kepada orang yang di sebelah kanan.

52. 3 AMAL
Nabi SAW menasihati jangan meninggalkan 3 amal iaitu puasa 3 hari sebulan (afdal 13,14,15 hb Hijrah), solat Dhuha dan solat sunat Witir.

53. JANGAN TIDUR MENIARAP
Jangan tidur meniarap kerana ia adalah posisi tidur ahli neraka dan yang dibenci Allah.

54. CARA PEGANG MISWAK
Miswak dipegang dalam keadaan jari kelingking dan ibu jari di bawah miswak dan jari lain di bahagian atas.

55. DUA RAKAAT SEBELUM SUBUH
Dua rakaat sunat sebelum solat fardhu Subuh itu adalah lebih baik dari dunia dan segala isinya….

Sebarkan…spya lbh ramai lg yg mengamalkn sunnah…jom amal sunnah nabi!!

Bismillah,

(boleh di reshare, jangan di copy, kalau mau copy ke grup WA, mohon selalu mencantumkan nama penulis asli. by Fitra Wilis Masril)

Butuh waktu untuk memutuskan, apakah cerita ini layak kupublikasikan..

Mungkin, akan banyak yg menggumam, “ibadah kok di tulis dan disebar luaskan, nggak ikhlas, riya, pahalanya udah menguap, bak embun di sirnakan oleh cahaya”.

Urusan ikhlas, biarlah menjadi ruang antara aku dan hatiku saja.
Soal pahala, cukuplah selamanya itu menjadi hak Allah saja, aku berserah padaNya.

Semata, ingin memotivasi pembaca, agar bersegera
membebaskan diri dari RIBA.

Rumah kami beli dengan KPR, udah lunas. Motor cicilan ke leasing, udah lunas. Tinggal mobil yang masih nyicil. Aku nggak pernah punya kartu kredit, tak tertarik dengan utang KTA. Tak punya asuransi yg akadnya bermuatan ‘bunga’.

Ringkasnya, mobil kami masih RIBA.

Awal 2017. Secara serius aku mulai mendalami ilmu riba.

“segala utang yg dibayar dengan tambahan nominal, itu RIBA” aku masih santai.

“segala cicilan, KPR, leasing, kartu kredit atau apapun, yg dalam akadnya mengandung kata “bunga” itu RIBA”, aku mulai berpikir.

“melibatkan diri ke riba, berarti berperang dengan Allah dan rasulullah,” aku mulai ketakutan. Mendengar kata perang saja, aku sudah mengkerut. Apalagi berperang dengan Allah, Yang Maha Perkasa.

“Semua orang yg memperbanyak hartanya dengan jalan riba, maka ujung dari kehidupannya hanyalah kemiskinan,” aku makin panic membaca hadist sahih ini.

“dosa terkecil dari riba, setara dengan dosa menzinahi orang tua kandung sendiri,” aku mulai menangis.

“kain kafan kita bisa saja saat ini sedang ditenun, atau sudah ada di toko kain, menunggu keluarga kita membelinya untuk kita. Selesaikan segala utang secepat mungkin, apalagi utang riba,” mendengar ini, aku makin menangis.

“aku mulai dari mana?” aku mebathin. Konsultasi ke ustadzah.

Dia memberikan banyak saran baik.

Kuikuti sepenuh hati.

1. Sholat taubat, berniat sungguh sungguh, mobil ini menjadi riba terakhir. Nggak akan terlibat lagi dalam akad berbunga bunga. Sholat taubat mengiringi sholat wajibku.

2. Baca surat Al Mulk setiap hari.

“maha suci allah yang ditanganNya segala kerajaan, Dia maha kuasa atas segala sesuatu” ayat 1.

“yang menciptakan tujuh langit berlapis lapis, tidak akan kamu lihat sesuatu yg tidak seimbang pada ciptaan Tuhan yang maha pengasih..” ayat 3.

Oke. Menciptakan 7 langit berlapis lapis tanpa penyangga saja Tuhan mampu.

Berarti membantuku untuk melunasi 1 mobil saja, bagi Allah hanyalah urusan sejentik kuku.

Aku optimis.

3. Baca surat Al Waqiah setiap hari

“benih yg kamu tanam di tanah, kamu yg menumbuhkan atau Tuhan yang menumbuhkan?’

“kamu yg menurunkan air dari awan, atau Tuhanmu yang menurunkan?’

Oke. Artinya, semuaaaaaa terjadi hanya karena Allah campur tangan. Aku mengasuh rasa optimis.

Satu satunya cara, agar mobilku lunas segera, adalah dengan bekerja lebih keras, menabung lebih banyak dan memohon agar Allah campur tangan disini, kalau Allah nggak bantu, aku takkan pernah mampu.

4. Tunda kesenangan, sebelum mobil lunas, nggak ada jalan jalan ngabisin uang (kecuali jalan jalan sekalian mendampingi anak yatim), kurangi makan ke restoran (kecuali anak anak udah pengen banget). Nggak belanja kecuali yg pokok pokok saja (pernah beberapa beli gamis dan jilbab, itu karena aku berniat hijrah ke gamis sedari awal tahun, jadi gamis dan jilbab kumasukkan ke kebutuhan pokok).

5. Sholat dhuha 6 rakaat. Memohon Allah ridho pada usaha yg kulakukan dalam mengumpulkan rejekiNya untuk melunasi riba. Memohon kalo rejekiku masih jauh, dekatkanlah. Kalau sudah dekat, mudahkanlah. Kalau sudah mudah, berkahilah. Kalau sudah berkah, bujuk hatiku untuk ingat bersedekah.

