nanti dulu

Kalau lagi capek, jangan sok dikuat-kuatin. Jujur aja sama Allah, minta tolong, sebelumnya minta maaf dulu, nanti Allah puk puk pas sujud. Allah selalu ada, kitanya yang sibuk kemana-mana. Ya kan ? Masuk aja udaaaah, di luar dingin, malang lagi sendu, di dalem pas duduk nanti dipeluk sama Allah :’)

Istighfar yang banyak, syukurnya juga, Allahu Akbar. Apa yang Allah gabisa ? Ga ada.

InsyaAllah semuanya baik baik aja. Ada Allah.

“Ada saatnya dalam hidupmu”, kata Soekarno, “engkau ingin sendiri saja bersama angin, menceritakan seluruh rahasia, lalu meneteskan air mata.”

Setiap orang, sebenarnya, butuh waktu untuk menyendiri dan membangun kembali menara rencananya yang telah ia gambar di waktu-waktu lalu.

Kesendirian membuatmu bisa melihat seksama pada diri sendiri; sudah sejauh apa kita bermakna untuk orang di sekeliling kita. Jangan-jangan, ada tidaknya kita bukanlah perkara bagi mereka, sebab sama saja nilainya.

Kamu butuh sendiri, untuk merenung tentang kehidupan, kini dan nanti, dulu dan ke depan. Hidup itu, semakin kamu bertambah usia tidaklah bertambah mudah. Perenungan akan membuat kita bijak melewatinya.

Just you and your Rabb. Sampaikan romantisme dan ceritamu pada-Nya, sebagaimana anak kecil yang menceritakan keluh kesahnya dengan antusias pada orangtuanya selepas sekolah.

—  @edgarhamas
youtube

Now, I learn the rational reason why we have to learn about history and why we have to looking backwards sometimes. To connecting the dots of our life, to learn something meaningful on that. 

“You can’t connecting the dots looking forward. You can only connect them  looking backwards.” -Steve Jobs-

Jadi ga perlu menyesal dengan yang sudah terjadi, ga perlu menyesal dengan segala kegagalan yang terjadi. Kita hanya perlu mengambilnya menjadi pembelajaran, jangan sampai sia - sia dan tidak ada hikmah yang kita ambil darinya. 

Seorang dosen saya, Pak Dwi Larso, berkata kira - kira begini,”dari ratusan sifat entrepreneur yang disusun, ada 2 sifat utama yang selalu ada di semua entrepreneur yang saya kenal. Yaitu percaya diri / keyakinan dan pantang menyerah. Mereka yakin bahwa produk mereka akan laku, yakin aja dulu. Soal nanti apakah keyakinan itu terbukti atau tidak, itu urusan lain. Yang penting, mereka memiliki keyakinan itu.”

Kemudian saya bertanya pada seorang teman baik, “broh, kalo ternyata keyakinan itu tidak sejalan, dan produk kita nanti gagal gimana?”

Jawaban teman saya simple namun nancep, “well, berarti kita ke next step sifat entrepreneur, yaitu pantang menyerah.” Lalu kembali lagi ke sifat pertama, yakin dan percaya diri. Gagal lagi, pantang menyerah lagi, lalu yakin lagi.

Namanya juga entrepreneur, hidup dalam ketidakpastian; sering kali gagal; resiko selalu di depan mata. Tapi barangkali, harus selalu dinikmati agar bisa hidup dengan asyik. 

Ah, thank you for enjoy your dark times, Mr. Jobs. Because in the end, you such a great entrepreneur that success bring amazing PIXAR to us. 

“Sometimes life hits you from the back with a brick. Don’t losa faith” -Steve Jobs-

Tips Anti Ngantuk dan Efisisensi Waktu Tidur (Based on Exp)

“ Adakah diantara jomblo warrior sekalian yang punya tips nahan kantuk dan efisiensi waktu tidur yang jitu wal ampuh serta teruji? Share dimari kalau ada, akang doain enteng jodoh… “


Terimakasih untuk saran-saran yang masuk.
Berikut hasil survey kemarin : 

@dokterarsitek​ : “ Kalau saya sendiri memang jika tujuan itu begitu menggebu-gebu, kantuk akan mudah untuk dilawan. Yang pasti hal itu kita nikmati. Sebagaimana jika kita main game dan tahan berjam-jam, mengapa kita tidak menikmati masa-masa kita saat belajar dan ngaji? ^^ “ ((Zupeerrr))

@dewiningtias​ :  “ Kalau saya biasanya melakukan pemanasan kan, bergerak entah geleng angguk angguk kepala, muter muter tangan atau lari di tempat biar jantung nya berdetak lebih keras jadi gak ngantuk lagi sama di kopi in juga biasanya ..” ((Saya sepakat pemanasan adalah cara bagus jugaBoleh kombinasi pake senam poco-poco gak? ))

@ildiscente​ : “ Stop gula “ ((Alasan kebanyakan karbohidrat ya? Kopi dikasih gula sudah biasa, saatnya dikasih garam biar setrong))

@ummurazzan​ : “ Tips nahan kantuk dimana dulu nih? Pas di masjid atau di rumah?😂 Kalo di rumah.. pas mau ngantuk coba pemanasan, gerak2 dikit, ato buka hp bentaar heheh biasanya org jaman sekarang liat hp langsung melek ._. itu sih sarannya 😁 “ ((Buka hp paling bentar seringnya jadi berapa menit :( ))

@arionsea​ : “ Tips nahan kantuk versi saya adalah minum kopi 😁 atau biasanya tidur jam 9 malam trus bangun jam 1 malam 😌 “ ((Ini kaya jadwal pas SMA))

@maharlikaigarani​ : “ Tips nahan kantuk : tidur ” ((Jawaban polos dan jujur tapi bener, tipikal anak baru lulus SMA hehe, piss dek))

@atomicdestinymoon​ : “ Tahan jangan kedipin mata beberapa menit. Belum teruji sih.. Tapi pas aku gabisa tidur, aku ngedipin mata cepet berkali2 selama beberapa menit. Alhasil jadi ngantuk ” ((Lucu, baca sarannya udah lumayan bikin gak ngantuk, terimakasih ya :D ))

@hanifaizzati​ : “ Efisiensi waktu tidur sih tidur dengan keadaan bahagia, jadi bangunnya cepet dan semangat heheh ” ((Kalau terlalu bahagia jatuhnya malah gak bisa tidur :( ))

@yumar3​ : “ Cari teman bang. Teman hidup. Teman buat nemenin ga tidur.  Udah jangan jadi warrior mulu. Hahahaah ”
((Jawaban yang ditunggu-tunggu nih, red. Liat senyumnya aja pasti capek-capek, stress, lelah, pegel linu ilang))

@catatanmahasantri​ : “ Ambil air wudhu. Minum air putih. “ ((Nice, untung nulis ulangnya pas lagi nggak ngantuk, takutnya ketuker, Ambil air putih minum air wudhu))

@haceel​ : “ Coba nonton film kesukaan/horror dulu. Dijamin nanti pasti melek. “ ((Film vampire atau drakula sekarang seringnya malah pacaran ketimbang horrornya :( ))

@kucingmengeong​ : “ Ini nahan kantuk jangka pendek atau kontinuitas biar badan selalu fresh? Nahan kantuk: wudhu/ cuci muka
->> fokus sama hal yg lg dihadapi/ dikerjain (misal lg dengerin lecturer atau ngerjain tugas di laptop, dll) ->> stretching biar peredaran darah lancar
->> dopping kafein + sediain air putih yg banyak (urinasi mengurangi kantuk krn memaksa tubuh bergerak ke toilet, hehe)
->> tidur efisien 5-15 menit kalo kantuk tak tertahankan, dijamin bangun2 fresh lagi :)

Badan selalu fresh: atur jadwal istirahat dan berkegiatan, harus tau jam biologis kamu, kebutuhan istirahat brp jam, tiap orang beda2 sih. Kalo jam biologis kamu kacau berarti harus diset ulang dan butuh pembiasaan. Hitung jam tidur malam butuh brp lama, mau mulai aktivitas di jam brp, set alarm, lakuin minimal 3 minggu buat pembiasaan. Hihi, met lamet mencoba! “ ((Jawaban lengkap ala tabib kekinian, good))

@siswantopacek-blog​ : “Ngapain nahan ngantuk kang, kalau ngantuk ya tidur aja, ohehe kalau saya (sudah teruji sih, tapi sekarang sudah nggak bisa ngelakuin terus, soalnya kerja shif 2), buat efisiensi jam tidur, pokoknya habis isya tet langsung tidur, jangan lupa wudhu sebelumnya, soalnya kalo nggak wudhu bangunnya mesti nelat. Kalo tidur jam segini bangunnya tengah malam, itu nggak ngantuk loh kalo abis wudhu lagi, beneran. lah jam ini sampai jam 3 bisa buat beraktifitas apapun.

Kalo udah jam 3 pagi, tidur lagi, tapi kasih timer cuma 10-15 menit (gak boleh banyak2), trus subuhan dan jalani aktifitas pagi sampai siang, lah pas siang sekitar dhuhur itu tidur lagi, 10-15 menit lagi. kalo bisa istiqomah kayak gini, pasti seger rasanya. (sumber: ceramah ust Budi Ashari - keseharian rasulullah & telah dipraktekkan sendiri)
((Sipp kang))

@ceritaagenneptunus :  “  Kunyah permen karet ~ “ ((Capek di pipi te))

@siasly​ : “ Menghirup nafas sampai hitungan 10 habis itu keluarkan perlahan sampai kantuknya hilang.. “ ((Ini baru tau))

@keretas​ : “ Biar efisien ya tidur di awal, habis sholat isya gituu, Insya Allah sebelum tengah malam bakal kebangun. “ ((Right))

 @negasikita​ : ” Mata dikasih fresh care 😂” ((Pernah mau nyoba, tapi rada ngeri. Ada tutorialnya nggak?”))

Beberapa saran sudah dilaksanakan sejak lama. Anjuran dan contoh dari Nabi dan para ulama biasanya memang berwudhu sebelum tidur, berdoa, tidur awal, bangun awal, serta ambil wudhu ketika mengantuk atau istirahat sejenak. Sepakat.

Namun terkadang juga ada beberapa kondisi dimana itu tidak bisa dilaksanakan, sebab-sebab yang menyebabkan kita tidak bisa tidur di awal waktu.

Entah sedang ada tamu, event, deadline, target khusus, punya pokemon rewel malem-malem dan hal-hal lain di luar jadwal tidur atau bangun biasanya.Nah, saat itu otomatis diperlukan jurus menahan kantuk yang jitu dan gokil yang meski waktu tidurnya sebentar dan saat ngantuk menyerang, mata masih bisa tetep melek dan konsentrasi masih fokus.

Ada tambahan?

