penalaran

3

MY PERSPECTIVE

#4 SOMETIMES, A QUOTE IS UNIVERSALLY APPLICABLE. BECAUSE IN ANOTHER SOMETIMES, A QUOTE IS NOT UNIVERSALLY APPLICABLE |

Setiap orang, sudah sangat pasti mendapatkan pelajaran kehidupan yang berbeda. Mesikipun pelajaran kehidupan tersebut hanya berbeda 1 poin saja. Bahkan dalam kehidupan 2 orang yang kembar pun sudah tentu terdapat perbedaan. Hal ini disebabkan karena seorang manusia memiliki otak, hati, rasio, dan perasaan. Sehingga ketika seseorang mengalami sesuatu bahkan suatu kejadian yang sama, latar belakang yang sama, sudah sangat pasti hasil pelajaran yang diperolehnya akan berbeda. Walaupun hanya 1 poin saja.

Penalaran yang menjadi dasar dalam ilmu logika memiliki 2 cara dalam menalar yaitu deduktif dan induktif. Deduktif adalah menalar sebuah kejadian berdasarkan teori teori logika yang ada sehingga menghasilkan sebuah jawaban yang bersifat ilmiah dengan kekuatan kesimpulan universal (valid dan benar. Dapat mewakili secara menyeluruh atau universal). Sedangkan induktif adalah menalar sebuah kejadian berdasarkan kejadian-kejadian yang terjadi sebelumnya. Kesimpulan atau jawaban yang dihasilkan oleh cara induktif ini tidak dapat berlaku secara universal. Kekuatannya pun lemah karena memerlukan lebih banyak fenomena untuk menguatkan kesimpulan.

Deduktif bersifat formal sehingga digunakan dalam kegiatan penelitian. Berbeda dengan induktif yang tidak bersifat formal. Dimana kesimpulannya mengandung kemungkinan kebeneran. Sehingga sangat mudah untuk dipatahkan. Yaitu dengan menunjukkan fenomena/bukti yang berbeda.

Contoh:

Deduktif (berangkat dari teori, ke pengertian)

-          Jika mahasiswa unpar rajin adalah benar, kemudian jika ani merupakan mahasiswa unpar adalah benar, maka ani adalah rajin.

-          Jika waktu selalu bergerak maju adalah benar, dan jika manusia berada di dalam waktu adalah benar, maka manusia adalah selalu bergerak maju.

-          Jika mahasiswa unpar adalah rajin dan ani adalah mahasiswa unpar, maka ani adalah rajin.

-          Jika waktu adalah selalu bergerak maju dan manusia adalah berada di dalam waktu, maka manusia selalu bergerak maju.

Deduksi menghasilkan kesimpulan yang kuat namun tetap bisa dipatahkan. Yaitu dengan waktu. Yaitu ketika munculnya sebuah teori baru yang lebih kuat.

Induktif (berangkat dari fakta empirik, ke pengertian)

-          Ketika saya berumur 5 tahun, saya hanya melihat angsa berwarna putih. Ketika saya berumur 6 tahun, saya kembali hanya melihat angsa berwarna putih. Ketika berumur 7 tahun, lagi-lagi saya hanya melihat angsa berwarna putih. Akhirnya kepala saya mengatakan bahwa “angsa adalah berwarna putih”.

-          Ketika berpacaran dengan Andre, Maya dibohongi. Ketika berpacaran dengan Reno, Maya kembali dibohongi. Ketika Maya berpacaran dengan Jeri, ia lagi-lagi dibohongi. Akhirnya Maya mendefinisikan berdasarkan fakta yang terjadi bahwa laki-laki adalah pembohong.

Induksi menghasilkan kesimpulan yang tidak kuat dan mudah dipatahkan. Yaitu dengan menunjukkan fenomena atau bukti baru.

Induktif yang berangkat dari fakta/kejadian/pengalaman membuat kesimpulannya yang bersifat subjektif dan tidak dapat mewakili secara universal. Karena fakta/kejadian/pengalaman yang dialami setiap orang berbeda-beda. Sehingga ketika pengalaman dan latar belakang bertemu, akan mengasilkan pendapat yang sangat subjektif.