6. “perbanyak sedekah agar utang ribanya segera lunas,” pesan ustadzahku.

Aku membantah,” aku butuh uang, harus menabung keras, kalau sedekah ya berkurang uangnya”. Ahhh…ilmu yg cetek ini memang membuatku senang berdebat, suka berbantahan.

“allah menyuburkan sedekah, memusnahkan harta riba, simpan kalkulator manusia, biarkan kalkulator Allah saja yg bekerja,”jawab ustadzah. Dan kalimat ini ada dalam alquran, di surat al baqaRAH. Al quran, tak ada kebohongan di dalamnya. Aku percaya dengan segenap jiwa. Kupatuhi sarannya.

Dalam menyalurkan donasi mukena ke mushola2, kusempatkan menyapu dan membersihkan mushola, merapikan tumpukan mukena. “semata mengharap ridhoMu saja duhai Allah,” bathinku.

“sedekah nggak selalu uang, mengalokasikan waktu dan tenaga untuk sebuah kebaikan, itu juga sedekah,”. Sedemikian indahnya ajaran agama.

Sekarang urusan inti. Gimana cara agar uang puluhan juta segera terkumpul.

1. Kutemui pihak leasing secara baik baik. Aku mau pelunasan di percepat. Aku keberatan dgn beban bunga yg melebihi pokok utang. Kami bernegosiasi. Deadlock. Merek nggak mau.
aku minta diberi kesempatan ketemu pimpinannya, logika saja, aku membayar lunas di awal, kenapa masih harus menanggung bunga 4tahun ke depan?

Aku nggak pernah seharipun ada tunggakan.

Pimpinan setuju. Yess. Bayar pokoknya saja.

Berpuluh juta bunga di hapuskan. Alhamdulillah.

Tapi… pokoknya saja pun itu masih puluhan juta. Jadi cicilan yg kami bayar selama ini hanya membayar bunga? Sementara pokok utang hanya berkurang sedikit saja. Ahh terkutuklah engkau riba.

2. Dari tgl 4 januari sampai pelunasan 24 februari, selama 50 hari, aku dan suami jungkir balik, suami bekerja lebih keras, aku menulis lebih banyak, begadang lebih sering, jualan lebih aktif, dll. Dan berdoa dalam volume lebih banyak, dalam frekuensi lebih sering.

Lalu.. keajaiban terjadi.

Secara simultan, pintu rejeki terbuka dari banyak pintu.

“mba fitra, mau ya gabung di grup kami sbg bintang tamu ngajarin nulis, sharing sharing santai saja mba,” tawarnya.

Tanpa kutetapkan tariff, tak repot repot mengumpulkan peserta.

Dia mentransfer 1 juta. Allah penggerak hatinya.

“mba, aku mau beli bukunya 15, kirim langsung ke perpustakaan keliling purawakarta ya, semua berapa?” Tanya seorang sahabat di jogya.

“700ribu mba,”jawabku.

dia mentransfer lebih dari 700ribu. Sebenarnya, Rumah sahabatku nggak jauh dari gramedia, nggak susah baginya menyuruh asisten membeli 15 buku bagus bagus di gramedia, tapi kenapa memilih bukuku yg sederhana? Allah menggerakkan hatinya.

di hari yg sama. kakak ipar di kampung juga mentrasfer uang.

“hasil panen padi di kampung,” katanya. nominal yg tak kami duga. alhamdulillah.

Lain hari.

“mba, adain kelas menulis mba, tulisan mba fitra kan di share puluhan ribu orang,”pinta beberapa orang. Sebagai penggenap kelas akhirnya memang kuumumkan aku ngadain kelas sharing menulis, dan ada biaya.

Masalahnya, tulisan di share puluhan ribu orang itu kan udah lama. Bahkan si plagiat mendapatkan share sampai ratusan ribu orang. Namun, kenapa baru sekarang ingin request kelas menulis? Dan tak sedikit perserta yg membayar lebih dari tariff 85 ribu yg kutetapkan. Allah yg menggerakkan hatinya.

Aku ke depok untuk sebuah urusan, belum makan, saat mau membelokkan mobil ke restoran, ujan deras, repot harus berpayung payung menggendong anak yg ketiduran. Akhirnya langsung pulang, nggak jadi makan. Sampai dirumah driver grab membawa 6 porsi besar bakmi. Traktiran dari seorang sahabat kesayangan. Pas banget saat aku mau membeli makan. Uangku tersimpan, menambah tabungan pelunas riba. Apa namanya kalo bukan karena Allah sayang.

“ini buat bu fitra, ada acara di rumah, tapi bikinnya dikit, buat yg akrab akrab saja,” kata seorang ibu, kubuka kotak yg dia berikan. Sepotong utuh ayam bakar, cukup buat lauk seharian.

“buat yg akran akrab saja” kuulangi dihati kalimatnya. Akrabkah kami? Tidak, aku bahkan nggak tau namanya siapa, aku hanya kenal anak kami mengaji di tempat yg sama. Kok aku terpilih sebagai yg dikasih? Allah menggerakkan hatinya.

Saat aku mau ke warung beli cemilan, ada gojek datang bawa klappertaart, bawa tekwan, roti Mariam, pempek, dll. Apakah semua ini untuk keprluan endorse? Sama sekali tidak. Pempek itu dari dokter di Palembang, pdhl kami hanya saling bertukar jempol di status fesbuk masing masing. Dari ratusan teman fesbuknya di Jakarta, kenapa aku yg terpilih dikirim pempek? Allah yg menggerakkan hatinya.

