putusin

BERKORBANLAH, PUTUSIN PACARMU

Tulisan ini untuk kamu yang lagi berpacaran, tapi ternyata setelah tau taaruf kamu mau putus, tapi masih sayang, jadi bingung deh harus gimana.

Zaman sekarang, tentu pacaran adalah hal yang lazim dilakukan muda-mudi, apalagi yang lagi kasmaran. Bahkan terkadang ada. temen-temen yang juga aktif di kegiatan keagamaan, tapi juga menjalani pacaran. Walau tau konsekuensi dan larangan berpacaran, tapi banyak juga yang masih berpacaran. Biasanya alasannya 1,

AKU MASIH SAYANG SAMA PACAR AKU.

Dan abis itu, kalau kamu minta putus, nanti bakal kepikiran

GIMANA KALAU AKU PUTUS? NANTI AKU MAU CURHAT SAMA SIAPA? CERITA AMA SIAPA?

Tentu sulit untuk memutuskan pacar, padahal berpacaran itu dilarang oleh Allah SWT.

—–

Dulu, beberapa kali saya dekat dengan lawan jenis, bahkan saya sempat mengalami pacaran. Dan rasanya, sungguh menyenangkan. Sering ada yang ngingetin, sering ada yang nyapa. Tentu berpacaran mampu melepas stress selepas masalah besar karena akhirnya kita bisa bertemu orang yang kita cintai dan sayangi. Padahal di saat bersamaan, saya merupakan anak yang aktif di kegiatan keagamaan.

“Loh kok?”

Yah, saya sendiri memang tau konsekuensinya. Larangan berduaan, dan sebagainya. Namun, perasaan kepada sesama manusia lebih besar daripada kekuatan iman. Jadinya, kadang saya suka berkompromi dengan hati ini “yaudahlah, nanti juga kan taubat. Selama masih salat, masih ngaji, kan ketutup dosanya”.

—–

Sampai akhirnya setelah beberapa tahun, saya kembali membaca dan merenungi, bahwa apa yang diperintahkan tidak bisa bersandingan dengan apa yang dilarang Allah SWT. Air tak bisa bersanding dengan minyak. Dan disana saya memutuskan untuk menghentikan hubungan pacaran tersebut.

Berat? Tentu berat. Karena memutuskan pacar ini sama dengan memutuskan sebuah kenangan, memori, serta perjalanan romantis yang telah berjalan selama beberapa masa. Bahkan, beberapa kali saya ragu untuk melakukan ini, dan dua pertanyaan diatas juga sempat terbersit dalam pikiran saya.

Sampai akhirnya saya membaca kisah Rasulullah SAW, bagaimana dalam dakwahnya beliau mengorbankan banyak hal, seperti Siti Khodijah yang menghabiskan semua hartanya untuk beramal, dan masih banyak pengorbanan lainnnya.

Karena dalam menjalankan kebenaran, harus ada sesuatu yang dikorbankan

Itu adalah kalimat yang saya yakini benar. Dan berangkat dari situ, akhirnya saya menguatkan diri untuk memutuskan hubungan pacaran ini.

Dan selepas itu, sungguh berat memang. Sesekali ingin rasanya sekedar menanyakan kabar. Namun saya yakin, perasaan ini adalah sesuatu yang harus dikorbankan dalam menjalankan sesuatu yang kita anggap benar.

—–

Dan jika kita merasa bahwa memutuskan pacar itu adalah hal yang berat, ingatlah kisah Nabi Ibrahim A.S. dan juga Nabi Ismail A.S.

Dan nabi Ibrahim A.S., diperintahkan Allah SWT untuk berpisah dengan anaknya sendiri, darah dagingnya sendiri, anak yang ia besarkan sendiri, anak yang ia cintai dan ia sayangi. Tapi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail percaya, perintah Allah SWT adalah untuk jalan kebaikan. Dan akhirnya Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah SWT, dan dia berpisah dengan anaknya yang dia besarkan dengan tangannya sendiri.

Apakah Nabi Ibrahim setelah itu marah pada tuhan? Tidak. Karena beliau tau, perintah tuhan adalah perintah menuju kebaikan. Kisah ini mengajarkan kita, bahwa menjalankan perintah Allah SWT itu perlu pengorbanan dan perjuangan yang besar.

Nabi Ibrahim saja dapat berpisah dengan anaknya, masa kita aja enggak bisa berpisah dengan pacar kita. Tidak perlu dengan cara memenggal, cukup dengan telefon, jika tak kuat telefon, maka text saja, jika tak bisa, via perantara saja.

Sakit? Tentu iah, tidak ada perpisahan yang tidak menyakitkan. Bayangkan bagaiman perasaan Nabi Ibrahim ketika anak yang bertahun-tahun ia besarkan, harus dia habisi oleh tangannya sendiri. Sedangkan ini, pacar kita, darah daging kita juga bukan, mungkin kenal beberapa tahun. Masa kita tidak bisa berkorban seperti Nabi Ibrahim. Percayalah, Allah akan ganti dengan yang lebih baik.

Putus dari pacaran bukan berarti memutus tali silaturahmi. Putus dari pacaran berarti kita sudah tidak menjalani kegiatan pacaran berdua-duaan seperti biasa. Namun, silaturahmi harus tetap jalan, karena salah satu hal yang paling dibenci Allah SWT adalah memutuskan tali silaturahmi. Maka, sapalah sesekali. Tak usah sampai block sosmednya, kecuali kamu tak bisa move on.

Bayangkan jika ketika Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT dan ia berkompromi “Ya Allah, biarlah anak saya tak usah dipenggal, nanti saya perbanyak amalan yang lain”, maka apakah Nabi Ibrahim masih dianggap sebagai Nabi yang taat pada perintah Allah? Sama halnya dengan kita, apakah kita akan menjalankan perintah Allah SWT atau akan mencoba berkompromi dengan hati kita dengan berbagai alasan?

Dan ujian datang kepada semua orang, sedangkan hanya orang-orang kuat yang berhasil melewatinya

Oia, dan ingatkah akhir dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail? Maka akhirnya mereka dipertemukan di Syurga Allah kelak. Semoga itu juga terjadi, bagi kamu dan pasanganmu nanti.

—–

Maka, mungkin inilah waktumu. Berkorbanlah, putusin pacarmu. Karena dalam kebaikan, perlu ada pengorbanan.


BERKORBANLAH, PUTUSIN PACARMU
Rumah, 10 Juli 2016
Choqi-Isyraqi.tumblr.com

The Don vs Madam

Sudah hampir sepuluh langkah aku bangun dari tempat duduk itu tanpa melihat lagi ke belakang namun tetap ia belum memanggil namaku. Dan ketika tanganku berhasil meraih gagang knop dengan tulisan PULL itu, seketika itu juga ia memanggil namaku.

Bagus!
Taktik ini berhasil!

Aku menengok ke belakang, melihat ia berjalan penuh ragu ke hadapanku. Ia tak berbicara apa-apa lagi selain terus memanggil namaku, menarik tanganku agar melepaskan knop pintu itu dan menyuruhku kembali duduk di hadapannya.

Meski sebenarnya aku mau, aku berusaha tampil dengan pura-pura tidak mau, sedikit meronta yang aku tahu ia akan tetap memaksaku. Kenapa, tanya kalian? Ya karena aku suka di-seperti-itu-kan.

Akhirnya kami duduk lagi di tempat yang sebelumnya sempat kami sanggahi. Bahkan mangkuk creme brulee yang sempat aku pun pesan masih setia tergeletak manis di situ.

“Aku tak tahu mengapa semua bisa jadi serumit ini.” Tetiba ia membuka percakapan. Membuatku yang sedari tadi melihat ke arah mangkuk itu langsung melihat matanya. Kedua mata sendu itu.

Aku tetap diam menatapnya, dan ia merasa canggung lalu mengalihkan pandangannya ke arah jendela.

“Aku tidak bisa melepaskannya,” Ada sedikit jeda panjang di tengah ucapannya itu, dan tanpa pikir panjang aku langsung berdiri untuk pergi lagi sebelum kemudian ia menahan tanganku sekali lagi,

“Tunggu.”

“Apa lagi sih?” Balasku risih.

“Tapi aku juga tidak bisa melepaskanmu.” Genggamannya semakin erat, begitu juga semua otot yang ada di seluruh jantungku, mengeras membuatku sesak bernapas.

“Lantas, buat apa aku di sini? Apa untungnya buatku? Kau mendapatkan 2 hati, sedangkan aku? Satu hati saja tak jua memilihku.” Aku menghentakkan tangannya lalu kembali duduk.

Bodoh!
Kenapa aku kembali duduk, sih?!
Kenapa tidak pergi saja seperti tadi biar lebih drama?!

Ah!
Kania Bodoh!

“Kau tak mengerti posisiku.” Lanjutnya lagi.

“Oh. Dan kau tak mengerti rasanya jadi aku, KAN?” Ada penekanan pada kata terakhir yang keluar dari mulutku barusan.

“Jadi aku harus apa sekarang?”

HA!
Lelaki tolol!
Selalu saja, ketika dia yang salah, dia sendiri yang tidak tahu harus apa. Pura-pura bertanya padahal sudah tahu jawabannya. Pertanyaan seperti itu mungkin mempan buat perempuan lain merasa bingung, tapi tidak dengan aku, Kania, seorang lulusan kedokteran yang mudah untuk mendapatkan pria seperti apapun yang aku inginkan!

“Salah.” Aku menghentak ucapanku, ia sedikit terkejut, “Aku yang harus apa sekarang?” Aku kembalikan pertanyaan itu padanya, dan kini ia gelagapan.

Pfft!
Lelaki cemen yang ingin terlihat brengsek.
Kau itu masih cupu. Butuh 10ribu tahun lagi untuk kau bisa membuat seorang Kania luluh lantah!

Lelaki bodoh ini. Lelaki di depanku ini. Adalah laki-laki pertama yang pernah membuatku begitu jatuh cinta hingga bodoh luar biasa. Aku bahkan pernah tak peduli tak punya teman asalkan ia selalu ada untukku. Bodoh, Kan? Seorang Kania yang orang bilang paling cantik satu angkatan bisa jatuh cinta begitu besar pada laki-laki bodoh seperti ini?

Coba kalian lihat dia sekarang, kumal!
Rambutnya berantakan. Kemejanya terlihat tidak disetrika. Dan aku yakin untuk membayar makanan yang aku pesan pun ia harus berpikir panjang. Dan bodohnya aku jatuh cinta kepadanya. Sial! Pelet yang dia pakai apa sih?! Huh, aku jadi kesal sendiri.

“Kamu mau aku memilihmu dan memutuskan hubunganku dengannya?” Kemudian ia kembali menatapku dengan tatapan yang aku yakin dulu adalah tatapan paling ganas yang ia keluarkan. Aku yakin ada banyak wanita hilang wibawanya di depan tatapannya itu. Aku yakin.

“Menurutmu?” Aku melontarkan pertanyaan untuk menjawab pertanyaannya. Terlalu krusial tampaknya jika aku menjawab pertanyaannya, ia ini pandai mempermainkan kata, dan aku harus waspada. Satu saja aku salah kata, aku pasti jatuh lagi di tempat yang sama.

“Jika aku melepaskannya, apakah kau akan berhenti menjadi kau yang seperti ini? Dan kembali menjadi kau yang dulu? Yang mencintaiku, yang tak memandang remeh kepadaku?”

“Its depend.” Balasku singkat.

“Depends on what?”

“Apakah kau akan jadi kau yang seperti dulu, yang tak menghargaiku? Ataukah kau akan tetap menjadi kau yang seperti ini, yang takut kehilanganku?” Aku melipat tanganku di dada.

HA!
Aku menang!
Sekarang ia diam tak menjawab kata-kataku!!
Lihat kan kau?! Sekarang aku juga mampu bermain kata-kata. Hahaha terima kasih kepada 10 orang lelaki yang sempat kucampakkan setelah aku putus denganmu dulu. Dari mereka aku belajar menjadi jahat, and its feels good!

“Kania..” Suaranya melunak, dan keringat di tengkukku meluncur sebulir. Ah aku suka sekali suaranya ketika memanggil namaku dengan gegas seperti itu.

“Apa perlu aku bertekuk lutut pada tumitmu agar kau mau mengerti bahwa aku mencintaimu?”

Halah!
Lagu lama.

“Kalau kau mencintaiku, kenapa kau masih menjalin hubungan dengannya?” Aku kembali menyerang. Seperti bidak kuda berjalan L lalu menghajar Ratu hingga tumbang.

“Kau mau aku selesaikan hubunganku itu? Baik.”

“Prove it.”

“Consider it done.” 

Ia lalu mengeluarkan ponselnya dari dalam saku, ponsel pemberianku dulu pada ulang tahunnya ke dua puluh. Lalu ia menaruh itu di tengah meja dengan tombol loudspeaker yang menyala. 

