penghalang

KITA SAMA-SAMA BELAJAR

Aku dan kamu duduk berdua di sebuah mesjid, dihalangi oleh sebuah penghalang, tidak menghalangi suaramu untuk kudengar, hanya menghalangi wajahku untuk kau pandang. Aku ditemani oleh kakakku , dan kau ditemani oleh guru mengajimu. Aku tahu kita berbicara berempat, namun ini adalah tentang aku dan kamu, mereka hanya mengantar kita, kepada apa yang orang-orang biasa bilang taaruf.

Jawabanmu selalu tak berubah ketika aku menyatakan tentang hal-hal yang tak aku bisa.

“Apakah kau mau, bersama aku yang tak bisa memasak?”

Kau jawab “Tak apa, kita sama-sama belajar”

“Apakah kau mau, bersama aku yang tak paham bagaimana cara mengurus anak?”

Kau jawab “Tak apa, kita sama-sama belajar”

“Apakah kau mau, bersama aku yang tidak mau bersih-bersih?”

Kau jawab “Tak apa, kita sama-sama belajar”

“Apakah kau mau, bersama aku yang tak paham bagaimana cara menjadi istri yang baik.”

Kau jawab “Tak apa, kita sama-sama belajar”

Aku heran, semua kekuranganku, seolah bukan masalah bagimu, seolah semua bisa dipelajari. Apakah kamu benar-benar ingin menjadi suami yang tidak menuntut apapun dari seseorang yang akan jadi istrimu kelak?

Lantas kini bergantian, giliran mu untuk bertanya padaku. Aku sudah menyiapkan diri, bersiap atas jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang biasa dilemparkan pada cerita taaruf yang kawanku telah lewati.

“fyuuh” Suara hela nafas terdengar dari balik hijab ini.

“Dik, apakah kamu mau, setelah menjadi istriku nanti, kita mendalami agama, dan benar-benar menjalaninya dengan baik? Apakah kamu mau, nanti kau menggunakan kerudung yang panjang dan sangat lebar, menutup auratmu secara sempurna? Apakah kamu mau, nanti kau menjaga setiap perkataanmu dari mengomentari segala hal bahkan yang menjengkelkan sekalipun? Apakah kamu mau, menjaga amarahmu dan bersabar setiap ada masalah apapun bahkan itu berat sekalipun? Apakah kamu mau, tidak hidup bermewah-mewahan karena hata kita banyak disedekahkan? Apakah kamu mau, menjalankan ibadah shalat bahkan tanpa meninggalkan Sunnahnya sekalipun? Apakah kamu mau, selalu membasahi bibir kita dengan membaca ayat-ayat Allah dan juga dzikir kepadanya? Apakah kamu mau, bangun di sisa sepertiga malam untuk meminta ampunan kepada Allah SWT? Apakah kamu mau dik?”

Aku terdiam, aku bingung, entah harus menjawab apa. Tidak ada satupun hal yang dia tanyakan, sering aku kerjakan. Aku masih belum menutup aurat dengan sempurna, aku masih sering membicarakan orang, ibadahku masih sering bolong, bersedekah saja aku belum mau besar-besar, bangun subuh saja sering kesiangan. Aku bingung, aku takut mengecewakan dia yang sudah memperjuangkanku. Aku tak pernah memikirkan, tuntutannya begitu berat. Aku tahu orang menikah itu untuk ibadah, tapi aku tak menyangka seberat ini konsekuensinya. Aku takut, aku tak sanggup berubah lebih baik.

Aku masih diam, aku tidak tahu harus berkata apa. Langit masjid sempat hening beberapa saat. Hingga akhirnya kau memecah keheningan ruang masjid itu.

“Dik, tenang saja, aku pun sama, belum bisa melakukan semuanya. Tapi sungguh aku ingin, pernikahan ini membawa kita menjadi lebih baik, mendekatkan kita pada sang pencipta. Aku tak ingin, pernikahan ini hanya bertujuan untuk mempertahankan kebahagiaan dunia.” Ucapmu

“Lalu bagaimana jika sekarang aku memang belum bisa apapun sama sekali?” Aku bertanya

Kau jawab “Tak apa, kita sama-sama belajar”

Aku diam dalam kagum. Mengagumimu yang mau mengajakku belajar, untuk menjadi lebih baik.

KITA SAMA-SAMA BELAJAR
Bandung, 22 Januari 2017

Utk lelaki yang sudah menikah dan akan menikah katakan hal ini pada istrimu:

“Tugasku membawamu ke surga. Tapi tolong bantu aku memuliakan Ibuku. Karena surgaku, ada padanya”


Istri dan calon istri yang baik akan slalu mendukung suami memuliakan Ibunya. Karena suatu saat diapun akan menjadi seorang Ibu & berharap dimuliakan oleh anak-anaknya…

Jangan sebaliknya menjadi penghalang suami berbakti pada Ibunya. Kamu harus tahu, bahwa dalam Islam seorang anak lelaki tetap wajib bertanggung jawab pada Ibunya…Sampai kapanpun.

