orangiklan

To See And To Be Seen

Mari menemukan pemahaman baru tentang ekosistem periklanan Indonesia. Tidak hanya dari sisi teknis pengembangan ilmu periklanan itu sendiri, namun lebih holistik meliputi langkah pemanfaatan sumber daya manusia hingga potensi elemen industri periklanan. Mungkin sudah waktunya kita bahas lagi tentang kiat-kiat dasar untuk mengenal industri periklanan. Bukan ilmu semata yang hanya bisa kita dapat di sekolah, melainkan wacana yang hanya bisa dimiliki sebagai ilmu praktis.

Kita awali problematika industrial ini dengan acapkali menemukan mahasiswa periklanan yang gamang dan tak terbekali dengan pengalaman praktis yang cukup sejak dini mereka mengenal periklanan. Untuk mengenal dan dikenal mari mempelajari peta industri ini dan memulai pendakian.

Kompetisi kreatif periklanan adalah agenda internasional, hampir tiap negara menjalankan kegiatan ini. Pastikan diri Anda tak tertinggal mengikutinya baik sebagai peserta, penonton, sukarelawan, panitia, ataupun sponsor. Kompetisi periklanan yang hadir dibawah naungan asosiasi periklanan nasional adalah Citra Pariwara, Pinasthika, dan Caraka. Asia Pacific Media Forum tidak langsung bersinggungan dengan kreatif tapi berhubungan erat dengan industri komunikasi juga milestone yang sangat berpengaruh. Selain itu masih ada INAICTA, Sparx Up, idByte, dan banyak lagi forum internasional yang dipelopori oleh swasta mandiri yang berniat untuk meletakkan Indonesia di peta digital dunia. Mengikuti forum-forum ini sama seperti berdiri di puncak mercusuar memperhatikan bagaimana pergolakan lautan bisnis periklanan terkini.

Industri ini telah dibina dengan baik semenjak berdirinya Perserikatan Biro Reklame Indonesia tahun 1949 oleh praktisi Belanda bernama De La Maar, Berk Franklijn, dan Bergomer. Inisiatif ini kini semakin kokoh saat Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia membentuk Dewan Pengawas Periklanan yang menyusun Etika Pariwara Indonesia dan menaungi berbagai usaha pengembangan industri lokal, nasional dan internasional berbentuk festival, forum, seminar, hingga endorsing untuk sertifikasi akademia berprestasi. Pastikan Anda mengenali agenda asosiasi dan memanfaatkan jaringan internasional yang telah terbina lebih dari 60 tahun.

Almarhum CAKRAM sempat menjadi diary di masa gejolak industri memanas di akhir 80’an hingga awal 90’an. Seperti halnya almarhum ADDICTION yang konsisten menebalkan konsep work smart play smart di tiap sampul edisinya, seakan menjadi penyeimbang kewarasan yang sebelumnya tergerus selama di kubikel. Lalu lahir ADPHORIA yang telah masuk di tahun ke tujuh edisinya. Majalah komunitas periklanan yang ditemukan untuk mengisi peran sebagai media placement khusus iklan kreatif yang tayang sebelum Citra Pariwara dan Pinasthika berlangsung. Hmm.

Peran Kementerian sepertinya tak sering kita dengar di kalangan praktisi. Aneh tapi nyata. Padahal siapa yang tak setuju bahwa kontribusi industri periklanan adalah salah satu pilar utama perekonomian negeri ini. Bukti nyata bahwa peranan ini relevan, Pinasthika telah tercatat dalam agenda kalender ekonomi kreatif Kementerian Perdagangan. Di tahun sebelumnya pun sempat periklanan terhubung erat dengan Kementerian Pariwisata. Pada susunan kabinet baru kini tercipta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Fenomena baru lagi yang patut jadi perhatian berbagai kalangan.

Di tengah peliknya persaingan bisnis dan berbagai tantangan politis seputar industri ini, kita tahu bahwa masih ada harapan saat sekumpulan pemuda berkumpul dan berbicara atas nama komunitas periklanan. Organisasi kepemudaan ini hidup melalui regenerasi kepengurusan layaknya asosiasi mini. Beberapa dari mereka bahkan meng-upgrade fungsi mereka menjadi simulasi agency. Tak mau kalah dengan pendahulunya, kini telah lahir Asosiasi Komunitas Periklanan Mahasiswa Indonesia yang mewadahi kegiatan dan aspirasi anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia.

Untuk bisa memiliki wild card di industri periklanan, Anda harus menjadi wild card tersebut. Menjadi individu yang dikenal melalui reputasinya dan diandalkan pengalamannya. Eksistensi Anda akan dicatat dengan baik oleh para pengamat dan pelaku decision maker. Persaingan di industri ini bersifat strike direct competition, hanya karena fresh graduate bukan berarti tidak bisa mengangkat Gold di Awarding Night.

Satu faktor yang akan memudarkan eksistensi Anda hanya inconsistency. Perayaan award hanya semalam, namun kemenangan harus setiap saat setiap waktu.

 Mereka yang terungkap di Daftar Pencarian Orang Periklanan adalah sedikit saja dari para legenda hidup yang harus diburu untuk diinterogasi sesegera mungkin, karena tak pernah ada panduan sesungguhnya yang valid menunjukkan langkah untuk sukses, populer, dan memiliki pengetahuan yang komplit di industri ini. Tiap orang iklan berhak menentukan jalurnya sendiri, namun langkah awal akan selalu menentukan arah yang kita tuju. Temui dan petiklah setiap buah pikir mereka. Hanya disanalah tersimpan visi dan idealisme industri yang membentuk kita selama ini dan menjadi bekal di masa depan.

Daftar Pencarian Orang Iklan (DPOi)
  • djito kasilo
  • indra abidin
  • gandhi suryoto
  • daniel rembeth
  • fx ridwan handoyo
  • ricky pesik
  • andi sadha
  • rts masli
  • narga s habib
  • rifqi fauzi
  • harris thajeb
  • arief budiman
  • gunadi
  • fadjar rusli
  • gunawan m alif
  • glenn marsalim
  • irfan ramli
  • tanty sufaat
  • tati gobel
  • amalia susilowati
  • elwin mok
  • janoe arijanto
  • arief “ayip bali” budiman
  • ariyanto zainal
  • lulut asmoro
  • adhy trisnanto
  • anita kastubi
  • andoko darta
  • eri kuncoro
  • eddy purdjanto
  • totot indrarto
  • handoko hendroyono
  • didit indra
  • iwan esjepe
  • djoko lelono
  • eggy djunaedy
  • panata harianja
  • soebiakto p
  • adji watono

Selamat mencari dan menemukan para tokoh ini di sepanjang forum, festival, dan pertemuan apapun yang berkenaan dengan gathering kreatif periklanan, desain, dan media. 

The list is not in particular order.