penglihatan

Anugerah

Bisa jadi kekurangan yang orang lain punya, baginya itu bukan kekurangan namun anugerah

Kenapa anugerah? Karena orang tersebut tidak melihat dari sisi negatif melainkan dari sisi positif. Optimis. Positif. Bersyukur.

Jika saat ini, kita melihat orang yang tidak bisa melihat, mungkin kita akan berkata kasian ya, dia tidak bisa melihat, dia pasti susah melakukan aktivitas. Namun bagi orang tersebut, ini malah anugerah karena dengan tidak bisa melihat, dia bisa terhindar dari hal-hal yang tidak pantas untuk dilihat, dia terhindar dari pemandangan-pemandangan yang tidak baik, gambar-gambar yang negatif. Bahwa dengan keterbatasannya dalam melihat adalah anugerah tersendiri karena dengan begitu ada 1 hal yang dapat menjaganya dari pertanyaan di akhirat nanti. Untuk apa matamu kamu pergunakan? Setidaknya ini akan menyelamatkannya dari pertanyaan tersebut. Karena Allah memberikan anugerah tidak dapat melihat.

Sedangkan kita yang Allah beri kelengkapan dan kesempurnaan penglihatan. Sudahkah mata kita digunakan untuk hal-hal baik?

Kita yang Allah beri kesempurnaan fisik dan semuanya lengkap, sudahkah kita gunakan itu untuk kebaikan? Sudahkah kita manfaatkan itu untuk dekat dengan Allah?

Jangan lupa bersyukur dan gunakan di jalan kebaikan karena Allah sudah memberikan itu gratis dan dengan cuma-cuma. Jangan sampai kita menjadi orang yang tidak tau berterimakasih.

Andina Avika Hasdi
@andinavika

“Katakanlah: ‘Terangkanlah kepadaku, jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah Tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikan kepadamu? Perhatikanlah bagaimana kami berkali-kali memperlihatkan tandatanda kebesaran (kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga).’

Katakanlah: 'Terangkanlah kepadaku, jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan Allah selain orang-orang yang dzalim?’”

QS : Al An'am ayat 46 dan 47

P.s : Ini kucing di kampung papa. Suka lompat lompat sendiri kalo ada tali ( ̄▽ ̄) hubungan sama caption apa? Emang harus selalu berhubungan? Peraturan dari mana? Eweweweweee 乁( ˙ ω˙乁)

#edisiReminder
#edisiNgeselin

Made with Instagram

Lelaki ini, adalah lelaki yang sama resahnya ketika tahu Sholatmu kau tunda-tunda, lelaki yang sama gusarnya ketika tahu, putrinya lalai menjaga auratnya…
.
.
Lelaki ini, adalah lelaki yang mau tak mau akan ikut terbawa dalam arus gelombang panasnya neraka, karena ulah kita.. Anak-anaknya yang terlupa, bahwa pada setiap langkah yang salah, pada setiap keputusan berlandaskan nafsu, ada ayah yang akan terbawa.. -
-
Kita sempurna terlupa, bahwa hidup tidak pernah tentang kita sendiri. Mulai hari ini, setiap perjalanan yang akan kita mulai, benar-benar menentukan akhirnya. Tajamkan penglihatan, lihat petunjuk arah, mana yang benar-benar kita tuju.. Mana yang benar-benar akan menjadi selamanya tempat kita beristirahat.
B e r h a t i - h a t i l a h

Made with Instagram

*SEUNTAI DO'A PAGI*

🍙Yaa Allah..
Ya Rahman..
Ya Rahim…
Bila hari ini masih menjadi bagian hidup kami…
Berikanlah kemudahan dan kelancaran untuk menjalaninya…

🍙Bila kelopak mata kami masih dapat terbuka…
Bimbinglah penglihatan kami untuk senantiasa melihat kebaikan dan kebenaran…

🍙Bila mulut kami masih diizinkan berucap…
Tuntunlah agar senantiasa mengatakan kejujuran…

🍙Bila kaki kami masih diberi kemampuan untuk melangkah…
Hantarkanlah ke tempat2 yg menjadi ibadah kami…

🍙Bila tangan kami masih dapat digerakkan…
Gerakkanlah untuk memberikan kebaikan bagi orang lain…

🍙Bila matahari masih diperkenankan menyentuh raga ini,
Sempurnakanlah cahaya-nya di pagi hari untuk menyehatkan tubuh kami…

