pang da

Hiccstrid Short Story: Back In the Saddle

So, like some others in the fandom have mentioned, I’ve been a bit perplexed why in RTTE Astrid has repeatedly fallen off of Stormfly in battle.  How is it that the same woman could ride so expertly in HTTYD 2 while doing some pretty intense maneuvers without any trouble?

Then I looked at her saddle in RTTE vs HTTYD 2. Notice a difference?

Major design improvements: different shape, side grips, and a handlebar.  This got me thinking… what prompted the additions to her saddle?  Here’s my take. 


Back In The Saddle

Note: Takes place during RTTE, sometime after the end of S4.

Hiccup stood outside the stable, fingers flexing at his sides anxiously as he stared at the open door. Chewing slightly at his lip, deep in thought, he didn’t notice the curious look he received from the Night Fury beside him.  Toothless’ emerald eyes flicked between his rider and the stable, wondering why they didn’t just walk in.  It was a beautiful day – perfect weather for flying – and standing there doing nothing was wasting such precious time.

Growing inpatient, Toothless warbled, nudging his snout against Hiccup’s hip.

“Oh, heh, sorry, bud”, he apologized sheepishly, placing his hand on the dragon’s temple.  “Just, eh…preparing.”  

Lifting one ear in confusion, Toothless chuffed as he blinked owlishly.

Hiccup puffed his cheeks, blowing out a breath in anticipation. “Wish me luck.”

Keep reading

SERASA JABODETABEK

SESI RAGAM BAHASA KITAJABODETABEK


Edisi: BAHASA SUNDA

Hai gengs, sebelum KITA bercakap-cakap dalam Bahasa Sunda, alangkah baiknya kita mengenal sedikit tentang Bahasa Sunda dan ulasan singkat perilaku asli Sunda.
Mau tahu? Yuk, mari disimak, heula! :)

*Jenis-jenis Bahasa Sunda:
Ada Sastra Sunda yang sangat susah, pun ada basa loma—bahasa sehari-hari yang sering kita dengar di percakapan urang Sunda.

Basa loma ini ada aturan yang sesuai budaya, misal; 
-Ada istilah tertentu yang dipakai untuk bicara pada orang yang lebih tua,
-Bahasa untuk teman sebaya, dan
-Ada juga bahasa yang kurang baik jika digunakan oleh perempuan.

Untuk perempuan, harus berhati-hati dalam membedakan yang mana basa sunda kasar, dan mana yang halus. Karena jika perempuan cara bicaranya kasar, terkadang dinilai sebagai perempuan yang ‘kurang benar’.


* Ciri khas Basa Sunda :
Memakai banyak imbuhan tambahan, misal ‘mah’, ‘teh’, ‘da’, ‘pang’, ‘cing’, ‘ari’, dll.


* Perbedaan bahasa tiap daerah :
Sukabumi dan Banten hampir mirip, dalam berbicara biasanya ada tambahan ‘kin’ di awal.
Menurut urang Sunda Bandung, bahasa yang digunakan orang Banten adalah basa Sunda versi kasar, tapi menurut mereka itu yang bagus, karena kalau di Banten bercakap dengan basa Sunda halus mereka tidak akan paham.
Bogor beda lagi, tapi dasar basa Sunda-nya sama.


* Kalimat sapa:
Selamat Pagi = wilujeng enjing
Selamat Siang = wilujeng siang
Selamat Malam = wilujeng wengi

Sebenernya urang Sunda tidak biasa bersapa dengan ucapan selamat seperti ini. Pagi-siang-malam biasanya saling sapa dengan senyuman atau bertanya kabar, tanya mau ke mana, tanya mau apa.

Kalau mau makan, mereka cenderung untuk selalu menawarkan makanannya, sedikit ataupun  banyak, baik kepada orang yang dikenal ataupun tidak dikenal, misal saat di angkot, di bus kota, kereta, atau tempat umum lainnya.

Apa kabar = kumaha damang (gimana sehat?)
Dipakai saat—semisal—bertemu teman lama, atau yang telah lama tidak berkabar.

Kabar baik = Alhamdulillah, sae (baik).
Jawaban yang paling sering diberikan kalau ditanya soal kabar.