Contoh:

-          Dia ketika berumur 5 tahun melihat angsa berwarna hitam. Begitu juga ketika dia berumur 6 dan 7 tahun. Maka definisi/kesimpulan/pengertian saya bahwa angsa adalah berwarna putih menjadi tidak benar.

-          Ketika berpacaran dengan Andre, Nisa tidak dibohongi. Ketika berpacaran dengan Jarot, Nisa tidak dibohongi. Juga ketika berpacaran dengan Mike, Nisa tidak dibohongi. Bahkan ketika ibumu berpacaran dengan ayahmu, ibumu tidak pernah dibohongi. Maka definisi/kesimpulan/pengertian Maya bahwa laki-laki adalah pembohong menjadi salah. Karena dapat dibuktikan fakta lainnya yaitu terdapat laki-laki yang tidak berbohong.

KAITANNYA DENGAN KUTIPAN

Dalam ilmu logika dan menalar, terdapat beberapa kritik terhadap metode berfikir deduktif. Beberapa diantaranya adalah sangat formal, abai terhadap fakta, tidak dapat menjelaskan paradoks, dan sangat kaku.

Berbeda dengan induktif yang sangat luwes namun mudah dipatahkan. Sehingga metode ini yang paling sering digunakan oleh otak dalam menalar sesuatu terutama untuk yang tidak formal.

Contoh:

-          Gw mau nambah semester lagi ah supaya IPK 3.00. Soalnya si Fajar angkatan 2008 ampe sekarang belom dapet kerja. Ari, Soni, dan Edo juga sama.

Respon: tapi Bang Rendi 2007 IPK 2.01 dapet tuh di Indosat.

-          Kalo nyari pacar gamau di Bandung lagi ah. Waktu itu si Sheila sama Putri jadi korban PHP mulu.

Respon: tapi si Nisa malah laris manis tuh ga pernah jomblo lebih dari 3 bulan.

-          Makanya kalo jadi orang tuh jangan kenceng-kenceng suaranya. Gw di lemparin botol sama orang yang lagi di perpus soalnya.

Respon: ya elo berarti salah tempat salah waktu.

Hal tersebut kerap terjadi kepada banyak manusia. Terutama ketika seseorang yang sedang berada di dalam kesusahan, emosi sedang membelenggu logikanya sehingga tidak mampu berfikir secara kritis, dan kemudian membutuhkan sebuah pendapat, ia akan cenderung bertanya kepada orang lain bagaimana suatu hal harus dihadapi. Seseorang akan bertanya bahkan kepada orang lain yang diyakininya sudah pernah mengalami hal serupa, sehingga pendapat orang lain tersebut (yang berdasarkan pengalaman) juga diyakini akan memberikan jalan keluar. Dan ketika ia mengutip bahkan mencoba hal yang dianjurkan kepadanya namun hasilnya tidak sesuai dengan harapannya, maka ia cenderung akan bersikap tidak adil.

Hal ini yang disebut sebagai “terkadang, kutipan tidak berlaku universal”.

Bukan tidak benar apabila perlu mendengar saran dari orang lain. Tapi akan sangat tidak bijak jika kita seringkali mengutip perkataan seseorang untuk diaplikasikan dalam kehidupan kita. Pengalaman yang dialami tentu berbeda, cara berfikir dan kondisi serta kepentingan pun berbeda, belum lagi kita tidak mengetahui dengan pasti apakah orang lain tersebut benar-benar peduli terhadap kita.

Sehingga pada intinya, ketika sedang menjalani kehidupan kita sebetulnya banyak menemukan suatu jawaban/kesimpulan dari hasil menalar akal logisnya yang ditambah dengan keyakinan dari apa yang kita yakini. Pada akhirnya, kita sebetulnya tau apa yang perlu dilakukan. Dan pada akhirnya, kita akan melakukan apa yang kita yakini perlu untuk dilakukan. Karena pengalaman, latar belakang, kejadian, akal logis, serta keyakinannya, akan menghasilkan jawaban dan tindakan yang cenderung sangat lebih sesuai untuk dirinya daripada jawaban dan tindakan berdasarkan pengalaman, latar belakang, kejadian, akal logis, serta keyakinan orang lain.

