pecah

Sakurai’s Daily Pic - April 30

One of the several items that was shown off during the pic blowout after the direct was the Super Leaf.  We finally have confirmation on how it can be used with allowing fighters to float probably in a similar manner to Princess Peach’s parasol.  Now the more interesting part is Sakurai saying that they are still figuring out the attacking portion if that would be allowed or be similar to the bunny hood and purely be status effects.  I love seeing all the characters with a tail and ears, it looks extremely cute just like the bunny hood.

Suatu hari akan ada seseorang yang mencintaimu begitu kuat, memelukmu begitu erat, dan seketika itu juga segala pecah dan luka dihatimu sembuh begitu saja.
—  One day
Malinda's Broken Implant

Silikon Payudara Inong Melinda Pecah?

Selasa, 31 May 2011 09:30 WIB

External image

JAKARTA, RIMANEWS - Tersiar kabar, silikon yang ditanamkan di payudara Tersangka kasusu pembobol dana nasabah Citibank, Inong Melinda ataua Melinda Dee pecah dan payudaranya mengalami peradangan, akibat kurangnya perawatan setelah ia mendekam di dalam sel. Konon itulah yang menyebabkan ia dirawat di salah satu rumah sakit.  

Melinda Dee terkenal karena kasusnya di Citibank. Dan namanya semakin terkenal karena payudaranya berukuran raksasa, sehingga baju tanahannya tidak ada yang muat di badannya.

Banyak yang menduga payudara besar Melinda Dee hasil operasi silikon yang dilakukan di Jepang dengan biaya dan perawatan paska operasi yang tidak murah. Kini, setelah meringkuk beberapa bulan di dalam sel, Melinda tidak bisa leluasa melakukan perawatan khusus terhadap payudaranya.

Perawatan? Udara dingin, panas, dan kelembapan ruangan sel yang ditempati Melinda kemungkinan membuat payudara seksinya mengalami iritasi dan berujung pada peradangan. Memang, secara umum gejala peradangan itu tidak terlihat dengan jelas, dan akhirnya membuat silikon payudara tersebut pecah.

Melinda dirawat sejak Kamis (25/5/2011) di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur lantaran radang payudara yang dideritanya memerlukan perawatan khusus. Demikian disiarkan inilah.

Mantan Senior Relations Manager Citibank Landmark Jakarta itu kini ditangani dokter spesialis bedah plastik dan psikiater untuk memeriksa kondisinya. Tekanan darah dan demam yang dialami Malinda diduga karena peradangan di payudara.

Sebenarnya, hal yang perlu diketahui adalah implan payudara silikon tidak bisa terjamin keselamatannya seumur hidup, karenanya diperlukan pemantauan dan pemeriksaan payudara rutin jika sudah lebih dari 3 tahun.(b2/ian)

Gila…

Crazy lah. I don’t even mind to translate it. Look at her big tits and you know it all, what happen if you didn’t take care of it. Especially if you’re in prison.

Notes: Don’t even try to go to jail when you got implants on your boobs.

Ramadhan #14 : Gelas-gelas Kaca

Tulisan ini adalah tulisan 14/30 selama bulan ramadhan 1435 H. Dimuat selepas subuh, tapi hari ini agak telat karena nyari ide. Semoga bermanfaat.

Harapan kita seperti gelas kaca. Harus hati-hati membawanya. Jangan digenggam terlalu erat, nanti pecah. Jangan lupa tidak tepat membawanya, nanti jatuh. Harapan kita seperti gelas-gelas kaca. Bila ingin membuatnya berarti, jangan diisi terlalu sedikit. Terlalu menyakitkan. Jangan mengisi terlalu banyak, karena bisa tumpah kemana-mana. Isilah dengan tepat dan bijaksana.

Harapan kita seperti gelas-gelas kaca. Harus berada di tempat-tempat yang melindungi. Tempat-tempat yang mampu menjaga kita dengan baik. Kita selalu takut jatuh dan pecah. Kita diliputi kekhawatiran tentang itu.

