nama allah

anonymous asked:

Kak, temenku muslim. Akhir2 ini dia sering mempertanyakan kebenaran agama Islam. Aku bingung ngejawabnya gitu kak. Dia bilang kan kita islam juga turun temurun. Kemudian dia bilang jg "untukku agamaku, untukmu agamamu", berarti Allah jg bilang kalau agama itu lebih dr satu kan bukan islam doang? Dia cerita juga kalau kayak2 pastur yg bs sembuhin org sakit itu dpt kuasa drmn? Atau ada buku mengenai pertanyaan2 begini ga kak? Aku takut temenku ini nantinya mudah kegoda agama lain kak :(

lanjutan) Tapi dia percaya kalau islam agama yg benar. Tapi kata dia, semua agama pasti berpikir agamanya yg benar jg kan? Gitu katanya. Dia kayaknya gampang goyah gitu kak

Wow, pertanyaan yang sangat dalam. Saya jawab tapi mungkin agak panjang karena menyeluruh, karena kalau dijawab setengah-setengah, akan kurang baik, siapkan 3 menit untuk baca ini. Dan semoga ini juga menjadi hidayah, baik bagi anon, maupun semua muslim di jagat tumblr

BAGAIMANA MEMASTIKAN ISLAM ITU BENAR?

Apakah 2 + 2 = 4? Jawabannya iya, benar. Kenapa? Ya, karena kita paham akan dasar ilmunya, bahwa 1 + 1 = 2.

Tapi apakah benar kalau turunan pertama dari ƒ(x) = 3x2 + 4 adalah 6x? Tentu tidak semudah pertanyaan diatas, karena kita harus memahami dulu dasar dari ilmu tersebut.

Sama halnya dengan memastikan islam sebagai agama yang benar, apakah kita sudah memelajari tentang islam itu sendiri? Indonesia adalah negara islam, tapi berapa banyak orang yang terlahir sebagai agama islam, belajar tentang agamanya sendiri?

Banyak dari kita yang ragu akan kebenaran islam, karena kita tidak memelajari seluk beluk tentang islam, dan alasan bahwa islam diturunkan oleh Allah untuk menyempurnakan agama yang sebelumnya telah turun.

Banyak dari kita tahu nama Tuhan kita Allah, tapi tidak banyak yang bergantung padanya. Banyak dari kita tahu nama Rasul kita Muhammad SAW, tapi tidak banyak yang tahu perjuangannya menyampaikan islam. Banyak dari kita tahu kita diperintahkan shalat, zakat, puasa, haji, sedekah, tapi tidak banyak yang mengetahui makna di dalamnya. Kurangnya pemahaman kita terhadap agama kita sendiri lah, yang membuat kita justru memertanyakan kebenaran islam.

Maka sebelum memastikan sesuatu itu benar atau salah, kita harus mengetahui hal tersebut sebenar-benarnya dari sumber-sumber terpercaya. Karena banyak orang yang menjalani islam sebagai agama yang sudah “terlanjur” diberi oleh orangtua, bukan sebagai agama yang benar.

Maka, saran saya pertama, agar tidak goyah terhadap islam, pelajarilah seluk beluk tentang agama islam, agama kita sendiri.

Salah satu cara terbaik yang hingga kini membuat saya meyakini bahwa islam adalah agama yang paling sempurna adalah dengan memelajari sejarah lahirnya islam dari sirah nabawiyah (kisah kehidupan nabi). Dari sini, kita belajar bagaimana islam turun, kenapa sebuah ayat bisa turun, dan bagaimana islam diterapkan.

Sudahkah teman-teman juga belajar islam?

SEDIKIT SEJARAH YAHUDI, NASRANI, DAN ISLAM

Berikut saya share sedikit, hal yang saya dapatkan dari kajian ust. Khalid basalamah yang saya ikuti, sehingga bisa memberi penjelasan, tapi untuk detailnya, silahkan bisa mengikuti kajian lebih lanjut (nanti saya share link mp3 nya agar bisa didownload).

Setiap Nabi itu diperintahkan Allah untuk mengajak kaumnya untuk menyembah Allah, karena mereka berada di dalam kesesatan, diantaranya adalah menyembah berhala, patung-patung atau bahkan manusia, padahal Allah lah yang memberikan segala nikmat di dunia, sedangkan Allah tidak suka kepada orang-orang yang syirik.

Berikut saya share peristiwa secara singkat, dari munculnya ajaran Nabi Ibrahim hingga ditutupnya ajaran nabi-nabi oleh agama islam.

Nabi Ibrahim a.s. diutus oleh Allah untuk membenarkan kaumnya yang sesat, karena pada zaman tersebut, Namrud, raja orang-orang tersebut, menyebut dirinya tuhan, sehingga menyuruh orang-orang untuk menyembah dirinya. Singkat cerita, Nabi Ibrahim menghentikan Namrud, dan membuat orang-orang akhirnya mengikuti ajaran Nabi Ibrahim a.s., yakni menyembah Allah dan juga melaksanakan syariat haji, seperti tawaf, qurban, dsb.

Selepas meninggalnya Nabi Ibrahim a.s., maka kaumnya kembali menyembah berhala. Dan ini ternyata sudah menjadi sebuah kebiasaan, tatkala sebuah kaum ditinggalkan Nabi mereka, maka mereka kembali sesat karena tidak ada tempat untuk bertanya.

Lalu, Allah mengutus Nabi Musa a.s , membawa kitab taurat, untuk membenarkan orang yang telah melenceng dari ajaran nabi Ibrahim a.s.

Pernah suatu ketika, Nabi Musa a.s. meninggalkan kaumnya selama 40 hari untuk menerima taurat dari Allah SWT, namun ketika kembali dari penerimaan taurat tersebut, Nabi Musa a.s. mendapati kaumnya yang sebelumnya sudah menyembah Allah, kini menyembah patung sapi. Ketika ditanya oleh Nabi Musa a.s., maka jawabannya “Karena kau tidak ada, dan kami merasa ini benar”. Lantas Nabi Musa a.s. memerintahkan kaumnya untuk bertaubat sehingga kaumnya diberi nama yahudi yang artinya Taubat. Dan sejarah Nabi Musa a.s. ini juga menjadi alasan turunnya surat al-Baqarah (sapi betina). Lantas, sepeninggalan Nabi Musa a.s., kaumnya kembali melenceng dan kembali menyembah berhala.

Lalu, Allah mengutus Nabi Isa a.s., dengan kitab injil, untuk membenarkan kaum yahudi yang sudah melenceng dari ajaran yahudi yang sebenarnya. Dan kala itu, yahudi yang menolak injil juga disebut kafir, karena tidak mau beriman kepada Allah SWT, tapi lebih memilih menyembah berhala.

Nasrani sendiri memiliki arti penolong, karena Nabi Isa bertanya dan meminta kepada kaumnya untuk menjadi penolong agama Allah SWT (kembali menegakkan orang-orang yang melenceng).

Namun, ketika Nabi Isa a.s. diangkat oleh Allah, banyak kaumnya yang melenceng dari ajarannya dan menjadikan Nabi Isa a.s. sebagai Tuhan.

Maka, untuk kembali meluruskan yang telah menyimpang, Allah menurunkan agama Islam melalui Nabi Muhammad SAW. Untuk kembali meluruskan, bahwa tuhan yang harus disembah adalah Allah SWT, bukan patung, bukan berhala, bukan orang yang mengaku-ngaku sebagai raja. Itu kenapa, Allah SWT menyebutkan bahwa islam adalah agama yang menyempurnakan ajaran sebelumnya, karena memang agama sebelumnya juga benar, namun banyak orang yang melenceng, sehingga kembali diluruskan dengan adanya Qur’an.

Dan bagaimana perjalanan Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat menegakkan kembali islam, menjadi pelajaran besar bagi saya dan membuat saya yakin, bahwa jika kita memang menginginkan syurga, maka kita harus mengikuti ajaran islam. Dengan mengikuti islam, maka kita juga sudah menjalankan Nasrani yang benar yang diajarkan oleh Nabi Isa a.s., juga yahudi yang benar yang diajarkan oleh Nabi Musa a.s., dan juga ajaran yang dibawa nabi-nabi sebelumnya untuk menyembah Allah SWT.

Ya, memang agama dari Allah itu tidak hanya Islam, dan turunnya agama itu untuk membenarkan kaum yang melenceng dari agama-agama yang telah turun sebelumnya.

 —

TENTANG “UNTUKKU AGAMAKU, UNTUKMU AGAMAMU”

Terkait memahami sebuah ayat, penting sekali untuk memahami “sebab” turunnya ayat, sehingga paham konteks dari ayat tersebut dan bukan lahir dari tafsiran sendiri.

Ayat di atas adalah penggalan dari Al-Kafirun, singkatnya, ayat ini turun ketika Nabi Muhammad dipaksa untuk menyembah berhala, padahal saat itu sudah ada perintah untuk menyembah Allah SWT.

Orang kafir Quraisy meminta nabi Muhammad SAW menyembah berhala selama 1 hari, lantas mereka bergantian menyembah Allah selama 1 hari, lalu Nabi menolak. Kafir itu terus menego sampai akhirnya berkata “Cukup katakan bahwa tuhan kami (berhala) itu ada, dan kami akan menyembah Allah seumur hidup kami”

Maka kala itu, Nabi Muhammad SAW mendapat wahyu dari Allah, dan beliau ucapkan kepada kafir tersebut “aku takkan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu takkan menyembah apa yang aku sembah. Untukku agamaku, untukmu agamamu” sebagai penegasan, bahwa seorang muslim yang baik, tidak akan menyembah apapun selain Allah SWT, sebagaimanapun orang kafir menggodanya, dan ayat tersebut bukan sebagai pernyataan bahwa agama lain benar sehingga penyembahan berhala tersebut dianggap benar.


TENTANG PASTUR SEMBUHIN ORANG SAKIT

Ini bukan pendapat saya, tapi ini saya dapatkan dari Ust. Mathius, atau dikenal KH. Syarif Hidayat, mantan jendral misionaris Indonesia yang kini menjadi mualaf, dan kebetulan juga teman dekat ibu saya sehingga saya sering mengobrol.

Beliau bilang kalau itu memang kegiatan yang dibuat oleh teman-teman misionaris, untuk membuat orang percaya.

PEMAHAMAMAN “SEMUA AGAMA ITU SAMA”

Kalau ada orang yang bilang “Gapapa kok nganut agama lain, semua agama juga sama kok, bisa masuk syurga” maka orang islam adalah orang yang paling bodoh.

Kenapa juga kita harus cape-cape solat 5 waktu, berpakaian ada aturannya, harus sedekah, harus ngaji, gak boleh minum dan makan yang haram, terus harus haji, banyak larangan dan perintah? Mending pindah ke agama yang ibadahnya gak berat, pakai baju boleh buka-bukaan, gausah bangun subuh atau tahajud, bebas minum dan makan, pokoknya bebas deh, toh sama-sama masuk syurga. Bener ga? Tapi nyatanya engga kan? Apalagi jika kita belajar tentang kenapa islam turun, maka kita akan paham.

