nabi isa (as)

anonymous asked:

Dea....tadi aku lihat videonya Dedy Corbuzier sama ustadz Wijayanto yang ngomongin kafir. Well kalo denger jawabannya bapak ustadz, diplomatis banget sih. Aku pengen dapet penjelasan dari kamu. Soalnya kamu biasanya bisa jelasin dengan gamblang banget dengan bahasa yang enak. Kalau misal agamaku katholik, kamu nyebut aku kafir apa ahli kitab? Sebenernya pengen tanya via japri. Tapi lebih suka via tumblr biar kamu jawabnya bisa panjang hoho. Happy ramadhan btw 😊 Awal juli aku di Sby. Ayok ngopi

Haloo mas anon yang tidak anon ~XD sorry baru sempet jawab pertanyaan ini. Sampe diingetin via WA :p

Jawaban pertanyaan ini panjang kali lebar. Saya butuh suasana tenang biar ga keliru.

Jadi begini mas……

yang pertama, mas harus tau bahwa istilah kafir itu ada bukan untuk blasphemy atau bullying. Tapi karena sekarang banyak orang yang menggunakan istilah tersebut untuk kepentingan masing-masing, kata kafir itu jadinya berasosiasi dengan kebencian dan makian.

Jadi kalau kita bahas istilah kafir di tulisan ini, mas harus ngerubah persepsi terlebih dahulu untuk menempatkan istilah ini di posisi yang netral. 

Yang kedua, kalo mas baca terjemahan Al Qur’an dan menemukan ayat-ayat yang menyuruh kami memerangi kafir, mas perlu tahu kalo ayat itu turun berkenaan dengan kafir yang memerangi ummat Islam. Jadi nggak semua kafir harus diperangi. Perkara ini, saya bahas lagi di paragraf selanjutnya.

Nah….kafir dari segi bahasa artinya tertutup. Kalau secara istilah artinya adalah orang yang hati dan akalnya tertutup sehingga tidak bisa menerima kebenaran Islam. Dalam islam itu ada konsep rukun Islam dan rukun iman. Kalau salah satu rukun islam tidak kami tunaikan, Islam kami tidak sempurna tapi kami tidak masuk golongan kafir. Kalo salah satu rukun iman tidak dipenuhi, kami bisa langsung masuk golongan kafir. Simpelnya seperti itu.

Rukun islam pertama itu syahadat yang mempersaksikan bahwa Allah itu Tuhan kami dan Muhammad itu Rasulullah. Kalau kami bersyahadat, otomatis kami sudah memenuhi dua rukun iman yaitu iman kepada Allah dan iman kepada Rasulullah. Konsekuensinya, kami harus menunaikan satu rukun iman lagi yaitu iman kepada Kitab Allah (Taurat, Zabur, Injil dan Al Qur’an) dimana Al Qur’an mendefinisikan kafir seperti yang saya sebutkan di atas.

Salah satu ayatnya bisa di cek di sini QS 5:17

Itu yang mendefinisikan Al Qur’an, bukan saya. Jadi saya nggak bisa mengganti definisinya. Dan saya harus percaya definisi ini sebagai konsekuensi karena saya memilih Islam.

Memang dalam Al Qur’an ada banyak ayat yang bicara bahwa orang kafir masuk neraka. Dan lagi-lagi ini wilayah believe. Percaya atau tidak, kami yang muslim diwajibkan percaya. Yang non muslim, sama sekali nggak diikat dengan Al Qur’an. Jadi nggak perlu terprovokasi dengan ayat ini.

Di awal tadi, saya kan nyebut kalo kafir itu bukan dibuat untuk blasphemy atau bullying. Ini label yang digunakan untuk kepentingan yang lebih luas. Contohnya….negara Islam itu kenal konsep zakat dan jizyah. Zakat dibebankan kepada penduduk muslim, jizyah dibebankan kepada kafir (atau kalo mas belom nyaman dengan istilah ini, selanjutnya tak sebut non muslim). Dimana besaran zakat itu jauh lebih besar daripada jizyah.

Kami mengenal dua jenis non muslim. Yang pertama kafir harbi yaitu orang non muslim yang memerangi kami. Yang kedua adalah kafir dzimmi atau ahlu dzimmah, yaitu non muslim yang tidak memerangi islam.

Dalam hal berhubungan antar sesama manusia, hak ahlu dzimmah ini sama dengan sesama muslim. Mereka berhak dijenguk kalau sakit, berhak ditolong bila terjebak dalam kesulitan, berhak dijamin keamanannya saat beribadah, berhak dapat jaminan sosial kalau berada di negeri muslim dan seterusnya. Kecuali dalam hal warisan, pernikahan dan kepemimpinan negara. Kami tidak diizinkan menikah dengan non muslim. Non muslim juga tidak berhak dapat warisan dari orang muslim. Tapi dalam islam kan ada konsep hibah (pemberian), harta orang yang meninggal itu boleh dikasih ke orang lain maksimal 1/3 baru habis itu dibagi ke ahli waris. Nah orang non muslim, biasanya dapat jatah dari yang1/3 bagian tadi. Biar bisa sama-sama legowo.

Nah masalah kepemimpinan kenapa tidak diizinkan? Pemimpin itu harus mengerti seluruh hak dan kewajiban rakyatnya. Dalam islam itu agama bukan sekedar jadi tatacara ritual ibadah, dia juga mengatur kehidupan yang lebih luas. Dikhawatirkan kalau pemimpinnya non muslim, nanti hak dan kewajiban rakyat tidak terpenuhi dengan baik. Tapi non muslim tetap berhak dimintai pendapat dalam hal bernegara karena negara Islam itu mengayomi seluruh manusia, bukan yang muslim aja.

Trus gini, masalah kepemimpinan tadi itu berlaku di negeri yang udah menerapkan syariat Islam aja. Kami nggak diizinkan untuk memaksakan masalah pemimpin ini ke negeri yang tidak didasari syari’at Islam. Di Indonesia, orang non muslim berhak mencalonkan diri. Dan kami sebagai muslim berhak untuk tidak memilih dengan reason “tidak diizinkan oleh agama”, undang-undang nya dijamin pasal 29 UUD 1945. 

Kalau sampai kejadian yang terpilih itu non muslim, tidak ada perintah dalam Alqur’an agar kami memerangi pemimpin tersebut. Karena yang terpenting adalah kami sudah berusaha menjalankan Islam semaksimal yang kami bisa.

Perlu mas tahu, Islam tidak menyuruh kami untuk berperang hanya karena agama yang berbeda. Kami hanya disuruh berperang bila ada kedzaliman yang ditebarkan. Itupun ada tahap-tahapnya. Hal ini bisa dibaca dibuku ustadz Salim A Fillah yang judulnya Lapis-lapis keberkahan dalam bab Atap Naungan Islam. Hanya saja, kebetulan ada banyak kisah tentang orang yang kafir sekaligus dzalim dan seringkali yang disorot cuma kafirnya doang. Bukan zalimnya. Tentang ini, coba baca kisah tentang Khosrou (Persia), Vlad Dracul (Turki Ottoman), atau Perang ‘Ain Jalut.

Pada prakteknya dalam kaitan hubungan politik muslim dan non muslim, di Dinasti Abbasiyah ada banyak ilmuwan dan politikus yang non muslim dan sangat dihormati. Mas juga bisa baca kisah tentang masjid Umar sebagai contoh toleransi yang diajarkan. I can’t write those stories here. It’s too long. Mending mas baca sendiri.

Kalau kafir harbi, memang harus diperangi untuk menghilangkan kerusakan yang lebih besar. Logikanya kan sama kayak Indonesia yang memerangi Belanda zaman penjajahan. Perang itu sesuatu yang kita benci namun dalam kondisi tertentu, kita memang harus berperang.

Dalam Al Baqoroh (lupa ayatnya), ada lafadz Laa ikraaha fid din. artinya tidak ada paksaan dalam beragama. It means kami tidak boleh memaksakan keyakinan kami ke orang lain. Kalau yang demikian saja nggak boleh, apalagi berperang tanpa sebab.

Jadi saya berharap phobia terhadap Islam bisa berkurang dengan penjelasan ini.

Apakah mas bisa saya sebut Ahli Kitab?

Sebelumnya kan saya bilang kalo salah satu rukun iman adalah beriman kepada kitab Allah. Kitab itu ada empat yaitu Taurat, Injil, Zabur, Al Qur’an. Dimana keempat-empatnya mengajarkan tauhid (beriman kepada Allah).

Injil yang kami imani berbeda dengan injil yang mas percayai. Taurat yang kami imani juga berbeda dengan taurat yang diimani orang Yahudi. Ahli kitab adalah orang-orang yang percaya dengan Injil dan Taurat kami yang artinya mereka juga percaya tentang kenabian Muhammad SAW, percaya bahwa Tuhan mereka adalah Allah. Bukan yang lain. Itu artinya, ketika Ahli kitab itu bertemu dengan Rasulullah, mereka otomatis akan berislam dan langsung menjadikan Al Qur’an sebagai panduan hidup mereka. Karena dalam kitab mereka, diberitahukan bahwa Muhammad adalah penyempurna risalah.

Ahli kitab yang disebutkan dalam Al Qur’an itu sudah tidak ada hari ini. Mereka ada di era antara masa Nabi Isa AS sampai Nabi Muhammad SAW. Kalau mas pengen tau profilnya Ahli Kitab, mas bisa cari dengan keyword Waraqah bin Naufal. Beliau masih family dengan Khadijah isteri Rasulullah.

Di penjelasan ini nggak ada yang ditutupi, dan saya berusaha ngasih gambaran utuh sejauh yang saya tau. Dan saya ngejawab, Insya Allah bukan buat nyenengin kamu hehe. Kalau memang ada yang terlewat, mungkin saya yang khilaf.

Endingnya, saya harus nyebut mas apa? Kriterianya Insya Allah sudah sangat gamblang untuk disimpulkan sendiri. Mustahil ada orang yang muslim sekaligus kafir. Tapi manner yang diajarkan Al Qur’an terhadap orang kafir itu tidak seseram yang kamu bayangkan meskipun juga tidak seindah yang kamu harapkan.

Banyak yang berharap kami mengganti kriteria dalam memilih pemimpin. Tapi lagi-lagi, Al qur’an ada untuk kami jalankan. Tidak ada tawar menawar dalam hal ini.

Happy dapat THR, happy cuti bersama :p

PENGINGAT

Dapat tulisan ini dari WA. Dan menurut saya ini sangat baik.
Bagi yang belum paham, hal ini bisa menjelaskan apa yang akan kita lalui di masa depan kelak.
Bagi yang sudah paham, hal ini bisa menjadi pengingat.
Silahkan sisihkan 2 menit  untuk membaca.


BAGI YG ISLAM. TAK DIBACA SAYANG. 👇

✐ Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya seperti tanduk besar) yang memekakkan telinga, seluruh makhluk mati kecuali Izrail & beberapa malaikat yang lain. Selepas itu, Izrail pun mencabut nyawa malaikat yang tinggal dan akhirnya nyawanya sendiri.

✐ Selepas semua makhluk mati, Tuhan pun berfirman mafhumnya “Kepunyaan siapakah kerajaan hari ini?” Tiada siapa yang menjawab. Lalu Dia sendiri menjawab dengan keagunganNya “Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” Ini menunjukkan kebesaran & keagunganNya sebagai Tuhan yg Maha Kuasa lagi Maha Kekal Hidup, tidak mati.

✐ Selepas 40 tahun, Malaikat Israfil alaihis salam dihidupkan, seterusnya meniup sangkakala untuk kali ke-2, lantas seluruh makhluk hidup semula di atas bumi putih, berupa padang Mahsyar (umpama padang Arafah) yang rata tidak berbukit atau bulat seperti bumi.

✐ Sekelian manusia hidup melalui benih anak Adam yg disebut “Ajbuz Zanbi” yang berada di hujung tulang belakang mereka. Hiduplah manusia umpama anak pokok yang kembang membesar dari biji benih.

✐ Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Mereka tidak rasa malu karena pada ketika itu hati mereka sangat takut dan bimbang tentang nasib & masa depan yang akan mereka hadapi kelak.

✐ Lalu datanglah api yang berterbangan dengan bunyi seperti guruh yang menghalau manusia, jin dan binatang ke tempat perhimpunan besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa). Ketika itu, ibu akan lupakan anak, suami akan lupakan isteri, setiap manusia sibuk memikirkan nasib mereka.

✐ Setelah semua makhluk dikumpulkan, matahari dan bulan dihapuskan cahayanya, lalu mereka tinggal dalam kegelapan tanpa cahaya. Berlakulah huru-hara yang amat dahsyat.

✐ Tiba-tiba langit yang tebal pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah Subhanahu Wa Taala. Seluruh makhluk terkejut melihat ukuran malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan.

✐ Kemudian matahari muncul semula dengan kepanasan yang berganda. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Ulama berkata jika matahari naik di bumi seperti keadaannya naik dihari Kiamat nescaya seluruh bumi terbakar, bukit-bukit hancur dan sungai menjadi kering. Lalu mereka merasakan kepanasan dan bermandikan peluh sehingga peluh mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelam mereka bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan mereka berlanjutan sehingga 1000 tahun.

✐ Terdapat satu telaga kepunyaan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bernama Al-Kautsar yang mengandungi air yang hanya dapat diminum oleh orang mukmin sahaja. Orang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaganya. Jika diminum airnya tidak akan haus selama-lamanya. Kolam ini berbentuk segi empat tepat sebesar satu bulan perjalanan. Bau air kolam ini lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Ia mempunyai saluran yang mengalir dari syurga.

✐ Semua makhluk berada bawah cahaya matahari yang terik kecuali 7 golongan yang mendapat teduhan,  dari Arasy. Mereka ialah:

- Pemimpin yang adil.

- Orang muda yang taat kepada perintah Allah.

- Lelaki yang terikat hatinya dengan masjid.

- Dua orang yang bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah.

- Lelaki yang diajak oleh wanita berzina, tetapi dia menolak dengan berkata “Aku takut pada Allah”.

- Lelaki yg bersedekah dengan bersembunyi (tidak diketahui orang ramai).

- Lelaki yang suka bersendirian mengingati Allah lalu mengalir air matanya kerana takutkan Allah.

✐ Oleh kerana tersangat lama menunggu di padang mahsyar, semua manusia tidak tahu berbuat apa melainkan mereka yang beriman, kemudian mereka terdengar suara “pergilah berjumpa dengan para Nabi”. Maka mereka pun pergi mencari para Nabi. Pertama sekali kumpulan manusia ini berjumpa dengan Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal karena Nabi Adam a.s menyatakan beliau juga ada melakukan kesalahan dengan Allah Subhanahu Wa Taala. Maka kumpulan besar itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. (semuanya memberikan sebab seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah SAW. Jarak masa antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan.

✐ Lalu berdoalah baginda Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ke hadrat Allah Subhanahu Wa Taala. Lalu diperkenankan doa baginda.

✐ Selepas itu, terdengar bunyi pukulan gendang yang kuat hingga menakutkan hati semua makhluk karena mereka sangka azab akan turun. Lalu terbelah langit, turunlah arasy Allah yang dipikul oleh 8 malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20 ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga ‘Arasy itu tiba dibumi.

✐ 'Arasy ialah jisim nurani yang amat besar berbentuk kubah (bumbung bulat) yang mempunyai 4 batang tiang yang senantiasa dipikul oleh 4 malaikat yang besar dan gagah. Dalam bahasa mudah ia seumpama istana yang mempunyai seribu bilik yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Ia dilingkungi embun yang menghijab cahayanya yang sangat kuat.

✐ Kursi yaitu jisim nurani yang terletak di hadapan Arasy yang dipikul oleh 4 malaikat yang sangat besar. Saiz kursi lebih kecil dari 'Arasy umpama cincin ditengah padang . Dalam bahasa mudah ia umpama singgahsana yang terletak dihadapan istana.

✐ Seluruh makhluk pun menundukkan kepala karena takut. Lalu dimulailah timbangan amal. Ketika itu berterbanganlah kitab amalan masing-masing turun dari bawah Arasy menuju ke leher pemiliknya tanpa silap dan tergantunglah ia sehingga mereka dipanggil untuk dihisab. Kitab amalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah / Raqib & 'Atid / Kiraman Katibin.

✐ Manusia beratur dalam saf mengikut Nabi dan pemimpin masing- masing. Orang kafir & munafik beratur bersama pemimpin mereka yang zalim. Setiap pengikut ada tanda mereka tersendiri untuk dibezakan.

✐ Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, dan amalan yang pertama kali dihisab adalah solat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah.

✐ Apabila tiba giliran seseorang hendak dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab mereka lalu diserahkan, lalu pemiliknya mengambil dengan tangan kanan bagi orang mukmin dan dengan tangan kiri jika orang bukan mukmin.

✐ Semua makhluk akan dihisab amalan mereka menggunakan satu Neraca Timbangan. Saiznya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai lidah dan 2 daun. Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.

✐ Acara ini disaksikan oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dan para imam 4 mazhab untuk menyaksikan pengikut masing-masing dihisab.

✐ Perkara pertama yang diminta ialah Islam. Jika dia bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang bahkan amalan buruk tetap akan ditimbang.

✐ Ketika dihisab, mulut manusia akan dipateri, tangan akan berkata- kata, kaki akan menjadi saksi. Tiada dolak-dalih dan hujah tipuan. Semua akan di adili oleh Allah Ta'ala dengan Maha Bijaksana.

✐ Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada orang ramai untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang dibicara sehingga seluruh makhluk berpuas hati dan dibenarkannya menyeberangi titian sirat.

✐ Syafaat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam di akhirat :

ⅰ- Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepatkan hisab.

ⅱ- Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab.

ⅲ- Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka.

(Semua syafaat ini tertakluk kepada izinan Allah Subhanahu Wa Taala.)

✐ Para nabi dan rasul serta golongan khawas juga diberikan izin oleh Allah untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. Mereka ini berjumlah 70 000. Setiap seorang dari mereka akan mensyafaatkan 70 000 orang yang lain.