 

 

Sumber: ilmu logika dasar

“pro%���=�

Mengapa Harus Belajar Matematika? Apa saja Manfaatnya? [G] -II

Mengapa Harus Belajar Matematika? Apa saja Manfaatnya? [G] -II

Oleh: Isra Nurhadi* (Pendiri “Istana Matematika” & “Istana Mengajar)

Pertanyaan ini sangat klasik dan sering ditanyakan sejak dahulu. Saya akan mencoba untuk menjawab pertanyaan yang tidak gampang ini.

Matematika adalah pelajaran yang sangat ditakuti sebagian siswa dari belahan dunia manapun. Pelajaran ini dahulunya terbagi menjadi ilmu hitung, ilmu ukur, dan aljabar. Matematika banyak digunakan…

View On WordPress

Obat Apatis

yap apatis..

jadi si apatis itu artinya cuek, masa bodo, ga ada antusias dengan hal tertentu, ya hidup ogah matipun ogah.

jadi gw ini salah satu orang yang terkena si apatis itu, itu pun secara ga sadar kalo ternyata gw itu apatis, dulu gw ini orang yang cuek, acuh, ga peduli, ga peka yaaaaa pokonya apatis deh, pada akhirnya tuhan memberi skenario memberi gw skenario bahwa gw harus berubah dan menghilangkan apatis tersebut.

tuhan akhirnya memberi obat apatis gw melalui seorang wanita yang pernah menjadi pasangan hidup (pacar loh, bukan istri) jadi dia lah yang memberikan gw tentang kesadaran tentang hidup, secara dia sadari maupun tidak.

mungkin karena the power of love dari seorang pacar ini yg bisa bikin gw mulai berani interaksi dengan sekitar, berani tanggung jawab, lebih bijak, yaa mungkin moral kemanusiaan terbentuk. secara perlahan pun pribadi & jiwa gw mulai terbuka, lebih peka dan sadar apa yang udah gw lakuin selama mengidap apatis itu bikin sekitar rugi dan gw pribadipun rugi, soalnya gw sendiri jadi ngerasa orang yang serba telat buat belajar ilmu duniawi dan akherat, dan hal ini pun terjadi secara spontan begitu aja.

selain itu ketertarikan gw dengan seni juga bisa dibilang pondasi gw buat mengobati apatis ini + ditambah impian semasa smp gw memasuki institusi kesenian yg bergengsi di jkt pun terkabul, akhirnya gw pun dapet banyak belajar dari institusi tersebur, secara lingkungan, pergaulan, pengalaman, pengetahuan semua saling mendukung untuk jadi bahan pemikiran + obat keapatisan gw.

bahkan ketika seorang teman gw yang bertanya ke gw “co kenapa lu pilih seni” dan gw cuma jawab “mau obatin diri gw om” temen gw “dari??” gw “apatis”. gw panggil dia om ya karena dia memang lebih tua dari gw. dan gw jawab inipun karena gw ngerasa kalau seni itu emang dunia yang sangat luas jangkauannya, bikin kita lebih kreatif, ngebentuk mental, sosial, budaya dan filsafat pun termasuk dalam seni berpikir, ya berkat gw masuk institusi kesenian ini juga gw jadi lebih memahami sebuah karya visual yang ga dipandang secara mata aja.

dan gw pun belajar obat tentang keapatisan ini pun ga cuma dari institusi gw aja, dari jalanan dan menghayal juga, disaat gw suka jalan menggunakan kuda besi beroda 2 gw ke tempat favorit yang selalu random, ga kenal waktu dan orang tua pun ga tau, bahkan ketika sampai ditempat tujuan gw cuma duduk, diem, menghayal, mikir, mengamati ya serasa alone rider mungkin.