Uangku tersimpan nggak jadi beli cemilan, tabungan bertambah buat pelunasan.

Saat ujan, jalanan macet, driver nggak mau narik, mobil nganggur, nggak ada pemasukan dari usaha armada online kami. Tetiba, saudara jauh, booking buat acara keluarga. Kenapa merental mobil kami? Allah yg menggerakkan hatinya.

Mau ke JNE booking gojek, tetangga lewat, menawarkan tebengan, bahkan memaksa mengantarkan sampai tujuan.

Padahal kami berbeda arah. Akrabkah kami? Nggak, aku hanya tau kami sekomplek, berbeda RT, aku bahkan nggak tau namanya, hanya kenal dgn pembantunya karena sering menyuapi bayinya di lapangan depan rumah. Allah yg menggerakkan hatinya.

Sudah cukupkah uang kami? Belum.

Aku memutar otak. sebenarnya ada ikut arisan yg terimanya 15juta, ada juga yg 30juta, dan yg lainnya. tapi namaku belum keluar saat kocokan arisan.

Pinjam saudara? Bisaaa

Pinjam kakak ipar? Bisaaa

Pinjam ke sahabat? Bisaaa

Pinjam ke tetangga? Bisaaa

Bahkan, dengan hubungan yg sedemikian harmonis, aku yakin banyak bahu tempatku bersandar.

TAPI…

Lidahku kelu. Mendadak bisu.

Bahkan mengetik satu kalimatpun, aku nggak mampu.

Aku malu.

Berutang itu menggadaikan harga diri.

Aku nggak sanggup.

Nggak mampu.

Kuseret hati hanya untuk bergayut pada Allah saja.

Kusibukkan diri untuk berlama lama bertasbih memuja Allah saja.

Berlama lama hanyut dalam keindahan sabda Allah dalam kitabku saja. Yang tak ada keraguan didalamnya.

Lalu, seorang sahabat mentransfer. “cicil seperti mencicil mobil saja, kan selama ini juga nggak pernah nunggak, yg penting bebas riba, nggak ada sama sekali bunga,”. Semudah itu dia membungkus rasa percaya.

Kakak ipar melakukan hal yg sama.

Sedemikian mudah. Tak harus memelas.

Kami ke leasing.

BPKB mobil atas namaku, kini tergenggam di kepalanku.

LUNAS sudah utang ribaku.

Alhamdulillah, menangis dalam sujud syukur atas kemurah hatianMu, duhai Allahku.

Pulang dari leasing, mampir ke ATM. Mengecek kekayaan yg tersisa. 159 ribu.

Tak apa. Nggak perlu takut.

Aku punya Allah yang kekayaannya seluas langit dan bumi. Yang selalu memeluk hatiku sehingga tak pernah takut kelaparan. Yang telah menjamin rejekiku bahkan sejak aku masih dalam kandungan ibu.

Aku lega. Sebongkah besar dosa riba rasanya menggelinding dari ujung kepala (aamiin allahumma aamiin)

Aku bahagia.

Usai magrib, mengecek HP. Ada yg mentransfer ratusan ribu, seorang sahabat yg tak kukenal wajahnya, seorang peserta kelas menulis.

Beberapa sms banking masuk, membeli buku.

Seseorang memintaku menggarap website usaha cateringnya, aku tak menetapkan harga, karena tau dirii dgn kualitas karya goresanku yg sederhana, tapi hatiku tau dia orang yg bisa dipercaya, dia menghargai sebuah karya. Kenalkah kami sebelumnya? Tidak sama sekali. Aku bahkan nggak ngeh kalau di fesbuk kami berteman.

Seorang teman beberapa waktu lalu memintaku menulis sesuatu agar karyawan kantornya nggak cemberut saat kerja, tulisanku akan dipajang di website kantornya, dan besok pagi akan mentransfer tanda kasihnya.

Melunasi utang riba, tak membuatku bangkrut.

Rejeki datang dari arah yg tak tersangka oleh logika.

Alhamdulilah.

Semudah itu bagi Allah.

Allah, genggamlah hati kami untuk hanya beriman kepadaMu.

Bebaskan aku dari segala riba. Bebaskan juga seluruh saudara, sahabat, teman fesbuk, dan semua orang yg kukenal agar tak lagi bergelimang dalam kubangan dosa riba.

Mantapkan hati kami untuk tak memiliki ragu akan janjimu.

Tak ada sedikitpun kebohongan dalam firmanMu.

sabdaMu hanyalah kebenaran.

Dan Engkau tak pernah ingkar janji,

ENGKAU TAK PERNAH INGKAR JANJI.

ENGKAU TAK PERNAH INGKAR JANJI.

Dan aku adalah bukti.

Terimakasih duhai Ilahi Robbi.

Terimakasih. Terima kasih. terimakasih.

Sahabat, selamat bersegera bebas dari riba. Teriring doa, agar Allah memudahkan segalanya, aamiin allahumma aamiin.

Cap lunas.