Satu dua tiga nada tunggu berbunyi

Lalu,

Telepon itu diangkat.

“Ya, Sayang?” 

Suara seorang wanita yang aku kenal menjawab panggilan lelaki itu.
Ya, si bodoh ini jatuh cinta pada sahabatku sendiri. Sahabat yang benar-benar aku sayangi, dan dia mengambilnya dariku.

Ia menatapku sebentar, lalu kemudian mencondongkan badannya agar lebih dekat dengan ponsel di tengah meja itu.

Jantungku berdegup semakin kencang.
Please, jangan putusin dia.. 
Jangan!

Sialan!
Aku harus bagaimana sekarang?!

SELFIE2 #12: Ngomong-Ngomong Soal Nikah

Sebelum project #30daysramadhanwriting dimulai, saya melakukan riset kepada teman-teman untuk menanyakan topik apakah yang sesuai untuk diangkat. Dari sekian banyak jawaban yang ada, menariknya, seseorang mengusulkan kepada saya untuk menulis tentang persepsi saya secara pribadi mengenai masa-masa menanti pertemuan dengan pangeran impian. Hahaha! Saya langsung tertawa ketika mendapatinya. Pasalnya, saya memang tidak terbiasa untuk menuliskan hal-hal pribadi terkait cinta dan masa-masa menunggu pernikahan. Tapi, rasanya engga ada salahnya juga untuk dicoba. Ya kan? Bismillah, saya akan coba berbagi, semoga ada kebaikan dan pembelajaran yang bisa dimaknai.

Sejak beberapa tahun lalu, tepatnya sejak saya membaca buku Udah Putusin Aja yang ditulis oleh Ustadz Felix Siaw, saya memilih untuk tidak berpacaran. Ini bukan hal mudah bagi saya yang memang tidak hidup di lingkungan yang agamis. Sebaliknya, interaksi intens dengan lawan jenis adalah hal yang lumrah terjadi di sekitar saya. Alhasil, saya yang tidak pernah pergi dengan seorang laki-laki di malam minggu pun dianggap sebagai perempuan yang aneh. Tak heran kiranya jika pertanyaan basa-basi seperti, “Sekarang lagi dekat sama siapa?” atau “Kok malam minggu di rumah aja sih? Engga ada yang jemput?” pun seringkali saya terima dan membuat saya bingung bagaimana harus menjawabnya. Meskipun demikian, saya tetap tidak ingin berpacaran hanya karena banyak orang di sekitar saya melakukannya dan menganggapnya wajar.

Semoga Allah memampukan, saya ingin berproses dengan cara yang benar, diminta dan dijemput dengan cara yang benar, melangkah dengan cara yang benar, dan melaksanakan pernikahan dengan cara yang benar pula. Allah, hanya Allah yang bisa membuat dan mengizinkannya terjadi. Mohon doa, ya!

Jika diperhatikan, tulisan-tulisan saya tentang pernikahan hampir semuanya adalah re-share ilmu dan bukan bercerita tentang saya secara personal. Kalaupun ada, itu pasti dituliskan setelah saya menyelesaikan konfliknya beberapa waktu yang lama sebelumnya, yang seingat saya, mungkin hanya satu atau dua tulisan saja. Itulah mengapa, mungkin sulit sekali untuk menemukan tulisan-tulisan saya yang bercerita tentang penantian, kerinduan, cinta, atau sejenisnya. Bukan apa-apa, tapi bagi saya, hal-hal personal yang berkaitan dengan diri saya semacam itu tidak layak menjadi konsumsi publik, terlebih lagi jika ternyata saya belum menemukan makna kebaikan apa yang bisa dibagikan di balik kisah pribadi saya.

Kalau begitu, apakah itu berarti saya tidak pernah menggalaukan masalah jodoh? Tentu saja pernah! Seperti kebanyakan anak muda di luar sana, saya juga pernah bertanya-tanya tentang,

“Apakah saya memang akan Allah izinkan untuk menikah? Dengan siapa? Bagaimana cara bertemunya? Kondisi pertemuannya seperti apa?”

dan lain-lainnya. Tapi, saya sadar bahwa pertanyaan-pertanyaan itu tidak akan bisa terjawab sebelum Allah menakdirkannya untuk terjawab. Lalu, bagaimana bisa saya menghindarkannya dari konsumsi publik di media? Bisa, sebab saya memilih untuk hanya membicarakan dan menceritakannya bersama orang-orang terdekat yang saya percaya, yang saya yakin akan mengajak saya untuk mengembalikan semua kekhawatiran kepada Allah dan mensiasati kekhawatiran tersebut dengan mempersiapkan diri, bukan dengan menggalaukan diri.

Sebagai orang yang begitu awan dalam urusan cinta dan pernikahan, kiranya saya tidak sependapat perihal cinta dalam diam. Sebab, menurut saya, mempersiapkan pernikahan sangat tidak mungkin jika hanya dilakukan dengan diam sambil menunggu jodoh datang, memandanginya dari kejauhan sambil sibuk dengan kegalauan yang dibuat-buat sendiri, menangis dan merasa kehilangan padahal tidak pernah memiliki, dan lain-lainnya yang seringkali gagal untuk saya pahami. Hehehe, mohon maaaaf sekali, I am not inside that team! Sebaliknya, saya begitu meyakini bahwa,

Persiapan terbaik yang bisa saya lakukan dalam menanti pernikahan adalah dengan belajar, memperbaiki diri, dan mengisi waktu-waktu menunggu dengan memperluas kebermanfaatan lewat apapun yang bisa dilakukan sambil merayu Allah agar Dia mempertemukan dengan siapapun yang dikehendaki-Nya.

Jangan salah, ini tentu tidak mudah! Suatu hari, dalam sebuah kelas pra-nikah, saya pernah bercerita kepada senior saya, “Teh, saya bosan, saya capek belajar terus tapi engga praktik-praktik juga!” Waaah, ini memalukan sekali! Ternyata ada kondisi dimana saya muak dengan semua ilmu pra-nikah karena banyak informasi tapi belum kunjung mendapatkan ruang untuk mengaplikasikannya. Tahukah kamu apa yang menjadi jawaban senior saya saat itu? Beliau bilang, 

“Teh, istighfar! Minta maaf sama Allah! Teteh engga boleh begitu! Ayo luruskan lagi niatnya. Belajar adalah bentuk persiapan agar nanti teteh bisa melaksanakan ibadah pernikahan dengan baik, meski kita tidak pernah tahu apakah takdir itu akan sampai kepada teteh atau tidak. Amal perlu didahului ilmu, teh.”

Deg! Sesuatu terjadi di hati saya hingga tanpa sadar pipi saya mulai banjir. Astaghfirullah, saya telah keliru! Sejak saat itu, saya kembali memacu diri untuk bergegas dan bersemangat. Meski tak pasti apakah Allah akan menyampaikan saya pada pernikahan atau ternyata ajal menjemput lebih dulu, insyaAllah saya tetap ingin memperjuangkan ilmu untuk menujunya. Mohon doa semoga senantiasa istiqomah, ya!

Alhamdulillah, betapa Allah Maha Tahu bahwa saya dangkal ilmunya. Dihadirkanlah oleh-Nya sahabat-sahabat yang sering sekali mengingatkan saya banyak hal tentang persiapan pernikahan: 

bahwa keinginan untuk menikah tidak boleh sampai membuat kita menggadaikan harga diri, bahwa pertemuan dua orang manusia dalam ikatan pernikahan adalah bagian dari kebesaran Allah, bahwa pernikahan perlu diawali dengan selesai dan berdamai terlebih dahulu dengan diri sendiri, bahwa menikah adalah untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah, serta bahwa mendidik generasi adalah bagian dari bentuk kewajiban dan tanggung jawab kepada-Nya. 

Ah gengs, terima kasih untuk selalu mengajak saya kembali ke titik waras ketika memikirkan pernikahan!

Hmm, kalau begitu, jadi kapan nih nikah? Sejujurnya, saya ingin menyegerakan dan tidak ingin menunda. Tapi, saat ini memang belum ada laki-laki shalih yang benar-benar menyatakan pinangannya kepada keluarga saya. Mohon doanya, semoga Allah berkenan menyegerakan pertemuan itu dan menyatukannya dalam ikatan pernikahan dengan siapapun yang dikehendaki-Nya. Jika dan hanya jika boleh meminta, ingin sekali bisa dipasangkan oleh Allah dengan orang yang sebelumnya pernah saya kenal karena pernah bermuamalah atau mungkin pernah berada dalam satu atau lebih lingkaran pertemanan yang sama. Tapi terserah Allah aja, deh! Hehe. Semoga dia yang dikehendaki-Nya itu adalah dia yang jika saya bersamanya maka dunia-akhirat kami akan semakin hebat dan kebermanfaatan kami bagi ummat juga akan semakin meluas. Aamiin Allahumma Aamiin. Doa baik ini untukmu juga, ya, temans!

Ah panjang sekali ternyata! Terima kasih teman-teman karena telah membacanya sampai paragraf ini. Seperti yang tadi saya katakan, kita yang saat ini sedang dalam masa-masa penantian memang sedang berhadapan dengan ketidakpastian: kita tidak pernah tahu apakah menikah ataukah ajal yang terlebih dulu menjemput kita. Kalau begitu, jangan galau, ya! Jangan buang waktumu untuk mengangankan hal-hal yang tidak perlu. Ayo kita belajar, bersiap, dan memperbaiki diri agar bisa menjadi hamba yang dicintai-Nya!

Learning is the new cool! Preparing is the new cool! Productive is also the new cool!

Yup, saya memilih untuk belajar, bersiap, dan bergerak bermanfaat! InsyaAllah. Semoga Allah senantiasa membimbing dan menguatkan. Bagaimana denganmu, apa yang kamu lakukan dalam masa penantian? Bagaimana kamu mentransformasikan kegalauanmu menjadi sesuatu yang positif? Let’s look into yourself!

Oh iya, untuk mengintip re-share saya tentang belajar parenting dan pranikah, silahkan klik disini.

_____

Tulisan ini adalah bagian dari rangkaian #30daysramadhanwriting yang saya tuliskan selama bulan Ramadhan 1438 H dengan tema “SELFIE 2 - Let’s Look Into Yourself!” Setiap harinya, tulisan-tulisan dengan tema ini insyaAllah akan dimuat di novieocktavia.tumblr.com pada pukul 16.00 WIB. Untuk membaca tulisan lain dalam project ini, klik disini. Serial ini bermula dari #30daysramadhanwriting dengan tema yang sama di tahun sebelumnya. Untuk membaca serial selfie di Ramadhan 1437 H, klik disini.

Begini Lho...
  • Banyak Orang: Kak, kok gampang banget jawab pertanyaan orang yang curhat tentang cowoknya, dengan "putusin aja"? Memang segampang itu?
  • Aku: Memang gampang kok mutusin orang, apalagi yang enggak layak dipacarin. Kayanya lebih susah membenarkan logika kalian yang tersesat di antara cinta sejenak. Nah, kalau yang nanya aja ragu sama pacarnya, kenapa harus aku yang meyakinkan? Yang menjalani siapa?
  • - percakapan dalam kepala 😂
#TentangPernikahan: Perempuan dan Berdaya

Di linimasa Twitter saya seharian kemarin cukup ‘panas’ karena beberapa ‘selebtwit’ memberikan komentar pada salah satu postingan Instagram dan Twitter dari @UkhtiSally seperti berikut ini.

Pemikiran yang setelah saya pikir-pikir apakah sikap kita sudah pasti harus tidak setuju? (dan yang setuju hanyalah perempuan kuno, terbelakang, bodoh, tak berdaya, dll?) atau kita masih punya ruang untuk menerima perbedaan?

Hal yang membuat saya gerah adalah respon-respon yang pada akhirnya disangkutpautkan dengan citra dan peran muslimah di masa kini, terkait dengan pernikahan dan karir. Mengapa (kesannya) muslimah harus menikah supaya memiliki uang?

Ya, pada dasarnya tidak ada salahnya sih. Boleh-boleh saja kalau mau begitu. Akan tetapi tentu memang sudah mulai ‘berbahaya’ kalau hal-hal demikian menjadi sebuah campaign. Sejujurnya dari kasus ini juga beberapa kasus lainnya, saya jadi belajar, kalau kita ingin membuat suatu campaign yang otomatis membela value kita, kita perlu berhati-hati dan awas dengan batasan value orang lain yang bersinggungan erat.

Berbeda dengan kampanye “udah putusin aja!” yang masih lebih bisa saya terima dan masih bisa saya lihat nilai-nilai baiknya (walaupun seringkali saya agak kurang sreg dengan caranya), kampanye @UkhtiSally saat ini menurut saya adalah hal yang rawan blunder.

