pula!

Tak dapat dipungkiri, semua insan pasti pernah melakukan apa yang dinamakan kesalahan. Tersesat dalam pekatnya ruang masa lalu tanpa arahan dan terombang-ambing oleh ombak kesesatan tanpa tujuan.

Semua memang wajar adanya. Karena pada hakikatnya, tidak ada manusia yang sempurna dan sejatinya kesempurnaan itu hanyalah milik Allah subhanahu wa ta'ala.

Lalu? Mengapa kita masih seringkali memandang rendah dan meremehkan orang lain? Mengapa kita selalu saja menganggap diri lebih baik dan lebih suci daripada orang lain? Bukankah kita sering mendengar pepatah bahwa ‘tak ada manusia yang sempurna’? Bila memang sudah seperti itu, maka sebaiknya periksalah isi hati. Mungkin timbul bercak hitam di sana, mungkin ada sepercik noda di sana,  dan mungkin tumbuh sedikit penyakit di sana.

Perlu diketahui bahwa buruknya masa lalu seseorang bukan berarti ia tak punya kesempatan untuk memohon ampunan. Jahatnya hati seseorang bukan berarti ia tak punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan.

Karena selagi nafas masih ada, selagi jiwa masih menyatu dengan raga, selama itu pula pintu ampunan Allah terbuka.

Maka, segeralah melakukan perbaikan dan janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, bukan? ^_^
.
.
.
“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar [39]:53) -NSa-
.
.
Kontribusi oleh @nisha_icaa

#duniajilbab

Made with Instagram
bintang-bintang sedang tidak kesal,
cemburu, dan menjadi murung
meski ada pula yang terjatuh malih menjadi kunang-kunang
sebab langit sedang dingin-dinginnya
mencipta hujan untuk para penyendiri
untuk para penganyam luka
juga untuk yang sedang tidak di pelukan.

“Anakku, Janganlah Suka Menunda Shalat di akhir waktu”.

Usia Ibunya adalah 50 tahun, kapanpun ia mendengar suara Adzan memanggil, dia akan langsung bangkit seperti anak panah dan cepat-cepat melaksanakan Shalat. Sedangkan dia sebagai anaknya, tidak pernah bisa meniru kebiasaan ibunya.

Apapun yang sedang dia lakukan, Shalatnya selalu dilaksanakan tergesa-gesa di akhir waktu. Terkadang ia merasa malu bila membandingkan shalatnya dengan shalat ibunya. Dia selalu shalat dengan tergesa-gesa di akhir waktu, sedangkan ibunya selalu shalat dengan penuh ketenangan dan kedamaian di awal waktu.

Suatu hari, sepulang dari sekolah, seperti biasanya dia melaksanakan shalat dzuhur di akhir waktu, karena merasa sangat lelah, dia tertidur di atas sajadah seusai shalatnya dan bermimpi.

Dalam mimpinya, ia tiba-tiba terbangun karena mendengar suara bising dan teriak-teriakan. Keringatnya mengucur deras. Lalu ia melihat ke sekelilingnya. Sangat ramai sekali. Banyak orang di setiap arah yang dilihatnya. Ada yang berdiri kaku, ada yang berjalan ke kiri dan ke kanan, ada pula yang berlutut sambil menunggu. Dia merasa sangat takut ketika menyadari di mana sekarang dia berada. Itu adalah Yaumil Hisab (Hari Perhitungan Amal).

Ketika masih hidup, ia sering mendengar banyak hal tentang pertanyaan pada hari penghakiman. dan sekarang dia sedang menunggunya dengan perasaan sangat takut. Interogasi masih berlangsung. Diapun mulai bergerak panik menanyakan apakah namanya sudah disebut? Tapi tidak ada yang bisa menjawabnya. Tiba-tiba namanya dipanggil. Kerumunanpun terbelah menjadi dua dan membentuk sebuah lorong baginya.

