mushafs

Uthman ibn Affan (radiAllahu 'anhu) on the Language of the Qur'an

Narrated Anas (raa): Uthman (radiAllaahu ‘anhu) called Zaid bin Thabit (radiAllaahu 'anhu), Abdullah bin Az-Zubair (radiAllaahu 'anhu), Said bin Al-’As (radiAllaahu 'anhu) and ‘AbdurRahman bin Al-Harith bin Hisham (radiAllaahu 'anhu), and then they wrote the manuscripts of the Holy Qur’an in the form of book in several copies.

‘Uthman (radiAllaahu 'anhu) said to the three Quraishi persons.

“If you differ with Zaid bin Thabit (radiAllaahu 'anhu) on any point of the Quran, then write it in the language of Quraish, as the Quran was revealed in their language.”

So they acted accordingly. [Zaid bin Thabit (radiAllaahu 'anhu) was an Ansari and not from Quraish].

[Virtues and Merits of the Prophet (sallAllaahu 'alayhi wasallam) and his Companions – Sahih Bukhari: Volume 4, Book 56, Hadith no. 709]

koynuma kilitlediğin o mushaf yön tutmuyor, bir avuç kül kaldı geriye bütün yazdıklarımdan …seni anlamak için hayat ve kitaplar yetiyor, lakin her ayrılığın sonunda yaşanan sessizliğin karşılığı hangi sözlükten bakılacak?”

Murathan MUNGAN

Sejenak bersama Al-Qur'an

Mungkin ada diantara kita yang sering lupa hafalan Al-Qur'annya sehingga takut untuk menambah, dan memfokuskan muroja'ah itu itu saja.

Lupa, itu hal yang wajar. Sudah menjadi tabiat manusia, dan tidak bisa dihindari. Jika kita mau berpikir, dibalik lupa ada hikmah yang sangat besar sekali.

1. Bisa jadi Allah ingin dengan sifat itu agar kita senantiasa membuka mushaf dan mengulang-ulang hafalan. Bukan setelah hafal terus tidak di ulang.

2. Coba bayangkan seandainya sifat ini tidak ada. Tentu orang yang telah menjadi HAFIZH tidak akan pernah lagi membuka mushaf Al-Qur'annya. Sebab untuk apa dibuka jika ia masih mengingat hafalannya dan tidak pernah lupa. Wal hasil mushaf Al-Qur'an tidak akan ada gunanya lagi setelah ia menjadi HAFIZH.

3. Yang lebih penting lagi adalah dengan adanya sifat ini, kita semakin rajin membaca Al-Qur'an bahkan bisa dibilang setiap jam kita habiskan bersama Al-Qur'an, maka jadilah Al-Qur'an sebagai sahabat terbaik kita dimanapun kita berada.

Jadi, tidak perlulah kita takut lupa, karena itu wajar. Tetap lanjutkan hafalan kita tetapi jangan lupakan muroja'ah ketika sudah semangat-semangatnya menghafal. Sering saya jumpai ketika seseorang sedang semangat-semangatnya menghafal dia malas untuk muroja'ah hingga akhirnya semakin hari semakin banyak ayat yang hilang. Kalau sudah seperti itu semakin malaslah seseorang untuk muroja'ah.

Dan tidak kalah penting adalah tetapkan waktu. Kapan harus menghafal dan kapan harus muroja'ah. Mungkin ada hari dimana tidak menghafal akibat jenuh atau turunnya iman, terapi usahakan “tiada hari tanpa muroja'ah hafalan”

Kenapa?

Karena muroja'ah itu lebih sulit dari menghafal, membutuhkan kesabaran dan keuletan lebih dari menghafal.

Belum lagi seseorang yang ia mempunyai kesibukkan selain dengan Al-Qur'an, tentunya lebih besar lagi cobaannya.

Bahkan ketika seseorang telah memiliki hafalan banyak, muroja'ah itu menjadi wajib setiap waktu, dan menambah hafalan itu menjadi sunnah.

Sedikit tips ketika iman lagi futur dan malas-malasnya dalam menghafal atapun muroja'ah adalah bertemanlah dengan para penghafal Al-Qur'an. Jika tidak ada minimal bacalah tulisan mereka yang juga lagi berproses menghafal Al-Qur'an. Insya Allah, semangat itu akan muncul lagi.

Jika saya ditanya apa yang sering saya lakukan ketika malas, maka saya lebih suka menulis dan membaca tulisan kawan-kawan yang berisi tentang kebaikan.

Biasanya saya uka baca tulisannya pak @quraners . Tulisannya banyak membahas tentang Al-Qur'an, tips, dan trik dalam menghafal. Namanya juga quraneeers pastinya tentang Al-Qur'an kan ya…

Ada pula tulisan dari @udashidiq banyak dibahas tentang tafsir dan banyak hikmah yang bisa dipetik.

Hmm siapa lagi ya, sepengetahuan saya hanya tulisan mereka saja yang saya suka jika sudah membahas tentang Al-Qur'an.

Inti dari tulisan ini adalah sederhana saja. Menambah hafalan itu baik, namun muroja'ah hafalan itu penting. Biar tidak lari-lari hafalannya…

Surabaya dalam perjuangan || Jum'ah, 07.57, 15.07.16 || @andromedanisa

Even if you haven’t opened your mushaf since Ramadan, don’t shy away from opening it now. Don’t worry about the fact you’ve neglected it, just go read even if it be a few lines, go read and ponder over the speech of the Most Merciful.

I used to complain why Allah makes it so hard on me to live with non muslim family, can’t pray as i would like to, have to hide my abaya, my mushaf and so on. But what a blessing! SubhanAllah !!!
Yesterday I was praying a Magrib prayer, door locked, but still in rush scared they will realize what i am doing, but when I went sujood suddenly I saw how blessed I am. I’m always worried if I be able to pray next salah and it makes me remember Allah all day long subhanallah. Controling time, being scared if i miss prayer , waiting for a right time to close door and pray just makes me think of it and remember it. Is that not a blessing.??? Ya Allah, forgive me for I was blind 😢
How many times we complain about something, while it may be a blessing from Allah subhanahu wa ta'ala.
Trust him, for he is with you in your happines and your sorrow ❤

anonymous asked:

If I'm on my period can I still read the Quran on an app on my phone ? Without saying the words but reading with my eyes? Are we allowed to say the words when it's our time of the month? Try for your answer

Assalam Alaikom,

If you’re on your phone you can read the Quran because it is not a physical mushaf.

As for the second, there is a difference in opinion because of the word “read” vs. “recite” which some say recitation is from memory and if you have it memorized then you may.

I’m of the opinion that you’re completely allowed to read and recite.

Read here: http://formyummah.tumblr.com/post/145631835378/asalam-alaykoum-if-im-not-mistaken-when-we-r-on

And here: http://formyummah.tumblr.com/post/145676669663/assalaamu-alaykum-do-you-have-any-posts-on-what

Verse from the Quran – 2:186 – The Heifer

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

When My servants ask you about Me, say that I am near. I respond to the call of one who calls, whenever he calls to Me: let them, then, respond to Me, and believe in Me, so that they may be rightly guided.

Originally found on: awaaasha