one day one juz

Separuh

Gak apa-apa, ini hanya baru separuh. Kita masih memiliki separuh yang lain. Hanya baru terlewat dua minggu lebih satu hari dan kita masih punya lima belas hari lagi.

Banyak hal yang bisa dilakukan dalam sisa waktu itu.

Melaksanakan sahur dan shaum setiap hari. Lebih rajin dari ukuran shaum daud yang bahkan dilakukannya masih berselang satu hari. Lalu kita bisa shalat tarawih di mesjid. Iya… shalat tarawih, yang kalau hari biasa kita sebut tahajud. Ibarat shalat tahajud tapi dilakukan setiap hari, berjamaah dan di mesjid pula. Tidak lupa pula menyempatkan diri untuk tilawah Al-Quran di tengah aktivitas sehari-hari karena kejar target ngaji minimal satu juz sehari. One day one juz, begitu istilah terkenalnya.

Jadi kehilangan separuh gak apa-apa kan? Iya gak apa-apa kok.

Coba evaluasi saja dulu kondisi ibadah di separuh bulan yang terlewat kemarin. Andaikan kondisi separuh kemarin kita copy-paste di separuh yang selanjutnya akankah kita merasa puas atau justru kita jadi malu? Kalau memang ibadah yang kemarin belum maksimal maka seberapa yakin bahwa separuh selanjutnya akan lebih baik dari yang sudah lalu?

Ini memang hanya separuh.

Meskipun begitu apakah kau cukup percaya diri untuk bilang bahwa kau akan bertemu dengan separuh yang lain?


Sebuah catatan pengingat yang bermaksud memberi kabar bahwa separuh ramadhan sudah pergi.

Bandung, 9 Juni 2017

Zia Husnia

🍂 Pesan untuk Laki-laki  Pemimpin Keluarga 🍂

♻ Laki-laki itu adalah qowwam. Qowwam adalah leader. Yang bisa memimpin. Berarti seorang laki-laki harus mempunyai pemahaman tentang Islam dan bagaimana cara memimpin.

❓ Lalu bagaimana seorang laki-laki bisa dikatakan sebagai imam?

💎 Karena seorang laki-laki harus bertanggung jawab terhadap ibunya, istrinya, adik perempuannya, dan anak perempuannya. Karena itulah laki-laki disebut sebagai tulang pungung.

💎 Laki-laki menjadi qawwam karena Allah lebihkan mereka dari perempuan dan karena mereka menafkahkan harta mereka untuk para perempuan yang menjadi tanggung jawab mereka. Sebagaimana firman Allah Ta'ala:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ…

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka…..”
(QS. An-Nisa: 34)

☝ Adapun kriteria laki-laki ideal ada tiga, yaitu:

1⃣ Quwwatul Jasadiyah

Maksudnya seorang laki-laki itu harus kuat. Karena Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah. Bahkan dimasa Umar bin Khatab, Umar menepuk perut orang yang gendut dan berkata, “Malas.” Menandakan bahwa seorang ikhwan (laki-laki) tidak pantas berperut buncit dan bermalas-malasan.

📝 Adapun beberapa tips untuk para ikhwan ;
🍁 Rutinkan Sholat Tahajjud. 
🍁 Rutinkan olah raga, tidak tidur setelah Subuh.

2⃣ Quwwatul Fikriyah

Seorang lelaki wajib untuk memiliki pengetahuan lebih tentang agama. Tidak hanya ibadah-ibadah wajib dan doa saja. Tetapi juga memiliki wawasan keislaman yang luas. Perlu baginya membaca kitab-kitab seperti kitab Ibnu Katsir untuk membangun aliyah islamiyah — cara berpikir islam, agar pemikirannya terbina.

☝ Harus Ngaji ! 
💦 Belajar dengan rutin tentang ilmu-ilmu Islam, tentang fiqih, tahsin, dan sebagainya. 
💦 Makanya sahabat dahulu begitu cerdas. Karena mereka semua rajin mempelajari ilmu Islam bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam.

♻ Pernah dikisahkan ketika Umar berangkat meninggalkan Rasulullah, lantas Ali bin Abi Thalib datang dan Rasulullah menyampaikan kepada Ali tentang Surah At-Taubah dan meminta Ali untuk menyampaikan kepada sahabat lainnya. Bayangkan. Betapa cerdas Ali hingga apa yang disampaikan oleh Rasul langsung terinstal dikepalanya dan langsung dapat disampaikan kepada yang lain.

♻ Itulah mengapa ulama terdahulu sangat menjaga otaknya dari hal-hal yang bisa merusaknya. Itulah mengapa para Hafidz Qur'an hafalannya sangat lancar. Otaknya pun sangat jernih dan perilakunya sangat dijaga supaya hafalannya tidak lepas. Bahkan Imam Syafi’i dalam usia 7 tahun sudah mampu menghapal 30 juz. Pada saat diuji oleh gurunya tentang kitabnya jilid satu, tetiba hilang semua hapalan Imam Syafi’i saat itu dikarenakan ia tidak sengaja melihat betis wanita tersingkap. Itulah mengapa para hafidz sangat menjaga bagaimana ia menjaga pandangannya. Hafalan Qur'an lebih mudah lepas daripada unta dari ikatannya.