Karena pemahaman “gapapa kok semua agama sama” itu adalah pemikiran orang liberal, agar orang bisa nyantai dan gak perlu belajar islam dan bisa mudah berpindah ke agama lain. 

SEBAGAI PENUTUP

Sekali lagi, saya hanya mengingatkan dengan tulisan ini, agar kita semua mau belajar mendalami agama kita sendiri. Sejarah sudah menjelaskan, tatkala suatu kaum ditinggalkan Nabinya, maka mereka akan melenceng. Tak hanya yahudi, nasrani, bahkan kita umat muslim pun banyak yang melenceng. Bukankah banyak yang berdalih jihad tapi melakukan bom bunuh diri? Apakah jika Nabi Muhammad SAW hidup sekarang, hal tersebut diperintahkan? ya, kita perlu belajar, agar tidak melenceng.

Karena bisa jadi, mualaf yang baru masuk dari agama lain justru lebih mencintai islam, karena mereka memelajari agama islam secara keseluruhan, sedang kita hanya menjalani secara seadanya karena kita mendapatkan agama ini bukan karena hidayah, melainkan mendapatkan agama ini dari orangtua kita.

Dan tulisan diatas bertujuan bukan untuk menyerang agama lain, bukan untuk bilang “agama islam paling benar” karena agama bukanlah untuk dibanding-bandingkan, tapi tulisan ini mengajak teman-teman untuk lebih memahami tentang agama islam, agama penutup, agama penutup yang menyempurnakan agama sebelumnya, agama yang membawa kita kepada syurga, tempat sebaik-baik kembali.

— 

Tentu tulisan diatas hanya sebagian, silahkan teman-teman bisa mengikuti kajian lanjutan, bisa di youtube dsb, juga membaca berbagai sumber lainnya.

wallahua’lam bisshawab. Jika ada yang salah, mari saling mengingatkan.

Semoga bermanfaat, punten panjang banget. Semoga berkenan. Silahkan share untuk mengingatkan teman-teman lainnya.

Terima kasih

Ketika Anak Bertanya Tentang Allah

Allah itu Siapa?

Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar.

Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe).

Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH. Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…

Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:

Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Tanya 2: “Bu, Bentuk Allahitu seperti apa?”
Tanya 3: “Bu, Kenapa kita gak bisa lihat Allah?”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Tanya 5: “Bu, Kenapa kita harus nyembah Allah?”

Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”

Jawablah:

“Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

Tanya 2: “Bu, bentuk Allah itu seperti apa?”

Jangan jawab begini:

“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.

Jawablah begini:

“Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬ا‌ۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِ‌ۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ ١١)

[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)
[baca juga Melihat Tuhan]

Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?“

Jangan jawab begini:

Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Jawaban bahwa Allah itu gaib semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Al-Hadid 57) : 3

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.

Apalagi jika kita menggunakan diksi pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.

Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma Nama)-dan Af’al Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad SAW. sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.

[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17)
{ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}

Jawablah begini:

“Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?”
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris)
“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak ‘kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi,Bagaimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?!”

Atau bisa juga beri jawaban:
“Adek, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit ‘kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar.”

Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan “Melihat Tuhan”.
Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?

Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara.”

Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”

Jangan jawab begini:

“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.”

Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip “Allahu Akbar” itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]

ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ‌ۚ
Dia bersemayam di atas ’Arsy. <– Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif.

Juga jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di mana-mana.”
Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.

Jawablah begini:

“Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada.”
[baca juga Mulai Saat Ini Jangan Sebut-sebut Lagi Yang Di Atas]

“Qalbun mukmin baitullah”, ‘Hati seorang mukmin itu istana Allah.” Hadis)

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, bahwasanya Aku adalah dekat.(Q.S. Al-Baqarah 2) : 186)

وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ‌ۚ
Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)

وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah 2) : 115)

“Allah sering lho bicara sama kita..misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Allah untukmu, Sayang.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

وَٱللَّهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ
Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)

Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”

Jangan jawab begini:

“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.”

Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka,”Masak sama Allah kayak dagang aja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!”

“Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)

Jawablah begini:

“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, ‘kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.

Kalau Adek gak nyembah Allah, Adek yang rugi, bukan Allah. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru.”
(Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
[baca juga Mengapa Allah Menciptakan Makhluk?]

Katakan juga pada anak:

“Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Allah, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?!” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

“Kenapa, Bu?”

“Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Allah tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Allah selalu ada untuk kamu. Nanti, Allah juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu.”


Sumber: Anak Islami

tinggal kami berdua, ditemani jam yang detaknya seakan lama sekali. Ibu dan dek Ute sudah pulang sedari jam 1 pagi. Ayah yang baru tiba dari Jember sempat menengok jam 3. sedangkan Bapak Ibu, pulang jam 4 karena harus bekerja.

“kica, ayok jongkok. semangat ya sayang,” mas yunus mengusap-usap pinggang saya.
“mas yuk, mas. gosokin punggung kica. semangat, bentar lagi kita ketemu Kakak,” saya mengatur napas sambil mempraktikkan segala gerakan yoga. selimut berubah fungsi menjadi matras. birth ball sudah tidak lagi saya pakai sebab sejak jam 3, saya minta dipasangkan infus.

sudah dua malam saya tidak tidur. sudah berminggu-minggu saya tidak benar-benar tidur. tiga hari sebelum shubuh itu, saya disarankan dokter untuk menjalani operasi sesar saja. pasalnya, usia kandungan saya sudah hampir melewati HPL, berat badan dan kepala janin besar, ketuban sudah mulai pas-pasan, dan posisi kepala janin saya menyamping bukan menghadap ke bawah–yang mengakibatkan persalinan normal dengan induksi berisiko mencederai kepalanya. juga, sudah berminggu-minggu saya mengalami kontraksi palsu. Kakak belum menemukan jalannya. posisinya masih “tinggi” dan “jauh”.

hanya ada satu doa yang kemudian tak lepas dari lidah kami. “allahumma yu'assir walaa tu'assir” yang kemudian menjadi ide sebuah nama: yassira. “mas, semoga Kakak diberi kemudahan sama Allah. hanya Allah yang bisa memudahkan.”

hingga akhirnya, kontraksi sungguhan datang hari Sabtu malam. prosesnya lama, 14 jam dari belum pembukaan ke pembukaan 1, 8 jam dari 1 ke 2, 8 jam lagi dari 2 ke 4. berkali-kali saya nyaris menyerah di tengah jalan. bukan karena sakit yang tidak lagi tertahan, melainkan karena saya begitu kelelahan–belum tidur bermalam-malam, belum makan karena khawatir harus operasi sesar dadakan–dan karena selama proses pembukaan saya terus berolahraga untuk membuka jalan.

entah bagaimana, Allah tidak membiarkan saya menyerah. malaikat itu namanya mas yunus. mas yunus menemani saya melewati setiap rasa sakit yang mendera. “kica semangat. ayok jongkok. mendingan sakitnya bermanfaat daripada sakitnya tambah lama.”

berkali-kali mas yunus menghangatkan handuk untuk mengompres saya, memberi saya minum dan segala asupan yang menguatkan, menemani saya bahkan ke kamar mandi, membacakan ayat-ayat suci, juga memeluk dan mencium kening saya sesekali, membesarkan hati.

pagi itu membekaskan moment of truths tentang bagaimana mas yunus sangat menyayangi saya. tentang bagaimana Ayah Ibu dan Bapak Ibu juga, sangat menyayangi saya. doa-doa saya akan kehadiran mereka dikabulkan Allah.

satu jam. setelah dinyatakan lengkap pembukaan–setelah 36 jam menjalani kontraksi–butuh satu jam untuk melahirkan Kakak. waktu yang cukup lama karena posisi Kakak yang tinggi dan jauh. juga karena ukurannya yang cukup besar.

“bu bidan, dokter, sabar ya sama saya. saya bisa kok. tapi pelan-pelan,” saya gantian menyemangati para tenaga kesehatan. mereka mulai menghitung sudah berapa lama saya mengejan, sambil terus memantau detak jantung Kakak.

rasa mulas yang terakhir sudah hilang, namun di depan mas yunus terus menyemangati. di belakang, Ayah terus menyebut nama Allah. Senin, 6 Februari 2017 jam 9.37. mereka meletakkan Kakak di dada saya. suara tangisnya lantang, seperti suara Bapaknya.

“Ibunya hebat banget. dari kontraksi sampai dijahit cuma huh-hah doang,” seorang bidan mengacungkan jempol, lega.
“iya. seandainya semua pasien gue kayak mbak ini,” sang dokter malah berkelakar.

Kakak diangkat, lalu diadzani oleh mas yunus sendiri. tali pusarnya juga mas yunus yang kemudian memotong. saya masih setengah percaya, mas yunus ada di sana.

adalah perasaan lelah–sangat lelah sampai-sampai saya tidak bisa lagi meringis. adalah perasaan bahagia–sangat bahagia sampai-sampai saya tidak bisa lagi menangis. sakitnya setara 22 tulang dipatahkan, namun syukurnya sampai ke 184 tulang lain.

semua orang bergegas mengerubungi bayi. tinggal mas yunus duduk di samping saya, menemani saya. tinggal kami berdua, ditemani jam yang detaknya sudah menjadi sangat cepat lagi.

jam 1 siang saya mencoba turun dari meja bersalin, latihan ke kamar mandi. tiba-tiba semua gelap, saya pingsan kelelahan. di sana ada mas yunus lagi, menjaga saya agar tidak terjatuh. begitulah mas yunus selalu–menjaga saya, jangan sampai saya jatuh.

kami sekarang memang bertiga namun entah mengapa begitu genap rasanya. meskipun mas yunus baru bertemu Kakak selama 26 jam saja, tidak cukup rasa syukur kami atas kehadirannya. Yassira Husna Kuntawiaji adalah doa kami berdua. kemudahan, kebaikan, dan nama belakang Bapak.

mbak Yuna, selamat berjuang bersama Ibu dan Bapak ya. semoga mbak Yuna senantiasa bersyukur dan bahagia, dilahirkan dalam keluarga ini.

Perempuan yang Kurang Berjuang (?)

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” – (Q.S Al – Ahzab (33) : 35)

Suatu hari, dalam obrolan ringan yang ternyata tidak mengalir seringan biasanya, tanpa diduga seorang teman berkata, “Kalau aku lihat ya Nov, kamu itu tipe perempuan yang kurang berjuang. Gimana coba mau nikah tapi engga punya pacar? Banyak teman sih, tapi deket yang beneran deket sama laki-laki aja engga, gimana coba? Saat itu, saya hanya menanggapinya dengan tertawa. Tapi ternyata, tawa yang sama tidak bisa terbawa lama-lama. Setelah pulang, saya menangis sejadi-jadinya. Entahlah, rasanya sakit sekali, seperti ada yang menginjak-injak harga diri hingga saya pun bertanya-tanya, “Salahkah? Memangnya harus dengan cara apa seorang perempuan muslim berjuang?”

