penghalang

Kamu sadar ngga, dalam banyak kesempatan, penghalang terbesar antara dirimu dan keberhasilan adalah diri kamu sendiri. Iya. Rasa malas, suka berleha-leha, hobi menunda-nunda, meremehkan komitmen, lemah kemauan, terlalu sensitif, dan banyak lagi. Akarnya? Kamu memanjakan nafsu dan membiarkan hatimu terkotori sedikit demi sedikit. Ingat, kamu selalu punya pilihan untuk menundukkan nafsu dan mengikuti apa yang hati bersihmu katakan. Kamu bisa mulai detik ini juga. Jangan menunggu sampai Allah yang menamparmu agar kamu sadar.
Bu, Kenapa Allah Nggak Kelihatan?

Karya Azka Sa’dan

Anak : ibu, siapa itu Allah dan kenapa kita gabisa ngeliat Allah ?

Ibu : Allah itu adalah Tuhan kita nak, Dia yang menciptakan kita, menciptakan alam semesta, menciptakan bumi tempat kita tinggal sekarang dan banyaaaakk bangeett yang udah Allah ciptakan. Kalau gak ada Allah, mungkin kita gabisa hidup nak, karena udara yang kita hirup sekarang juga Allah yang nyiptain. Hebat kan Tuhan kita?

Anak : iya bu. Tapi kalau Allah itu Tuhan kita, kenapa kita gabisa ngeliat Tuhan yang nyiptain kita sih?

Ibu : Nah, itulah hebatnya Tuhan kita. Kita sama sekali gabisa ngeliat Dia. Tapi, Dia selalu ngeliat kita sayang, kapanpun dan dalam kondisi apapun. Misalnya adek lagi shalat, lagi ngaji, lagi bantuin ibu, lagi menolong orang, semuanya Allah ngeliat.

Anak : terus kok kita gabisa ngeliat??

Ibu : Karena, Allah ingin kita menyembahNya bukan karena kita bisa melihatnya. Jadi kalau adek shalat, adek beribadah, adek berbuat baik, itu bener-bener untuk Allah. Karena adek sadar, Allah itu ada di dekat kita tanpa kita ketahui sayang. Daann, biar nanti di akhirat, anak ibu bisa ngeliat Allah langsung tanpa penghalang. Jadi surprise deh hehe 😃.

Anak : oh iya aku paham bu, terimakasih ibuku sayang.

Ibu : sama-sama nak ❤️.

TIDAK SEMUA ORANG BISA DIPILIH DUA KALI


Orang yang dulu memberimu harapan, memberimu janji-janji manis. Bisa jadi hari ini orang yang paling bikin kamu kesal.

Orang yang dulu kamu pikir akan membuat hidupmu lebih baik. Bisa jadi hari ini orang yang paling menghancurkan hidupmu. Lebih dari dulu.

Orang yang dulu kamu percaya akan memudahkan jalanmu. Bisa jadi hari ini yang paling kuat menjadi penghalang kemajuanmu.

Kadang seseorang memang suka manis di awal, sampai dia mendapatkan percayamu. Lalu menjadi brengsek kemudian, bikin berantakan hari-harimu.

Sudah diberi hati, diberi kepercayaan. Harapan yang kau titipkan padanya malah disia-siakan. Dia berubah saat dapat yang dia inginkan.

Jangan biarkan dirimu dicurangi lagi. Cukup sekali kau memilih dan kecewa olehnya, tak ada kedua kalinya. Dia mungkin tak bisa diharapkan.

–boycandra

ujian dan kesabaran

Di inbox banyak banget pertanyaan tentang gimana caranya sabar nunggu jodoh, gimana caranya sabar dengan IPK jelek, gimana caranya sabar kulah di jurusan yang nggak diminati dan yang lain sebagainya.

Sebagian kita berpikir bahwa kesulitan datang karena kesalahan dalam mengambil keputusan di masa lalu. Padahal apapun keputusan kita, semuanya pasti mengandung ujian. Dan setiap ujian itu pasti nggak gampang.

Dulu pas gue masih di semester 1 Teknik Informatika dan pusing dengan mata kuliah Pemrograman Terstruktur, gue sempet berandai-andai

“Kalo gue masuk ilmu komunikasi, gue nggak perlu pusing dan kerja keras kayak gini“

Tapi pas gue kerja, gue mulai nyadar bahwa kalopun gue ngambil ilmu komunikasi, gue tetep butuh kerja keras. Karena kalo gue nggak kerja keras, gue nggak bakal bisa maju.

Hanya saja mungkin bedanya, kalo gue ambil ilmu komunikasi, gue mencintai kerjaan gue dari awal sementara kalo gue ngambil Teknik Informatika, gue harus ngebangun rasa cinta sama bidang gue. Nggak gampang. Tapi bisa.

Selama kita masih berlabel “manusia” dan “hidup”, kita pasti akan dituntut bekerja keras dalam setiap pilihan-pilihan kita. Nggak ada pilihan yang nggak mengandung kesulitan sama sekali. Hanya saja setiap pilihan punya bentuk kesulitan yang berbeda-beda.

Gue inget kata-kata Dr Gook dalam drama korea Emergency Couple:

The world has no answer. With every decision, the right and wrong answers coexist.  Wise people make a decision and work towards making it the right choice. Foolish people make a decision and regret, making it the wrong choice.

Ujian di setiap pilihan itu bukan penghalang dalam menggapai cita-cita. Bapak Aunur Rosyidi (Direktur Semen Indonesia) pernah bilang bahwa ujian adalah tour of duty yang menumbuhkan kita menjadi manusia utuh dengan kepribadian yang kuat.

Seseorang tidak akan mampu menjadi Direktur yang baik sebelum menjadi Manajer. Seorang manajer pun tidak akan mampu menjalankan tugas dengan baik sebelum merasakan bagaimana menjadi karyawan yang baik. 

Kita memulai semua hal dari tangga terbawah dan untuk mencapai tangga teratas, dibutuhkan usaha untuk menapaki anak tangga satu persatu.

DR Ali Muhammad Ash Shallabi banyak menjelaskan dalam buku beliau (Fiqih Tamkin, dan Iman kepada Qadar):

bahwa meskipun Allah kuasa memberikan apa yang kita inginkan tanpa sebuah proses, Allah menetapkan sunnatullah bahwa apa yang kita inginkan harus kita perjuangkan melalui ikhtiar.