jadi sampai saat ini (8/14/2013) gw pun masih dalam proses menghilangkan keapatisan gw ini, secara gw bakal jadi seorang pemimpin keluarga dan gw bakal memiliki harta dunia yang paling berharga yaitu “anak” disaat gw sudah menikah nanti, semoga hal ini ga cuma jadi pengalaman/ramuan buat gw pribadi, tapi buat kalian semua yang membaca ini, dan juga terima kasih untuk lingkungan yang udah memerikan ramuan obat ini :)

intinya obat apatis itu penalaran & pengalaman aja ko :)

tetap dalam kesadaran & cinta satu sama lain yaa :)

Terima Kasih terhaturkan atas kerelaan kalian untuk singgah menggenapi hari-hariku, meskipun sebenarnya Yang Maha Kuasa telah mengatur pertemuan kita
— 

bersama kalian itu indah

Logika dan Penalaran sesat

masih heran dan ngga habis pikir…

dengan jalan pikiran orang-orang kebanyakan di Indonesia…

terutama mengenai kesehatan…

banyak orang beranggapan…

dengan memakan daun tertentu , 5 helai saja  sehari, direbus , dan diminum airnya setiap hari…

maka , simsalabim…

semua penyakit langsung sembuh…

*padahal secara penelitian belum jelas, apa isinya daun itu dan kandungannya seberapa banyak??

mungkin bukan hanya di bidang kesehatan saja…

bidang bidang lain juga sepertinya…

dari mana ceritanya seseorang mau menitipkan uangnya…

pada seorang “penasihat spiritual” agar uangnya berlipat ganda…

“magically”…

logikanya dimana???

aturan sidukun duluan yang gandain duit…

ngga usah susah-sudah lagi jadi paranormal…

dimana pula logika “katanya”…

*lagi-lagi tentang kesehatan

- katanya obat ambeien adalah sarden kalengan…

makan sebanyak - banyaknya…

dan Sim salabim…

ambeien anda akan hilang seketika…

- katanya rebusan daun sirsak…

direbus, disusutkan dan diminum seduhannya…

maka, lagi-lagi , simsalabim…

semua penyakit sembuh…

- dan yang paling ajaib…

seorang dengan hidrocephalus…

disuruh hanya berdoa dan melakukan ritual tertentu…

maka tiba2x kepala orang tersebut kempes seperti sediakala…

aturan untuk penyakit fisik dan tumor2x ganas,

logikanya sibenjolan harus diangkat dan sesuatu yang menyumbat harus di longgarkan…

Tapi tetap saja orang berbondong-bondong… 

melalkukan pengobatan menyimpang …

Dimana…

logika…

tiada, hanya asal berbicara…

(harusnya semua orang indonesia hapalkan dan resapi lagu Vina Panduwinata ini yang syarat makna)

sebagai seorang muslim…

kita telah diajarkan lebih dulu bagaimana berpikir logis…

bahkan wahyu pertama yang diterima nabi memerintahkan untuk membaca…

dimanakan logika itu sekarang???

dahulu sekali…

imam gazali telah mengenalkan penemuan dahsyat dalam sejarah penciptaan manusia didunia : “metode ilmiah”…

yang merupakan dasar dari semua kemajuan ilmu pengetahuan…

tapi malah orang-orang barat yang lebih mengembangakannya…

kita malah terjebak dalam ritual dan kultus yang menyesatkan…

mungkin banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi…

pendidikan yang rendah dan tidak merata…

kesejahteraan yang kurang…

dan keimanan yang lemah (sotoy)

serta hal-hal lain yang absurd…

mungkin dalam waktu 100 tahun kedepan…

belum akan terlihat ada kemajuan yang berarti di negeri ini…

jika pendidikan, kesejahteraan dan akses kesehatan masih sebegitunya…

menyedihkan…

semoga saja Tuhan berkehendak lain…

yang dengan ijinnya…

sim salabim… *hehehe

semua menjadi…

Lebih baik, lebih indah dan lebih sejahtera…

aminnn… ya Allah…

(Bukan) Bernalar, (Tapi) Berakal

Konsep dan pengertian tentang sesuatu adalah hasil penalaran berpikir berbasiskan pengamatan inderawi (observasi empirik). Pola pemahaman berdasarkan pengamatan kejadian sejenis membentuk proposisi–proposisi; dan berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, lantas orang menyimpulkan sebuah “teorema baru” yang sebelumnya tidak diketahui.