Kita menata harapan kita seperti menata gelas-gelas kaca. Takut bila bersinggungan. Takut bila tidak tepat. Kita memastikannya tidak jatuh. Harapan kita sangatlah rapuh.

Kau tahu apa yang bisa membuat harapanmu ini aman? Apakah lemari besi atau tempat tinggi? Apakah selalu dijaga dan dilindungi? Tahukah bagaimana caranya agar harapan kita selalu utuh meski dia jatuh?

Maka kita harus tahu di mana dia jatuh. Apakah dilantai keras atau sesuatu yang melindunginya. Maka, perhatikanlah tempat jatuhnya harapanmu. Apakah kepada sesuatu yang benar-benar akan menghancurkanmu. Atau kepada sesuatu yang akan menjaga harapanmu tetap utuh, meski ia jatuh.

Kita hanya perlu tahu itu. Di manapun kita meletakkan harapan kita. Pastikan tempat jatuhnya adalah sesuatu yang melindungi. Meski harapan kita setinggi langit, kurasa dia tidak akan pecah bila jatuh ke samudera. Kita gantungkan harapan kita setinggi-tingginya. Tapi percayalah, jangan sekali-kali jatuh selain kepada Tuhan. Sebab, Dia akan selalu menjaganya dan meletakkannya kembali pada tempat yang baik.

Harapan kita seperti gelas-gelas kaca.  Dimanapun kita meletakkannya, pastikan bila dia jatuh, dia tetap utuh :)

14 Ramadhan 1435 H | ©kurniawangunadi

Jangan sampai urusan perasaan mematikan yang lain!
— 

Saya sangat memegang erat nasihat ini.

Bagi sebagian perempuan, perasaan adalah bentuk sakral yang tak boleh di(ter)sakiti. Ditambah lagi dengan teori dominasi logika oleh kaum Adam.

Benar adanya, kepekaan perempuan ada pada rasanya. Perempuan ibarat kaca bening yang sesekali berdebu. Makanya, jangan terlalu keras membersihkannya, nanti ia akan retak dan pecah.

Disini, kiranya kita adil. Sebab, semua manusia diciptakan berakal (sehat) dan memiliki naluri. Meskipun dalam benak kita sudah terinstal anggap bahwa perempuan berkawan perasaan dan lelaki berkarib pikiran, tetapi meskinya kedua harus berjalan seiring. Perempuan meski tumbuhkan nalar pikirnya dan lelaki sesekali kenalilah dunia perasaan. Deal.

Kembali pada perasaan. Perasaan memiliki dua mata yang bisa menghidupkan dan mematikan. Seseorang yang didominasi perasaannya akan sulit menerima kenyataan yang secara logika sangat mudah diterima.

Gegara masalah perasaan, ada yang musuhan berhitung tahun. Gengsi-gengsian, untuk saling memaafkan menembok kokoh.

Gegara perasaan ada yang tidak bisa bangkit, malah rela terkapar dalam penyesalan. Asyik hidup dengan atmosfer masa lalu yang menyakitkan.

Gegara perasaan, ada yang saling tidak enakan. Merenggangkan tali persaudaraan. Atau mencipta jarak. Berbagai sangka muncul.

Gegara perasaan, ada yang terkurung oleh malu atau tidak percaya diri. Padahal ada singa keberanian dalam diri, ada pesona luar biasa yang mengunggulkannya.

Gegara perasaan, ada yang terlena tenggelam oleh rasa mencintai. Apapun dan dimanapun selalu teringat yang dicinta/suka. Sampai melupakan urusan lain yang juga lebih penting.

Bila kita lebih dalam memahami peran kehidupan, dunia ini tidak melulu tentang perasaan. Hubungan antar sesama juga tidak mesti dikomando oleh rasa yang mengendurkan. Pun masa muda juga tidak selalu tentang rasa suka atau cinta-cintaan.