Bagaimana tidak? Netizen langsung menyoroti sosok Khadijah RA. yang merupakan contoh nyata tentang seorang perempuan yang mandiri berdaya. Beliau adalah pengusaha kaya raya, bahkan sebelum menikah dengan Nabi Muhammad SAW. Bagaimana bisa kalau kita ‘bokek’ lantas kita jadi menikah agar ada yang menafkahi? Sedang panutan kita sebagai perempuan muslim, yaitu Khadijah RA. tidak begitu?

Pada dasarnya ya tidak ada salahnya sih, boleh-boleh saja kalau mau begitu. Perlu kita ketahui tidak semua orang memang memiliki kesempatan untuk berdaya dengan memiliki karir di luar rumah. Tidak semua orang pula memiliki value ingin menjadi wanita karir yang menyeimbangkan antara kehidupan pekerjaan dan keluarga (kita tahu sama tahu bahwa ini adalah hal yang sulit, menyeimbangkan antara dua hal yang sama-sama berat? sebenarnya kan mendekati mustahil, hati nurani kita tahu kita pasti condong ke salah satu).

Kemarin setelah melihat lebih dekat teman saya, mata saya terbuka, dan akhirnya menyadari bahwa memang ada perempuan yang ingin menjadi ibu rumah tangga (walaupun ia memiliki surat izin profesi) dan ada suami yang memang ingin istrinya di rumah saja (dengan berbagai alasannya, salah satunya bisa jadi suami melihat lebih banyak manfaatnya apabila istrinya di rumah saja).

Abiboy selalu menginginkan ummi saya di rumah saja, tidak bekerja tetap. Akan tetapi, kebalikannya, ia justru ingin saya, anak perempuan sulungnya, untuk tidak hanya bekerja, tetapi juga memiliki ‘karir’. Suami saya (ya bang A siapa lagi wkwkwk) membebaskan saya untuk berkegiatan di luar rumah, dan suami teman saya berharap banyak bila istrinya ada di rumah saja karena ia yang akan menafkahi keluarga.

Tidak bisa dipungkiri, banyak suami yang berharap istrinya memiliki pendapatan juga sehingga pendapatan keluarga menjadi lebih banyak. Ada juga yang membebaskan istrinya bekerja untuk sarana aktualisasi diri dan pendapatannya untuk kebutuhan-kebutuhan tersier. Ada juga yang ingin bertanggung jawab penuh masalah finansial dan istrinya mendapatkan tugas dan tanggung jawab mengasuh anak. Ada istri yang mendapat ‘gaji’ dari suaminya karena telah menjalankan pekerjaan rumah tangga. Ada juga yang tidak mendapat apa-apa lagi selain uang belanja bulanan. Semuanya berbeda-beda dan kemungkinan kita akan iri karena rumput tetangga selalu.. selalu saja lebih hijau.

Meski begitu, sesuai dengan value yang saya percaya, saya ingin sekali setiap perempuan di muka bumi ini berdaya. Dengan menikah ataupun tidak. Sebelum menikah maupun setelah. Karena berdayanya perempuan adalah tugas pribadi; individual. Memang bisa dibantu orang lain (toh kita makhluk sosial), tetapi tanggung jawab tersebut melekat pada diri kita sendiri.

Pernikahan (yang ingin saya jalani) tidak membuat saya kehilangan rasa berdaya, tidak membuat saya hanya menadah jatah bulanan, atau justru tidak hanya menyelesaikan permasalahan-permasalahan finansial.

Pernikahan saya percayai bertujuan untuk lebih.

FreeDay: Tipe-Tipe Kangen di Bulan Ramadhan


*Duh gusti, nunggu beduk kok lama amat ya..*

                                                               ===

.

Assalamualikum ya ukhti.
Gimana shaum hari ini? sudah berapa kali meneguk ludah sendiri setelah selesai wudhu siang tadi? Syukron.. Syukron..

Bhahahak, gue emang nggak berbakat buat ngomong kaya ustadz begono. Tapi kalian jangan salah, walaupun belakangan ini tulisan gue tentang galau semua, gini-gini gue pernah disuruh nulis untuk ceramah Sholat Jumat!

Ya meskipun pada akhirnya gue di rukiyah sama jama’ah setempat :(

.

                                                           ====

.

Nah, pada hari Jumat pertama di bulan Ramadhan ini, gue akan bercerita sedikit tentang beberapa fenomena bulan Ramadhan yang pastinya sangat-sangat dirindukan oleh anak-anak ABG di seluruh indonesia.

Siang tadi, gue mencoba iseng untuk sholat Jumat di salah satu Masjid besar di daerah Bandung. Masjid ini adalah Masjid di mana sering gue datengin waktu SMA dulu, atau bahkan waktu gue masih semester-semester awal kuliah. Masjid ini sering menjadi tempat gue bersinggah ketika ada jeda kosong kuliah antara satu kelas dengan kelas yang lainnya.

Jumat siang ini gue sengaja nggak ngambil posisi duduk di dalam Masjid, gue lagi ingin bernostalgia duduk di luar sambil nikmatin angin sepoi-sepoi. Bahkan tukang buah potong langganan gue aja masih ada. Dan dengan annoyingnya, Beliau masih saja berjualan buah seger siang-siang begini.

Sungguh godaan yang gemah ripah loh jinawi. Beliau lupa bahwa sekarang adalah bulan Ramadhan. Karena sesungguhnya bulan ramadhan itu adalah bulan puasa.

Gue yang melihat dari jauh ini cuma bisa kenyot-kenyot bibir sendiri ngeliatnya. Jakun gue udah kaya timba sumur, kerjaannya naik turun nelen ludah. Btw, nelen ludah itu tidak membuat batal kan gaes? asal bukan ludah pacar kan ya? okee..

Sambil nunggu Adzan berkumandang, gue nggak sengaja buka grup SMA gue kelas 10. Gue lihat teman-teman gue udah banyak yang berubah. Yang dulu mukanya ancur, sekarang mirip Adly Fairuz. Yang dulu mukannya item kaya kebul bis damri, sekarang udah putih langsat mirip kaya tehel mushola.

Yang dulu lebih mirip sama beduk Masjid, sekarang udah mirip sama pentungan beduk Masjid alias sekseh abizzzzz. Yang kelihatan nggak berubah cuma segelintir orang, termasuk gue. Soalnya kalau udah ganteng nggak mungkin nambah lagi gantengnya. #halah

Dan ketika gue buka foto album di grup tersebut, di situ gue menemukan ada beberapa foto waktu kita lagi buka puasa bersama pada Ramadhan Tahun lalu. Seketika itu juga muncul sedikit senyum simpul pada bibir gue. Ya, moment indah bersama teman SMA ternyata memang tidak pernah bisa terganti sampai kapanpun.

Dan yak!!
inilah 3 tipe kangen pada bulan Ramadhan versi Bapak Don Juan.

.

                                                         ====

.

1. Kangen Saur On The Road

Ada yg belum pernah nyobain Saur On The Road di sini? mungkin buat para ukhti-ukhti-pipi-gemes ini kayaknya jarang banget ya buat nyobain salah satu moment ini di bulan puasa.

Gerung-gerung motor di jalanan. Nyuri beduk masjid. Tempur petasan sama RW sebelah. Atau juga tawuran sama peserta Saur On The Road dari kubu yang berbeda.

Tapi gue juga yakin salah satu dari kalian pasti pernah ada yang mengikuti acara ini. Untuk sekedar berbagi nasi kepada para kaum yang membutuhkan di jalanan, atau makan-makan bersama sebelum Adzan subuh berkumandang.

Di sini kita biasanya berkumpul bersama dari malam hingga pagi menjelang. Dimulai dari sepulang taraweh kita ngumpul-ngumpul, jalan-jalan, ngobrolin hal yang nggak jelas, atau bahkan maraton nonton film di bioskop sampe midnight.

Suasana sahur di jalan adalah salah satu suasana yang tidak bisa terlupakan sampai kapanpun. Dinginnya udara pagi, serta pemandangan jalan yang sangat sepi adalah salah satu alasan kenapa hal ini menyenangkan.

Waktu gue masih SMP, untuk menunggu beduk subuh biasanya para bapak-bapak ronda di komplek rumah gue menggelar sepak bola di jalanan depan rumah. Alasan bapak-bapak ini simple, kapan lagi coba bisa main sepak bola di jalan raya yang sepi begini?

Kegiatan ini berlangsung hampir setiap hari dari jam 3 pagi sampe menjelang imsak. Tapi entah kenapa, hari itu masjid setempat tampaknya lagi ada gangguan listrik sehingga TOA masjid tidak mengumumkan jam imsak. Nggak tau marbot masjidnya ketiduran, nggak tau emang Masjid lagi libur hari itu. Pokoknya yang jelas pagi itu nggak ada suara sama sekali dari Masjid. Mungkin masjidnya lagi bete gara-gara nggak diajak nonton Insidious 3.

Lagi asik-asiknya bapak-bapak ini main bola, mendadak Masjid gue sembuh dari fase ngambek-dan-gak-mau-berbicara, Masjid gue ini mendadak mengumandangkan Adzan subuh.

Sontak bapak-bapak yang tengah asik menggiring bola bak Ronaldo itu kaget. Mereka langsung melihat kearah jam tangan masing-masing. 

.

“Goblok!! geus Subuh deui?! Anjir teu bebeja, aing haus can nginum kumaha ieu?!” Kata pak Agus selaku ketua RT dengan bahasa mutiaranya.

“Anjir Gus, kunaon eweuh nu mere nyaho geus imsak eui?! Parah anjir, mana tadi urang sprint basa ngaggiring bola. Haus goblog!” Sambung pak Halid selaku sohib dekat pak Agus.

“Meunang nginum keneh teu? Sugan Tuhan mah ngarti meureun nyak?” Kata pa Rusdi yg subuh itu berperan sebagai kiper.

.

Percakapan di atas emang real terjadi saat subuh itu. Dan bahasa sunda yang mereka pakai benar-benar tidak mencerminkan bahwa mereka adalah bapak-bapak. Percakapan ini malah lebih mirip sama percakapan sehari-hari antara gue dan Ikhsan, segala kosakata binatang keluar semua.

Sebenarnya gue mau nge-translate kebahasa Indonesia, tapi ntah kenapa feelnya gak dapet. Dan pada akhirnya kalau gue nggak salah inget, semua bapak-bapak itu setuju untuk minum bersama dan berjanji kalau buka puasa hari itu mereka mundurkan 30 menit sebagai tebusan waktu puasa yang mereka potong seenak perut sendiri subuh ini.

Alhasil, besok subuhnya udah nggak ada lagi yg maen bola. Hilang sudah hiburan tiap subuh buat gue :(

.

                                                             ====

.

2. Kangen Buka Puasa Bareng

Selain ajang menjaga tali silahturahmi, buka puasa bareng atau yang lebih sering kita singkat menjadi bukber ini sering menjadi ajang sombong-sombongan kesuksesan.

Seperti yang kita ketahui, menjelang kelulusan masa SMA, mendadak seluruh teman-teman terdekat kita pergi satu-persatu. Ada yg pergi ke luar pulau, ada yang ke luar kota, ada yang umroh, ada yang ikut pesantren, ada juga yang pergi travel ke alam barzah :(

Akhirnya teman yang kata kita tidak terganti itu perlahan-lahan mulai hilang. Mereka mulai digantikan dengan teman-teman baru semasa kuliah. Hal inilah yang menjadikan bukber tiap puasa menjadi hal yang sangat-sangat dirindukan.

Hal ini terjadi juga dengan gue dan Ikhsan pada bukber Ramadhan tahun lalu. Gue saat itu kebagian sebagai promotor untuk melakukan pemesanan tempat di Gokana, Ciwalk. Alhasil gue harus datang 2 jam lebih awal untuk melakukan pembayaran.

Gue yang kemana-mana selalu diikutin oleh ajudan kesayangan gue ini, Ikhsan, akhirnya memilih untuk duduk-duduk di meja depan yang telah disediakan oleh pihak Gokana. Lagi asik-asik ngobrol berdua, muncullah satu-persatu teman-teman SMA kita.

Sebut saja Doni, orang yang dulu keliatan paling kumel dengan baju sekolah yang selalu berwarna kuning ini, sekarang datang dengan kemeja rapih, celana levis, dan kunci mobil gelantungan di saku belakang celananya.

Buseeet, ini anak beda banget. Udah lebih keren ketimbang Doni yang gue kenal dulu. Dan kejadian ini belum selesai di situ saja, mantan Ikhsan yang bernama Tasya pun pada akhirnya datang juga.

Ketika Tasya sedang berjalan menuju meja kita berdua, mata gue nggak bisa berkedip sedikitpun, air ludah berulang kali mencoba menetes tapi gue tahan. Ikhsan yang melihat kearahnya juga sudah beberapa kali mengganti posisi duduk.

.