Jadi adalah sebuah kejahatan luarbiasa dihadapan Allah jika karena ulahmu…Seorang anak menjadi lupa dan tak berbakti pada Ibunya.


Akan sulit membangun kebahagiaan rumah tangga tanpa cinta pada orang tua Khususnya Ibu. Sebaliknya sepasang suami istri yg memiliki kepedulian tinggi pada Ibu dan Ibu mertuanya akan Allah angkat derajatnya, Allah berikan kemudahan dan pertolongan dari segala ujian. Pernikahannya dipenuhi keberkahan dan kebahagiaan.


Dan untuk istri/calon istri saya beri satu info rahasia untukmu…Seorang suami akan semakin mencintaimu, berlipat kali…Jika kamu menunjukan kepedulian dan mendukung suami untuk peduli berbakti pada Ibunya. Dan seorang suami pun akan semakin berkah dan indah hidupnya jika menunjukkan kepedulian kepada orang tua istrinya.
Inilah indahnya Islam…


Jadi Niatkan Pernikahan kita menjadi jalan kebahagiaan bagi orang tua. Bukan sebaliknya, menjadi ajang pelarian…Menjauh dari orang tua.


Sungguh….Tak kan pernah bisa membalas jasa-jasa orang tua kita terutama Ibu. Hanya bisa belajar dan berusaha….

Maaf bukan ingin menggurui, hanya mengajak untuk sama-sama belajar satu hal penting yg mungkin sedang atau akan kita alami.

source text : lupa ini nasehatnya siapa 😁💐 ~ lagi lagi nemu di notes hp.

Sebagian orang berkata bahwa mencintai dalam jarak itu fana. Lalu sebagian lagi mengatakan hanya akan sia-sia saja karena jarak mengubah segalanya. Namun, bukankah lebih fana mereka yang sering bertemu tapi tak saling sapa? Bukankah lebih sia-sia mereka yang bersama namun tak lagi memiliki rasa yang sama? Bagiku jarak bukan penghalang dalam suatu hubungan. Karena bagiku jarak adalah tentang komitmen bersama, mengenai satu jeda yang dibalas dengan satu setia.
Tak Perlu Takut dengan Hidupmu...

Tak perlu takut dengan hidupmu karena kematian tak mengenal siapa dia. Seorang yang sekaya apapun di dunia, pada akhirnya akan meninggal juga. Adakah orang kaya yang kemudian dengan uang yang dimilikinya, membayar kematian dan menunda kematiannya beberapa menit dengan semua harta yang dimilikinya? bahkan satu detikpun tak mampu diganti dengan seluruh harta yang dimiliki..

Tak perlu takut dengan hidupmu karena kecerdasan bukan menjadi ukuran panjang atau tidak usia mu di dunia, tak ada penemuan atau ilmuan yang pernah hidup di dunia ini yang mampu menciptakan formula kehidupan abadi tanpa mengalami penuaan atau semua kondisinya selalu sehat, seorang dokter sekalipun yang menguasai berbagai macam ilmu kesehatan tak lantas membuat dirinya luput dari kematian, ketika waktu kematian telah tiba tak ada teknologi yang mampu menunda meskipun satu detik.

Tak perlu takut dengan hidupmu karena bukan kecantikan dan ketampan yang menjadi ukuran kematian, setampan dan secantik apapun seseorang bukan menjadi penghalang kematian untuk datang. Saat kematian itu datang, meskipun wajah tampan atau cantik itu diberikan, tak bisa menunda 1 detik pun

Tak perlu takut dengan hidupmu karena jabatan bukanlah yang menjadikan mu hidup abadi, seorang Presiden sekalipun ketika takdir kematian menghampiri, maka tak ada satupun pihak kepolisaan atau militer yang mampu mencegah dan menghadang kematian, bahkan jabatan tersebut tak akan bisa  ditukar dengan 1 detik kehidupan.

Tak perlu kau tangisi apa yang tak kau miliki karena jabatan, harta, ketampanan atau kecantikan, kecerdasan dan lain-lain bukan menjamin kehidupan bahagia yang kau miliki nanti. Buat apa bekerja keras mati-matian mengejar harta yang kemudian ketika meninggal itu semua akan beralih ke orang lain. Tak selamanya yang memiliki jabatan akan kekal dengan jabatan itu. Ketampanan dan kecantikan seiring waktu akan memudar menjadi keriput. Kecerdasan yang dibanggakan pada akhirnya usia akan membuat daya otak melemah hingga kecerdasan itu akan hilang seiring waktu yang menua. 