✐ Setelah berhasil dihisab, manusia akan mula berjalan menuju syurga melintasi jambatan sirat. Siratal Mustaqim ialah jembatan (titian) yang terbentang dibawahnya neraka. Lebar jembatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan ia lebih tajam dari mata pedang. Bagi orang mukmin ia akan dilebarkan dan dimudahkan menyeberanginya.

✐ Fudhail bin Iyadh berkata perjalanan di Sirat memakan masa 15000 tahun. 5000 tahun menaik, 5000 tahun mendatar dan 5000 tahun menurun. Ada makhluk yang melintasinya seperti kilat, seperti angin, menunggang binatang korban dan berjalan kaki. Ada yang tidak dapat melepasinya disebabkan api neraka senantiasa menarik kaki mereka, lalu mereka jatuh ke dalamnya.

✐ Para malaikat berdiri di kanan dan kiri siratal mustaqim mengawasi setiap makhluk yang lalu. Setiap 1000 orang yang meniti siratal mustaqim,  hanya seorang saja yang brrhasil melaluinya. 999 orang akan terjatuh ke dalam neraka.

Rujukan:
Kitab Aqidatun Najin karangan Syeikh Zainal Abidin Muhammad Al-
Fathani. Pustaka Nasional Singapura 2004.

☞ Jika sekiranya kalian ingin mengumpul saham akhirat, sampaikanlah ilmu ini kepada sahabat² yang lain. Sebagaimana mana sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam:
❝ Sampaikanlah pesananku walaupun satu ayat. ❞
Sesungguhnya apabila matinya seseorang anak Adam itu, hanya 3 perkara yang akan dibawanya bersama :

① Sedekah/amal jariahnya.
② Doa anak²nya yang soleh.
③ Ilmu yang bermanfaat yang disampaikannya kepada orang lain. La illaha illa Allah,
Muhammadu Rasulullah
kepada 3 group saja.  
Lihat apakah anda
mempunyai waktu untuk
ALLAH atau tidak.

Kiamat menurut Agama islam di tandai dgn beberapa petanda.

- Kemunculan Imam Mahdi

- Kemunculan Dajjal

- Turunnya Nabi Isa (AS)

- Kemunculan Yakjuj dan Makjuj

- Terbitnya matahari dari Barat ke Timur

- Pintu pengampunan akan ditutup

- Dab'bat al-Ard akan keluar dari tanah & akan menandai muslim yang sebenar2nya

- Kabut selama 40 Hari akan mematikan semua orang beriman sejati shg mereka tidak perlu mengalami tanda2 kiamat lainnya

- Sebuah kebakaran besar akan menyebabkan kerusakan

- Pemusnahan/runtuhnya Kabaah

- Tulisan dalam Al-Quran akan lenyap

- Sangkakala akan ditiup pertama kalinya membuat semua makhluk hidup merasa bimbang dan ketakutan

- Tiupan sangkakala yang kedua kalinya akan membuat semua makhluk hidup mati dan yg ketiga yang membuat setiap makhluk hidup bangkit kembali

Nabi MUHAMMAD SAW telah bersabda:
“Barang siapa yg mengingatkan ini kepada orang lain, akan Ku  buatkan tempat di syurga baginya pada hari penghakiman kelak”

Kita boleh kirim ribuan bbm mesra, promote, fb yang  terlalu penting tapi bila kirim yang berkaitan dengan ibadah mesti berpikir 2x.

Allah berfirman : “jika engkau lebih mengejar duniawi daripada mengejar dekat denganKu maka Aku berikan, tapi Aku akan menjauhkan kalian dari syurgaKu”

Kerugian meninggalkn solat:

Subuh: Cahaya wajah akan pudar.

Zuhur: Berkat pendapatan akan hilang.

Ashar: Kesehatan mulai terganggu.

Maghrib: Pertolongan anak akan jauh di akhirat nanti.

Isya’: Kedamaian dlm tidur sukar didapatkan.

Sebarkan dgn ikhlas. tiada paksaan dalam agama

Niatkan ibadah (sebarkan ilmu walau 1 ayat)

Nasihat Kubur :      

1). Aku adalah tempat yg paling gelap di antara yg gelap, maka terangilah .. aku dengan TAHAJUD

2). Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah aku dengan ber SILATURAHIM .

3). Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca .. AL-QUR'AN.

4). Aku adalah tempatnya binatang2   yang menjijikan maka racunilah ia dengan Amal SEDEKAH,

5). Aku yg menjepitmu hingga hancur  bilamana tidak Solat, bebaskan jepitan itu dengan SHOLAT

6). Aku adalah tempat utk merendammu dgn cairan yg sangat amat sakit,   bebaskan rendaman itu dgn PUASA..

7). Aku adalah tempat Munkar & Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawabanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimah “LAILAHAILALLAH”

Sampaikanlah tulisan ini kepada teman-teman lainnya. Siapa tahu, tulisan ini, bisa menjadi petunjuk juga hidayah bagi sebagian orang.

Wallahua’lam bisshawab

Saya suka dan merupakan salah satu paporit saya karena menurut saya Dr Zakir Naik itu cerdas… Semoga Allah selalu menjaga Beliau dan keluarganya

Dr Zakir Naik mengungkapkan bahwa jumlah misionaris saat ini mencapai satu juta orang.
Di antara mereka, ada yang tugasnya berkeliling untuk mendangkalkan aqidah umat Islam.

Salah satu caranya, memulai dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini.

Pertanyaan Pertama

“Apakah dijelaskan dalam Al Quran bahwa Injil adalah firman Tuhan?”

Biasanya muslim yang ditanya demikian akan langsung menjawab, “Ya, disebutkan”

“Kalau begitu mengapa engkau tidak mengikuti Injil?”

Pertanyaan Kedua

“Berapa banyak nama Nabimu (Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam) disebutkan dalam Al Quran?”

Muslim yang tahu akan menjawab, “Lima kali. Empat kali dengan nama Muhammad dan satu kali dengan nama Ahmad”

“Berapa banyak nama Yesus Kristus (Isa ‘alaihi salam) disebutkan dalam Al Quran?”

Muslim yang tidak tahu, akan diberitahu oleh misionaris yang mempelajari Al Quran itu.
Bahwa Isa disebutkan 25 kali.

“Mana yang lebih besar, Muhammad yang disebutkan lima kali atau Yesus yang disebutkan 25 kali dalam Al Quran?” demikian pertanyaan misionaris berikutnya.

Pertanyaan Ketiga

“Apakah Nabi Muhammad punya ayah dan punya ibu?”

“Ya”

“Apakah Isa (Yesus) dilahirkan dengan ibu dan ayah?”

“Isa memiliki ibu tetapi tidak memiliki ayah”

“Mana yang lebih hebat, orang yang dilahirkan dengan cara biasa dengan adanya ibu dan ayah atau yang terlahir tanpa ayah?”

Pertanyaan Keempat

“Apakah Nabi Muhammad memiliki mukjizat?”

“Ya”“Apakah Nabi Muhammad bisa menghidupkan orang mati?”

“Tidak” (Karena dalam Al Quran dan hadits tidak disebutkan mukjizat itu)

“Apakah Isa bisa menghidupkan orang mati?”

“Ya” (salah satu mukjizat Nabi Isa, dengan izin Allah, bisa menghidupkan orang mati)

“Mana yang lebih hebat, yang tidak bisa menghidupkan orang mati atau yang bisa menghidupkan orang mati?”

Pertanyaan kelima

“Apakah Nabimu Muhammad sekarang secara fisik meninggal atau hidup?”

“Meninggal”

“Apakah Yesus (Isa) sekarang meninggal atau masih hidup?”

“Masih hidup” “Mana yang lebih hebat, yang sudah meninggal atau yang masih hidup hingga sekarang?”

Pertanyaan-pertanyaan itu membuat banyak muslim yang tidak memahami Al Quran menjadi bingung.
Namun, sebenarnya semuanya hanya pertanyaan licik misionaris. Jawabannya sudah ada dalam Al Quran.

Jawaban atas Pertanyaan Misionaris (1)

Di antara cara untuk mendangkalkan aqidah, bahkan sampai memurtadkan, misionaris menggunakan sejumlah pertanyaan.

Dr Zakir Naik membeberkan lima pertanyaan utama yang biasa dipakai para misionaris.
Berikut ini pertanyaan tersebut dan jawabannya:

Pertanyaan Pertama

“Apakah dijelaskan dalam Al Quran bahwa Injil adalah firman Tuhan?”

Biasanya muslim yang ditanya demikian akan langsung menjawab, “Ya, disebutkan”

“Kalau begitu mengapa engkau tidak mengikuti Injil?”

Jawaban atas Pertanyaan Pertama

Al Quran memang mengatakan Injil adalah kitab Allah sebagaimana Taurat juga kitab Allah.
Al Quran membenarkan keduanya, sebagaimana tercantum dalam Surat Ali Imran ayat 3.

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ

“Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil”
(QS. Ali Imran: 3)

Jadi Injil dibenarkan Al Quran sebagai kitab yang telah diturunkan sebelumnya.
Bukan berarti harus diikuti, sebagaimana Taurat juga dibenarkan sebagai kitab yang telah diturunkan sebelumnya tetapi tidak untuk diikuti.
Bahkan seharusnya, orang yang percaya pada Taurat dan Injil, mereka mengikuti Al Quran sebagaimana orang yang berpegang pada sesuatu akan mengikuti update terbaru dari sesuatu itu.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ آَمِنُوا بِمَا نَزَّلْنَا مُصَدِّقًا لِمَا مَعَكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَطْمِسَ وُجُوهًا فَنَرُدَّهَا عَلَى أَدْبَارِهَا أَوْ نَلْعَنَهُمْ كَمَا لَعَنَّا أَصْحَابَ السَّبْتِ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولًا

“Hai orang-orang yang telah diberi Alkitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Quran) yang membenarkan kitab yang ada pada kamu…”
(QS. An Nisa’: 47)

Selain itu, Injil yang dibenarkan Al Quran adalah Injil yang otentik.
Injil pada zaman Nabi Isa sebelum diubah oleh para pemalsu.
Adapun Injil yang ada sekarang, telah beberapa kali mengalami perubahan, misalnya pada Persidangan Nicea pada tahun 325 M.
Pada tahun 1881 dirilis Injil King James Version (KJV) yang merevisi beberapa hal yang dianggap bertentangan.
Pada tahun 1952 dirilis Revised Standard Version (RSV) atas dasar ditemukannya beberapa cacat pada KJV.

Pertanyaan Kedua

“Berapa banyak nama Nabimu (Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam) disebutkan dalam Al Quran?”

Muslim yang tahu akan menjawab, “Lima kali.
Empat kali dengan nama Muhammad dan satu kali dengan nama Ahmad”

“Berapa banyak nama Yesus Kristus (Isa ‘alaihi salam) disebutkan dalam Al Quran?”

Muslim yang tidak tahu, akan diberitahu oleh misionaris yang mempelajari Al Quran itu.
Bahwa Isa disebutkan 25 kali.

“Mana yang lebih besar, Muhammad yang disebutkan lima kali atau Yesus yang disebutkan 25 kali dalam Al Quran?” demikian pertanyaan misionaris berikutnya.

Jawaban atas Pertanyaan Kedua

Nabi Isa ‘alaihis salam memang disebutkan dalam Al Quran lebih banyak daripada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Namun, penyebutan yang lebih banyak itu tidak menunjukkan siapa yang lebih besar atau lebih agung.

Nabi Musa, bahkan disebutkan lebih banyak lagi.
Nama Nabi Musa disebutkan sebanyak 124 kali dalam Al Quran.
Di Surat Al Baqarah 13 kali,
di Surat Ali Imran 1 kali,
di Surat An Nisa’ 2 kali,
di Surat Al Maidah 3 kali,
di Surat Al An’am 2 kali,
di Surat Al A’raf 18 kali,
di Surat Yusuf 7 kali,
di Surat Hud 3 kali,
di Surat Ibrahim 3 kali,
di Surat Al Isra’ 2 kali,
di Surat Al Kahfi 2 kali,
di Surat Maryam 1 kali,
di Surat Thaha 16 kali,
di Surat AL Anbiya’ 1 kali,
di Surat Al Hajj 1 kali,
di Surat Al MU’minun 2 kali,
di Surat Asy Syu’ara’ 8 kali,
di Surat An Naml 3 kali,
di Surat Al Qashash 17 kali,
di Surat AL Ankabut 1 kali,
di Surat As Sajdah 1 kali,
di Surat Al Ahzab 1 kali,
di Surat Ash Shafat 2 kali,
di Surat Ghafir 5 kali,
di Surat Fushilat 1 kali,
di Surat Az Zukhruf 1 kali,
di Surat AL Ahqaf 2 kali,
di Surat Adz Dzariyat 1 kali,
di Surat An Najm 1 kali,
di Surat Ash Shaf 1 kali, dan
di Surat An Naziat 1 kali.

Nah, jika karena disebutkan lebih banyak dalam Al Quran kemudian otomatis lebih agung, apakah orang-orang Nasrani mau mengakui bahwa Nabi Musa lebih agung daripada Nabi Isa?

Bahkan, jika karena disebutkan lebih banyak dalam Al Quran kemudian dianggap menjadi Tuhan, apakah orang-orang Nasrani mau mengakui bahwa Musa adalah Tuhan?

Satu hal lagi, Al Quran hampir selalu menyebut Nabi Isa lengkap dengan bin Maryam.
Hanya 4 kali nama Nabi Isa disebut sendirian tanpa bin Maryam yaitu pada Surat Ali Imran ayat 52,
Ali Imran ayat 55,
Ali Imran ayat 59, dan
Az Zukhruf ayat 63.

Selebihnya selalu disebut Isa bin Maryam.
Untuk menegaskan bahwa Isa adalah anak Maryam, bukan anak Tuhan sebagaimana klaim kaum Nasrani.

Pertanyaan Ketiga

“Apakah Nabi Muhammad punya ayah dan punya ibu?”

“Ya”

“Apakah Isa (Yesus) dilahirkan dengan ibu dan ayah?”

“Isa memiliki ibu tetapi tidak memiliki ayah”

“Mana yang lebih hebat, orang yang dilahirkan dengan cara biasa dengan adanya ibu dan ayah atau yang terlahir tanpa ayah?”

Jawaban atas Pertanyaan Ketiga

Nabi Isa memang tidak memiliki ayah. Namun, bukan berarti lebih hebat daripada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Apalagi jika kemudian dijadikan tuhan, sama sekali keliru.

Sekarang saya tanya, mana yang lebih hebat, Isa yang lahir tanpa ayah atau Adam yang tanpa ayah dan tanpa ibu? Jika Isa lahir tanpa ayah kemudian dijadikan tuhan, seharusnya Adam lebih berhak untuk dijadikan tuhan karena tidak memiliki ayah dan tidak memiliki ibu.

Al Quran menjelaskan penciptaan Isa dan Adam sebagai berikut:

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آَدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

“Sesungguhnya misal (penciptaan Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam.
Allah menciptakan Adam dari tanah kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seoang manusia), maka jadilah ia”
(QS. Ali Imran: 59)

Karena lahir tanpa ayah, orang Kristen juga menyebut Yesus anak Tuhan. Dalam Yohanes 6:67-69, Yesus disebut anak tuhan oleh Petrus. Karena disebut anak tuhan, lantas dituhankan.
Padahal ada banyak orang yang disebut “anak Tuhan” dalam Injil. Adam adalah anak Tuhan,
Efraim adalah anak Tuhan,
Ezra adalah anak Tuhan.
Semua orang yang dituntun Tuhan adalah anak-anak Tuhan.
Jadi anak Tuhan adalah kata yang digunakan dalam Injil yang artinya seseorang yang mengikuti ajaran Tuhan.
Jika orang Kristen masih ngotot menjadikan Yesus sebagai Tuhan, carilah di Injil pernyataan Yesus yang mengatakan “Akulah Tuhan” atau “Sembahlah aku.”
Niscaya tidak akan pernah ketemu.

Pertanyaan Keempat

“Apakah Nabi Muhammad memiliki mukjizat?”

“Ya”

“Apakah Nabi Muhammad bisa menghidupkan orang mati?”

“Tidak” (Karena dalam Al Quran dan hadits tidak disebutkan mukjizat itu)

“Apakah Isa bisa menghidupkan orang mati?”

“Ya” (salah satu mukjizat Nabi Isa, dengan izin Allah, bisa menghidupkan orang mati)

“Mana yang lebih hebat, yang tidak bisa menghidupkan orang mati atau yang bisa menghidupkan orang mati?”

Jawaban atas Pertanyaan Keempat

Salah satu mukjizat Nabi Isa ‘alaihis salam adalah menghidupkan orang mati.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَرَسُولًا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآَيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (dia Isa berkata), "Aku datang kepadamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah.
Dan aku menyembuhkan orang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta.
Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beritakan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman.”
(QS. Ali Imran: 49)

Namun ingat, yang menghidupkan orang mati itu adalah Allah.
Nabi Isa mengakuinya sendiri.
Demikian pula dalam Injil, Yesus mengakui bahwa yang menghidupkan orang mati adalah Allah.
Bukan dirinya.

Sahabatku Lazarus mati, maka kembalikanlah ruh kepadanya Tuhan “. Allah memperkenankan doanya dan berfirman, “Mintalah, sesungguhnya engkau akan memperoleh apa yang engkau minta”.
Ketika Yesus menyeru Lazarus agar keluar kepadanya, ia berkata, “Bapa, Aku mengucap syukur kepadamu, karena engkau telah mendengarkan aku.
Aku tahu, bahwa engkau selalu mendengarkan aku”
(Yohanes 11: 41-42)

Lalu besar mana mukjizat Nabi Isa dengan mukjizat Nabi Muhammad? Jika dikatakan bahwa menghidupkan orang mati adalah mukjizat terbesar Nabi Isa, ternyata dalam Injil disebutkan ada lima orang yang bisa menghidupkan orang mati.
Selain Nabi Isa (Yesus), mereka adalah Nabi Ilyas (Elia),
Nabi Ilyasa (Elisa),
Yehezkiel (seorang nabi di kalangan Nabi Israel menurut Injil), dan
Petrus.