Pas gue nyimak materi dari pak Aunur Rosyidi dalam Pelatihan Leadership alumni ITS, gue memahami bahwa salah satu hikmah adanya sunnatullah tentang ikhtiar adalah:

Ikhtiar itu membentuk kita menjadi pribadi yang tangguh, sabar, kuat dan kompeten di bidang kita.

Kita nggak akan menjadi engineer yang baik sebelum mengerjakan projek-projek yang sulit. Kita nggak akan menjadi dosen yang baik sebelum diuji dengan tugas Tri Dharma yang banyak sehingga kita lihai mengelola waktu.

Pas banget sama toerinya pak Aunur Rosyid tentang tour of duty. 

So kalo ada yang mau nanya gimana cara bersabar di saat-saat sulit, anggep aja kita sekarang lagi menjalankan tour of duty. Ada Allah bersama kita. Allah yang memberi masalah, Allah pula yang memberi solusi. Kalau kita sudah berikhtiar dan pertolongan Allah belum datang, terus perbaiki ikhtiar kita. Bisa jadi kita banyak diuji dengan ujian yang sama karena mental kita memang belum layak lulus dari ujian tersebut :p

Jika kita menjalaninya dengan lapang dada, ujian akan membentuk kita menjadi manusia yang lebih sabar, lebih bertawakkal dan lebih tangguh.

Cheers :)

Cinta dan Jarak

Puan… malam ini kotaku sedang hujan, padahal bulan ini harusnya kemarau panjang. Cuaca belakangan ini memang sulit untuk ditebak. Bagaimana dengan kotamu, apakah sama? Pun jika sama, jagalah kondisi kesehatanmu, sebab sakitmu juga sakitku.

Betapa beruntungnya kotamu, Tuan. Malam ini kotaku sedang merindu hujan. Ia kering kerontang, pun dengan hari-hari ku tanpamu di sini. Apakah kau juga merasakan hari-hari yang sama denganku, Tuan? Apakah harimu tak bercahaya tanpaku disisimu? Perihal kesehatanku, setiap hari sudah ku jaga untukmu, Tuan. Agar sakitku tak menjadi alasanmu pulang. Lalu, kau juga harus menjaga kesehatanmu, Tuan. Jikalau kau tak sehat, itu membuatku semakin tak tenang.

Pertama saya di sini baik-baik saja, hanya perasaanku yang tidak baik-baik saja; terlalu merindukanmu dan ingin segera bertemu. Namun apalah dayaku, Puan, saya sedang kuwalahan mehadapi rumitnya pekerjaan dinas. Bersabarlah, semesta akan segera me-amin-kan doa kita; pertemuan sudah di depan mata.

Tanpa kau minta aku selalu dengan sabar menunggumu, Tuan. Semoga nanti semesta tak lagi menghalangi pertemuan kita yang kau bilang di depan mata. Semoga rumitnya pekerjaan dinasmu, tak menjadikanmu lupa akan rumahmu. Aku.

Puan… saya tidak akan pernah lupa jalan pulang, sebab satu-satunya jalan pulang itu adalah menuju hatimu; rumah sebaik-baiknya untuk kepulanganku. Pun jika aku lupa jalan pulang, masih ada kamu yang bersedia menuntunku kembali pulang, jiwa dan raga kita saling bertautan, bukan?

Jiwa dan raga kita sekarang memang saling bertautan, Tuan. Tapi sering kali sisi kelam jarak merebut yang dicinta dari yang mencinta. Semoga saja jarak tak menjadikanmu salah satunya. Pun jika memang semesta menakdirkan begitu, aku akan memohon dengan sangat pada pemilik semesta, agar menunjukkanmu arah pulang yang kepadaku.

Semoga untuk ratusan purnama bahkan ribuan purnama, perasaan kita masih akan saling berautan. Semoga dalam jarak sejauh ini kita masih bisa saling menjaga. Kita pernah sama-sama merasakan jatuh sejatuh-jatuhnya, sekarang giliran kita untuk saling menyembuhkan. Ah, saya lupa bertanya satu hal, bagaimana dengan kuliahmu, Puan?

Kuliahku baik-baik saja, Tuan. Sedang kuusahakan lulus secepatnya. Dan Tuan, nanti di hari wishuda saya, bisakah saya mengambil sedikit waktu sibuk Tuan untuk sekedar melihat saya yang berbahagia karena penantian juga perjuangan bertahun-tahun yang lalu membuahkan hasil, yang semoga dapat membanggakan. Bisakah, Tuan?

Pasti saya akan menyempatkan diri datang, saya ingin memberimu rangkaian bunga dan selarik kertas, yang berisi segala untaian mimpi kita dari pertama jumpa hingga sekarang ini, agar kau selalu ingat dengan segala untaian mimpi itu.

Terimakasih telah menjanjikan datang, Tuan. Saya bahkan tak pernah membayangkan kamu datang dengan rangkaian bunga atau apapun yang pasangan lain biasa lakukan. Dengan kehadiranmu saja sudah membuat saya ingat dan akan selalu ingat tentang untaian mimpi juga janji-janji yang kita susun untuk masa depan. Tapi jika benar nanti selarik kertas itu sampai di tangan saya, maka akan saya berikan imbalan sebuah buku ungkapan rasa rindu yang saya tulis untukmu. Beberapa kepingan rindu yang selama ini saya simpan.

Baiklah… saya harus kembali dengan aktivitas saya, Puan. Sebulan lagi… rindu kita akan segera terobati.

Baiklah, Tuan. Selamat menjalankan aktivitasmu. Dan akan aku tunggu kamu di depan rumah sebulan lagi untuk melepas rindu yang telah menggunung ini. Dan, Tuan. Saya mencintaimu.

Saya juga mencintaimu. Saya adalah satu-satunya laki-laki yang selalu mencintaimu, setelah Ayahmu.

Yogyakarta, 04 Septempber 2017


  • Dari tulisan hasil timpal menimpal dengan @pemahatrasa, semoga ada pelajaran yang dapat di petik dari tulisan tersebut, karena jarak bukan lagi menjadi penghalang bagi dua insan yang sedang berjauhan.

Pict Source: @aksarannyta

Membutuhkanmu

Kehadiranmu seperti candu yang tak pernah lepas dari pikiranku. Terus dirindukan oleh Sang Hati yang begitu agresif menginginkanmu kembali, yang terpojok rindu berlatarkan sepi. Pagiku tak lagi terang, malamku tak lagi riang, rinduku seperti penghalang yang tak mampu lagi bisa kutentang.