Kita hidup di dunia bukan untuk selamanya, tak perlu takut atas apa yang tidak dimiliki saat ini karena ini semua hanya hiasan. Jangan karena dirimu tak secerdas orang lain hingga membuat dirimu terhanyut dalam rasa penyesalan dan ketakutan akan masa depan, seolah-olah dirimu akan kesulitan berkepanjangan.

Kita semua saat ini sama, bersama-sama di uji, ada yang kemudian di uji dengan kecerdasan ada pula yang di uji dengan kurang cerdas. Ada yang di uji dengan ketampanan ada pula yang di uji dengan kekurangan fisik.

Tak perlu membandingkan, fokuskan kepada dirimu, karena pertanggung jawaban kelak adalah masing-masing, dirimu hanya akan bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan, tak perlu menghabiskan waktu selalu membandingkan dengan kesuksesan atau kebahagiaan orang lain di dunia ini yang sementara.

Menangislah, takutlah saat dirimu justru melupakan kehidupan akhirat, lalai mempersiapkan kehidupan yang sebenarnya, tertutup oleh suatu hal yang bersifat sementara karena kehidupan akhiratlah yang membuat diri ini kekal dan abadi.. Lalu masihkah ada rasa takut dengan hidup ini? 

[Machteld van Meteranlaan 23/02/2017 01:07 ]

Kamu Bermain, Allah Balas Permainan Kamu

Bismillah… ini kisah nyata yang diceritakan seorang ustadz di bincang pranikah beberapa hari yang lalu.

Ada seorang laki-laki dan perempuan yang “katanya” menjalani proses taaruf, tapi kenyataannya dalam proses taaruf ini keduanya melanggar syariat, seperti saling perhatian lewat sms, zina hati dilakukan oleh keduanya sebelum menikah.

Dan H-1 pernikahan, mereka berdua pergi untuk melihat rumah kontrakan yang akan mereka tinggali selepas mereka menikah. Setelah tiba dikontakan yang mereka tuju, mereka masuk kedalam, dan tiba-tiba didalam kontrakan itu ada seekor tikus keluar, sontak langsung membuat si perempuan tadi kaget dan hampir terjatuh tapi ditangkap oleh si laki-laki. Dan disitu pandangan mata terjadi.

Maka benarlah kata Ibnu Qayyim bahwa “pandangan merupakan pangkal dari segala bencana yang menimpa manusia. Sebab, pandangan akan melahirkan getaran hati, diikuti dengan angan-angan yang membangkitkan syahwat dan keinginan yang semakin menguat dan akhirnya menjadi kebulatan tekad, hingga terjadilah perbuatan itu secara pasti, selama tidak ada penghalang yang menghalanginya”.

Setelah bertatap mata, mereka berdua jatuh ke perangkap syaitan, mereka berzina. Diperjalanan pulang si laki-laki tidak fokus membawa mobilnya, jantungnya berdegup kencang, keduanya sama-sama merasa berdosa, sama-sama merasa menyesal atas apa yang dilakukannya. Dan karena si laki-laki tidak fokus terjadilah kecelakaan hingga menyebabkan si laki-laki meninggal dunia. Dan si perempuan tadi koma, hingga 6 bulan. Setelah sadar dari komanya, si perempuan tadi heran kenapa tidak ada yang menjenguknya, dan diapun kaget melihat perutnya sudah membesar.

Ini kisah nyata. Alhamdulillah, perempuan tadi sekarang sudah bertaubat, dia merahasiakan identitasnya tapi menyebarkan kisahnya ke semua orang, agar tidak ada yang mengalami hal sama seperti yang dialaminya.


Pelajaran yang bisa diambil apa?

  1. Jangan pernah sok tahu, karena Allah lebih tahu.
  2. Jangan pernah bermain-main dengan apa yang Allah larang.
  3. Jangan berpura-pura baik untuk mendapatkan pasangan baik, karena ketika kamu bermain Allah balas permainan kamu.

Semoga bermanfaat.

Bandung, 12 Januari 2016

Nasihat-Nasihat Komitmen dengan Al-Qur'an

Nasihat dari Ustadz Abdul Aziz AR :

1. Sebaik baiknya liqo adalah ketika hadir bertambah keimanan, bertambah rindunya kepada Allah dan bertambah prestasinya.

2. Jangan sampai sekedar hadir liqo menjadi prestasi.

3. Kader dakwah bisa menjadi ruhul jadid bagi dakwah jika Al Quran akrab dengan mereka.

4. Jangan ada dalam pikiran kita bahwa Al Quran adalah penghalang aktifitas kita.

5. Jangan malas menghafal Quran karena usia.

6.Lihat Surah Azzumar 23 tentang manhaj interaksi dengan Al Quran yang benar.