Salam bahagia, salam bebas riba,

Fitra

JOM PREPARE 30 BENDA BAIK LAKUKAN SEPANJANG RAMADHAN

1. Tilawah al Quran sejuzuk sehari paling kurang.

2. Solat tarawih minima 8 rakaat setiap malam.

3. Solat Witir minima 3 rakaat semalam.

4. Beri makan orang berbuka puasa walaupun dengan sebiji tamar setiap hari.

4. Solat fardhu 5 waktu berjemaah setiap hari.

5. Tahajud setiap malam minima 2 rakaat.

6. Sunat dhuha setiap pagi.

7. Sedekah setiap hari minima seringgit.

8. Pastikan sahur setiap hari.

9. Iktikaf di masjid setiap hari walau sekadar 10 minit.

10. Tadarus al Quran sambil usaha memahami maksudnya.

11. Ziarah orang yang kurang bernasib baik.

12. Kurangkan ziarah ke bazar2 ramadhan.

13. Pilih makanan sunnah sebagai menu harian sahur dan berbuka puasa.

14. Elakkan membeli makanan dari tangan2 orang yang fasik.

15. Jauhkan aktiviti yang lagha.

16. Zikir harian, banyakkan berdoa.

17. Lazimi bibir beristighfar sekurang2nya 70x dlm sehari.

18. Ajari diri dengan sifat rendah hati kerana Allah.

19. Mudah memohon maaf dan memberi maaf.

20. Menjaga dan menghubung silaturrahim.

21. Menjaga dan menutup aurat dengan sempurna ( bukan berpakaian tapi bertelanjang)

22. Menjaga lisan, pandangan, pendengaran & hati dari perkara2 yg dilarang.

23. Tidak berlebih2an maupun membazir dengan makanan terutama juadah berbuka.

24. Perbanyakkan amalan2 sunat- solat sunat rawatib.

24. Lazimi sunnah Rasulullah yg ringan tulang dlm urusan rumah tangga (terutama suami & anak2 lelaki)

25. Lazimi utk kawal dan tahan marah, didik diri untuk lebih bersabar.

26. Lazimi lidah untuk sentiasa bersyukur dan memperbanyakkan syukur kepada Allah di kala senang mahupun susah.

28. Menjaga ikhtilat - hubungan antara lelaki dan perempuan.

29. Membayar zakat fitrah dalam waktu yang telah ditetapkan.

30. Ikhlaskan hati kerana Allah. hadirkan Allah di dalam hati, berusaha menjalani Ramadhan kali ini dengan sebaik mungkin seolah2 inilah Ramadhan terakhir kita.

Perhitungan

bulan puasa ialah saat aku belajar matematika

menghitung jarum detik yang gugur menuju imsak dan buka
menaksir biaya makan tiga butir kurma
menimbang zakat fitrah untuk satu kepala
menjumlah rakaat tarawih: 4-4-3 yang mirip formasi sepak bola
memprediksi pada malam ganjil ke berapa akan kujumpai layla

hingga aku lupa untuk apa aku puasa

Jakarta, 19 Juni 2017

oleh: @umiazh

SUJUD SAHWI

*Definisi Sujud Sahwi*

Sahwi secara bahasa bermakna lupa atau lalai dari sesuatu. Sujud sahwi secara istilah adalah sujud yang dilakukan di akhir shalat atau setelah shalat untuk menutupi cacat dalam shalat karena meninggalkan sesuatu yang diperintahkan atau mengerjakan sesuatu yang dilarang dengan tidak sengaja.

*Pensyari'atan Sujud Sahwi*

Para ulama madzhab sepakat mengenai disyari'atkannya sujud sahwi. Di antara dalil yang menunjukkan pensyari'atannya adalah hadits berikut ini. Hadits ini pun nantinya akan dijadikan landasan dalam pembahasan sujud sahwi selanjutnya.

Hadits Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى ثَلاَثًا أَمْ أَرْبَعًا فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتانِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ فَإِنْ كَانَ صَلَّى خَمْسًا شَفَعْنَ لَهُ صَلاَتَهُ وَإِنْ كَانَ صَلَّى إِتْمَامًا لأَرْبَعٍ كَانَتَا تَرْغِيمًا لِلشَّيْطَانِ

“Apabila salah seorang dari kalian ragu dalam shalatnya, dan tidak mengetahui berapa rakaat dia shalat, tiga ataukah empat rakaat maka buanglah keraguan, dan ambilah yang yakin. Kemudian sujudlah dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia shalat lima rakaat, maka sujudnya telah menggenapkan shalatnya. Lalu jika ternyata shalatnya memang empat rakaat, maka sujudnya itu adalah sebagai penghinaan bagi setan.” (HR. Muslim no. 571)

*Lalu apa hukum sujud sahwi ?*

Mengenai hukum sujud sahwi para ulama berselisih menjadi dua pendapat, ada yang mengatakan wajib dan ada pula yang mengatakan sunnah. Pendapat yang lebih kuat dalam masalah ini dan lebih menentramkan hati adalah pendapat yang menyatakan wajib. Hal ini disebabkan dua alasan:

1. Dalam hadits yang menjelaskan sujud sahwi seringkali menggunakan kata perintah. Sedangkan kata perintah hukum asalnya adalah wajib.

2. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terus menerus melakukan sujud sahwi –ketika ada sebabnya- dan tidak ada satu pun dalil yang menunjukkan bahwa beliau pernah meninggalkannya.

Pendapat yang menyatakan wajib semacam ini dipilih oleh ulama Hanafiyah.

*Perbedaan Pendapat Fuqoha Dalam Hukum Sujud Sahwi*

Madzhab Hanafi : Wajib dan berdosa bagi siapa yang meninggalkannya tetapi tidak membatalkan shalat. Dalil mereka sebagaimana hadits dari Abu Said Al-Khudri yang dipaparkan sebelumnya. Madzah hanafi memaknai kalimat perintah dalam hadits tersebut sebagai perintah yang wajib dilaksanakan maka dari itu mereka mewajibkan sujud sahwi bagi yang lupa dalam mengerjakan rukun maupun kewajiban dalam shalat.