3⃣ Quwwatul Ruhiyah

Cara melatih ruhiyah adalah dengan mengamalkan amalan-amalan sunnah secara rutin. Rutinkanlah puasa sunnah, sholat rawatib, tahajjud, berdzikir, dan lain sebagainya. Ibnu Mas’ud bahkan diriwayatkan ketika beliau sholat, hingga burung pipit itu hinggap saking lama dan tenangnya beliau melaksanakan sholat.

💦 Dengan seringnya mengamalkan sunnah, maka akan melembutkan hati kita. Hati kita akan menjadi sangat peka. Melihat orang yang memerlukan bantuan, kita tergerak untuk membantu. Melihat kemungkaran, hati kita tergerak untuk merubahnya.

💦 Lelaki jika ruhiyahnya bagus, maka akan lebih lembut kepada istrinya. Tengoklah Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam yang bahkan sangat lembut kepada 'Aisyah radhiallahu 'anha bahkan ketika 'Aisyah ra sedang marah dan membanting piring karena cemburu.

💎 Coba lihat fenomena sekarang, dimana banyak kekerasan rumah tangga terjadi karena suaminya tidak mengerti Islam dalam dirinya. Tidak ada rasa kasih sayang dalam dirinya disebabkan karena ruhiyahnya kering dan tidak memancarkan kecerdasan spriritual. Itulah mengapa membina hubungan dengan Allah sangat penting. Jika hubungan dengan Allah sudah baik, maka hubungan dengan manusia pun, termasuk dengan istri pun akan semakin baik. Allah Ta'ala akan ridho pada kita.

♻ Sehingga menjadi lelaki idaman, adalah dengan mengimplementasikan ketiga poin diatas. Insya Allah itu akan membuat kita menjadi insan yang terbaik. Yang mampu menjadi qowwam/pemimpin bagi istri dan anaknya.

Wallahu a’lam bisshowab


🎀Oleh : Ustadz Fatih Karim🎀


Repost by :
AIHQ-REG🌴
Membangun Generasi Qur'ani
🗻🍁ONE DAY ONE JUZ🍁🗻
_______________________________

@siqode: Jika biasanya Anda menikmati makanan diiringi lantunan musik, hal berbeda disuguhkan Warteg Keliling “Joni Abadi”. Di warteg ini, pengunjung akan menikmati santap siang ataupun malam dengan lantunan ayat suci Al Quran.
.
Uniknya lagi, lantunan ayat suci Al Quran yang diperdengarkan bukan dari MP3, melainkan dari suara pengunjung di warteg tersebut. Jika calon pengunjung mengaji hingga dua juz, maka mereka tidak perlu membayar makanan yang disantap alias gratis.
.
“Pengunjung yang mengaji dua juz bisa memilih makanan apa pun di warteg tanpa membayar (gratis),” tutur pemilik Joni Abadi, Ricky Ricarvy Irawan. Biasanya, dalam sehari, ada lima hingga enam orang yang mendapatkan bonus makan gratis lewat ayat suci yang diperdengarkan.
.
Sebelum makan siang, mereka membuka Al Quran kecilnya dan duduk di pinggir jalan untuk mengaji. Surat yang dibaca bebas. Bisa dilakukan tadarus bareng atau masing-masing.
.
Posisi duduk pun bebas. Mau di kursi yang sudah disediakan, atau kursi permainan yang ada di trotoar Lapang Ciujung, Jalan Supratman, Kota Bandung, tempat Joni Abadi ini biasa nongkrong.
.
Karena warteg keliling ini baru buka dua bulan, sampai sekarang, yang mengaji di tempatnya masih teman-temannya yang tergabung dalam komunitas Pemuda Hijrah ataupun One Day One Juz.
.
Yang pengen makan, ngaji bareng atau sekedar pengen sharing boleh langsung follow instagram nya @joniabadixmobilewarteg
.
.
Sumber : kompas.com #islamQpedia. Update terus informasi terkini dan terupdate dunia islam teman-teman di @islamiqpedia ;)

Dari Ust Aaf:

Jumlah huruf di Al Qur'an sekitar 300.000 an huruf (menurut Ibnu Katsir). Dalam satu juz berarti kira2 10.000 huruf.
Jika membaca satu huruf dihitung satu kebaikan, masih dilipatkan lg dengan 10 kebaikan yg setara, berarti membaca satu juz sama dengan mendapatkan 100.000 kebaikan.
One Day One Juz = 100.000 kebaikan/hari..
MasyaAllah..

Tim Redaksi @NAJAHijab - rf

One Fine Day: Teuk: I Will Kill D&E & Throw Them in The sea
  • Hyuk: hyung what will happen if we hit the selca stick like this and it falls (into the sea)?
  • Teuk: i will kill you
  • Eunhae: kekekekekekekeke
  • Teuk: it will not be the end of the holiday but it’ll be the end of your life.
  • Hae: what if the selca stick is okay but your phone drops? like if your phone drops but you swing your selca stick back in?
  • Twuk: NO. I will throw you in together with it.
  • Transed by: teukables