Mengenal lebih dekat: HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) Sastra Jerman Universitas Negeri Malang

HMJ Sastra Jerman merupakan salah satu himpunan Mahahasiswa Jurusan di Fakultas Sastra. Jurusan Sastra Jerman (JSJ) sendiri sudah ada sejak tahun 1999 yang pada mulanya hanya memiliki satu Program Studi yaitu Pendidikan Bahasa Jerman. Namun, sejak empat tahun lalu Sastra Jerman memiliki Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin yang turut melengkapi warna-warni Jurusan Sastra Jerman.

Jurusan Sastra Jerman tak hanya mendukung pengembangan akademik mahasiswa melainkan juga dari sisi non-akademik, hal itu dibuktikan dengan adanya bidang-bidang bakat minat yang menjadi wadah bagi para mahasiswa Sastra Jerman untuk mengembangkan potensinya, diantaranya: Liebe Choir (paduan suara), Theater Über (Teater), dan Schwäne Tanzen (tari).

Pada kepengurusan periode 2015/2016 ini, Hifdzullah Iman Lanamindo sebagai Ketua HMJ Sastra Jerman beserta 40 pengurus lainnya memiliki 4 bidang besar, yaitu Penalaran, Bakat Minat, Kesejahteraan, dan Organisasi. Selain itu, terdapat pula dua subbidang yaitu keolahragaan, yang termasuk dalam bidang Bakat Minat  dan Kerohanian yang termasuk dalam bidang organisasi.

HMJ Sastra Jerman memiliki beberapa program kerja (proker), diantaranya Pentas Kolaborasi, yang menjadi ajang bagi semua bidang bakat minat Sastra Jerman untuk menampilkan kepiawaiannya dalam menari, menyanyi, dan bermain teater, Jia Tage (hari Keluarga) merupakan kegiatan bakti sosial, Grüne Welt yang menunjukkan kepedulian mahasiswa Sastra Jerman kepada alam dengan menanam pohon. Wilkommen yang diadakan dalam rangka menyambut mahasiswa baru jurusan sastra jerman, Diklat pengurus, yang merupakan program kerja untuk merekrut pengurus HMJ baru,  Zhongwen Bisai, yaitu proker yang mengajak siswa SMA dan sederajat se-Jawa Timur berpartisipasi dalam lomba Bahasa Mandarin. IMBSJI (Ikatan Mahasiswa Bahasa Jerman Seluruh Indonesia), yaitu pertemuan dari perwakilan mahasiswa Sastra Jerman dari seluruh Indonesia, dan Deutschen Tage (DT) yang merupakan program kerja tahunan JSJ yang berlangsung selama tiga hari dengan berbagai rangkaian acara yang menarik. Selain lomba-lomba intern, DT juga disemarakkan dengan dibukanya pameran, bazar, Deutsch Karneval serta masih banyak lagi. Pada hari ketiga, rangkaian lomba bagi seluruh siswa SMA dan sederajat se-Jawa dan bali diselenggarakan. Suasana semarak dan semangat berkompetisi untuk meperebutkan Piala bergilir Gubernur dan rektor serta hadiah-hadiah menarik menjadi puncak dari rangkaian acara DT. Pada tahun ini, DT akan diadakan pada bulan November mendatang dengan mengusung tema, “Abenteuer in vier Jahreszeiten”.

