penglihatan

Keajaiban itu ada di indera penglihatan yang kita punya

Hadirnya manusia didunia, menurutku adalah satu-satunya hal terdahsyat dan keajaiban yang amat sangat luar biasa  yang ada di dunia. Lantas dengan ditambahkannya indera pada tubuh manusia tersebut, maka bertambah sempurnalah keajaiban itu.

Salah satu keajaiban yang aku punya dan patut aku syukuri dengan sangat adalah karna Tuhan mengijinkan aku untuk memiliki indera penglihatan ini. Dengan kebaikan hati-Nya, Dia mengijikanku untuk melihat dunia, melihat bagaimana bentuk dari dunia yang telah diciptakan olehnya. Melihat, menurutku adalah sebuah hadiah terindah.

Namun melihat tidak akan terasa tanpa ada ‘rasa’ didalamnya. Jika kau hanya sekedar melihat, maka keindahan seperti apapun akan terlewat begitu saja. Dan ‘rasa’ bagi tiap orang akan berbeda-beda. Bergantung pada subjektifitas masing-masing. Mangkanya, dunia ini indah karna ‘rasa’ yang diberikan oleh tiap orang juga berbeda. Jika kamu melihat sesuatu sama seperti orang lain melihatnya, maka kau telah kehilangan ‘rasa’mu, dan akhirnya kau akan mulai terdoktrin oleh isu-isu masyarakat yang ada. Kau akan diajak untuk menurut dan memenuhi apa yang orang-orang itu inginkan. Mengerikan.

Melihat bukan berarti hanya sekedar kau memandang. Melihat berarti kau memahami apa yang ada dihadapanmu, kemudian kau merasakannya didalam hati. Hal itu lah yang akhirnya membuat mata dan hati menjadi singkron. Menjadi satu. Jika kau mulai terkontaminasikan oleh apa yang di katakan orang padamu, maka tutuplah kedua telingamu. Biarkan indera penglihatanmu yang melihat sendiri dan mengartikannya. Bukan dari orang lain.

Indera penglihatan adalah keajaiban yang diberikan oleh Tuhan kepadamu. Maka jagalah hal tersebut sampai kau mati. Jangan biarkan orang lain melukainya.

ARA

20-01-2015

nearsightedness

Miopia adalah suatu kelainan refraksi dimana sinar sejajar yang masuk ke mata jatuh di depan retina pada mata yang istirahat (tanpa akomodasi). Gambaran kelainan pemfokusan cahaya di retina pada miopia, dimana cahaya sejajar difokuskan didepan retina.

Miopia dibagi berdasarkan beberapa karakteristik sebagai berikut :

1. Menurut jenis kelainannya, Vaughan membagi miopia menjadi :

o Miopia aksial, dimana diameter antero-posterior dari bola mata lebih panjang dari normal. o Miopia kurvatura, yaitu adanya peningkatan curvatura kornea atau lensa. o Miopia indeks, terjadi peningkatan indeks bias pada cairan mata. 2. Menurut perjalanan penyakitnya, miopia di bagi atas (Ilyas, 2005) : o Miopia stasioner yaitu miopia yang menetap setelah dewasa. o Miopia progresif, yaitu miopia yang bertambah terus pada usia dewasa akibat bertambah panjangnya bola mata. o Miopia maligna, yaitu keadaan yang lebih berat dari miopia progresif, yang dapat mengakibatkan ablasi retina dan kebutaan. Miopia yang sering dijumpai adalah miopia aksial. Miopia aksial adalah bayangan jatuh di depan retina dapat terjadi jika bola mata terlalu panjang. Penyebab dari miopia aksial adalah perkembangan yang menyimpang dari normal yang di dapat secara kongenital pada waktu awal kelahiran, yang dinamakan tipe herediter. Bila karena peningkatan kurvatura kornea atau lensa, kelainan ini disebut miopia kurvatura .