7. Luaskanlah hati kita untuk menerima Al Quran, yaitu senang ketika membacanya , bahkan baru membayangkan membaca Al Quran, ia sudah merasa senang.

القرآن مأدوبة اللّٰه"Al Quran adalah hidangan Allah “

8. Tidak akan bisa berinteraksi dengan Al Quran kecuali mereka yang berusaha membersihkan hatinya.

9. Jangan duakan Al Quran, yaitu membaca Al Quran sambil melihat gadget.

10. Berinteraksi dengan Al Quran yang benar adalah meyakininya bahwa membacanya mendatangkan keutamaan.

11. Manusia yang bersama Al Quran hampir hampir menandingi kenabian ,hanya wahyu tidak diturunkan kepada nya ( Alhadist ).

12. Berinteraksi dengan Al Quran adalah terus membacanya setiap hari.

13. Jangan karena sudah membaca Al Quran 10 juz hari itu, lalu tidak membaca di 
hari yang lain, karena 10 juz itu jatah hari tersebut dan hari yang lain mempunyai jatah juga.

14. Waktu membaca Al Quran itu harus definitif, jika kita menunggu waktu kosong untuk membaca Al Quran ,maka kita tidak akan mendapatkannya.

15. Adukanlah surat surat yang sulit kita hafal, kepada Allah, maka Allah akan 
memudahkannya.

16. Al Quran adalah ahsanal hadist ( perkataan terbaik ), hadist nabi saw tingkatannya hanya hasan ,sedangkan perkataan yang lainnya di bawah itu.

17. Kita sering takjub dengan ciptaan-Nya, namun kita jarang takjub dengan perkataanNya.

18. Siapa yang sering berhubungan dengan perkataan yang terbaik, maka ia akan menjadi manusia yang terbaik.

19. Al Quran itu mudah dihafal karena banyak kata yang sama dan diulang.

Kalau kita sudah hafal "fa bi ayyi alai rabbikuma tukadziban ” dalam surah ar-rahhman ,maka ayat yang lain di mana redaksinya sama itu sudah hafal secara otomatis.

Berinteraksi dengan Al Quran itu harus berulang ulang.

20. Orang yang membaca seratus kali sebuah surah, dan ia belum hafal, maka ia tetap mulia , dibandingkan orang yang hanya membaca tiga kali lalu langsung hafal , karena tujuannya adalah berulang ulang bersama Al Quran bukan hanya sekedar mendemostrasikan kekuatan hafalannya.

21. Siapa yang sudah hafal juz 30 ,maka ia sudah punya hidayah untuk menghafal juz 29 , dan seterusnya.

22. Jangan remehkan ketidakhadiran kita bersama ikhwah.

23. Mungkinkah rizqi kita berkurang ,karir kita menurun ketika bersama Allah dengan berinteraksi melalui firman-Nya ?

24. Tidaklah kita jauh dengan Al Quran kecuali ketika itu kita jauh dengan Allah.

25. Jangan menolak kebaikan untuk mempertahankan kebaikan yang lain.

26. Jangan membenturkan satu amalan dengan amalan yang lain , karena manusia itu mampu melakukan berbagai macam aktivitas dalam satu waktu.

27 .Siapa yang lelah untuk Allah di dunia ini maka Allah akan mencukupkan lelahnya di akhirat.

Siapa yang tidak mau lelah di dunia untuk taat kepada Allah ,maka ia akan merasakan lelah di akhirat .

Selamat Menikmati hari terakhir bulan Dzulhijjah, memperbaiki diri untuk tahun baru Hijriyah1 Muharrom 1438H dan seterusnya.

Daghfal bin Hanzhalah berkata : “Ilmu itu memiliki penyakit, penghalang, perusak dan yang membuatnya lapar. Penyakitnya adalah lupa, penghalangnya adalah dusta, perusaknya adalah meletakkannya tidak pada tempatnya, dan hal yang membuatnya lapar adalah engkau tidak pernah merasa kenyang (cukup) dengan ilmu.”
— 

@almonajjid - Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid, pengasuh web IslamQA.

22/12/2015

YANG DILAKUKAN SETELAH PROSESI PERNIKAHAN

>> Apa yang dilakukan pengantin setelah acara akad nikah? Barangkali kita bertanya-tanya tentang “ritual” yang musti ditempuh. Bukankah semuanya telah menjadi sah bagi kedua belah pihak? Ya. Akan tetapi, Rasulullah mengajarkan sunnah-sunnah yang hendaknya dilakukan pengantin setelah akad nikah, agar pernikahan menjadi lebih berkah.