Dulu, saya menganggap bahwa dekat dengan laki-laki sebelum halal adalah hal yang wajar. Tapi, setelah belajar dan mengetahui bahwa itu bukanlah sesuatu yang diperbolehkan-Nya, maka saya tidak lagi punya cukup keberanian untuk tetap melakukannya. Bukan mudah, rasanya sulit untuk meyakinkan diri sendiri bahwa jalan yang sudah Allah tunjukkan adalah jalan kebenaran yang tak perlu ragu lagi untuk ditempuh. Beberapa orang yang datang dan mencoba mendekat setelahnya pun menjadi ujian tersendiri. Tak mudah! Ah, terang saja, kalau mudah namanya bukan ujian. Bagaimana pun, bukankah semuanya harus dikembalikan pada standar-standar yang sudah ditetapkan-Nya?

Kembali pada anggapan perempuan yang kurang berjuang, saya semakin bertanya-tanya: pertanyaan yang jawabannya ternyata tak mudah untuk didapatkan. Lalu, seperti biasanya, saya bertanya pada Ibu, seseorang yang memang sering menjadi teman diskusi saya hingga saya menganggap beliau seperti Ibu sendiri. Saya bertanya, “Bu, memangnya harus dengan cara apa seorang perempuan muslim berjuang? Apakah pernikahan memang perlu diupayakan sebegitunya oleh seorang perempuan sampai menggadaikan kehormatan?

Kemudian, Ibu menatap saya dengan lembut lalu beliau balik mengajukan pertanyaan, “Nov, Allah nyuruhnya apa? Allah janjinya apa?” Saya terdiam beberapa saat, lalu sesuatu muncul di pikiran saya, gemetar saya menjawab, Allah janji, perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan begitupun sebaliknya. Saya hampir menangis ketika Ibu tersenyum dan mulai menjelaskan, “Iya, Nov, Allah memang berjanji demikian dalam Al-Qur’an. Lalu apa lagi yang kamu takutkan? Biar saja, kamu tidak perlu mendengar anggapan orang yang mungkin memang tidak berpikir dalam satu frame yang sama, yang penting nurut aja sama Allah, ya Nak. Kedekatanmu dengan laki-laki manapun sebelum halal tidak lantas menjadikan kamu berjodoh dengannya. Dekat yang tak halal itu sejatinya tidak mendekatkan, bahkan hanya menjauhkanmu dari Allah. Jangan Nov, jangan hanya karena perasaan lalu kamu menggadaikan kehormatanmu sebagai seorang perempuan muslim. Percaya deh, Allah tidak akan dzalim dan tidak akan mengkhianati hamba-Nya yang berupaya untuk nurut dan menjaga diri.

Mendengarnya, saya merasa lega. 

Perjuangan perempuan memang terletak pada bagaimana ia menjaga diri dan kehormatannya, memperbaiki diri, mengendalikan hati, mengelola perasaan, memperkaya diri dengan ilmu, bersikap produktif dan mengupayakan ketaatan kepada Allah. Itulah sebaik-baik perjuangan yang bisa dilakukan oleh perempuan. Usaha perempuan haruslah usaha-usaha yang elegan, bukan dengan mengumbar perhatian, apalagi mengumbar perasaan pada yang belum halal.

Untukmu sahabat-sahabat perempuanku, perjuangan ini tentu tidak akan mudah untuk dilakukan. Mungkin akan ada ujian-ujian yang perlu kita hadapi dalam perjalanannya. Semoga Allah senantiasa menjaga dan memudahkan. Kabar gembiranya, ada ampunan dan pahala yang besar dari-Nya jika kita menjaga kehormatan. Semangat memperjuangkan ketaatan! ;)

“Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang melarang menyebut nama Allah di dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha merobohkannya? Mereka itu tidak pantas memasukinya kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka mendapat kehinaan di dunia dan di akhirat mendapat azab yang berat.” (QS. Al-Baqarah: 114)

Kalau ada aparat yang main baku pukul kepada mahasiswa yang demo saja saya protes keras. Apalagi ini, orang mau shalat di masjidnya sendiri dihalang-tendangi.

Yang paling bikin saya geram, ini terjadi di tempat suci ketiga Ummat Islam setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, tempat yang dulu jadi tempat bertolaknya nabi dari bumi menuju sidratul muntaha. Sudah begitu, ini dilakukan oleh aparat penjajah, dan penjajahan ini eksis di tengah-tengah dunia yang gemar sekali bicara freedom dan human rights. What the….

What is this? Ini apa namanya kalau bukan penjajahan yang biadab dan tak beradab sama sekali?

Pertama, dari sisi kemanusiaan ini sama sekali tak ada manusiawinya. Bahkan akses dari luar saja ditutup. Dulu pernah sekira tahun 2010 ada misi kapal kemanusiaan Mavi Marmara yang membawa bantuan dari seluruh dunia dihadang oleh Israel. Salah satu relawan asal Indonesia gugur ditembak tentara zionis.

Kedua, dari sisi keimanan ini pantas dilaknat oleh ummat Islam sedunia. Bayangkan, ini adalah masjid yang menjadi bagian dari akidah dan memiliki nilai historikal bagi ummat Islam. Ini masjid yang jika seseorang shalat di dalamnya akan diampuni dosa-dosanya. Bagaimana bisa memasuki dan shalat di dalamnya dilarang? Bagaimana jika kemudian dialihfungsikan bukan lagi sebagai masjid tempat ibadah Ummat Islam?

“Urusin dulu negerimu, Pik. Baru urusin negeri orang.”

Iya, secara bangsa itu bukan bangsa saya.

Tapi secara kemanusiaan, yang ditindas disana itu manusia. Bukan kucing! Ada yang jahat sama kucing saja saya marah.

Tapi secara keyakinan, itu tanah suci dan masjid Ummat Islam. Nggak ada larangan dalam konstitusi negara kita untuk turut membela kemerdekaan bangsa lain. Bahkan pandangan politik luar negeri kita adalah politik bebas aktif. Bahkan preambule UUD 1945 jelas mengatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Masa kita melarang apa yang dibolehkan (diperintahkan) negara kita sendiri.

Well, jangan risaukan tulisan saya ini.

Risaukan saja kemanusiaan kita yang bergeming saat saudara kita ditindas.

Risaukan saja keimanan dan peran kita yang lagi-lagi kalah dengan Umar dan Shalahuddin yang pernah memerdekakan Palestina.

Risaukan saja apa hujjah kita di hari akhir kelak jika ditanya sudah berbuat apa untuk kebebasan Baitul Maqdis dan kemerdekaan saudara-saudara kita di sana.

— Taufik Aulia
being woman part 1

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

(QS Al Ahzab: 35)


Bulan lalu pas perjalanan ke Jogja, gue baca artikel tentang woman in STEM dan menyimpulkan bahwa sebagian dari kita membuat ukuran tentang seberapa wanita diperlakukan dengan adil dalam peradaban kita hari ini dengan menghitung berapa banyak wanita yang berperan di ruang publik. Sementara sebagian yang lain dengan ekstrim menentang pandangan tersebut dengan dalih bahwa wanita tidak selayaknya dieksploitasi. Wanita seharusnya di rumah, merawat anak, etc…etc…

Pas baca berita tersebut, gue ingat Al Ahzab ayat 35 dan hadits Khairunnaas ‘anfa’uhum lin naas. 

Tulisan ini subjektif banget sebenernya. Cuman uneg-uneg aja dari gue sebagai wanita yang bekerja di bidang STEM dan nggak suka memandang zaman dengan sudut pandang yang traumatis.

cita-cita tertinggi gue sebagai manusia adalah menjadi yang terbaik dengan mengerahkan segala potensi yang gue punya untuk mengabdi. Itu yang diajarkan Rasulullah melalui hadits Khairunnaas ‘anfa’uhum lin naas.

Islam tidak mengajarkan kita dengan pandangan yang traumatis tentang penindasan wanita. Ada kutipan menarik dari @borntobemuslim​ yang bikin gue senyum-senyum sendiri:

“‎Prophet Muhammad ﷺ married a women older, richer and more successful than him. This is the biggest nightmare for most Muslim men now.

setiap orang berhak memilih sudut pandangnya masing-masing. Tapi kisah pernikahan Rasulullah dan Khadijah ngasih gue banyak pembelajaran tentang ladang amal. Betapa Khadijah mendukung dakwah dengan tenaga, pikiran dan harta. Sampai pada suatu titik gue pernah bercita-cita untuk memilih menjadi seperti beliau.

Sementara hari ini, gue sering banget dapat nasihat:

“Jangan belajar mulu, nanti yang laki-laki takut ngelamar“

Padahal gue faham bahwa gue belajar agama bukan untuk menjadi fasih menceramahi orang. Gue belajar ilmu komputer juga bukan buat pamer ijazah lantas milih-milih pergaulan dimana orang yang nggak punya ijazah S2, gue anggep nggak level. Hey, even gusti Allah pun nggak memandang manusia dari ijazah.

Manusia itu dinilai dari manfaatnya. Percuma bila dia punya ijazah tinggi, duit banyak, badan yang fit tapi nggak bisa ngasih apapun buat ummat.

Dulu, ketika kecil, idola gue adalah Aisyah binti Abu Bakar. Beliau adalah wanita yang sangat berilmu dan memberi manfaat kepada ummat dengan ilmu beliau. Pas gue baca kisah tentang Khadijah, gue pun begitu ingin seperti beliau yang punya kedudukan, harta, keteguhan dan semuanya lalu semua itu diberikan kepada ummat. Betapa indah bila kita dititipi begitu banyak kebaikan oleh Allah lantas semua bisa kita berikan kepada ummat.

Aisyah memliki ilmu maka yang beliau berikan adalah ilmu. Khadijah memiliki harta, keteguhan dan kedudukan, hal tersebut yang beliau berikan kepada ummat. Inilah cinta yang tak sekedar kata. 

Maka buat gue, penilaian yang adil tentang bagaimana penghargaan sebuah peradaban kepada wanita bukan sekedar dengan menghitung berapa banyak wanita yang bekerja di ruang publik. Peradaban yang baik adalah peradaban yang membuka ruang seluas mungkin bagi setiap orang (baik itu laki-laki ataupun perempuan) untuk mengoptimalkan potensi dan memberikan semuanya untuk membangun ummat tanpa takut keluarganya nggak makan, anaknya nggak terurus etc…etc….

Sehingga setiap orang dalam peradaban tersebut punya kesempatan menjadi khairunnaas ‘anfauhum linnaas seperti dalam hadits dan dalam surat al ahzab ayat 35.

Taubat dan Ditutup Aib

Pada zaman Nabi Musa عليه سلم berlaku kemarau panjang. Nabi Musa bersama 70 ribu umatnya melakukan solat istisqa iaitu solat memohon agar Allah menurunkan hujan. Akan tetapi hujan masih tidak turun. Umum mengetahui Nabi Musa digelar Kalimullah kerana boleh berbicara langsung dengan Allah سبحانه وتعالی .

Nabi Musa berbicara dengan Allah سبحانه وتعالی.

“Ya Rabb, Engkau selalu memperkenankan doaku ”

Allah menjawab antara kalian itu terdapat seseorang yang bermaksiat selama 40 tahun dan tidak pernah bertaubat.