Apartment

*13 Amp Fuse Part 1*

Aku pulang kerumah agak lewat. Banyak kerja dipejabat. Anak2ku serta isteriku dah tidur. Aku lapar tapi makanan dah takde lagi. Aku cari benda2 yang boleh digoreng tapi takde pula. Cadang makan diluar ajelah. Aku mandi dan solat jap. Aku keluar berpakaian baju Melayu kuning cerah. Memandu keTampoi. Aku ternampaklah meja dihujung gerai itu. Best juga positonnya. Jauh dari orang ramai. Bolehlah relax2 sikit. Aku duduk memesan makananku. Ada seorang lelaki memandang2 kearahku. Dia sepertinya tersenyum2 kesini. Aku balas ajelah senyumannya. Tak rugi apapun.
Dia tersenyum lagi. Mengangkat pinggannya menjemputku makan. Aku angguk aje dan senyum. Aku tak kenal siapalah. Kopi pekatku datang. Aku hirup kopi sedap. Angin sejuk mendayu terasa dibadanku. Dia masih memandangkulah. Automatik pula aku angkat cawan kopiku menjemputnya. Dia senyum gembira. Aku memandang kearah lain. Makananku sampai. Aku minta nasi ayam goreng dan sup tomyam serta kerang sepinggan. Nampak seleralah makannya nie. Baunya best. Pedas powerlah. Baru aje aku habiskan nasi goreng lelaki itu tiba2 aje tercegat disebelahku.
Aku tak perasaan dia mendekatiku dari tadi. Aku kelaparanlah. “Sedap NasiAyamGorengnya tu?”, dia tanya. Aku mengunyah pantas dan telan. “Aaah. Ye. Memang sedap”, kataku cam nak terbegek. Terperanjat dia disisiku. Aku minum air kopi. Dia tarik kerusi tersenyum2. “Boleh Abang duduk sini?”, katanya. Belum sempat nak jawap dia dah duduk bersilang2 tangan sebelahku. “Sorang aje ke. Mana yang lain2?”, dia tanya. Tomyam dan kerang dah sampai. Bau harum naik menusuk dihidungku. Panas menaikkan nafsu makanku. “Lain siapa?”, aku tanya. Tak tahu maksudnya.
“Maksudnya. Anak ke. Isteri ke. Atau masih single lagi?”, dia tanya. “Aah. Sorang aje. Isteri saya mogok masak hari ini. Anak2 dah tidur semuanya. Laparlah”, kataku. “Banyaknya order. Gagah betul”, katanya. Dia terperanjat melihatku memesan semua nie. Dia menepuk belakangku. “Boleh abis nie?”, dia tanya. “Entahlah Abang. Tadi rasa lapar sangat. Abang ikutlah makan sama”, kataku menjemputnya sekali. Rasanya takleh abis pula. “Abang no problem. Boleh ajelah. Makanan jangan ditolak”, katanya. Dia ketawa2 kecil dan menepuk2 bahuku lagi. Aku order kopi buatnya. Kami berbual2 cerita pasal perkara2 biasa.
“Abang tinggal daerah sini je. Kalau jalan kaki tak sampai 15minpun. Tak jauh”, katanya. Dia pemandu bas Express. Cuti hari ini dan esok. Namanya Yusoff 47tahun orang Trengganu. Tinggal sorang aje menyewa diJB nie. Isteri dan anaknya semua disana. Badannya agak tegap dan kulitnya gelap serta bermisai tipis. Dia setinggiku juga. Tangan dan kakinya juga berbulu. Rasanya badannya berbulu jugalah. Dia bergaya dengan T-shirt dan seluar pendek. Aku memperkenalkan diriku. Status dan apa yang perlu dia tahu aje. “Oh. Muda lagi tu. Badan masih baik lagi. Masih best dipakai”, katanya memuji2ku.
Aku tersenyum mengiakannya. “Kau dari luar Tampoi. Jauh juga merantau cari makan”, katanya. Aku menghirup sup TomYam yang pedas. “Biasalah Abang. Kalau nak barang baik kenalah cari. Takkan ianya datang bergolek lak”, kataku ketawa2 kecil. “Betul tu. Kalau barang2 baik kita kena usaha”, dia bisik ditelingaku. Tangannya menepuk menggosok2 pehaku. Kami bergelak perlahan. Kami minum kopi hangat. Rasanya dah nak gerimislah tapi supnya tak terhabis. Kerang banyak pula. Aku suruh dia bawa pulang aje. Bungkus kerang2 itu. Setelah abis kopi aku pergilah bayar untuk pulang.
Dia mintaku menghantarnya kerumah. Aku no problem aje. Bukannya jauh sangat. Kesian pula dia kena jalan kedalam masa hujan2 ini. Gerimis jadi lebat. Aku menyuruhnya tunggu digerai. Tadi aku park keretaku jauh sikit dari gerai. Berlari2lah keparking tadi. Basah kuyuplah aku kena hujan. Aku memandu kegerai dan diapun naik. “Kesiannya kau Man. Basah2 kuyuplah. Abang susahkan kau ajelah Man”, katanya sebaik aje dia masuk kedalam. “AbgUsop. Tolong ambilkan tuala kecil kat dalam sana tu”, kataku. Memandu dalam hujan lebat gini kenalah berjaga2 sedikit. Memang kuyup2 jugalah.
Baju Melayuku yang tipis dah melekat2 pada dada serta perutku. Abis bulu2 dada dan pusatku terlihat ketara. Bajuku jarang pula. Lagi2 kena air. Hujan semakin lebat gila. “Biar Abang lapkan. Kau pandu ajelah”, katanya menyuruhku melihat kedepan. “Baiklah AbgUsop”, kataku memandu2 dengan perlahan. Traffic heavy sikit dalam hujan lebat gini. “Basah2lah badan kau nie”, katanya mengesat badanku menekap2 dada luasku. “Bulunya sampai nampak semua nie. Hehe. Banyaknya Man”, katanya. Menekap2 keperutku. Aku tersenyum aje. “Aahlah. Sebab itu saya nak buat sendiri tadi. Seganlah”, kataku.
Dia menekap2 keperutku. Baju Melayuku semakin melekat2. Bulu2 pusatku ketara. “Gerak sikit Man”, katanya. Aku tergerak2kan badanku. Dia menarik hujung bajuku dan lap perut basahku. Batangku menegang sedikit terparking kekiri dalam seluar tipisku yang basah dah jarang2 nie. Dia lihat tersenyum. “Banyak betul bulu kau nie Man”, katanya menekap2 dipehaku. Tangannya terkena konekku yang dah keras tegang kesejukkan. Meraba2 serta menggosok2 sikit. “Alamak. Adiknya dah naiklah. Sedaplah nampaknya Man”, katanya tersenyum asyik menekap disitu.
“Sejuk agaknyalah tu AbgUsop. Hehe. Biarlah saya buat sendiri”, kataku mengambil tuala darinya. Aku letak diatas dashboard. Suasana sepi seminit. Aku memandu pelan2. Gelap juga kawasan rumah sewanya. “Man. Depan belok kanan”, katanya. Ada orang tiba2 lari melintas kami. Terkejutlah aku dibuatnya. Aku berhentikan keretaku. Dia mengetuk keretaku. Marah2 dan terus lari lagi. Aku pandu berhati2. “Yang nie ke?”, aku tanya. “Aah”, katanya. Angguk. Senyap. “Man. Abang nie tak tahu sangatlah pasal barang2 elektrik rumah. Boleh Man tolong tengok2kan jap bila sampai rumah Abang nanti?”, dia tanya.
“Okay. Nanti kita tengok dulu”, kataku. Aku bukannya tahu2 sangat tapi bolehlah sikit2. Kami sampai dirumahnya. Kami masuk. Dia memberikanku tuala. “Tunggu jap Man. Abang nak keatas jap”, katanya. Terus naik. Aku duduk disofa dan ambil majalah. Bacalah ala kadar. 5min. Lama juga dia tak turun bawah. Dari tangga dia memanggil naik melihat barang2 electricnya yang rosak 2tu. Aku naik keatas. Biliknya. Ada katil besar. Terang benderang biliknya. Cantik dan teratur. Warnapun garang2. Merah dan kuning. Macam bilik orang2 mudalah. Ada bilik air yang luas bersebelahan biliknya. Ada bathtub.
“Ini rumah sewa ke?”, fikir2ku. Ada aircon tingkap yang kecil serta kipas bersebelahan katil besarnya. Katanya airconnya rosak. “Semalam Abang pakai okay aje. Petang tadipun okay. Sebelum makan itulah tak okay2 pula. Abang pakailah kipas dari bilik bawah nie. Abang ON kipas nie tapi tak gerak2 juga. Abang tak tahu nak buat apa. Man boleh tolong tengokkanlah. Abang minta tolong nie”, katanya merayu2ku “Baiklah. Saya kena tengok2 dulu nie. Abang ambil screwdriver dan kain buruk”, kataku. Dia memberiku remotenya dan keluar mencari barang2 lain. Aku memicit2 remotenya.
Takde apa2pun terjadi. Dia tiba dengan kain buruk serta screwdriver yang lapuk. “Abang turun buat air dulu. Man buat kerja tu pelan2lah. Tak payah terburu2. Lama2 sikitpun takpe. Bukannya ada orang disini”, katanya. Aku angguk aje. Dia kebawah. Aku cuba remote aircon lagi. Takde apa2. Aku check wall socketnya. Cablenya kesana. Aku menekan butang diaircon. Takde perubahan juga. Otakku dah buntu. Hujan lebat sejuk diluar tapi bilik terasa cam panas2 pulalah. Tingkapnya ditutup langsir yang tebal lagi. Patutlah takde angin masuk dari tadi. Aku takleh concentrate sangatlah kalau berpeluh2 nie.
Aku terror aje buka tutup aircon macam repair technician. Padahal aku tak tahu apapun pasal aircon. Aku laplah pakai kain buruk. Tengok cam takleh handle aje. Aku rasa lebih baik aku tutup balik. Aku cuba remote lagi tapi tak berhasil2. Aku terus aje give up ngan aircon nie. Aku cuba kipasnya pula. Cable kesocket dinding. Switchnya ON. Aku tekan2 butang semua tapi tak berputar. Aku dah berpeluh2 nie. Makin terasa panas lagi biliknya. Aku bukalah bajuku nie. Dengan berseluar Melayutipis dan jarang nie aku cubalah sekali lagi. Kalau takleh juga aku nak give up.
Dah terlampau panaslah. Aku takleh fikir bila panas2 gini. Aku duduk2 dekat kepala katil dan menarik kipasnya nie. Sebaik aje punggungku mencecah katil empuknya ada sesuatu berguling keluar dari bawah bantal. Aku capai barang itu. Ada TestPen. Ianya sejenis screwdriver yang digunakan oleh elektrician mengecheck kuasa disocketnya. Aku angkat bantal kepalanya dan dapati dua 13AmpFuse. Aku tersenyum2 sendiri. “Dia nie mesti sengaja nak tahan aku nie. Aku rasa dia mesti mahukan sesuatu dariku”, kataku. Aku guna TestPennya dan membuka plug kipas.
Ternyata didalamnya tiada fuse. Aku letak fuse balik dan pasang kesocket. Kipasnya berpusing. Dah sah2 dia nie punyai motif yang tertentu. Aku pasang fuse keplug Aircon yang kosong juga. Aku picit remotenya dan Aircon bergeraklah. “Sedapnya kipas dan Aircon nie”, kataku menikmati angin yang meniup2 dari kipas. “Oh dia nie betul2 bijaklah sampai buka2 fuse. Salahnya dia tak sembunyikan betul2”, kataku. Udara sejuk dari aricon menderu2 tapi peluh2ku dari tadi masih banyak jatuh dari badanku. Aku matikan aje switch keduanya supaya dia tidak tahu aku sudah tahu plannya.