Madzhab Syafi‘i : Hanya wajib dalam keadaan tertentu yaitu ketika Imam melakukan sujud sahwi maka dalam keadaan seperti ini makmum wajib melakukannya karena mengikuti Imam. Jikalau makmum tidak mengerjakannya maka shalatnya batal dan wajib baginya mengulang shalat kembali. Ketika Imam tidak melakukan sujud sahwi, maka tidaklah wajib bagi makmum untuk melakukannya melainkan hukumnya berubah menjadi sunnah. Dan sunnah ini hanya berlaku untuk individu masing-masing.

Madzhab Maliki : Sunnah baik itu bagi Imam maupun individu masing-masing.

Madzhab Hambali : Wajib hanya ketika seseorang meninggalkan rukun ataupun kewajiban-kewajiban dalam shalat. Dan hukumnya menjadi sunnah jika meninggalkan selain dua hal tersebut.

*Tata Cara Sujud Sahwi*

Madzhab Hanafi : sujud sahwi dilakukan oleh seseorang yang shalat setelah salam ke kanan saja. Kemudian sujud dua kali, lalu membaca tasyahud dan salam. Jika tidak membaca tasyahud maka ia telah meninggalkan hal-hal yang wajib tetapi shalatnya tetap sah.

Madzhab Syafi‘i : sujud sahwi dikerjakan sebelum salam, setelah tasyahud dan shalawat atas Nabi Saw. Dan tak lupa berniat di dalam hati.

Madzhab Maliki : jika sujud sahwi di sebabkan karena KURANGnya gerakan sholat, bacaan sholat, atau jumlah rakaat, maka sujud sahwi dilakukan sebelum salam. Dan ketika disebabkan LEBIHnya 3 perkara diatas, maka sujud sahwi dilakukan setelah salam

Madzhab Hambali : Boleh dilakukan setelah salam atau sebelum salam. Dan afdholnya sujud sahwi dilakukan sebelum salam.

*Bacaan Ketika Sujud Sahwi*

Terdapat riwayat yang tersebar di masyarakat tentang bacaan sujud sahwi, dengan lafal, “Subhana man la yanamu wa la yashu (Mahasuci Dzat yang tidak tidur dan tidak lupa).”

Akan tetapi, perlu Anda ketahui bahwa bacaan ini tidak ada dalilnya, baik dari Alquran, hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maupun perbuatan para sahabat.

Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan, “Doa ini tidak ditemukan di kitab hadis mana pun.” (Lihat Talkhis Al-Khabir, 2:88)

Tidak ada doa khusus ketika sujud sahwi, sehingga bacaannya adalah sebagaimana bacaan sujud ketika shalat, misalnya: Subhana Rabbiyal A’la.

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Dan hendaklah dia membaca di dalam sujud (sahwi)-nya bacaan yang diucapkan di dalam sujud ketika shalat, karena sujud sahwi tersebut merupakan sujud yang disyariatkan serupa dengan sujud di dalam shalat.” (Al-Mughni, 2:432–433)

Abu Muhammad bin Hazm (Ibnu Hazm) rahimahullah berkata, “Orang yang bersujud sahwi harus membaca, di dalam kedua sujudnya, “‘Subhana Rabbiyal A’la,’ berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam(yang artinya), ‘Jadikanlah ia (bacaan itu) di dalam sujudmu.’” (Al-Muhalla, 4:170)

anonymous asked:

Ramadan Mubarak:) I am a Muslim from birth, but my mother is Catholic so we often neglect certain holidays for her sake. I don't agree with this myself, but when you're young pleasing parents is usually a bigger priority. I'm now seventeen and don't know how to pray at all, I don't know any passages from the Quran, and I'm old enough now to do things on my own. I'm so lost, but I know what I believe. What can I do?

Wa Alaikum Salam, my Dear Sister ♥

I am so happy to read this message as it shows me your Emaan, ma shaa Allah ♥ May Allah SWT reward you and give you a good life and afterlife, Ameen ♥

It is ok that you do not know how to pray (Salah) yet ♥ as you always need to start somewhere ♥ but Sister it is better that you are making the effort to make Salah, in shaa Allah, and that is very admirable, ma shaa Allah ♥

You need to start off slowly and with the basics my dear Sister ♥ because you know Islam and all that is required of you, you might not know where to start, but it is all very basic ♥ just take it one step at a time and in shaa Allah you will cover miles Ameen ♥

So the first thing I would show you are the Miracles in the Quran ♥ They are scientific, mathematical, biological (you name it)! Sitting and reading through some of these Miracles is a lot of motivation to know Allah SWT and start praising Him ♥ In shaa Allah ♥
Please go to the following website:
www.miraclesof thequran.com


Once you know some of the Miracles and In shaa Allah feel closer to Allah SWT, you can start making some Du’a and talking to Him ♥
Please read the following blog post on how to make Du’a:
http://islam-for-girls.tumblr.com/post/64386622603/salaam-i-am-struggling-with-how-to-properly-make

Now it is for the Salah ♥ There are five a day ♥ and they come at very specific times and last for a certain amount of time only ♥

Fajr – Before Sunrise
Dhur – When the sun is highest in the sky
Asr – Late Afternoon
Magrib – Sunset
Esha – Nightime