“Kenapa nyet? ganjel yak?" Tanya gue.

Anjrit lu tau aja. Gile yee mantan gue. Perasaan dulu gak sebohai ini deh.“ Kata Ikhsan sambil berbisik.

Coba tuh lu liat, dulu doi pake miniset, sekarang udah pake ukuran C kayaknya. Hebat ya, gue jadi penasaran isinya apa.“

"Oi setan! Puasa lo!”

“ASTAGIFIRULLAH!! Lupa bro”

“Kalau gini caranya gue nyesel dulu udah mutusin dia, bro.”

“Bhahahahahahak, tapi kayaknya dia kaga nyesel tuh lu putusin san.”

“Lha emang kenapa?”

“Lu ygan dulu jauh lebih ganteng ketimbang yang sekarang. Bhahahak” Gue ketawa puas

“Ah gue yang sekarang jauh lebih ganteng keleees..”

“Ganteng darimana?! Lu ngaca di bubur?”

.

Dan ternyata bukan cuma gue dan Ikhsan saja yang terkesima dengan penampilan Tasya. Bocah manja yang lugu waktu gue kelas 10 ini ternyata berhasil menghipnotis hampir seluruh anak laki-laki yang datang sore itu.

Ya, ini juga salah satu moment bulan puasa yang sangat kita rindukan. Di mana teman yang telah lama tidak berjumpa kini telah berubah menjadi lebih dewasa. Pada sore itu kita sekelas sama-sama tertawa seperti layaknya dulu kala. Bunga yang ditanam teman-teman gue waktu SMA di hati ini kini kembali berbunga. Tawa mereka dan ocehan mereka seakan menjadi air yang menyirami apa yang sejatinya telah mati.

Sore itu, gue mengerti, bahwa teman SMA memang tidak akan pernah bisa terganti.

.

                                                               ====

.

3. Kangen Mantan yang Telah Hilang

Nah ini nih yang paling kampret. Sebenernya gue nggak mau ngomongin ini hari ini, soalnya bisa-bisa malah gue yang curhat di sini. Tapi gue rasa bukan gue doang yang merasakan hal ini.

Setelah beberapa saat yang lalu gue menulis puisi yg berjudul “Ramadhan Tahun Lalu”, ternyata selang satu jam gue tinggal, muncul banyak komentar yg mengatakan bahwa mereka juga merasakan hal yg sama.

Hahahahahahahahahah.. hahahahah.. hahaha.. haha.. ha.. gue kira cuma gue doang :|

.

Siapa sih yang nggak suka jika melalui bulan Ramadhan yang penuh berkah ini dengan didampingi oleh orang-orang tersayang, termasuk pacar? Dan siapa sih yang nggak menghela napas dalam-dalam ketika Ramadhan tahun ini yang katanya mau dilalui bersama, tapi ternyata harus dijalani sendiri-sendiri?

Berapa banyak orang yg menelan kekecewaan ketika pada malam terakhir Ramadhan tahun lalu mereka berdoa bersama, perihal semoga Ramadhan yang akan datang akan tetap dilalui bersama; berdua.

Beberapa kangen yang didasari oleh kehilangan seseorang yang kita sayang ini menjadi kangen paling menyebalkan pada bulan Ramadhan. Ada beberapa rasa kangen yang harus ditahan ketika melalui Ramadhan tahun ini sendirian.

Contohnya,

  1. Kangen buka bareng di warung pinggiran. 
  2. Kangen bawa si doi ikut buka bareng sama temen-temen lu.
  3. Kangen dijemput doi menjelang buka puasa bareng.
  4. Kangen dibangunin sahur sama si doi.
  5. Kangen diucapin ‘selamat buka puasa, sayang..’
  6. Kangen ngabuburit di dalam bioskop.
  7. Kangen jalan-jalan muterin komplek sore-sore naek motor.
  8. Kangen ngabuburit di rumah bareng. 
  9. Kangen taraweh bareng.
  10. Kangen sms/bbm-an disaat dakwah taraweh.
  11. Kangen dibawain ta’jil sama si doi.
  12. Kangen suasana buka bareng sama keluarga doi.
  13. Kangen nyari es kelapa bareng. 
  14. Kangen gangguin doi pas kamu lagi nggak bisa puasa.
  15. Kangen nonton dvd bareng.
  16. Kangen ada sms penyemangat puasa.
  17. Kangen chatting ketawa-ketawa sendiri
  18. Kangen saling pamer bahan-bahan untuk buka puasa nanti.
  19. Kangen mengucapkan selamat Anniv di bulan Ramadhan dengan doa ‘semoga Ramadhan tahun depan kita masih bareng-bareng ya sayang..’

.

Dan masih banyak lagi rasa kangen ygan belum tuntas ketika Ramadhan kembali datang lagi Tahun ini. Nah, apakah sekarang kamu-kamu ada yang merasa kangen ketika membaca tulisan-tulisan ini, gaes?

Kalau gue..
Nggak..

Eh, please kalian percaya! nggak kok gue nggak kangen!
Pfft..

.

                                                          ===

.

Nah gaes,
Sebenarnya masih banyak tipe kangen yang ngebuat bulan Ramadhan ini menjadi bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh berbagai macam pihak. Seperti kangen ketemu keluarga besar, kangen mudik, atau kangen iklan buka puasa di tivi.

Tapi nggak usah sedih, tiap Ramadhan pasti punya moment indahnya sendiri-sendiri. Entah itu dengan orang-orang yag disayang, atau dengan orang-orang yang kamu sendiri jarang memperhatikan kehadirannya.

Janganlah karena kamu sendiri, kamu jadi berpikir untuk menjemput kembali masa lalumu. Percayalah, suatu hubungan yang dimulai kembali hanya karena salah satu pihak rindu akan kenangan-kenangan yang pernah dilalui, bisa menyebabkan hubungan itu malah berakhir jauh lebih buruk.

Tak usah dijemput, ia hanya segelintir kisah yang pernah menyakitimu. Kini sudah saatnya masa depanlah yang akan menjemputmu. Maka dewasalah, sehingga yang meninggalkanmu menjadi mengerti, bahwa meninggalkanmu dulu adalah kesalahan yang tak pernah bisa ia tebus kembali.

Berhentilah bersedih, sudah saatnya kamu ditemukan oleh orang yang akan benar-benar menghargai kehadiranmu. Yang bersamamu, ia merasa cukup. Yang bersamamu, ia tak butuh orang lain.

Dan gue doakan, semoga Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan yang berkesan buat kalian semua. Dan juga buat diri gue sendiri. 

Semoga yang masih sendiri, mulai ditemukan oleh orang yg tepat.
Semoga yang sudah bersama, dikuatkan hubungannya.
Semoga yang jadi orang ketiga, berhasil menyingkirkan pacarnya.
Semoga yang jadi selingkuhan, kini berhasil naik tahta menjadi pacar beneran.
Semoga yang lagi KKN, menemukan jodohnya di kampung sana.
Semoga yang tarawih kemarin nyuri sendal, malam ini sendalnya dibalikin lagi. Ah kalau yg ini sih gue curhat.
Semoga yg Wisudanya tahun ini, berhasil menemukan pendamping wisudanya. Ah,yg ini juga gue curhat lagi. Hih..
 
Pokoknya, semoga Ramadhan tahun ini berkah untuk kita semua…
.
.
.
Oke gaes, Sekian Freeday kita pagi ini.
Happy Ramadhan.
Baybay~

Tentang Meninggalkan Cinta Sebelum Halal

Siapapun yang melihat ke masa lalunya tentu akan malu melihat dirinya sendiri. Mendapati diri sendiri yang ternyata pernah melewati atau melakukan keburukan ternyata lebih miris dan menyakitkan daripada melihat ke sudut orang lain. Itulah yang saya rasakan. Setiap kali menengok ke belakang dan membandingkannya dengan sekarang, keharuan selalu muncul, betapa Allah Maha Baik telah menunjukkan jalan-Nya.

Beberapa tahun yang lalu, ada cinta sebelum halal. Saya sempat dekat dengan beberapa laki-laki dan saya menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar. Apa yang salah? Toh saya tidak melakukan apa-apa dan teman-teman saya pun melakukan hal yang sama. Pergi berdua di akhir pekan dan menghabiskan waktu dalam obrolan-obrolan panjang dengan seseorang yang bukan muhrim saya anggap sebagai sesuatu yang melegakan dan menenangkan. Saat itu, saya merasa diperhatikan, dijaga dan diistimewakan oleh orang yang saya pun melakukan hal yang sedemikian terhadapnya. All is well, itulah yang ada di pikiran saya kala itu.

Lama-kelamaan, masalah pun datang. Jika sekarang saya mengingatnya, rasanya itu menjadi tak penting untuk diceritakan, sungguh recehan! Tapi, masalah itulah yang menjadi jalan terbukanya pintu-pintu kebaikan Allah, pintu agar saya meninggalkan cinta sebelum halal. Di saat yang sama, saya dan sahabat-sahabat di lingkaran pertemanan saya mulai kenal dengan tulisan-tulisan Ustadz Felix Siaw. Buku beliau yang berjudul Udah Putusin Aja! pun menjadi buku bergilir yang kami baca bergantian. Setelah membaca, atas izin Allah, satu per satu dari kami mulai mengubah sikap terkait hubungan dengan lawan jenis. Saya pun memutuskan untuk tidak lagi menjalin hubungan dengan siapa pun.

Bukan mudah, rasanya sulit untuk meyakini diri sendiri bahwa jalan yang sudah Allah tunjukkan adalah jalan kebenaran yang tak perlu ragu untuk ditempuh. Beberapa orang yang datang dan mencoba mendekat setelahnya pun menjadi ujian tersendiri. Salah tindakan, saya masih sering bertukar pesan tidak jelas dengan lawan jenis. Sampai akhirnya saya menyadari bahwa bahagia yang saya rasakan adalah bahagia di atas kesalahan.

Kemudian, saya bercerita kepada Ibu, “Bu, insyaAllah mulai sekarang aku berhenti pacaran, ya! Ternyata gak jelas banget, Allah pun melarang. Aku insyaAllah mau nikah tanpa pacaran ya, Bu.” Apa respon Ibu kala itu? Ibu bertanya, “Lha? Kok gitu?” diikuti dengan kalimat-kalimat lain yang menyatakan keanehannya terhadap saya, “Gimana coba mau nikah tapi ga punya pacar?” Saya hanya diam, belum bisa menjelaskan apa-apa.

Bagaimana dengan ta’aruf? Itu adalah sesuatu yang sangat baru bagi saya. Saya pun mempelajarinya dan mencoba mengutarakannya kepada Ibu, “Bu, insyaAllah nanti aku ingin ta’aruf aja ya …” sambil kemudian menjelaskan apa yang saya ketahui tentang ta’aruf. Ibu kaget luar biasa, pasalnya memang belum ada satu pun di keluarga besar kami yang melakukannya.

Saya memilih untuk semakin sering membicarakan tentang pernikahan dengan Ibu. Saya ingin pengkondisian ini membuat kami sama-sama terbiasa supaya kami tidak menganggap pernikahan sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan. Suatu ketika, kerabat dekat kami akan melangsungkan pernikahan setelah 3 bulan sebelumnya menjalani ta’aruf. Ibu diminta oleh keluarga tersebut untuk membantu persiapan pernikahan. Dari sanalah Ibu mendapat cerita-cerita nyata tentang ta’aruf, sampai akhirnya Ibu bersikap positif, Ibu bilang, “Iya dek, ta’aruf ternyata memang lebih menenangkan orangtua daripada pacaran yang gak jelas kapan nikahnya …” Alhamdulillah, mendengarnya membuat saya lega.

Kawan, meninggalkan cinta sebelum halal bukanlah sesuatu yang menyakitkan. Sebaliknya, itu bisa membuat kita lebih menjaga diri: diri sendiri dan orang lain. Yuk, tinggalkan! Jodoh adalah tentang ketetapan dan kebesaran Allah, tidak akan menjadi dekat karena pacaran pun tidak akan menjadi jauh karena tidak pacaran. Semalam sahabat saya bilang, “Meninggalkan sesuatu yang Allah gak suka karena Allah itu sakitnya sebentar aja kok! Galau sedikit wajarlah, daripada sakitnya lama nanti di akhirat, pilih mana?”

Bismillah! Yuk putar arah ke jalannya Allah aja ;)

Untuk Akang dan Teteh yang ciamik abis

Aink tuh tipe orang yang susah dinasehatin, kang.
Sungguh.
Sabar aja.

Bukannya aink menyangkal apa isi nasehatnya, tapi aink tuh orang yang ngeliat siapa yang mengatakan dan bagaimana cara dia menyampaikan saran. Jaranglah ada yang nasehatin terus langsung tembus ke hati (pfft).

Kenapa? Karena ga semua orang ngerti betul apa yang mereka katakan.