Jadi mataku mengalami kelainan refraksi ya .. Hmm,baru mudeng. Dan penjelasan tentang miopia lebih kompleks daripada yang kuduga .-. But, alhamdulillah masih bisa merasakan nikmat penglihatan dari Allah :)

Gelora

Mata yang memandang
Terlihat tenang pada luaran
Terlihat terukirnya senyuman
Terlihat gerak kemas di depan

Namun mata yang memandang
Tidak dapat menembusi jiwa
Tidak dapat menebak gelora
Tidak dapat meneka duka

Mata itu pintu pada hati
Tapi jika dilihat tanpa diteliti
Tak mungkin tahu yang tersembunyi.

youtube

Short Film - Penglihatan

Gara - gara di ingetin soal tumblr sama some one, akhirnya bisa ngpos lagi, ini Short film “Penglihatan” sebenarnya durasinya kependekan menurut gw, tapi waktu itu project ini dibuat untuk ngikutin challenge salah satu produk rokok, tapi karena waktu yang mendesak jadi ya tidak diikut sertakan. cek penampakannya —”

Jangan takut menghadapi cinta. Allah yang menjadikan matahari dan memberinya cahaya. Allah yang menjadikan bunga dan memberinya wangi. Allah yang menjadikan mata dan memberinya penglihatan. Maka Allah lah yang akan menjadikan hati dan memberinya cinta.
—  Buya Hamka

Kita menganggap orang bisu tu istimewa sebab diaorang bebas dari mengumpat orang.

Kita yang mampu berkata-kata ni kadang-kadang mengumpat orang lain tanpa sedar.

Kita menganggap orang cacat penglihatan itu istimewa sebab diaorang dah dilindungi Allah dari melihat kemaksiatan dan nikmat dunia yang kadang-kadang melalaikan kita.

Kita yang mampu melihat ini kadang-kadang menyalahgunakan nikmat melihat. Kita banyak melihat perkara tak elok berlaku sekeliling kita, tapi kita hanya menggeleng kepala tanpa melakukan sesuatu.

Kita menganggap insan yang cacat pendengaran itu juga istimewa, kerana diaorang telah dilindungi dari mendengar hasutan dan kata-kata yang tidak elok.

Kita yang mampu mendengar seringkali terpengaruh dengan hasutan-hasutan yang tidak baik. Seringkali salah guna nikmat yang telah diberikan.

 Inspirations in life's photo.

Thought via Path

KATEGORI : KILAUAN HATI

♥ TAK BISA KULUPAKAN ♥

Ikhwah fiillah

Nasehat ini diperuntukan untuk diri kita yang selalu merasa lebih baik dari pada yang lain…

Diri kita yang selalu sibuk menilai dosa-dosa temen kita, baik temen kita yang ada di majlis ilmu …atau teman seperjuangan dalam da’wah„ atau kaum muslimin secara umum…atau…dan atau yang lainya

padahal yang di kehendaki Allah kebaikan adalah seorang hamba yang dosanya tak bisa dilupakannya sebagaimana nasehat berharga yang disampaikan Ulama Rabbani Al-Imam Ibnu Qayyim dalam kitabnya ” Thariq Al Hijratain” yang mesti kita catet dengan tinta emas

Mari kita simak penuturan Ibnu Qayyim sebagai berikut:

"Sesungguhnya apabila Allah menghendaki kepada seorang hamba kebaikan;

♥ Allah mencabut dari hatinya penglihatan terhadap amalan-amalan baiknya
💞 Allah mencabut dari lisanya untuk menceritakan amalan-amalan baiknya
🌺 Allah menyibukannya untuk melihat dosanya,

Maka ia selalu melihat dosanya ada dikelopak matanya sehingga ia masuk surga

Maka sesungguhnya diantara amalan yang diterima Allah tatkala Allah angkat penglihatannya (terhadap amalan baik) dari hatinya dan penyebutannya dari lisannya.

Ikhwah fillah
Pelajaran yang bisa di ambil:

💎 Waspadailah dari kebanggaan hati dan kesombongan yang membawa kita kepada api neraka..

💎 Selayaknya kita melupakan segala amalan baik kita supaya hati kita tidak bangga dengan amalan baik yang kita perbuat.

💎 Tanda kesombongan seseorang terhadap amalan baiknya adalah selalu menyebut-nyebut kebaikan kita dengan lisannya

💎 Tumbuhkan rasa penyesalan di dalam lubuk hati kita yang mendalam terhadap segala kesalahan kita..