Apakah dengan begitu, mereka semua juga dianggap sebagai Tuhan karena menurut Injil bisa menghidupkan orang mati?
Sungguh lucu.

Nah, berbeda dengan Nabi-Nabi sebelumnya yang mukjizatnya kadang serupa dengan Nabi yang lain, Rasulullah Muhammad memiliki banyak mukjizat dan yang terbesar adalah Al Qur’an.
Jika mukjizat yang lain sudah tidak bisa dilihat lagi bekasnya, Al Quran tetap ada hingga hari kiamat.

Dan Al Quran sendiri menantang siapapun di dunia ini untuk menandinginya, dan hingga saat ini tidak ada yang bisa menerima tantangan ini.

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ . فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

“Jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur’ân yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Qur’ân itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allâh, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya), dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakar nya manusia dan batu, (neraka itu) telah disediakan bagi orang-orang kafir.”
(QS. Al Baqarah: 23-24)

Anda berani menerima tantangan ini, Pak Misionaris?

Pertanyaan Kelima

“Apakah Nabimu Muhammad sekarang secara fisik meninggal atau hidup?”

“Meninggal”

“Apakah Yesus (Isa) sekarang meninggal atau masih hidup?”

“Masih hidup”

“Mana yang lebih hebat, yang sudah meninggal atau yang masih hidup hingga sekarang?”

Jawaban atas Pertanyaan Kelima

Pertanyaan ini justru akan meruntuhkan doktrin terbesar Kristen.

Dalam Al Quran memang dinyatakan bahwa Nabi Isa ‘alaihis salam tidak disalib.
Yang disalib adalah orang yang diserupakan dengan Nabi Isa.

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu.
Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.
(QS. An Nisa’: 157)

Jika orang Kristen mengatakan Yesus masih hidup, berarti yang disalib bukan Yesus.
Sama seperti firman Allah dalam Al Quran tersebut.
Namun jika Yesus tidak mati disalib, tidak ada konsep penebusan dosa sebagaimana yang dijadikan pijakan gereja saat ini.
Jadi Anda meyakini yang mana?
Yesus masih hidup karena tidak disalib atau Yesus mati disalib?
Anda pasti akan bingung sendiri.

Adapun pertanyaan siapa yang lebih hebat, orang yang meninggal atau orang yang masih hidup, bukanlah pertanyaan yang tepat.
Anda masih hidup, Nabi Musa telah meninggal.
Siapa yang lebih hebat?

Khusus untuk Nabi Isa yang diangkat Allah dan nanti akan diturunkan menjelang hari kiamat, itu bukanlah kehebatan Nabi Isa atas Nabi Muhammad namun semata-mata atas kehendak Allah dalam rangka menegaskan kesalahan orang-orang yang menganggapnya sebagai Tuhan.

لَيْسَ بَيْنِى وَبَيْنَهُ نَبِىٌّ – يَعْنِى عِيسَى – وَإِنَّهُ نَازِلٌ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَاعْرِفُوهُ رَجُلٌ مَرْبُوعٌ إِلَى الْحُمْرَةِ وَالْبَيَاضِ بَيْنَ مُمَصَّرَتَيْنِ كَأَنَّ رَأْسَهُ يَقْطُرُ وَإِنْ لَمْ يُصِبْهُ بَلَلٌ فَيُقَاتِلُ النَّاسَ عَلَى الإِسْلاَمِ فَيَدُقُّ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلُ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ

“Tidak ada nabi (yang hidup) antara masaku dan Isa.
Sungguh, kelak ia akan turun, jika kalian melihatnya maka kenalilah.
Ia adalah seorang laki-laki yang sedang (tidak tinggi dan tidak terlalu pendek), berkulit merah keputih-putihan, beliau memakai di antara dua kain berwarna sedikit kuning.
Seakan rambut kepala beliau menetes meski tidak basah.
Beliau akan memerangi manusia hingga mereka masuk ke dalam Islam, beliau akan menghancurkan salib, membunuh babi dan menghapus jizyah”
(HR. Abu Daud; shahih)

Sedikit cerita tentang menjadi muslimah

Waktu itu sepulang kajian, dalam perbincangan kami salah satu sahabat saya mengatakan “ukhti, kenapa ya istri istri ustadz di kajian sunnah tu kayaknya hampir ngga pernah di publikasikan, jangankan istrinya kehidupan pribadinya aja ngga pernah di share di sosial media, kalau buka sosial media  ustadz-nya selalu dan selalu yang di tuliskan adalah ilmu, info kajian, pokoknya selalu yang mengingatkan pada kebaikan. Kehidupan pribadinya sama sekali tidak kita temukan.”

Saya jadi inget di kajian ustadz khalid basalamah saat beliau memberikan nasehat untuk muslimah.

Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”. (HR. Ahmad dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany).

Lalu dari pesan Rasulullah tersebut apa yang lebih pantas di kejar seorang muslimah daripada janji Allah ini ? Apakah prestasi ijazah, apakah pujian orang yang hanya sepanjang lidahnya. 

Dan berapa banyak ulama yang lahir dari tangan seorang ibu yang shalihah, Nabi Isa yang lahir dari Maryam, Seorang muslimah yang tidak pernah keluar dari rumahnya kecuali dalam keadaan darurat. Sampai kalau Maryam keluar rumah, semua orang tahu karena jarangnya keluar. Hingga karena jarangnya keluar rumah, Maryam hafal Taurat bahkan dari mihrabnya datang makanan dari langit. 

Karena kalau perempuan keluar rumah akan terjadi banyak fitnah. Jangan pernah menganggap remeh dengan muslimah yang berada di rumahnya, mengurus suaminya, anaknya dan rumah tangganya. 

Yang mungkin saja ia tak mendapatkan pujian manusia, tapi bukankah yang terpenting bagaimana kamu di hadapan Allaah ?
Dan jangan terpengaruh oleh penilaian manusia yang hanya sepanjang lidahnya, dan tidak ada yang didapat sama sekali dari pujian manusia. Pujian manusia hanyalah kemasan dunia saja, yang terpenting adalah bagaimana kita memikirkan urusan akhirat.


Mungkin itulah kenapa kehidupan pribadi seseorang yang sudah hidup di atas Sunnah sediki tsekali di publikasikan, padahal barangkali amalan amalan yang disembunyikan jauh lebih berkali kali lipat di bandingkan dengan apa yang di tunjukkan.
Hidupnya penuh ketenangan. Waktunya selalu sibuk dalam kebaikan-kebaikan, hingga mungkin memang tidak ada waktunya untuk menunjukkan kehidupan pribadinya. Kalaupun memang harus di tunjukkan, pasti karena ada hikmah kebaikan yang ingin disampaikan.

Benar ya bahwa yang terkenal di antara penduduk langit belum tentu namanya terkenal di antara penduduk bumi. Tapi apabila Allaah telah mencintai seorang hamba, Allaah akan membuat penduduk bumi menerima dia karena kebaikannya.

Dan Jangan khawatir, untuk muslimah yang belum menikah :)
Allaah pun menyiapkan pintu Surga-Nya untuk kita, 
Tetaplah menjadi bermanfaat, berbuat banyak kebaikan sebagaimana Allaah memintamu dan menjagamu hingga sedemikian mulia.
Dan semoga suatu hari, Allaah ijinkan untuk mendapatkan keutamaan memasuki pintu surga melalui pintu mana saja (Dengan amalan ibadah sebagai seorang istri), semoga suatu hari itu tidak lama lagi.

Bersabar yaa, senantiasalah menunjukkan rasa syukurmu pada Allaah dengan melakukan ketaatan-ketaatan padaNya.

Jadi inget lagi ustadz khalid basalamah menasehati Jangan tergiur oleh kemasan dunia, Sabar sebentar dalam ketaatan kita kepada Allah, meninggal masuk surga”.

Nasehat ini pertama-tama kutujukan untuk diriku sendiri,
Diyah Maya Lestari.

anonymous asked:

Kak, temenku muslim. Akhir2 ini dia sering mempertanyakan kebenaran agama Islam. Aku bingung ngejawabnya gitu kak. Dia bilang kan kita islam juga turun temurun. Kemudian dia bilang jg "untukku agamaku, untukmu agamamu", berarti Allah jg bilang kalau agama itu lebih dr satu kan bukan islam doang? Dia cerita juga kalau kayak2 pastur yg bs sembuhin org sakit itu dpt kuasa drmn? Atau ada buku mengenai pertanyaan2 begini ga kak? Aku takut temenku ini nantinya mudah kegoda agama lain kak :(

lanjutan) Tapi dia percaya kalau islam agama yg benar. Tapi kata dia, semua agama pasti berpikir agamanya yg benar jg kan? Gitu katanya. Dia kayaknya gampang goyah gitu kak

Wow, pertanyaan yang sangat dalam. Saya jawab tapi mungkin agak panjang karena menyeluruh, karena kalau dijawab setengah-setengah, akan kurang baik, siapkan 3 menit untuk baca ini. Dan semoga ini juga menjadi hidayah, baik bagi anon, maupun semua muslim di jagat tumblr

BAGAIMANA MEMASTIKAN ISLAM ITU BENAR?

Apakah 2 + 2 = 4? Jawabannya iya, benar. Kenapa? Ya, karena kita paham akan dasar ilmunya, bahwa 1 + 1 = 2.

Tapi apakah benar kalau turunan pertama dari ƒ(x) = 3x2 + 4 adalah 6x? Tentu tidak semudah pertanyaan diatas, karena kita harus memahami dulu dasar dari ilmu tersebut.

Sama halnya dengan memastikan islam sebagai agama yang benar, apakah kita sudah memelajari tentang islam itu sendiri? Indonesia adalah negara islam, tapi berapa banyak orang yang terlahir sebagai agama islam, belajar tentang agamanya sendiri?

Banyak dari kita yang ragu akan kebenaran islam, karena kita tidak memelajari seluk beluk tentang islam, dan alasan bahwa islam diturunkan oleh Allah untuk menyempurnakan agama yang sebelumnya telah turun.

Banyak dari kita tahu nama Tuhan kita Allah, tapi tidak banyak yang bergantung padanya. Banyak dari kita tahu nama Rasul kita Muhammad SAW, tapi tidak banyak yang tahu perjuangannya menyampaikan islam. Banyak dari kita tahu kita diperintahkan shalat, zakat, puasa, haji, sedekah, tapi tidak banyak yang mengetahui makna di dalamnya. Kurangnya pemahaman kita terhadap agama kita sendiri lah, yang membuat kita justru memertanyakan kebenaran islam.

Maka sebelum memastikan sesuatu itu benar atau salah, kita harus mengetahui hal tersebut sebenar-benarnya dari sumber-sumber terpercaya. Karena banyak orang yang menjalani islam sebagai agama yang sudah “terlanjur” diberi oleh orangtua, bukan sebagai agama yang benar.

Maka, saran saya pertama, agar tidak goyah terhadap islam, pelajarilah seluk beluk tentang agama islam, agama kita sendiri.

Salah satu cara terbaik yang hingga kini membuat saya meyakini bahwa islam adalah agama yang paling sempurna adalah dengan memelajari sejarah lahirnya islam dari sirah nabawiyah (kisah kehidupan nabi). Dari sini, kita belajar bagaimana islam turun, kenapa sebuah ayat bisa turun, dan bagaimana islam diterapkan.

Sudahkah teman-teman juga belajar islam?

SEDIKIT SEJARAH YAHUDI, NASRANI, DAN ISLAM

Berikut saya share sedikit, hal yang saya dapatkan dari kajian ust. Khalid basalamah yang saya ikuti, sehingga bisa memberi penjelasan, tapi untuk detailnya, silahkan bisa mengikuti kajian lebih lanjut (nanti saya share link mp3 nya agar bisa didownload).

Setiap Nabi itu diperintahkan Allah untuk mengajak kaumnya untuk menyembah Allah, karena mereka berada di dalam kesesatan, diantaranya adalah menyembah berhala, patung-patung atau bahkan manusia, padahal Allah lah yang memberikan segala nikmat di dunia, sedangkan Allah tidak suka kepada orang-orang yang syirik.

Berikut saya share peristiwa secara singkat, dari munculnya ajaran Nabi Ibrahim hingga ditutupnya ajaran nabi-nabi oleh agama islam.

Nabi Ibrahim a.s. diutus oleh Allah untuk membenarkan kaumnya yang sesat, karena pada zaman tersebut, Namrud, raja orang-orang tersebut, menyebut dirinya tuhan, sehingga menyuruh orang-orang untuk menyembah dirinya. Singkat cerita, Nabi Ibrahim menghentikan Namrud, dan membuat orang-orang akhirnya mengikuti ajaran Nabi Ibrahim a.s., yakni menyembah Allah dan juga melaksanakan syariat haji, seperti tawaf, qurban, dsb.

Selepas meninggalnya Nabi Ibrahim a.s., maka kaumnya kembali menyembah berhala. Dan ini ternyata sudah menjadi sebuah kebiasaan, tatkala sebuah kaum ditinggalkan Nabi mereka, maka mereka kembali sesat karena tidak ada tempat untuk bertanya.

Lalu, Allah mengutus Nabi Musa a.s , membawa kitab taurat, untuk membenarkan orang yang telah melenceng dari ajaran nabi Ibrahim a.s.

Pernah suatu ketika, Nabi Musa a.s. meninggalkan kaumnya selama 40 hari untuk menerima taurat dari Allah SWT, namun ketika kembali dari penerimaan taurat tersebut, Nabi Musa a.s. mendapati kaumnya yang sebelumnya sudah menyembah Allah, kini menyembah patung sapi. Ketika ditanya oleh Nabi Musa a.s., maka jawabannya “Karena kau tidak ada, dan kami merasa ini benar”. Lantas Nabi Musa a.s. memerintahkan kaumnya untuk bertaubat sehingga kaumnya diberi nama yahudi yang artinya Taubat. Dan sejarah Nabi Musa a.s. ini juga menjadi alasan turunnya surat al-Baqarah (sapi betina). Lantas, sepeninggalan Nabi Musa a.s., kaumnya kembali melenceng dan kembali menyembah berhala.

Lalu, Allah mengutus Nabi Isa a.s., dengan kitab injil, untuk membenarkan kaum yahudi yang sudah melenceng dari ajaran yahudi yang sebenarnya. Dan kala itu, yahudi yang menolak injil juga disebut kafir, karena tidak mau beriman kepada Allah SWT, tapi lebih memilih menyembah berhala.

Nasrani sendiri memiliki arti penolong, karena Nabi Isa bertanya dan meminta kepada kaumnya untuk menjadi penolong agama Allah SWT (kembali menegakkan orang-orang yang melenceng).

Namun, ketika Nabi Isa a.s. diangkat oleh Allah, banyak kaumnya yang melenceng dari ajarannya dan menjadikan Nabi Isa a.s. sebagai Tuhan.

Maka, untuk kembali meluruskan yang telah menyimpang, Allah menurunkan agama Islam melalui Nabi Muhammad SAW. Untuk kembali meluruskan, bahwa tuhan yang harus disembah adalah Allah SWT, bukan patung, bukan berhala, bukan orang yang mengaku-ngaku sebagai raja. Itu kenapa, Allah SWT menyebutkan bahwa islam adalah agama yang menyempurnakan ajaran sebelumnya, karena memang agama sebelumnya juga benar, namun banyak orang yang melenceng, sehingga kembali diluruskan dengan adanya Qur’an.

Dan bagaimana perjalanan Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat menegakkan kembali islam, menjadi pelajaran besar bagi saya dan membuat saya yakin, bahwa jika kita memang menginginkan syurga, maka kita harus mengikuti ajaran islam. Dengan mengikuti islam, maka kita juga sudah menjalankan Nasrani yang benar yang diajarkan oleh Nabi Isa a.s., juga yahudi yang benar yang diajarkan oleh Nabi Musa a.s., dan juga ajaran yang dibawa nabi-nabi sebelumnya untuk menyembah Allah SWT.

Ya, memang agama dari Allah itu tidak hanya Islam, dan turunnya agama itu untuk membenarkan kaum yang melenceng dari agama-agama yang telah turun sebelumnya.

 —

TENTANG “UNTUKKU AGAMAKU, UNTUKMU AGAMAMU”

Terkait memahami sebuah ayat, penting sekali untuk memahami “sebab” turunnya ayat, sehingga paham konteks dari ayat tersebut dan bukan lahir dari tafsiran sendiri.

Ayat di atas adalah penggalan dari Al-Kafirun, singkatnya, ayat ini turun ketika Nabi Muhammad dipaksa untuk menyembah berhala, padahal saat itu sudah ada perintah untuk menyembah Allah SWT.

Orang kafir Quraisy meminta nabi Muhammad SAW menyembah berhala selama 1 hari, lantas mereka bergantian menyembah Allah selama 1 hari, lalu Nabi menolak. Kafir itu terus menego sampai akhirnya berkata “Cukup katakan bahwa tuhan kami (berhala) itu ada, dan kami akan menyembah Allah seumur hidup kami”

Maka kala itu, Nabi Muhammad SAW mendapat wahyu dari Allah, dan beliau ucapkan kepada kafir tersebut “aku takkan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu takkan menyembah apa yang aku sembah. Untukku agamaku, untukmu agamamu” sebagai penegasan, bahwa seorang muslim yang baik, tidak akan menyembah apapun selain Allah SWT, sebagaimanapun orang kafir menggodanya, dan ayat tersebut bukan sebagai pernyataan bahwa agama lain benar sehingga penyembahan berhala tersebut dianggap benar.


TENTANG PASTUR SEMBUHIN ORANG SAKIT

Ini bukan pendapat saya, tapi ini saya dapatkan dari Ust. Mathius, atau dikenal KH. Syarif Hidayat, mantan jendral misionaris Indonesia yang kini menjadi mualaf, dan kebetulan juga teman dekat ibu saya sehingga saya sering mengobrol.