>> Seusai acara akad nikah dan walimah (jika prosesi walimah dilakukan dalam waktu yang bersamaan), hendaknya pengantin laki-laki dan perempuan masuk ke kamar pengantin, berdua saja. Inilah yang disebut “khalwah” yaitu berkumpulnya istri dan suami setelah akad nikah yang sah, disuatu tempat yang memungkinkan bagi keduanya untuk bercengkerama secara leluasa, dan keduanya merasa aman atau terjamin dari datangnya orang lain. Pada mereka berdua tidak ada sesuatu penghalang yang bersifat alami, jasmani atau syari.

>> Setelah mereka berdua, hendaknya melakukan hal berikut:

1. Suami mendoakan istri.
Diantara sunah kenabian adalah, suami mendoakan istri ketika bertemu setelah terjadinya akad.
> Caranya adalah dengan meletakkan tangan kanan suami ke kening istri (ubun-ubun), sembari mendoakan, “ Aku mohob perlindunganmu Ya Allah dari kejahatannya dan kejahatan naluriahnya” (H. R. Bukhari, Abu Daud dan Ibnu Majah)
> Secara spiritual, mendoakan istri dengan memegang keningnya memiliki makna pengokohan posisi suami sebagai teladan dalam rumah tangga, karena ia pemimpin dan karena ia mengucapkan doa bagi istrinya terlebih dahulu. Hal ini akan mengukuhkan eksistensi suami dan memberi tanggung jawab moral yang besar, bahwa dirinya dituntut untuk menjadi teladan dalam kebaikan.
> Disisi lain, tuntunan ini memberi penguatan makna bahwa pernikahan yang mereka lakukan dimaksudkan untuk menghimpun kebaikan. Diawali dengan doa permohonan kepada Allah agar menjadi sebuah semangat untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dan dijauhkan dari keburukan.

2. Sholat sunah bersama.
> Suami dan istri hendaknya melaksanakan shalat berjamaah dua rekaat, dengan suami sebagai imam. Hal ini membuat awal yang baik dalam kehidupan rumah tangga mereka.
> Diriwayatkan oleh Abu Said, budak Abi Said, ia berkata bahwa ia menikah dan mengundang para sahabat. Kemudian pada sahabat itu mengajarkan kepadanya, “Kalau engkau masuk menemui istrimu, shalatlah bersama dua rakaat, kemudia mohonlah kepada Allah agar dianugerahi kebajikan dan dilindungi dari kejahatan. Setelah itu, terserah engkau dan istrimu”.

3. Hubungan suami istri. Hubungan suami istri tidak mesti dilakukan pada saat pertemuan pertama tersebut. Pada prinsipnya, hubungan suami istri dilakukan ketika sudah ada kesiapan penuh kedua belah pihak.
> Islam menghendaki hubungan suami istri adalah bagian yang utuh dari ibadah, sehingga diperlukan etika dalam menunaikannya. Diantaranya adalah dengan doa yang dibaca suami istri sebelum mereka melakukan hubungan:
“Dengan nama Allah, ya Allag jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan itu dari anugerah yang akan engkau berikan kepada kami”
> Dengan doa ini, menunjukkan bahwa mereka berdua menanfaatkan kenikmatan yang Allah berikan dalam kebaikan. Hubungan yang mereka lakukan bernilai ibadah.“
> Etika yang lain dalam melakukan hubungan suami istri adlah kebebasan dengan tetap menjaga kesopanan. Maksudnya kesopanan disini adalah dilakukan ditempat yang tertutup tanpa ada orang lain yang melihat.
> Pasangan suami istri bebas mengekspresikan kegembiraan dan bersenang-senang antara satu dengan yang lainnya
> Allah berfirman, "Istri-istri kalian itu seperti sawah ladang kalian. Maka, datangilah kadang kalian dari arah manapun yang kalian suka.”.
> Ayat ini menjelaskan bahwa tidak ada ketentuan hubungan suami istri harus seperti ini atau seperti itu, adalah keduanya tidak saling menyakiti.
> Etika berikutnya adalah memulainya dengan sendau gurau dan pendahuluan. Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian berhubungan suami istri sebagaimana binatang, tetapi hendaklah didahului dengan pemanasan. Seorang sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah apakah pemanasan itu? Beliau menjawab, ciuman dan cumbu rayu.” (H. R. Dailami)
> Hal ini berkaitan dengan fitrah laki-laki dan perempuan. Hendaklah dalam melaksanakan hubungan suami istri dapat dinikmati bersama, bukan sekedar kewajiban seorang istri melayani suami.

Sekian materi kita hari ini, semoga bermanfaat. (rm)

>> Sumber: Disarikan dari tulisan Ust. Cahyadi Takariyawan.

..::KULIAH SUPERMOM WANNABE::..
Edisi #Merriedbydesign 8 Mei 2015

..Follow us..
> Tumblr: supermomwannabee(dot)tumblr(dot)com
> Twitter: @supermom_w
> Fanpage FB: Supermom Wannabe

Tak terasa, sudah setahun yang lalu; aku dan kamu menjadi KITA. Suatu pertemuan yang menyatukan, meruntuhkan dinding-dinding pembatas yang tadinya menjadi penghalang.