Dia cam sengaja buat air lama2 gitu. Sekitar 10min aku terdengar2 tapak kakinya naik tangga menuju sini. Aku naik keatas katil menunggunya. Aku letak remotenya atas katil dengan TestPennya disebelah. Dia masuk angkat kopi bercawan besar. Dia tak perasaan remote atas katil. Dia meletakkan kopi itu dimeja sebelah katil. Aku memerhatikannya aje. “Badan kau nie berpeluh2 Man. Boleh repair tak?”, dia tanya tersenyum2 gembira melihat badanku berpeluh tanpa baju. “Aahlah. Panas sangatlah bilik nie. Tak tahanlah saya. So saya bukalah baju ini. Okaykan. AbgUsop tak kisahkan?”, kataku.
Memang sengaja mengumpannya. Nak tahu apa sebenarnya yang dia mahukan. “Tak apa. Asalkan Man selesa buat kerja2 itu”, katanya tersenyum lagi. Aku memanggilnya duduk sebelahku dikatil dekat remote. Dia datang meletakkan punggungnya yang berat diatas katil. Remotenya ternaik2 sedikit dan TestPen itu menguling2 kearahnya. Dia terkejut2. Aku tersenyum ajelah. “Hehe. Mana Man dapat TestPen ini. Tadi Abang cari2 tak jumpalah”, katanya. Terketar2 sikit. Tak realistik terus. Tak tahu pasal electrical tapi tahu pula pasal TestPen nie. “Entah. Tadi ada kat tengah2 katil nie”, kataku.
Bohong padanya. Dia tersenyum tersipu2. Dia bermain2 dengan TestPennya itu seperti serba salah. Dia terdiam sebentar. “Bilik Abang nie panas betul iye. Berpeluh2 badan saya. Tengoklah nie. Bulu dada saya abis basah. Sampai peluh dari punat keras dada saya nie menitis jatuh. Panas betul AbgUsop”, kataku mengesat peluh dadaku memintal2 punatku. Aku membasah2kan seluruh tubuhku yang terbiar dan aku pastikan dia melihat semuanya. Aku bawa jari2ku kepusat memutarkan tanganku disitu. Aku menarik2 bulu pusatku. Dia memerhati dengan ghairah.
Aku sengaja ingin memastikan bahawa semua tipu helahnya adalah kerana dia mahu berselingkuh denganku. Aku gerakkan jari2ku. Matanya liar mengikutinya penuh khusyuk. Melihat jari2ku meramas2 daging tebalku atas seluar tipisku. Belum keras lagi tapi cukup menggiurkannya. Dia amat terpegun sekali. Mulutnya ternganga2 seperti menelan2 sesuatu. Perlahan2 aku masuk tanganku dalam seluar meraba2 batangku beberapa saat. “Konek niepun berpeluh2lah AbgUsop. Kalau bilik ini sejuk sikit kan bagus ye AbgUsop. Baik kita pasang kipas dan airconnya. Biar kering”, kataku menekan butang kipas.
Blade kipasnya berputar2. Aku picit remote. Airconnya berbunyi2. Hawa dingin menderu2 keluar. “Sedap dan dingin. Betul tak AbgUsop”, kataku dengan suara yang paling seksi boleh aku lakunkan. “Kalau sejuk2 gini baring2 lagi sedap;ah”, kataku baring mengerak2kan kakiku nakal kecelah kelengkangnya. Cubalah menyetim2kannya. Dia yang memasang perangkap. Aku cuma laksanankannya. Dia diam sahaja. Dia seperti melihat video. Matanya terbeliak2 memerhatikan gerak2ku. Terpesona dengan apa yang dilihatnya. Memang aku sengaja nak membuatnya rasa bersalah.
Udara dalam bilik menjadi semakin dingin. “Hm. Sedapnya Abang. Argh”, kataku meneran2 meraba2 dagingku dalam seluar. Dia diam ghairah memerhatikan gelagatku. Terpegun agaknyalah. Aku menjeling padanya. Batangku dah mengeras2 sedikit. Membuka zip dan mengeluarkan daging nakalku. Menggerak2kan batangku. Parking ketepi pehaku agar dapat dilihatnya. Dia menelan air liurnya keenakan. “Hm. Ooh. Sedapnya. AbgUsop. Argh. Hm. Sedapnyakan?”, kataku. Meneran2 penuh sexy buatnya. Menayang2kan batang panjangku yang tebal depan matanya.
Aku membuatnya lebih ghairahkanku. Aku menekan2 konek kerasku menggerakkan agar susuk batangku lebih jelas. Memintal2 punat dadaku lagi. Matanya terbeliak. Betul2 gila jadinya. “Okaylah Man. Abang salah. Abang mengaku2 salahlah”, katanya dengan kuat tapi aku sengaja meneruskan adengan berahiku. “Sudahlah Man. Abang mengaku salah nie”, katanya. “Abang mengaku salah apa?”, kataku eksen tak tahu. “Abang keluarkan fusenya tu. Abang sengaja buat tipu2 helah ini semua pasal mahukan kau sangat disini. Maafkanlah Abang”, katanya terketar2 mendekatiku.
“Fuse apa nie. Abang keluar2kan apanya tadi. Tak fahamlah?”, aku tanya. Eksen terus. Aku melorotkan seluarku agar kelihatan semuanya. Batang kerasku terpamir sepenuhnya. Daging tebal yang mampat dan penuh mampu melemahkan jantungnya. Aku genggam batangku menggerakkan daging padatku kekiri dan kekanan menghala padanya. Meramas2 kepala konekku. “Argh. Sedapnya AbgUsop. Bestnya daging nie”, kataku melambaikan konekku kearahnya. Meneran2 sepuasnya tanpa belas iksan. “Abang keluar apanya. Fuse ini ke AbgUsop?”, aku tanya menekan2 tiang batang panjangku.
Meneran2 ghairah. Sengaja. “Ye ye. Man. Abang nak fuse tu. Please Man. Abang naklah”, katanya berulang2. Dia merayu2ku sepenuh hati ghairahnya. Mendekatiku menggerak2kan pehaku. “AbgUsop nak fuse buat apa pula nie?”, aku tanya menolak badannya kakiku. Memang kurang ajarlah. Tapi saja nak test2 dia. Dia terduduk kembali. Aku sengaja menarik menghulur2kan pelawaanku. Aku melucutkan seluarku bertelanjang bogel baring diatas katilnya yang besar ini. “Argh. Sedapnyalah AbgUsop. Rugikan kalau orang tipu2. Orang bohong2 mana boleh dapat fuse nie”, kataku.
Menggerak2kan kakiku meraba celah kelengkangnya. Dapat aku rasakan kekerasan dagingnya. Mencanak menginginkanku so desperate2. “Lagipun kalau nak fuse minta2 ajelah. Lagi senang”, kataku menggesel2 dagingnya dengan jari2 kakiku. Sedap rasanya barangnya. Aku gembira melihatnya bersalah dengan nafsu ghairah mendamba2kan dagingku. “Abang minta maaf Man. Maafkanlah Abang ye Man”, katanya merayu2ku lagi. Dia cuba merangkak2 mendekatiku. Kali ini aku membiar2kannya aje. Aku tersenyum2 gembira dapat menawan kalbunya.
“Abang minta maaf Man. Abang gersang sangat nie. Bila Abang jumpa kau tadi Abang jadi horny. Maafkan Abang”, bisiknya cuba menyonyot puting dadaku tapi aku tahan. “Eeh. Siapa pula cakap Abang boleh hisap nie. Pergilah sana. Buka baju itu betul2”, kataku mengarah2nya. Aku tahu dia betul2 rasa bersalah. Dengan pantas melangkah badanku bergegas membuka bajunya. Setelah telanjang2 dengan ghairah cuba mendapatkan konekku. Cuba menghisap2nya. “Eh! Nanti dulu. Kan kena hujan fuse nie. Nanti blow”, kataku. Saja mengusik2nya lagi.
“Pergi sana dan sediakan air panas kat tub. Man nak berendam dulu nie”, kataku memerintahnya. “Baiklah Man. Abang buat nie”, katanya terus berlari2 ketoilet tanpa berlengah lagi menyiapkan bathtubnya. Sekitar 5min dia datang. “Dah Man. Abang dah siapkan”, katanya. Aku bangun dan bergerak ketoilet. Dia ikut dibelakangku cuba memeluk2 badanku. Aku menepis2lah tangannya kasi suspen2 sikit. Biar dia rasakan. Memang bathtubnya dah sedia. Dia tercegat disebelahku. Lampu yang terang benderang dalam kamar mandi luasnya mempamirkan keseluruhan daging serta tubuh telanjang kami.
Aku tersenyum2 lihat susuk bogelnya. Menawanlah. Dia nie betul2lah my exact duplicate. Umurnya aje yang lain. Keseluruhan physicalnya serupa. Sama tinggi dan sama tegap. Bulu dadanya sedikit tapi banyak ditangan serta kakinya. Bulu batangnya dicukur abis. Togel menayangkan daging tebalnya. Batangnya dah keras abis. Sekeras konekku juga. Panjang dan gemuknya batang serupa. “Bestlah gini. Dapat sizenyaku. Dari kepala sampai kebatangnya serupa juga”, kata otakku. Cuma misainya je tak tebal. Aku genggam dagingnya. “Inikan fuse AbgUsop. Buat apa Abang nak cari2 fuse lain?”, kataku.
Aku ramas batang padat yang mengghairahkanku juga. Hangat dalam genggamanku. Terasa sedap juga kalau dinyonyot2. Dia tersenyum2 keserokokan menikmati sensasi. Dia cuba mencium2ku. Aku sambut ciumannya. Seminit dua aku lepaskan. Dia menarik menginginkannya lagi. Aku masuk kedalam bathtub dan baring menikmati kehangatan air panas. “Oooh sedapnya”, kataku. Dia berdiri tercegat ditepi bathtub tak bergerak kemana2pun. Agaknya dia takut aku marah2kannya lagi. “Abis. Kena panggil juga ke AbgUsop?”, kataku mengusik2nya.
Dengan pantas dia melangkah masuk kedalam bathtub dan baring diatasku. Kami berciuman lagi. Bergelut bercium2an erat ganas. Lama jugalah. Dia nie perakus sikit. Walau kasar namun sedap penuh sensasi. Bergelut2 dalam takungan air panasnya. Tepercik air mengikuti gerakan kami yang deras. Aku rasa dia rindukan isterinya agaknyalah. Meneran2 tak henti2 sekuat2nya. Hujan lebat diluar pasti akan menapis bunyi2an ini tapi berdengung2juga dalam ruang nie. 10min bergelut dalam air hangat. Sehangat ciuman hebat kami. Memang asyik hayal menggulung2 lidah.
Kami rehat sebentar berpeluk2an erat. Dia memeluk2 manja. “Man. Abang minta maaflah. Tak sangka kau nie bijak. Biasanya kalau orang2 lain Abang dah dapat main2kan”, katanya. “Takpe AbgUsop. Saya faham”, kataku mencium2 bibir dewasanya. Bibir berpengalam lama. Aku semakin ghairah mendapat balasan mulutnya yang hebat. Ghairah kami meninggi setiap detik. Dia menjilat2 segenap kepalaku walau ada buih sabun masih terlekat. Aku tarik getah penutup lubang bathtub. Air bergegas berputar2 turun mengosongkan bathtub nie. Aku memutar kepala paip.
Air pancuran bertahap minimal jatuh kebadan kami seperti tempiasnya air terjun. Dia manja merangkul dibadanku menyedut punat dadaku. Lidahnya memutar2 menggeli2kanku. Pintar bermain. Aku membiarkannya. Bergilir2 punat tebalku laksanakan sedutan ghairahnya. Dia menggigit manja. Dia beralih menjilat kepusatku. Dengan rakusnya dia menggigit2 memberi lovebites yang halus dimerata perutku. Aku memerhatikannya dengan asyik. Ramai orang diluar sana yang dah kawin tetap main dan rela berselingkuh dengan lelaki. Seperti kami sekarang nie. Dia tersenyum2 manja bangga.