Beliau bilang kalau itu memang kegiatan yang dibuat oleh teman-teman misionaris, untuk membuat orang percaya.

PEMAHAMAMAN “SEMUA AGAMA ITU SAMA”

Kalau ada orang yang bilang “Gapapa kok nganut agama lain, semua agama juga sama kok, bisa masuk syurga” maka orang islam adalah orang yang paling bodoh.

Kenapa juga kita harus cape-cape solat 5 waktu, berpakaian ada aturannya, harus sedekah, harus ngaji, gak boleh minum dan makan yang haram, terus harus haji, banyak larangan dan perintah? Mending pindah ke agama yang ibadahnya gak berat, pakai baju boleh buka-bukaan, gausah bangun subuh atau tahajud, bebas minum dan makan, pokoknya bebas deh, toh sama-sama masuk syurga. Bener ga? Tapi nyatanya engga kan? Apalagi jika kita belajar tentang kenapa islam turun, maka kita akan paham.

Karena pemahaman “gapapa kok semua agama sama” itu adalah pemikiran orang liberal, agar orang bisa nyantai dan gak perlu belajar islam dan bisa mudah berpindah ke agama lain. 

SEBAGAI PENUTUP

Sekali lagi, saya hanya mengingatkan dengan tulisan ini, agar kita semua mau belajar mendalami agama kita sendiri. Sejarah sudah menjelaskan, tatkala suatu kaum ditinggalkan Nabinya, maka mereka akan melenceng. Tak hanya yahudi, nasrani, bahkan kita umat muslim pun banyak yang melenceng. Bukankah banyak yang berdalih jihad tapi melakukan bom bunuh diri? Apakah jika Nabi Muhammad SAW hidup sekarang, hal tersebut diperintahkan? ya, kita perlu belajar, agar tidak melenceng.

Karena bisa jadi, mualaf yang baru masuk dari agama lain justru lebih mencintai islam, karena mereka memelajari agama islam secara keseluruhan, sedang kita hanya menjalani secara seadanya karena kita mendapatkan agama ini bukan karena hidayah, melainkan mendapatkan agama ini dari orangtua kita.

Dan tulisan diatas bertujuan bukan untuk menyerang agama lain, bukan untuk bilang “agama islam paling benar” karena agama bukanlah untuk dibanding-bandingkan, tapi tulisan ini mengajak teman-teman untuk lebih memahami tentang agama islam, agama penutup, agama penutup yang menyempurnakan agama sebelumnya, agama yang membawa kita kepada syurga, tempat sebaik-baik kembali.

— 

Tentu tulisan diatas hanya sebagian, silahkan teman-teman bisa mengikuti kajian lanjutan, bisa di youtube dsb, juga membaca berbagai sumber lainnya.

wallahua’lam bisshawab. Jika ada yang salah, mari saling mengingatkan.

Semoga bermanfaat, punten panjang banget. Semoga berkenan. Silahkan share untuk mengingatkan teman-teman lainnya.

Terima kasih

بِســــْمِ اللّهِ الرَّحْمــــٰنِ الرَّحِيْــــم ِ

Sudah lama saya menghapus Tanggal lahir di Facebook agar temen-temen semua ga ngucapin hal itu karena ternyata memang Ulangtahun itu bukan ajaran Islam tetapi dari bidaya kaum Kuffar.

Sebaiknya kalau kita sudah tau kita meninggalkannnya, dan semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita apabila di jaman dulu kita pernah tasyabuh karena ketidaktauan kita mengenai hal ini.

Kami pun dikeluarga sudah tidak melakukan perayaan ulangtahun ketika sudah tau hal ini…

Indahnya persahabatan, tidaklah diukur dari siapa yang lebih dulu mengetik ucapan-ucapan selamat di wall saat ulang tahun, akan tetapi yang jauh lebih penting dari hal itu adalah siapa yang paling tulus mendoakan.

Semoga Allah memberi kita hati yang tulus dan ikhlas untuk saling mendoakan, bukan karena momen ulang tahun, tapi setiap saat sebagai manifestasi ukhuwah sesama muslim. Insyaa Allah…! Ternyata :
Acara Ulang Tahun ada disebut Dalam INJIL MATIUS 14 : 6 dan INJIL MARKUS 6 : 21

Pada masa-masa awal Nashrani generasi pertama (Ahlul Kitab / kaum khawariyyun / pengikut nabi Isa) mereka tidak merayakan Upacara UlangTahun, karena mereka menganggap bahwa pesta ulang tahun itu adalah pesta yang mungkar dan hanya pekerjaan orang kafir Paganisme.
Pada masa Herodeslah acara ulang tahun dimeriahkan sebagaimana tertulis dalam Injil :

Injil Matius 14 : 6
Tetapi pada HARI ULANG TAHUN Herodes, menarilah anak Herodes yang perempuan, Herodiaz, ditengah-tengah meraka akan menyukakan hati Herodes. (Matius14 : 6)
Injil Markus 6 : 21
Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada HARI ULANG TAHUNNYA mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. (Markus 6 : 21)
من تشبه بقوم فهو منهم “`” Barangsiapa yang menyerupai satu kaum, maka dia termasuk mereka “.”`
(HR.Abu Dawud dari Abdullah bin Umar)
Islam hadir dengan solusi muamalah (interaksi sosial) yang jauh lebih baik yakni do’a.Ya, mendoakan kebaikan bagi kawan atau siapapun orang yang kita sayangi, sebagai bentuk perhatian kita pada orang tersebut.

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan : “Bahwasanya jika seseorang mendoakan saudaranya (sesama muslim) dengan tanpa sepengetahuan dan kehadiran saudaranya di hadapannya. Seorang malaikat berkata, ‘Amin (Ya Allah, kabulkanlah), dan bagimu juga (mendapatkan balasan) yang semisalnya.’ Maka malaikat akan mengaminkan atas doamu jika engkau mendoakan bagi saudaramu tanpa sepengetahuan & kehadirannya"
.
.
from @rizkylukylollasari

"MUKJIZAT AKAL"

Dulu ketika kecil, kita bertanya; kenapa ya mukjizat Nabi Muhammad ‘hanya’ sebuah kitab, sedangkan nabi lainnya begitu fenomenal? Pernah? Ternyata jawaban itu telah tersingkap sudah. Nabi Musa membelah laut, Nabi Isa hidupkan orang mati, dan itu belalakkan mata. Dahsyat rasanya.

Namun Al-Quran, yang berupa kitab itu, ternyata mengguncang hati, mengajak syaraf bermain dalam makna kehidupan. Maka ia abadi. Selamanya. Jika tongkat Nabi Musa berubah jadi Ular, semua tersungkur melihatnya. Namun hanya saat itu hebatnya. Jika Al-Quran, makin disingkap makin dahsyat.

Itulah yang membuat lembaran Al-Quran lebih bergemuruh di jiwa dibanding batu yang menjelma unta, atau tangan putih terang bercahaya. Abadi.

“Sebab mukjizat para Nabi usailah tatkala usai zamannya, tak membekas kecuali tuk para saksinya. Kecuali Al-Quran”, tulis DR Sayyid Jibril. “Sebab”, lanjutnya, “mukjizat lainnya disaksikan sebatas pancaindera, namun Al-Quran disaksikan penuh oleh jiwa dan raga”. SubhanAllah.

“Dan itulah mengapa ia abadi, karena yang melihat dengan mata hati, akan lebih yakin dibanding mereka yang melihat dengan mata kepala”.

@edgarhamas

Tentang 212

Jumat yang Lembut

Sedari dini hari kemarin (Jumat, 2 Desember 2016), mata ini mudah sekali melelehkan air mata. Tenggorokan tercekat, sesekali sesenggukan.

Entah mengapa hari itu, semenjak bangun tidur, hati saya yang kering ini seperti disentuh kembali oleh Allah. Kasih sayang Allah begitu saya rasakan sejak saya beranjak dari ranjang untuk mensucikan diri. Bahkan, entah bagaimana, saya menangis di kamar mandi karena tiba-tiba terlintas di kepala saya, “Nikmat-Nya yang manakah yang kan kau dustakan, bila kau bernafas dengan udara-Nya?”; sambil teringat akan kemaksiatan dan kelalaian yang saya lakukan terhadap Allah, astaghfirullahahl ‘adzhiim. Hari itu berbeda dari biasanya, sejak di kehidupan personal saya.

Saya tidak hadir bersama kaum muslimin lain yang melaksanakan aksi superdamai di Jakarta. Sedih rasanya, tapi saya berusaha mengobati perasaan dengan benar-benar menguatkan niat bahwa apa yang saya kerjakan hari itu adalah jihad dan amal shalih bagi saya–semoga Allah menerimanya.


Tidak Semua Bisa Memahami

Sembari mengerjakan amanah-amanah, ponsel saya men-streaming video dari kanal-kanal online yang menyiarkan langsung Aksi Bela Islam 3. Lagi-lagi, sekian menit sekali, mata ini membasah meski saya sudah berusaha menahannya. Agak malu kalau sampai rekan di sekitar menemukan saya berurai air mata sambil bekerja, mereka akan kebingungan–apalagi mereka yang tidak peduli dan tidak bisa memahami keajaiban aksi ini.

Ya, aksi Bela Islam ini memang sungguh ajaib. Begitu ajaib sehingga saya yakin orang-orang yang menjadi bagian darinya, baik yang hanya menyimak apalagi yang hadir langsung, tidak bisa menggambarkan seluruh experience-nya secara akurat dan menyeluruh lewat kata-kata. Experience itu begitu kuat, kompleks, dan terlalu indah.

Lihat saja bagaimana orang-orang belum juga kehabisan konten untuk dibahas. Bahkan konten yang sama masih dirayakan secara terus menerus. Tapi, seperti kata Aa Gym pasca-aksi 411, ini adalah persoalan hati. Hati yang belum sefrekuensi akan sulit memahaminya.


Keajaiban 212

Diantara limpahan informasi mengenai aksi 212, kemarin saya tak sengaja menemukan konten tentang demonstrasi besar di Korea Selatan. Massanya ada jutaan, namun tetap berlangsung dengan damai. Seseorang memuji demonstrasi tersebut, lalu membandingkannya dengan demonstrasi di Indonesia yang sepenafsiran saya memaksudkan Aksi Bela Islam. Katanya, kurang lebih, aksi di sana luar biasa damai, dan hebatnya itu dilakukan oleh orang-orang yang diverse–tidak seperti di sini, aksi yang besar namun berasal dalam kelompok yang sama.

Tentu siapapun bebas saja berpendapat. Hanya saja, menurut saya definisi “kelompok yang sama” atau “berbeda” itu sangat relatif. Warga Korea bisa disebut sebagai satu kelompok yang sama, jika kacamatanya adalah negara/bangsa/ras. Tetapi satu universitas, bahkan satu unit keluarga besar, bisa dilihat sebagai kelompok yang berbeda, jika kacamatanya adalah dimensi seperti mazhab pemikiran, afiliasi politik, dan lainnya.

Aksi Bela Islam, khususnya jilid 3, dalam kacamata saya sangat ajaib, jika dipandang dari dimensi yang lebih kompleks dari sekadar identitas agama (well, duh). Apalagi, jika kita terbiasa berinteraksi dengan berbagai gerakan Islam sehari-harinya, kita akan melihat bahwa persatuan ummat Islam adalah sesuatu yang sangat mahal harganya. Bahkan, saya sempat berpikir bahwa mungkin persatuan ummat Islam hanya akan terwujud lagi menjelang hari kiamat nanti, ketika Imam Mahdi muncul atau Nabi Isa diturunkan kembali ke bumi.

Tapi, kemarin itu sungguh ajaib. Jutaan orang, benar-benar jutaan (bukan hanya bualan penebar hoax, silakan hitung sendiri berdasaran ruas-ruas area dan jalan yang diisi oleh massa), berpadu dalam ketertiban, kesantunan, dan ketundukan kepada Tuhannya; dan mereka semua adalah ummat Islam!

Yang kemarin-kemarin saling menjelekkan, kemarin bertemu dan saling menebar senyum. Yang anti-politik, yang lewat politik, yang khilafah-is-everything, yang bid’ah-bid’ah, bahkan mungkin yang kofar-kafir terhadap sesama muslim, Allah damaikan hatinya dan Allah persatukan dalam shaff yang berbaris rapi, berkilo-kilo meter. Tidakkah Anda memahami juga bahwa ini adalah suatu keajaiban yang luar biasa? Tidakkah Anda memahami juga bahwa ini adalah karunia Allah yang nyata?

“dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.“

Al-Anfal, 63

Subhanallah, Allahu akbar.


Lebih Dari Soal Penistaan Agama

Awalnya, mendengar ada rencana aksi lanjutan pasca aksi 411, saya skeptis dan bertanya-tanya, “Mengapa masih perlu? Bukankah proses hukum sudah berjalan? Sebenarnya apa yang kita inginkan? Jangan-jangan memang ada agenda lain selain menuntut keadilan?”.

Tetapi setelah 212, saya mendapat dimensi pemahaman yang baru dan berbeda. Entah apa yang sebenarnya terjadi, entah apa yang sebenarnya diagendakan oleh para ulama di GNPF MUI, tetapi jika memang ada “agenda lain” yang direncanakan GNPF MUI, dan agenda lain itu adalah “persatuan ummat Islam”, maka Insya Allah saya akan ada dalam gulungan bola salju itu.

Bersatunya ummat Islam dan tegaknya keadilan jauh lebih mahal daripada menghukum seseorang yang jahat mulut, perilaku, dan kebijakannya. Jadi, jika ada pandangan, “Kenapa ummat Islam begitu besar reaksinya dan begitu panjang mempersoalkan Ahok?”, mungkin pandangan tersebut belum mampu melihat gambaran besarnya: ummat ini sedang mendapatkan momentum untuk bersatu.

Maka, kita maklumi saja jika yang memiliki pandangan tadi mengatakan, misalnya, bahwa jutaan ummat Islam kemarin seperti buih di lautan. Atau mengatakan bahwa aksi tersebut sia-sia, dan lebih baik dananya diberikan kepada yang membutuhkan (tentang ini, bagaimana jika ternyata mereka yang turun aksi juga rajin melakukan ide itu–bersedekah dan membantu yang membutuhkan? Problem? No?). Sebab, seperti gunung es, Ahok hanyalah persoalan yang bisa diobservasi di permukaan. Di bawah itu ada hal-hal yang lebih besar yang menopangnya, dan hanya bisa dimengerti jika kita meluaskan area observasinya.


Doa dan Harapan

“Kemesraan ini, janganlah cepat berlalu”

Saya ingin berharap, namun di saat yang sama terlalu takut berharap, persatuan ummat Islam ini bisa terus terjaga, terbawa dalam kehidupan sehari-hari, dan semakin kuat dari waktu ke waktu. Saya mencintai situasi ini, namun khawatir bahwa landasan persatuan ini tidak seindah yang saya kira, yaitu keimanan kepada Allah.

Saya khawatir semua ini memang hanya karena Ahok dan mulutnya yang sembarangan, sebab preman yang tak pernah sholat pun bisa marah jika identitasnya (termasuk identitas agama) dihinakan. Bukan karena keimanan, sekadar emosi sesaat saja.

Tapi, mengingat surah Al-Anfal ayat 63 tadi membuat hati ini lebih lega dan lebih optimis dalam meminta kepada Allah. Tidak akan terjadi persatuan kemarin, jika bukan Allah yang merekayasa. Bukan karena Ahok kita semua terpanggil, tetapi karena Allah yang menyentuh hati kita.


Wahai Allah, ampuni kami yang hatinya kotor.

Yang gemar membenci dan mencari kesalahan.

Allah, kami menyaksikan dan merasakan indahnya ukkhuwwah Islamiyyah.

Sehingga kami bertanya-tanya, inikah yang dirasakan kaum Muhajirin dan kaum Anshar saat pertama kali berjumpa?

Inikah yang dirasakan para mujahid di perang Tabuk yang mendahulukan air untuk saudaranya, hingga mereka semua syahid?

Inikah yang dirasakan para mujahid kemerdekaan Indonesia setiap melewati perkampungan, lalu masyarakat memberikan apa yang mereka miliki untuk kebutuhan dan perbekalan?

Wahai Allah, terima kasih atas segala nikmat ini. Terima kasih atas semua pelajaran ini. Segala puji bagi-Mu, ya Rabb.

Izinkan kami menggenggam nikmat pertalian hati ini lebih lama lagi ya Allah, hingga indahnya cahaya Islam menerangi seluruh pelosok dunia.

Izinkan kami menggenggam nikmat ukhuwwah Islamiyyah ini lebih lama lagi ya Allah, hingga keadilan tegak di seluruh penjuru bumi-Mu ya Rabb.

Ampunilah kami, jagalah kami, dan tambahkanlah nikmat ini kepada segenap muslimin yang hidup hari ini, maupun yang akan hidup di masa setelah kami.

Aamiin, kabulkanlah ya Allah.

[MARYAM: TELADAN WANITA TANGGUH]

Mungkin karena sedari kecil kita (atau mungkin aku saja) sudah terbiasa mendengar kisah-kisah para tokoh islam, ada yang terlewat dan menganggapnya sebagai dongeng biasa saja. Namun saat memaknainya dan terus terpikir tentang sosoknya ternyata ada banyak hal luar biasa yang patut diteladani.

Seperti aku dan Ibunda Maryam, dulu aku melabeli beliau sebagai “ibu nabi Isa yang melahirkan tanpa suami” hanya sebatas itu, cerita cerita Nabi pun hanya diketahui bagian-bagian pembedanya, tanpa benar-benar memaknai sosok yang dikisahkan.