Sejurus itu bertanya Nabi Musa akan para jemaah, “Siapa antara kalian yang bermaksiat selama 40 tahun dan tidak pernah bertaubat . Diminta meninggalkan tempat ini kerana hujan tidak turun kerana orang ini. ”

Orang tersebut berasa bersalah kerana menjadi sebab hujan tidak turun. Maka berbicara di hatinya jika dia bangun meninggalkan tempat itu maka terbukalah di depan khalayak akan aib dirinya yang tersorok selama 40 tahun. Lalu dia pun mohon agar Allah سبحانه وتعالی mengampunkan dosanya dan menyesal di atas dosa-dosanya itu.

Tiba-tiba hujan pun mula turun. Nabi Musa kehairanan. Tiada yang mengaku dan meninggalkan tempat ini, tetapi Allah masih menurunkan hujan.

Lalu Nabi Musa bertanya kepada Allah. “Mengapa Engkau menurunkan hujan? ”

ALLAH menjawab kerana telah bertaubat orang tersebut.

Nabi Musa bertanya kepada Allah, “Bolehkah aku ingin tahu siapakah orang itu? ”

Allah menjawab,
“Selama 40 tahun Aku tidak pernah membuka aibnya, adakah Aku akan membuka aibnya setelah dia bertaubat kepadaKu ”


- Salah satu nama Allah ialah as-Sattar iaitu Maha Menutup Keaiban dan Keburukan .Jika Allah sendiri tidak mendedahkan aib hamba-hambaNya maka janganlah kita mendedahkan aib saudara kita. Dan jangan pula mendedahkan aib kita sendiri yang selama ini Allah telah tutup dari pengetahuan orang lain sebagai tanda kasih sayang Allah kepada kita, kerana Allah memberi peluang kepada kita untuk mengetuk pintu taubat-Nya.

Jika Anak Bertanya tentang Allah

Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe). Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH . Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…

Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:

Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Tanya 2: “Bu, bentuk Allahitu seperti apa?”
Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?
Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”



Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?

Jawablah :

“Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)



Tanya 2: “Bu, bentuk Allah itu seperti apa?”

Jangan jawab begini :

“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.

Jawablah begini :

“Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬ا‌ۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِ‌ۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)

[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)



Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?

Jangan jawab begini :

Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. [Al-Hadid (57) : 3]

Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.

Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.

Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad Saw. sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.

[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17) {ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}

Jawablah begini :

“Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?”

Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris )

“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak ‘kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi,Bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?!”

Atau bisa juga beri jawaban :

Adek, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit ‘kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar.

Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan “Melihat Tuhan”.

Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?

Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara.”



Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana ?“

Jangan jawab begini :

“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.”
Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip Allahu Akbar itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]

Dia bersemayam di atas ’Arsy. <— Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif.

Juga jangan jawab begini :

“Nak, Allah itu ada di mana-mana.”

Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.

Jawablah begini :

“Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada.”

“Qalbun mukmin baitullah”, ‘Hati seorang mukmin itu istana Allah.” (Hadis)

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)

Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)

Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115)

Allah sering lho bicara sama kita.. misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Allah untukmu, Sayang.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)



Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”

Jangan jawab begini :

“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.”

Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka,”Masak sama Allah kayak dagang aja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!”

“Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)

Jawablah begini :

“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, ‘kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.

Kalau Adek gak nyembah Allah, Adek yang rugi, bukan Allah. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)



Katakan juga pada anak:

“Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Allah, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?! (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

“Kenapa, Bu ?”

“Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal

Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Allah tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Allah selalu ada untuk kamu. Nanti, Allah juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu.”

Dan mulai sekarang rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti bisa mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Allah. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis).

Wallahua’lam.



Sumber :  Jika Anak Bertanya tentang Tuhan | Muxlimo’s


Being a mom is a big deal, preparation is a must. Karena nasib peradaban ini dipercayakan pada tangan para ibu.

Go follow @SuperbMother | superbmother.tumblr.com

Menjadi (Sebaik-Baik) Perempuan

Pekan lalu, saya mendapat sebuah notifikasi dari Tumblr. Ternyata, Kak @choqi-isyraqi memention nama saya untuk ikut menjawab ask yang ditujukan kepadanya, yang berisi pertanyaan tentang bagaimana langkah awal untuk menjadi sebaik-baik perempuan, terlebih di hadapan-Nya. Hmm, nah lho! Pertanyaannya agak berat gimanaaa gitu, ya. Tapi pertanyaan ini memang perlu dibahas dan diangkat ke permukaan agar saya, kamu, dan kita semua bisa sama-sama belajar. Bismillah, saya jawab, ya!

Sebelum jauh ke pembahasan tentang langkah awal untuk menjadi sebaik-baik perempuan, kita perlu menarik mundur konsep ini dengan kembali ingat bahwa semua manusia, baik itu laki-laki maupun perempuan, adalah hamba Allah. Ya, kita semua adalah hamba yang tentu harus berperan dan berperilaku selayaknya hamba terhadap Penciptanya. Dengan mengingat ini, pembahasan tentang menjadi perempuan tentu tetap ada dalam kerangka siapa kita di hadapan Allah. Nah, kalau begitu, langkah awal untuk menjadi sebaik-baik perempuan di hadapan-Nya tentu dilakukan dengan terlebih dahulu memahami fungsi dan peran kita sebagai manusia.

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Aku hendak menjadikan khalifah di bumi’. Mereka berkata, ‘Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?’ Dia berfirma, ‘Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’” – (Q.S Al-Baqarah : 30)

“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh, sehingga Allah akan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan; dan Allah akan menerima tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” – (Q.S Al-Ahzab : 72-73)

Selanjutnya, hidup sebagai perempuan berarti mempersiapkan diri untuk menjalani tiga peran utama di kehidupan. Nah lho! Apa saja? Pertama, menjadi mujahidah atau pejuang untuk kebermanfaatan saat masih sendiri. Kedua, menjadi istri shalehah yang mendukung suami kelak ketika sudah menikah. Ketiga, menjadi ibu yang amanah ketika mengurus anak-anak dan mengelola rumah tangga. Untuk bisa menjalani ketiga peran itu dengan baik, seorang perempuan tentu harus dekat dengan Allah, menggenggam keimanan dalam hatinya, cerdas dan bijaksana dalam berpikir, tidak malas, memiliki fisik yang kuat, serta tidak hidup hanya untuk dirinya sendiri.

Saat tingkat akhir lalu guru saya pernah berpesan, katanya, “Nov, untuk menjadi perempuan yang amanah di pekerjaan, menjadi isteri yang shalihah, menjadi ibu panutan, menjadi apapun, semua selalu dimulai dengan memperbaiki sikapmu terhadap Allah dan juga memperbaiki bagaimana hubunganmu dengan-Nya. Karena, dengan memperbaiki kedua hal itu, hal lain di luar itu lambat laun akan membaik dengan sendirinya.” Sepakat? Sepakat dong, ya! Oke, kita lanjutkan lagi, yaa …

Bagaimana pun, menjadi perempuan adalah peran yang penuh dengan kemuliaan. Dari hati seorang perempuan dapat terlahir kasih sayang dan kebaikan. Dari pikir seorang perempuan dapat terlahir konsepsi-konsepsi untuk mengubah peradaban. Dari perilaku seorang perempuan dapat terlahir kepercayaan. Dari rahim seorang perempuan dapat terlahir generasi pejuang, pengubah dunia dan pengantar ke syurga. Untuk itu, perempuan harus cerdas dalam menjaga diri, mengelola perasaan, menyederhanakan kerumitan dan berinteraksi dalam batas aturan Tuhan.

Menjalani hidup sebagai seorang perempuan, terutama dengan melihat bagaimana kerasnya tantangan hidup di zaman sekarang memang susah-susah gampang, gampang-gampang susah. Yup, menjalani kehidupan sebagai seorang perempuan boleh jadi adalah peran yang paling rumit sekaligus paling menyenangkan. Tapi, selama kita menjalaninya dalam koridor taat, lambat laun kita akan paham betapa bahagianya dan mulianya kita sebagai seorang perempuan.

Oh iya, ini ada penyemangat, langsung dari Allah dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. – (Q.S Al – Ahzab (33) : 35)

Sebab sebaik-baik perempuan adalah ia yang mengupayakan ketaatan, maka janganlah sampai imanmu lepas dari genggaman. Selamat menjadi perempuan, selamat menjalani peran! Saling mendoakan yaa, semoga Allah senantiasa memampukan. Baarakallahu fiikum ;)

Mendidik Anak di Era Cyber*

Bersama :
👳🏼 Ustadz Bendri Jaisyurrahman
(Penggiat Komunitas @SahabatAyah)

📅 Ahad, 22 November 2015
⏰ 07.00-08.30 WIB
🏡 Aula Utama Masjid UI Depok

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

📜Dalam mendidik anak tantangan setiap zaman itu berbeda, zaman dahulu dan sekarang berbeda. Dahulu tantangannya tidak begitu dahsyat. Segalak-galaknya orang tua ketika marah, anak masih memiliki keinginan untuk pulang. Karena dulu hiburan tidak banyak, televisi pun ada tapi tidak banyak, jika adapun tidak banyak stasiun televisinya. Dulu lingkungan masih banyak kebun, sawah, belum ada mall, bioskop, dsb. Sehingga dulu orang tua yg tidak punya bekal dalam mendidik anak masih bisa mengatasi permasalahan anak dan membuatnya untuk ingin pulang. Sebab ketika di luar rumah anak pun juga bingung mau melakukan apa. Namun seiring berkembangnya zaman, teknologi pun juga berkembang, zaman berubah. Jangan sampai ketika kita memiliki anak, menjadikannya anak yg lemah. Hendaklah kita khawatir, kita takut meninggalkan anak-anak kita dalam keadaan lemah. Anak-anak yg lemah inilah yg mudah tergerus oleh arus zaman. Anak-anak yg lemah yg tidak siap menghadapi perkembangan zaman. Anak menjadi mudah ikut-ikutan. Dan jangan sampai kita  menjadi generasi yg ikut-ikutan, jika orang lain baik ikut baik, jika orang lain buruk ikut buruk. Hal ini terjadi karena akarnya tidak kokoh.

📜💎Dalam Q. S. Ibrahim : 24-27 terdapat pelajaran yg sangat berharga untuk bisa kita renungkan dan diambil hikmahnya

💎Ayat 24

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,

💎Ayat 25

تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.

💎Ayat 26

وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْأَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ

Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.

💎Ayat 27

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ ۚ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.

📜Anak yang lemah, akan mudah roboh, mudah galau, dan mudah stres. Ciri anak yg lemah dia mudah sekali putus asa. Inilah zaman yg akan kita hadapi, zaman Cyber, maka  diperlukan bekal ilmu yang baik dalam mempersiapkan generasi yg tangguh. Agar tidak menciptakan generasi yang mudah ikut apa yg dikatakan orang.