Aink temenan dengn banyaaaaaaaaaaaak jenis manusia. Berbagai latar belakang, berbagai macam lingkungan, dan tipe kepribadian yang aneh-aneh. And you know what, seburuk-buruk orang yang aink kenal adalah orang yang ngasih aink nasehat.

Kenapa? Karena ga semua orang ngerti betul apa yang mereka katakan.

“Jangan makan pake tangan kiri? Perbuatan syaithan!”, keras. Tanpa tedeng aling-aling aink dibentak. Disudutkan. Oleh orang-orang yang ‘berilmu’ tapi ga berpengetahuan. Dia ga tau kalau aink kidal dan Alhamdulillah aink ketika itu punya ‘keutamaan’ sehingga tangan kanan aink emang ga bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

“Saya ga suka deket-deket yang bukan mahram. Dosa. Zina. Coba dikurangin kang interaksi dengan kaum hawanya.” Kata seorang anak teknik, teman seorganisasi bau kencur yang baru semester satu.

Dia ga tahu peran aink di himpunan sebagai apa, ga tahu aink di lab punya tanggung jawab apa yang ampe mengharuskan aink berinteraksi dengan manusia (cewek cowok secara intens).

Ampe ketika aink punya pacar pun, dia tetep rajin ceramah. Hebat. Sebagai apresiasi, aink jadi ga terlalu sering kontak fisik ama pacar aink kala itu.

Aink tadinya kagum ama prinsip yang dia jaga. Tapi semua berubah ketika dia ada di posisi yang yaaaa ga jauh bedalah ama aink (ga juga sih, baru gitu doang, tahun pertama cuy, uda ngalamamin apa aja emang). Kepaksa sibuk sana-sini, tanggung jawab membuat sering pulang larut dengan lawan  jenis dan lain sebagainya. Hingga akhirnya dia jatuh cinta. Makan tuh, cinta!

Baru di-deketin dikit langsung baper. Setelah meneguk sedikit dari yang pernah aink alami, dia berubah total. kemana-mana pegangan tangan ama pacarnya. Dan prinsipnya yang dulu uda entah kemana.

Jir, Tai kucing!!

Baru segitu doang. Woy, kalo dia lahir di posisi aink mungkin uda jadi gigolo. (ups, iya sih lebay).

Dan ga dia doang sih. Aink banyak kecewa ama manusia2 yang sering ngasih nasehat. Ga tanggung-tanggung, guru ngaji aink banyak yang lepas kerudung. Orang-orang yang sering ceramahin tentang agama ke aink tingkah lakunya lebih bejat dari yang aink lakuin ketika mereka dapat akses ke hal-hal haram yang dulunya ga pernah mereka kenal.

Kenapa? Karena ga semua orang ngerti betul apa yang mereka katakan

Dia tahu ini haram, dia tahu ini dosa. Tapi ketika ngasi nasehat, ngasi arahan, ke orang yang dia anggap kurang ilmunya, dia ga memposisikan diri di posisi orang yang mereka kasi nasehat. Kedengerannya kosong, nyet!!

Senior aink di organisasi dakwah rese banget, ngajakin ikut pengajian ini itu. Ngelarang ini itu. Bilang ini ga boleh itu ga boleh. That’s it, itu doang. Tanpa ngasi tau aink gimana caranya keluar perlahan, menjauh setahap demi setahap.

Mane mau dakwah? Jangan kasi ilmu! Ilmu mah di sumur banyak. Makanya orang-orang menimba ilmu. ya, kan?

Kasi support. Kasi encouragement. Semua cewek muslim juga tau kalo ga berjilbab itu dosa. Kalo pegangan tangan ama non mahram itu mendekatkan neraka. Tapi apa maneh sebagai akhwat yang sedari kecil pake kerudung, yang dididik ama ortu sholeh dari kecil, tau gimana rasanya pake kerudung bagi mereka. Non sense!!

Non, mereka bukan ga tau itu dosa, tapi mereka belum terbiasa. Lingkungan hidup kalian berbeda. Mungkin Ortu mereka ga ngasi pendidikan agama dengan baik. Kasih support, kasi pengertian. Jangan dijauhin, diancam dosa inilah, dosa itulah, di licin di neraka lah. Mereka juga tahu, kok.

Makanya aink suka pengen ketawa kalo liat ketika ada cewek santri nanya ke muslim cewe yang pake kerudungnya kalo pas sholat doang.

“apa susahnya sih nutup aurat?” . Jir, lucu.

Kenapa? Karena ga semua orang ngerti betul apa yang mereka katakan

Ngerti dalam artian, apa mereka tahu bagaimana kondisi orang-orang yang mereka judge.

Aink adalah orang yang paling keras bersorak ketika para ahli dakwah terkena virus cinta. Aink loncat kegirangan ketika melihat satu persatu tembok iman mereka runtuh, saat mereka terjerumus ke posisi yang sama dengan orang yang selalu mereka dakwahi, yang saban hari mereka judge islam-nya ga kaffah. Dari sana aink bisa lihat, ngerti ga sih mereka ama apa yang mereka dakwahkan?

Enak aja burung mau nyuruh ayam buat terbang. Meski sama-sama punya sayap, kondisinya kan beda.

Aink ga antipasti ama dakwah. No. aink punya temen mantan preman, mantan playboy fii sabilillah, mantan muslim-anti shalat yang dulu jadi objek nyinyir para tukang dakwah sekarang jadi sebaik-baik muslim. Mereka tipe-tipe orang yang ber-islam secara kaffah setelah tau dan paham isi dunia dan sekarag balik lagi ke islam. Mereka tahu persis apa yang mereka dakwahkan. Mereka ga nge-judge. Mereka paham betul di posisi apa orang yang sedang mereka nasehatin. karena dulu mereka pernah ngalamin manis pahitnya.

Apa harus berdosa full dulu baru bisa dakwah dengan benar? Nooo!. Senior aink, Insya Allah shaleh, agamanya bagus dan dakwahnya tepat sasaran. Kenapa? Karena dia terjun langsung ke masyarakat. Berinteraksi, mengenal apa masalah dari orang-orang yang dia dakwahi. Aink masi shalat sunnah ampe sekarang pun karena encouragement dia. Beliau dakwah dengan mendengar. Mendengar 10 kalimat, baru berbicara dakwah satu kalimat. ga dibalik, kayak yang nyinyir baca ayat puluhan kalimat tanpamendengar apa masalahsebenarnya. 

Beliau terus kayak gitu ampe dia paham betul apa sih yang dirasakan umat, gimana sih rasanya, sindromnya, pahit manisnya jatuh cinta ke yang ga halal tanpa harus ngalamin sendiri, juga apa sih susahnya nutup aurat buat cewek-cewek jaman sekarang,, apa masalh cewek-cewek itu.

Beliau paham betul apa yang di dakwahkan. Dan beliau paham bahwa segala sesuatu butuh proses. Inget, meng-Islamkan orang Islam tuh ga bisa ditempuh oleh sepatah dua patah kata yang katanya berhikmah. Nabi aja dakwah segitu lamanya. Apalagi elu-elu yang yaaaaaaaaaaaa duh, ga ada debu. baru bersih-bersih kemarin)

Jadi intinya gini kang. I respect your concern, really. Bahwa ber-Islam itu harus kaffah. Dari segi ilmu aink paham. Tadi juga ada yang bilang kalo aink masi mencampur adukkan yang haq dengan batil. Yes, I know. Aink masi berlumur dosa.

Tapi aink masih berproses. Katakanlah itu alesan, katakanlah itu pembenaran. Ya, aink tau bisa aja ajal menjemput ketika aink belum full bertobat. Makanya, sok encourage aink. Jangan dakwah setengah-setengah. Terus aja ulang-ulang ayat Al-quran. Aink lagi jalan kok, meski perlahan.

Insya Allah aink ikut kajian lagi weekend ini. Makasih banget buat usahanya selama ini. I really really respect that.

Tapi terakhir, aink pengeeeen banget liat kalian (akang dan para regu dakwah sejagat) kena virus merah marun ato godaan dosa-dosa yang selalu kalian hinakan. Ketika kalian diuji, ketika kalian ngalamin apa yang aink dan orang lain rasain, aink pengen liat kalian survive. Serius, ini bukan sarkasme. Aink pengen kalian survive dan ngasi tau aink. Gimana caranya kalian keluar dari jeratan dosa setelah kalian berhadapan langsung dengan dosa-dosa yang kalian hinakan.

 I’ll be here waiting.

 


p.s

Konyol adalah ketika ada yang bilang:

“uda putusin aja” tapi mereka ga pernah punya pacar

“uda nikahin aja” tapi mereka sendiri belum nikah

Konyol

Kenapa? Karena ga semua orang ngerti betul apa yang mereka katakan

FreeDay: Yang Nyakitin, Yang Dipertahanin

.

Selamat malam!
Dan selamat bertemu kembali dalam cerita singkat gak jelas kita di tiap hari jumat ini. Malam ini gue mau sedikit bercerita tentang sebuah zaman yg tanpa kita sadari kita sudah terjerumus terlalu jauh di dalamnya.

Zaman di mana cowok yg nyakitin adalah cowok yg dipertahanin. 

Ntah bagaimana ceritanya, para cabe-cabe-an yg baru tumbuh dewasa maupun cabe gendot yg sudah berpengalaman tentang seluk-beluk pacaran ini, pasti lebih memilih cowok nakal sebagai pendampingnya daripada cowok baik-baik.

Alasannya simple. Cowok nakal itu lebih ngebuat penasaran, lebih greget, dan susah ditaklukkan. Cowok nakal itu selalu seperti bersiap pergi kapanpun namun tidak lupa mengatakan bahwa dia juga menyayangi wanita tersebut. Seolah ingin dan tak ingin. Sehingga membuat wanita ingin memperjuangkan, ingin meluluhkan, ingin menaklukan. Dan merasa hebat setelahnya. (kata mba adelia)

Mungkin, para cewek yg mempunyai pacar cowok nakal ini merasa punya achievement tersendiri jika ia telah berhasil menaklukan cowok-cowok nakal tersebut.

Lantas, bagaimana nasib para pria baik hati yg hatinya masih bersegel dan berlabel halal dari MUI ini?

Ah, kehadiran mereka hanya seperti sendok bebek di Kedai Ramen. Alias gak kepake sama sekali. Kehadirannya membuat para wanita bertanya-tanya, ngapain juga ada benda begituan di sini. 

Sungguh, tidak ada yg lebih menyakitkan ketimbang jadi sendok bebek di kedai ramen..

.

                                                   ===

.

Tapi apakah kalian sadar? Cowok yg nyakitin adalah cowok yg berpeluang besar untuk melakukan tindak kekerasan di kehidupan pernikahan kalian yg akan datang. Seperti sebuah foto yang saya temukan dalam twitter dr.ady beberapa jam silam. 

ini fotonya,

Setelah foto ini gue publish, eh mendadak muncul beberapa permintaan di bawah ini,

.

Sesuai permintaan dari para nona-nona di atas. Maka inilah 8 sifat pria yg harus kalian jauhi jika pacar kalian memilikinya versi gue.

1. Intensity

Cowok dengan sifat gak mau kalah dan gak mau merendah. Mereka ingin selalu di atas dan selalu ingin diperhatikan, yg tanpa sadar ternyata mereka sama sekali tidak memperhatikan pacarnya. 

Cowok beginian biasanya suka ngelarang-larang kalian buat main sama temen ataupun sama kolega dekat kalian. Tapi ternyata dia sendiri malah sering hang-out sama temen-temen ceweknya.

Minta apa-apa harus cepet, ketemuan ngaret dikit ngambeknya sampe sahur. Sekali berantem, damainya susah. Berantem hari senin bulan januari, baikkan lagi hari senin bulan februari.

Ini cowok gak usah dipertahanin gaes. Dia ingin diperjuangkan tanpa mau memperjuangkan balik.

Nah loh, terus apa gunanya kalian berjuang dong kalau gitu? 

Cowok kaya gini masih pacaran aja udah ngebuat kalian seperti hidup dalam penjara. Cowok ini selalu inginnya di atas. Padahal kan kalau di atas terus capek ya gaes.. Kan bisa coba gaya yg lain. Hih..

.

2. Jealousy

Cowok dengan tipe cemburuan. Ngeliat kamu ngebelai kucing aja dia cemburu. Ngeliat kamu nyuapin adik kamu aja marah. Ngeliat kamu bernafas aja dia ngambek.

“Katanya separuh nafasmu itu aku! Terus kenapa kamu hambur-hamburin nafas kamu itu hah! Aku gak suka!!”

yakaleee.. 

Cowok kaya gini gak akan ngebiarin kalian hidup dalam suatu lingkungan tempat kerja yg banyak lawan jenisnya. Ketika kalian punya cita-cita dan itu mengharuskan kalian berinteraksi dengan banyak orang termasuk lawan jenis kalian, dia akan marah dan cemburu buta.