Mungkin kerana kerap berselisih faham dengan isteri ataupun selalu berpisah membuatkan mereka memenuhi naluri nafsu sex mereka dengan batang jantan pula. Ramai lelaki yang berumahtangga bila meningkat dewasa pastinya ada titik keinginan merasakan kehangatan lelaki bersama. Mereka inginkan konek sebenarnya tapi malu menyatakannya. Aku tersenyum2 sendiri kerana telah menakluk ramai lelaki2 itu. Aku ketawa sendiri bila teringatkan aku juga dapat ditakluk mereka tu. “AbgUsop. Baik kita main kat katil ajelah. Dah rasa sejuk nie. Buah nie sampai kecut”, kataku. Dia angguk.
Kami berdiri. Dia ambil sponge menggosok2 badanku. Dari bahu hingga kekakiku. Tak terlepas celah2 juburku. Aku juga begitu. Sama2 tolong menolong. Masa berdekatan berdiri bogel berdua begini barulah aku terasa dia seperti bayanganku. Mungkin tak semuanya sama tapi tinggi dan barang2 lain serupa. Bulu. Batang dan perutnya. Aku tersenyum sendiri. Pasti merasa puas nanti kalau dapat main dengannya dikatil nanti. Kami membilas badan kami. Keringkan2 semua yang basah. Berjalan kekatil. Kipas dan aircon kecil itu masih terpasang lagi.
Aku duduk berdekatan kipas yang berputar2 mengeringkan rambutku. Dia cam dah tak sabar menyelit dicelah kelengkangku menghisap konekku yang kembang menebal dari air hangat bathtubnya tadi. Tersenyum bangga dagingku diagungkannya. “AbgUsop. Nak keringkan rambut nie. Tak sabarlah Abang nie”, kataku. Batang pajangku masih melekat padat didalam mulut dewasanya. Dia menyonyot2 menyedut2 puas. “Bolehlah Man. Abang gian2 sangat nie”, katanya sambung kerja terkutuknya dengan tekun. Memang pandai mulutnya menyonyot. Sedap gilalah.
Mana tak sedapnya kalau konek kita dihisap2 orang. Lagi2 orang lelaki. Ketawa sendiri. Isterikupun pandai hisap2 konekku nie. Aku membiarkannya aje sebentar lagi. Aku mengibas rambutku supaya lebih cepat kering. Daging tebalku dinyonyot dengan gelojoh. Sampailah kering rambutku. Barulah selesa nak romen2. Fikirkulah. Aku gerak2kan badanku ketengah katil. Kepalanya mengikuti tanpa melepaskan dagingku. Aku terkangkang2 luas agar lebih selesa2 sikit. Barulah aku bebas telanjang2 bulat. Dia begitu pasrah menghamba2kan kerongkongnya pada sebatang daging simpanan dikelengkang dewasaku nie.
Dia gerak2kan badannya mengikut gerakan konek panjangku. Punggungnya ternaik2 sexy. Matanya menjeling2 menggoda2 jantungku. Aku tertawan. Dia amat hilang khayal2 dengan dunia dagingku. Entahlah dunia. Walaupun aku sudah bertahun2 mempratikannya tapi aku masih tak menyangka daging nie boleh menundukkan sesiapa aje. Lagi2 lelaki dewasa sepertinya. Aku tersenyum menikmati sedutannya yang hebat. Nikmat sedutan ghairahnya membuatku tergerakkan punggungku hingga kehujung katil. Stim sangat. Dia terpusing2 mengikutku.
Aku rapatkan kakiku dipinggang sexynya. Tangannya menahan pehaku dari ternaik2. Aku baring terkulai hayal2 tak terkawal menikmati sedutan dewasa berpengalamannya. Dia semakin ghairah. Aku terikut keghairahan juga. Berjaya penyedutannya keatas daging padatku. Setiap gerakannya itu mulutnya tak lepas mencengkam2 batangku. Memang sangat handal. Kalau budak2 mentah sudah terbegek2 dengan daging padatku yang panjang tebalku nie tapi dia relax meneran2 sambil khyusuk melaksanakan kerjanya. Macam tak bersalah. Kakiku menjejak2 lantai.
Punggungku dihujung katilnya. Agak cramp sikitlah. Aku gerakkan kakiku. Aku terbaring penuh keghairahan. Nyonyot2an makin keras menggila2. Dia mencakar pehaku. Aku dibuat2 seperti perkakas. Diselak dan dikangkang2nya ngan luas. Namun begitu aku bangga dagingku dapat membahagiakan nafsu serakahnya. Aku sememangnya suka juga diperalat2kan gini2 juga. Aku tersenyum sendiri memandang siling biliknya. Mataku menjadi terkebil2 menahan stim yang tinggi pemberiannya. Asyiknya. Dia nie memang hebatlah dalam hal mengoral. Tak terlepas2 konekku dari tadi. Rasanya dia pakai gluelah.
Ketawa sendiri. Bahgian dalam pehaku dicakar2 juga. Sampai geli2 geram bercampur nafsu dia membuatku. Dia menjelingku dari sudut kelengkangku. Mulutnya menakluki daging padatku. Menguntum2 senyuman gaya bebas hisap konek tebal. “ Asyik betul sampai tak henti2 dari tadi menghisap daging Man nie. Lama ke Abang tak dapat daging?”, aku tanya. Memang puas mendapatkan mulut dewasa yang begitu pandai mengerjakan barangku ini. “Hm. Hmm”, katanya menjeling2ku lagi dan terus hayal kembali dalam dunia konekku. Biliknya semakin dingin. Jam didinding berdetik2 kedengaran sayu.
Hampir 45min jugalah dia mendera konekku. Hampir tak pernah mulutnya terbuka. Tak penat ke dia. Pandai betul mengawal nafasnya. Bukannya senang nak mengulum batang panjang dan tebal nie. Perlu ada practice yang amat banyak. Tapi aku pasti dia dah terlalu pandai part2 hisap menghisap nielah. Pasti dia sudah berpengalam bertahun berselingkuh jantan. Angin keluar dari Aircon setnya dah membuatku menggigil nie. Aku mengambil bantal menutup2 badanku. Dia masih tak puas2 lagi dengan nyonyotannya ghairahnya. Aku melihat2 sekitar biliknya.
Memberangsangkan juga warna2 yang dipilihnya. “Siapa yang pilih warna2 yang garang kat dalam bilik nie AbgUsop?”, aku tanya raba2 katilnya yang bertilam tinggi dan bersalut cadar tebal. Warnanya pun garang2 juga. “Itu exBF Abang dulu yang pilih tapi Abang nak tukar warna lain pulalah”, katanya sambung menyalai2 dagingku. “Sudahlah tu AbgUsop. Tak penat2 ke. Buatlah kerja lain sikit. Rim jubur atau naik atas nie. Benda nie dah keras baliklah”, kataku memutar punat2ku. Seperti dipukau2 dia melepaskan batangku mengangkang2kan kakiku luas. Menolak kearah badanku.
Punggungku menjungkit2 naik. Aku tersenyum2 puas menantikan mulutnya. Aku memang suka. Dia menjilat2 lubangku dengan lembut teratur. Menjilat2 dari bawah naik keatas. Berkali2. Angin dingin dari kipas menusuk masuk kedalam lubang juburku. Dia mengulangi jilatan terapinya. Menjolok lidahnya tapi lidahnya pendek. Tak masuk sangat. Tak bestlah. “AbgUsop. Pakai ajelah jarinya”, kataku. Tanpa berlengah dia menjarikan lubang najisku. 15min mengaisnya. Tempat yang busuk itu yang sedap2. Dia merangkak naik keatasku menjilat2 dari pangkal konek hingga kepusat dada dan tengokku. Memang hebatlah.
Aku memeluk2 erat badannya yang sekeras2 dan sebesar badanku. Terasa puaslah memeluk2 badan yang serupa. Mulutnya mencari tempat sensitif dibadanku. Banyak. Tapi aku masih boleh control lagi. Segenap kepalaku dibasahi airludahnya. Sejuk. Bibir tebalnya menyentuh bibirku menghairah2kanku. Aku kembali erotis mencium2nya. Sentuhan bibirnya mengasyikkan. Kami berciuman kembali selama sekitar 10min lagi. Tapi aku kepingin pula nak menghisap batangnya juga. Belum merasa2 lagi dari tadi. Aku menolaknya perlahan2. Dia melutut diatasku menantikan belas iksanku.
Batang berjuntainya yang mengeras2 sederhana menggoda2ku. Kami mulakan adegan ber69. Barulah aku best2 mendapat dagingnya sekarang. Aku mengulum dagingnya perlahan. Bestnya. Setelah mendapat konekku dia hayal menguasai batang panjangku seperti biasa. Hinggakan berbuih2 semua. Berkecah2lah air liurnya mengalir melimpah meleket dikelengkangku nie. Aku menyandarkan perutnya disebelahku dan memandang batang panjangnya. Sebiji macam konekku tapi cuma dibadan yang lain. Memegang2 dagingnya. Meramas. Memang betul size konekku yang tiap hariku pegang nie.
Gemuknya sama juga. Aku siap menghayal2kan menyalai dagingnya bagaikan menghisap batangku sendiri. Hatiku tergelak2 dengan sensasi ini. Seperti mabuk daging. Mencium kepala koneknya. Menjilat2. Mengulum2 kepalanya lagi. Memang sedap dan padat batangnya. Terasa mampat dagingnya bertahta dimulutku. Barulah tahu gilanya orang2 yang selalu menghisap dagingku. Memang ramai dari mereka yang menggilakan batang yang besar panjang tebal nie. Koneknya masuk semuanya dalam mulutku. Rasa cam nak terbegik juga. Heran jugalah.
Macam manalah mereka semua boleh handle konekku nie. Aku tersenyum2 sendiri memikirkannya. Aku menutup mulutku erat. Menyedut2 penuh. Pertama kali aku merasa konek yang sesedap ini. Mungkin kerana hayal2an menghisap konek sendiri yang membuatku lebih ghairah. Menyonyot dan menarik keluar batangnya. Power jugalah. Dagingnya mengeras2 gila. Terngiang2 digambaran hayalku menghisap konekku sendiri. Aku memulakan kulum2an pusingan keduaku. Sensasi juga. Terasa puas. Aku menggengam2 sedikit koneknya. Tak sekeras konekku lagi tapi takpe. Aku cubalah menyetim2kannya.
Aku mahu juga merasakan menghisap daging panjang keras gila. Selalu lihat orang menghisap konek yang keras membuatku lebih gian dengannya. Stim sangatlah. Aku menyedut2 ghairah kali ketiga. Koneknya mengeras2 sedikit. Keluar airmazinya sikit. Aku terhenti. Badannya tergerak2 juga bila aku menyedut2 dagingnya. Mulutnya masih menakluk batangku panjangku. Naluri ingin berbuat seperti itu membuak dalam sanubariku. Belum puas menghisap2 koneknya. Aku nyonyot berkali2 juga. Masukkan semuanya dalam mulutku. Menyedut2. Badannya bergerak2 memberi reaksi. Kerasnya menghairah2kanku lagi.
Mulutku tak lepas2 mengulum2 dagingnya. Sedang asyik menyedut2 batangnya aku terasa air dimulutku. Dia terpancut pula. Baru beberapa minit aje aku hisap2. Aku tak sempat lagi nak keluarkan koneknya. Airmani pekatnya mengumpul dalam mulut eratku. Dia meneran2 kesedapan menekap punggungnya rapat kewajahku. Aku tak tahu buat apa. Jadi aku menyonyot aje dapatkan sisa dagingnya. Dia terbaring lesu dan baring dikatil. Batangnya terkeluar. Airmaninya mengalir2 keluar dari mulutku. Wajahnya sayu serta sedih. Hampa. Dia mengeluh panjang. Nada yang mengecewakan. Aku jadi kesian.