Sebab kehadiranmulah yang selalu menghempaskan semua resah. Luka nan perih terkadang membuat hati terasa lirih. Dan kehadiranmulah yang membuat mereka hilang dari diri. Tapi tak selamanya aku disuguhi oleh bahagia. Cinta tak sepenuhnya soal kesenangan belaka. Luka selalu ada. Dan tak pernah berhenti mengusik cinta. Sama seperti kita. Yang terusik oleh luka. Sehingga membuatmu pergi meninggalkan aku dengan janji.

Hey! Kamu … Kemanakah kau berlalu ?
Tak ada kabar dan tak ada jejakmu.
Sejauh mana kau berlari?
Apakah kau terjatuh dalam pelarianmu?
Apa kau terluka?
Apa kau sakit?
Aku mengkhawatirkanmu, jika kau tau. Namun, kuharap kau dalam keadaan bahagia dan bertemankan tawa.

Jujur … Hatiku berontak tak terhingga, seperti hilang harapan dan tujuannya. Selepas Sang Nahkoda (hati) menghilang tanpa tahu rimbanya. Bergurau letih bersuara lara. Lajuku mulai tak berarah, diterjang ombak amarah dan terombang-ambing dilautan duka. Dan kuyakin hanya kaulah yang mampu menyelamatkannya.

Kembalilah … ku menantimu disetiap pagi, siang, dan malamku. Terbelenggu oleh rasa ragu perpadu sendu menahan rindu. Dan dalam sebuah pengharapan kuingin kau tau bahwa;

“Aku membutuhkanmu”

Sosok yang mampu mengarahkan jalan hidupku.


Cc : @sajaksesak (hasil kolaborasi)

Masih senang jadi jomblo? Ya Salaam, hidup itu tak lama. Segeralah menikah agar ada kawan seiring untuk memperbaiki taqwa. Sebising apa pun dunia, sunyi rasanya kalau tak ada belahan jiwa.

Ataukah terlalu banyak maksiat yang terjadi padamu sehingga enggan menikah? Ingatlah perkataan ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu sebagaimana dinukil oleh Ibnu Hazm dalam Al-Muhalla:

ما يمنعك من النكاح إلا عجز أو فجور

“Tidak ada yang menghalangimu menikah kecuali kelemahan (lemah syahwat) atau kemaksiatan (ahli maksiat).”

Banyak jalan maksiat, kadang orang bahkan tidak menyadari bahwa ia sedang berada dalam kemaksiatan. Inilah yang memudahkan manusia membenarkan beragam alasan, padahal sebenarnya tak ada penghalang syar'i pada dirinya untuk menikah.

Menikah itu setengah agama. Begitu besar keutamaannya sampai-sampai Imam Ahmad ibn Hanbal mengecam orang yang tidak menikah tanpa alasan syar'i. Ibnu Qudamah menuturkan bahwa Imam Ahmad ibn Hanbal rahimahuLlah telah berkata:

من دعاك إلى غير التزويج فقد دعاك إلى غير الإسلام

“Barangsiapa menganjurkanmu untuk tidak menikah, maka dia telah menyeru kepada selain Islam.”

Ngeri jika memperhatikan ayat yang melarang mendekati zina. Ayat ini diawali dan diikuti larangan membunuh. Diawali larangan membunuh anak karena takut miskin. Ini di surat Al-Israa’ ayat 31. Ayat 32 berisi larangan zina dan di ayat 33 kembali Allah Ta'ala menyampaikan larangan membunuh dengan alasan yang batil.

Sungguh, ada pelajaran besar di balik itu.
—  Mohammad Fauzil Adhim
28 Butir Pengingat tentang “Komitmen terhadap Al Quran”

Dari Ustadz Abdul Aziz Abdul Rauf, Lc:

1. Sebaik baiknya liqo adalah ketika hadir bertambah keimanan, bertambah rindunya kepada Allah dan bertambah prestasinya.

2. Jangan sampai sekedar hadir liqo menjadi prestasi.

3. Kader dakwah bisa menjadi ruhul jadid bagi dakwah jika Al Quran akrab dengan mereka.

4. Jangan ada dalam pikiran kita bahwa Al Quran adalah penghalang aktifitas kita.

5. Jangan malas menghafal Quran karena usia.

6.Lihat Surah Azzumar 23 tentang manhaj interaksi dengan Al Quran yang benar.

7. Luaskanlah hati kita untuk menerima Al Quran, yaitu senang ketika membacanya , bahkan baru membayangkan membaca Al Quran, ia sudah merasa senang. القرآن مأدوبة اللّٰه "Al Quran adalah hidangan Allah “

8. Tidak akan bisa berinteraksi dengan Al Quran kecuali mereka yang berusaha membersihkan hatinya.

9. Jangan duakan Al Quran, yaitu membaca Al Quran sambil melihat gadget.

10. Berinteraksi dengan Al Quran yang benar adalah meyakininya bahwa membacanya mendatangkan keutamaan.

11. Manusia yang bersama Al Quran hampir hampir menandingi kenabian ,hanya wahyu tidak diturunkan kepada nya ( Alhadist ).

12. Berinteraksi dengan Al Quran adalah terus membacanya setiap hari.

13. Jangan karena sudah membaca Al Quran 10 juz hari itu, lalu tidak membaca di hari yang lain, karena 10 juz itu jatah hari tersebut dan hari yang lain mempunyai jatah juga.

14. Waktu membaca Al Quran itu harus definitif, jika kita menunggu waktu kosong untuk membaca Al Quran ,maka kita tidak akan mendapatkannya.

15. Adukanlah surat surat yang sulit kita hafal, kepada Allah, maka Allah akan
memudahkannya.

16. Al Quran adalah ahsanal hadist ( perkataan terbaik ), hadist nabi saw tingkatannya hanya hasan ,sedangkan perkataan yang lainnya di bawah itu.

17. Kita sering takjub dengan ciptaan-Nya, namun kita jarang takjub dengan perkataanNya.

18. Siapa yang sering berhubungan dengan perkataan yang terbaik, maka ia akan menjadi manusia yang terbaik.

19. Al Quran itu mudah dihafal karena banyak kata yang sama dan diulang. Kalau kita sudah hafal “fa bi ayyi alai rabbikuma tukadziban ” dalam surah ar-rahhman ,maka ayat yang lain di mana redaksinya sama itu sudah hafal secara otomatis. Berinteraksi dengan Al Quran itu harus berulang ulang.