Terlaksananya program kerja serta kegiatan di JSJ merupakan wujud nyata dari rasa tanggung jawab serta eratnya rasa kekeluargaan dari semua elemen Jurusan Sastra Jerman.(fadia)

Dalam konstruksi logika dan doktrin tentang kesehatan yang sebelumnya pernah saya pelajari, rasa-rasanya hal tersebut di luar penalaran. Apalagi sewaktu saya berkunjung ke tempat saudara-saudara kita yang yang tinggal di TPA atau perkampungan kumuh. Atau ketika saya menghibur orang-orang yang menempati panti rehabilitasi karena terserang suatu penyakit kronis, sering kali terbersit ketakutan akan tertular virus.

Ketakutan ini semakin besar lagi sewaktu saya menghabiskan waktu berbulan-bulan di antara ratusan jenazah dan korban-korban yang selamat dari peristiwa bom Bali lalu Belum ditambah pula dengan keadaan yang begitu kacau dan ketegangan yang tinggi, sehingga tak memungkinkan untuk mengonsumsi makanan sehat dan beristirahat teratur.

Namun, kecemasan itu berakhir ketika secara kebetulan saya mendengar pembacaan artikel di sebuah radio FM tentang penelitian yang dilakukan oleh psikolog dari Harvard, David McClelland dan Carol Kirshnit, tentang hubungan antara empati dan kekebalan tubuh.

Hasil penelitiannya sangat mengagumkan, yaitu terjadinya kenaikan tingkat Immunoglobulin A (IgA).
IgA di-tes dari air liur penonton yang menyaksikan film tentang Bunda Theresa atau film-film lain yang mengundang empati.

Mengagumkan sekali bukan? Bagaimana tubuh secara otomatis akan memproduksi zat untuk menaikkan kekebalannya apabila kita berempati.

Di dunia ini banyak yang kita tahu, namun lebih banyak yang kita tidak tahu.Banyak yang kita bisa lihat, namun banyak sekali yang kita tidak lihat. Lalu dari yang kita lihat, kita selalu mempunyai pilihan dari sudut mana kita mau melihatnya.

Apa Itu Epistemologi?

Epistemologi adalah studi tentang metode memperoleh pengetahuan. Itu menjawab pertanyaan, “Bagaimana kita tahu?” Ini meliputi sifat konsep, membangun konsep, validitas indera, penalaran logis, serta pikiran, gagasan, ingatan, emosi, dan semua hal mental. Hal ini berkaitan dengan bagaimana pikiran kita berhubungan dengan realitas, dan apakah hubungan ini valid atau tidak valid.

Giselle Jocelyn Morgan (le Fay).

▪ Nama FC:
Natalie Dormer.

▪ Nama Alias:
le Fay.

▪ Nama Karakter:
Giselle Jocelyn Morgan.

▪ Spesial Fitur:
Giselle memiliki bibir asimetris yang membentuk senyum miring alami–yang terlihat seperti cengiran. Senyumannya saja seperti mengatakan bahwa ia mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang lain–apalagi ditambah sorot matanya yang terkadang mengatakan hal yang sama atau bahkan lebih. Ketika digabung, kedua hal tersebut sudah seperti pertanda bahwa sesuatu akan terjadi dan Giselle adalah dalang yang memprakarsai hal tersebut. Tapi tentunya, ia tidak bermaksud demikian; senyum miring dan sorot matanya merupakan bawaan fisik alaminya, bukan? Entahlah, hanya dirinya yang tahu.

▪ Sifat Karakter yang Dimainkan:
Giselle adalah seseorang yang tak hanya memiliki kecerdasan yang diatas rata-rata, namun juga memiliki penalaran yang baik serta mengerti kapan, dimana, dan dalam situasi apa harus menggunakannya. Walaupun begitu, kecerdikkannya akan kalah dengan kecenderungan dirinya yang merupakan seorang pengambil resiko yang agak impulsif. Agak impulsif, bukan berarti ia tak memiliki kontrol diri yang baik. Pengendalian dirinya tergolong cukup, kecuali pada saat-saat tertentu dimana emosinya yang membuncah tak tertahankan lagi. Ia bukan orang yang akan merespon terhadap provokasi semata, tapi apabila provokasi tersebut bersinggungan dengan batas ideal yang ia buat, maka ia tak akan basa-basi lagi dalam menahan emosinya.