Each prayer has a certain amount of Rakaat ♥ A Rakaat is a single up and down movement done with prayers being recited ♥

Fajr – 2
Dhur – 4
Asr – 4
Magrib – 3
Esha – 4


In order to make Salah and perform these Rakaats, you need to know some certain Quranic verses and chapters (short ones for now, you can always lengthen it if you wish) ♥ So if you want to start making Salah, you can start by learning these prayers from the Quran ♥

If it looks like too much, don’t worry Sister, start off slowly ♥ Try to put these prayers somewhere you can easily access them, and recite them as much as possible for protection, guidance and forgiveness ♥ The more you casually recite the verses, the quicker you will learn them ♥ in shaa Allah ♥

You pronunciation does not need to be perfect, as long as you understand what you saying, that is what is most important ♥


The Fatigha ♥
This is the opening Surah (Chapter) of the Quran, and it is what you recite at the beginning of each Rakaat ♥

Transliteration:
Bismillaah ar-Rahman ar-Raheem
Al hamdu lillaahi rabbil ‘alameen
Ar-Rahman ar-Raheem Maaliki yaumid Deen
Iyyaaka na’abudu wa iyyaaka nasta’een
Ihdinas siraatal mustaqeem
Siraatal ladheena an ‘amta’ alaihim
Ghairil maghduubi’ alaihim waladaaleen
Aameen


Translation:
In the name of God, the infinitely Compassionate and Merciful.
Praise be to God, Lord of all the worlds.
The Compassionate, the Merciful. Ruler on the Day of Reckoning.
You alone do we worship, and You alone do we ask for help.
Guide us on the straight path,
the path of those who have received your grace;
not the path of those who have brought down wrath, nor of those who wander astray.
Amen


Al-Ikhlas (Purity)
This is a short Surah (Chapter number 112) which you can recite after the Fatigha, for one of the first two Rakaats only ♥

Transliteration:
Bismillaah ar-Rahman ar-Raheem
Qul huwallaahu ahad
Allahus samad
Lam yalid wa lam yuulad
Wa lamyakun lahuuu kufuwan ahad


Translation:
In the name of Allah, the Beneficent, the Merciful.
Say: He is Allah, the One.
He is Allah, the Eternal,
Who was never born, nor ever gave birth.
The One beyond compare.


An-Naas (Mankind)
This is a short Surah (Chapter number 114) which you can recite after the Fatigha, for one of the first two Rakaats only ♥

Transliteration:
Bismillaah ar-Rahman ar-Raheem
Qul a’uudhi bi rabbin naas
Malikin naas
Ilaahin naas
Min sharril wawaasil khannas
Alladhee yuwaswisu fee suduurin naas
Minal Jinnati wa naas

Translation:
In the name of Allah, the Beneficent, the Merciful
Say: I take refuge in the Lord of mankind,
the Master of mankind,
the God of mankind,
from the evil of the secret tempter
who whispers in the hearts of men,
of the jinns and men.


Now to learn the movements and when to say those Dua’s:

You need to be facing the direction of the Qibla with wudu (ablution) and you need to be covered as prescribed, so that is everything except your face, hands and feet (from your ankles are veiled ♥
You need to be standing on mat which is clean and to be kept clean, for prayer in shaa Allah ♥
Please read the following link on how to make Wudu (ablution) ♥
http://www.wikihow.com/Perform-Wudu

If you are confused about in which direction the Qibla is, there are apps which you can download such as Salatuk, which use GPS to direct you what direction the Qibla is in and give reminders of the Salah times ♥ especially if there are no mosques around you ♥

Please read the following link on how to make Salah ♥ (it has pictures which is very helpful, ma shaa Allah):
http://www.wikihow.com/Perform-Salah


Aaytul Kursi ♥
This Du’a is a section of verses from the Quranic Chapter two, Surah Baqara ♥
This prayer you should recite frequently for protection, this prayer is not necessary for Salah though ♥

Transliteration:
Allahu laaa ilaaha illaa huwal haiyul qai-yoom;
laa taakhuzuhoo sinatunw wa laa nawm;
lahoo maa fissamaawaati wa maa fil ard;
man zallazee yashfa'u indahooo illaa be iznih;
ya'lamu maa baina aideehim wa maa khalfahum;
wa laa yuheetoona beshai ‘immin ‘ilmihee illa be maa shaaaa;
wasi'a kursiyyuhus samaa waati wal arda wa la ya'ooduho hifzuhumaa;
wa huwal aliyyul ‘azeem

Translation:
Allah! There is no god but He - the Living, The Self-subsisting, Eternal.
No slumber can seize Him Nor Sleep.
His are all things In the heavens and on earth.
Who is there can intercede In His presence except As he permitteth?
He knoweth What (appeareth to His creatures As) Before or After or Behind them.
Nor shall they compass Aught of his knowledge Except as He willeth.
His throne doth extend Over the heavens And on earth,
and He feeleth No fatigue in guarding And preserving them,
For He is the Most High. The Supreme (in glory).