KITA itu unik, dengan cara dan karakter masing-masing. Tidak dianggap aneh ketika menjadi aneh. Tidak disalahkan ketika salah, tapi saling mengingatkan ketika lalai. Tidak dianggap asing ketika memulai, dan bergenggam mencipta saling. Tidak merasa hebat, padahal memang hebat. Tidak membedakan padahal memang berbeda satu sama lain.

Terima kasih untuk pelajaran berharga serta kenangan yang tercipta, kuharapkan tak ada akhir di setiap episodenya, selalu ada hal baru yang melengkapi, KITA.

Happy 1st anniversary, KITA. Semoga semakin luar biasa. Semoga aku dan kamu akan semakin erat, tak ada jurang yang membuat berjarak. Semoga aku dan kamu akan tetap menjadi simpul bernamakan, KITA.


with laafff 💞

KITA JABODETABEK

——————

Cc: @tumbloggerkita @kitajabar @kitajateng @kitajatim @kitasumatera @kitakalimantan @kitasulawesi

ya Allah,

jangan biarkan dosa kami menjadi penghalang untuk kami melakukan kebaikan.

jangan biarkan dosa kami menjadi penghalang untuk kami mencapai kejayaan.

dan jangan pula kerana dosa, doa kami tidak dimakbulkan olehMu, Tuhan.

justeru, ampunkan kami wahai Allah yang Maha Pengampun.


3 Muharram, 16/10/2015

yang benar;
hamba yang tidak lari daripada melakukan dosa.

MENDIDIK ANAK PEREMPUAN


Mempunyai anak perempuan adalah suatu anugerah bagi orang tuanya. Jangan seperti orang-orang jahiliyah yang menganggap anak perempuan sebagai aib.

Dalam hadits Bukhari Muslim Nabi SAW bersabda bahwa, “barangsiapa yang memelihara dua anak perempuan hingga dewasa, dia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan aku dan dia seperti ini”. Kemudian Nabi menggabungkan kedua jarinya.

Dalam hadits lain (Bukhari-Muslim), Nabi bersabda “Barang siapa diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, kelak mereka akan menjadi penghalang dari api neraka”.

Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk mendidik anak perempuan?

Mengajarkan agama kepada mereka

Bekal yang paling berharga bagi anak-anak, termasuk anak perempuan, adalah agama. Sebagaimana dalam hadits bahwa wanita itu dinikahi karena empat hal: bisa jadi karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya.

Menanamkan agama kepada anak-anak tentu saja harus bertahap. Pada tahap awal, saat anak-anak mulai mengerti pembicaraan, kita bisa mengenalkan mereka pada Rabbnya.

Memupuk Kesadaran Mereka Sebagai Seorang Wanita

Sejak awal, anak perempuan diberi pengertian bahwa mereka berbeda dengan laki-laki. Hal mendasar yang membedakannya adalah dari sisi pakaian. Mereka dilarang menyerupai laki-laki dan menggunakan pakaian yang biasa digunakan laki-laki. Anak perempuan diajari sifat khas seorang perempuan.

“Rasulullah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki. Beliau melaknat laki-laki yang berperilaku seperti wanita dan wanita yang berperilaku seperti laki-laki.” (HR. Bukhari)

Menyiapkannya Menjadi Calon Ibu

Anak perempuan harus dibekali dan dibiasakan melakukan segala pekerjaan rumah. Hal ini nanti akan dibutuhkannya ketika mulai memasuki rumah tangga bersama suaminya. Banyak hal harus dia ketahui: cara bergaul dengan suami dan mengurus rumah tangga, seperti memasak, mengatur rumah, dan sebagainya.

Bagaimana Moms, sudah siap jadi ibu? :D Semoga terus semangat belajar untuk menjadi ibu yang baik ya…

Disarikan dari rasoulallah.net

::KULIAH SUPERMOM WANNABE::
Edisi #RabuSerujadiIbu 22April2015

::Follow Us::
Twitter: @supermom_w
Fanpage FB: Supermom Wannabe
Tumblr: supermomwannabee.tumblr.com

Penghalang Kebaikan

Hati yang kotor adalah penghalang kebaikan dari Allah. Kita paham harus tunduk dan patuh, namun acap kali kita melalaikan kewajiban dan menyepelekan yang sunnah. Sering pula kita nyaman dalam dosa, abai dengan larangan-Nya.

Kita tahu bahwa muara segala urusan seorang mukmin adalah syukur dan sabar, namun seringkali kita berprasangka buruk kepada Allah. Padahal sering diulang-ulang ayat yang menyebutkan bahwa Allah tidak memberi ujian kepada hamba di luar kemampuannya.