Ia juga adalah seorang pengamat yang baik; bahasa tubuhnya cenderung santai dan apa adanya, karena sebagian besar waktunya saat berinteraksi ia gunakan untuk mengamati reaksi lawan bicaranya, apa yang membuat seseorang tersebut tidak nyaman, dan sebagainya. Tidak hanya lawan bicaranya, mengamati orang-orang yang lalu lalang juga merupakan salah satu hobinya ketika berada di keramaian. Walaupun cenderung santai, Giselle bisa menjadi serius ketika dibutuhkan, tak jarang menyumbangkan kritik (diminta maupun tidak) apabila sesuatu dinilainya tidak sebagaimana harusnya terjadi.

Perihal perilaku santainya, hal itu juga berefek pada dirinya yang flirty–sering mencurahkan pujian atau menggoda lawan jenis. Walaupun terkadang kelakuannya mengisyaratkan bahwa ia tertarik terhadap target pujiannya, sejatinya hal tersebut hanyalah senda gurau belaka dan ia tak pernah menganggap serius hal tersebut, kecuali pada orang tertentu. Pujiannya, tentu, berkisar antara apresiasi tulus, basa-basi, bahkan sampai ke sindiran (yang tidak terlalu) halus.

Normalnya, ia adalah seorang gadis yang taat dengan peraturan, kecuali ia menemukan celah di peraturan tersebut, yang mana akan ia eksploitasi habis-habisan (dengan begitu, secara teknis, ia tak melanggar peraturan tersebut). Ia cukup mengagumi orang-orang yang memiliki nyali untuk melanggar peraturan yang ada, namun menertawai kenekatan mereka. Bagaimanapun juga, peraturan memang dibuat untuk dilanggar dan setiap sistem yang ada memiliki kelemahan.

▪ Ciri Fisik :
Biru glasial agak keabuan yang menjadi warna iris Giselle adalah hal pertama yang akan diperhatikan orang yang melihatnya. Matanya berbentuk buah badam; agak sipit dan panjang dengan ujung terluar mata agak melengkung ke atas, membuat lipatan kelopak matanya tidak terlalu terlihat–ada, namun tidak mencolok. Kemudian, seiring perhatian tersebut turun ke bibirnya yang hampir selalu tersenyum miring seakan ia mengetahui kapan dunia akan berakhir, terlihatlah hidung mancung yang mencuat sempurna–sering disebut nixon atau retroussé. Selain itu, tulang pipinya tidak terlalu tinggi, namun tetap menonjol. Wajahnya yang berbentuk hati dibingkai oleh surai pirang sewarna pasir agak keemasan pucat yang panjang dan bergelombang.

Gadis berkulit pucat kemerahan khas ras kaukasia ini memiliki tato di lengan kiri bawahnya yang bertuliskan “Fear is the mind-killer” yang merupakan kutipan dari novel sains-fiksi klasik ‘Dune’ (1965) oleh Frank Herbert. Tubuhnya setinggi 1.68m, yang mana merupakan tinggi ideal bagi seorang wanita kaukasia, dan beratnya 56kg–ideal, menurut ukuran Body Mass Index alias Indeks Masa Tubuh.

Tipe tubuhnya sendiri merupakan tipe tubuh yang ideal bagi kaum hawa, yaitu tipe jam pasir. Dada dan pinggulnya seimbang, ditemani pinggang yang langsing namun tidak terlalu kurus; proporsional dengan kakinya yang walau ia tidak terlalu tinggi, tidak mengandung banyak lemak sehingga terlihat jenjang dan indah.

Tubuh proporsionalnya tak ia dapat begitu saja, tentunya. Latihan fisik yang cukup keras ia jalani, tidak hanya sebagai kewajiban sebagai agen namun juga sebagai hobi. Walaupun ia lebih menyukai menggunakan senjata api, tapi Giselle juga menggemari anggar–cabang olahraga yang sempat digelutinya saat sekolah dan perguruan tinggi selain menari dan berlari marathon.