Dua orang malaikat meraih tangannya dan membawanya ke depan. Ia berjalan penuh tanda tanya melewati kerumunan. Sesampainya di depan, para malaikat meninggalkannya di sana. Kepalanya menunduk, seluruh peristiwa dalam hidupnya terlintas di depan matanya seperti sebuah film. Dia melihat ayahnya menyampaikan kuliah dari satu tempat ke tempat yang lain, membelanjakan harta di jalan Allah. Dia melihat ibunya membantu orang lain yang kesusahan, dan diapun berkata dalam hatinya, “Aku juga selalu di jalan ini. Aku membantu orang lain. Aku juga menyampaikan firman Allah, selalu melaksanakan shalat, dan aku berpuasa di bulan Ramadhan. Apapun yang Allah perintahkan, aku selalu melaksanakannya dan apapun yang dilarang oleh Allah, aku selalu meninggalkannya”. Dia mulai menangis dan berpikir betapa ia sangat mencintai Allah.

Tapi dia tahu bahwa berapapun banyak amal kebaikan yang dilakukan selama hidup akan selalu kurang untuk menjadi bekal di akhirat. Hanya Allah lah satu-satunya penolong dan pelindungnya. Dia berkeringat seperti sebelumnya dan gemetar seluruh tubuhnya menunggu keputusan akhir.

Keputusan itu akhirnya dibuat. Kedua malaikat dengan selembar kertas di tangan mereka, menghadap kepada orang-orang yang sedang menunggu. Mereka membacakan nama-nama orang yang akan dimasukkan ke dalam Jahannam. Dan namanya disebut di urutan pertama.

Dia merasa kakinya seperti lumpuh. Dia terjatuh berlutut dan berfikir bahwa ini tidak mungkin. Dia berteriak “Bagaimana bisa aku pergi ke Jahannam? aku selalu membantu orang lain selama hidupku, Aku selalu menyampaikan ayat-ayat Allah. Bagaimana mungkin aku harus masuk ke dalam neraka Jahannam?”

Matanya menjadi kabur, tubuhnya gemetar dan berkeringat. Kedua malaikat meraih kakinya dan menyeretnya. Mereka membawanya ke arah api yang menyala-nyala. Dia berteriak sekeras-kerasnya meminta tolong. Dia meneriakkan semua amal kebaikan yang pernah dilakukan, bagaimana ia membantu ayahnya , puasa, shalat, Al-Qur'an yang ia baca, ia menanyakan apakah tidak ada satupun dari amalan-amalan itu yang dapat menolongnya.

Malaikat terus menyeretnya menuju Jahannam. Semakin dekat dan semakin mendekat. Dia menoleh ke arah malaikat itu dan menyampaikan permintaan terakhirnya. “Bukankah Rasulullah SAW bersabda” :
“Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.” Beliau berkata, “Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa.” (HR. Bukhari no. 528 dan Muslim no. 667)“

Diapun kemudian berteriak "Shalat ku!! Shalat ku!!”

Kedua malaikat itu tidak berhenti menyeretnya, mereka pun akhirnya sampai ke tepi jurang Jahannam. Dia kembali melihat ke arah malaikat untuk terakhir kalinya, tapi matanya kering, harapannya telah habis. Salah satu malaikat mendorongnya, dan Dia pun meluncur jatuh ke dalam jurang yang di bawahnya terdapat api yang menyala-nyala.

Dia baru saja jatuh lima atau enam kaki ketika sebuah tangan mencengkeram erat lengannya dan menariknya kembali. Dia mengangkat kepalanya dan melihat seorang pria tua berjanggut putih dan panjang.

Dia membersihkan debu-debu Jahannam dari tubuhnya dan bertanya “Siapa engkau?”

Orang tua itu menjawab , “Aku adalah shalat mu”

“Mengapa kau begitu terlambat! Aku hampir saja tersentuh api neraka ! tapi engkau menyelamatkanku pada menit terakhir sebelum aku jatuh”

Orang tua itu tersenyum dan menggeleng “Kamu juga selalu menempatkanku pada menit-menit terakhir, apakah kamu lupa?”

Pada saat itu, ia terkejut dan terbangun dari tidurnya. Tubuhnya penuh keringat. Sayup-sayup terdengar suara Adzan di luar. Dia segera bangkit mengambil air wudhu dan segera berangkat untuk melaksanakan Shalat berjamaah. Dia merasa jera untuk menunda-nunda shalat.