20. Orang yang membaca seratus kali sebuah surah, dan ia belum hafal, maka ia tetap mulia , dibandingkan orang yang hanya membaca tiga kali lalu langsung hafal , karena tujuannya adalah berulang ulang bersama Al Quran bukan hanya sekedar mendemostrasikan kekuatan hafalannya.

21. Siapa yang sudah hafal juz 30 ,maka ia sudah punya hidayah untuk menghafal juz 29 , dan seterusnya.

22. Jangan remehkan ketidakhadiran kita bersama ikhwah.

23. Mungkinkah rizqi kita berkurang ,karir kita menurun ketika bersama Allah dengan berinteraksi melalui firman-Nya ?

24. Tidaklah kita jauh dengan Al Quran kecuali ketika itu kita jauh dengan Allah.

25. Jangan menolak kebaikan untuk mempertahankan kebaikan yang lain.

26. Jangan membenturkan satu amalan dengan amalan yang lain , karena manusia itu mampu melakukan berbagai macam aktivitas dalam satu waktu.

27 .Siapa yang lelah untuk Allah di dunia ini maka Allah akan mencukupkan lelahnya di akhirat.

28. Siapa yang tidak mau lelah di dunia untuk taat kepada Allah ,maka ia akan merasakan lelah di akhirat .

First Poem

Aku ingin kau yang terakhir dari lelahnya kakiku berlari. Yang pertama sebagai sosok yang kucintai tanpa karena. Awal dari aku menemukan bahagia. Akhir dari segala luka yang kuderita.

Aku siap menerimamu; Baik burukmu. Kuharap, pertemuan tak sengaja kemarin adalah segala awal dari cerita kita yang berakhir bahagia.

Kau miliku satu-satunya, bukan untuk dibagi sehingga orang-orang bisa seenak jidatnya sendiri mengomentari. Suatu saat mereka akan tahu, akan, nanti ketika kita memutuskan berlabuh untuk selamanya.

Jarak bukanlah penghalang. Persetan ribuan kilo yang membentang, suatu saat mereka harus bertekuk lutut, di depan senyum bahagia orang-orang yang datang memberi selamat dan salam.

Hari ini kau kelelahan sendiri, tidur hanya diakhiri suara maupun kata. Bertahanlah lagi. Kelak gulingmu akan kubuat cemburu karena bukan dia lagi yang kamu peluk

Pelan-pelan, tak usah buru-buru, aku tak kemana, yang perlu kau takutkan bukan kepergianku, tapi kau yang tak tumbuh menjadi lebih anggun ketika masih bersamaku.

-BK

Tak perlu terburu-buru, selesaikanlah dirimu sendiri dulu. Sebab ragu dan bimbang kelak hanya akan jadi penghalang. Jika hadirmu bersamaku masih diikuti bayang-bayang masa lalu

Nasehat Senja dan Syurga Neraka

Setiap yang patah akan tumbuh lagi dan setiap yang hilang pasti akan terganti. Hidup ini sangat sia-sia jika hanya berkata tentang pencarian jodoh dan pasangan, semua akan ada waktu terindahnya masing-masing. Ada masih banyak bagian lain yang belum kita sentuh, kuceritakan senjaku

Senja sore yang indah, yang hanya dinikmati berdua dengan ibu, menghabiskan segelas teh hangat berhiaskan kisah-kisah masa muda ibu dengan perihnya perjuangan untuk sekedar mendapat sedikit ilmu. Bermimpikan akan menjadi permaisuri ayahpun tak pernah ibu bayangkan, “ilmu yang akan mengangkat derajatmu juga semua tujuanmu, dengannya kita menjadi beradab, dan dengan beradab kita menjadi pribadi yang baik, hingga baik itu menjadi magnet kebaikan yang lain, ayahmu”

Jangan menyempitkan pandangan mata dan hati, biarkan hatimu meluas untuk ilmu dan tertutup untuk sekedar “percintaan” yang belum waktunya. Jangan sampai ia menjadi penghalang bagi yang terbaik untuk masuk menjemput dirimu.

Karena hidup ini sangat luas jika matamu mampu melihat potensi kebaikan yang bisa kamu lakukan, menebar manfaat, membuat karya entah dengan menulis atau melanjutkan pencarian ilmu. Kadang kita lupa bahwa ada fase yang harus lebih kita khawatirkan dari sekedar urusan duniawi ini. Akhirat.

Bekalmu haruslah banyak, amalmu harusnya meluas, kebermanfaatanmu haruslah bertaburan, agar tak terlalu payah bagimu ketika berada di masa yang menentukan jalan akhir perjalanan kita. Syurga atau neraka.

@jndmmsyhd

Tak Adakah Cinta Pada Masjidil Aqsha?
Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

Jika engkau tidak dapat membebaskan Masjidil Aqsha, janganlah engkau bersemangat membenarkan kejahatan luar biasa dari para penjajah. Cara paling mudah menutupi kelemahan adalah dengan menyalahkan orang lain. Tetapi itu tidak menghapuskan kekurangan kita yang sesungguhnya. Bahkan ia mengubah kekurangan menjadi keburukan yang besar.

Jika engkau tak sanggup membela Masjidil Aqsha, maka tahanlah dirimu agar tidak menjatuhkan para pembelanya. Apalagi sampai tampil membela penjajah. Ingatlah bahwa ketika sedang tidak terjadi penembakan terhadap muslimin yang shalat, mereka ini adalah penjajah yang nyata.

Jika engkau tidak sanggup menolong Masjidil Aqsha, walaupun dengan usaha paling kecil, maka janganlah engkau menjadi penghalang perjuangan muslimin yang sedang berusaha membebaskan Baytul Maqdis.

Jika keluh lidahmu mendo'akan kemerdekaan Masjidil Aqsha dan para pejuangnya, janganlah engkau mendo'akan agar saudaramu terusir darinya.

Sepanjang sejarah, muslimin yang sehat imannya senantiasa berjuang membebaskan Baytul Maqdis manakala dijajah. Bagaimana dengan kita?

Generasi salaf paling awal adalah para shahabat radhiyallahu ‘anhum. Dan mereka memperjuangkan Al-Aqsha hingga merdeka di masa Amirul Mukminin Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu.

Masih tidur? Bangunlah. Masjidil Aqsha dijajah sudah 100 tahun. Tidak perlu menunggu ada penembakan untuk peduli dan memperjuangkan Al-Aqsha.