*Nantikan 13 Amp Fuse Part 2 (LAST PART)*

dayfau  asked:

Assalamualaikum kak.. apa pendapat kakak tentang cowo yang suka bilang "jalanin aja dulu.." ??

waalaikumsalam @dayfau 

MENGHADAPI COWO YANG BILANG “JALANIN AJA DULU”

Apa jadinya kalau kita mau pergi makan bersama teman, tapi kita langsung saja naik mobil dan supirnya bilang “udah jalanin aja”, tanpa membicarakan mau makan apa, makan dimana, tempatnya seperti apa, biayanya berapa, dll. Dipastikan, kita akan banyak buang-buang waktu, karena kita berjalan dengan ketidakpastian dan awang-awang.

Sama, kalau cowo udah bilang, “jalanin aja dulu”, itu berarti sang laki-laki datang tanpa rencana. Maka, jangan salahkan dia kalau di perjalanan, tiba-tiba dia meninggalkan kita, karena memang dia datang tanpa rencana.

“Jalanin aja dulu” itu berarti sang pria hanya ingin memuaskan keinginannya sekarang, masalah masa depan, itu urusan nanti. Dan dipastikan, yang paling merugi disini adalah pihak yang dipaksa menjalani keputusan sang pria tanpa rencana ini, yakni sang wanita.

Nah, kalau ada laki-laki yang dateng bilang “Pacaran yuk” terus kamu ragu dan dia bilang “Jalanin aja dulu”. Harusnya kamu balikan keadaannya seperti ini

Co : Pacaran yuk
Ce : Gakbisa, aku bla bla bla bla … (ribuan alasan)
Co : Udah, jalanin aja dulu
Ce : Kalau gitu, kamu lamar aja aku, dateng ke rumah ayahku
Co : Lah, tapi aku belum siap, aku bla bla bla bla bla … (ribuan alasan)
Ce : Udah, jalanin aja dulu. Cobain dulu aja.
Co : Tapi aku belum siap, aku ingin kita menyiapkan hubungan kita dulu, biar saling mengenal
Ce : yaudah, gausah jadi kalau gitu
Co : Tapi gimana? Aku ingin hidup sama kamu, kamu adalah wanita yang aku cintai, kalau aku gak sama kamu, hidupku rasanya tak karuan
Ce : Oh, hidup kamu gak karuan kalau tanpa aku? Bisa kok, pasti hidup kamu tetap baik tanpa aku
Co : Kok gitu?
Ce : Udah, jalanin aja dulu.

Wanita kudu strong, kudu kuat, jangan mau harga dirimu dibeli oleh pria tanpa rencana.

Tapi jawabannya bakalan beda, kalau misalnya si cowok ini adalah tukang reparasi sepeda, dan sang wanita ini bertanya 

Ce : Mas, sepeda saya udah diperbaiki? Udah baik lagi kan? Gimana kalau nanti rusak?
Co : Udah, jalanin aja dulu.

Nah kalau begini, yaudah, jalanin aja dulu. Nanti tinggal reparasi lagi sepedanya. Sepeda rusak, bisa diperbaikin. Tapi kalau hati dan hubungan yang rusak, agak sulit sih kayaknya. hhehehe

Salam kenal @dayfau , izin follow tumblrmu yah 

Yuniq.

“setiap orang itu unique” kalau kata Bapak.

Anak Bapak tiga, perempuan semua, Bapak memperlakukan kami sama…sesuai dengan karakter masing-masing anak.

Jadi, pendekatannya berbeda. Se"persis" apapun perlakuan yang kami dapat, hasilnya tidak selalu sama, karena tiap orang itu unik.

Anak kembar identik aja pasti ada bedanya.

Lalu, bagaimana kita bisa menyikapi berbagai macam keunikan dari tiap makhluk hidup di dunia ini?

“Tergantung tingkat kecerdasan seseorang” jawab Bapak.

(mundur perlahan)

Wkwkwk

Mungkin kita, eh aku ding, terlalu bingung antara memahami atau memaklumi seseorang.

Beda ga sih? Menurutku sih beda. Ketika kita memahami, kita lebih “yaudahlah ya” dengan ikhlas. Tapi ketika kita memaklumi, “yaudahlah ya” yang ada malah jadi sedikit perasaan mengganjal yang terpaksa dipendam.
Karena ketika kita paham, kita mengerti alasan dibalik perbuatan atau kejadian.
Tapi ketika kita maklum, kita mengerti sebagian, dan menolak sebagian yang lain.

Well, abaikan kata-kata barusan. Hahaha.
Gak usah bingung. Gak usah dipikir.

Kenapa tiba-tiba ngomongin keunikan orang?
Karena anak kostku unik-unik.

Hah? Gimana? Gimana?

Sek, ngopi dulu. Nanti bikin judul tentang anak kost.

Semoga mereka gak baca.

anonymous asked:

Bang qur, kok bisa ya se romantis itu ke ukhti kecilnya. Saya punya banyak abang, boro2 cubit2 pipi saya gandengin tangannya aja tangan saya langsung dihempaskan😂

Tentang cubit pipi, Once upon a time..

“Dek, sampean kok imut sih…”
“Oh..terimakasih..~” *kesenengan
“Iyaa, imuutt. Tau nggak imut itu apa?”
“Imut yaa imut lah…”
“Imut itu singkatan, Ireng Klumut..~” *Translate : Hitam dan Berlumut
“Hiihhh..” *Sambil nyubit pipi
“Aduh..pipi mas ojo dicubit-cubit poo, sakit nih..”
“Ehh maap-maap, chayank chayank..”
“Sampean ngapain sih kok sukanya nyubitin pipine mas?”
“Lha abis pipinya mas elastis e. Ditarik-tarik bisa balik lagi. 
 Kok pipiku nggak?”
“-_____- Emangnya sampean kena penyakit beri-beri apa..”

Berangkat dari hadits ini..

“Berbuat baiklah kepada wanita, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas.Maka sikapilah para wanita dengan baik.” (HR al-Bukhari)

Wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. JIka engkau memaksanya, niscaya dia akan patah. Itu adalah perintah Nabi perihal treatment membimbing perempuan.

Maka tugas kita untuk memilih cara agar ia tersentuh hatinya dan berkenan untuk diarahkan. Dan Alhamdulillah, Allah memberi kemudahan untuk mengarahkan ukhti kecil. Saat dia milih sekolah SMP misalnya, dia bingung. 

“Mas aku bingung milih yang mana, mau disini apa disana?
Tapi kalau disana, nanti sepeda lipatku nggak kepake :’(”
“Yaa Salaam, masa sampean milih sekolah cuma gara-gara sepeda onthel -_-”
“Gini aja, mas punya rencana, sampean fokus menghafal dulu biar nanti kedepannya bisa enak belajar yang lainnya. Mas nggak maksa, sempean yang harus tentukan sendiri. Nanti klo sampean jadi, tiap bulan mas kunjungin deh, mas traktir.”
“Ya udah mas, aku terserah mas pokoknya”

Ibu : “Dek, sampean sekolah sini ya, nanti Ibu anter jemput, sangunya ditambahin”
Ayah : “Dek sampean sekolah sini ya..”
Ukhti : “Pokoknya aku apa kata mas..” *I Win, that’s my sista

Dan lucunya dia itu kalau ayah ibu yang nuturin, dia masih bisa manyun kecut atau sesekali jawab sambil sewot. Tapi klo masnya yang nuturin atau nyewotin, dia diem aja gak berani bales sewot, paling manyun dikit, wkwkwk. Dan itu yang bikin jadi makin sayang sama dia. Sebenernya tips untuk meluluhkan hati laki-laki yang lagi kesel atau marah itu gampang, jangan dibales marah, tapi didengarkan dan diiyain dengan tulus. InsyaAllah itu gak akan lama, tapi setelah itu dia akan inget klo ternyata perempuan yang di hadapannya itu sabar banget dan itu yang bikin sayangnya bakal tambah-tambah.

Perihal gandengin tangan, mungkin karena kamu sudah besar jadi si kakak semacam bilang “Ih Apaan si..” haha, jujur kadang saya rada malu juga atau tepatnya sungkan sebenernya XD.

Malunya klo gandengannya pas di tempat yang gak umum, seperti kemarin saat kita lagi main ke Perpus Kampus dan Masjid Kampus. Atuhlah para mahasiswa jomblo pasti pada bingunglah, liat ada ukhti2 ngegandeng ikhwan erat dan mesra banget di kampus. Mana cara ngegandengnya pake dua tangan, udah kaya orang lagi main tarik tambang bulan Agustusan ._.

romantis

“We do not see for those who love one another anything like marriage”

Kakak pernah berbagi cerita tentang pengalaman uniknya berkunjung ke sebuah klinik pengobatan di Bandung beberapa taun lalu. Klinik itu berisi sekumpulan ahli pijat yang terampil meredakan cedera akibat berolahraga atau berkendara. Banyak pesepakbola, yang menjadikan tempat ini sebagai “bengkel” otot dan tulang.

Malam itu, kakak mengantar teman perempuannya untuk mengecek nyeri di bagian bahu sehabis terjatuh keras. Terapis yang sedang kebagian jaga bernama Kang Tatang. Ia generasi kedua dari sang pendiri klinik yang telah malang melintang puluhan taun di dunia pijat memijat. Dengan kepribadiannya yang ramah, laki-laki berkumis lebat itu mencairkan suasana tegang dengan obrolan penuh canda.

“A, Teteh ini pacarnya?” tegur Kang Tatang. “Iya, Kang” jawab kakak malu-malu. “Tau enggak siapa laki-laki paling romantis?” kembali ia bertanya. Kaget, kakak cuma bisa nyengir dan menjawab enggak. “Laki-laki paling romantis itu suami. Pas anak-istri pengen liburan nih, dia sadar kalau tabungannya enggak cukup. Banting tulanglah si suami sampai lembur di kantor berhari-hari. Lembur capek enggak? Capek. Pergi liburan? Capek juga. Tapi kebayar lunas sama anak-istri yang hepi walau pergi cuma dua hari dan besoknya kerja lagi. Romantis enggak?”.

Kagum dengan filosofi sederhananya, kakak tertegun. ”Sekarang, tau siapa perempuan paling romantis?”. Kakak masih menggelengkan kepala. “Perempuan paling romantis itu istri. Waktu tau berangkat liburan akhirnya jadi, dia nih yang repot nyiapin tas, pakaian sampai makanan untuk semua. Nyiapin perlengkapan keluarga capek enggak? Capek. Pergi liburan? Capek juga. Tapi kebayar lunas sama anak-suami yang hepi walau pergi cuma dua hari dan besoknya harus ngurus baju kotor lagi. Romantis enggak?”.

Tanpa menyisakan sedikitpun jeda, topik berikutnya lalu digulirkan. ”Tau enggak siapa pemuda paling romantis?”. Lagi-lagi, kakak menunjukkan ketidaktahuannya. “Pemuda paling romantis tuh mereka yang semangat membangun diri dan ngabisin waktu dengan hal positif demi pasangan masa depan yang masih disimpen Tuhan. Bangun diri capek enggak? Capek. Nungguin? Capek juga. Tapi kebayar lunas sama hubungan yang barokah nanti. Romantis enggak?”