🍙Bila udara masih menjadi bagian dari nafas kami…
Lapangkanlah rongga dada ini untuk menghirupnya…

🍙Bila dari rezeki yang diturunkan di muka bumi ini masih ada bagian haq kami…
Datangkanlah dalam jumlah yg banyak bagi kami, yg halalan thoyiban dari segala arah…
Agar kami dapat memberi manfaat bagi orang lain yang membutuhkan…

🍙Yaa Allah… Ya Rabb…
Bila keluarga, saudara2, sahabat2 ku disini masih diperkenankan mewarnai kehidupan kami…
Jadikanlah mereka sebagai warna-warni yg penuh keindahan, penuh kasih sayang, rukun dan damai selalu…
Angkat dan hilangkanlah segala penyakit dari keluarga, saudara2, sahabat2 ku ini… gantikanlah dengan kesehatan yang sempurna serta berikanlah sisa usia yang penuh manfaat dan barokah…

*Aamiin Yaa Rabbal ‘aalamiin*👼

Biasanya, orang yang suka pamer karena dia kalah pamor
— 

Segalanya diungkapkan untuk mengangkat-angkat dirinya. Pokoknya, apapun akan dikeluarkan agar orang lain ‘ber Ooo" padanya.

Sebanyak apapun kata-kata yang diucapakan memang dapat didengar orang lain. Tetapi dia tidak dapat menutup penglihatan orang lain tentang apa-apa yang dilakukannya.

Tidak ada mudik tahun ini.

Matahari sudah menunjukkan dirinya terang-terangan. Cahayanya lembut, tidak terik namun cukup untuk menyadari bahwa dia bersinar di sana. Semalam hujan dan sisa-sisanya masih terasa, hawa dingin. Di luar langit berusaha mengusir mendung. Hari ini harus ceria, dia seakan bicara, biar jalanan saja yang sepi, hatimu jangan.

Harusnya takbir berkumandang di luar sana. Anak-anak berlarian menggunakan baju baru, aroma segala masakan khas meruah mengundang perut menghampiri dapur. Namun hari ini, entahlah, penglihatan, pendengaran, dan penciumannya seakan sepi, tidak merasakan tanda-tanda hari kemenangan.

Dia menghela napas. Sudahlah, biasakanlah. Sementara itu sajadah milik Ibu yang dia bawa dari rumah dulu sudah tersampir rapi di kursi, bersama mukena dari sahabat yang didapat di bulan kelahirannya tahun lalu. Tiga butir kurma di piring sudah habis, air minumnya sudah tandas. Saatnya bergegas.

Kondisi jalanan seperti biasa, orang-orang pergi bekerja, karena bagi mereka memang tak ada yang spesial hari ini. Dia melirik jam, 10 menit tepat, supir taksinya cukup cekatan. Dan pukul 7 pagi itu, sambil menatap masjid sederhana di sudut kota, muncul gumaman dari hatinya, takbir..takbir..aku ingin mendengar takbir itu sekali lagi.

Ketika masjid mulai penuh diisi, setengah jam menuju shalat Ied, barulah takbir berkumandang. Allahu akbar..allahu akbar..allahu akbar..laillahailallahu allahu akbar..allahu akbar wa lilla ilham.. kemudian air matanya tak sadar menetes. Rindu, rindu yang pasrah.

Ayah, ibu apa kabar? Mohon maaf lahir dan batin. Semoga amal ibadah kita di bulan puasa diterima Allah.

Masih terasa asing, namun tetap dijalani dengan syukur. Meski mungkin terasa sepi baginya, dia percaya tanah rantau yang dingin akan menghangat dengan keberadaan kawan-kawan seperjuangan.

Kata maaf hanya bisa disampaikan lewat suara karena dua samudera memang menjadi jarak, dan untuk itu dia juga minta maaf. Idul fitri membuatnya bersyukur, sekaligus merenungi betapa banyak kenikmatan yang sudah didapatkannya.

Takbir terus berkumandang sejenak seusai shalat, mengantar kepergian dengan hujan gerimis tanda berkah dan senyum sesama saudara muslim dari mancanegara.

Dia menerima, ikhlas, dan insyaAllah bahagia, meskipun kerinduan keluarga dan sanak saudara memang belum terbayar dalam waktu dekat.

Tidak ada mudik (lagi) tahun ini.