Sesungguhnya Baytul Maqdis, kawasan dimana Masjidil Aqsha berada, adalah 1 dari 4 kawasan yang tidak dapat dimasuki Dajjal. Camkan ini!

Rasulullah shallaLlahu 'alaihi wa sallam memaksakan diri berpayah-payah mengunjungi masjid, kecuali tiga, salah satunya Masjidil Aqsha. Beliau bersabda:

‏لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ: مَسْجِدِ الْحَرَامِ، وَمَسْجِدِي هَذَا، وَمَسْجِدِ اْلأَقْصَى.

“Tidak boleh berpayah-payah mengadakan perjalanan kecuali ke tiga masjid; Masjidil Haram, masjidku ini (Masjid Nabawi) dan Masjidil Aqsa.” (Muttafaqun 'alaih).

Semoga Allah Ta'ala berikan rezeki kepada kita shalat di Masjidil Aqsha dalam keadaan merdeka dan berwibawa. Tetapi hari ini, Al-Aqsha masih terjajah.

————

Foto karya Budi Cc-line
—  Mohammad Fauzil Adhim
3

BANTUAN

Sebenarnya bukan kita memberi bantuan pada mereka. Tapi kita yang meminta bantuan lewat mereka. Agar kelak di Hari Penghisaban, kita bisa menyatakan telah ikut membela diin ini. Kita membantu diri kita di akhirat nanti.

Save al-aqsha bisa dilakukan dengan berbagai cara. Bisa melalui mengkampanyekan nasib saudara kita di Palestina, lewat media sosial pribadi kita, obrolan ke tetangga dan sanak famili, dan kanal lainnya. Sumber bisa beragam, sudah banyak yang valid, seperti akun sahabatalaqsha, KNRP, KasihPalestina, eye.on.palestine, Smart171, ACT, dan lainnya. Termasuk keikutsertaan dalam aksi-aksi dukungan di publik.

Bisa pula dengan bantuan dana, obat-obatan, makanan, selimut, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Kemana donasi nya? Banyaak sekali lembaga kemanusiaan yang valid dan terpercaya. Bisa datang ke gerai mereka atau via transfer. Tenang, mereka juga aktif juga dalam membantu musibah-musibah di dalam negeri. Tak perlu membenturkan kebaikan dengan kebaikan.

Bisa pula #savepalestina, dengan mengurangi pembelian produk-produk yang mendukung dan atau yang menyisihkan pendapatan laba mereka untuk Zionis Israel. Ini juga membantu kita untuk membersihkan dan menjaga keberkahan harta kita. Bila tidak mampu meninggalkan semua, pelan-pelan mulai dikurangi. Mungkin beberapa produk buatan perusahaan itu bisa kita cari alternatif produk lainnya.

Bisa pula, dan harus, melalui doa-doa kita. Karena doa adalah senjata kaum muslimin. Karena Allah adalah Dzat pembuat makar terbaik. Karena tak terhitung “keajaiban” pertolongan Allah yang hadir di bumi syams. Minta kepada Dzat Yang Maha Menguasai. Laa hauwla walla kuwwata illa billah.

Bisa pula dengan mempersiapkan dan mendidik putera puteri kita dengan sebaik-baiknya. Bukan tidak mungkin mujaddid (pembaharu agama) lahir dari generasi setelah kita.

Apa pun bisa Anda dan Saya lakukan. Asal jangan diam. Apalagi malah nyinyir dan mengutuki yang berbuat kebaikan. Bila kita belum mampu ikut dalam barisan kebaikan, jangan menjadi penghalang kebaikan. Semoga Allah menjaga niat dan amal kita.

Sumber foto: Group WA

KITA SAMA-SAMA BELAJAR

Aku dan kamu duduk berdua di sebuah mesjid, dihalangi oleh sebuah penghalang, tidak menghalangi suaramu untuk kudengar, hanya menghalangi wajahku untuk kau pandang. Aku ditemani oleh kakakku , dan kau ditemani oleh guru mengajimu. Aku tahu kita berbicara berempat, namun ini adalah tentang aku dan kamu, mereka hanya mengantar kita, kepada apa yang orang-orang biasa bilang taaruf.

Jawabanmu selalu tak berubah ketika aku menyatakan tentang hal-hal yang tak aku bisa.

“Apakah kau mau, bersama aku yang tak bisa memasak?”

Kau jawab “Tak apa, kita sama-sama belajar”

“Apakah kau mau, bersama aku yang tak paham bagaimana cara mengurus anak?”

Kau jawab “Tak apa, kita sama-sama belajar”

“Apakah kau mau, bersama aku yang tidak mau bersih-bersih?”

Kau jawab “Tak apa, kita sama-sama belajar”

“Apakah kau mau, bersama aku yang tak paham bagaimana cara menjadi istri yang baik.”

Kau jawab “Tak apa, kita sama-sama belajar”

Aku heran, semua kekuranganku, seolah bukan masalah bagimu, seolah semua bisa dipelajari. Apakah kamu benar-benar ingin menjadi suami yang tidak menuntut apapun dari seseorang yang akan jadi istrimu kelak?

Lantas kini bergantian, giliran mu untuk bertanya padaku. Aku sudah menyiapkan diri, bersiap atas jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang biasa dilemparkan pada cerita taaruf yang kawanku telah lewati.

“fyuuh” Suara hela nafas terdengar dari balik hijab ini.

“Dik, apakah kamu mau, setelah menjadi istriku nanti, kita mendalami agama, dan benar-benar menjalaninya dengan baik? Apakah kamu mau, nanti kau menggunakan kerudung yang panjang dan sangat lebar, menutup auratmu secara sempurna? Apakah kamu mau, nanti kau menjaga setiap perkataanmu dari mengomentari segala hal bahkan yang menjengkelkan sekalipun? Apakah kamu mau, menjaga amarahmu dan bersabar setiap ada masalah apapun bahkan itu berat sekalipun? Apakah kamu mau, tidak hidup bermewah-mewahan karena hata kita banyak disedekahkan? Apakah kamu mau, menjalankan ibadah shalat bahkan tanpa meninggalkan Sunnahnya sekalipun? Apakah kamu mau, selalu membasahi bibir kita dengan membaca ayat-ayat Allah dan juga dzikir kepadanya? Apakah kamu mau, bangun di sisa sepertiga malam untuk meminta ampunan kepada Allah SWT? Apakah kamu mau dik?”