Sampai jumpa lagi = mudah-mudahan tiasa patepang deui (mudah-mudahan, bisa berjumpa lagi).

* Kata ganti:
Aku = abdi, abi, urang, aing, kami
Kamu = anjen, maneh
Dia = anjena 
Mereka = anjena, maraneh 
Kami = abdi, urang
Kalian = anjena.


* Berhitung:
1 : hiji
2 : dua
3 : tilu
4 : opat
5 : lima 
6 : genep
7 : tujuh 
8 : dalapan
9 : salapan
10 : sapuluh 
11 : sabelas/sawelas

Orang Sunda jadul biasa mengganti cara pembacaan huruf.
B jadi W. G jadi H.
Makanya belas jadi welas.


Nah, sekarang KITA coba bercakap dengan basa sunda ya..

Wilujeng wengi, baraya. Sim abdi Pepi bade nyariosken perkawis basa sunda.
Selamat malam teman-teman, saya Pepi, sekarang saya mau ngobrolin soal bahasa Sunda.

Sim abdi, contoh bahasa halus
Sim kuring, bahasa yang lebih akrab
Artinya: Nama saya.


Punten, pang meserken!
Tolong belikan!

Pang dipakai untuk meminta tolong.
Tapi di awal, baiknya pakai kata ‘punten (tolong)’


Abdi nuju nyerat.
Saya mau menulis.

Abdi teh nyaah ka anjen.
Aku tuh sayang sama kamu .

Aing bobogoh ka sia. (kasar)
Abdi bogoh ka anjen.(halus)
Aku cinta kamu.


Abdi ge bogoh ka anjen oge.
Aku juga cinta kamu.

Bogoh : suka
Nyaah : sayang


Muhun = iya
Nuhun = terima kasih
Gogoleran = berbaring santai
Cingcangkeling = semacam istilah untuk melengkapi kalimat (tidak memiliki arti khusus)
Paguneman = percakapan 
Hatur nuhun = terima kasih
Sawangsulna = sama-sama (jawaban untuk terima kasih)


* Lagu Daerah.

Manuk Dadali
Bercerita tentang burung garuda, yang dianggap sebagai lambang yang luar biasa hebat. Dalam lagu ini, orang Indonesia diminta bersatu agar hebat seperti burung garuda.


Bubuy Bulan
Bercerita tentang laki-laki yang menyukai mata seorang perempuan.
Bubuy bulan sendiri melambangkan air yang tenang seperti dalamnya mata seorang perempuan.


Dan untuk penutup pembahasan, berikut disajikan lirik Lagu Bubuy Bulan dan terjemahannya:


Bubuy bulan-bubuy bulan sangrai bentang
:  cahaya bulan taburan bintang

panon poe-panon poe disasate
: cahaya terik matahari

unggal bulan-unggal bulan abdi teang
: setiap bulan aku mencari

unggal poe-unggal poe oge hade
: setiap hari juga begitu

situ ciburuy laukna hese dipancing
: ikannya susah dipancing

nyeredet hate ningali ngeplak caina
: menyayat hati melihat riak airnya

tuh, itu saha nu ngalangkung unggal enjing
: duh, siapakah itu yang melangkah setiap hari

nyeredet hate ningali sorot socana
: menyayat hati melihat sorot matanya

unggal bulan-unggal bulan abdi teang
: setiap bulan aku mencari

unggal poe-unggal poe oge hade
: setiap hari juga begitu

situ ciburuy laukna hese dipancing
: ikannya susah dipancing

nyeredet hate ningali ngeplak caina
: menyayat hati melihat riak airnya

tuh, itu saha nu ngalangkung unggal enjing
: duh, siapakah itu yang melangkah setiap hari

nyeredet hate ningali sorot socana
: menyayat hati melihat sorot matanya

***SELESAI***

Nah, itulah hasil Sesi Ragam Bahasa edisi Basa Sunda yang menjadi salah satu Sesi Harian KITA Regional Jabodetabek.
So, tunggu hasil sesi-sesi berikutnya dari KITAJabodetabek.

Hatur nuhun, sadayana

Pemateri: @kuecoklat (Afifah Pepi)
Notulen: @tandatanya (Sadra Ananda)

Salam kekeluargaan penuh manfaat,


KITAJABODETABEK

Cc: @tumbloggerkita