💎 Janganlah engkau lupakan dosa-dosa kita…

💎 bersegeralah kita menghapusnya dengan kebaikan-kebaikan…

Kemudian Ibnu Qayyim berpesan lagi:

Sebagian Ulama Salaf berkata: Sesungguhnya seorang hamba betul-betul melakukan kesalahan lalu ia masuk surga dan ia melakukan kebaikan lalu ia masuk neraka,

Mereka bertanya: bagaimana?

Ia menjawab: Ia melakukan kesalahan maka yang selalu ada dikelopak matanya (adalah dosa),
Dan apabila ia mengingatnya:

🔹 ia menyesalinya
🔹 ia menganggap (perbuatan baiknya itu) remeh (dibandingkan kesalahannya)
🔹 ia tunduk kepada Allah,
🔹 ia bersegera untuk menghapusnya,
🔹ia terpecah pecah hatinya
🔹ia menghinakan dirinya kepada Allah
🔹dan hilang kebanggaan hati dan kesombongannya darinya

Sedangkan seorang hamba yang ia melakukan kebaikan, maka yang selalu ada dikelopak matanya;

📌 ia melihat kepada kebaikannya,
📌 ia mengungkit-ngungkit kebaikannya
📌 ia melampaui batas dengan sebab kebaikannya
📌 ia menyombongkan diri dengan kebaikannya itu

Sehingga ia masuk neraka.

Nasaalullah assalamah.


—————
Sumber: “Thariq Hijratain wa bab assa’aadatain”
Makkah, 05/05/1436 H.
By Nuruddin Abu Faynan – Read on Path.

Jaga telinga, jaga mulut, jaga mata.

Kolaborasi Oleh: @qumairi_rie bersama @duniajilbab

Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggung jawabannya” (QS. Al-Isra: 36)

Yuk ukhti, kita jaga lisan, jaga pandangan, jaga pendengaran, jaga pikiran dan jaga hati dari hal-hal yang tidak disukai Allah. #keepistiqamah #istiqamah #istiqomah #duniajilbab 😇😊🙏 (at keep istiqamah! 😇)

Aplikasi Terapi Mata

Pasti pada penasaran kan gambar apa sih diatas ini ?

Gambar di atas merupakan aplikasi UltimEyes. Aplikasi UltimEyes ini dibuat oleh ahli neurosains University of California.

Dimana aplikasi ini memungkinkan alat bantu mata seperti kacamata, softlens maupun operasi lasik tidak dibutuhkan lagi. Aplikasi UltimEyes ini berfungsi untuk meningkatkan penglihatan mata.

Cara penggunaan aplikasi ini layaknya seperti bermain game. Pengguna diminta untuk menyelesaikan serangkaian tes dengan cara meng klik target yang sulit untuk dilihat. Aplikasi ini didesain untuk menyambungkan dan membantu otak dalam memproses informasi yang di dapat dari saraf mata, teknik ini disebut neuroplasticity.

Menurut pengguna (yang memiliki ganggunan penglihat) aplikasi UltimEyes setiap hari, mereka menjadi lebih mudah melakukan aktivitas sehari-harinya seperti membaca, menyetir, dan menonton televisi.

Jika kalian memiliki gangguan penglihatan, tidak ada salahnya kalian mencoba aplikasi UltimEyes ini. Namun, saat ini aplikasi UltimEyes hanya tersedia di App Store iPhone dan harga nya pun cukup mahal sekitar 6 juta an.

Hmmm :)

Bersyukur, maka kau akan merasa lebih baik. Terseyum, maka sakit itu akan terkikis. Bersyukur dan yang kau rasakan hanya limpahan nikmatNya, sakitmu tidak ada apa-apanya. Bersyukur, bersyukur, bersyukur…

Pagi ini, ketika aku bangun, mataku perih sekali, panas, bukan mengantuk. Setelah selesai mandi dan telah siap untuk berangkat kuliah, aku duduk terpaku, seperti biasa aku berpikir. Pukul enam lewat, aku putuskan untuk menghubungi seorang teman, untuk menitipkan izin.

Aku keluar kosan, menanti angkot kuning dengan kode O. Tiktok campur dagdigdug. Ada rasa takut, langkahku gontai, gelisah selama perjalanan menuju Rumah Sakit Mata Undaan, Surabaya. Registrasi, dapet nomer antrian, dan nunggu panggilan. Aku melihat sekelilingku, mereka dengan berbagai keluhan yang berkaitan dengan penglihatan. Ada ibu-ibu, bapak-bapak, tacik, remaja tanggung, abg, hingga anak-anak. Ada yang matanya kelihatan normal tanpa kacamata, ada yang mengenakan kacamata sama sepertiku, ada yang mengenakan kacamata hitam, bahkan ada yang matanya ditutup perban.