▪ Background Story:
Lahir 19 September di Napoli, Italia, yang menganut asas Ius Soli, saat perjalanan bisnis kedua orangtuanya, membuat Gisella menjadi seorang warga negara Italia sampai usianya menginjak 17 tahun. Hal tersebut membuat kedua orangtuanya yang masih berkewarganegaraan Inggris harus bolak-balik Itali-Inggris demi mengurusnya (sekaligus mengurus perusahaan baru mereka di Itali). Setelah itu, ia melanjutkan kuliahnya di Universitas Oxford di Oxford, Britania Raya, dengan hukum sebagai jurusan utama serta psikologi dan kriminologi sebagai jurusan sampingannya. Sembari menjalani kuliahnya, ia memroses perpindahan status kewarganegaraannya agar ia menjadi warga negara Britania Raya, sama dengan orangtuanya. Proses itu akhirnya membuahkan hasil ketika ia menjalani semester 5 di bangku kuliahnya.

Terlihat dari jurusannya, Giselle sama sekali tak memiliki ketertarikan bergelut di dunia bisnis seperti kedua orangtuanya. Giselle memilih bekerja untuk NCA, alias National Crime Agency. Ia berada disana sampai suatu saat kasus mengenai perdagangan manusia ditutup paksa karena pemimpin perdagangan tersebut ternyata merupakan pengusaha besar yang didukung politikus korup dibelakangnya, dan mereka memiliki cukup uang untuk membungkam saksi serta menyuap pengadilan untuk berpihak pada mereka.

Tidak puas dengan ketidaksanggupan NCA untuk menyelesaikan masalah tersebut, Giselle pergi tanpa komando atasannya, berniat membumihanguskan (tidak secara harafiah) usaha tersebut sampai ke akarnya, walaupun taruhannya adalah nyawanya sendiri (atau rekor kriminalitasnya, kalau ia selamat).

Ternyata; dirinya tak perlu repot-repot. Pasalnya, ia bertemu dengan agen lain dari Kingsman SS yang ternyata bertujuan sama dengannya, minus perihal izin dari atasan, di markas perdagangan manusia tersebut. Agen tersebut mengatakan pada Giselle untuk tidak khawatir dan menyerahkan urusan tersebut pada Kingsman SS. Tentu saja, Giselle menolak, bersikeras untuk membantu. Walaupun pada akhirnya ia tidak membantu banyak, karena semuanya sudah direncanakan oleh agen itu, Giselle akhirnya diberi tawaran untuk menjadi bagian dalam Kingsman SS, dengan catatan gadis itu harus lolos seleksi ketat yang diadakan. Tak butuh waktu lama bagi Giselle untuk menyetujui hal tersebut.

▪Trivia:
Morgan le Fay adalah salah satu karakter dari Kisah Arthurian. 'Le Fay’ dipilih menjadi alias dari karakter ini karena surname karakter adalah Morgan–walau sebelumnya tidak ada niatan menyamai atau kesengajaan dalam penamaan karakter, karena bagaimanapun juga, karakter ini adalah karakter orisinil.

day 11

hari ini aku dateng ke display ukm nya unair, dan karena aku tu orang yang gampang banget tertarik kegiatan extra semacam itu, aku tertarik sama hampir seluruh ukm yang ada disitu. sinematografi, fotografi, panahan, basket, csr, radiounair, penalaran, taekwondo, softball, voli, bulutangkis, bahkan tenis lapang dan teater. ada catur juga *tear. tapi apa daya. gak mungkin ikut sebanyak itu. jadi aku cuma pilih voli, bulutangkis dan penalaran. biar ada waktu untuk olahraga dan supaya lebih tau how to write critically di ukm penalaran.

aku sempet ngobrol banyak sama mbak dil, ternyata kami seangkatan dan doi tiga tahun berturut turut itu ternyata terus coba buat masuk kedokteran ugm. keren semangatnya. huaaaahhh. udah lumayan was was nih, she looks smart. nilai lebih aku ada di bahasa inggris walau gak jago jago amat. tapi semoga bisa jadi modal yang cukup buat bisa unggul.

amin