pikul

BAGUS BANGET BUAT DIRENUNGKAN:

Cara Allah menyayangimu bukan dengan meringankan masalahmu, tapi dengan menguatkan jiwamu sehingga sehebat apapun masalahmu kau tetap bertahan dan tak menyerah.

Cara Allah menyayangimu bukan dengan mengurangi beban yang kau pikul, tapi dengan mengokohkan pundakmu, sehingga kau mampu memikul amanah yang diberikan kepadamu,

Cara Allah menyayangimu mungkin tak dengan memudahkan jalanmu menuju sukses, tapi dengan kesulitan yang kelak baru kau sadari bahwa kesulitan itu yang akan membuatmu semakin berkesan dan istimewa.

Hidup itu ………

Butuh masalah supaya kita punya kekuatan

Butuh pengorbanan supaya kita tahu cara bekerja keras.

Butuh air mata supaya kita tahu merendahkan hati

Butuh dicela supaya kita tahu bagaimana cara menghargai.

Butuh tertawa supaya kita tahu mengucap syukur,

Butuh senyum supaya tahu kita punya cinta

Butuh orang lain supaya tahu kita tidak sendiri

Beberapa luka tidak diciptakan untuk sembuh, tidak pula untuk menetap

Jika ia berakhir dengan ke IKHLASAN, ia akan lahir menjadi cahaya yang itu adalah hadiah terindah dari Allah.

Berbahagialah pada taqdir dengan penerimaan yang tulus, Sungguh mengajari hati BERBAIK SANGKA itu Indah.

Semoga kita semua diberikan keselamatan, kesehatan, kekuataan, kesabaran dan rezeki yang melimpah,

Aamiin.

Awali dengan doa dan hati yg ikhlas

#selfreminder

Malam ini,
Ada rindu yang aku simpan dalam-dalam.
Mungkin lebih mudah begitu.
Biar aku saja yang tahu.
Biar aku pikul di kedua bahu.

Biar.
Aku relakan.
Aku sudah lelah berlari.
Sudah jemu mengejar.
Biarkan aku berhenti.
Biarkan aku merawat hati.
Yang tertikam duri.

—  Entah.
Jujur aku masih rindu.
Dan aku masih gagal.
Serasa mahu mengalah.
Dan terus menyerah.
Kepercayaan dan kesetiaan

Kepercayaan seharusnya sejalan dengan kesetiaan.

Kamu tak harus menjauhi seluruh temanmu, mungkin kamu hanya perlu menjaga batasan sesuai “teman”, karena dia percaya bahwa kamu telah menjaga kepercayaannya.

Kamu tak harus mengabari setiap waktu, karena dia percaya saat tak sibukmu, kamu akan hadir untuk memberi kabar padanya.

Kamu tak harus menyerahkan telepon genggam untuk diperiksanya ketika bertemu, karena dia percaya bahwa kamu tahu bagaimana untuk tak menyakiti kepercayaan itu.

Kamu tak harus menjumpai dia setiap waktu, karena dia tahu bahwa waktumu tak hanya untuknya, dan jika kamu punya waktu maka dia akan menunggumu untuk bertemu.

Kamu tak harus menceritakan segalanya jika kamu tak mau, karena dia percaya bahwa semua kata katamu akan kamu utarakan dengan kejujuran.

Kamu boleh menemui siapapun, karena dia percaya bahwa bersamanya kamu tak harus mengorbankan pergaulanmu.

Dia akan dengan keyakinannya percaya padamu bahwa kesetiaan, kejujuran, kebebasan, serta tanggung jawab adalah paket lengkap yang akan membawa hubungan kalian menjadi manis.

Setia tak mengekang, jujur tak membunuh, kebebasan tak mengurung, tanggung jawab tak kamu pikul sendiri, karena dia akan senang hati menemanimu menjalani itu.

Setia bukan hanya berarti tak bermain hati, setia berarti menjaga kepercayaan agar tak terkotori oleh keinginan berkhianat.

“Jika dia telah percaya padamu, dan kamu lupa menjaga kepercayaan itu, kamu mungkin tak akan kehilangan dia seutuhnya, kamu akan kehilangan hatinya, senyumnya, pelukannya, candanya dan segala yang diusahakannya”

DI BAWAH LAGI

Aku membayangkan. Aku dan kamu terjebak dalam satu ruangan. Kita terdiam. Suara kita masih berada sedikit di bawah kerongkongan. Namun kata-kata entah berada di mana.