Aku terdiam, aku bingung, entah harus menjawab apa. Tidak ada satupun hal yang dia tanyakan, sering aku kerjakan. Aku masih belum menutup aurat dengan sempurna, aku masih sering membicarakan orang, ibadahku masih sering bolong, bersedekah saja aku belum mau besar-besar, bangun subuh saja sering kesiangan. Aku bingung, aku takut mengecewakan dia yang sudah memperjuangkanku. Aku tak pernah memikirkan, tuntutannya begitu berat. Aku tahu orang menikah itu untuk ibadah, tapi aku tak menyangka seberat ini konsekuensinya. Aku takut, aku tak sanggup berubah lebih baik.

Aku masih diam, aku tidak tahu harus berkata apa. Langit masjid sempat hening beberapa saat. Hingga akhirnya kau memecah keheningan ruang masjid itu.

“Dik, tenang saja, aku pun sama, belum bisa melakukan semuanya. Tapi sungguh aku ingin, pernikahan ini membawa kita menjadi lebih baik, mendekatkan kita pada sang pencipta. Aku tak ingin, pernikahan ini hanya bertujuan untuk mempertahankan kebahagiaan dunia.” Ucapmu

“Lalu bagaimana jika sekarang aku memang belum bisa apapun sama sekali?” Aku bertanya

Kau jawab “Tak apa, kita sama-sama belajar”

Aku diam dalam kagum. Mengagumimu yang mau mengajakku belajar, untuk menjadi lebih baik.

KITA SAMA-SAMA BELAJAR
Bandung, 22 Januari 2017

Gue nggak tidur semaleman, mata gue merem tapi pikiran gue jauh entah kemana, gak karuan. Dada gue sakit, kayak ada beban entah apa di atasnya. Gue usap usap, pelan, gue bilang sama diri gue “gapapa, Tam, kamu harus membiasakan” 

Mata gue merem, tapi nggak jadi penghalang air mata untuk tetep ada. Gue marah, kecewa dan kehilangan dalam satu waktu yang sama. Gue nggak baik-baik aja. Sakit, tapi belum ada obat untuk menyembuhkan. Gue marah, kecewa dan kehilangan dalam satu waktu yang sama.

Adzan shubuh, gue lagi-lagi marah. Gue harap pagi ga akan pernah dateng. Biarin gue di kasur sambil gelap, gue nggak mau kemana-mana. Gue pengen mati aja. Akhirat urusan belakangan, yang penting nggak harus ngelewatin fase-fase tai kayak gini.

Di jalanan, gue jatuh. Tapi nggak mati. Padahal udah ugal-ugalan. Kepala gue sibuk mencari cara untuk mencederai diri sendiri. Gak mikir dan kekanak-kanakkan. Gue sakit, tapi belum ada obat untuk menyembuhkan. Gue cuman pengen sakitnya udahan. Pilihannya cuma dua. Mati atau idup tapi sekarat. I’m dying already. 

Gue akan menyelesaikan dulu urusan urusan gue yang ketinggalan. Selesai itu, kalau nggak ada post lagi dari akun ini, berarti gue resign dari kehidupan. Tieyems, thankyou for being my diary kaloan bahkan ngga ada orang untuk tuker pikiran

Tentang suatu hal yang tak selesai

Seorang kawan belum lama ini mengatakan, “Apa yang kau lakukan selama ini, itu seperti bonsai. Kau berusaha menekan perasaanmu seperti bonsai, tetap berukuran kecil tapi terus ada di sana, tak kemanapun.” Mungkin itu adalah sebentuk paranoid, sebab sebelumnya tak pernah aku memikirkan orang lain sedalam itu.

Bagi sebagian orang, cinta mungkin adalah suatu permainan mengenai waktu. Tapi bagiku, ketika Masnawi Rumi tak sekedar kutipan-kutipan indah, ia terlihat begitu sakral. Ketika kau memutuskan untuk mencintai orang lain, kau mesti membunuh egomu hingga kau tak mengenali lagi dirimu sendiri. Itulah jalan Shams Tabrizi dan orang-orang yang mengikuti jejaknya.

Tentang pertemuan-pertemuan singkat itu, penghindaran-penghindaran yang sebenarnya tak perlu, aku perlu untuk meminta maaf kepadamu. Tentu saja tak mungkin aku membenci orang sebaik dirimu, aku hanya berusaha mengalihkan ketidaknyamanan pikiranku ketika aku merasa aman hanya lewat tatapanmu yang teduh. Ketika pertama kali mataku bertemu dengan wajahmu, seluruh semesta hilang dari jiwaku. Aku mengenali Perbendaharaan Tersembunyi melalui ketenangan perilakumu di setiap ruang waktu.

Delusionalkah diriku? Aku tak terlalu mengerti tentang kondisi jiwa seperti ini. Sudah lama aku menenggelamkan diri dalam bacaan mengenai filsafat, teologi, science, ataupun culture. Ketertarikanku terbatas pada kebenaran-kebenaran pasti seperti angka-angka dan matematika atau usaha memahami cara kerja dunia. Percakapan denganmu merusak seluruh perjalanan intelektual dan ruhaniah itu. Tak apa, justru kebenaran akhir adalah ketika eksistensiku melebur bersama dengan yang noneksisten, kemudian kau memberikan pemahaman yang benar mengenai pengetahuan dengan kehadiranmu.

Kapan-kapan aku akan menulis caption khusus untukmu. Kata-kata absurd semacam itu adalah dalih sebenarnya. Sebab kata-kata, sejatinya adalah penghalang untuk mendekati kebenaran sesungguhnya. Kau megajariku bagian itu, kebenaran tampak nyata justru dalam kesunyian bahasa.

Beristirahatlah dari kata-kata Lim, kau tahu betapa manipulatifnya bahasa. Sudah berapa banyak kawanmu yang salah menerjemahkan kebijaksanaanmu? Kau hanya perlu diam sejenak dan mendengarkan.

Semua Punya Rute Masing-Masing

Ketika kita menginginkan sesuatu, apa pun akan dikerahkan—tenaga, pikiran, dan lainnya—untuk mewujudkannya. Kita sadar betul dibutuhkan waktu, bisa cepat atau lambat. Kita pun sadar betul bahwa ada proses yang menjembatani dari keinginan menjadi perwujudan. Dan seperti itulah ketika aku mencintaimu.

Pilihanku untuk menunggu bukan sebuah tindak pengecut, melainkan bagian dari proses untuk menguatkan perasaan dan keyakinanku tentang kamu. Tidak ada yang sempurna dalam proses, dan sama halnya, kita butuh lebih dari sekadar waktu: kesabaran. Dan mencintaimu adalah caraku untuk memaknai kesabaran.