📜📌Generasi Cyber :
📌 disebut juga dengan I-Generation, generasi Z, generasi Net, generasi Internet.
📌 Lahir pada tahun 1995 keatas dan identik dengan era digital.
📌 Ciri-ciri : 
🔹 Fasih teknologi
🔹 Jaringan sosial via media
Pada zaman ini sulit kita temukan anak yang tidak memiliki sosial media. Minimal pasti punya facebook, twitter, ataupun path.
🔹 Punya jaring sosial
🔹 Multitasking
Akibatnya membuat anak tidak fokus.
👉🏻 Naik motor sambil balas sms,
👉🏻 Setelah shalat yang dicari HP, dzikir sambil buka whatshapp.
Yg mana jika hal ini dibiarkan akan sangat membahayakan.
🔹 Instan
Apapun inginnya selalu instan, makanannya instan. Dan orang tua pun terbawa dalam situasi ini. Dalam mendidik anak maunya juga instan,  apapun yang instan tidak akan bertahan lama dan tidak baik. Orang tua ingin menyulap anaknya menjadi baik dalam seketika, padahal untuk membentuk karakter yang baik pada anak itu diperlukan proses. Karena terbawa situasi ini, akhirnya orang tua tidak mau melewati proses tersebut. Anak bandel sedikit, langsung ingin dimarahi ataupun di-pesantren-kan. Padahal orang tua sangat berperan penting dalam proses pembentukan karakter anak. Dan dalam melewati proses ini orang tua harus sabar dan sangat diperlukan ilmu.

🔅Fenomena saat ini yang sering terjadi seorang ibu tidak siap utk menyusui anaknya. Belum 2 tahun sudah ingin disapih, atau diberikan susu melalui botol sehingga hubungan batin ibu dan anak kurang dekat. Padahal saat menyusui anak itulah moment yg sangat penting untuk menjalin hubungan batin antara anak dan ibu.

🔅Orang jadi lebih suka mendapat gelar yang banyak dengan waktu yg cepat daripada mendapat ilmu yg banyak. Kalau perolehan tersebut diiringi dengan  proses yang bagus tidak masalah. Artinya dalam mendapatkan gelar tersebut kita menjalani prosesnya dengan baik tidak hanya asal cepat. Sehingga dengan perolehan tersebut membuat kita semakin bermanfaat.

🔅Dalam menghafal Al Quran pun juga tidak bisa instan, karena Al Quran diturunkan secara berangsur-angsur. Al Quran bukan hanya untuk selesai dihafalkan, namun untuk dipelajari, ditadabburi, dan dijadikan sebagai sarana untuk belajar akhlak. Sehingga akhlak kita mencerminkan seorang penghafal Al Quran.  

📜📌Dampak kualitas generasi Cyber
📌 Menjadi Asosial
Ada kejadian mengelak, karena cuma diajari untuk ‘ngelike’ dan komentar. Kurang peka dalam tindakan.
📌 Terburu-buru dan menjadi tidak teliti
📌 Tidak tangguh dalam proses, gampang putus asa
👉🏻 Karena terbiasa di gadget jika tidak suka tinggal hapus, tidak suka group langsung left.
📌 Techno Junkies
Lebih takut kehilangan gadget daripada orangtua
👉🏻Kalau dulu sandang, pangan, papan. Sekarang menjadi sandang, pangan, pulsa, paket data.
–> Rela lapar demi pulsa
📌 Konsumtif
Mengikuti pola perkembangan teknologi, namun tidak mengukur gaji orang tua.
Ketika orang tua tidak mampu memberikannya, maka dia rela untuk menjual diri.
Naudzubillah..😱

“Anak menjadi takut sendiri dalam kebenaran daripada beramai dalam kemaksiatan.”

“Islam asal mulanya asing, sampai akhirnya pun akan asing.”

📜Kita harus menyiapkan anak untuk menghadapi tantangan. Jangan membiarkan anak dengan yg manis karena dia akan mengalami stroke jiwa : tidak siap menghadapi realitas. Collapse, yaitu ketika realitas tidak sesuai dengan harapan.
📌 Ikut-ikutan dan mudah dipengaruhi

📜📌Mendidik anak tangguh : belajar dari Yusuf AS
📌 Kisah yusuf adalah kisah terbaik
💎Q. S. Yusuf : 3💎

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَٰذَا الْقُرْآنَ وَإِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ

Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.

📌 Disebut terbaik selain karena kisahnya yg paling lengkap dalam satu surat juga memiliki unsur drama yg tinggi
📌 Memiliki pesan yg kuat akan kemampuan seorang hamba dalam melewati ujian

📜📌Seseorang dikatakan tangguh, apabila mampu menghadapi ujian dalam 3 hal (Merujuk kisah Yusuf AS) :
📌 Ujian dalam situasi sulit, yaitu ketika hampir dibunuh oleh saudara kandungnya, karena merasa iri. Saudaranya cemburu karena Yusuf AS paling disayangi oleh ayahnya.
📌 Ujian syahwat, yaitu ketika digoda oleh Zulaikah
📌 Ujian kemarahan, saat bertemu kembali dengan saudaranya, yang dulu pernah ingin membunuhnya, namun beliau tidak membalas dan mencacinya. Hal ini menunjukkan kematangan emosional.

📜📌Yusuf Pemuda Tangguh
📌 Tangguh dalam melewati Ujian Syahwat
💎Q. S. Yusuf : 24💎

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَىٰ بُرْهَانَ رَبِّهِ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.

📜Yang dialami oleh Yusuf AS adalah ujian yg paling berat. Bukan hanya ujian berupa beratnya penderitaan. Namun juga tentang perjuangan menjaga kesucian dari melawan syahwat yang menggoda.
📜Yusuf AS asalnya dari Palestin, kemudian dibuang oleh saudaranya, yang kemudian terbawa ke Mesir.
📜Di negeri orang , ketika orang ingin berbuat maksiat, itu bebas, lebih mudah, karena merasa tidak ada yang mengenalnya. Sedangkan ketika di negeri sendiri pasti mikir, karena malu terhadap orang yg mengenalnya.

📜Seseorang dikatakan tangguh saat menghadapi ujian justru bukan saat dirumah ataupun di pesantren. Namun ketika dilingkungan yg heterogen, kita bisa menghadapi atau tidak.

📜📌Nabi Yusuf AS, menghadapi ujian syahwat yg berat, karena ia digoda:
📌 Di negeri orang, jauh dengan keluarga, orang di sekitar tidak ada yg mengenalnya.
📌 Oleh wanita yg sangat cantik, Istri pembesar yg punya otoritas. Jika tidak dituruti maka akan dibunuh atau dipenjarakan.
👮🏻👍🏻 Ciri pemuda tangguh : Tidak mudah memakai fikih darurat ketika terdesak dalam suatu masalah/ujian.
📌 Dalam keadaan terdesak dan terpaksa
📌 Digoda di ruangan yang sepi dan dikunci.
📌 Yusuf AS pun memiliki gejolak nafsu, ia menyukai wanita tersebut. Hal ini membuktikan bahwa Yusuf AS, normal.

👉🏻Kelima hal tersebut tentu saja tidak mudah untuk dilalui oleh seseorang. Banyak kita mendengar dan menyaksikan anak muda terjerumus dalam perilaku seksual yang diharamkan. Pacaran dijadikan sarana untuk menyalurkan syahwat kepada lawan jenisnya. Tidak hanya dilakukan dalam ruangan yg sepi, terkadang mereka pun tanpa malu melakukannya di tengah keramaian.
👮🏻👉 Yusuf AS, adalah manusia pilihan. Ia memiliki wajah yang tampan diatas rata-rata dan mempesona banyak wanita. Namun ia tidak menjadikannya sebagai  sarana untuk memperdaya wanita demi kepuasan syahwatnya. Ia begitu sungguh-sungguh dalam menjaga kehormatan dirinya.
Keren 💎✨

📜📌Bagaimana cara Yusuf AS membebaskan dari ujian ini?

Mendapat petunjuk Allah SWT,

💎Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, Abusy Syekh meriwayatkan dari Qotadah dalam ayat yang berbunyi {لَوْلا أَنْ رَأى بُرْهَانَ رَبِّهِ } ia berkata : Yusuf melihat tanda kekuasaan Rabb-nya, yang dengan izin-Nya, Allah SWT jauhkan ia dari maksiat; telah disampaikan kepada kami bahwa muncul wajah Ya’qub yang sedang menggigit kedua jarinya seraya berkata: Yusuf! Apakah kau hendak mengerjakan amalnya orang-orang yang bodoh, padahal dirimu telah tercatat sebagai salah satu Nabi! Maka itulah petunjuk yang dimaksud dan Allah SWT mencabut setiap syahwat yang ada di setiap persendiannya

Muhammad bin Sirin berkata: Ya’qub alaihis salam terlihat sedang menggigit kedua jarinya sambil berkata: Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim Khalilur Rahman (Kekasih Allah yang Maha Rahman), namamu tercatat di antara para Nabi, sementara kamu sekarang melakukan perbuatan orang-orang bodoh.

Keterangan diatas memberikan gambaran kepada kita bahwa sosok Ya’qub sebagai seorang ayah memiliki hubungan yg sangat dekat dengan anaknya. Bahkan dalam situasi darurat ia masih menjadi pengingat bagi anaknya untuk menjaga kesucian dan kehormatannya. Nasehat yang diberikan begitu membekas dalam ingatan sehingga terpancar dengan jelas di depan Yusuf  AS sosok wajah ayahnya. Padahal sang ayah terpisah jauh darinya. Yusuf berada di Mesir sedangkan ayahnya berada di negeri Syam.

📜📌Peran AYAH dalam membentuk anak tangguh :
📌 Kedekatan hubungan di masa kecil-ikatan batin yg kuat AYAH dan anak
📌 Ditandai dengan cerita akan mimpi yg sifatnya privat
💎Q. S. Yusuf : 4💎

إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ

(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku”.

👉🏻Yusuf memanggil ayahnya : yaa Abati,
Kenapa memakai kata Abati ?
Dalam bahasa arab Abi adalah panggilan untuk ayah dalam jarak dekat, sedangkan Abati untuk jarak jauh, yg menandakan sangat rindunya.
Lalu dalam kisah Yusuf tersebut terjadi dalam jarak dekat, namun kenapa memakai kata Abati?
Hal ini menunjukkan bahwa sangat rindunya Yusuf AS dengan ayahnya, walaupun dalam jarak dekat. Masya Allah, sosok AYAH yg dirindukan walaupun jaraknya dekat, hal ini menunjukkan begitu dekatnya seorang Ya'qub AS dengan anaknya.

📌 Ada cerita mimpi. Sejatinya ketika anak cerita mimpi, berarti tidak ada privasi antara AYAH dan anak.

📜📌Tugas orang tua di era Generasi Cyber
📌 Menjebol privasi remaja
📌 Privasi di kalangan remaja sejatinya membunuhnya
📌 Anak remaja butuh bimbingan meski merasa sudah dewasa karena masih minim pengalaman
📌 Menjalin kedekatan sedini mungkin

📜📌5 masa krisis seorang anak, dimana masa-masa ini sosok seorang AYAH sangat berperan :
📌 Awal sekolah
📌 Menjelang pubertas
📌 Pubertas
📌 Persiapan nikah
📌 5 tahun pertama usia pernikaan
   –> AYAH berperan penting sebagai penyelamat.
   –> Nasehat seorang AYAH akan membekas hingga anak beranjak remaja. AYAH akan dijadikan rujukan pertanyaan. Ayah yang tidak dekat dengan anaknya maka siap-siap mendapatkan menantu yg menyesakkan hati.