“Kalau hati?”. Tiba-tiba suara itu datang entah dari mana.

Masih di bawah lagi. Hati masih di bawah dengkul. Di bawah otak-otak kita yang sedang bodoh-bodohnya karena cinta. Maka hubungan itu tak pernah kita pikul. Tak pernah jadi betul.

Jika Handphonemu Diminta Pertanggungjawabannya

Kita tidak akan pernah tahu, apa yang terjadi kelak di alam kubur. Apa peristiwa yang terjadi nanti di akhirat. Itu biar menjadi rahasia Illahi.

Tapi satu hal yang pasti, kita semua akan di hisab. Akan mempertanggungjawabkan semua perbuatan di dunia. Tentang umur, harta, tenaga dan segalanya. Bicara mengenai harta. Itu handphonemu merupakan harta gak sih? Pernah kepikiran gak, mungkin ( ini mungkin loh, sekali lagi cuman logika saya saja) handphone kita bakal ditanyai dari mana dapatnya dan digunain buat apa saja?

Oke, ini mungkin gila. Tapi izinkan saya membawa anda yang membaca postingan ini ( macam ada saja -_- ) untuk mengikuti jalan logika saya yang sedikit “aneh”. Semisalnya handphone kita dimintai pertanggungjawaban sama Allah, buat apa digunain. Masa iya kita cuman jawab,
“ngg, cuman buat buka medsos Tuhan, bikin status fb, upload foto selfie di ig, ngechat di line”,
“buat stalking medsos mantan”,
“buat bikin postingan galau”,
“Buat streaming youtube dan denger musik serta download mp3”
Apalagi.. Pokoknya dan lainnya lah.

Nah, nanti kalo semisalnya Allah balas nanya,
“itu handphone gak pernah digunain buat mencari ilmu-ilmu dunia yang bermanfaat? buat cari hadist atau ilmu agama yang seperti sholat yang baik itu gimana, wudhuk itu yang bener gimana?”,
“Gak pernah buat suatu reminder kebaikan, atau media dakwah buat orang lain baik itu di medsos ataupun di postingan?”,
“Gak pernah streaming tausiah agama dan pidato yang mendorong motivasi hidupmu nambah?”,
“Atau untuk denger Ayat Qur'an di hape, atau baca Qur'an di hape?”
“Pernah gunakan handphone ini buat hal yang bermanfaat? Sekali aja?”
Dan yang lain-lain.

Trus kita jawab apa coba? Masa iya kita ngejawab macam ini,
“Ada sih Ya Rabb, pernah kok Ya Allah. Cuman ya gak seberapa.”

Nah kan rugi, itu baru satu jenis harta yang kita miliki. Belum lagi harta yang semacam uang, mobil, rumah, jabatan dan sebagainya. Semakin memiliki seorang hamba, semakin berat pula pertanggungjawaban yang ia pikul.

Jadi intinya, setelah saya membawa anda menyelami pikiran saya, semoga kita benar-benar bisa memanfaatkan segala sesuatu yang kita punya dengan maksimal dalam cara yang baik dan diridhoi oleh Allah.
Karena pada hakikatnya, apa yang ada di langit dan di bumi adalah milik-Nya. Kita cuman dipinjami saja. Kalau sudah dipinjami selain dijaga dengan baik, juga gunakan dengan cara yang bermanfaat. Biar Allah senang.

============

Ps.
Abaikan jika terdapat banyak kesalahan tanda baca pada postingan ini, tangkap yang tersirat bukan yang tersurat yah.
:))
#ngeles

Tidak perlu kau beritahu ke semua orang tentang masalah yang sedang kau pikul, cukup tuangkan dalam sujud.
Namun, ketika kau mendapatkan sedikit kebahagiaan jangan lupa bagikan kepada orang sekitar agar mereka pun tak hanya sekedar turut serta, tapi juga mendapatkannya. Itulah bahagia yang sebenarnya.
—  Pesan seorang ibu, untuk anaknya yang terlihat murung. Tanpa perlu diberitahu ia mampu melihatnya dan tanpa memaksa untuk bercerita.