rahmatanlilalamin

Ini adalah kesempatan yang baik buat kami menjalin silaturahim dan pertemanan di Amsterdam. Iya. Karena sejenak aku merasa seperti sedang ada di Indonesia, dengarkan ceramah agama, makan nasi box bersama yang menunya selera Indonesia, dan yg pasti bicara nya juga bahasa Indonesia.
Lalu kami jadi kenal dengan orang-orang yang baik, yang dekat dan mengabdi untuk agama, yang sama2 mendoakan untuk kebaikan.
Tinggal di tempat yang sesungguhnya asing ini membuat aku tidak punya banyak teman dan kegiatan, jadi tiap kali dia ajak aku ke acara kumpul-kumpul begini, aku jadi senang banget. Karena dekat sama orang-orang yang baik dan dekat dengan agama, bawaannya suka terharu..๐Ÿ˜‚
Karena kami disambut dengan hangat, diberi makan, dan dijamu hingga akhir acara. Padahal aku baru dua kali datang kesana,dan sejujurnya tak punya kenalan siapa-siapa..๐Ÿ˜ƒ Waktu kemarin setelahnya kami dari acara pengajian, aku lalu terpikir, benar saja agama minoritas di negaraku sana persaudaraannya terasa kuat sekali, padahal mereka bukan mayoritas yang diperhatikan pemerintah..dan rupanya ya mungkin memang begitu, karena jumlah mereka yang lebih sedikit lah,lalu masing2 dari mereka jadi merasa berarti satu dengan lainnya. Saling menguatkan satu sama lainnya. Kenapa yang mayoritas malah jadi tidak bersatu,padahal jumlahnya lebih besar..
Anyway terimakasih atas sapa yang hangat buat kami, semoga kita bisa berjumpa lagi di event2 berikutnya..๐Ÿ˜Š
Itu adalah kami di event Maulid Nabi by PPME Al Ikhlash Amsterdam, Januari 2015.

By profession, I’m assigned to serve my local community, confined to the boundaries of my job scope.
But as a Muslim, my prophet taught me to break those barriers,extend my hands, and embrace the less fortunate in the name of humanity. I was taught by my prophet to have mercy for others, as for those who have none will only drown
in their sorrows. My prophet’s life serves as a model for compassion and mercy and he himself is an expression of love for humanity.

This mission is another humbling episode in this journey of mine to be in close proximity with the One. It serves as an example that love for humanity transcends borders and societal boundaries. It would not have happened without your kind contributions Singapore. Alhamdulillah for everything . My first and definitely not the last biznillah. Well done team Charlie. Till the next mission. ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ‘
#WhatMuhammadTaughtMe #RahmatanLilAlamin
#ProjectPeduli #KembaraPeduli (at Temerloh,Pahang )

Antara dialog best malam itu :)

"ee Cina Islam.bukan Melayu"
“ooo, Islam itu agama,Melayu tu bangsa kan?”

"ko dah sembahyang Isyak ka Khairun jiejie?"
“dah la….”

Cousins ~~ :)
Melanau- Cina
India - Cina
Cina - Iban

'Menuju Negara Rahmah'

#family
#muayasyah
#utk
#rahmatanlilalamin
#throwback

ISLAM

ada satu cerita lucu waktu tadi lagi asyik ngobrol sama adik-adik tingkat mengenai JKN.ย 

btw, inget kan dengan JKN??

JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) merupakan program jaminan kesehatan pemerintah yang diselenggarakan mulai tanggal 1 januari 2014 ini. Dengan cara para rakyat membayar iuran kesehatan per bulan sesuai dengan ketentukan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Program ini wajib diikuti oleh seluruh warga Indonesia, jika ada keterlambatan pembayaran maka akan dikenakan sanksi yang telah ditentukan.

Kemudian, untuk warga negara yang miskin pemerintahlah yang akan menanggungnya. Dengan cara subsidi silang. Warga yang memiliki pendapatan lebih besar, Pembayaran iuran juga akan semakin besar. Besarnya iuran tersebut sudah termasuk untuk mensubsidi warga negara yang miskin untuk tetap mendapatkan jaminan kesehatan.

Tentulah ini tak seharusnya diterapkan. Apalagi dalam sistem Islam seharusnya kesehatan menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menjamin warga negara. Karena, dalam sistem Islam ada beberapa pos pendapatan negara yang harusnya digunakan untuk menjamin kesejahteraan warga negara.

Ini tentu berbeda dengan sistem kapitalisme yang digunakan saat ini. Dimana semuanya harus ditanggung sendiri oleh warga negara apabila ingin mendapatkan kelayakan dalam hidupnya.ย 

Ketika pembicaraan tentang JSN ini berakhir, kami pun berdiskusi. Termasuk saya menanyakan kepada mereka apakah setuju jika syariah Islam mengatur segala aspek kehidupan. Mereka pun sepakat untuk menerapkan syariah Islam. Lalu, salah seorang dari mereka bertanya kepada saya. Pertanyaannya sederhana tapi menggelitik.