2014 aku mendapatkan hadiah Al-Qur'an dari ibu sahabatku, edisi khusus Mushaf Maryam. Terdapat kisah Ibunda Maryam dan saat membacanya aku baru tersadarkan. “Wow, she’s really amazing!”
Ia adalah satu-satunya wanita yang namanya disebut berulang kali dalam Al-Qur'an bahkan dijadikan dalam satu surah yang sangat indah. Jelas sekali Al-Qur'an mengisahkan betapa tangguhnya beliau dengan kuatnya iman, bagaimana Maryam ketakutan saat didatangi Jibril yang menyamar menjadi sosok lelaki tampan, mungkin bagi kebanyakan wanita sekarang justru kegirangan dan salah tingkah jika didatangi lelaki rupawan, namun dengan tegas ia berkata “Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih terhadapmu, jika kamu orang yang bertakwa” lalu Jibril membawa kabar bahwa Maryam akan diberi bayi, hal ini pastilah membuat panik namun ia menerimanya dengan pasrah walau susah payah. Ikhlas karena Allah tahu yang terbaik.

Jika kita menyimak baik-baik dan mengkaji kisah Maryam, maka sungguh semangat semangat yang redup itu akan menyala. Dalam QS. Maryam ayat 25 dikisahkan bahwa Jibril memberitahu Maryam agar menggoyangkan pohon kurma yang ia sandari, kemudian buahnya berjatuhan. Padahal pohon kurma yang dimaksud adalah kurma ruthab, Ust. Salim A. Fillah pernah menyampaikan bahwa pohon itu susah sekali untuk digoyangkan bahkan dengan beberapa orang. Maha Suci Allah Yang Maha Memudahkan.

Kemudian kisah Maryam saat bertemu kaumnya, aku yakin tak akan ada perempuan setangguh beliau dalam menghadapi fitnah dan cacian yang ditujukan padanya. Setiap mengingat kisah ini aku semakin merasa ciut, payah sekali jika kita terus mendengarkan stigma-stigma negatif orang lain yang berniat menjatuhkan kita, padahal ada Allah yang senantiasa menguatkan, jika kita memang memintanya.

Salah satu ayat kesukaanku yang terus kuingat adalah QS.At-Tahrim ayat 10-12 yang menceritakan perumpamaan wanita-wanita kafir, istri Nabi Nuh dan Nabi Luth, serta perumpamaan istri yang beriman, istri Fir'aun dan Maryam putri Imran. Bahkan hanya Maryam yang namanya disebutkan dengan jelas :’) Kajian tentang sosok Ibunda Maryam ada banyak sekali yang bisa dibahas dari banyak sisi, salah satunya adalah bagaimana ia lahir dari orang tua ahli ibadah hingga melahirkan Ulul Azmi. Maka benarlah pepatah “buah tidak akan jauh dari pohonnya”.

Aku juga jadi teringat pertanyaan seorang teman yang menyadarkan, “Memangnya kamu gapunya sosok perempuan yang dijadikan panutan?” dan aku baru menyadari jawabannya beberapa bulan terakhir ini. Ya, Ibunda Maryam, semoga kita banyak belajar dari ketangguhan dan ketaatannya.

Balikpapan, 31 Juli 2017
ANS

HIKMAH JUMAT :
[AGAMA]

Jika kita lihat semua peradaban besar, lalu memerasnya menjadi saripati, kita akan menemukan bahwa penggagas setiapnya bukanlah birokrat dan politisi, bukan saudagar kaya raya dan bukan tentara dengan pasukan tegak memesona. Setiap peradaban, ternyata, dimulai dari lelaki luhur yang memegang nilai ketuhanan. Seorang sederhana yang terbiasa dengan ujian, “yang melihat jauh dari apa yang terbentang di dunia, dan kemudian menjadi tanda bagi mereka”, tulis Malik Bennabi. Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad. Itu contoh terbaiknya.

Peradaban bangsa Yahudi yang merajai Al Quds dengan bijak bestari di bawah kuasa Nabi Daud dan Sulaiman alaihimassalam, jauh sebelum itu bermula dari Nabi Musa yang dengan heroik menyelamatkan bani Israel dari ketertindasan Firaun menuju sebuah harapan. Walau pada akhirnya bani Israel membelot, namun anak cucu mereka sadar bahwa kebangkitan selalu bermula dari agama yang hanif. Yusya bin Nuun kemudian melanjutkan estafet leadership Musa, membuka kota Yericho untuk kemudian membebaskan Yerusalem.

Peradaban Kristen, terlepas dari penyelewengannya hari ini, jauh sebelumnya dimulai dari perjuangan Nabi Isa alaihissalam menegakkan kebenaran. Walau diterpa fitnah dan hegemoni Romawi yang zalim, beliau tidak ragu untuk terus berdakwah. Sebab kaidah kehidupan selalu sama, “di awal segalanya, ruh-lah yang diutamakan.”

Peradaban Islam yang gegap gempita, dimula dari Nabi Muhammad tercinta yang ditaruh kotoran unta pada punggung beliau kala ruku di kabah, dilempari batu di kota Thaif, bersembunyi di Goa Tsur dari pengejaran kafir Quraisy, dan tanggal giginya di medan Uhud. Namun tak sampai 20 tahun setelah itu, kapal-kapal mediterania telah menggaungkan takbir. Menara Alexandria telah diramaikan azan. Anak-anak India, China dan Persia belajar melafaz Al Quran.

“Fase terpenting dalam setiap peradaban adalah, jika di tengah-tengahnya terdapat pemahaman agama yang kental, yang kemudian memimpin ruh”, tulis Malik Bennabi dalam Bases of Civilization, ‘Syuruth An Nahdhah’.

“Sebenarnya, jalan menuju sebuah peradaban bermacam-macam pernik dan rupanya, selama ada pemikiran agama yang mengharmonikan antara tiga unsur kehidupan; manusia, ruang dan waktu. Ketiganya, kemudian akan membentuk satu senyawa yang disebut sebagai; Peradaban.”

Agama tidak membuat kita mundur. Sama sekali tidak. Justru, sesuatu bernama agama adalah hal yang membuat setiap pribadi memiliki ruang pikiran yang lebih luas dari dunia yang dia pijak, pandangannya lebih jauh dari langit biru yang bisa dijangkau mata. Setiap orang yang memikirkan kehidupan setelah kematian, akan berlomba mempersembahkan yang terbaik untuk kehidupan dunianya, bukan sebaliknya.

Jika kamu melihat orang yang mengaku beragama tapi sempit cara pandangnya, maka cara hidupnya yang salah, atau parsial ilmu agama yang ia pelajari, bukan agamanya. Jika kamu melihat orang yang mengaku beragama malah sibuk menista, maka gayanya yang salah, caranya memahami agama yang salah, bukan agamanya.

Dan, untuk melengkapi baris-baris ini, perhatikan, agama apa yang telah menuntun Nabi Musa menyelamatkan bani Israel dari ketertindasan? Agama apa yang membuat Nabi Isa tegak berjuang membela kebenaran? Agama apa yang menjadi spirit Nabi Muhammad mencipta peradaban? Kesemuanya adalah; Islam. “Ikutilah agama orang tuamu Ibrahim. Allah telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu” [QS Al Hajj : 78]

Wahyu bernama Islam inilah yang dibawa seluruh Nabi dan Rasul, kemudian disempurnakan pada masa Nabi Muhammad, sebagai aturan paripurna umat manusia untuk segala bangsa dan budaya. Islamlah, penyatu antara manusia, bumi, dan waktu.

@edgarhamas

ATM (Amati, Taaruf, Menikah)

Assalamualaikum!

Saya punya banyak utang nulis, tapi berencana memindah resume yang satu ini dulu. Ada beberapa teman yang sudah meminta untuk segera dituliskan resumenya, hehe. Ceritanya 28 Februari kemarin (iya sudah lebih dari dua bulan, akibat blogging blue syndrome saya), saya dan teman teman saya berkesempatan menimba ilmu di sebuah forum kajian bertajuk “Amati, Taaruf, Menikah”. Kajian ini diisi oleh ustadz yang ngegaulnya sama yang muda, Felix Siauw. Baiklah saya tuliskan resumenya ya

Saat ini dunia sedang berubah, bahwa dunia ini tidak melulu dikuasai oleh laki laki karena terjadi pergeseran orientasi. Dulunya wanita lebih emosional daripada laki laki (yang natural born nya adalah pemikir logis), namun dengan adanya era teknologi, sms, sosial media membuat semuanya lebih emosional, termasuk bagi laki laki, jadi lebih mudah mengungkapkan dll. Awalnya bisa terlihat maskulin di kehidupan nyata, tapi di sosial media menye menye (rapuh). Efeknya apa? Dunia jadi semakin dikuasai wanita.

Nah, perang saat ini lebih terfokus pada wanita. Kenapa? Kalau memerangi pria, maka yang rusak hanya 1 orang, yaitu pria tersebut, tapi kalau merusak wanita, maka minimal ada 3 orang yang berhasil dirusak, yaitu wanita itu sendiri, suaminya dan anaknya. Perang disini bukan lagi perkara mengangkat senjata, tapi mengenai pola pikir (ghazwul fikri, eh bener ngga ya tulisannya bgini) melalui 3F. Fun, food, fashion.

Nah, dibali lelaki kuat, ada wanita wanita yang keren yang mendukung mereka. Ulul Azmi contohnya, ada 5 kan ya,

  1. Nabi Nuh
  2. Nabi Ibrahim
  3. Nabi Musa
  4. Nabi Isa
  5. Nabi Muhammad

Ketika nabi Muhammad menikah dengan Khadijah, usia mereka selisih 15 tahun. Waktu diangkat jadi nabi, Nabi Muhammad berusia 40 tahun, setelah sebelumnya beruzlah selama 2 tahun di Jabal Nur (Gua Hira). Selama 2 tahun itu pula, Khadijah dengan setia mengantarkan makanan untuk Rasul ke Gua Hira, padahal perjalanannya mendaki dengan jarak tempuh 3 jam,  subhanallah ya :”) Selain itu, ketika Rasul pertama kali bertemu Jibril, beliau merasa panik, takut dan memutuskan segera pulang. Sesampainya di rumah, Khadijah tanpa banyak bertanya, langsung menyelimuti dan merawat Rasul. Ah, kalau begitu perlakuannya Khadijah, jelas saja Rasul tidak pernah memadamkan sedikit pun perasaan cintanya kepada beliau bahkan sepeninggal Khadijah. Saking sayangnya Rasul, istri beliau yang lain, Aisyah, merasa cemburu berat dengan almh Khadijah. Namun Rasul berkata alasan beliau begitu mencintai Khadijah adalah karena saat tidak ada satu pun orang yang beriman, Khadijah lah yang pertama kali beriman, saat tidak ada satu pun yang mengulurkan tangan, Khadijah lah yang memberikan kedua tangannya, dan ketika tiada istrinya yang memberi anak, hanya Khadijah lah yang memberi keturunan. Khadijah pula satu satunya istri Nabi Muhammad yang mendapat salam dari Allah dan malaikat karena ketaatan pada suami yang luar biasa. Dan keutamaan wanita yang taat padaa suaminya, ketika dia meninggal, dan suaminya ridho atas pengabdian yang telah dia berikan, maka dia bebas memilih masuk ke surga lewat pintu mana yang ia kehendaki, subhanallah.

Selanjutnya adalah mengenai wanita di balik Nabi Isa, yakni Maryam. Saking istimewanya, sampai ada surat yang bernama surat Maryam dan tentang keluarga Maryam, yakni Ali Imran. Maryam ini bukanlah “wanita gampangan”, beliau tidak mau disentuh selain muhrim. Oiya, sampai ada hadits, “sebaik-baik wanita di surga itu Khadijah binti Khuwailid | sebaik-baik wanita di dunia itu Maryam binti Imran” (HR Bukhari). Nah, ada pula yang lain, perempuan di dunia yang subhanallah sekali, “Semulia-mulia wanita di surga adalah Khadijah binti khuwalid (istri nabi Muhammad Saw), Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran (ibunda nabi Isa as.) dan Asiah binti Muzahim (istri Fir’aun).” (H.R ath-Thabari)”

Baiklah, berlanjut ke kisah selanjutnya dari Nabi Musa, siapakah wanita keren di balik Nabi Musa? Rupanya ada ibunya, Umi Musa. Perjuangan beliau semasa hamil Musa sudah diuji karena Firaun memerintahkan semua anak laki laki dibunuh. Akhirnya, ketika Musa lahir, Umi Musa menghanyutkan bayinya ke sungai Nil. Keikhlasan beliau diganti oleh Allah, karena pada akhirnya Nabi Musa selamat dan menjadi pengemban dakwah dan perjuangan melawan Firaun.

Lain lagi cerita dari Nabi Ibrahim, wanita yang setia mendampingi beliau adalah Siti Hajar. Seorang budak Mesir yang beliau bebaskan. Beliau berdua baru memiliki anak setelah lama sekali menikah. Nah, ketika baru saja memiliki anak, Allah memerintahkan untuk hijrah ke Mekkah, padahal jarak tempuhna 1244km, perjalanannya berbulan bulan dan menuju ke tempat yang tandus tiada hewan maupun air. Ketika Nabi Ibrahim ditanya oleh Siti Hajar,’Suamiku Ibrahim, kita mau kemana?” sampai kali kedua belum dijawab oleh Nabi Ibrahim, kemudian Siti Hajar melanjutkan,”Apakah ini perintah Allah?” kemudian Nabi Ibrahim mengiyakan, dan hilanglah seluruh keraguan Siti Hajar dan beliau berkata,” Kalau ini perintah Allah, tinggalkan kami disini, Allah akan menjaga”. Sepeninggal Nabi Ibrahim, Ismail terus menangis karena kehausan, Siti Hajar berlari kesana kemari dari bukit Shofa ke Marwah karena seolah melihat ada mata air (peristiwa ini yang kemudian menjadi dasar adanya sai). Akhirnya setelah 7x bolak balik, akhirnya air justru keluar dari sentakan kaki Ismail.

Nah, dari semua pemaparan cerita singkat tentang orang hebat dan wanita di baliknya, ada satu benang merah yang bisa diambil, bahwa…..Allah selalu lebih tahu. Jangan memaksakan keinginan. Allah lebih tahu waktu yang tepat dan orang yang tepat. Kita hanya perlu memantaskan diri, maka dengan sendirinya orang yang baik lah yang akan datang.

Tanaman yang muncul dari tanah yang baik maka juga akan menghasilkan buah yang baik, berbuah, bermanfaat. Dan tanaman yang muncul dari tanah yang buruk, maka akan mengganggu. Demikian pula manusia. Tugas kita, bukanlah saja sekedar mencari pasangan melainkan mencari orang tua untuk anak kita. Tanah yang baik, istri yang baik dan ibu yang baik, tidak akan didapat lewat jalur pacaran. Pun imam yang baik tidak didapat lewat pacaran, kenapa? Maksiat lebih mudah dilakukan bila sebelum menikah sudah bilang cinta, pegang pegang tangan, nah jadi nanti ketika di pernikahan, bisa jadi dia begitu ke wanita lain. Memang, tidak semua pacaran berujung zina, tapi zina diawali dengan pacaran. Urusan menikah adalah urusan masa depan. Bibit dan tanah harus unggul.

Nah, kalau tidak dengan pacaran, gimana dong? Inilah indahnya Islam, ada cara yang gaulnya mari kita sebut dengan ATM, Amati, Taaruf, Menikah. Dalam Islam, bukan hanya saling menyukai satu sama lain, tapu yang penting adalah butuh kecintaan pada hal yang sama. Kalau cintanya sudah pada hal yang sama, maka akan lebih mudah. Yaitu cinta kepada Allah. Pacaran tidak ada korelasinya dengan langgengnya pernikahan. Kalau menikah, mencintai hal yang sama, maka insya Allah akan langgeng.

Tapi, taaruf ini jangan disamakan dengan pacaran islami atau pacaran syariah ya. Taaruf hanya dilakukan bila sudah siap menikah. Pada prosesnya pun taaruf tidak boleh berkhalwat. Memang tidak ada batasan waktu, tapi jangan terlalu lama proses taarufnya. Selain itu ngga boleh ngejip atau dikenal engan nge tag. Itu namanya ngambil rezeki orang. Jadi kalau memang iya, disegerakan, kalau belum siap, harus mengikhlaskan.

Menikah, bukanlah proses yang instan, persiapannya harus sudah lama, bahkan sejak belum punya calon sudah harus bersiap. Kita harus memantaskan diri, kita harus mampu meyakinkan bahwa kita sudah siap dan mampu. So does perempuan, sebelum ada yang ngelamar, perempuan juga sudah harus mulai bersiap, belajar ngurus anak, masak, dan yang terpenting, belajar membedakan mana yang haq dan mana yang bathil.

Umumnya, bapaknya wanita akan melakukan fit and proper test. Intinya sih, beliau harus yakin kalai anaknya bisa diperlakukan sebagaimana bapaknya memperlakukan dan membahagiakan. Oleh karena itu, bapaknya wanita selalu berpikir membahagiakan anaknya sebelum diambil orang. Maka, pacaran itu adalah proses pengkhianatan kepada bapak kita.

Taaruf adalah proses saling mengenali satu sama lain berlandaskan kecintaan karena Allah. Maka, pilihlah wanita karena ketaatannya, kalau sudah begini, urusan ke belakang akan lebih mudah. Karena keluar satu hadits, atau ajaran, maka istri pasti akan manut, karena tau, itu adalah perintah Allah. Nah, ada satu hadits yang harus dihafalkan oleh istrinya ust Felix waktu sebelum menikah, tapi saya lupa nyatat nih versi aslinya, huhu, tapi intinya ada 4 kriteria istri yang diridhoi Allah

  1.  Istri yang penyayang
  2. Istri yang banyak anak
  3. Istri yang paling manfaat untuk suaminya (menyenangkan saat bersama, merindukan ketika berpisah)
  4. Saat istri/ suami marah, dia tidak akan tahan lama lama, dan akan menghambur ke suami dan meminta maaf agar suaminya kembali ridho

Saat ini anggaplah kita sedang puasa, ketika puasa memang godaan ada dimana mana, tapi kalau kita icip2, curi2 waktu untuk mokel, maka ketika kita buka puasa pasti sudah gaada gregetnya lagi. Sama dengan menjaga hati. Sebagai penutup materinya, persiapan pertama yang harus kita lakukan apa? Ngaji. Bukan sekedar membunyikan quran, tapi mengkaji isinya dan materi materi lainnya bersama orang yang memiliki ilmu. Dengan kita belajar mengenai Islam, maka persiapan kita akan jadi persiapan yang paling baik. Jangan lupa kondisikan orang tua kita tentang mindset kita tentang taaruf dan kriteria yang kita inginkan. Persiapkan sejak belum ada calon, insya Allah akan dilancarkan sampai menikah. Aamiin.