Dulu, saya gampang banget menyematkan kata “romantis” sama sepasang kekasih yang mengekspresikan asmara penuh gelora. Sayang, banyak diantara mereka yang romansanya berakhir seketika dan tak berlanjut ke jenjang rumah tangga.

Nyatanya, cerita romantis itu enggak pernah jauh dari jangkauan kita. Bentuknya bukan tulisan, gambar atau film yang ditaburi banyak pemanis buatan. Lihat kedua orang tua kita. Ibu, perempuan tulus yang mengelola urusan rumah supaya semua berjalan mulus. Bapak, pria pekerja keras yang pantang lelah menghidupi seisi rumah. Keduanya memegang peranan penting untuk membudidayakan kasih sayang keluarga dengan penuh tanggung jawab. Kepaduan mereka berdua mengalahkan adegan cinta di sinema manapun.

Kenapa masih mencari episode romantis yang diada-ada?

Saya takjub dengan kebiasaan seorang mentor yang selalu bersikap manis kepada istrinya di usia yang telah menginjak angka 60 taun lebih. Saat kami sedang berbincang santai di pelataran toko, istrinya menghampiri beliau selepas bepergian. Kontan, beliau mendaratkan bibirnya di tengah kening istrinya. Perempuan itu pun menimpali dengan mencium tangan kanan suaminya penuh rasa hormat. “Oh ya, Satria. Ini istri saya. Sudah pernah ketemu belum?” tanya beliau. “Sudah, Om. Taun lalu” jawab saya sambil tersenyum simpul.

“Menurut saya, tiga itu yang disebut romantis. Kasih bunga, kirim cokelat atau sayang-sayangan anak muda yang masih cinta monyet mah bohong. Kebawa sinetron. Kalau betulan sayang mah harusnya dinikahin. Nah, alhamdulillah. Beres nih!tutup Kang Tatang sembari menyelesaikan ikatan perban di bahu teman perempuan kakak.

Maka, wujud lain dari kasih sayang-Nya adalah ditetapkannya pernikahan sebagai hubungan yang menyempurnakan separuh agama, melanggengkan kisah romantis sepanjang hidup sebagai suami-istri dan mendorong setiap kebersamaan yang terjadi sebagai ibadah saat dijalankan dengan penuh ketaatan kepada-Nya. Nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?

Pak Man

AUG 5

Posted by mrselampit

 

 

 

Rate This


 

“Pak Man, Mak Limah….tolong……tolong” Pintu rumah dibuka dan tersembul muka Mak Limah, “Kenapa?” “Emak pengsan Mak Limah…..tolong Mak Limah” kataku. “Kau baliklah dulu nanti makcik datang “, dan tergesa gesa Mak Limah masuk ke dalam semula. Aku pun terus balik semula ke rumahku yang terletak kira kira 50 meter dari rumah jiranku itu. Tak lama kemudian sampailah kedua dua laki bini itu. Kedua duanya baya ibuku, lebih kurang 45 tahun. Mak Limah terus menerpa kepada ibu dan kemudian dia panggil suaminya. “Ibu engkau ni kena dibawa ke hospital segera Wati….engkau siaplah boleh ikut Pak Man…adik adik engkau ni biar Mak Limah jaga” kata jiranku yang mulia itu.

Setelah bersiap ala kadar, aku terus memapah ibu naik kereta Nissan Sunny Pak Man untuk ke hospital di bandar Kuantan.Kirakira satu jam kemudian sampailah kami dan terus ke bahagian kecemasan. Ibu ditahan dan dimasukkan ke wad ICU. Untuk pemerhatian kata doktor. Dalam kecoh kecoh itu tak sedar hari dah malam. Pak Man ajak aku pergi makan dulu.Setelah makan di tepi Sungai Kuantan itu, Pak Man ajak cari hotel untuk bermalam. Aku kata takpalah biar aku tidur dekat emak di hospital tapi Pak Man kata tak dibenarkan oleh pihak hospital. Aku ikut sajalah. Pak Man kemudian bawa aku ke Kompleks Teruntum untuk beli T-shirt , kain batik, berus gigi dan bedak untuk aku.

Lepas tu Pak Man terus cari hotel. Dekat Pejabat Pos kalau tak silap aku. Masuk ke bilik aku lihat cuma ada satu katil saja. Macam tahu apa yang di fikiranku, Pak Man kata dia tak mampu nak ambil bilik asing asing. Malu aku rasa….dahlah dia tolong aku, aku pulak yang fikir bukan bukan. Pak Man dan Mak Limah banyak menolong keluargaku sejak ketiadaan ayah.

“Nah ambil tuala ni, mandilah dulu”, kata Pak Man. Ku capai tuala tu dan terus ke bilik air. Lama juga aku kat dalam bilik air tu. Bila aku keluar kulihat Pak Man terlena atas katil. Letih sangatlah tu. Lebih lebih lagi pagi tadi dia mengchop buah kelapa sawit. Aku ambil satu bantal dan terus aku baring di lantai. Tiba tiba aku tersedar bila badanku terasa disentuh. “Eh apa tidur kat bawah ni…tidurlah kat atas katil tu nanti engkau pulak yang sakit”, ku dengar suara garau Pak Man. Dalam keadaan aku yang mamai Pak Man peluk dan pimpin aku ke katil. Aku rebah menelentang di katil kelamin tu. Pak Man pula terus baring sebelah aku. Terasa panas nafas Pak Man kena pada leherku.

Tiba tiba Pak Man mencium aku dan tangan kasarnya meramas tetekku. Terkejut besar aku. “Apa ni Pak man?” soal aku. “Jangan Pak Man….jangan apa apakan Wati” pintaku. Aku tolak tangannya dan aku duduk dan mengensot ke hujung katil. Pak Man menghampiriku. “Toksahlah nak berlakun, engkau pun nak benda ni juga….aku ada dengar cerita pasal engkau Wati’, “Tolong Pak Man”, aku merayu lagi. Pak Man menerkam. Aku cuba melawan tapi apalah sangat kudrat budak perempuan 17 tahun berbanding denga peneroka bekas askar itu. Dicium ciumnya bibir aku. Aku memukul mukul belakang Pak Man. Sesak nafas aku kena tindih dengan tubuh sasanya. Pak Man jilat telinga aku….dagu…..leher….Tangannya terus meramas ramas tetekku kiri dan kanan.Setelah aku diam keletihan, Pak Man buka T-shirt yang baru dibelinya tadi.Aku cuba menutup dadaku tapi tanganku ditepisnya. Tangannya kemudian masuk ke belakang tubuhku dan cangkuk coliku dibukanya. Terdedahlah gunung gunungku untuk tatapan Pak Man.Terus dia menyembamkan mulutnya ke dadaku.Dinyonyotnya tetekku bergilir gilir kiri dan kanan.Dijilat, disedut dan digigitnya tetek aku. Aku merintih sakit. Airmataku mengalir mengenangkan ibu,adik adikku, Mak Limah dan anak anaknya. “Tolong Pak Man”, aku cuba lagi merayunya.

Pak Man kemudian menjilat turun ke pusatku. Kain batik aku kemudian dilucutnya bersama seluar dalam lusuhku. Malunya aku rasa. Inilah kali pertama sejak aku 5-6 tahun aku berbogel depan orang lain. Apa yang dapat aku buat hanyalah menutup mataku dengan lenganku. Aku sedar kakiku dikangkangkannya. Cipap yang aku sorok selama ini terpampang untuk jiran yang aku sangkakan baik sebelum ini. “Ahhhhhhhhhh” terkeluar dari mulutku bila aku rasa Pak Man menjilat cipapku. Tak disangka muka Pak Man yang nampak warak itu kini tersembam di celah pehaku. Lidahnya kemudian bermain main di sebelah atas cipapku. Aku cuba menafikan perasaan yang aku alami ketika itu. Sedap. Sedap sangat.

“Ahhhhhhhhhh…….Pak Mannnnnnnnnnnnnnnn” aku tewas juga. Dapat kurasa air keluar dari cipapku. Pak Man sedut sedut pulak. Aku menarik narik cadar murah hotel itu. Tiba tiba aku rasa semacam je…..rasa nak terkencing. Tak sedar aku kepit kepala Pak man dengan pehaku dengan tanganku menekan nekan kepalanya. “Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh” “Sedappppppppppppppppppppppppp” Perasaan kelegaan menyelubungi diriku seolah olah batu 3 tan terlepas dari dadaku. Melayang layang rasanya. Pak Man kemudian bangun dan mencium bibirku. Tak sedar aku mengulum lidahnya…..melekit lekit…..aku dah tak peduli. Bertikam tikaman lidah…air liur campur air cipap……..

Pada masa yang sama terasa ada sesuatu menujah nujah cipapku. Pak Man kemudian melarikan mulutnya dan seakan akan hendak bangun. Dibukanya kangkanganku luas luas. “Tahan sikit Wati”‘ lembut dia bersuara. Tiba tiba aku rasa ada benda masuk ke dalam cipapku. “Aduhhhhh……sakittttttttttt”, aku mengeluh. “Saaaaa……”, tak habis aku bersuara kerana Pak Man mengatup bibirku dengan bibirnya. Sakitnya sampai ke otak. Aku rasa macam ada benda memberi…..koyak….berdarah kat bawah tu. Pak Man mendiamkan diri seketika….kemudian kurasa dia bergerak mengangkat punggungnya dan benda kat dalam cipapku ikut terangkat….dia masukkan balik benda itu. Sorong tarik pulak..mula mula pelahan lepas tu makin laju. Sakit aku pun mula hilang….. “celupup…celapap…celupup…..celapap” aku dengar. Sedap pulak….

Aku tak sedar memaut tengkuk Pak Man dan kakiku memaut pinggangnya. ‘Sedappppppppp”, kataku sambil jari jariku mengcengkam belakangnya. Rasa yang aku rasa tadi datang balik.Meningkat ningkat………nafas Pak Man pun makin deras.. makin kuat Aku rasa benda kat dalam tu makin besar…. Tak tahan aku. “Sedapppppppppp…… Pak Mannnnnnnnnnnnn……..mmmmmm”. ‘Watiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii”, tiba tiba Pak Man menjerit dan aku rasa dalam cipapku kena pancut. Aku pun rasa terkencing lagi. Pak Man memelukku kuat kuat…lepas tu dia terjelepuk kat sebelah aku.

Lepas kira kira 10 minit diam, Pak Man bangun ke bilik air. Masa tulah aku tengok kali pertama konek lelaki dewasa….berkilat kilat hujung dia….membuai buai masa Pak Man berjalan. Aku duduk dan bila aku sentuh cipapku ada darah….atas cadar pun ada….kat peha ada sikit…. Pak Man keluar berbogel saja sambil membawa cebok dan tuala.Dilapnya pelahan lahan….bila aku kata aku nak kencing, Pak Man angkat aku ke bilik air dan dia suruh aku kencing di bawah air paip yang dibukanya. Sakit juga…..

Pagi esoknya dua kali lagi kami buat…..Pak Man ajar aku macam macam… jilat….hisap… tukar tukar kedudukan…dari depan,belakang,atas bawah……sedapnya. SEDAPPPPPPPPP. Dah tak sakit…. dah tak malu. Sedap. Lupa aku pasal ibuku yang terlantar sakit, lupa pasal Mak Limah yang aku kena hadap nanti…. lupa…lupa. Sedap………….