Catatan bagi kita, buah dari kebaikan adalah kebaikan setelahnya. Sedangkan buah dari maksiat adalah terhalangnya kita dari kebaikan.

Sering mendengarkan nasehat agama, memperbanyak istighfar dan intensitas ibadah harian adalah salah satu obat pembersih hati. Dengan demikian semoga tidak ada lagi penghalang antara kita dengan kebaikan Allah.

Penghalang itu, terkadang adalah sebuah kenyamanan. 

Kenyamanan yang membuat pergerakan cenderung lambat, malas, menanti-nanti. Nyaman memang baik, tapi terlalu nyaman akan mematikan. Dorongan untuk maju menjadi tumpul, lalu kita mudah termakan pada ekstase yang semu. Nyaman seakan seperti musuh dalam selimut, ketika hangatnya mulai melenakan, maka sejatinya ia menjadi musuh. Niat-niat baik akan terlelap juga akhirnya dalam kebiasaan nyaman untuk memilih ‘tak bergerak’.

Saking nyamannya, kita membiarkan segalanya berlalu tanpa impuls untuk lebih maju lagi. Pikiran sih sebenarnya ingin maju, tapi raga yang tak terlecut akhirnya tetap malas juga. Tampak tak ada masalah, justru itulah masalahnya. Kadang kita kebingungan sendiri, mencari-cari masalah apa yang membuat kita terlalu lama berdiam diri, dan…. ternyata dia adalah sahabat terbaik sekaligus musuk yang licik, yaitu kenyamanan diri kita sendiri. 

Orang lain sudah sampai di level tinggi karena ia mau melecut diri, keluar dari zona nyamannya sendiri. Sedangkan kita mungkin masih belum beranjak karena tak ingin lepas dari servis kehidupan yang serba enak. Kita seakan punya semuanya, makan minum tersedia, rumah berada, harta benda tak kurang adanya, apalagi? Sedangkan sebagian orang sukses diluar sana tak mendapatkan servis kehidupan seperti yang kita miliki, kini mereka jauh sekali melampaui ekspektasi karena mereka bergerak senantiasa melecut diri.

Gila. Ternyata titik tolaknya adalah tak terlena pada kenyamanan. 

Susah sekali memang bila sudah nyaman, akan susah berubah, menjadi susah beranjak. Kecuali, ‘kiamat’ tiba-tiba datang. Haruskah sesuatu yang buruk terjadi terlebih dahulu, baru kita mau untuk melecut diri?

Jika harus menangis, jangan menangis karena rasa kecewa, karena harap yang tak sesuai kenyataan, apalagi buat yang suka nangis kalau keinget mantan. Tapi menangislah di sepertiga malam, menangislah atas kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan, menangislah karena diri yang belum bisa mencintai Allah, mencintai Nabi dan mencintai AlQur’an seperti mencintai seseorang yang kamu menaruh harap, menaruh cinta dan rindumu kepadanya.
—  Tulisan tentang Penghalang Qiyamul Lail selanjutnya insyaAllah segera menyusul. Menangislah di saat shalat malam, tangisi dosa-dosa kita, tangisi sikap kita yang seringkali mengecewakan Allah. Semoga tangis itu mengembalikan kita pada cinta yang menuju Allah. Qiyamul Lail dan Al-Qur’an, dua terapi hati terbaik. Semoga dengannya Allah ganti hati keras kita dengan hati yang lembut.
Penghalang Qiyamul Lail(Part 1)
Fudhail bin Iyadh berkata :

“Jika engkau tidak mampu menunaikan shalat
malam dan puasa di siang hari, maka ketahuilah
bahwa engkau sebenarnya sedang dalam keadaan terhalang,
karena dosa-dosamu begitu banyak.”

Ibrahim bin Adam pernah didatangi oleh seseorang
untuk meminta nasihat agar ia bisa mengerjakan
shalat malam. Beliau kemudian berkata kepadanya,
“Janganlah engkau bermaksiat kepada Allah Azza
Wa Jalla di siang hari, niscaya Allah akan membangunkanmu
untuk bermunajat di hadapanNya malam hari.
Sebab munajatmu di hadapanNya di malam hari merupakan
kemuliaan yang paling besar, sedangkan orang yang
bermaksiat tidak berhak mendapatkan kemuliaan itu.”

