performaing

Refleksi H-93 Ramadhan: Diskusi Peradaban

Follow-up paling konkret dari sebuah diskusi peradaban adalah memperbaiki diri sendiri, dan berusaha untuk berakselerasi. Mulai hari ini.

Mari cek dan jujur kepada diri sendiri:

Tentang kehadiran kita saat shalat subuh berjamaah.

Tentang kuantitas dan kualitas interaksi dengan Qur'an sehari-hari.

Tentang kualitas hubungan dengan Ibu-Bapak di rumah, rekan kerja di kantor, rekan kuliah di kampus, rekan seorganisasi, tetangga kanan-kiri. Adakah hal-hal yang mengganjal di hati mereka karena sikap dan perbuatan kita selama ini? Adakah kehadiran kita saat mereka memerlukan bantuan?

Tentang performa pekerjaan atau studi kita. Adakah kehadiran kita yang masih sering ngaret dalam janji-janji? Adakah tugas-tugas yang belum dituntaskan dengan baik? Adakah amanah yang masih diemban setengah hati? Adakah prestasi yang sudah dibuat dalam rangka memperkenalkan nilai-nilai kebaikan dari agama ini?

Tentang pemanfaatan waktu luang; adakah hal-hal yang tidak mendatangkan manfaat (menurut ukuran Allah) yang masih rajin kita kerjakan?

Dan tentang hal-hal kecil lainnya.

Setelah itu selesai, mari lanjutkan perbincangan tentang kontribusi dalam skala yang lebih besar.

Karena pada umumnya, kemenangan besar di luar, berawal dari kemenangan-kemenangan kecil yang konsisten di dalam diri.

Kereta Duri-Depok, 23 Feb 17, 7.42am

“A force of techno-nature” - THUMP​ reviews Juliana Huxtable’s recent sold-out performances, co-commissioned by MoMA and Performa​.

[Juliana Huxtable. There Are Certain Facts that Cannot Be Disputed at The Museum of Modern Art, November 2015. Pictured: Juliana Huxtable. Photograph © 2015 The Museum of Modern Art, New York. Photo by Julieta Cervantes]