Sekian share materinya, semoga membawa manfaat bagi siapapun yang membaca, silakan disebarkan bagi yang membutuhkan. Semoga kita senantiasa terjaga hatinya, diluruskan niatnya untuk menjaga hati, karena percaya lah jodoh bukanlah seperti sandal jepit yang bisa tertukar. Tulang rusuk pasti akan kembali kepada pemiliknya. Kita hanya perlu percaya, bahwa rencana Allah selalu lebih indah daripada yang kita rencanakan.

Wassalamuaikum wr.wb.

NARASI MUHAMMAD

oleh: Anis Matta, Lc

“Aku bisa berdoa kepada Allah untuk menyembuhkan butamu dan mengembalikan penglihatanmu. Tapi jika kamu bisa bersabar dalam kebutaan itu, kamu akan masuk surga. Kamu pilih yang mana?”

Itu dialog Nabi Muhammad dengan seorang wanita buta yang datang mengadukan kebutaannya kepada beliau, dan meminta didoakan agar Allah mengembalikan penglihatannya. Dialog yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Ibnu Abbas itu berujung dengan pilihan yang begitu mengharukan: “Saya akan bersabar, dan berdoalah agar Allah tidak mengembalikan penglihatanku.”

Beliau juga bisa menyembuhkan seperti Nabi Isa, tapi beliau menawarkan pilihan lain: bersabar. Sebab kesabaran adalah karakter inti yang memungkinkan kita survive dan bertahan melalui seluruh rintangan kehidupan. Kesabaran adalah karakter orang kuat. Sebaliknya, tidak ada jaminan bahwa dengan bisa melihat, wanita itu akan bisa melakukan lebih banyak amal saleh yang bisa mengantarnya ke surga. Tapi di sini, kesabaran itu adalah jalan pintas ke surga. Selain itu, penglihatan adalah fasilitas yang kelak harus dipertanggungjawabkan di depan Allah, karena fasilitas berbanding lurus dengan beban dan pertanggungjawaban. Ada manusia, kata Ibnu Taimiyah, lebih bisa lulus dalam ujian kesulitan yang alatnya adalah sabar ketimbang ujian kebaikan yang alatnya adalah syukur.

Nabi Muhammad juga berperang seperti Nabi Musa. Bahkan Malaikat Jibril pun pernah meminta beliau menyetujui untuk menghancurkan Thaif. Tapi beliau menolaknya. Sembari mengucurkan darah dari kakinya beliau malah balik berdoa: “Saya berharap semoga Allah melahirkan dari tulang sulbi mereka anak-anak yang akan menyembah Allah.”

Muhammad bisa menyembuhkan seperti Isa. Juga bisa membelah laut seperti Musa. Bahkan bulan pun bisa dibelahnya. Muhammad punya dua jenis kekuatan itu: soft power dan hard power. Muhammad mempunyai semua mukjizat yang pernah diberikan kepada seluruh Nabi dan Rasul sebelumnya. Tapi beliau selalu menghindari penggunaannya sebagai alat untuk meyakinkan orang kepada agama yang dibawanya. Beliau memilih kata. Beliau memilih narasi. Karena itu mukjizatnya adalah kata: Al-Qur'an. Karena itu sabdanya pun di atas semua kata yang mungkin diciptakan semua manusia.

Itu karena narasi bisa menembus tembok penglihatan manusia menuju pusat eksistensi dan jantung kehidupannya: akal dan hatinya. Jauh lebih dalam daripada apa yang mungkin dirasakan manusia yang kaget terbelalak seketika menyaksikan laut terbelah, atau saat menyaksikan orang buta melihat kembali.

reblog from Kayyis Hawari.

Cuba baca✐ Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya seperti tanduk besar) yang memekakkan telinga, seluruh makhluk mati kecuali Izrail & beberapa malaikat yang lain. Selepas itu, Izrail pun mencabut nyawa malaikat yang tinggal dan akhirnya nyawanya sendiri.

✐ Selepas semua makhluk mati, Tuhan pun berfirman mafhumnya “Kepunyaan siapakah kerajaan hari ini?” Tiada siapa yang menjawab. Lalu Dia sendiri menjawab dengan keagunganNya “Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” Ini menunjukkan kebesaran & keagunganNya sebagai Tuhan yg Maha Kuasa lagi Maha Kekal Hidup, tidak mati.

✐ Selepas 40 tahun, Malaikat Israfil a.s. dihidupkan, seterusnya meniup sangkakala untuk kali ke-2, lantas seluruh makhluk hidup semula di atas bumi putih, berupa padang Mahsyar (umpama padang Arafah) yang rata tidak berbukit atau bulat seperti bumi.

✐ Sekelian manusia hidup melalui benih anak Adam yg disebut “Ajbuz Zanbi” yang berada di hujung tulang belakang mereka. Hiduplah manusia umpama anak pokok yang kembang membesar dari biji benih.

✐ Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Mereka tidak rasa malu kerana pada ketika itu hati mereka sangat takut dan bimbang tentang nasib & masa depan yang akan mereka hadapi kelak.

✐ Lalu datanglah api yang berterbangan dengan bunyi seperti guruh yang menghalau manusia, jin dan binatang ke tempat perhimpunan besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa). Ketika itu, ibu akan lupakan anak, suami akan lupakan isteri, setiap manusia sibuk memikirkan nasib mereka.

✐ Setelah semua makhluk dikumpulkan, matahari dan bulan dihapuskan cahayanya, lalu mereka tinggal dalam kegelapan tanpa cahaya. Berlakulah huru-hara yang amat dahsyat.

✐ Tiba-tiba langit yang tebal pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah SWT. Seluruh makhluk terkejut melihat saiz malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan.

✐ Kemudian matahari muncul semula dengan kepanasan yang berganda. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Ulama berkata jika matahari naik di bumi seperti keadaannya naik dihari Kiamat nescaya seluruh bumi terbakar, bukit-bukau hancur dan sungai menjadi kering. Lalu mereka rasai kepanasan dan bermandikan peluh sehingga peluh mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelam mereka bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan mereka berlanjutan sehingga 1000 tahun.

✐ Terdapat satu telaga kepunyaan Nabi Muhammad SAW bernama Al-Kausar yang mengandungi air yang hanya dapat diminum oleh orang mukmin sahaja. Orang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaganya. Jika diminum airnya tidak akan haus selama-lamanya. Kolam ini berbentuk segi empat tepat sebesar satu bulan perjalanan. Bau air kolam ini lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Ia mempunyai saluran yang mengalir dari syurga.

✐ Semua makhluk berada bawah cahaya matahari yang terik kecuali 7 golongan yang mendapat teduhan dari Arasy. Mereka ialah:

ⅰ- Pemimpin yang adil.

ⅱ- Orang muda yang taat kepada perintah Allah.

ⅲ- Lelaki yang terikat hatinya dengan masjid.

ⅳ- Dua orang yang bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah.

ⅴ- Lelaki yang diajak oleh wanita berzina, tetapi dia menolak dengan berkata “Aku takut pada Allah”.

ⅵ- Lelaki yg bersedekah dengan bersembunyi (tidak diketahui orang ramai).

ⅶ- Lelaki yang suka bersendirian mengingati Allah lalu mengalir air matanya kerana takutkan Allah.

✐ Oleh kerana tersangat lama menunggu di padang mahsyar, semua manusia tidak tahu berbuat apa melainkan mereka yang beriman, kemudian mereka terdengar suara “pergilah berjumpa dengan para Nabi”. Maka mereka pun pergi mencari para Nabi. Pertama sekali kumpulan manusia ini berjumpa dengan Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal kerana Nabi Adam a.s menyatakan beliau juga ada melakukan kesalahan dengan Allah SWT. Maka kumpulan besar itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s
., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. (semuanya memberikan sebab seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah SAW. Jarak masa antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan.

✐ Lalu berdoalah baginda Nabi Muhammad SAW ke hadrat Allah SWT. Lalu diperkenankan doa baginda.

✐ Selepas itu, terdengar bunyi pukulan gendang yang kuat hingga menakutkan hati semua makhluk kerana mereka sangka azab akan turun. Lalu terbelah langit, turunlah arasy Tuhan yang dipikul oleh 8 malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20 ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga ‘Arasy itu tiba dibumi.

✐ 'Arasy ialah jisim nurani yang amat besar berbentuk kubah (bumbung bulat) yang mempunyai 4 batang tiang yang sentiasa dipikul oleh 4 malaikat yang besar dan gagah. Dalam bahasa mudah ia seumpama istana yang mempunyai seribu bilik yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Ia dilingkungi embun yang menghijab cahayanya yang sangat kuat.

✐ Kursi iaitu jisim nurani yang terletak di hadapan Arasy yang dipikul oleh 4 malaikat yang sangat besar. Saiz kursi lebih kecil dari 'Arasy umpama cincin ditengah padang . Dalam bahasa mudah ia umpama singgahsana yang terletak dihadapan istana.

✐ Seluruh makhluk pun menundukkan kepala kerana takut. Lalu dimulakan timbangan amal. Ketika itu berterbanganlahkitab amalan masing-masing turun dari bawah Arasy menuju ke leher pemiliknya tanpa silap dan tergantunglah ia sehingga mereka dipanggil untuk dihisab. Kitab amalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah / Raqib & 'Atid / Kiraman Katibin.

✐ Manusia beratur dalam saf mengikut Nabi dan pemimpin masing- masing. Orang kafir & munafik beratur bersama pemimpin mereka yang zalim. Setiap pengikut ada tanda mereka tersendiri untuk dibezakan.

✐ Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad SAW, dan amalan yang pertama kali dihisab adalah solat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah.

✐ Apabila tiba giliran seseorang hendak dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab mereka lalu diserahkan, lalu pemiliknya mengambil dengan tangan kanan bagi orang mukmin dan dengan tangan kiri jika orang bukan mukmin.

✐ Semua makhluk akan dihisab amalan mereka menggunakan satu Neraca Timbangan. Saiznya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai lidah dan 2 daun. Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.

✐ Acara ini disaksikan oleh Nabi Muhammad SAW dan para imam 4 mazhab untuk menyaksikan pengikut masing-masing dihisab.

✐ Perkara pertama yang diminta ialah Islam. Jika dia bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang bahkan amalan buruk tetap akan ditimbang.

✐ Ketika dihisab, mulut manusia akan dipateri, tangan akan berkata- kata, kaki akan menjadi saksi. Tiada dolak-dalih dan hujah tipuan. Semua akan di adili oleh Allah Ta'ala dengan Maha Bijaksana.

✐ Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada orang ramai untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang dibicara sehinggalah seluruh makhluk berpuas hati dan dibenarkannya menyeberangi titian sirat.

✐ Syafaat Nabi Muhammad SAW di akhirat :

ⅰ- Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepatkan hisab.

ⅱ- Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab.

ⅲ- Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka.

(Semua syafaat ini tertakluk kepada keizinan Allah SWT.)

✐ Para nabi dan rasul serta golongan khawas juga diberikan izin oleh Tuhan untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. Mereka ini berjumlah 70 000. Setiap seorang dari mereka akan mensyafaatkan 70 000 orang yang lain.

✐ Setelah berjaya dihisab, manusia akan mula berjalan menuju syurga melintasi jambatan sirat. Siratul Mustaqim ialah jambatan (titian) yang terbentang dibawahnya neraka. Lebar jambatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan ia lebih tajam dari mata pedang. Bagi orang mukmin ia akan dilebarkan dan dimudahkan menyeberanginya.

✐ Fudhail bin Iyadh berkata perjalanan di Sirat memakan masa 15000 tahun. 5000 t
ahun menaik, 5000 tahun mendatar dan 5000 tahun menurun. Ada makhluk yang melintasinya seperti kilat, seperti angin, menunggang binatang korban dan berjalan kaki. Ada yang tidak dapat melepasinya disebabkan api neraka sentiasa menarik kaki mereka, lalu mereka jatuh ke dalamnya.

✐ Para malaikat berdiri di kanan dan kiri sirat mengawasi setiap makhluk yang lalu. Setiap 1000 orang yang meniti sirat, hanya seorang sahaja yang Berjaya melepasinya. 999 orang akan terjatuh ke dalam neraka.

Rujukan:
Kitab Aqidatun Najin karangan Syeikh Zainal Abidin Muhammad Al-y
Fathani. Pustaka Nasional Singapura 2004.

☞ Jika sekiranya kalian ingin mengumpul saham akhirat, sampaikanlah ilmu ini kepada sahabat² yang lain. Sepertimana sabda Rasulullah SAW:
❝ Sampaikanlah pesananku walaupun satu ayat. ❞

🎂 HUKUM MENGUCAPKAN SELAMAT ULTAH / MILAD 🎁

👉 Ternyata Ulang Tahun TIDAK ADA Dalam Al Quran… Tetapi Ada Dalam Injil Matius 14 : 6 Dan Injil Markus 6 : 21

Mungkin kurangnya pengetahuan mengenai “ke-Aqidah-an“, masih banyak ummat Islam yang mengikuti ritual paganisme ini.

Apalagi gencarnya media televisi dan media massa lainnya mempublikasikan seremonialnya yang megah.

Ditambah lagi kebiasaan ini sudah jamak dan menjadi hal yang seakan-akan wajib apabila ada anggota keluarga, rekan atau sahabat yang memperingati hari lahirnya.

Dan tak kurang kelirunya sejak di Taman Kanak-kanak dan SD sudah diajarkan secara praktek langsung bahkan ada termaktub dalam buku-buku kurikulum mereka. Wallahu a’lam.

Semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka.

Pada masa-masa awal Nasrani generasi pertama (Ahlul Kitab / kaum khawariyyun / pengikut nabi Isa) mereka tidak merayakan Upacara UlangTahun, karena mereka menganggap bahwa pesta ulang tahun itu adalah pesta yang munkar dan hanya pekerjaan orang kafir Paganisme.

Pada masa Herodeslah acara ulang tahun dimeriahkan sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 14:6;
Tetapi pada HARI ULANG TAHUN Herodes, menarilah anak Herodes yang perempuan, Herodiaz, ditengah-tengah meraka akan menyukakan hati Herodes. (Matius 14 : 6)

Dalam Injil Markus 6:21
Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada HARI ULANG TAHUNNYA mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. (Markus 6:21)

👉 *Look at the Bible, Matthew 14 : 6 and Mark 6:21;*
celebrating of birthday is Paganism, and Jesus (Isa, peace be upon him) doesn’t to do it, but Herod.

👉 *Matthew 14:6 :*
“But when Herod’s birthday was kept, the daughter of Herodias danced before them, and pleased Herod.”

Orang Nasrani yang pertama kali mengadakan pesta ulang tahun adalah orang Nasrani Romawi..!!!

Beberapa batang lilin dinyalakan sesuai dengan usia orang yang berulang tahun. Sebuah kue ulang tahun dibuatnya dan dalam pesta itu, kue besar dipotong dan lilinpun ditiup.
(Baca buku : Parasit Aqidah. A.D. El. Marzdedeq, Penerbit Syaamil, hal. 298)

Sudah menjadi kebiasaan kita mengucapkan selamat ulang tahun kepada keluarga maupun teman, sahabat pada hari ULTAHnya. Bahkan tidak sedikit yang aktif dakwah (ustadz dan ustadzah) pun turut larut dalam tradisi jahiliyah ini.

Sedangkan kita sama-sama tahu bahwa tradisi ini
👉 TIDAK PERNAH DIAJARKAN OLEH NABI KITA YG MULIA MUHAMMAD ﷺ
dan kita ketahui Rasulullah adalah orang yang paling mengerti cara bermasyarakat, bersosialisasi, paling tahu bagaimana cara menggembirakan para sahabat-sahabatnya.

Rasulullah paling mengerti bagaimana cara mensyukuri hidup dan kenikmatannya.

Rasulullah paling mengerti bagaimana cara menghibur orang yang sedang bersedih.

Rasulullah adalah orang yang PALING MENGERTI CARA BERSYUKUR dalam setiap hal yang di dalamnya ada rasa kegembiraan.

Adapun tradisi ULANG TAHUN ini merupakan tradisi orang-orang Yahudi, Nasrani dan kaum pagan, maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk menyelisihinya.

👉 Apakah Rasulullah pernah melakukannya ?

👉 Apakah para sahabat Rasululah pernah melakukannya ?

👉 Apakah para Tabi’in dan Tabiut tabi’in pernah melakukannya ?

Padahal Herodes itu sudah hidup pada jaman Nabi Isa.

Apakah Rasulullah mengikuti tradisi ini ? Apakah 3 generasi terbaik dalam Islam melakukan ritual paganisme ini ?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sebaik-baik umat manusia adalah generasiku (sahabat), kemudian orang-orang yang mengikuti mereka (tabi’in) dan kemudian orang-orang yang mengikuti mereka lagi (tabi’ut tabi’in).”
(Muttafaq 'alaih)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda :
“Kamu akan mengkuti cara hidup orang-orang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehingga jika mereka masuk kedalam lobang biawak kamu pasti akan memasukinya juga”. Para sahabat bertanya, ”Apakah yang engkau maksud adalah kaum Yahudi dan Nasrani wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: ”Siapa lagi jika bukan mereka?!”.

Rasulullah bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُم
ْ“ Man tasabbaha biqaumin fahua minhum”
(Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.”
( HR. Ahmad dan Abu Daud dari Ibnu Umar).