Bila saat ini berbagai jenis perasaan menggoda cari perhatian untuk dimanjakan, saya mengajak mereka untuk berdamai supaya dapat mengerti.

Bila amarah merengek, saya berusaha damai dengan diri sendiri (dengan membeli coki-coki,misalnya), bila bahagia tersenyum lebar, saya berusaha menyadari bahwa saudara-saudara saya di belahan bumi lain sedang menangis (maafkan kami muslimah Palestina, Suriah dan negeri-negeri Muslim yang lain). Bila rasa menyukai mulai menggandeng manja, saya mengingatkan diri bahwa masa muda tidak melulu tentang merah jambu. Toh, semua akan tiba pada saatnya. “KUN”, itu JanjiNya.

4 NOVEMBER 2016

Saya tidak ikut demo 4 November ke jakarta sana. Tapi bukan berarti jiwa dan doa saya tidak berada disana.


Jangan jadikan #PenjaraAhok menjadi tujuan akhir, karena pada akhirnya, kemungkinan besar bapak ahok tidak mungkin akan dipenjara, mana mungkin nanti partai besar pengusung beliau untuk maju DKI1 itu tinggal diam.

Tapi, demo ini menunjukkan, bahwa kekuatan orang-orang islam di Indonesia itu besar adanya. Saya cukup gemetar juga liat solat subuh di istiqlal yang begitu ramai.

Kepada kawan-kawan lain yang tidak setuju dengan demo ini, tak usahlah sampai menjelek-jelekkan yang demo, bahkan sampai nyinyir parah.

Gak perlu bilang ini adalah upaya perpecahan agama, padahal orang-orang yang berdemo sebisa mungkin ingin melakukan aksi damai. Itu sama aja ngajak orang bermindset kalau memang aksi ini adalah aksi anarkis. Kalau kelak negeri ini benar2 pecah, maka selamat, anda menjadi bagian dari kontributornya.

Gak perlu ngebanding-bandingin antara yang demo enggak kerja sedangkan kita kerja. Berkat mereka demo, itu tukang aqua, nasi soto, tukang bubur, gorengan, dan sebagainya, justru lagi dapet rejeki yang banyak.

Selalu ada hal negatif kalo yang mikirnya dalam kacamata negatif dan memang pinginnya dibikin berita negatif. Tapi selalu ada hal positif kalo yang mikirnya dalam kacamata positif dan mencari hikmahnya. Bagaimana cara pandang, bisa menunjukkan bagaimana diri kita.

TAPI, Saya juga tidak tutup mata hanya karena sesama islam lalu saya bela mati-matian, kelak kalau ternyata yang berdemo juga malah membuat onar, maka itu juga harus diproses sesuai peraturan yang ada, saya juga setuju, mau apapun agama, suku, serta asal daerahnya.

Marilah sama-sama doakan yang terbaik. Bukankah, apapun yang terjadi, kita tetap pingin yang terbaik bagi semua, ia kan?

Teruntuk kawan-kawan yang sekarang pergi berdemo, saya mendoakan yang terbaik disana.

Selamat bekerja dengan cara dan juga ikhtiarnya masing-masing

Jalan yang Sunyi

Hidup ini serupa menjalani jalan yang panjang dan sunyi, bahkan karena tenangnya tidak didapati seorang pun berpapasan denganmu di jalan itu. Jalan yang disamping kanan dan kirinya adalah persawahan yang luas dan tampak dari jauh gunung-gunung yang indah.

Angin yang mengalir begitu menyejukan dan panas matahari yang tidak begitu terik. Sepanjang sapuan mata, terlihat langit yang begitu biru. Begitu indah, hanya saja sunyi.

Di tengah segala nikmat yang ada disekitar perjalanan itu, kesunyian itu menjadi-jadi. Keindahan yang tampak di depan mata itu terasa begitu mencekam. Sebab tak seorang pun ada di jalan itu, tidak ada orang lain.