Cowok kaya gini mending colok aja biji matanya sampe keluar. Karena ketika ia cemburu, ia tak segan-segan mengarang cerita-cerita aneh yg bakal menyudutkan kalian.

Sekali lagi, kalian bakal serasa hidup di penjara kalau hidup bersama cowok ini.

.

3. Control

Aduh, judulnya ambigu. 

Oke abaikan.
Cowok tipe yg satu ini adalah cowok yg suka memerintah alias mengontrol kalian. Dia gak mau keluar atau jalan-jalan sama kalian kalau kalian gak seperti yg dia suka.

Kalian harus cantik, rambutnya harus di iket, rambut atas sama rambut bawah. Rambut kaki maksudnya.

Kalian harus pake make up, harus wangi, harus pake dress, harus anu harus anu harus anu…
Dia memaksa kalian menjadi seseorang yg menurut dia istimewa. Tapi bukankah kalian itu sudah istimewa jika apa adanya?

Dalam kehidupan bersama nanti, kalian akan hidup dengan diri kalian yg tidak ditutup-tutupi. Maka ketika sekarang dia gak bisa mencintai kamu yg apa adanya, lebih baik putusin aja. Berarti dia mencintaimu karena ada alasannya.

Dan juga, kadang pendapatnya tentang apa yg kamu kenakan sering membuat kamu merasa minder dan gak pede. Hingga pada akhirnya, kamu menjadi seseorang yg kamu sendiri tidak kenal siapa dia, kamu menjadi orang lain hanya demi menyenangi hatinya.

.

4. Isolation

Isolation di sini artinya bukan isolasi bolak balik. Bukan.
Isolation adalah tipe cowok yg sering mengekang kamu, tidak mengizinkan kamu kemana-mana tanpa izinya, dan membuatmu takut untuk melakukan atau pergi ke suatu tempat.

Seperti yg sudah gue bilang, mau ketemu temen-temen aja dilarang. Waktu diajak jalan sama temen, kamu harus nanya dulu sama mereka apa ada cowoknya atau engga. Kalau ada cowoknya, kamu gak bisa ikut, soalnya gak boleh sama pacar kamu.

What?!
Kamu wanita paling hebat yg orang tua kamu bangga-banggakan, tapi dikekang sama seseorang yg orang tua kamu saja tidak kenal siapa dia? don’t be a dumb ass, girls..

.

5. Critism

Ini adalah tipe cowok yg ngebuat kamu selalu merasa bersalah. Setiap kamu melakukan sesuatu hal yg kamu suka, kamu selalu dihujat dan dipersalahkan.

Kamu pilih presiden nomer urut 1. Kamu dibilang aktivis, kamu dianggap fasis, kamu dituduh turut ikut andil dalam kasus penculikan aktivis taun 98.

Kamu pilih presiden nomer urut 2. Kamu dibilang tukang berkhianat, kamu dianggap gak tau tentang militer dan laut tiongkok. Kamu dibilang gak punya pendirian dan gak tegas.

Pokoknya serba salah deh. Mereka membuatmu menjadi seorang wanita yg takut melakukan apa-apa. Yg lemah. Yg jika dilihat oleh pria baik-baik, kamu hanya seonggok daging yg nurut sama majikannya.

.

6. Sabotage

Tipe cowok yg selalu nuntut untuk bisa ketemu kapanpun dia mau. Dia sama sekali gak bertanya kamu ada waktu atau tidak, yg jelas jika dia mau bertemu kamu, kamu harus ada waktu.

Cowok ini ngebuat kamu harus bolos kuliah, sekolah, kerja, atau bahkan membohongi orang tua hanya karena dia minta dituruti.

Dia kalau marah mainannya fisik. Suka nyobek-nyobek buku kamu. Ngeliat ada foto cowok di hape kamu, hapenya langsung dibanting. 

Padahal foto itu foto dia sendiri.. 

Kalau ada cowok yg ngajak ngobrol via chat. Doi langsung minta cowok itu diblok. Padahal cowok itu cuma nanya tentang tugas kuliah..

.

7. Blame

Cowok yg satu ini sukanya nyalahin kamu terus. Dia pandai mengarang cerita sehingga kesalahan yg dia perbuat mendadak sirna jika kamu bertanya.

Cowok ini sering ngebuat kamu merasa bersalah atas apa yg tidak kamu perbuat. Ketika kamu bertanya tentang kesalahan yg dia perbuat, dia bisa membuat pernyataan yg malah ngebuat kamu merasa bersalah.

Dia yg salah, kamu yg dimarahin, dan pada akhirnya, kamu yg salah.

Mungkin memang benar, pacaran sama cowok ini tuh adalah kesalahan paling besar yg pernah kalian perbuat.

.

8. Anger

Cowok tipe ini kerjaannya marah-marah mulu. Marahnya lebih sering ketimbang cewek yg lagi PMS. Gak ada apa-apa aja bisa marah. Mana marahnya serem lagi, telor ayam aja dia bentak langsung netes..

Dia sering ngungkit-ngungkit masa lalu. Dia selalu mempermasalahkan masalah yg sudah lewat. Membuat kamu merasa selalu salah dan dia selalu benar.

Hidup bersama cowok ini bakal ngebuat kamu selalu takut untuk melakukan sesuatu.

.

                                                  ===

.

Nah gaes, 
Apa cowok kalian termasuk salah satu dari cowok yg menganut sifat di atas?

Dan setelah membaca apa yg gue jabarkan tadi, kalian masih mau pacaran sama cowok-cowok nakal? Ih, asal kalian tau, pacaran sama cowok nakal itu sakit hatinya lebih sering ketimbang senengnya.

Tapi kenapa cewek-cewek suka pacaran dengan cowok yg nakal? 
Ya, karena dengan seringnya cowok ini bertingkah yg membuat sakit hati, ketika dia minta maaf, kamu akan merasa menang dan senang setengah mati.

Hal ini lah yg ngebuat cowok baik-baik yg selalu menyenangkan tersingkir. Ketika mereka mencoba membuat pacarnya merasa senang, rasa senang itu bakal kalah jika dibandingkan dengan rasa senang ketika cowok nakal meminta maaf.

Tapi, 
apakah untuk masa depan, wanita akan memilih cowok nakal untuk pendamping hidupnya? 
Apakah untuk masa depan, wanita akan memilih cowok nakal untuk menjadi bapak dan tauladan dari anak-anaknya?

Jika ketika kalian pacaran sama cowok baik-baik aja sudah merasa bosan, berarti tanpa kalian sadari, kalian tidak menginginkan pernikahan yg baik-baik. Kalian dalam masa pacaran yg cuma segini aja sudah gampang bosan, gimana nanti pas nikah?

Percaya deh gaes,
Jika cowok itu baik, dia tidak akan berlaku semena-mena terhadap kekasihnya sendiri. Jika dia berlaku tidak baik, berarti dia masih belum cocok untuk dijadikan kekasih.

Kalian para wanita yg baik, kalian berhak mendapatkan cowok yg lebih baik pula. Tegas sama diri sendiri, sebelum mereka menjadi tegas dan malah menginjak-injak kalian.

.

Ah iya, dan untuk kalian para cowok yg baik hati. Janganlah berkecil hati dan mencoba untuk menjadi brengsek agar dicintai oleh orang yg kalian cintai.

Teruslah memberi sehebat yg kamu bisa, sehebat yg kamu mampu. Walau dia merasa bosan karena gak ada tantangannya, ya udah terusin aja memberi.

Karena tanpa kamu sadari, dari sinilah kamu belajar untuk memberi tanpa bosan untuk orang yg kamu cintai. Dan nanti ketika kamu dipertemukan oleh orang yg sangat bahagia dan berterimakasih atas apa yg kamu beri, kamu akan sangat bahagia dan menjaga dia layaknya dia adalah yg tak bisa terganti.

Percayalah, boys.
Yg baik akan selalu dipasangkan dengan yg baik. Ini semua hanya masalah waktu.

.

Ketika yg lain ingin jadi brengsek agar dicintai,
Tetaplah tegar menjadi cowok baik. Yg kini mulai langka dan sangat dicari oleh seorang Wanita, bukan seorang Gadis.

Maka jika suatu saat nanti seseorang yg sempat kamu cintai kini kembali lagi meminta hatimu setelah sempat pergi karena memilih cowok yg tidak baik, maka peganglah pipinya, lalu berbicaralah dengan lembut..

.

.

.

Oke, thats all, gaes.
See you on next FreeDay.
Baybay~

FreeDay : Selingkuh (Kenyataan Pahit Dalam Hidup)

Halo gaes, lama kita tidak bersua.

Seperti biasa, jumat ini kita akan membahas seluk beluk tentang suatu permasalahan yg lagi marak dikalangan cabe-cabean sejagat NKRI kita yg tercinta ini dari banyak sisi.
Sisi kanan, sisi kiri, sisi similikiti, bahkan sampe sisi bendera.

#krik.

Tema bahasan jumat malam kita kali ini tampaknya akan sedikit krusial dan mengandung SARA (Selingkuh Aku Rapopo). Jadi kalau gue kelihatan sedang bercanda disini, tolong ingatkan gue ya gaes, kalau bisa ditampar aja. Iya ditampar. Iya ditampar dibibir. Iya ditampar pake bibir kamu. uwuwuwu~

Nah, sebelum kita mulai, ada baiknya kita melihat salah satu cuplikan fity dibawah ini.

.

.

Nah gaes, gambar diatas adalah salah satu cuplikan dari video klip Ayu Ting Ting yg berjudul Minyak Wangi. Sesuai gambar diatas, bahasan kita malam ini akan menyinggung tentang ciri-ciri orang yg doyan selingkuh dan bagaimana cara menanggulanginya.

Selain terinspirasi karena nada suara INTRO lagu ini yg mirip gamelan Kuda Lumping, gue juga terinspirasi dari lirik-liriknya yg menceritakan sebuah kisah perihal perihnya sakit hati kalau di selingkuhin.

Untuk mengetahui kepahitan selingkuh dan di selingkuhin, ada baiknya kita berguru kepada Mba Ayu ini. Beliau adalah salah satu artis negara kita yg tengah pelik dihadapkan pada kasus percintaan yg menyinggung tentang selingkuh.

Lagi hamil muda, mendadak ditalak. Sungguh sakitnya luar biasa. Dapat dilihat dari bagaimana ekspresi Mba Ayu pada gambar diatas, Beliau bergoyang dengan wajah ceria yg dipaksakan. Sungguh, Ternyata hanya gara-gara minyak wangi, bisa mengakibatkan perceraian yg begitu menyayat hati.

*mengheningkan cipta*

.

                                                        ====

.

Mba Ayu Ting-Ting ini bisa dibilang adalah sosok wanita paling tegar yg pernah gue lihat. Ketika berita tentang pernikahannya mencuat kepermukaan dan mulai banyak diliput oleh pihak media, Mba Ayu tampak tetap tegar dan tersenyum.

Sungguh, apakah kita masih bisa berkata bahwa wanita itu mahluk lemah, gaes?

Dan gue makin salut sama Mba Ayu ini ketika doi diundang dalam salah satu acara tivi di ANTV yg isinya tentang menghipnotis orang. Dan anehnya, dalam acara ini tuh kalau mau menghipnotis mendadak ada penyanyi latar yg nyanyin lagu Nina Bobo.

INI KORELASI ANTARA HIPNOTIS DAN DI-AKAPELA-IN ITU APA?!?!

Gue emosi-emosi-ganteng waktu nonton acaranya. Nah, karena takut di gugat oleh khalayak ramai seperti Zarry Hendrik waktu di twitter dulu,  ada baiknya kita samarkan saja nama acaranya menjadi “Suka-Suka Uya”.

Dalam acara Suka-Suka Uya, selain salut sama goyangannya yg bikin jakun para pria naik turun, gue juga salut ketika Mba Ayu ini dihipnotis dan mulai menceritakan kisah dibalik permasalahan pernikahannya. 

Ini adalah cuplikan dialog Mba Ayu yg membuat gue merasa bahwa Mba Ayu ini adalah wanita paling tegar sedunia.

.

“Neng mah gakpapa dikaya gituin” Jawab ayu sambil merem

“Gakpapa neng mah waktu lagi hamil kaya gini, gak dibelai suami” tambah Ayu lagi.

“Mungkin gara-gara dia pake minyak wangi kali ya?” Kata uya mencoba ngelucu.

“Neng gakpapa gak diperhatiin suami, tapi neng kasian sama Jabang bayi ini. Masa nanti dia gak punya ayah” kata ayu mulai menitikan hujan dikelopak matanya.

“Neng minta tolong, kalau anak ini lahir, jangan ambil anak ini dari neng ya” kata ayu sambil nutupin pahannya yg mulai sering disorot sama kameramen.