Tidak ada yang menahu bahwa menunggu adalah proses kesekian dari langkah maju yang kuciptakan untukmu. Seringkali semakin aku menunggu, semakin jelas bahwa kepengecutan itu ada di dalam diriku.

Tidak ada yang menahu, karena tidak ada yang benar-benar peduli. Banyak yang mencari jalan pintas dan langsung mengambil langkah dengan mengatakan. Mereka punya sesuatu yang bisa ditawarkan.

Untukku, menunggu adalah bagian dari perjalanan menemukan seseorang yang kelak akan mengarungi bahtera di dalam kapal yang sama. Badai atau tenang laut akan dihadapi bersama. Mungkin dengan menunggu aku bisa semakin mengenalmu lebih dalam, meskipun kamu tidak pernah mengetahuinya. 

Tapi yang pasti, aku sudah melakukan banyak hal, dan semakin aku melakukannya, semakin aku harus menunggu, dan semakin aku terlihat seperti pengecut.

Entahlah, dalam situasi seperti ini, aku cenderung tuli dari apa pun kata-kata yang hadir sebagai penghalang. Aku punya rute perjalananku sendiri dan bukan hak orang lain untuk mengubahnya. Sekarang yang kulakukan adalah terus menakhodai kapal itu dan menunggu sampai angin yang tepat akan membawaku ke muara yang kucari selama ini.


Jakarta,

1 Juli 2017

@salimafillah - PENGHALANG KE MASJID
@salimafillah
.

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَى فِي خَرَابِهَا أُولَئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوهَا إِلا خَائِفِينَ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ (١١٤) .

Siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang melarang menyebut nama Allah di dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha merobohkannya? Mereka itu tidak pantas memasukinya kecuali dengan ketakutan. Mereka mendapat kehinaan di dunia dan di akhirat mendapat azab yang berat. (QS Al Baqarah: 114)
.

Dengan menjadikan Hamas sebagai teroris di mata bukan hanya warga Israel namun juga sebagian penguasa muslim dan kaum muslimin, juga menjadikan negeri pendukung muqawamah yang didirikan Syaikh Ahmad Yasin ini sebagai musuh bagi tetangga-tetangganya; Zionis mengira bahwa mereka akan kian leluasa menista kiblat suci pertama dan Masjid Suci Ketiga.
.

Tidak. Mereka keliru.
.

Dengan berbagai kejadian hari ini, sungguh Allah hanya hendak memisahkan yang suci dari yang kotor, menyaring para pejuang dari penyusup, menapis yang sabar dari yang tak mampu menanggung beban dalam jalan perjuangan menuju pembebasan Al Aqsha.
.

Maka Ya Rabbana, masukkan kami selalu sebagai bagian dari orang-orang yang mencintai Baitul Maqdis, berjuang membebaskan Baitul Maqdis.
.

Kami akan berdoa dalam sujud kami Ya Allah, “Allahummarzuqna shalatan fi Masjidil Aqsha wa huwa hurrun wa ‘aziiz.” Kami akan mempelajari berbagai ilmu yang mencerahkan fikiran dan hati kami agar terpandu perjuangan kami menuju Al Aqsha. Kami akan laksanakan sunnah Nabi dalam hadits shahih riwayat At Tirmidzi untuk setiap hari membaca setidaknya bagian dari Surat Al Isra’. Kami akan berusaha mengamalkan hadits Maimunah untuk setidaknya “mengirimkan minyak bagi lampu-lampu Masjidil Aqsha.”
.
_________________

Follow @sahabatalaqsha di Twitter & Instagram untuk berbagi cinta Baitul Maqdis. -

al quds memanggilmu.. sertakan mereka dalam doa dan sujudmu

💔💔💔💔💔

"58 KELEBIHAN WANITA SHOLEHAH DALAM KITAB RIYADUS SHOLIHIN"

1. Doa wanita lebih maqbul dari lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat dari lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulallah SAW akan hal tersebut, jawab baginda : “Ibu lebih penyayang dari bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”

2. Wanita yang solehah itu lebih baik dari 1,000 orang lelaki yang tidak soleh.

3. Seorang wanita solehah adalah lebih baik dari 70 orang wali.

4. Seorang wanita solehah adalah lebih baik dari 70 lelaki soleh.

5. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang senantiasa menangis kerana takutkan Allah SWT dan orang yang takutkan Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

6. Barang siapa yang membawa hadiah ( barang makanan dari pasar ke rumah ) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan dari anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail AS.

7. Tidaklah seorang wanita yang haidh itu, kecuali haidhnya merupakan kifarah ( tebusan ) untuk dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada hari pertama haidhnya membaca “Alhamdulillahi’alaa Kulli Halin Wa Astaghfirullah”. Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan dan aku mohon ampun kepada Allah dari segala dosa.”; maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dan dengan mudah melalui shiratul mustaqim yang aman dari siksa, bahkan AllahTa’ala mengangkatnya ke atas derajat, seperti derajatnya 40 orang mati syahid, apabila dia selalu berzikir kepada Allah selama haidhnya.

8. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku ( Rasulullah SAW ) didalam syurga.

9. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa taqwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah syurga.

10. Dari ‘Aisyah r.ha. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya,lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.”

11. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.

12. Apabila memanggil akan engkau kedua ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

13. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya dan meredhainya. ( serta menjaga sembahyang dan puasanya )

15. ‘Aisyah r.ha. berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW. siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita ?” Jawab baginda, “Suaminya”.“Siapa pula berhak terhadap lelaki ?” Jawab Rasulullah SAW. “Ibunya”.

16. Seorang wanita yang apabila mengerjakan sholat lima waktu, berpuasa wajib sebulan ( Ramadhan ), memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya, maka pasti akan masuk syurga dari pintu mana saja yang dia kehendaki.

17. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu dari suaminya ( 10,000 tahun ).

18. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

19. Dua rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik dari 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.

20. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

21. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.

22. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT

23. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengaruniakan satu pahala haji.

24. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

25. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.

26. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya dari badannya ( susu badan / ASI ) akan dapat satu pahala dari tiap-tiap titik susu yang diberikannya.

27. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo ( 2 ½ tahun ), maka malaikat-malaikat di langit akan khabarkan berita bahwa syurga wajib baginya.

28. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.

29. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak selesai karena menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba sahaya.

30. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.

31. Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatatkan baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari sang surya akan meminta keampunan baginya, dan Allah mengangkatkannya seribu derajat untuknya.

32. Seorang wanita yang solehah lebih baik dari seribu orang lelaki yang tidak soleh, dan seorang wanita yang melayani suaminya selama seminggu, maka ditutupkan baginya tujuh pintu neraka dan dibukakan baginya delapan pintu syurga, yang dia dapat masuk dari pintu mana saja tanpa dihisab.

33. Mana-mana wanita yang menunggu suaminya hingga pulanglah ia, disapukan mukanya, dihamparkan duduknya atau menyediakan makan minumnya atau memandang ia pada suaminya atau memegang tangannya, memper'elokkan hidangan padanya, memelihara anaknya atau memanfaatkan hartanya pada suaminya karena mencari keridhaan Allah, maka disunatkan baginyaakan tiap-tiap kalimah ucapannya,tiap-tiap langkahnya dan setiap pandangannya pada suaminya sebagaimana memerdekakan seorang hamba. Pada hari Qiamat kelak, Allah karuniakan Nur hingga tercengang wanita mukmin semuanya atas karuniaan rahmat itu. Tiada seorang pun yang sampai ke mertabat itu melainkan Nabi-nabi.

34. Tidakkan putus ganjaran dari Allah kepada seorang isteri yang siang dan malamnya menggembirakan suaminya.

35. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suaminya melihat isterinya dengan kasih sayang akan di pandang Allah dengan penuh rahmat.

36. Jika wanita melayani suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.

37. Wanita yang melayani dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan medapat pahala jihad.

38. Jika wanita memijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memijat suami bila disuruh akan mendapat pahala tola perak.

39. Dari Hadrat Muaz ra.: Mana-mana wanita yang berdiri atas dua kakinya membakar roti untuk suaminya hingga muka dan tangannya kepanasan oleh api, maka diharamkan muka dan tangannya dari bakaran api neraka.

40. Thabit Al Banani berkata : Seorang wanita dari Bani Israel yang buta sebelah matanya sangat baik khidmatnya kepada suaminya. Apabila ia menghidangkan makanan dihadapan suaminya, dipegangnya pelita sehingga suaminya selesai makan. Pada suatu malam pelitanya kehabisan sumbu, maka diambilnya rambutnya dijadikan sumbu pelita. Pada keesokkannya matanya yang buta telah celik ( melihat ). Allah karuniakan karomah ( kemuliaan pada perempuan itu kerana memuliakan dan menghormati suaminya ).

41. Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah SAW. keluar mengiringi jenazah. Baginda dapati beberapa orang wanita dalam majlis itu. Baginda lalu bertanya, “Adakah kamu menyembahyangkan mayat ?” Jawab mereka,”Tidak”. Sabda Baginda“Sebaiknya kamu sekalian tidak perlu ziarah dan tidak ada pahala bagi kamu. Tetapi tinggallah dirumah dan berkhidmatlah kepada suami niscaya pahalanya sama dengan ibadat-ibadat orang lelaki.

42. Wanita yang memerah susu binatang dengan “Bismillah” akan di doakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.

43. Wanita yang menguli ( meng'aduk/meng'adon ) tepung gandum dengan “Bismillah” , Allah akan berkahkan rezekinya.

44. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di Baitullah.

45. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang mengeluarkan peluh ketika membuat roti, Allah akan mejadikan 7 parit diantara dirinya dengan api neraka, jarak diantara parit itu ialah sejauh langit dan bumi.”

46. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang, Allah akan mencatatkan untuknya perbuatan baik sebanyak utus benang yang dibuat dan memadamkan seratus perbuatan jahat.”

47. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang menganyam akan benang dibuatnya, Allah telah menentukan satu tempat khas untuknya di atas tahta di hari akhirat.”

48. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang dan kemudian dibuat pakaian untuk anak-anaknya maka Allah akan mencatatkan baginya ganjaran sama seperti orang yang memberi makan kepada 1000 orang lapar dan memberi pakaian kepada 1000 orang yang tidak berpakaian.”

49. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang meminyakkan rambut anaknya, menyikatnya, mencuci pakaian mereka dan mencuci akan diri anaknya itu, Allah akan mencatatkan untuknya pekerjaan baik sebanyak helai rambut mereka dan memadamkan sebanyak itu pula pekerjaan jahat dan menjadikan dirinya kelihatan berseri di mata orang-orang yang memerhatikannya.”

50. Sabda Nabi SAW: “Ya Fatimah barang mana wanita meminyakkan rambut dan janggut suaminya, memotong kumis ( misai ) dan mengerat ( memotongkan ) kukunya, Allah akan memberi minum akan dia dari sungai-sungai serta diringankan Allah baginya sakaratul maut dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman- taman syurga dan dicatatkan Allah baginya kelepasan dari api neraka dan selamatlah ia melintas Titian Shirat.”

51. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.

52. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal dari suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat dari yakut.

53. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya ( menutup auratnya ) iaitu memakai purdah ( Jilbab/Hijab ) di dunia ini dengan istiqamah.

54. Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan ialah wanita ( isteri ) yang sholehah.

55. Salah satu tanda keberkatan wanita itu ialah cepat perkahwinannya, cepat pula kehamilannya dan ringan pula maharnya ( mas kahwinnya ).

56. Sebaik-baik wanita ialah wanita (isteri) yang apabila engkau memandang kepadanya ia menggirangkan engkau, jika engkau memerintah di taatinya perintah engkau ( bakti ) dan jika engkau berpergian dijaga harta engkau dan dirinya.

57. Dunia yang paling aku sukai, ialah wanita sholehah.

58. Rasulullah SAW bersabda bahwa, “Allah telah memberikan sifat iri ( pencemburu ) untuk wanita dan jihad untuk lelaki. Jika seorang wanita melatih kesabarannya dengan iman dengan mengharapkan pahala dari sesuatu perkara yang menyebabkannya menjadi cemburu ( iri hati ), seperti misalnya suaminya menikahi istri kedua, maka ia akan menerima ganjaran seorang syahid”.

*Catatan : Point-point dari status ini terdapat didalam kitab :

- Kanzul ‘Um
- mal
- Misykah
- RiadlushShalihin
- Uqudilijjain
- Bhahishti Zewar
- Al-Hijab

Mudah-mudahan dapat diambil ibrah darinya.
Aamiin Allahumma aamiin.