Ketika Semua Doa Terkabul

***

               Hari itu bukan hari seperti biasa. Tidak ada satupun orang yang keluar dari rumahnya. Seluruh penduduk dunia tengah bersepakat untuk bersama-sama membuka laptod dan handphone di tangan mereka. Mereka hendak membicarakan perundingan paling penting yang pernah ada. Di sebuah grup chat yang berisi tujuh milyar anggota.

               “Jadi, bagaimana menurut kalian ide tersebut?”

               “Bagus juga, aku punya banyak doa dan sampai sekarang aku merasa belum terkabul juga.”

How a nice idea!”

               “Kita nanti malam, seluruh penduduk dunia serempak memohon satu hal saja. Berdoa untuk satu permintaan saja. Kita berdoa agar semua doa penduduk dunia dikabulkan.”

               “Sure, it will be a nice world jika setiap doa bisa dikabulkan.”

               “Aku tidak yakin itu ide bagus. Aku sudah memperingatkan kalian lho yaa.”

               “Sirik aja, lu. Bukan ide bagus bagaimana coba. Kan enak kalau setiap doa kita bisa terjawab dan menjadi kenyataan.”

               Malam itu, seluruh penduduk dunia duduk bersimpuh sambil menengadahkan tangan. Memohon satu hal kepada Tuhan.

               “Tuhan, tolong kabulkan setiap doa dari setiap penduduk dunia.”

               Petir menggelegar meskipun tak ada satupun rintik yang jatuh dari langit. Angin bertiup kencang di seluruh permukaan bumi, membuat para penduduknya seketika tergeletak dan terlelap.

***

               Bunyi tangis seorang bayi menjadi pemecah suasana pagi yang sunyi. Penduduk dunia mulai bangun dari tidur setelah bersepakat berdoa bersama-sama di malam kemarin. Berdoa agar semua doa dikabulkan.

               Seorang ibu menatap bayi yang menangis kelaparan. Tidak hanya hari ini, hari kemarin, hari kemarinnya lagi tak pernah ada susu yang mampu ia beli dan dia berikan. Sedih melihat bayinya terus meratap, ia tak sengaja berdoa agar diberikan susu untuk hari ini.

               “Permisi…”

               Seorang penjual susu keliling telah berdiri di depan pintu. Hari ini hari berkah, maka ia berniat untuk memberikan susu yang biasa dia jual kepada mereka yang tidak berlangganan susu di jalur dia biasa berkeliling, Terlebih kepada penduduk yang punya rumah-rumah kecil.

               “Ini, Bu. Susu dari saya, gratis. Semoga bayi ibu sehat ya.”

               “Tapi, Bang? Saya tidak bisa menerima ini begitu saja.”

               “Tak apa-apa, Bu. Kalau begitu saya boleh minta didoakan untuk istri saya yang sudah hamil tua. Doakan agar rezeki saya cukup untuk biaya lahiran dan merawat adik bayi saya nantinya.”

               “Semoga dilapangkan dan dimudahkan rezekinya ya, Bang.”

               “Aamiin.”

               Penjual susu keliling tersebut beranjak kembali ke sepedanya, hendak menjajakan kembali barang dagangannya.

               “Ehh..” kayuh sepedanya terhenti, sebuah panggilan masuk dari handphone layar hitam di tas pinggang miliknya. Sebuah nomor yang tidak dikenal.

               “Benar ini pedagang susu Pak Amir? Bisa menangani order dalam jumlah besar, Pak?”

               “Bisa, Pak. Mau pesan berapa?”

               “Lima ratus botol tiap hari selama dua bulan, Pak. Diantarkan ke perusahaan saya ya. Ini demi meningkatkan gizi dan kinerja karyawan-karyawan saya. Kan Kalau sehat mereka bakalan lebih produktif. Bisa?”

               Tangan si penjual susu bergetar. Ia kaget sekaligus tidak percaya. Penjual susu itu kini bertanya ulang, mencoba memastikan dengan suara yang terbata-bata.

               “Bapak tidak bercanda, kan?”

               “Oh iya, nanti uangnya akan saya bayarkan dimuka untuk dua minggu dulu ya. Nanti dua minggu kemudian akan saya bayar lagi untuk dua minggu selanjutnya.”

***

               Bagai sebuah air bah yang turun dari dataran tinggi. Cerita mengenai si ibu dengan bayi menangis dan si penjual susu keliling dengan cepat menjadi pembicaraan masyarakat penduduk dunia di grup chat yang berisi tujuh milyar manusia.

               “Apa benar doa mereka terkabul seketika?”

               “Iya. Jangan-jangan doa kita semua terkabul, doa agar semua doa dikabulkan.”

               “Aku yakin seperti itu.”

               Sejak hari itu, semua doa yang terucap benar-benar dikabulkan. Satu dua hari dunia tampak lebih indah. Mereka berdoa agar diberi anak, dan di perut sang perempuan kini tertanam janin. Berdoa memiliki rumah, entah bagaimana skenarionya maka tidak lama tampak jalan untuk menuju ke sana. Semua doa terucap, semua doa terkabulkan.

               Dua bulan berjalan, Mereka menemukan masalah.

               “Saya ingin menjadi orang paling kaya di kota.”

               Maka ia menjadi orang paling kaya di kota. Masalahnya mulai terlihat ketika ada seorang lagi yang berdoa ingin menjadi orang paling kaya di kota yang sama. Dua doa menjadi paling kaya di kota itu sama-sama naik ke atas langit, dan ketika semua doa pasti terkabul, maka siapa yang paling kaya jadinya? Itu menjadi akar masalah.

               Penduduk dunia mulai berpikir untuk menghalangi orang lain berdoa. Apalagi jika doa yang mereka ucapkan adalah doa yang sama dengan milik mereka. Tapi siapa yang tahu orang lain sedang berdoa untuk apa? Maka dari itu, jumlah penduduk yang semula tujuh milyar kini berkurang drastis hingga menjadi dua milyar. Beberapa orang mulai berdoa untuk keburukan orang lain. Mereka bahkan mendoakan kematian penduduk satu kota, satu negara, hanya untuk menjadi gubernur, presiden ataupun orang paling kaya sejagad raya.

               Kelahiran dilarang. Semakin banyak penduduk yang hidup di dunia, maka akan semakin banyak doa yang terucap, yang harus dikabulkan, Semakin banyak doa, maka akan semakin besar kemungkinan doa-doa itu bertubrukan. Bayi-bayi yang baru lahir, dihalangi untuk berdoa, mereka tidak diajarkan demikian.

               Dua tahun menjelang, dan tidak ada lagi manusia yang hidup di bumi karena doa seseorang.

               “Jadikanlah aku menjadi satu-satunya manusia yang hidup di bumi ini, agar doaku tidak bertubrukkan dengan orang lain, agar doaku terkabul semuanya.”

Ramadhan #2: Catatan Amal

Surabaya, 28 Mei 2017 - 2 Ramadhan 1438 H

Jaman masih sekolah dulu, tiap mendekati ramadhan pasti dikasih sangu buku ramadhan yang isi paling belakang adalah catatan amal kita. Beberapa buku bahkan mencantumkam isi ceramah yang sudah kita dengar yang harus ditulis ulang di buku kecil itu. Tanda tangan penceramah yang kemudian jadi bukti valid kalo kita memang dateng ke ceramah Beliau. Gak heran kalo setiap selesai tarawih, anak-anak kecil pada sibuk ngejar penceramah macem fans yang pingin minta tanda tangan.

Mengenai pemahaman tentang isi? Nanti dulu.

Anak-anak kecil ini pada dasarnya tidak dituntut untuk paham dengan materi ceramah. Tugas ini sebenarnya adalah salah satu tools agar mereka tetap tenang di masjid dan mendengarkan dengan seksama. Tentang pemahaman? Nanti dulu, butuh materi yang harus terus menerus diulang agar mereka mau melakukan. Tidak harus paham kenapanya, yang penting lakukan dulu.

Ramadhan kemudian dijadikan bulan pembelajaran bagi anak-anak ini untuk menambah amal sholihnya untuk memenuhi buku ramadhannya. Salah kah ini? Tentu saja tidak. Ini adalah bagian dari edukasi. Ketika dewasa anak-anak ini akan terbiasa melakukannya sehingga tidak berat bila harus melakukan segala rangkaian ibadah itu.

Ramadhan bukan hanya ajang latihan untuk anak-anak saja. Tapi pun kita yang notabene sudah baligh dan mungkin agak berumur. Ramadhan yang ngajarin kita untuk menahan diri dari segala hawa nafsu. Ramadhan yang ngajarin kita untuk berlomba-lomba dalam melakukan amal sholih. Ramadhan yang ngajarin kita untuk lebih bijak dalam memilih aktivitas kita, kalo yang sunnah aja dapat pahala lebih dan yang wajib pahalanya dilipat gandakan, ngapain masih pilih yang mubah-mubah, macem banyakin tidur.

Ramadhan itu sekolahnya, rapornya bisa kita lihat dari bagaimana kualitas iman kita pada hari-hari sesudah ramadhan ini berakhir. Apakah masih sama dengan tahun yang sebelumnya? Atau justru ada peningkatan yang jauh lebih baik? Mari kita jadikan ramadhan ini untuk meningkatkan kualitas diri di hadapan Allah. Perbanyak ilmu dan amal sholih. Semoga ramadhan ini mampu menjadikan diri kita lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

“Waktu awal-awal masuk kuliah itu saya tidak tahu harus tinggal di mana. Saya hanya berangkat dari kampung di Majalengka ke Bandung. Dulu saya tidak kepikiran soal tempat tinggal, saya hanya kepikiran bagaimana cara pendaftaran administrasi kuliah, ayah saya juga pikirnya berangkat saja dulu, nanti ada beasiswa bidik misi. Saya akhirnya tinggal di pos satpam selama beberapa hari, setelah itu baru saya tinggal di asrama. Tidak seperti yang lain bisa tinggal di mana dulu sebelum perkuliahan dimulai. Di asrama itu banyak teman senasib dan mengerti satu sama lain, kadang teman saya nanya, ‘Udah makan belum?’. Kalau belum biasanya ada paket rendang dan sebagainya dari rumah teman-teman, lalu tinggal masak atau beli nasi. Ayah saya pernah bilang, kalau kamu kerja langsung memang kamu akan dapat banyak uang tapi tidak punya cukup bekal. Kalau kamu kuliah, kamu akan punya cukup banyak bekal, dan nantinya kamu akan dapat uang juga. Dari situ akhirnya saya bilang mau masuk sekolah, ayah saya dukung. Hidup itu perih memang awal-awalnya.”

Tiba-tiba.

Semoga kali ini, kedatanganmu yang tiba-tiba, tidak berakhir dengan perpisahan yang tiba-tiba pula.

Cukup dengan semua ke-tiba-tiba-an yang ada di hidupku.

Tolong beri aba-aba ya. Aba-aba yang jelas. Jangan sekedar kode yang bahkan aku gak bisa ngerti kata “dia” itu ditujukan untuk siapa.

Setelah ini mungkin ada tulisan-tulisan baru tentangmu, tapi nanti ya. Aku pikirkan dulu nama samarannya.

Hana kepada penggemar barunya.

AHAHAHAHA

Jangan Mencariku

Bahagia itu selalu ada dan banyak macamnya, kita hanya perlu bersyukur dan menyadari bahwa kita selalu memilikinya–meski hanya dalam bentuk paling sederhana. Begitu kata orang-orang bijak. Tapi bukankah itu juga berarti penyangkalan, bahwa sebetulnya kita hanya diizinkan punya porsi terbatas untuk bahagia?

Kamu tahu? 