Sembari menanti diperiksa, kuamati pasien-pasien sebelumku yang sedang diperiksa. Ku amati bagaimana mereka ketika diperiksa, dalam hati aku bertanya bagimana denganku nanti ya, apakah pemeriksaannya sama seperti mereka? Semua ini terjawab ketika giliranku menghadap dokter spesialis mata.

dr. H. Soemartono S. SpM ialah dokter yang menanganiku, beliau sungguh sangat ramah dan asyik sekali buat diajak sharing, beliau begitu excited ketika mendengarkan keluh kesahku terkait mata, ekspresi beliau ketika mendengarkanku, persis seperti almarhum kakek.

Dokter mulanya tercengang ketika melihat hasil rekam jejak pemeriksaanku sebelumnya, minusku memang masuk kategori derajat tinggi, namun sebagai dokter yang sangat berpengalaman, beliau sudah sering menjumpai pasien dengan minus derajat tinggi sepertiku bahkan lebih tinggi. Silinder, nah silinderku yang tinggi ini yang membuat beliau agak terkejut, sehingga beliau secara langsung memeriksa mataku dengan sebuah benda mungkin bisa disebut mikroskop khusus mata. Benda tersebut diletakkan dekat sekali dengan mataku, dan beliau mengatmatinya tepat sekali dihadapanku, dilihatnya dengan seksama. Lalu beliau duduk, menghela napas. 

Dokter, saya kenapa? tanyaku seketika. Beliau menjelaskan bahwa aku memang memiliki keterbatasan penglihatan yang disebabkan oleh lemahnya syaraf-syaraf dalam mata. Jadi, walau dengan bantuan kacamata yang sesuai dengan derajat minus maupun silinderku, tetap saja penglihatanku tidak akan bisa maksimal. Operasi lasik pun tidak cukup membantu.

Sedih? iya. Aku ngga bisa menyembunyikan mata yang berkaca-kaca itu, apalagi perubahan intonasi suaraku. Lalu, saya mesti gimana dok?

Ini takdir dari gusti Allah, keterbatasan. Saya sebagai pelaku medis bisa menyarankan ini dan itu, tapi kuncinya semua ada di kamu. Ikhlas. Percaya nikmat Allah itu banyak sekali, dan sekali lagi percaya bahwasanya keterbatasan penglihatanmu itu juga anugerah, nikmat dari yang kuasa. Pasti ada sesuatu dibalik semua ini. Semua orang punya keterbatasan, termasuk saya. Kamu lihat saya sehat bisa tertawa, tapi sejak 25 tahun yang lalu hingga detik ini saya sedang berjuang melawan penyakit dalam saya. Saya ngga mikirin itu, karena saya juga ngga pernah mikirin nikmat-nikmat apa yang telah Allah limpahkan pada saya. Terima dan ikhlas, pasti Allah udah nyiapin sesuatu dibalik semua ini.

Mataku yang masih berkaca-kaca, membuatku bungkam seribu bahasa. Kemudian beliau melanjutkan…

Tenang, hal ini tidak akan mempengaruhi daya ingat apalagi kecerdasan. Walau kamu akan lambat dalam memproses informasi, tapi sekali lagi kalau kamu ikhlas, keterbatasan itu tidak akan menghalangimu. Nak, ngga usah dipikirin ya, try to livin up your life with that. Kalau ada keluhan apa-apa lagi, bisa langsung hubungi saya, ngga perlu antri lagi heheheh.

Beruntung saya bertemu dengan dokter seperti beliau, yang humoris dan asyik sehingga suasana tegang pun selalu bisa cair.