Kamu tidak bisa menceritakan segala keindahan itu. Angin yang sejuk itu serasa membawa kematian, kematian bagi harapan. Persawahan yang luas siap menjadi pemakanan untuk semua impian-impian yang tumbuh dalam perjalanan.

Dan tangisanmu pun pecah dalam kesunyian.

© Kurniawan Gunadi

Maka hari ini,
jika puasa terasa melemahkan,
jika tarawih melelahkan,
jika tilawah memayahkan,
mari menatap sejenak ke arah Mesir dan Palestina.

Sebab mereka nan mewakili kita di garis depan iman,
dibakar musim panas,
direpotkan hajat,
dicekam ancaman,
disuguhi besi dan api,
Tapi tetap teguh.

Mereka nan darahnya mengalir dengan tulang pecah,
tapi tak hendak membatalkan shaum
sebab ingin syahid berjumpa Rabbnya
dalam keadaan puasa.

Mereka gadis-gadis belia
yang menulis nama di tangannya,
agar jika syahadah menjemput
dan jasad remuk
tiada yang susah bertanya siapa namanya.

Hari ini ketika kolak dan sop buah
tak memuaskan ifthar kita,
tataplah sejenak ke negeri yang kucing pun
jadi halal karena tiadanya makanan.

Hari ini sungguh kita ditampar Allah dengan Palestina
dengan kepahlawanan mereka nan lebih suka bertemu
Allah daripada hidup membenarkan tiran.

Hari ini sungguh kita ditampar Allah dengan Syiria
ketika kisah Ibu yang memasak batu
dan menidurkan anaknya dalam hujan peluru
adalah fakta.

Sebab mungkin 60 tahun penjajahan kiblat pertama,
masjid suci ketiga,
dan penzhaliman atas ahlinya
belum utuh mencemburukan hati imani kita.

Hari ini kami minta izin pada Shalihin dan shalihat
Untuk memohon, sebagai bahagian dari kepedulian itu

—  Adaptasi karya Salim A. Fillah
Puisi: Cerita Untukmu, Tentang Cinta

Hai…
Kemarin baru saja aku ber ceritadikit
Cerita tentang perempuanku, si malaikat dengan wajah berseri
Dan hari ini kembali lagi bersamaku
Aku yang yang bukan si penyair-ulung
Bukan pula sang-pengembara
Hanya si penyukasenja yang ingin menuliskan gema-gemaaksara nya
Melalui titah-titah yang sengaja kutuliskan darihatiolehjari

Ini masih minggu pagi yang cerah dengan langitawan nya yang mulai tampak menyilaukan
Tapi kardussepatu yang entah mengapa terjatuh, lagi-lagi mengingatkanku padamu
Lalu berhasil menggerakkan kakikecik ku melangkah mendekat
Ternyata di dalamnya hanya kutemukan sebuah piring-kosong
Penuh dengan debudosa yang entah berapa lama tersimpan disana
Satu bekuankenangan yang selamanya terpatri dalam nadi
satubintang yang telah menjadi sketsa-hati
Untung saja ia tidak pecah, itu tandanya Tuhan masih menjagamu
Itu berarti Tuhan masih setia menjaga cintaku

Kejadian sederhana ini lalu membuatku ingin lagi ber celotehmeskitakbersuara
Lalu kugelar sajadah untuk kemudian menunaikan shalat dhuha
Bercerita padamu dalam sujud dan setiap bait-bait doa
Aku ingin kembali mengukir-kenangan lama
Sebuah rahasiadibalikcerita yang hingga kini kusimpan di kepala
Tulisan ini, meski tak seelok goresan kata-kata prawitamutia
Tapi aku yakin akan seindahsenyuman mu yang pernah kau berikan padaku di hari itu