(Diambil dari cerpen anak yatim)

pagkalulon  sa  ipinag ba - bawal  na  pag - ibig
balisa  at  tulala  sa  isang  sulok  at nanlalamig
bawat pintig  ng  mga  pulso  ay  aking  naririnig
gulong-gulo  ang  isip  wariy’  parang  nayayanig

pulang-pula ang mga mata at  tila’y  namumugto
naghihintay na ang mga  pulis sa  labas ng pinto
napatanaw sa iyong litrato  bago  ako  ma aresto
napapikit  at  nakaposas  iniisip  ka bawat minuto

Ako’y  nakakulong sa rehas ng  pusong kandado
hindi nag- dalawang  isip  tinahak  kahit  delikado
parang nagtake ng pagsusuri bagsak panigurado
Malabo maging tayo kahit ako’y  naging abusado

Hanggang dito  nalang ang  nilalaman  ng teksto
ako’y magpapaalam  na  parang  ligaw na  multo
lilipad na sa  kalangitan  at  tatanawin  ang piloto
mga taong naiwan sa ere parang alagad ni kristo

terbang tinggi, tinggi, tinggi sekali
jangan lupa kembali
*Naon sih Ning. *yang ini abaikan
.
.
“Kalau engkau telah sanggup membedakan mana perangai orang lain yang baik dan mana pula yang jahat, cobalah pergunakan pertimbangan itu untuk dirimu sendiri.
.

Dan janganlah engkau samakan dirimu dengan orang yang lebih banyak cela cacatnya, karena yang demikian itu bukan mengangkat diri ke atas, melainkan hendaknya engkau berusaha menaikkan dirimu ke tempat orang yang lebih tinggi budinya daripada engkau. Dengan demikian gengsimu akan naik dan kebiasaanmu membanggakan diri selama ini akan hilang dan sembuhlah engkau daripada penyakit yang telah berlarut-larut, yang menyebabkan engkau selama ini suka memandang enteng orang lain.”
-Prof. Dr. Hamka, Lembaga Budi halaman 33.
.
Hidup boleh dan harus liat k atas kalau masalah akhlak, biar terus memperbaiki diri. -ningningg
.
Ke atas, tinggi, tinggi sekali. Yang paling tinggi akhlaknya ialah baginda Rasulullah.

#catatanbelajar #terusbelajar #ntms #hamka #akhlak #budi

Made with Instagram

Akan ada waktunya dimana kita kangen masa kecil kita
.
🌸
Dimanja orang tua
.
🌸
Tidak pernah ada beban pikiran
.
🌸
Pengen apa saja tinggal minta orang tua
.
🌸
Tanpa berpikir orang tua kita susah payah mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan hidup
.
🌸
Tanpa berpikir juga bahwa bukan hanya apa yang kita inginkan saja yang harus dipenuhi dengan nafkahnya
.
🌸
Terkadang ada pula seorang anak yang jika tidak dituruti kemauannya ,mereka kabur dari rumah, marah-marah kepada orang tuanya, bahkan memaki orang tuanya
.
🌸
Tanpa kau pikir bahwa saat orang tua tidak bisa memenuhi apa yang anaknya pinta, mereka merasa teriris hatinya,mereka merasa sangat menyesal tidak bisa membahagiakan anaknya .
🌸
Saat kau dewasa kelak, kau menjadi orang tua juga, maka kau akan merasakan apa yang dirasakan orang tuamu dulu…
.
🌸
Mulailah menjadi anak yang selalu membuat bahagia orang tua, bukan hanya bisa menuntut .
🌸
Karena setiap hari orang tuamu semakin menua
.
🌸
Sewaktu-waktu ajal bisa menjemput kita ataupun mereka
.
🌸
Karena ajal tidak akan menunggu mereka merasa bahagia karena kita
.
🌸
karena ajal tidak akan menunggu kita sampai sukses
.
🌸📝@debbiepisga📚🌸

#duniajilbab
#ProudtobeMuslimah
#ProudtoWearHijab
#BeSmartMuslimah

Made with Instagram