Barangkali aku memang kurang bersyukur, pasca pemeriksaan, aku tak langsung pulang, aku memilih untuk mengelilingi rumah sakit mata ini, melihat-lihat lalu lalang orang, yang punya keluhan mata maupun sanak saudara kerabat yang mengantar. Aku mendengar nuraniku berbisik lembut…

Bersyukur, maka kau akan merasa lebih baik. Terseyum, maka sakit itu akan terkikis. Bersyukur dan yang kau rasakan hanya limpahan nikmatNya, sakitmu tidak ada apa-apanya. Bersyukur, bersyukur, bersyukur…

Jujur, kalau ingat pemeriksaan lebih lanjut hari ini, ketika nulis ini aku pun masih berkaca-kaca, siap pecah terurai jadi buliran-buliran air mata. Pasrah dan ikhlas… Tapi tetap perjuangan itu tidak boleh dan jangan sampai berakhir.

Dengar dan ingat-ingatlah akan nasehat indah Buya Hamka berikut ini, . . “Sembahlah Allah dengan khusuk, ingat dia ketika senang, dan di waktu kita sengsara. Dialah yang akan membimbing tanganmu, Dialah yang akan menunjukkan haluan hidup kepadamu, Dialah yang akan menerangi jalan yang gelap. Jangan takut menghadapi cinta, Allah yang menjadikan matahari dan memberinya cahaya. Allah yang menjadikan bunga dan memberinya wangi. Allah yang menjadikan mata dan memberinya penglihatan. Maka Allah pulalah yang menjadikan hati dan memberinya cinta. Jika hati kau di beri-Nya nikmat pula dengan cinta sebagaimana hatiku, marilah kita pelihara nikmat itu sebaik-baiknya, kita jaga dan kita pupuk, kita pelihara supaya tidak di cabut Tuhan kembali….”.

Ada kalanya, lebih baik kita lepaskan kacamata kita masing-masing. Biarkan penglihatan kita buram bahkan mungkin tak terlihat. Hingga pada akhirnya kita terpaksa memilih untuk mendengar apa yang diucapkan, daripada melihat siapa yang mengucapkan.
14 Juni

Pertandingan pertama, skuadron dukungan ku menang.
Hanya satu kali ku menyayat tubuh orang disebelah ku.
Dan ku dapatkan pisau saku khas dari orang itu.
Bentuknya kecil, sepanjang tusuk gigi.
Terbuat dari perunggu berkarat.
Pisau ini sepasang.
Digunakan untuk menyerang bola mata lawan.
Untung saja skuadron dukungan ku tidak kalah.
Mungkin aku akan kehilangan salah satu penglihatan ku jika mereka kalah.

Peraturan SAS war tahun ini.
1. Setiap skuadron terdiri dari 20 orang dengan satu Jendral.
2. Lokasi simulasi perang terdapat dihutan Zonama. Hutan tropis terbesar se-dunia. Anggota skuadron dilarang menyerang skuadron lawan diluar zona perang.
3. Setiap pertarungan SAS war berlangsung selama 1,5 jam.
4. Dalam satu pertarungan, setiap skuadron memiliki zona aman sebesar 4X2 meter.
5. Tugas skuadron adalah melindungizona aman mereka dan menyerang zona aman lawan.
6. Setiap skuadron yang masuk ke hutan hanya setengah dari seluruh anggota skuadron yang ada. Ditambah satu pemimpin skuadron.
7. Jendral skuadron hanya memberikan instruksi 3 kali dalam setiap pertarungan SAS war.
8. Skuadron yang menang adalah skuadron yang banyak menancapkan bendera skuadron mereka di zona aman skuadron lawan.
9. Boleh melukai tapi tidak boleh membunuh.
10. Jika terlanjur membunuh maka luka yang didapatkan lawan akan berpindah kepada orang yang membunuhnya.
11. Dalam event ini hanya tiga nyawa yang dapat digunakan oleh setiap anggota skuadron. Selebihnya mereka dilempar kelubang penyesalan.
12. Jika pertarungan seri. Maka diselesaikan dengan cara melempar pedang ke zona aman lawan. Pedang yang dilempar harus dapat berdiri tegak menancap ke tanah.
13. Skuadron yang menang akan mendapatkan item suci dari Sangmaha sekaligus kenaikan level dalam setiap pertarungan yang dimenangkan.

