penalaran

Rindu Itu...

1.  Rindu adalah setitik harapan dan kepercayaan di tengah kepungan keputusasaan dan kecurigaan.

2.  Rindu itu kebisingan yang sudah tak mampu lagi usir sepi di relung hati.

3.  Rindu itu virus yang menggerogoti otakku dari segala hal lain. Hingga tersisa satu, namamu.

4.  Rindu itu rangkaian kata cinta yang tak bisa disampaikan. Hanya tersimpan di pojok hati yang berdebu.

5.  Rindu itu pedang bermata dua. Yang satu menohok perasaan, yang lain membelah penalaran, lumpuhkan keduanya.

6.  Rindu itu panas terik yang keringkan perasaan di hati. Mengikis perlahan, tiada tertahan.

7.  Rindu itu tarian imajinasi. Ketika gambar dirinya tak lekang dari memori.

8.  Rindu itu robohnya pagar ketahanan hati oleh gedoran jarak yang tak kunjung henti.

9.  Rindu itu aku. Kepadamu.

10.  Rindu itu alunan lagu tanpa emosi. Terdengar hampa dan tak dapat gerakkan hati.

11.  Rindu itu ketidakmampuan logika untuk mendoktrin hati. Hingga sang hati menolak berhenti.

12.  Rindu itu senyum dipaksakan, yang kusunggingkan saat ditanya keadaan, untuk tutupi kehampaan.

13.  Rindu itu seperti lebaran tanpa baju baru. Memang tidak apa-apa, tapi ada harapan tak terkabulkan.

14.  Rindu itu rasa bersalah kepada angin, karena selalu diminta menyampaikan pesan.

15.  Rindu itu harapan yang disimpan, jauh di kedalaman hati, terkadang hingga dibawa mati.

16.  Rindu itu air mata yang tertahan waktu membayangkan perpisahan kita dan senyum yang tersimpul membayangkan pertemuan kembali.

17.  Rindu itu mata yang kupaksakan terpejam kala malam, dan kau tidak di sisiku.

18.  Rindu adalah teman terbaik Cinta. Tapi Cinta tidak tahu, Rindu menikamnya diam-diam dari belakang.

19.  Rindu itu perang antara hati dengan logika, dan biasanya, air mata timbul sebagai pemenang.

20.  Rindu itu air mata yang jatuh ketika kita berjauhan. Tapi langsung kering saat kita kembali bertemu.

21.  Rindu itu keteguhan. Ketahanan diri terhadap godaan, dengan harapan kembali ke awal perjumpaan.

22.  Rindu itu perjalanan tanpa ujung. Hanya kepercayaan dan keteguhan sebagai penuntun jalan.

23. Rindu itu orkestra cinta yang tidak lengkap. Ada bagian yang hilang, Hingga terasa janggal. Bagian itu, kamu.

24.  Rindu itu perlombaan yang belum selesai. Aku sedang menjalaninya denganmu, sebelum akhirnya terpisah jarak.

25.  Rindu itu bunga yang kuncup. Belum dapat kembang, masih menanti sang mentari.

26.  Rindu itu gitar tak berdawai. Tak dapat hasilkan melodi. Sebelum kau hadir kembali.

27.  Rindu itu seperti penumpang yang kesepian di dalam angkot, ingin ada teman, tapi juga takut kehilangan.

28.  Rindu itu gurun pasir. Yang tersapu hujan ketika senyummu mengembang di hadapku.

29.  Rindu itu malam yang belum berlalu, sebelum kau hadir di sisiku.

30.  Rindu itu bahasa kalbu yang malu-malu. karena lidah terlalu kelu untuk menyampaikannya padamu.

31.  Rindu itu kisah lawas. cerita klise dengan aku dan kau yang memerankannya, yang tak henti mengumpat bangsat bernama jarak.

32.  Rindu itu panjang langkahmu yang menjauh dari bibir pintu, tempat dimana aku berdiri untuk menunggu kedatanganmu.