Sister, I would just like to repeat that I have given you alot of information and I don’t want you to become overwhelmed by it, so take it at your pace in shaa Allah ♥

Start off with getting familiar with the prayers, by reciting them as much as possible ♥
Become familiar with the movements by imitating them, first without saying any prayers and then by simply saying the name of the prayer in the place where it should be in as you do the movements ♥

When you are ready to pray properly, do so ♥ The ideal is that you know the prayer off by heart and recite them from memory in Salah, but if in the beginning you need to read the prayers off from somewhere while making Salah, Allah SWT is Most-Merciful in shaa Allah ♥ 

If you need more help or are confused or too overwhelmed, please contact me over Tumblr chat or Kik (username: Merhmayd), or send me another question via the ask-box as this one; in shaa Allah ♥ Ameen ♥ Please just make reference that you are the one who sent this message, just so I know who I am talking to as this message is anonymous ♥ 

In shaa Allah all will be well with you, Sister ♥ Ameen 

♥♥ Ramadaan Mubarak ♥♥

"58 KELEBIHAN WANITA SHOLEHAH DALAM KITAB RIYADUS SHOLIHIN"

1. Doa wanita lebih maqbul dari lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat dari lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulallah SAW akan hal tersebut, jawab baginda : “Ibu lebih penyayang dari bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”

2. Wanita yang solehah itu lebih baik dari 1,000 orang lelaki yang tidak soleh.

3. Seorang wanita solehah adalah lebih baik dari 70 orang wali.

4. Seorang wanita solehah adalah lebih baik dari 70 lelaki soleh.

5. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang senantiasa menangis kerana takutkan Allah SWT dan orang yang takutkan Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

6. Barang siapa yang membawa hadiah ( barang makanan dari pasar ke rumah ) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan dari anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail AS.

7. Tidaklah seorang wanita yang haidh itu, kecuali haidhnya merupakan kifarah ( tebusan ) untuk dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada hari pertama haidhnya membaca “Alhamdulillahi’alaa Kulli Halin Wa Astaghfirullah”. Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan dan aku mohon ampun kepada Allah dari segala dosa.”; maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dan dengan mudah melalui shiratul mustaqim yang aman dari siksa, bahkan AllahTa’ala mengangkatnya ke atas derajat, seperti derajatnya 40 orang mati syahid, apabila dia selalu berzikir kepada Allah selama haidhnya.

8. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku ( Rasulullah SAW ) didalam syurga.

9. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa taqwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah syurga.

10. Dari ‘Aisyah r.ha. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya,lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.”

11. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.

12. Apabila memanggil akan engkau kedua ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

13. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya dan meredhainya. ( serta menjaga sembahyang dan puasanya )

15. ‘Aisyah r.ha. berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW. siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita ?” Jawab baginda, “Suaminya”.“Siapa pula berhak terhadap lelaki ?” Jawab Rasulullah SAW. “Ibunya”.

16. Seorang wanita yang apabila mengerjakan sholat lima waktu, berpuasa wajib sebulan ( Ramadhan ), memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya, maka pasti akan masuk syurga dari pintu mana saja yang dia kehendaki.

17. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu dari suaminya ( 10,000 tahun ).

18. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

19. Dua rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik dari 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.

20. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

21. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.

22. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT

23. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengaruniakan satu pahala haji.

24. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

25. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.

26. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya dari badannya ( susu badan / ASI ) akan dapat satu pahala dari tiap-tiap titik susu yang diberikannya.

27. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo ( 2 ½ tahun ), maka malaikat-malaikat di langit akan khabarkan berita bahwa syurga wajib baginya.

28. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.

29. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak selesai karena menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba sahaya.

30. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.

31. Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatatkan baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari sang surya akan meminta keampunan baginya, dan Allah mengangkatkannya seribu derajat untuknya.

32. Seorang wanita yang solehah lebih baik dari seribu orang lelaki yang tidak soleh, dan seorang wanita yang melayani suaminya selama seminggu, maka ditutupkan baginya tujuh pintu neraka dan dibukakan baginya delapan pintu syurga, yang dia dapat masuk dari pintu mana saja tanpa dihisab.

33. Mana-mana wanita yang menunggu suaminya hingga pulanglah ia, disapukan mukanya, dihamparkan duduknya atau menyediakan makan minumnya atau memandang ia pada suaminya atau memegang tangannya, memper'elokkan hidangan padanya, memelihara anaknya atau memanfaatkan hartanya pada suaminya karena mencari keridhaan Allah, maka disunatkan baginyaakan tiap-tiap kalimah ucapannya,tiap-tiap langkahnya dan setiap pandangannya pada suaminya sebagaimana memerdekakan seorang hamba. Pada hari Qiamat kelak, Allah karuniakan Nur hingga tercengang wanita mukmin semuanya atas karuniaan rahmat itu. Tiada seorang pun yang sampai ke mertabat itu melainkan Nabi-nabi.

34. Tidakkan putus ganjaran dari Allah kepada seorang isteri yang siang dan malamnya menggembirakan suaminya.

35. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suaminya melihat isterinya dengan kasih sayang akan di pandang Allah dengan penuh rahmat.

36. Jika wanita melayani suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.

37. Wanita yang melayani dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan medapat pahala jihad.

38. Jika wanita memijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memijat suami bila disuruh akan mendapat pahala tola perak.

39. Dari Hadrat Muaz ra.: Mana-mana wanita yang berdiri atas dua kakinya membakar roti untuk suaminya hingga muka dan tangannya kepanasan oleh api, maka diharamkan muka dan tangannya dari bakaran api neraka.

40. Thabit Al Banani berkata : Seorang wanita dari Bani Israel yang buta sebelah matanya sangat baik khidmatnya kepada suaminya. Apabila ia menghidangkan makanan dihadapan suaminya, dipegangnya pelita sehingga suaminya selesai makan. Pada suatu malam pelitanya kehabisan sumbu, maka diambilnya rambutnya dijadikan sumbu pelita. Pada keesokkannya matanya yang buta telah celik ( melihat ). Allah karuniakan karomah ( kemuliaan pada perempuan itu kerana memuliakan dan menghormati suaminya ).

41. Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah SAW. keluar mengiringi jenazah. Baginda dapati beberapa orang wanita dalam majlis itu. Baginda lalu bertanya, “Adakah kamu menyembahyangkan mayat ?” Jawab mereka,”Tidak”. Sabda Baginda“Sebaiknya kamu sekalian tidak perlu ziarah dan tidak ada pahala bagi kamu. Tetapi tinggallah dirumah dan berkhidmatlah kepada suami niscaya pahalanya sama dengan ibadat-ibadat orang lelaki.

42. Wanita yang memerah susu binatang dengan “Bismillah” akan di doakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.

43. Wanita yang menguli ( meng'aduk/meng'adon ) tepung gandum dengan “Bismillah” , Allah akan berkahkan rezekinya.

44. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di Baitullah.

45. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang mengeluarkan peluh ketika membuat roti, Allah akan mejadikan 7 parit diantara dirinya dengan api neraka, jarak diantara parit itu ialah sejauh langit dan bumi.”

46. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang, Allah akan mencatatkan untuknya perbuatan baik sebanyak utus benang yang dibuat dan memadamkan seratus perbuatan jahat.”

47. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang menganyam akan benang dibuatnya, Allah telah menentukan satu tempat khas untuknya di atas tahta di hari akhirat.”

48. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang dan kemudian dibuat pakaian untuk anak-anaknya maka Allah akan mencatatkan baginya ganjaran sama seperti orang yang memberi makan kepada 1000 orang lapar dan memberi pakaian kepada 1000 orang yang tidak berpakaian.”

49. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang meminyakkan rambut anaknya, menyikatnya, mencuci pakaian mereka dan mencuci akan diri anaknya itu, Allah akan mencatatkan untuknya pekerjaan baik sebanyak helai rambut mereka dan memadamkan sebanyak itu pula pekerjaan jahat dan menjadikan dirinya kelihatan berseri di mata orang-orang yang memerhatikannya.”

50. Sabda Nabi SAW: “Ya Fatimah barang mana wanita meminyakkan rambut dan janggut suaminya, memotong kumis ( misai ) dan mengerat ( memotongkan ) kukunya, Allah akan memberi minum akan dia dari sungai-sungai serta diringankan Allah baginya sakaratul maut dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman- taman syurga dan dicatatkan Allah baginya kelepasan dari api neraka dan selamatlah ia melintas Titian Shirat.”

51. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.

52. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal dari suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat dari yakut.

53. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya ( menutup auratnya ) iaitu memakai purdah ( Jilbab/Hijab ) di dunia ini dengan istiqamah.

54. Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan ialah wanita ( isteri ) yang sholehah.

55. Salah satu tanda keberkatan wanita itu ialah cepat perkahwinannya, cepat pula kehamilannya dan ringan pula maharnya ( mas kahwinnya ).

56. Sebaik-baik wanita ialah wanita (isteri) yang apabila engkau memandang kepadanya ia menggirangkan engkau, jika engkau memerintah di taatinya perintah engkau ( bakti ) dan jika engkau berpergian dijaga harta engkau dan dirinya.

57. Dunia yang paling aku sukai, ialah wanita sholehah.

58. Rasulullah SAW bersabda bahwa, “Allah telah memberikan sifat iri ( pencemburu ) untuk wanita dan jihad untuk lelaki. Jika seorang wanita melatih kesabarannya dengan iman dengan mengharapkan pahala dari sesuatu perkara yang menyebabkannya menjadi cemburu ( iri hati ), seperti misalnya suaminya menikahi istri kedua, maka ia akan menerima ganjaran seorang syahid”.

*Catatan : Point-point dari status ini terdapat didalam kitab :

- Kanzul ‘Um
- mal
- Misykah
- RiadlushShalihin
- Uqudilijjain
- Bhahishti Zewar
- Al-Hijab

Mudah-mudahan dapat diambil ibrah darinya.
Aamiin Allahumma aamiin.

anonymous asked:

Asalaam alakium Can you please put a list of Before Sunnah Prayers Fard After Sunnah prayers And taraweeh, witr and also eid prayer Plus any other prayer I have missed May Allah accept your prayers, fasts and dua's sis 💗💗

Wa Alaikum Salam ♥

Fajr:
2 Rakaats before

Dhur:
4 Rakaats before
2 Rakaats after

Asr:
None

Magrib:
2 Rakaats after

Esha:
2 Rakaats after

Taraweeg (in most congregations prayed from 11 Rakaats to 20 Rakaat or sometimes more/less depending – prayed in 10 sets of 2 Rakaats each)

Tahajjud/Later night prayers (best to pray after Midnight, but one has to sleep and then wake up for the prayer – minimum 2 Rakaats and performed in pairs if more than 2 Rakaats is performed)

Witr (2 Rakaats and then 1 Rakaat – according to some views)

Ishraq (2 Rakaats after just sunrise)

Eid Prayers (2 Rakaats with six additional Takbeers)

There are other Sunnah Salahs such as the prayers for rain etc. which you can ask me for individual and detailed explanations for by name ♥
You can also pray Sunnah Rakaats which are not prescribed entirely (for example if you are thankful for something, you can thank Allah SWT by making however many amounts of Rakaats Sunnah you feel is necessary ♥

Shurkaan Sister, and same to you Ameen ♥

In shaa Allah I have answered your question, Ameen ♥