Fase Kehidupan

Akan selalu ada fase dalam kehidupan. Kemarin kamu lahir, esok kamu mampu berjalan, berbicara, lalu kamu akan mulai sekolah, naik tingkatan terus menerus, tumbuh remaja, melanjutkan pendidikan di perkuliahan, menjadi dewasa hingga menguasai suatu bidang, lalu bekerja, menikah dan menjadi istri, ibu, nenek, buyut, hingga kamu mulai kembali lagi mulai sakit-sakitan, mulai sulit untuk berjalan, penglihatan mulai semakin kabur, sampai kamu akan mungkin hanya mampu tergeletak di kasur dan kembali seperti bayi yang tidak mampu berbuat apa-apa, sambil menunggu panggilan Sang Ilahi. Itulah fase, fase kehidupan.
Manusia benar terbuat dari tanah dan akan kembali ke tanah. Manusia, hanya menumpang untuk menciptakan suatu kisah di bumi ini. Seperti novel, ada kalanya bahagia namun terkadang, tidak juga jarang sedih menyapa. Itulah fase, fase kehidupan.
Segala apa yang ditetapkanNya, adalah kuasaNya. Manusia merencanakan namun tetap Tuhan pula yang menentukan. Aku selalu percaya bahwa Tuhan tidak akan serta merta menetapkan segala keputusanNya begitu saja. Ia pasti akan melihat segala proses, perjuangan, dan doa dari setiap makhlukNya. Tidak akan pernah ada yang sia-sia. Di dalam segalanya pasti tersirat hikmah yang mungkin terkadang tidak kita sadari. Maka, sekalipun kamu harus menjalankannya dengan menangis, tertawa, merangkak, berlari, atau terseok-seok maka disitulah prosesnya. Itulah fase, fase kehidupan.
Tuhan tahu apa yang kita butuhkan, bukan inginkan. Suatu ketika aku pernah tahu bahwa doa itu ada tiga kemungkinan: Dikabulkan, Ditunda untuk diberikan pada waktu yang tepat, atau Diganti dengan yang lebih baik sesuai dengan kebutuhan kita. Maka apapun yang kita dapatkan, jalanilah dengan terus berjuan untuk menjadi lebih baik, lebih baik, lebih baik. Itulah fase, fase kehidupan.

Saat ini, hari ini, akan ada sebuah keputusan untuk fase kehidupanku di tahun ini. Sebuah jawaban yang akan menentukan bagaimana aku ke depannya. Maka izinkanlah aku untuk mengucapkan, “Permudahlah Ya Allah, jangan Engkau persulit”. Sesungguhnya tidak ada yang tidak mungkin di dalam kuasamu. Jadikanlah segala keputusan hari ini menjadi jalan terbaik agar aku tetap berada di jalanMu dan semakin dekat denganMu. Semoga akan ada kabar baik setelah hari ini terlewati.

Akan Tiba Saatnya

Jika Allah beri kesempatan untuk berumur panjang mungkin kita akan menjumpai diri kita dalam wujud yang lemah, sakit-sakitan, penglihatan kabur, pendengaran samar, kaki yang mudah lelah, gigi yang sudah tanggal, kulit yang mulai keriput serta ingatan yang sudah mulai menghilang.

Dan mungkin saat itu kita akan menyesal. Kita sudah tak bisa lagi berlama-lama dengan AlQur’an. Sudah tidak kuat lagi membaca, menghafal, atau bahkan qiyamul lail dengan juz-juz yang kita bebas memilihnya sendiri.

Maka sungguh merugi, orang-orang yang Allah beri masa muda yang sempurna, tanpa harus kekurangan fisik dan harta, melewatkan begitu saja masa mudanya tanpa AlQur’an.
Dengan apa dia menikmati masa tuanya?

Aku sangat takut untuk tidak menjadi takut lagi, merasa takut akan bagaimana kalau ternyata sisi terburukku adalah aku yang seutuhnya.

Dikasusku, aku tidak ketakutan untuk menjadi ‘pasti’, menjadi pasti mengenai perihal kehidupan dan akhir dari perjalanan, aku percaya bahwa aku sudah mati. Darah yang mengalir dari tanganku, penglihatan yang kabur, dan tubuh yang tidak berdaya hanyalah fisik, sebuah formalitas belaka bahwa akhirnya wadah yang biasa disebut tubuh ini akhirnya ikut mati bersama jiwaku. Jiwaku, emosiku, atau apapun orang-orang biasa menyebutnya, sudah hilang sejak lama, mati dan hilang.