📜📌Peran IBU dalam era Generasi :
📌 Memberikan rasa nyaman, sebagai magnet yang membuat anak ingin pulang sedangkan AYAH sebagai pemandu dan pagar dalam menghadapi tantangan dunia luar
📌 Petaka pertama pengasuhan : ketika ibu tidak lagi dirindukan
📌 Tugas ibu : dirindukan oleh anak
📌 Miliki skill agar dirindukan

📌 Ikatan ibu dan anak kurang dekat : ditandai dengan ibu yg salah dalam memberikan ASI. Disapih ketika belum waktunya, jarang dipeluk, memberikan susu melalui botol.

💎✨ Menjadi ibu yang dirindukan, harus memiliki 3 skill :
🔹 Bisa memasak
🔹 Bisa memijat
Memberikan sentuhan kehangatan kepada anak, karena dengan memijat ini bisa dijadikan sebagai jalan untuk bercerita antara anak-ibu, momen menjalin kedekatan.
🔹 Bisa menjadi pendengar yg baik

Wallahu a'lam bishshawab

✨Karena kami tidak sekedar memberi informasi tapi senantiasa untuk selalu menginspirasi😄

Wassalaamu'alaykum Wr Wb

🌏 : mesjidui.ui.ac.id
📹 : bit.ly/mesjidui
🐤 : @masjidUI

-mari sebarkan-

Apa itu Tareem?

Tareem itu nama sebuah tempat di Hadramaut, Yamen.

Kota sejuta para wali.
Medan ILMU
Tempat lahirnya pelbagai Ulama’-ulama’ hebat berketurunan Rasulullah SAW.
Di sana semua wanita yg sudah baligh pasti memakai ‘cadar di muka’ (Niqab/Burqa)

Sangat sukar sekali jumpa wanita di sana.
Sungguh lain di Malaysia kalau nampak wanita pun kerjanya sikit-sikit 'selfie’ sahaja .

Di pasar-pasar tareem pun khusus buat laki-laki sahaja membeli keperluan dapur .
Pasar tareem sangat menarik.
Lain dari semua tempat.
Di sana mereka sambil tunggu pelanggan sambil mengkhatamkan beberapa kali alquran.

Jika tiada pelanggan mereka sesama mereka belajar kitab, menyampaikan ilmu di pasar itu.
Pasar mereka selalu di pasangkan selawat, qasidah .

Kata seorang Ulama’ tarim ;

Di pasar tareem aku dapati ada 200+ orang Waliyullah (kekasih Allah swt),
Jika di pasar tempat yg sebegitu sudah 200+ orang wali apatah lagi jika yang berada di masjid-masjid?

Ketahuilah hanya Wali Allah sahaja dapat mengetahui siapa wali-wali.

Di pasar , apabila mendengar waktu azan terus mereka tutup kedai dan berlari pergi ke masjid.
Jika habis sahaja azan,
mereka masih belum ttup kedai,
mereka akan biarkan dah terus ke masjid tanpa merisaukan kedainya .

Bila tanya kenapa?

Katanya adakah dunia lagi penting dari Allah swt?

MASHAALLAH.

Di pasar itu Tiada perempuan di situ.
Mereka terjaga/terpelihara suci dirumah mereka atau di tempat belajarnya .
Dan laki-laki kebanyakkanya duduk di Masjid-masjid.
Masjid di tarem sungguh banyak.
Baru berape KM sudah ada masjid lagi.
Dan Masjid mereka penuh dengan orang.
Bahkan waktu solat tahajjud tengah malam pun ramai seperti solat jumaat.

Siapa yang datang ke Tarim pasti dan pasti tidak mahu pulang ke tanah air
Tareem kota Akhirat .
Yang mengingatkan kita pada AKHIRAT.
Di tareem kalian harus menjaga Hati.

Kenapa??

Pernah ada suatu ketika seorang kawan melihat pakcik tua yang sedang membersihkan haiwannya di pagi hari .
Lalu kawanku ini terdetik dalam hatinya 'haih tak g masjid ke pakcik ni, kan dah nak subuh’

pastu apabila lalu depan pakcik tu tiba2 pakcik ity tegurnya.
katanya “jaga hati kamu”

terus kawan nangis dlm hati dan istighfar.
sebab dia hanya cakap DALAM HATI sahaja tapi pakcik tu boleh tahu.

MasyaAllah kebanyakkan Penduduk di tareem itu mereka boleh tahu isi hati kita,
perbuatan kita dan lain2nya
Kerna mereka kebanyakkan nya Wali Allah swt
Nama pun KOTA SEJUTA WALI.

Banyak lagi kisah yang menarik di sana.

Semoga suatu hri nnti dapat jejakkan kaki ke sana. Amin Allahumma Amin.

(sumber: UsrahTarbiahJiwa)

Tips dimurahkan rezeki kak H amal.

1. Sehari istigfar at least 100 kali subuh, 100 kali zohor, 100 kali asar, 100 kali maghrib, 100 kali isyak.
50 kali pun takpa. Ikutlah masing-masing. Ingat, Rasulullah pun dalam sehari berkali istigfar.


2. Amalkan solat dhuha. Lepas dah amal, try ‘jaga’ solat dhuha. Kalau tak boleh 7 kali dalam 7 hari, buatlah 3 kali dalam seminggu. Bukan kuantiti Allah nilai tapi kualiti. Apa dia ? Keikhlasaan untuk tunduk pada Rabb.


3. Al-quran jangan ketepikan. Solat jangan ketepikan. Dua benda ni kalau kita jaga seperti jaga seorang 'kekasih’, nescaya kita orang yang paling bahagia. Wallahi.


4. Tahajud. Tuan guru nik aziz tahu tak kenapa tak pernah tinggal tahajud ? Sebab ada 'perasaan’ lapang tiap kali melaksanakan solat ini. Manusia nampak kita seperti sibuk sana sini, tapi Allah sentiasa 'lapangkan’ kita dengan cara setiap urusan kita dipermudahkan. Sebab itu tuan guru semasa hayat, waktunya walaupun pack dengan memberi ceramah, masih ada ruang untuk keluarga, isteri dan sebagainya. Lapang tu luas definisinya. Allah beri rezeki dalam banyak bentuk.


5. Hutang. Hutang dengan orang make sure kita bayar dan lunaskan. Kalau tak boleh, buat perjanjian dan musyawarah dengan pihak yang kita hutang kita nak bayar bila, kita nak tempoh sekian sekian. Dan andai masih ada yang berhutang pada kita, jangan tuntut. Kalau dia nak bayar, bayar. Kalau tak, takpa. Halalkan. Dalam masa yang sama, doa banyak-banyak moga itu salah satu Pintu pembuka rezeki untuk kita.


6. Adab pada ibu ayah.
Jangan jadi anak yang 'biadap’ atau yang tiada adab. Sebab once kita sakitkan hati ibu ayah, rezeki susah nak lekat, keep contact. Tanya khabar, minta doa dan restu hari-hari tak kira anda bujang ke dah kahwin ke keep contact. Doakan kesejahteraan ibu ayah.


7. Hubungan dengan manusia.
Jangan suka hasad dengki, dendam kesumat, menyebarkan fitnah, aib, umpat. Kalau terbuat, cepat-cepat muhasabah dan istigfar. Perbanyakkan ambil air wuduk ketika marah. Sebab diri kita sendiri pun tidak terlalu baik.


8. Hormat guru bagi yang student. Hormat majikan bagi yang bekerja. Doakan guru, doakan boss kita. Sentiasa anggap mereka seperti ahli keluarga. Sayangi mereka. Minta mereka doakan kita.


9. Zikir.
Cuba hayati dan selami zikir asmaul husna terutamanya. (99 nama Allah).
Setiap 99 nama Allah ada maksud tersurat dan tersirat. Contoh bab rezeki, boleh amal zikir Ya Razzaq. Ya Razzaq tiap kali lepas solat.


10. Keep sadaqah.
Nampak pakcik jual newspaper tepi jalan belilah dengan wang besar sikit, nampak makcik tepi jalan jual kuih atau nasi lemak belilah walaupun ketika itu kita tak lapar, masuk masjid ringankan tangan untuk masukkan duit dalam tabung even RM 1. Naik bas ke teksi ke, jangan ambil baki wang, niat lah sedekah. Ada duit lebih, beri hadiah pada ibu ayah, guru-guru, kawan-kawan, adik2, suami isteri niat untuk sedekah. Tak perlu tunggu birthday dan sebagainya. Banyak cara sedekah. Apa yang kita 'beri’ itulah 'milik’ kita di sana. Akan dihimpunkan di hari pengadilan. Bukannya apa yang kita 'simpan’.


11. Haiwan dan alam.
Haiwan itu ciptaan Allah. Alam itu ciptaan Allah. Buat baik dengan haiwan, beri makan. Beri minum. Sayangi haiwan. Alam. Tahukah kalian setiap alam di dunia ini akan bertasbih memuji Allah, pokok, sungai, daun, hujan sekalipun akan mengagungkan Tuhan mereka ? Pastikan kita beradab pada alam. Jangan buang sampah, jangan cemarkan dan sebagainya. Sayangilah alam. Sebab seorang guru pernah kata, salah satu tips menjemput rezeki yang manusia selalu lupa adalah adab pada haiwan dan alam.


12. Always positive and never give up
(Bersyukur dan bersabar)
Rezeki itu banyak makna. Dapat lihat mak ayah pun rezeki, dapat belajar tinggi-tinggi pun rezeki, dapat boss baik pun rezeki, dapat sahabat soleh pun rezeki, dapat pandang dunia dengan nikmat mata pun rezeki, dapat berjalan ke mall, ke pantai, ke taman pun rezeki, sebab ada orang yang takda kaki. Dapat bernafas pun rezeki. Rezeki itu bukan dari segi wang semata-mata. Sentiasa bersyukur dan bersabar dengan apa yang Allah hadiahkan buat kita sama ada suka mahupun duka. Satu je, kalau anda rasa anda diuji dengan sangat teruk ada lagi yang diuji lebih sakit.


Moga bermanfaat.
Wallahualam.
😊

Ini Bukan Tentang Nama, Ini Tentang Peran

@edgarhamas

Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: “Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu,” ~QS. Yasin : 20~

“Tidak ada yang bisa memastikan siapa nama-nama Ashabul Kahfi”, kata seorang Guru di sebuah majelis ilmu, “sebab yang Allah inginkan adalah peran, bukan sekedar sebuah nama”, lanjutnya dengan hikmat. Tersadari dari kalimat itu, teranglah sebuah maksud yang melangit tinggi. Allah kabarkan pada manusia, bahwa firman-firman-Nya bukan membangga-banggakan gelar dan sebuah nama. Allah mengukir peran, Allah mengabadikan kontribusi, siapapun pelakunya.

Ini Bukan Tentang Nama, Ini Tentang Peran

Tidak ada yang bisa memastikan siapa nama Lelaki yang mengajak manusia menyembah Allah di rentang masa kekejaman Sang Dzu Nuwas. Saat itu Dzu Nuwas meraja, mengklaim ketuhanan ada dalam nadi-nadinya, lalu dengan tegas, seorang pemuda dari ujung negeri melumpuhkan keangkuhannya, walau mesti berkorban nyawa di hadapan khalayak ramai, namun setelah itu Manusia berbondong pada himpunan kebenaran. Ialah kisah Ashabul Ukhdud, Allah abadikan ia di Surat Al-Buruj.

