not a jawa

Ranucala

Ranucala, biasa dipanggil Ranu. Usianya 20 tahun dan sedang mempelajari Desain Komunikasi Visual di salah satu universitas negeri di Surabaya. Rambutnya yang mengembang dan bergelombang menjadi ciri khasnya. Tubuhnya kurus dengan tinggi sekitar 170 cm, kulitnya sawo matang dengan fitur wajah khas orang Jawa. Sering terlihat memakai pakaian kasual dengan warna-warna yang cenderung gelap, tidak terlalu peduli dengan fashion namun tetap menjaga kerapian penampilannya. Terlihat pendiam namun ramah dan sering tersenyum. Di antara teman-teman dekatnya, Ranu adalah tipe teman yang menjadi korban candaan karena reaksinya yang lucu. Di waktu luang, Ranu suka bermain game dan merawat kucing-kucing yang tinggal di sekitar tempat kosnya.

Sebuah percakapan antara Ranu dengan seorang senior di kampusnya 

Ranu      : Hai. Udah diabsen belum?

Budi       : *menggelengkan kepala*

Ranu      : Oh… *duduk*

Budi       : Angkatan berapa?

Ranu      : 2014, masnya?

Budi       : 2012

*kemudian hening* 


(seusai kelas…)

Ranu      : Lah hujan…

Budi       : Trus kenapa?

Ranu      : Gapapa.Ujan terus sekarang

Budi       : Gak penting. Gak balik kamu?

Ranu      : Ntar mas nunggu ujan

Budi       : Aku duluan ya

Ranu      : Ya ati-ati

Panggil Saja . . .

Perihal tokoh dalam 50 kata atau lebih

Seorang pria muda dengan kulit sawo matang, seperti sawo-sawo kebanyakan, orang ini pun tak mencolok mata seperti kebanyakan pria muda yang ada. Mahasiswa DKV berumur 20 tahun ini punya tampang yang baik, tidak ada raut antagonis terlihat di mukanya. ia juga memiliki sifat pendiam yang tak terduga.

Pria ini tidak mengikuti arus perkembangan namun apa yang ia kerjakan yang menurutnya sesuai dengan dirinya akan ia lakukan. Begitu pula dengan pergaulannya.

Pria ini berkacamata dengan potongan rambut pendek rapi. tampilan sehari-harinya pun sederhana menggunakan celana model straight-fit dengan kaos yang bertuliskan Surabaya beatbox. Yaa memang pria ini memiliki hobi beatbox yaitu menirukan suara instrumen musik dengan hanya menggunakan bagian mulutnya. Dan kerennya hobinya ini membuatnya terkenal di antero per-Beatbox an lokal di jawa timur dan sekitarnya.

Stałem w tej nadprzyrodzonej ciszy, paliłem papierosa i myślałem, że tak właśnie powinny wyglądać wszystkie poranki świata: budzimy się w absolutnym spokoju, w bezludnym obcym mieście, w którym zatrzymał się czas, i wszystko wokół wygląda jak dalszy ciąg snu.
—  Andrzej Stasiuk