.

Nah, terinspirasi dari kuatnya Mba Ayu dan para kaum wanita menahan rasa sedih diselingkuhin. Berikut ini akan gue jabarkan dengan cara sok tau seperti biasanya mengenai perselingkuhan itu sendiri.

Cekdiot sist!

.

                                                        ====

.

*cintaku padamu seperti Solali Lali tanpa Ola Olala. Gak kumplit!

.

SELINGKUH.

Selingkuh adalah sebuah istilah dimana seseorang pergi melakukan tindakan mesra-mesraan dengan seseorang yg padahal dirinya sudah mempunyai pasangan. Dalam kata lain, selingkuh adalah suatu sifat dimana satu itu tidaklah selalu cukup.

Selingkuh kerap sekali terjadi kepada para pasangan-pasangan yg telah menjalin kesepakatan untuk hidup bersama sebagai pacar atau lebih. Ya kalau gak pacaran sih namanya bukan selingkuh, itu namanya lagi nyari usaha buat menanam benih..

Dan lagi-lagi, pelaku selingkuh itu sendiri menurut survey kebanyakan dilakukan oleh para kaum Pria, walau gue juga tau bahwa gak sedikit juga wanita yg melakukan tindakan perselingkuhan itu sendiri.

Beberapa faktor yg menandakan pasangan anda tengah berselingkuh bisa dicotohkan dengan memakai minyak wangi lebih banyak dari biasanya. Hal ini sudah dibuktikan sendiri oleh Mba Ayu selaku mentor dan tutor kita.

.

Berikut ini gue akan jabarkan Beberapa tipe selingkuh, alasan, dan cara menanggulanginya.

1. Bosan

Yap, kebosanan adalah musuh paling utama dalam sebuah hubungan yg sudah terlalu lama dijalani. Ini biasanya disebabkan oleh banyaknya intensitas bertemu dan bercumbu para pasangan itu sendiri.

Pacaran itu bisa diibaratkan seperti bermain bola. Bermain bola disini tuh nama olahraga ya gaes, bukan maenin bola yg lain!

Dalam permainan sepak bola, ada kalanya kita harus Offense, dan ada kalanya kita harus Defense. Dan tentu ada kalanya juga dimana kita harus istirahat ditiap pertengahan babak.

Dalam pacaran juga seperti itu, ada saatnya kita dekat, ada saatnya kita mencoba memberikan sebuah keleluasaan jarak kepada pasangan agar tidak terlalu merasa terkekang. 

Karena tidak jarang banyak orang yg berontak ketika terlalu dikekang, dan akhirnya berpindah kepada seseorang yg memberikan kenyamanan lebih.

Banyaknya intensitas bertemu dan pacaran yg gitu-gitu aja (keluar, nonton, makan, pulang), biasanya membuat para peselingkuh ini merasa jenuh karena terlalu tau banyak tentang pasangannya. Dan juga terlalu sering bertemu dengan pasanganya. 

Dan datang suatu hari, dimana dia bertemu dengan seseorang yg menurut dia sangat FRESH bagi matanya. Akhirnya muncullah niat selingkuh.

Mirip dengan anak kecil. Apabila terlalu sering ia dijejali dengan mainan yg itu-itu saja, ketika dia lihat mainan lain, dia langsung melupakan mainan yg lama.

Mirip juga seperti mahasiswa kos-kosan. Apabila terlalu sering makan di warteg. Selain darah tinggi dan kolesterolnya naik, doi juga bakal pindah haluan buat makan di KFC atau McD terdekat.

Intinya kalian harus pintar-pintar mengatur waktu ketemuan. Belajar untuk menikmati hidup yg gak selalu melulu tentang dia. Coba sekali-sekali tengok teman-teman yg udah kamu abaikan itu. Coba juga sekali-sekali tengok dompet yg udah bosan di obok-obok waktu malam mingguan itu.

.

2. Mencari Rasa Nyaman

Nah kalau ini gue juga sempat ngerasain gaes. Mencari rasa nyaman itu sepenuhnya gak bisa menyalahkan orang yg melakukan tindak selingkuh itu sendiri, bisa juga yg salah malah yg diselingkuhin loh.

Jadi awalnya begini, orang yg selingkuh karena menemukan kenyamanan diluar sana itu tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Karena kalau begini kita juga harus menanyakan, kenapa pacarnya tidak bisa memberikan kenyamanan sampe pacarnya ini mencari kenyamanan ditempat yg lain?

Sudah turun mesin kah anda sampe gak bisa servis pacar anda sendiri? Mungkin itu adalah perumpamaan yg paling tepat kalau anda diibaratkan sebagai motor RX-King dan doi sebagai tutup tangkinya.

Kalau pacarmu tidak nyaman sama kamu dan dia nyaman sama gue, terus yg salah siapa? 

Sampai sekarang pertanyaan tersebut masih sering jadi perdebatan yg tak kunjung selesai. Kisah ini pernah gue tulis sendiri dalam cerpen Sedekat Detik dan Detaknya.

Kita bertiga sama-sama salah. Pacarnya Maya salah gara-gara gak bisa ngasih kenyamanan sama Maya, Maya salah gara-gara membuat sebuah komitment sama gue tanpa berani putusin dulu pacarnya, dan gue salah karena terlanjur cinta sama maya dan menyamankan dia.

Jadi gaes, alangkah buruknya jika pasangan kalian selingkuh dengan alasan gak dapet kenyamanan dari kalian.

Ini sama aja kalian punya rumah, tapi tidurnya di kos-kosan. Kos-kosan orang pula. 450 ribu sebulan. Kamar mandi dalem. Tapi tidurnya diluar.

Biasanya gejala orang yg selingkuh dengan alasan seperti ini tuh adalah mulai terlihat cuek, suka gak mau ngasi HP-nya ke kamu, jalan gak mesra lagi, dan mendadak tau hal-hal yg berbau-bau aneh (boyband korea misalnya)

Nyamankan pacar kalian sebelum ia pada akhrinya dinyamankan oleh orang lain. Kalian bisa terus melukainya, tapi semakin kalian melukai, semakin banyak orang diluar sana yg akan menyeka air matanya.

.

3. Kebutuhan Hidup

Ada juga selingkuh yg tipe ini, butuh disayangi, dan gak mau sama sekali merasa kesepian. Pengennya diperhatiin terus, mirip seperti kisah Electro dalam film Amazing Spiderman 2.

cieee belum nonton yak?
pacarnya kemana bu?
pacarnya udah move on kok situnya belon?
pfft.

.

Dan Biasanya, selingkuh tipe ini dilakukan oleh kaum hawa, alias para wanita-wanita pleya.

Mereka ini harus selalu disayangi, diusap-usap, atau ditiup ubun-ubunnya. Mereka sama sekali gak mau merasa kesepian, seakan kesepian adalah musuh terbesar kedua yg paling dia benci setelah telat datang bulan.

Dengan ini biasanya dia tak segan-segan untuk pamer status di media sosial dengan atraktif dan bersifat memancing-mancing. Dan ketika banyak yg menanggapi, dia pun merasa seperti daun bawang diatas kuah ramen, ngambang.

Contoh paling simple adalah ketika mereka mulai pamer foto tubuh langsing mereka di instagram, tapi hesteknya #gendats.
Pamer foto cantik tapi hesteknya #jelek.
Pamer foto menghadap ke samping tapi hesteknya #hiraukanPipinya
Pamer foto pisang tapi hesteknya #Wow.

ITU APA MAKSUDNYA COBAK?!?!

Ya kami yg para pria ini juga bisa diibaratkan seperti heyna yg tengah kelaparan. Yg tentu saja melihat itu seperti melihat sebuah paha zebra yg mulus, montok, dan caplok-able banget. Gak perlu waktu lama buat kita untuk masuk kedalam permainan yg mereka buat.

Tipe yg seperti ini biasanya sering melakukan gol bunuh diri. Dia melakukan sesuatu guna menghapus kesepiannya, tapi itu malah bisa membuat orang-orang yg ingin serius dengannya perlahan mulai menjauhi dirinya sendiri.

Hingga pada akhirnya, dia tenggelam dalam ketakutan yg sebenarnya ia buat sendiri.

.

4. Paket Bento

Ini adalah tipe selingkuh yg terakhir versi gue. Selingkuh tipe Paket bento alias bekal makan siang adalah selingkuh yg paling sering dilakukan oleh para pria maupun wanita.

Mereka sebenarnya tidak selingkuh, tapi meng-TTM kan orang-orang yg menurut mereka bisa menjadi bekal ketika pacarnya sedang sibuk atau tidak ada.

Mereka punya teman yg bisa digandeng tangannya, dicium pipinya, diuwuwuin idungnya, dan masih banyak lagi. Tapi tetap statusnya sebagai teman.

Mereka tak butuh status, mereka hanya butuh cadangan makanan atau power supply. Ketika hasrat mereka sedang tinggi tapi pacarnya gak ada, maka selingkuh paket bento adalah pilihan makan siang paling tepat untuk orang-orang seperti ini.

Ciri-cirinya mirip seperti tahi lalat dibelakang leher,  sulit ditemukan!
Mirip seperti cabe nyelip di gigi depan. Cuma orang lain yg bisa ngeliat!

Selingkuh tipe ini sering terjadi kepada para pelaku LDR, Pacaran Beda Universitas/SMA/Kerjaan, Pacaran beda Agama, Pacaran Jauh Rumah, dll.

Atau bisa disimpulkan, ini adalah tipe selingkuh yg paling sering ditemukan dalam suatu hubungan seseorang.

.

                                                   ====

.

Oke gaes, diatas itu adalah tipe-tipe selingkuh yg biasanya sering ditemukan di dunia per-cabe-cabean belakangan ini. Waktu gue masih SMA dulu, selingkuh itu adalah hal yg paling memalukan untuk dilakukan. Tapi jaman sekarang? kalau gak selingkuh tuh kayaknya gak gaul banget.

Kesannya kalau selingkuh itu lo laku banget dipasaran. Mirip seperti cewe pake celana yoga terus iseng jalan didalem tempat fitness. Benar-benar tidak berpri-celana-kesempitan banget!

Lagu Ayu Ting-Ting yg berjudul Minyak Wangi diatas mengajarkan kita tentang ciri-ciri tukang selingkuh, salah satunya sudah tidak mesra lagi dan sering pake minyak wangi. Atau lain hal juga doi suka mulai mengungkit lagi masalah-masalah di masa lalu yg harusnya bisa untuk tidak diungkit lagi.

Kalau udah gini, lo ada baiknya nyanyi lagu Inul Daratista - Masa Lalu didepan doi.

.

.

Jujur aja ya gaes. Nulis beginian ntah kenapa Itunes gue ngerepeat terus lagu Minyak Wangi dan Masa Lalu-nya Inul Daratista. Benar-benar lagu yg menginspirasi banget! Mungkin kalau kita masih hidup di jaman penjajahan, lagu ini bisa menjadi lagu penyemangat buat nyerang belanda.

Oke, mungkin sekian pembahasan kita tentang masalah selingkuh pada Jumat malam ini. Untuk para korban diselingkuhin, ini saran gue

Selingkuh tidak semata-mata terjadi karena dia yg salah. Bisa jadi dia selingkuh gara-gara sifat kamu yg kamu sendiri tidak menyadarinya.

Jadi sebelum menjudge orang buruk, alangkah baiknya kalian mencoba melihat diri kalian sendiri dari posisi mereka melihat kalian.

Dengan adanya selingkuh, kita menjadi tau bahwa kita masih belum bisa menjadi yg terbaik buat orang itu. Dan dari situ kita bisa belajar.

Dengan adanya selingkuh, kita menjadi tau bahwa dia bukanlah orang yg terbaik untuk kita. Dan dari situ juga kita bisa belajar.

Dengan selingkuh, mereka sudah membuktikan pada kalian bahwa mereka bukanlah sosok yg pantas untuk diperjuangkan diatas cinta yg kalian agung-agungkan.

Karena jika kalian berdua termasuk sebagai orang yg sama-sama membaikkan. Sebanyak apapun kesempatan yg ia miliki, kamu adalah harga yg tak pernah mampu untuk ia lepaskan.

Setia itu bukan perihal mampu atau tidak mampu. 
Setia itu perihal mau atau tidak mau.

.

Oke, thats all! 
Thanks for reading this kampret artikel, gaes.
See you on next FreeDay~
Baybay..

 

Ekspresi gue waktu denger ada yang curhat udah disakitin pacarnya berkali-kali, diselingkuhi, bahkan sempat main fisik, tapi ketika disuruh untuk putusin aja eh dia nggak mau karena alasan, 

“Udah Terlanjur Sayang.”