MBAK KALO ISLAMNYA ITU ISLAM BANGET GIMANA MBAK?”

Saya pun hanya bisa tersenyum geli mendengar pertanyaan itu. Kenapa? Karena, masih saja ada orang Islam yang mengatakan ada Islamnya itu kebangetan. Sementaranya yang lain ya Islam biasa. Fenomena inilah yang sedang menjamur dimasyarakat, khususnya orang muslim.ย 

Sambil senyum-senyum saya pun balik bertanya ” APA ORANG YANG SHOLATNYA BOLONG-BOLONG ITU DINAMAKAN ISLAM BIASA SAJA? DAN ORANG YANG BERUSAHA MENJALANKAN ISLAM SECARA SELURUHNYA ITU YANG DINAMAKAN ISLAM BANGET?”

Mereka pun tertawa. Kita sudah sama-sama tau dan bisa membedakan. Tak ada yang namanya islam banget. Yang ada hanya Islam. Jika sudah berbicara tentang Islam maka itu harus mencakup 3 aspek kehidupan. Yaitu, hubungan manusia dengan Allah, dengan dirinya sendiri dan sesama manusia. Jika ketiga aspek tersebut terpenuhi semuanya itulah yang dinamakan dengan Islam.

KARENA ISLAM TAK HANYA MENGATUR HUBUNGAN KITA DENGAN ALLAH. TAPI, ISLAM ADALAH PENGATUR SELURUH SENDI KEHIDUPAN KITA. INILAH ISLAM, INILAH RAHMATAN LIL ‘ALAMIN.

malang, 7 jan 2014 5:13 PM

hayatul khos ketiga :D

Tugas Kali ini

maafkan saya kalo kali ini saya sedikit meracau kembali di duni tumblr ini. well, ini semua gara-gara tugas suatu matkul yang saya ikuti saat ini. tugasnya sih simple tapi begitu search di mbah google, subhanallah yg keluar cuma itu-itu aja. alhasil ya mengarang indah dah. dan tugas ini pula yang membuat saya harus terdampar pagi-pagi dikampus sebelum agenda-agenda lain mulai mengantre.

pagi ini ke kampus naik sepeda kesayangan, sambil melihat-lihat keadaan kampus pagi hari. yah, hitung2 menyimpan kenangan sebelum lulus dari kampus yang super kapitalis ini. banyak anak2 maba yang lg ospek fakultas dibentak-bentak oleh seniornya. well, saya berpikir apakah masi jaman kita menggunakan ospek dg bentakan untuk membentuk karakter para maba agar lebih solid kepada fakultasnya?? saya rasa tidak dan sama sekali itu tidak dapat membawa manfaat apa-apa.

yang ada justru para maba itu akan semakin merasa mereka diperbudak oleh senior-seniornya. walah, uda jaman serba kapitalis yang memang memperbudak manusia dengan harta ditambah dengan senior yang juga menyuruh2 adik tingkatnya menjadi ajang bulan-bulanan mereka. sungguh ini peninggalan kolonialisme yang harus dihapuskan.

lain halnya dengan Islam yang justru adanya akan membuat kesejahteraan bagi seluruh alam. pernah denger kah kalo Islam pernah melakukan hal yang sama dalam bidang pendidikan?? justru tak kan ada cerita seperti itu dalam dunia Islam. karena Islam adalah agama pembebas yang membebaskan manusia dari penjajahan yang ada dimuka bumi ini.

baik itu dari kemunduran ummat yang menyebah berhala atau apapun yang menurut mereka enak disembah, maupun dari penjajahan yang dilakukan oleh sesama manusia yang ada dimuka bumi ini. karena Islam sejatinya adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin bukan rahmatan lil muslimin. jadi, adanya Islam adalah agama yang akan membawa pembaruan bagi ummat manusia yang ada di dunia.

lantas keraguan apalagi yang ada dalam diri kita mengenai kemulian Islam ini??

10/12/2013 -7:48 am-

@perpus

ps : postingan ini masih perlu di edit :D

ย 

Thought via Path

Berdasarkan hadits riwayat Al Hakim, dari Ibnu Abbas RA, ia menyatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Ada tiga orang yang akan dijaga Allah dalam lindungan-Nya, dilimpahi rahmat-Nya, dan dimasukkan ke naungan cinta-Nya. Mereka adalah orang yang berterima kasih ketika diberi, orang yang memaafkan padahal ia mampu membalas, dan orang yang diam ketika marah.”


#rahmatanlilalamin โ€“ Read on Path.