Allah berfirman;

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُم
ْOrang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
(QS. Al Baqarah : 120)

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran , pengelihatan, dan hati, semuannya itu akan diminta pertanggung jawabannya.
(QS. Al-Isra’:36)

“… dan kamu mengatakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikitpun juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.”
(QS. an-Nuur : 15)

Janganlah kita ikut-ikutan, karena tidak mengerti tentang sesuatu perkara. Latah ikut-ikutan memperingati Ulang Tahun, tanpa mengerti darimana asal perayaan tersebut.

Ini penjelasan Nabi tentang sebagian umatnya yang akan meninggalkan tuntunan beliau dan lebih memilih tuntunan dan cara hidup diluar Islam.

Termasuk juga diantaranya adalah peringatan perayaan ULTAH, meskipun ditutupi dengan label SYUKURAN, SELAMATAN atau ucapan selamat MILAD atau Met MILAD, BAARAKALLAHU FII UMRIK agar seakan-akan kelihatan lebih Islami.

Ingatlah ! Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasul shalallahu'alaihi wasallam.

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدّ
ٌ
“Barangsiapa beramal dengan suatu amalan yang “tidak ada perintah dari kami padanya” maka amalan tersebut TERTOLAK (tidak diterima oleh Allah).” [HR. Muslim]

Rasulullah, para sahabat, tabi’in dan tabiut tabi’in adalah orang yang PALING MENGERTI AGAMA ISLAM.

Mereka tidak mengucapkan dan tidak memperingati Ulang Tahun, walaupun mungkin sebagian manusia menganggapnya baik.

Pahamilah “Kaidah” yang agung ini;

لو كان خيرا لسبقون اليه

*“Lau Kaana Khairan Lasabaquuna ilaihi”*

SEANDAINYA PERBUATAN ITU BAIK, MAKA MEREKA (RASULULLAH, PARA SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN) PASTI LEBIH DAHULU MENGAMALKANNYA.

Karena mereka yg paling tahu tentang nilai sebuah kebaikan, daripada kita yang hidup di jaman sekarang ini.

Jika kita mau merenung apa yang harus dirayakan atau disyukuri
BERKURANGNYA usia kita?
Semakin dekatnya kita dengan KUBUR?
SUDAH SIAPKAH kita untuk itu?
Akankah kita bisa merayakannya tahun depan?

Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُون
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri MEMPERHATIKAN apa yang telah diperbuatnya UNTUK HARI ESOK (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)

Seorang muslim dia dituntut untuk MUHASABAH setiap hari, karena setiap detik yang dilaluinya TIDAK akan pernah kembali lagi sampai nanti dipertemukan oleh ALLAH pada hari penghisaban , yang tidak ada yang bermanfaat pada hari itu baik anak maupun harta kecuali orang yang menghadap ALLAH dengan membawa hati yang ikhlas dan amal yang soleh.

Jadi, alangkah baiknya jika tradisi jahiliyah ini kita buang jauh-jauh dari diri kita, keluarga dan anak-anak kita dan menggantinya dengan tuntunan yg mulia yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallama..

Untuk Wanita2 yang Mencukupkan Allah Saja sebagai Pemback-up dirinya

Bismillahirrahmanirrahim …

🌻Siapakah Kau, Wanita Sempurna?

🌹Ketika akhirnya saya dilamar oleh seorang lelaki, saya luruh dalam kelegaan. Apalagi lelaki itu, kelihatannya ‘relatif’ sempurna. Hapalannya banyak, shalih, pintar. Ia juga seorang yang sudah cukup matang, mapan, kurang apa coba?

🌹betul!! Saya sombong! Ketika melihat para lajang, kemudian saat diwisuda sebagai pengantin, saya secara tak sadar membanding2kan, lebih keren mana suaminya dengan suami saya. Sampai akhirnya air mata saya harus mengucur begitu deras, ketika suatu hari menekuri 3 ayat terakhir surat At-Tahrim.

🌹Sebenarnya, sebagian besar ayat dalam surat ini sudah mulai saya hapal sekitar 10 tahun silam, saat saya masih semester awal kuliah.

🌹Akan tetapi, banyak hapalan saya menguap, dan harus kembali mengucur bak air hujan ketika saya menjadi satu grup dengan seorang calon hafidzah di kelompok pengajian yang rutin saya ikuti. Ini terjemah ayat tersebut:

🌴66:10. Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)”.

🌴66:11. Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim”,

🌴66: 12. dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.

💥SEBUAH KONTRADIKSI💥
Ada 4 orang yang disebut dalam 3 ayat tersebut. Mereka adalah Istri Nuh, Istri Luth, Istri Firaun dan Maryam. Istri Nuh, dan Istri Luth adalah symbol perempuan kafir, sedangkan Istri Firaun dan Maryam, adalah symbol perempuan beriman.

🌹Saya terkejut, takjub dan ternganga ketika menyadari bahwa ada sebuah kontradiksi yang sangat kuat. Allah memberikan sebuah permisalan nan ironis. Mengapa begitu? Isteri Nuh dan Isteri Luth adalah contoh wanita yang berada dalam pengawasan lelaki2 shalih. Suami-suami mereka setaraf Nabi (bandingkan dengan suami2 kita! Tak ada apa-apanya, bukan?).

Akan tetapi mereka berkhianat, sehingga dikatakanlah kepada mereka, waqilad khulannaaro ma’ad daakhiliin…

🌹Sedangkan antitesa dari mereka, Allah bentangkan kehidupan Isteri Fir'aun(Asiyah binti Muzahim) dan Maryam Hebatnya, Isteri Fir'aun adalah istri dari seorang thaghut, pembangkang sejati yang berkoar-koar menyebut “ana rabbukumul a’la.”

🌹Dan Maryam, ia bahkan tak memiliki suami. Ia rajin beribadah, dan Allah tiba-tiba berkehendak meniupkan ruh dalam rahimnya. Akan tetapi, cahaya iman membuat mereka mampu tetap bertahan di jalan kebenaran. Sehingga Allah memujinya, wa kaanat minal qaanithiin…

❤WANITA SEMPURNA❤

🌹Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. bersabda: ”Sebaik-baik wanita penghuni surga itu adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Asiyah binti Muzahim istri Firaun, dan Maryam binti Imran.” (HR. Ahmad 2720, berderajat shahih).

🌹Empat Wanita itu dipuji sebagai sebaik-baik wanita penghuni surga. Akan tetapi, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam masih membuat strata lagi dari 4 orang tersebut. Terpilihlah dua wanita yang disebut sebagai wanita sempurna. Rasul bersabda, “Banyak lelaki yang sempurna, tetapi tiada wanita yang sempurna kecuali Asiyah Binti Muzahim istri Firaun dan Maryam binti Imran.

🌹Sesungguhnya keutamaan Asiyah Binti Muzahim dibandingkan sekalian wanita adalah sebagaimana keutamaan bubur roti gandum dibandingkan dengan makanan lainnya.” (Shahih al-Bukhari no. 3411).

🌹Inilah yang membuat saya terkejut! Bahkan wanita sekelas Fathimah dan Khadijah pun masih ‘kalah’ dibanding Asiyah Binti Muzahim Istri Fir’aun dan Maryam binti Imran. Apakah gerangan yang membuat Rasul menilai semacam itu? Ah, saya bukan seorang mufassir ataupun ahli hadits.

🌹Namun, dalam keterbatasan yang saya mengerti, tiba-tiba saya sedikit meraba-raba, bahwa penyebabnya adalah karena keberadaan SUAMI

🌹Khadijah, ia wanita hebat, namun ia tak sempurna, karena ia diback-up total oleh Rasul terkasih Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam, seorang lelaki hebat dan nyaris sempurna.

Fathimah, ia dahsyat, namun ia tak sempurna, karena ada Ali bin Abi Thalib ra, seorang pemuda mukmin yang tangguh luar biasa keimanannya

🌹Sedangkan Asiyah Binti Muzahim??? Saat ia menanggung deraan hidup yang begitu dahsyat, kepada siapa ia menyandarkan tubuhnya????, karena justru yang menyiksanya adalah orang terdekatnya yaitu suaminya sendiri Raja Fir'aun

🌹Siksaan2 yang membuat ia berdoa, dengan gemetar, “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim.” Siksaan suami yang membuat nyawanya terbang, ah… tidak mati, namun menuju surga. Mendapatkan rizki dan bersukaria dengan para penduduk akhirat.

🌹Bagaimana pula dengan Maryam? Ia seorang lajang yang dipilih Allah untuk menjadi ibunda bagi Nabi Isa. Kepada siapa ia mengadu atas tindasan kaumnya yang menuduh ia sebagai pezina??? Pantas jika Rasul menyebut mereka: Wanita Wanita sempurna…

🌹JADI……. YANG MENGANTAR KE SYURGA, Adalah AMALAN2 Kita, bukan karena (sekadar) lelaki shalih yang menjadi pendamping kita. Suami yang baik, memang akan menuntun kita menuju jalan ke surga, mempermudah kita dalam menjalankan perintah agama.

🌹Namun…. jemari akan teracung pada para wanita yang dengan kelajangannya (namun bukan sengaja melajang), atau dengan kondisi suaminya yang memprihatinkan (yang juga bukan karena kehendak kita), ternyata tetap bisa istiqomah, beramal dan cemerlang dalam cahaya iman yang kuat, kokoh, teguh.

Kalian adalah Maryam-Maryam dan Asiyah-Asiyah, yang lebih hebat dari Khadijah-Khadijah dan Fathimah-Fathimah.

🌹Sebaliknya, alangkah hinanya para wanita yang memiliki suami-suami nan shalih, namun pada kenyataannya, mereka tak lebih dari istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth. Yang alih-alih mendukung suami dalam dakwah, namun justru menggelendot manja, “Mas… kok pergi pengajian terus sih, sekali-kali libur dong!” Atau, “Mas, aku pengin punya ini itu yang bagus, cari duit yang banyak ga pentinglah cara ngedapetinnya…”

🌹Benar, bahwa istri hebat ada di samping suami hebat. Namun, lebih hebat lagi adalah istri yang tetap bisa hebat meskipun ditakdirkan bersuamikan orang tak hebat, atau bahkan tetap melajang karena berbagai sebab nan syar’i. Dan betapa rendahnya istri yang tak hebat, padahal suaminya orang shalih dan membentangkan baginya berbagai kemudahan untuk menjadi hebat. Hebat sebagai hamba kesayangan Allah Ta’ala
Wallahu a’lam bish-shawwab.

(By: Afifah Afra)

Sumber : Ustad Arsal di grup wa MA2

LANGIT PALESTINA

“Samaa’ Filistin Laisat ka ghairiha”, Langit Palestina tidak seperti langit lainnya.

Ketika langit Amerika dan Rusia pernah sibuk menembak-nembak langit dengan roketnya nan berapi, Palestina memiliki kisahnya sendiri. Langitnya menjadi saksi dinaikkannya Nabi Isa alaihissalam, tatkala salah satu muridnya, Yudas, berkhianat membantu musuh tuk membunuh beliau. Iapun kelak akan jadi langit yang menurunkannya kembali di hari-hari berat yang Rasulullah kabarkan dengan teliti.

Ketika langit ibukota negara di seluruh dunia meledakkan kembang api raksasa nan berjuta-juta di malam tahun baru, disiarkan berbagai stasiun televisi sebagai kebanggaan yang ditradisi, langit Palestina punya kisahnya sendiri.

Ialah langit yang jadi gerbang Rasulullah Muhammad bermi'raj dari Masjid Al Aqsha menuju Sidratul Muntaha. Langit berkah yang bintang-bintangnya berbahagia bisa menyinari Rasulullah tatkala mengimami para Nabi dan Rasul di pelataran Al Aqsha nan diberkahi.

Jika langit di seluruh negeri sedunia dipenuhi dengan lalu lalang pesawat canggih dan teknologi radar yang mutakhir, Palestina memiliki istimewanya sendiri. Bukankah teramat indah ketika malaikat-malaikat berlalu lalang menjaga langitnya, membantu para mujahid dalam setiap aksi mereka menumpas penjajah zionis. Telah berlaku banyak keajaiban di langit Palestina, dan akan terus berlaku sampai kelak Israfil meniup sangkakala dari atas Shakhrah Masjid Al Aqsha. Pertanda semua wangsa Adam haruslah berkumpul di sekelilingnya, pertanggungjawabkan amal perbuatan selama hidup di atas dunia.

Langit Palestina, tak seperti langit yang lain…

@edgarhamas

Al Bukhari meriwayatkan dari Qatadah, dari Anas bin Malik bahwa Nabi Muhammad SAW menceritakan peristiwa Isra’. Beliau berkata, “Ketika saya sedang berbaring di Hajar Aswad, tiba-tiba ada yang datang kepadaku. Salah seorang di antara mereka berbicara kepada yang di tengah, “Belahlah di antara ini dan ini.” Jarud bertanya, “Apa maksudnya?” Qatadah menjawab, “Antara bagian atas dadanya sampai paling bawah bagian perutnya.” Qatadah juga pernah berkata, “Di antara dadanya sampai bagian bawah perutnya.”

Rasulullah kemudian berkata, “Lalu dia mengeluarkan hatiku. Lalu didatangkan wadah yang terbuat dari emas yang dipenuhi dengan keimanan dan hikmah. Dia membersihkan hatiku dan menutupnya kembali. Setelah itu didatangkan kepadaku kendaraan yang tingginya di bawah Bighal, rendahnya di atas keledai, dan warnanya putih.” Jarud bertanya, “Apakah itu Buraq, wahai Abu Hamzah?” Dia menjawab, “Ya, langkahnya sejauh pandangannya.” Rasul berkata, “Aku menaikinya dan berangkat bersama Jibril, hingga sampai di langit dunia, lalu minta dibukakan. Kemudian kami ditanya, “Siapa ini?” Jibril menjawab, “Jibril.” Dia bertanya, “Bersama siapa?” Jibril menjawab, “Bersama Muhammad.” Dia bertanya lagi, “Apakah dia sudah diutus?” Jibril menjawab, “Ya.” Kemudian dia berkata, “Selamat datang! Sebaik-baik orang yang datang telah tiba.” Kemudian dia membukakan pintu kepada kami. Setelah kami masuk, tiba-tiba di sana ada Nabi Adam as. Jibril berkata, “Ini bapakmu, Adam. Ucapkan salam kepadanya.” Kemudian aku mengucapkan salam kepadanya. Lalu beliau menjawab salam kami. Beliau berkata, “Selamat datang kepada anak dan Nabi yang shaleh.”

Kami meneruskan perjalanan, naik ke langit kedua. Kami minta dibukakan. Penjaganya bertanya, “Siapa ini?” Jibril menjawab, “Jibril.” Dia bertanya, “Bersama siapa?” Jibril menjawab, “Bersama Muhammad.” Dia bertanya lagi, “Apakah dia sudah diutus?” Jibril menjawab, “Ya.” Kemudian dia berkata, “Selamat datang! Sebaik-baik orang yang datang telah tiba.” Setelah itu kami dibukakan pintu. Setelah kami masuk, ternyata ada Nabi Isa as dan Nabi Yahya as. Jibril berkata, “Mereka adalah Nabi Yahya dan Nabi Isa. Ucapkan salam kepada mereka.” Aku mengucapkan salam kepada mereka. Kemudian mereka menjawab salamku, “Selamat datang kepada saudara dan Nabi yang shaleh.”

Kemudian kami melanjutkan naik ke atas, menuju langit yang ketiga. Kami minta dibukakan. Penjaganya bertanya, “Siapa ini?” Jibril menjawab, “Jibril.” Dia bertanya, “Bersama siapa?” Jibril menjawab, “Bersama Muhammad.” Dia bertanya lagi, “Apakah dia sudah diutus?” Jibril menjawab, “Ya.” Kemudian dia berkata, “Selamat datang! Sebaik-baik orang yang datang telah tiba.” Setelah itu kami dibukakan pintu. Setelah kami masuk, ternyata ada Nabi Yusuf as. Jibril berkata, “Dia Nabi Yusuf.” Aku mengucapkan salam kepadanya. Kemudian beliau menjawab salamku, “Selamat datang kepada saudara dan Nabi yang shaleh.”

Kemudian kami melanjutkan naik ke atas, menuju langit yang keempat. Kami minta dibukakan. Penjaganya bertanya, “Siapa ini?” Jibril menjawab, “Jibril.” Dia bertanya, “Bersama siapa?” Jibril menjawab, “Bersama Muhammad.” Dia bertanya lagi, “Apakah dia sudah diutus?” Jibril menjawab, “Ya.” Kemudian dia berkata, “Selamat datang! Sebaik-baik orang yang datang telah tiba.” Setelah itu kami dibukakan pintu. Setelah kami masuk, ternyata ada Nabi Idris as. Jibril berkata, “Dia Nabi Idris.” Aku mengucapkan salam kepadanya dan beliau menjawabnya. Beliau berkata, “Selamat datang kepada saudara dan Nabi yang shaleh.”

Kemudian kami melanjutkan naik ke atas, menuju langit yang kelima. Kami minta dibukakan. Penjaganya bertanya, “Siapa ini?” Jibril menjawab, “Jibril.” Dia bertanya, “Bersama siapa?” Jibril menjawab, “Bersama Muhammad.” Dia bertanya lagi, “Apakah dia sudah diutus?” Jibril menjawab, “Ya.” Kemudian dia berkata, “Selamat datang! Sebaik-baik orang yang datang telah tiba.” Setelah itu kami dibukakan pintu. Setelah kami masuk, ternyata ada Nabi Harun as. Jibril berkata, “Dia Nabi Harun.” Aku mengucapkan salam kepadanya dan beliau menjawab, “Selamat datang kepada saudara dan Nabi yang shaleh.”

Kemudian kami melanjutkan naik ke atas, menuju langit yang keenam. Kami minta dibukakan. Penjaganya bertanya, “Siapa ini?” Jibril menjawab, “Jibril.” Dia bertanya, “Bersama siapa?” Jibril menjawab, “Bersama Muhammad.” Dia bertanya lagi, “Apakah dia sudah diutus?” Jibril menjawab, “Ya.” Kemudian dia berkata, “Selamat datang! Sebaik-baik orang yang datang telah tiba.” Setelah itu kami dibukakan pintu. Setelah kami masuk, ternyata ada Nabi Musa as. Jibril berkata, “Dia Nabi Musa.” Aku mengucapkan salam kepadanya dan beliau menjawabnya, “Selamat datang kepada saudara dan Nabi yang shaleh.” Ketika kami melewatinya, Nabi Musa menangis. Ditanya mengapa beliau menangis, Jibril menjawab bahwa dia menangis karena melihat umat Muhammad lebih banyak yang masuk surga daripada umatnya.