Sebagai mantan yang baik, apabila mantanmu sekarang sedang merayakan anniversary dengan pacar barunya, kirimilah dia buku ‘Udah Putusin Aja’ karangan Felix Silaw sebagai tanda kau ikut berbahagia untuknya.
—  Dakwah
Jingga Dalam Dada

Aku mempunyai seorang teman baik, namanya Viera. Dia cantik, dia manis, dia pintar, dan dia mempunyai postur tubuh yang tak mungkin tidak dilirik para pria apabila ia sedang berjalan di sekitar mereka. Dari segala kesempurnaan sahabatku yang satu itu, ada satu kekurangannya yang sangat mengangguku. Lebih tepatnya bukan kekurangan dari dirinya sih, tapi kekurangan dari seseorang yang dipilihnya untuk mendampingi hari-hari romantisnya.

Ya, sangat janggal rasanya melihat seorang Viera mempunyai kekasih seperti Rizki, seorang pria yang tampangnya tidak tampan sama sekali, kendaraannya hanya sepeda motor butut, penampilannya pun tidak sebagus penampilan teman-temannya sendiri. Tentunya bukan aku saja yang merasa bahwa Viera perlu di-rukiyah, namun teman-teman yang lain pun kerap bertanya kepada Viera perihal mengapa Viera mau menjalin hubungan dengan seseorang pria seperti Rizki itu. Padahal jika kalian tahu, tidak butuh lebih dari 15 menit untuk Viera agar bisa mendapatkan pria yang 1000000% lebih segala-galanya dari Rizki.

Aku sering menasehati Viera untuk cepat-cepat putus dari pacarnya itu, namun Viera hanya tersenyum dan mengatakan bahwa Rizki itu cowok baik. Ah bullshit dengan kebaikan. Cewek mana sih yang nggak mau memamerkan pacarnya ke orang-orang? Terus kalau jadi pacarnya Rizki sih apa yang bisa dipamerin coba?! Ada-ada saja Viera itu.

“Udahlah Vi, putusin aja Rizki itu, buat apa juga lo mempertahankan dia?!” Tanyaku kesal.

“Hahaha Nad, aku sudah terlanjur sayang sama dia, Gimana dong..” Jawab Viera sambil cengengesan.

“Ah, apasih yang bisa lo banggain dari dia?! Daripada si Rizki sih mendingan lo pacarin aja si Dimas yang lagi ngedeketin lo itu. Kan kaya bumi dan langit tuh kalau dibandingin sama si Rizki.” Aku masih menasehati sahabat baikku itu dengan nada ketus.

“Hahaha buat kamu aja deh.” Jawab Viera polos.

“Huh!! Dasar keras kepala. Btw besok malam jangan lupa dateng ya, gue nggak mau kalau di ulang tahun Rina nanti, lo nggak dateng!” Ucapku mengingatkan Viera tentang acara ulang tahun salah satu teman kita di kampus.

“Aku ajak Rizki ya?” Pintanya.

“Aduh please deh!! Apasih bagusnya tuh anak sampe lo bawa-bawa ke pesta ulang tahun temen kita?! Kesel gue lama-lama.” Ucapku kesal.

“Hahaha yaudah gini aja, besok aku sama Rizki ke kosan kamu deh. Kita tentuin aja besok jadi atau nggaknya. Kan belum tentu Rizki juga mau kan?” Ucap Viera.

“Yaudah serah lo aja deh.” jawabku bete.

.

                                                               ===

.

Keesokan harinya, Viera datang bersama Rizki dan mengetuk pintu depan kosanku. Seperti yang aku duga, penampilan Rizki sama sekali tidak sebagus penampilan teman-temannya, Rizki datang hanya mengenakan jaket, celana jeans, dan sepatu converse usangnya. Sedangkan Viera tampil dengan anggun, berbeda jauh dengan Rizki.

Walaupun malas, akhirnya aku mengizinkan mereka masuk ke dalam kamar kosanku. Kita berbicara sebentar sebelum pada akhirnya Viera memutuskan untuk pergi dan meninggalkan aku berdua saja dengan Rizki. Sontak mengetahui keadaan seperti ini, aku terkejut, aku langsung mendatangi Viera yang sedang memakai sepatu di depan pintu kosan.

“Vie, gila ya lo! Masa ninggalin gue sama dia sih?! Maksud lo apa?” Tanyaku kesal.

Viera yang mendengar pertanyaan gue ini cuma tersenyum sambil menepuk pundakku pelan, “Aku mau menjawab pertanyaan kamu kemarin.” Jawabnya.

“Hah? Maksud lo apa?” Aku menyeritkan dahi tanda tak mengerti.

“Pokoknya titip Rizki ya, aku balik lagi ke sini nanti malem.” Ucap Viera. “Ki, aku mau minta tolong jagain Nadia ya, aku mau pulang dulu ambil baju.” Tambahnya lagi sembari berbicara ke arah Rizki.

“Iya, hati-hati Vie.” Jawab Rizki lembut.

Aku sama sekali tidak mengerti maksud Viera itu apa sampai meninggalkan aku berdua saja bersama Rizki. Moodku langsung berubah drastis, aku langsung bete sebete-betenya pagi itu. Dari jauh aku melihat Rizki masih sibuk dengan HP-nya sambil duduk di lantai. Daripada aku makin bete, aku memutuskan untuk online saja di laptopku. 

Namun ntah aku lagi sial atau apa, laptopku rusak, rusak karena banyak virusnya. 

“Ah sialan! Laptop nggak tau diuntung!” Aku berkata keras sambil memukul-mukul laptopku.

“Kenapa, Nad?” Tanya Rizki yang mendadak langsung melihatku.

“Gakpapa.” Jawabku bete dan memilih untuk pergi keluar lalu menjemur pakaian ketimbang makin bete melihat wajah Rizki.

Selang 30 menit, aku kembali ke kamarku, dan di sana Rizki sudah menghilang ntah kemana. Ah pasti lagi ngerokok di luar, dasar cowok nggak sehat! Aku makin menuduh yang tidak-tidak. Namun tak lama kemudian mendadak Rizki datang mengetuk pintu, di tangannya ada 2 buah keresek berisi makanan.

“Kamu belum sarapan kan? Aku bawain makanan. Aku tadi sempat lihat ada obat maag di atas meja belajar kamu, makanya aku bawain makan. Jangan sampe kambuh ya.” Ucap Rizki yang kemudian mengambil piring dan menyuguhkan makanan itu ke arahku.

Aku yang melihat hal ini masih diam saja, mau dibaikin kaya gimana juga aku masih nggak suka sama Rizki. Sambil mengambil piring tersebut, aku beranjak kembali membuka laptop. Dan aku cukup terkejut ketika laptopku kini sudah bekerja seperti biasa. Aku heran, padahal sebelumnya laptop ini sering panas dan mati-mati sendiri. Karena terkejut, aku langusng menengok ke arah Rizki. 

“Sudah aku benerin tadi. Banyak virusnya laptop kamu, tapi sekarang sudah bersih kok.” Jawabnya polos sambil melanjutkan main HP lagi. 

Ah iya, aku baru ingat kalau Rizki itu anak Teknik Informatika, tentunya masalah seperti ini bukanlah masalah besar untuknya. Ingin rasanya aku berterima kasih, tapi rasa tidak sukaku kepada Rizki membuat tenggorokanku enggan mengeluarkan kata-kata tersebut.

Dan semenjak kejadian itu, dimulailah banyak kejadian yang mulai membuat pikiranku berubah tentang Rizki. Ketika aku takut pergi ke kamar mandi karena ada cicak, Rizki datang dan membuang cicak itu keluar. Ketika aku sedang asik menonton tivi dan hujan mulai turun, Rizki dengan sigap pergi ke pekarangan dan mengambil jemuran yang baru aku jemur. Ketika aku tanya kenapa dia mengambilkan jemuranku, dengan polosnya Rizki menjawab bahwa dirinya tidak mau menganggu aku yang lagi santai nonton tivi. Tapi ketika ia kembali dengan membawa pakaian jemuranku, aku mendadak bersin-bersin hebat. Aku mempunyai alergi terhadap debu, dan mungkin pakaian yang tengah dibawa Rizki itu menghempaskan banyak debu di dalam kamar. Aku memaki-maki Rizki karena kejadian itu, dan Rizki yang sebenarnya tidak salah apa-apa langsung meminta maaf, ia pergi mengambil handuk basah lalu memberikannya kepadaku.

Banyak sekali kebaikan yang Rizki tunjukkan kepadaku, padahal sepertinya Rizki sadar bahwa aku tak suka kepadanya. Semakin lama, aku semakin merasa nyaman dengan Rizki karena kebaikannya, aku mulai menepis segala pemikiranku sebelumnya tentang Rizki. Dengan adanya Rizki di kosanku, aku merasa seperti berada di rumah, dilayani dengan ramah, dan dimanjakan dengan hebat. Bahkan pacarku saja tidak pernah bisa membuatku nyaman seperti ini.

Akhirnya kini malam telah tiba. Viera kembali mendatangi kosan dan menemuiku dengan gaun yang membuatnya tampak cantik sekali malam itu. Namun sebelum sempat Viera menyapa Rizki, aku langsung menarik tangannya agar pergi menjauh. Setelah cukup jauh dari kamar kosanku, aku berbicara kepada Viera.

“Sekarang gue tau Vi kenapa lo sayang banget sama Rizki. Ternyata dia baik banget banget banget! Walaupun dia berpenampilan sederhana, tapi sifat baiknya bisa mengalahkan keluar-biasaan pria-pria lainnya. Bahkan mungkin sekarang kalau bisa pun gue ingin pacaran sama Rizki aja hahaha. Maafin gue ya Vi, gue salah selama ini. Ternyata Rizki adalah pendamping yang pas untuk mendampingi seorang Viera.” Ucapku.

Viera hanya tersenyum, ia menggenggam tanganku.

“Nad, itu masih belum seberapa, itu hanya sebagian kecil dari keluar-biasaan hati Rizki yang lainnya. Bahkan Nad, aku sendiri merasa bahwa aku itu masih belum pantas untuk mendampingi Rizki yang benar-benar terlihat sempurna banget di mata aku. Rizki itu ibarat senja. Dalam satu hari, mungkin kamu nggak akan bisa melihat senja sebanyak kamu melihat siang, malam, atau pagi hari. Kamu mungkin nggak bisa melihat Rizki setampan dan semodis teman-teman pria kita yang lain, tapi ada satu hal yang membuat Rizki begitu istimewa serupa senja. Kebaikannya. Walaupun senja datangnya hanya sebentar, semua orang yang melihatnya akan terpukau dan termenung karena sangat kagum akan senja. Aku sampai sekarang masih belum melihat ada orang yang tidak suka dengan senja. Dan Rizki itu seperti senja, kita tidak bisa membuat orang-orang yang belum pernah melihat senja untuk merasakan keindahan senja apabila kita menceritakannya, kita tidak bisa. Sama seperti kamu, sebanyak apapun aku menjelaskan tentang Rizki, aku nggak akan bisa mengubah pandangan kamu terhadapnya. 

Oleh sebab itu aku membiarkan kamu untuk melihat senjaku. Melihat keindahanya sendiri, dengan mata kepalamu sendiri. Seindah apapun pagi yang pernah kamu lihat, rasa-rasanya semua akan sirna jika dibandingkan dengan indahnya senja ketika kamu merasakannya sendiri. Nah Nad, itulah Rizki aku. Sang Senja yang selalu indah di mata aku.” Jawab Viera sambil tersenyum manis sekali.

Aku masih termenung mendengar penjelasan Viera. Aku benar-benar baru mengerti sehebat apa Rizki itu. Akhirnya setelah diam cukup lama, aku kembali ke atas, lalu kemudian pergi bertiga menuju pesta ulang tahun.

Esoknya, ketika aku hendak rebahan di lantai karena lelah sehabis kuliah, aku dikejutkan dengan keadaan kolong kasurku yang sudah begitu rapih. Sejak kapan kolong kasurku bisa rapih? siapa yang melakukan ini? Ah ini pasti ulah Rizki! Dengan sigap aku langsung mengirim pesan singkat kepada Rizki untuk menanyakan perihal keadaan kolong kasurku itu.

Dan Rizki dengan singkat menjawab,

“Aku kemarin bersihkan. Kamu kan alergi debu.” 

Melihat pesan singkat itu aku terdiam. 
Aku termenung sebentar, lalu kemudian tersenyum.

“Senja memang selalu indah ya.” gumamku pelan.

.

.

.

Saat Senja di gowithepict
Bandung, 11 April 2015 20.00

Aku merindukanmu layaknya orang yang merindukan senja di Bulan Ramadhan.

novalaksana  asked:

Bang , hari ini aku di putusin pacar ku . Cuman gara" jas ujan . Harus kah aku sedih ??? :(

Gimana-gimana?

Ini kayaknya menarik nih buat jadi ide cerpen. Coba dijabarkan..

Jarang2 ada orang putus gara-gara plastik.