Ini Bukan Tentang Nama, Ini Tentang Peran

Tak ada yang bisa memastikan, siapa nama lelaki yang mengingatkan Musa untuk berhijrah meninggalkan Mesir, menasihatinya untuk sebuah visi yang jauh; berpindah dari negerinya tercinta untuk menyiapkan gerakan kebenaran menghadapi lalimnya Sang Firaun. Allah tak sebut nama, Allah sebut peran mereka, hingga manusia di kemudian hari tak memuja sebuah gelar, sebab peran yang membuat kita bermakna.

Ini Bukan Tentang Nama, Ini Tentang Peran

Tidak ada satupun nama wanita yang terabadikan dalam Al-Qur’an, kecuali Ibunda Maryam Sang Penjaga Masjid Al-Aqsha. Namun walau tak tersebut namanya, Allah abadikan peran istri Firaun yang berkokoh dalam keyakinan sejati, Dia abadikan pinta sang Wanita dalam bait-bait cinta, “"Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim”

Maka hakikatnya, tidak seharusnya kita risau dengan nama yang tidak melambung, janganlah semestinya kita khawatir jika diri seakan tak dikenal manusia, dan hendaklah mengobati hati jika begitu menggebu jiwa ini agar dipuji dengan kata-kata dan sambut meriah. Bukankah Allah menggertak dengan marah “Kau Pembohong!” pada mereka yang pernah hidup di bumi, dikenal banyak manusia karena amal-amal heroiknya nan melegenda, tapi di hatinya ada getar-getar kata “Aku beramal agar dipuji manusia, aku berbuat agar dicinta orang-orang”

Allahumma, lindungi kami dari getar hati yang salah, dari irama nafsu yang mengosongkan makna amal, dan dari suara-suara godaan yang membuat kami membelokkan niat tulus.

Namun, sejatinya bukan tidak boleh dilihat manusia, sebenarnya bukan tidak boleh dipuji manusia. Dasar paling dalam dari perkara ini adalah hati. Sebab itulah ikhlas menjadi sebuah ilmu yang takkan pernah berhenti dipelajari. Jika ia telah bertahta, dipuji atau dihina, dicerca atau dimulia, getar hati kita selalu sama; berharap ridha Allah, bukan riuh puji manusia.

Moga, walau dunia tak kenal engkau, tak tahu namamu, Alam Langit di atas sana sedang menjadikanmu bintang puji dan kemuliaan. Moga, jika memang nama kita dikenal bumi dan dipuji manusia, tetaplah kita berlurus niat agar amal-amal tak menguap jadi kenangan saja. Selamat menjalani peran, urusan balasan serahkan saja pada Maharaja. “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu” (QS. At-Taubah : 105)

Wanita, Pahamilah Ini

Sebuah Ringkasan dari Salim A Fillah

Pertama
Satu hal yang seringkali dilupakan oleh banyak wanita adalah bahwa kemuliaan wanita tidak bergantung pada laki-laki yang mendampinginya.
Tahu darimana? Allah meletakkan nama dua wanita mulia dalam Al Quran, Maryam dan Asiyah. Kita tahu, Maryam adalah wanita suci yang tidak memiliki suami, dan Asiyah adalah istri dari manusia yang sangat durhaka, Firaun. Apakah status itu mengurangi kemuliaan mereka? No!
Itulah mengapa, bagi wanita di zaman Rasulullah dulu, yang terpenting bukan mendapat jodoh di dunia atau tidak, melainkan bagaimana memperoleh kemuliaan di sisi Allah.

Kedua
Bicara jodoh adalah bicara tentang hal yang jauh: akhirat, surga, ridha Allah, bukan semata-mata dunia.

Ketiga
Jodoh itu sudah tertulis. Tidak akan tertukar. Yang kemudian menjadi ujian bagi kita adalah bagaimana cara menjemputnya. Beda cara, beda rasa. Dan tentu saja, beda keberkahannya.

Keempat
Dalam hal rezeki, urusan kita adalah bekerja. Soal Allah mau meletakkan rezeki itu dimana, itu terserah Allah. Begitupun jodoh, urusan kita adalah ikhtiar. Soal Allah mau mempertemukan dimana, itu terserah Allah.

Kelima
Cara Allah memberi jodoh tergantung cara kita menjemputnya. Satu hal yang Allah janjikan, bahwa yang baik untuk yang baik. Maka, mengupayakan kebaikan diri adalah hal utama dalam ikhtiar menjemput jodoh.

Keenam
Dalam urusan jodoh, ta’aruf adalah proses seumur hidup. Rumus terpenting: jangan berekspektasi berlebihan dan jangan merasa sudah sangat mengenal sehingga berhak menafsirkan perilaku pasangan.

Ketujuh
Salah satu cara efektif mengenali calon pasangan yang baik adalah melihat interaksinya dengan empat pihak, yakni Allah, ibunya, teman sebayanya, dan anak-anak.

Kedelapan
Seperti apa bentuk ikhtiar wanita?
1. Meminta kepada walinya, sebab merekalah yang punya kewajiban menikahkan.
2. Meminta bantuan perantara, misal guru, teman, dll. Tapi pastikan perantara ini tidak memiliki kepentingan tertentu yang menyebabkannya tidak objektif.
3. Menawarkan diri secara langsung. Hal ini tidak dilarang oleh syariat.Bisa dilakukan dengan menemuinya langsung atau melalui surat dengan tulisan tangan. Konsekuensi satu: Ditolak. Tapi itu lebih baik daripada digantung.

Kesembilan
Bagaimana jika ada pria yang datang pada wanita, menyatakan rasa suka, tapi meminta ditunggu dua atau tiga tahun lagi? Perlukah menunggu? Sabar itu memang tidak ada batasnya. Tapi ada banyak pilihan sabar. Silakan pilih. Mau sabar menunggu, atau sabar dalam merelakannya. Satu hal yang pasti, tidak ada jaminan dua tiga tahun lagi dia masih hidup. Pun tidak ada jaminan kita bisa menuntut jika dia melanggar janjinya, kecuali dia mau menuliskan janjinya dengan tinta hitam diatas kertas putih bermaterai.

Kesepuluh
Bagaimana jika ada pria yang jauh dari gambaran ideal seorang pangeran tapi shalih datang melamar? Bolehkah ditolak?

“Tanyakan pada hatimu: Mana di antara semua faktor itu yang paling mungkin membawamu dan keluargamu ke syurga.”