Kemudian kami melanjutkan naik ke atas, menuju langit yang ketujuh. Kami minta dibukakan. Penjaganya bertanya, “Siapa ini?” Jibril menjawab, “Jibril.” Dia bertanya, “Bersama siapa?” Jibril menjawab, “Bersama Muhammad.” Dia bertanya lagi, “Apakah dia sudah diutus?” Jibril menjawab, “Ya.” Kemudian dia berkata, “Selamat datang! Sebaik-baik orang yang datang telah tiba.” Setelah itu kami dibukakan pintu. Setelah kami masuk, ternyata ada Nabi Ibrahim as. Jibril berkata, “Dia Nabi Ibrahim.” Aku mengucapkan salam kepadanya dan beliau menjawabnya, “Selamat datang kepada saudara dan Nabi yang shaleh.”

Kemudian aku naik ke Sidratul Muntaha, yang tumbuh-tumbuhannya besar-besar. Daun-daunnya seperti telinga gajah. Jibril berkata, “Ini Sidratul Muntaha. Ia mempunyai sungai, dua sungai tidak tampak dan dua lagi tampak.” Aku berkata kepadanya, “Coba jelaskan lagi, wahai Jibril.” Jibril menjelaskan, “Dua sungai yang tidak tampak itu letaknya di surga. Sedangkan dua sungai yang tampak itu adalah Sungai Nil dan Eufrat.” Kemudian Rasulullah naik ke Baitul Makmur. Setiap hari ada tujuh puluh ribu malaikat memasukinya. Kemudian didatangkan kepadaku segelas khamr, segelas susu, dan segelas madu, dan aku mengambil susunya. Jibril berkata, “Itu adalah pilihan engkau dan umatmu.” Setelah itu diwajibkan kepadaku lima puluh shalat setiap harinya. Setelah itu aku kembali dan bertemu Nabi Musa. Beliau bertanya kepadaku, “Apa yang diperintahkan kepadamu?” Aku menjawab, “Saya diperintahkan shalat lima puluh kali setiap hari.” Beliau berkata, “Umatmu tidak akan mampu melaksanakan shalat lima puluh kali dalam sehari. Saya sudah menerapkannya kepada umat sebelum kamu, dan aku paksakan kepada Bani Israel. Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah pengurangan demi umatmu.” Aku kembali dan mendapatkan keringanan sepuluh. Aku kembali ke Nabi Musa, dan beliau mengatakan seperti sebelumnya. Kemudian aku kembali dan mendapatkan keringanan sepuluh. Aku kembali dan lagi-lagi beliau menyuruhku kembali untuk memohon keringanan. Aku mendapatkan sepuluh keringanan lagi. Hingga aku diperintahkan melaksanakan shalat sepuluh kali dalam sehari. Namun setelah kembali ke Nabi Musa, beliau lagi-lagi meminta aku melakukan seperti sebelumnya, hingga aku diperintahkan melaksanakan shalat lima kali dalam sehari. Kemudian aku kembali kepada Nabi Musa, beliau bertanya, “Dengan apa engkau diperintah?” Aku menjawab, “Saya diperintahkan shalat lima kali dalam sehari.” Beliau berkata, “Umatmu tidak akan mampu melaksanakan shalat lima kali sehari, dan saya sudah mencoba menerapkannya kepada umat sebelum kamu, dan memaksakannya kepada Bani Israel. Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan demi umatmu.” Aku menjawab, “Saya sudah memohon kepada-Nya sampai saya malu. Akan tetapi saya rela dan pasrah.” Setelah Rasulullah melewati Musa, terdengar suara memanggil, “Kewajibanku telah engkau bawa dan ibadahku telah engkau ringankan.”

MENDIDIK ANAK WANITA (TIPS PARENTING)

Bagaimana melindungi anak perempuan di era sekarang? Sumber: @SuperbMother by : bendri jaisyurrahman (twitter : @ajobendri)

1| Berbahagialah orangtua yg dikaruniakan anak wanita sebab Rasulullah telah menjamin baginya surga jika sabar dan sukses mendidiknya

2| Barangsiapa yg diuji dengan memiliki anak wanita, lalu ia asuh mereka dengan baik, maka anak itu akan menjadi penghalangnya dari api neraka (HR.Bukhari)

3| Sebagian orangtua menganggap remeh mendidik anak wanita, bahkan lebih mengunggulkan anak laki. Padahal wanita adalah tiang peradaban dunia

4| Itulah kenapa, jika gagal mendidik anak wanita berarti kita telah memutus kebaikan untuk generasi masa depan

5| Gagal mendidik anak wanita berarti kelak kita akan kekurangan #ibubaik di masa depan. Dan ujung-ujungnya rusaklah masyarakat

6| Ajarilah anak wanita kita akan keutamaan menjaga kesucian diri bukan sekedar menjaga keperawanan. Suci dan perawan itu beda !

7| Perawan terkait dengan faktor fisik, dimana selaput dara tidak robek. Sementara suci terkait dgn faktor akhlak dan sikap

8| Banyak wanita yang bisa jadi masih perawan tapi tidak suci. Ia membiarkan badannya disentuh, bibirnya dikecup lelaki lain, asal tidak bersetubuh

9| Sementara banyak juga wanita yg tidak perawan atas sebab kecelakaan, terjatuh, tapi masih suci. Sebab ia tak biarkan lelaki lain menyentuhnya

10| Quran memberikan gelar wanita terbaik kepada Maryam tersebab ia selalu menjaga kesucian dirinya dalam kata, sikap dan tingkah laku

11| Maryam tak sembarang gaul dengan lelaki asing. Maka, saat ia dinyatakan hamil, ia tetap suci di mata Allah

12| Demikian pula dengan Bunda Khadijah, istri rasulullah yg tidak lagi perawan tapi digelari ‘Ath Thohirah’ atau wanita suci

13| Dari rahim wanita suci kelak muncul generasi berkualitas. Nabi Isa adalah bukti keberkahan dari wanita yg menjaga kesuciannya

14| Maka, tugas utama ortu yang memiliki anak wanita adalah mengingatkan pentingnya kesucian bukan sekedar keperawanan

15| Ajarkan anak wanita utk bersikap sepatutnya terhadap lelaki asing atau yg bukan mahram. Ramah boleh tapi tetap jaga kemuliaan diri

16| Saat anak wanita belum baligh atau masih anak2, ajarkan ia utk membedakan 3 jenis sentuhan : pantas, meragukan dan haram

17| Sentuhan pantas itu muaranya kasih sayang. Ini dilakukan oleh orang lain kepada anak wanita yg belum baligh di bagian sekitar kepala dan pundak

18| Sentuhan yg meragukan. Yakni antara kasing sayang versus nafsu. Biasanya berpindah-pindah tempat. Dari kepala turun ke bahu trus ke pinggang

19| Jika sudah melewati batas bahu, yakni ke pinggang, atau ke perut, ajarkan anak utk menolak dgn kalimat “Aku gak suka ah”

20| Terakhir, sentuhan haram yakni di wilayah sekitar kemaluan dan buah dada. Ajarkan anak kemampuan utk menolak dan menghindar 

21| Dengan mengajari anak wanita kita tentang sentuhan, mengajarkan juga kepada mereka tentang berharganya tubuh mereka. Tidak sembarangan disentuh

22| Selain itu, ajarkan juga kepada anak wanita kita tentang siapa itu saudara, sahabat, kenalan dan orang asing. Sikapi dgn beda

23| Buat anak wanita tidak membutuhkan sosok lelaki lain yg jadi 'pahlawan’ nya selain ayah, kakek dan kakak kandungnya

24| Saat mereka tumbuh remaja, tak jual murah dirinya demi dicintai lelaki lain. Sebab sudah ada sosok lelaki idola dalam hidupnya, khususnya ayahnya

25| Sebagian besar remaja wanita yg memutuskan untuk pacaran, karena tak punya lelaki idola di rumahnya sebagai tempat berbagi

26| Dengan ayah dan kakak kandung tidak akrab. Sehingga ia membutuhkan figur lelaki lain. Akhirnya, perlahan kesuciannya pudar. Jadilah mereka anak cabe-cabean

27| Itulah kenapa AYAH perlu hadir dalam jiwa anak wanita sedari dini. Harus ada ikatan batin di antara mrk agar anak wanita tak cari idola lain

28| Ayah harus sering berkomunikasi dengann anak wanita nya saat dalam kandungan. Saat lahir, anak mengenali suara ayahnya pertama kali yg didengar

29| Saat lahir, jadikan wajah AYAH lebih banyak discan dalam memori anak. Hadirkan ekspresi saat menggendong anak 

30| Ikatan batin antara ayah dan anak wanita ini memberi pengaruh saat anak tumbuh dewasa dan mengalami persoalan hidup

31| Saat anak wanita mulai jatuh cinta, ia akan jadikan AYAH sebagai mentor cintanya. Tak ingin ditipu lelaki buaya. Nasehat ayah jadi panduan

32| Saat anak wanita siap menikah, ia mencari sosok lelaki yg seperti ayahnya. Atau setidaknya pilihan ayahnya

33| Bahkan saat anak wanita menjalani gonjang ganjing pernikahan. Ia tak butuh lelaki lain sebagai tempat curhat. Ayahnya lah yg jadi labuhan

34| Peran ayah dalam menjaga kesucian anak wanita amatlah vital. Rusaknya moral anak wanita saat ini salah satunya karena ketidakterlibatan ayah dalam mengasuh

35| Karena itu, ajaklah para ayah agar terlibat dalam pengasuhan. Tak cuma sekedar cari nafkah. Tapi peduli akan anaknya khususnya yg wanita

36| Semoga anak wanita di negeri ini selalu jaga kesuciannya sehingga lahir generasi yg diberkahi. Sekian. Mohon maaf jika tak berkenan.

Bismillah, Mari jadi Ayah dan Ibu yg baik di masa mendatang. Insya Allah. Semoga kita semua terus bersabar untuk ber-istiqomah dan menjadi salah satu golongan yg selamat di akhir zaman . Aamiin 

Kisah Di Sebalik Asal-Usul Solat 5 Waktu

Sembahyang lima waktu yang diwajibkan ke atas umat Nabi Muhammad SAW yang merupakan penghulu bagi segala anbia yang juga merupakan nabi dan rasul akhir zaman pada hakikatnya mempunyai nilai yang cukup tinggi kerana proses penerimaan perintah sembahyang oleh Rasulullah itu sendiri bukannya satu kerja mudah.

Berbanding dengan nabi-nabi lain yang mula melakukan sembahyang atas beberapa faktor, tetapi ibadat sembahyang yang diwajibkan ke atas umat Nabi Muhammad SAW diterima perintah oleh baginda secara terus dari Allah dengan baginda dibawa ke Sidratul Muntaha yang letaknya melepasi lapisan langit ketujuh. Sidratul Muntaha itu sendiri adalah tempat yang tidak boleh didatangi oleh manusia lain, kecuali Nabi Muhammad, malah para malaikat juga tidak boleh ke sana.

Pemergian baginda SAW pada malam 27 Rejab tahun ke-11 kerasulan baginda (yakni dalam tahun 622 Masihi) dinamakan Israk Mikraj yang mana selain daripada menerima perintah kewajipan sembahyang, baginda juga berpeluang berjumpa dengan para nabi dan rasul, malah berkesempatan beramah mesra. Rasulullah juga dipertontonkan dengan manusia yang menanggung seksa kerana memusuhi Allah dan Rasul-Nya serta mereka yang menikmati nikmat kerana bertakwa kepada Allah. Pada mulanya sembahyang yang diperintahkan adalah sebanyak 50 waktu.

Macam mana pun atas cadangan dan desakan Nabi Musa a.s. yang menyebabkan Rasulullah SAW berulang alik naik turun Sidratul Muntaha, maka jumlah waktu sembahyang hanya tinggal lima waktu sehari semalam sahaja. Nabi Musa yang merasakan jumlah sembahyang lima waktu sehari semalam itu akan malas dilakukan oleh umat Nabi Muhammad meminta baginda membuat rayuan pengurangan jumlah waktu sembahyang tetap baginda enggan kerana malu kepada Allah.

SUBUH

Manusia pertama yang mengerjakan sembahyang subuh adalah Nabi Adam a.s. iaitu ketika baginda keluar dari syurga lalu diturunkan ke dunia.

Semasa dikeluarkan dari syurga dan diturunkan ke dunia kerana kesalahan memakan buah khuldi yang dilarang, yang pertama yang dilihat oleh bagi ialah kegelapan. Baginda berasa sangat takut. Macam mana pun apabila fajar menjelang Subuh dunia mulai terang dan kerana bersyukur apabila dunia mula menampakkan akan terang dan tidak gelap lagi, Nabi Adam a.s. pun bersembahyang dua rakaat. Rakaat pertama sembahyang baginda adalah sebagai tanda bersyukur kerana baginda terlepas dari kegelapan malam manakala rakaat kedua adalah bersyukur kerana siang telah menjelma.

ZUHUR

Manusia pertama yang mengerjakan solat Zuhur ialah Nabi Ibrahim a.s. iaitu tatkala Allah SWT memerintahkan baginda agar menyembelih anak baginda Nabi Ismail a.s. sebagai melepas nazar baginda.

Seruan itu datang pada waktu tergelincir matahari (bertepatan dengan waktu Zohor), lalu sujudlah Nabi Ibrahim sebanyak empat rakaat. Rakaat pertama kerana bersyukur bagi penebusan, rakaat kedua tanda bersyukur kerana dibukakan dukacitanya dan juga anaknya, rakaat ketiga: tanda bersyukur dan memohon keredaan Allah SWT manakala rakaat keempat tanda bersyukur kerana korbannya digantikan dengan tebusan kibas.

ASAR

Manusia pertama yang mengerjakan solat Asar ialah Nabi Yunus a.s. tatkala baginda dikeluarkan oleh Allah SWT dari perut ikan Nun. Ikan Nun telah memuntahkan Nabi Yunus di tepi pantai, sedang ketika itu telah masuk waktu Asar. Sebagai tanda syukur kerana dikeluarkan dari perut ikan Nun, maka Nabi Yunus a.s. bersembahyang empat rakaat kerana baginda telah diselamatkan oleh Allah daripada 4 kegelapan iaitu:

Rakaat pertama tanda syukur dari bebas dari kelam dengan kesalahan, rakaat kedua bersyukur kerana kelam dengan air laut, rakaat ketika kerana kelam malam dan rakaat keempat kerana kelam perut ikan Nun.

MAGHRIB

Manusia pertama yang mengerjakan solat Maghrib ialah Nabi Isa a.s. iaitu ketika baginda dikeluarkan oleh Allah SWT dari kejahilan dan kebodohan kaumnya, yang di kala itu telah terbenamnya matahari. Kerana tanda bersyukur bagi sembahyang tiga rakaat dengan rakaat tanda bersyukur kerana baginda berjaya menafikan ketuhanan selain dari Allah yang Esa, rakaat tanda bersyukur kerana berjaya menafikan tohmahan ke atas bonda baginda Siti Mariam yang telah dituduh melakukan perbuatan sumbang manakala rakaat ketiga tanda bersyukur kerana berjaya menyatakan kepada kaum baginda bahawa Tuhan itu hanya satu iaitu Allah SWT, tiada dua atau tiganya.

ISYAK

Manusia pertama yang mengerjakan solat Isyak ialah Nabi Musa a.s.. Pada ketika itu, Nabi Musa telah tersesat untuk mencari jalan keluar dari negeri Madyan. Sedang dalam dadanya penuh dengan perasaan dukacita kerana sesat ekoran doa seorang alim yang diupah oleh Firaun agar mendoakan supaya Nabi Musa a.s.

Orang alim dan doanya sangat mustajab itu pada mulanya enggan akur kepada arahan Firaun dan enggan menerima upahan dalam bentuk jongkong emas kerana diketahuinya bahawa Nabi Musa a.s. adalah nabi dan rasul.

Hasil siasatan oleh pegawai-pegawai perisikan Firaun mendapati orang alim itu sangat sayangkan isteri dan dia adalah seorang suami yang sering mengalah kepada isteri.

Kelemahan itu diambil kesempatan oleh Firaun dengan memberi upah emas kepada isteri orang alim itu supaya meminta suaminya berdoa supaya Nabi Musa a.s. sesat di padang pasir negeri Madyan. Bila diminta dan dirayu dan direngek oleh isterinya, orang alim itu tidak dapat menolak. Bagaimanapun, dia memberi syarat akan berdoa dalam kandang kuda.

Orang alim itu menyangka bila berdoa pada tempat yang kotor, doanya tidak akan mustajab. Macam mana pun doanya tetap mustajab dan Nabi Musa a.s. tersesat manakala orang alim itu mati dalam keadaan berdosa kerana mengikut kemahuan Firaun.

Bagaimana Allah SWT menghilangkan semua perasaan dukacitanya Nabi Musa a.s. apabila beliau akhirnya tidak lagi sesat dan ketika itu adalah waktu Isyak yang akhir. Sebagai tanda syukurnya, Nabi Musa bersembahyang empat rakaat dengan rakaat pertama tanda syukur kerana baginda akan dapat kembali ke pangkuan isteri dan kampung halaman. Rakaat kedua tanda bersyukur kerana dapat bersua kembali dan berganding bahu dengan saudara Nabi Harun a.s. bagi menyampaikan seruan Allah. Rakaat ketiga pula kerana selamat daripada tindakan Firaun manakala rakaat keempat tanda bersyukur selamat daripada pengkhianatan anak Firaun terhadap baginda dan umat baginda yang bertakwa.