Al-Hasan berkata,“Tidaklah seseorang meninggalkan shalat malam
kecuali karena dosa yang dilakukannya. Oleh karena itu,
periksalah diri kalian setiap malam ketika matahari terbenam,
kemudian bertaubatlah kepada Rabb kalian, agar kalian bisa
mengerjakan shalat malam”

bismillah~


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐

Utk lelaki yang sudah menikah dan akan menikah katakan hal ini pada istrimu:

“Tugasku membawamu ke surga. Tapi tolong bantu aku memuliakan Ibuku. Karena surgaku, ada padanya”

Istri dan calon istri sejati akan slalu mendukung suami memuliakan Ibunya. Karena suatu saat diapun akan menjadi seorang Ibu & berharap dimuliakan oleh anak-anaknya…
Jangan sebaliknya menjadi penghalang suami berbakti pada Ibunya. Kamu harus tahu, bahwa dalam Islam seorang anak lelaki tetap wajib bertanggung jawab pada Ibunya…Sampai kapanpun. Jadi adalah sebuah kejahatan luarbiasa dihadapan Allah jika karena ulahmu…Seorang anak menjadi lupa dan tak berbakti pada Ibunya.


Akan sulit membangun kebahagiaan rumah tangga tanpa cinta pada orang tua Khususnya Ibu. Sebaliknya sepasang suami istri yg memiliki kepedulian tinggi pada Ibu dan Ibu mertuanya akan Allah angkat derajatnya, Allah berikan kemudahan dan pertolongan dari segala ujian. Pernikahannya dipenuhi keberkahan dan kebahagiaan.


Dan untuk istri/calon istri saya beri satu info rahasia untukmu…Seorang suami akan semakin mencintaimu, berlipat kali…Jika kamu menunjukan kepedulian dan mendukung suami untuk peduli berbakti pada Ibunya. Dan seorang suami pun akan semakin berkah dan indah hidupnya jika menunjukkan kepedulian kepada orang tua istrinya.
Inilah indahnya Islam…


Jadi Niatkan Pernikahan kita menjadi jalan kebahagiaan bagi orang tua. Bukan sebaliknya, menjadi ajang pelarian…Menjauh dari orang tua.
Sungguh….Tak kan pernah bisa membalas jasa-jasa orang tua kita terutama Ibu. Hanya bisa belajar dan berusaha….


Maaf bukan ingin menggurui, hanya mengajak untuk sama-sama belajar satu hal penting yg mungkin sedang atau akan kita alami.


Semoga Allah ridhoi langkah kita..

Nasehat ini disampaikan oleh Kang Abay.
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐

saya lupa sudah share ini atau belum, tapi semoga bermanfaat bagi yang sudah menjadi istri ataupun yang akan menjadi istri.

Ingat, sampai kapanpun, seorang lelaki wajib berbakti pada kedua orangtuanya, terlebih ibunya, karena surganya ada pada ibunya. Bantulah ia menjadi anak yang penuh bakti kepada orangtuanya :).

Selamat berproses, berproses menjadi lebih baik, lebih dewasa, lebih taat dan lebih sholehah tentu saja ~

dan juga pilihlah seseorang yang dengannya surga lebih dekat denganmu ❤️

selamat pagi 😊

Rasanya belum saatnya urusan percintaan dijadikan prioritas, apalagi jadi penghalang buat memperjuangkan impian-impian. Kencangkan ikat pinggang, ujian, godaan, senantiasa ada di sepanjang jalan pembelajaran. Jadilah yang tetap ceria, sebab kita yakin impian kita bukan hiasan kepala semata.
Dear Diary #1

Tidak ada lambaian atau pelukan, sebab memang ini bukan lah perpisahan. Meski memang, perbedaan waktu kini menjadi penghalang. Namun yang pergi, kelak pasti akan pulang.

Bersenang-senanglah, sayang. Sebab hari ini, tidak akan pernah terulang. Sebab esok belum lah terbayang.

#1
Hari ke-5 di bulan kedua. Tanpa adegan perpisahan seperti di film layar lebar, dengan latar sebuah bandara. Aku mengantar kepergianmu dengan sebuah harapan; Jika sudah selesai kamu bersenang-senang, segeralah pulang. Sebab, ada raga yang tak sudi jika harus kerontang, dan bibir kekeringan tanpa kecupan.

Tidak ada yang berubah memang, dalam keseharianku semenjak kepergianmu. Aku masih mengerjakan hal yang sama—yang sudah dua tahun ini aku kerjakan; bertemu dengan banyak orang, dan menertawakan hal yang sama berulang-ulang. Walau terkadang, terselip rasa rindu untuk bertemu sesekali waktu.Tapi rindu biarlah tetap menjadi rindu, tak perlu aku ubah menjadi apapun yang dapat menjadikannya ragu.

Sebab rindu, biarlah menjadi pondasi utama untuk landasan pada keningku—tempat bibir kecilmu mendaratkan gincu, dan sayap-sayap kecilmu yang lelah, biarlah merebah pada dadaku yang awah.

Namun semua tiada guna, jika kautak ada.
Maka dari itu,
pulanglah.