Salim A. Fillah

IIUM confession. Ambil iktibar :'(

Sorry ganggu smua.. just nk kongsi satu cerita dri IIUM confession..yg kita boleh jadikan pengajaran dri cite ni.. nak baca cite ni. Hati harus sado..
Detik akhir
Hai kawan.
Haha, aku pun tak tau siapa kawan aku. Semua blah dah.
Aku anggap tempat konfesi ni lah sahabat, selain sejadah aku. Tasbih aku. Nak borak dengan orang sebelah dah nazak. Sebelah lagi termenung macam orang gila. Ke, aku yang gila?
Baru tadi aku kasi nurse cuci najis kat tiub ni, tukar tiub baru. Punggung aku dah disfunction. Tak leh berak ikut situ. Makanan yang aku boleh makan cuma bubur, nestum, oat ..
Aku tak tau la sempat ke tidak konfes sampai habis sbb aku ada epilepsi. Ada masa aku akan terjatuh sendiri, menggeletar sampai gigil-gigil mulut keluar buih. Nurse datang inject apebende tah. Pastu kasi aku gigit sudu. Naik berparut lidah sbb gigi ketap kuat masa aku sawan tu. tanpa aku sedar pape. Tak dikawal maunye putus.
Aku tak boleh berjalan.
Tak boleh berdiri.
Haha. Muda lagi dah rasa tua beb, advanced en?
Aku jeles tengok orang lalu lalang spital ni. Sihat walafiat. Bertenaga, tak nampak pun bila dia orang nak mati. Dia punya segar tu macam boleh hidup 100 tahun hahaha.
Eh, aku pernah macam dia orang.
Sihat.
Berisi.
Tapi sekarang tak cam tu dah…
Eh ni aku nk cite jap.
Masa aku sihat dulu en, aku selalu lumba motor dengan member. Masuk border thailand cari minah siam lawa-lawa, projek. Pastu, aku isap ganja. Ecstacy pun boleh tahan la, khayal indah-indah.
Dara pmpuan aku pecahkan banyak. Aku biasa kalau projek skali, skali ah. Kau dah projek ngan aku tak ada ah aku pandang agi. Aku akan cari minah ‘suci’ yang lain, pecah dia punya plak.
Ada yang pregnant, aku buat bodo. Kau nak suruh buaya tanggungjawab kat kau? Mimpi la…
Amacam heaven?
Seronok en life lama aku?
Haha.
Beb, apa yg aku buat dulu bukan syurga, doe. Aku sbnrnya jejakkan kaki dalam 'syurga’ dajjal, macam syurga tapi neraka hakikatnya.
Malam lepas aku pecah dara anak ustaz, ustaz tu warak sgt agaknye, aku mimpi semacam malam uh. Mimpi aku kena rejam dengan batu tengah-tengah hutan. Seluruh makhluk rejam kat aku. Pokok, batu, gua, pastu ada benda ghaib tanam aku hidup-hidup pulak. Lemas tapi tak leh nak jerit. Asal bukak mulut telan pasir asal bukak mulut telan pasir. Tak leh buat apa.
Nafas sekat2 sampai dalam mimpi tu aku menangis. First time aku sebut nama Allah, aku kata, ya Allah ampunkan aku.
Lepas aku cakap cam tu tepi-tepi aku semua berpetir. Kepala aku kena petir skali, aku dah menggeletar tak nampak apa. Kepala sakit, badan dah tertanam dalam tanah. Tiba2 aku rasa punai aku kena patuk.
Kau pernah rasa tak? Seluruh badan kau beku, then ada orang dera tempat sensetip kau? Kau lak tak leh nak lawan. Pernah?
Aku rasa macam dirogol dengan ular. Dia patuk punai aku, sedut, pastu dia belit sampai putus. Air mata aku je bersuara masa tu. Suara aku ditarik. Aku jerit macam mana pun suara tak keluar.
Lepas tu aku dengar ramai-ramai budak nyanyi Asmaul husna. Tapi budak-budaknye takde. Suara je.
Situ aku dah rasa.
Tuhan yang selama ni aku tak nak kenal dan langsung tak kenal, tengah murka kat aku.
.
Aku pernah tembak orang doe.
Belasah sampai mati.
'Kekah’.
Rogol ex aku teruk-teruk sampai dia sakit jiwa sbb dia curang dengan member aku sendiri.
Apa je jenayah aku tak pernah buat? Mak bapak aku pun dah cop aku budak jahanam.
Habis satu rumah bapak aku geledah nak duit. Nak emas. Nak beli ganja.
Tk yah cite ah, tempat aku kat akhirat nanti neraka agaknye.
..
Balik pd mimpi tadi, aku terbangun badan aku berpeluh macam baru lepas mandi. Pmpuan yang tidur dengan aku dah hilang.
Aku keluar dari hotel nak jumpa mak. Aku dah lupa syurga dunia aku. Aku cuma nak tengok mak.
Rumah mak bapak aku gelap, aku syak tgh tido. Aku tekan bell tak bukak2, malam sangat dah. Takkan pukul 4 pagi nak layan kerenah aku en? Logik ah tu.
Aku blah pegi carik masjid.
Carik carik, jumpa.
Masjid tu terang sentiasa.
Lampu kalimantang menyala-nyala, tapi takde orang pulak tahajjud ke, ape ke. Tak pe lah.
Terkenang2 mimpi petunjuk yang aku dapat, menitik air mata aku. Dengan diri aku yang baru lepas projek, aku rasa kotor.
Aku mandi kat toilet masjid.
Mandi sambil menangis
Aku nampak berus, aku sental badan aku sampai luka. Aku ini hina.
Last aku sembahyang masa tu, darjah 3. Masa tu aku anak murid kegemaran ustaz Fahimi. Otak aku cepat, boleh hafal 4 juzuk sepanjang darjah 3. Aku selalu solat berimamkan ustaz fahimi. Aku sayang ustaz tu. Selalu belikan aku coklat, sponsor buku aku, mungkin sbb aku pandai, dan aku baik. Aku suka bagi makan kat kucing-kucing, duit belanja habis bagi makan kucing, kawan-kawan.. aku lapar pun takpe.
Tapi sejak aku pindah sekolah, aku tak nampak ustaz fahimi dah. Aku jadi liar. Sampai jadi macam ni…
Lepas badan dah luka disental2, aku bilas sampai bersih dan ambik wudhu’.
Ya Allah, sekiranya nikmat kesihatan ini yang membuatkan aku alpa, berikanlah aku kesakitan. Agar dosa-dosa yang banyak ini lupus segenap-genapnya, sehingga tiada lagi dosa yang akan menarikku, menahanku dari berjumpa denganMu dalam keadaan Kau redhai.
Aku doa utk mak, bapak.
Sedara mara aku.
Perempuan2 yang aku dah rosakkan.
Doa yang berulang-ulang sampai aku tertidur.
Esoknya aku tersedar, aku dikelilingi ramai orang yang lihat aku tidur, kata mereka, aku tidur lena sampai dikejutkan dengan kuat pun tak sedar.
Aku terkejut.
Aku tak bersedia berjumpa orang baik-baik. Aku malu. Aku takut dikerumuni macam ni.
Jadi aku lari. Lari turun melalui tangga masjid dengan cepat untuk mencapai selipar aku.
Akibat aku terlalu gopoh sampai tak nampak anak tangga, aku pun terjatuh. Kena kepala dulu. Akhirnya semua jadi gelap.
Aku sedar di hospital dalam keadaan kaki yang kebas, aku dah tak boleh berjalan. Aku disahkan sakit kanser akibat toksik, kimia yang terlalu banyak. Usus perut aku rosak.
Dan jadi apa yg aku jadi sekarang.
Nampaknya Allah betul-betul makbulkan doa aku. Ternyata dosa aku tak terkira, sampai mati akan ku sakit begini.
Sakit doe
Perit.
Kadang-kadang sakit dia macam nak ambik pisau, tikam diri sendiri biar aku mati. Aku tak tahan.
Tapi aku sedar aku hamba.
Aku ada iman.
Aku tahu ini akibat dosaku.
Jadi aku tahan,
Relakan, redhakan
Malah aku bersyukur.
Sakit tapi hamba.
Daripada sihat, cuba menjadi tuhan.
..
Kawan, kalau kau fikir, dunia ni syurga. Bertaubat lah.
Sbb, sungguh, dunia ini hanyalah sebuah persinggahan yang membohongi.
Haha.
Wei, doakan mak dgn bapak aku terbukak hati memaafkan anak dia yg tak guna ni. Aku pegi tak lama lagi ni.
Tapi aku tak boleh pegi dengan tenang kalau mak dgn bapak aku tak bersemuka dengan aku dengan senyuman beri ampun.
Kau beruntung, sihat tu Allah bagi lagi. Boleh tahajjud. Aku ni tiap kali sembahyang kena bukak tiub dulu, kena mandi dulu.
Tapi alhamdulillah solat aku cukup 5 waktu sepanjang 4 tahun duk spital ni.
Haha. Selagi nyawa dikandung badan, kau cacat segala anggota pun, kau tetap hidup beb. Tetap hidup untuk menjadi hamba.
Maka kau jangan sia-siakan.
..
K ah.
Jumpa lagi. Kat akhirat kelak.
- Kai

Mylog: Komentar

Salah satu hal yang terkadang membuat aink jengah dalam bersosial media adalah hilangnya adab dalam membuat tulisan. Entah itu komentar atau postingan. Well, bahasa simplenya, i’m sick of reading tulisan dari orang-orang yang kayak ga pernah makan bangku sekolahan.

Entah, kayaknya gampang gitu menghujat, mendakwa seseorang di sosial media. Apalagi dengan identitas yang mudah dirahasiakan/dipalsukan, orang-orang berasa bebas banget berkata kotor di sosial media. Mungkin karena ngerasa ga bakal dapet feedback di dunia nyata. Merasa ga akan dapet konsekuensi apa-apa, lalu ‘berbicara’ sebebas-bebasnya.

Kenapa sih kalo si ‘anu’ yang berbuat mesti ada orang lain yang ribut? Padahal kerabat si ‘anu’ bukan, punya urusan juga engga, kena dampak langsung dari perbuatan si ‘anu’ juga belum tentu. Trus orang tersebut ngerasa perlu banget buat berkomentar.

“Tapi kan sesama muslim harus saling mengingatkan, amar ma’ruf nahi munkar”

Nah ini, aink suka kesel kalo ada yang komentar nyinyir merepet ngehina dengan alasan peduli dan mengingatkan. Kalaupun mau mengingatkan masa iya dengan komentar yang bernada menjelek-jelekan. Lagian setau aink, yang namanya muslim kalo menasehati saudaranya ya via japri. Ga perlu sejuta umat tahu. Ga ngerecokin akun sosmed orangnya trus kasi komentar pedas, catut ayat sana sini. Really, kayak gitu kah memberi tahu jalan kebenaran?

Kalaupun memang ingin menasehati tapi ngerasa ga dekat dengan orang nya jadi malu ngomong langsung, yauda doain aja. Minta Allah bukain hatinya. Ngedoa langsung ke Allah, bukan ngedoa di Sosmed bawa nama Allah dan mention nama orang yang didoain.

Aink dulu agak antipati sama dakwah. Ketika aink masih labil dan melakukan banyak hal bodoh, aink didakwahi beramai-ramai sama orang-orang yang katanya sedang berdakwah, DI HADAPAN PUBLIK. It sucks. Ketika aink seharusnya dapat obrolan dari hati ke hati, yang didapat malah hujatan terbuka berbalut dakwah.

Ampe aink mikir, ini agama rahmatan lil alamin kok agen dakwahnya gini-gini amat,…

Dulu sebelum ada sosial masih mending. Yang ‘mendakwahi’ hanya orang yang kenal/berinteraksi langsung ama kita, lingkupnya kecil. Sekarang engga, orang yang ga punya urusan,  kenal pun engga dan besar kemungkinan ga tau duduk perkaranya bisa banget ngerasa punya andil dalam ‘berdakwah via komen’. Sekali aib loe viral kelar idup loe.

Duh aink ga biase ber-Gue Elu. Hahahaha

Aink jadi inget rekaman video ceramahnya ustad Adi.

Nabi Musa aja yang sebaik-baik manusia di jamannya disuruh berdakwah dengan tutur kata yang baik kepada firaun yang jahatnya ga karuan. Sedangkan anda ketika ada muslim yang khilaf anda ‘dakwahi’ dengan kata-kata yang kejam. Lah, anda siapa?

Nabi bukan, surga belum jelas, amal baik belum tentu diterima, hisabnya masih menegangkan,..

Anda sehat?

Kita memulai sesuatu yang baik ini dengan menyebut nama Allah. Kita sama-sama yakin kalau perkara ini adalah memang baik, maka Allah akan memudahkan. Kalau pun bermasalah, kita bisa menyelesaikan.
—  Semoga rencana kita sejalan dengan rencanaNya. Aamiin.

Pasangan adalah cerminan diri..

Benar. Itu tk beerti pasangan kita hebat, tinggi pelajaran, beragama, alim ulama, para solehin.. Kita pun sama. Apa yang kita lihat secara luaran adalah apa yang terzahirkan. Tapi Allah melihat kepada hati. Yakinkah kita hanya kerna kita tulis post agama selit sana sini nama Allah, kita dah layak jadi pasangan para solehin. Belum tentu lagi., belum tentu kita layak menjadi pasangan orang yang baik. Kita boleh menipu manusia, tapi kita tak dapat menipu Allah. Ada insan tak tinggi belajar agama tetap dia dapat bernikah dengan lelaki alim dan mulia, ya benar kerna Allah melihat kepada apa yang ada dalam hatinya. Itu sahaja.

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.
— 

Q.S Al-Ahzab 33 : 35

Penyemangat! 

Tadabbur.

Ketika si bayi Musa ditemukan oleh istri Firaun, Allah atur agar Musa tidak ingin menyusu melainkan hanya kepada ibunya, mari kita tadabburi kisah ini :D

Allah mengatakan:
“dan Kami cegah baginya menyusui dari perempuan lain sebelum itu” 

Jadi Allah ‘mengharamkan’ semua ASI bagi Musa, dengan tujuan yang amat indah agar ia bisa kembali ke ibunya. Begitu kan? :D

Hmmm, Begitulah skenario Allah untuk musa, Allah memang menahan suatu perkara penting baginya (untuk segera menyusu) dengan tujuan agar ia mendapat susu yang lebih baik, yaitu dari ibunya sendiri.

Hakikatnya cobaan itu memang seperti itu, Allah tahan atau Allah ambil sesuatu dari kita, karena Allah sudah menyiapkan sesuatu yang lebih baik dari itu.

Syaikh Thanthawi dalam tafsirnya mengenai penggalan ayat ini mengatakan:

Jika Allah mengambil sesuatu darimu apa yang tidak engkau sangka-sangka, maka ketahuilah Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang tidak engkau sangka-sangka pula

Allahu Akbar!

Untuk itulah, diantara nama Allah adalah Al-Hakim, artinya adalah yang tidak ada sedikitpun kesalahan dan luput dari ketentuannya, karena ialah Al-Hakim, yang Maha Bijaksana dalam ketentuan dan ketetapannya. Diantara makna yang terkandung dari nama itu adalah ia bisa jadi memang menurunkan cobaan berupa kehilangan atau musibah ataupun cobaan lainnya dari hal-hal yang tidak kita sukai, karena Allah tau dan ingin dengan itu kita mendapat kebaikan dimasa yang akan datang.

Kita pasti pernah merasakannya kan? mendapat musibah, atau suatu ketetapanNya yang tidak kita sukai, namunn ternyata berujung amat baik bagi kita.

indah ya? :’) 

Allah memang begitu :D