Cinta, tahukah kamu anak kita yang ke dua juga telah tumbuh dewasa?
Ia, si putrijanuari yang lahir di penghujung malam di bulan desember, kini hampir menginjak 20 tahun
Ia semakin bijak dengan kata-katanya yang seindah ucapan siiperikuku
Ia semakin cantik dengan senyumnya yang seungubiru
Ia bukan lagi pelajar-bodoh yang mesti diberitahu ini dan itu
Setiap hari, ketika senjaselepashujan, ia menulis tentangmu
Mengutarakan lautanrindu yang ia bendung rapat-rapat dalam hati
Meski hanyatulisan singkat, tapi aksarakata nya begitu indah
Seindah goresansenja mu yang masih setia kusimpan di lacikata kamar tidurku
Ia akan tumbuh sepertimu, karena ia ditakdirkan untuk menjadi penunggusetiamu

Cinta, kau mungkin memang telah pergi
Tapi sisa nyawamu akan selalu mengiringi niatanku dalam hati
Dan sejak hari itu aku telah berjanji
Akan kujaga anak kita, akan kujagabulanbersinaruntukmu
Hingga suatu hari nanti nyanyian lidahnya semerdu kicauan burungpipit
Hingga suatu hari nanti akhlaknya seindah dan secerah bintangsirius
Akan kujaga ia hingga bisa tumbuh sepertimu
Hingga ia bisa menjadi superbmother

Cinta, barangkali ini saja catatanpagi ku hari ini
Meski singkat dan sederhana, tapi ia memuat segala hal
Memuat cerita untukmu, tentang cinta, tentang anak kita

Di lain waktu, aku berjanji akan menunjukkan lagi thedeepsides of me
Di lain hari, akan kutunjukkan lagi sisi terdalam dari diriku
Tentang duniaintrovertku yang tak banyak orang lain tahu
Tentang suarapikiranku yang terus terngiang-ngiang tanpa henti memanggil namamu

Ah, aku hampir lupa, ini masih minggu pagi
Sebaiknya kuambil lagi segelaskopi untuk menemaniku kali ini
Lalu kulanjutkan dengan wudhu kemudian mengaji bersama dua orang putri

6 September 2015
— Catatan Sederhana

Notes : Ini puisi bersambung, silakan baca puisi sebelumnya disini. Puisi ke tiga juga sudah dibuat. Isinya sambungan cerita dari puisi pertama setelah mereka selesai makan jagungrebus​ + kecap-maniss​ di dalam kotak-nasi​ + tehjeruk. Kalau ga besok berarti akan saya post sabtu depan. Saran dan masukan silakan. :)

Psst : Puisi ke tiga bakal nge-mention orang-orang yang kemarin nge-likes/reblog puisi pertama, terutama yang username-nya pada kreatif. *bisik-bisik*

Di dunia ini akan selalu ada rahasia. Yang sengaja Tuhan tutupi agar kepala kita tak pecah, agar kita bisa tidur nyenyak, agar kita tahu bersyukur. Sayangnya rasa penasaran kita sering berlebihan. Padahal akhirnya kita hanya merasakan sakitnya satu-persatu rahasia tersibak.

Kau boleh bersandar pada seribu bahu kalau kau mahu. Tapi kau memilih untuk yang satu itu. Yang paling dungu, yang buat kau bersandar sambil air mata kau jatuh bertalu, dan hati kau pecah beribu. Tapi, mengapa masih bersandar pada yang itu, yang buat air mata kau jatuh bertalu ,yang buat hati kau pecah beribu?  

Yang aku tahu, kalau pun kau nanti tiada bahu unuk bersandar, kalau pun air mata kau masih jatuh bertalu, kalau pun hati kau pecah beribu, tapi kau tetap ada Dia Yang Satu. Ya. Dia yang itu. Lalu, bersandarlah pada Dia yang itu.

—  Fazleena Hishamuddin Seksi Ovari