Terkadang, cukup dengan melihatmu bahagia dari jauh, kutemukan bahagiaku. Bahagia yang kucari, bukan sebab datang dengan maunya sendiri. Semu, memang. Tapi setidaknya lebih baik daripada membencimu, bukan?

Bahagia ini seperti dipaksakan, aku tak lagi punya pilihan. dan menganggap kamu kisah lama yang aku mesti lupa, aku belum pintar melakukannya.

Meski entah ini memang bahagia yang sesungguhnya, atau imajinasiku terlalu terlatih untuk mengada-ada? Entah dengan melihatmu tersenyum aku juga merasakan yang sama, atau semuanya hanya karena aku tak lagi miliki pilihan? Terkadang lucu, jika memang benar ada wujud bahagia seperti itu. Padahal kalau boleh jujur, aku ingin bahagiamu yang dibagi denganku.

Kupandang sebuah pohon dengan tatapan penuh kagum. Sebab, bagaimana bisa ia tetap berdiri tegak, sementara melihat dedaunan yang selama ini dipertahankannya, justru jatuh dan kemudian meninggalkan?  Atau, ini hanya salah satu cara semesta untuk mengajarkanku menjadi lebih kuat?

Kuat itu aku, yang telah lama jauh terjatuh padamu, tahu sakitnya luka, namun terus mengulanginya saja. Lemah itu kamu, datang sebab terluka, lalu pergi sebab bosan dijaga. Barangkali jika ada kekacauan di poros bumi dan semua hal jadi terbalik, aku baru paham caramu yang mudah pergi. Pun, kamu kelak mengerti caraku yang keras kepala selalu menanti.

Lalu, aku harus ke mana? Tepatnya, aku harus bagaimana?

Menerimamu yang muncul tiba-tiba, dan merelakan begitu saja padahal ingin tak ada? Kamu ingin (si)apa? Seseorang dengan perasaan sekeras batu dan sikap sediam patung? Sebab, bagaimana mungkin aku mampu untuk terus bertahan melihatmu semudah itu berpaling, namun harus menjadi yang sangat siap ketika kamu tak menemukan sesiapa lagi untuk berbagi?

Barangkali sejak awal kita tidak seharusnya bertemu. Agar tak ada rasa yang bertamu, agar inginku tak melulu hanya kamu. Barangkali sejak dulu mestinya kamu yang mencintai aku. Biar aku jadi yang pintar berlalu, biar aku jadi yang pura-pura lupa pernah sengaja menyakitimu. Ah, tapi apa gunanya? Jika kamu ada di posisiku, apa benar kamu tetap memilihku meski aku tak menoleh padamu? 

Bahkan mengkhayalkannya saja aku tak berani.

Tak perlu kamu tahu sesakit apa aku, yang kuperlu hanya kamu bilang iya untuk cintaku. Paling tidak, aku sudah pernah mencoba untuk terjatuh, meski bukan kedua tanganmu yang menangkap hatiku secara utuh. Memang ada yang hancur dan tidak secara baik tertata, namun paling tidak aku pernah tahu bagaimana rasanya jatuh cinta. Meski yang kurasakan ialah tangis untuk keduanya, namun paling tidak aku selangkah lagi menuju masa yang belum ada dan penuh bahagia.

Yang perlu kamu tahu, tetap memilihmu bukanlah pilihan, itu keputusan.

Menyesal bukanlah bagianku, itu bagianmu jika kelak kehilangan aku. Sebab aku berani bertaruh, belum pernah kamu menemu hati lain yang cukup gila terus menerus berkata bahwa menanti yang tak ada ialah bentuk lain setia.

Ingatlah, jika ia menyakitimu, jangan cari aku. Sebab nanti, aku yang lebih dulu menemukanmu. 
Jika tak kamu temukan aku, tetaplah jangan mencari. Sebab barangkali yang ingin kamu temukan bukanlah aku, melainkan dirimu yang lain, yang sejak lama ada padaku.

Maka teruslah jangan aku yang kamu cari, hanya sebab kamu tak mau merasa sendiri.  Kuharap saat itu aku telah cukup jadi egois, dengan menutup rasa dari apapun yang kutahu bisa membuatmu menangis.

Tulisan : Menghabiskan Ego

Dalam sebuah obrolan suatu sore, seorang ibu dari teman saya mengatakan kepada anak perempuannya, “Dia nikahnya nanti dulu, biar habis dulu egonya.”

Kalimat itu terngiang-ngiang dan saya mau menuliskan hikmah yang saya dapatkan. Perihal menghabiskan ego ini menarik dan saya berkaca pada diri saya sendiri sepanjang 2014 kemarin.

Benar sekali, sepertinya kemarin ego saya belum habis. Ada banyak hal yang masih ingin saya lakukan, impikan, dan lain-lain. Dan hampir semua itu bersifat personal. Seperti ego saya terhadap mainan-mainan yang ternyata jumlahnya udah ratusan hari ini. Ego saya terhadap ini dan itu pun terbilang cukup banyak. Ego saya ingin membeli ini dulu, itu dulu. Bahkan ingin kemana dulu, daln lain-lain.

Hari ini saya belajar bahwa ternyata menghabiskan ego sebelum menikah itu penting. Nanti, bila telah menikah kita sudah bukan lagi hidup seorang diri dengan tujuan dan impian sendiri, tapi sudah menjadi milik bersama.

Saya tidak mau saat menikah nanti, saya hanya memikirkan tentang kesenangan saya sendiri. Itu kuncinya. Karena ada kehidupan lain yang nantinya akan saya bersamai langkahnya.

Dan sepanjang 2014 itulah saya menghabiskan ego tersebut. Hari ini masih tersisa sedikit dan insyaAllah segera habis. Setelah itu, setiap impian bahkan keinginan saya akan lebih mudah dikompromikan dan bisa dengan mudah disinergikan.

Bila kita masih banyak keinginan pribadi, mau keliling indonesia, beli ini itu, bangun ini itu, pengin begini dan begitu. Habiskanlah semua itu ketika kita masih sendiri. Karena kelak, setelah menikah semua itu, bila kita tidak mampu mengelola dan mengkomunikasikannya dengan baik justru bisa menjadi pemicu masalah. Padahal sebenarnya itu bukan masalah. Hanya karena ego kita belum habis, kita merasa pasangan kita tidak mendukung bila pendapat kita berseberangan.

Saya belajar tentang itu sepanjang 2014. Hari ini, ketika ego pribadi saya rasa telah berkurang banyak. Saya akan melanjutkan impian saya nanti dengan sebuah diskusi bersama dengan orang yang tepat. Orang yang akan menjadi bagian dari rencana-rencana hidup yang akan dibuat itu.

Bukankah demikian? Jangan sampai dia tidak ada dalam rencana hidup saya, bukankah dia sudah ada dalam hidup saya? Bila keinginan kita masih tentang diri kita sendiri, habiskanlah.

Karena, memilih untuk menikah itu bukan tentang siapa lebih cepat. Tapi, tentang kesiapan. Menghabiskan ego akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih leluasa hatinya, lebih mudah untuk diajak bicara tentang sesuatu, dan lebih fleksibel untuk mengubah keinginan kita.

Hidup sendiri itu memang menyenangkan, kita tidak perlu mendiskusikan dengan siapapun tentang apa yang kita inginkan. Tapi, hidup berdua jauh lebih menarik bukan?

Selamat menghabiskan ego :)

Rumah, 12 Januari 2015 | ©kurniawangunadi

“Saya tanya ke Ibu pacar saya dulu, ‘Kalau nanti punya menantu maunya yang bagaimana?’ Waktu itu Ibunya hanya tahu kalau saya teman anaknya, bukan pacarnya. Ibu menjawab, ‘Asalkan anak saya senang ya saya senang.’ Setelah 4 tahun, akhirnya beliau tahu kalau saya pacarnya. Ternyata jawabannya lain dari yang di bibir, Ibunya tidak setuju dengan saya. Seluruh keluarganya juga tidak setuju, karena beda derajat katanya. Kemudian saya tanya ke anaknya langsung, ‘Kamu siap tidak mulai dari nol dengan saya?’ Dia jawab tidak siap. Kalau keluarga dia tidak ada yang setuju berarti semuanya dari nol, karena tidak akan ada bantuan atau warisan lah dari keluarganya saat dia dengan saya. Saya sudah ceritakan semuanya ke istri saya, saya ajak istri dan anak saya ke rumah Ibu pacar saya yang dulu. Ibunya malah menangis, dan minta maaf ke saya karena dulu tidak menyetujui.”

Tak Ada (Perasaan) yang Penting Sebelum Akad

“Bagaimana jika ternyata sampai sekarang pun aku belum jatuh cinta kepadanya? Aku belum merasakan perasaan apupun. Tidak ada rindu, sayang, atau perasaan-perasaan lain. Aku sering menantang diriku sendiri, aku ingin tahu apa yang aku rasakan ketika harus bertemu dengannya dalam banyak kesempatan. Ternyata nihil. Aku memang sedang tidak jatuh cinta kepada siapapun, lewat cara apapun atau karena apapun.”

“Memangnya siapa yang memintamu untuk merasakan semuanya sekarang? Perasaan-perasaan itu memang tidak seharusnya ada sekarang. Bersyukurlah karena Allah membantumu untuk mengendalikan perasaan. Tenang saja, pada akhirnya semua perasaan sebelum akad kepada seseorang itu memang tidak penting. Iya, tidak ada perasaan apapun yang penting sebelum akad.”

***

Dari sepenggal obrolan diantara dua orang perempuan, ayo kita memetik pembelajaran …

Tak ada perasaan apapun yang penting untuk dirasakan terhadap seseorang jika itu terjadi sebelum akad. Rindu itu sungguh tak perlu, sebab yang dirindukan itu belum tentu bisa dimiliki. Sayang itu sungguh tak perlu, sebab yang disayang sekarang belum tentu akan bersatu. Begitu pula dengan perasaan lainnya. Mengapa sibuk sekali mengurusi perasaan? Sederhanakan saja! Tak layak jika energi harus terbuang hanya untuk meratapi perasaan yang katanya dalam diam.

Tak ada perasaan apapun yang perlu kamu utarakan sebelum akad, baik dari laki-laki kepada perempuan atau sebaliknya. Perhatian-perhatian yang dilontarkan juga sungguh tak perlu, sebab seseorang yang diperhatikan saat ini belum tentu nanti masih bertemu. Mengapa sibuk sekali bertanya ini itu tentang kesehariannya? Simpan dulu, sampai nanti akad membuat semuanya bisa terucap tanpa ada kelu.

Merumitkan perasaan tak seharusnya menjadi cara perempuan atau laki-laki dalam mengisi masa-masa menunggu. Bukankah selama ini perasaan-perasaan yang ditumbuhkan sendiri itulah yang pada akhirnya menghancurkan dan menyakitkan hati sendiri?

Angan-angan yang panjang tak seharusnya menjadi isi kepala dan hati, sebab angan-angan dihadirkan oleh syaitan yang membuat banyak hal tak wajar bersarang dalam imajinasi. Bukankah selama ini angan-angan itulah yang melalaikan dan menjauhkan hati dari keterpautan dengan-Nya?

Sederhanakan saja! Gunakan logikamu untuk mengendalikan perasaan. Sebab, apapun yang dirasakan sekarang itu tidak penting. Ya, tak ada perasaan apapun yang penting untuk dirasakan sebelum akad. Selamat memenangkan hatimu sendiri, yaitu dengan menjaganya dari perasaan-perasaan yang tak perlu.