mu'jizat

Allah kah yang memerintahkanmu untuk ini wahai Ibrohim? Jika iya, Allah tak akan menyia-nyiakan kita

Bagian perempuan dalam islam melebihi setengah diantara pembesar-pembesar ummat ini, baik itu dengan perbuatannya atau perbuatan anak-anaknya yang dididik melalui tangan mereka.

Allah memerintahkan kekasihnya Ibrohim ‘alaihissalam untuk meninggalkan istrinya Siti Hajar yang ketika itu dalam masa menyusui anaknya Isma'il di lembah yang tak ada tumbuh-tumbuhan di kota Hijaz dekat bukit Faron dan Ibrohim kembali ke Palestina.
Siti Hajar bertanya kepada suaminya dengan berlinang air mata, tetapi Nabi Ibrahim tidak menjawab apa-apa. Lalu Siti Hajar bertanya kembali, “Apakah Allah yang memerintahkanmu..?”
Nabi Ibrahim bergetar dan menganggukkan kepalanya. Dari sini muncullah jawaban yang berasal dari hati dan perasaan seorang wanita besar yang menjadi sebab namanya selalu ada sepanjang zaman, Siti Hajar menjawab dengan segenap rasa percayanya : “Jika iya, Maka Allah tak akan menyia-nyiakan kita..”

Perempuan ini memberitahukan kita tentang kaidah ketuhanan yang masih ada hingga zaman kita sekarang, yaitu :
“Siapa yang melaksanakan perintah Allah, maka Allah tak akan menyia-nyiakannya selamanya”
Tulisan ini telah tertulis dengan tinta emas yang nantinya akan membawa nama Ummu Isma'il hingga hari qiyamat kelak.

Sungguh sesuatu yang menakjubkan bagi kita yang berputus-asa dan kehilangan harapan karena beratnya masalah yang dihadapi. Jika kita mau berpikir bahwa berjalannya ibu kita lalu kembali lagi hingga akhirnya menemukan akhir yang manis, tak lain semua itu adalah berawal dari langkah kecil dari langkah-langkah yang rasanya mustahil. Yang beliau yakini sedari awal adalah yakin kepada Allah, kemudian setelah itu berusaha dengan segala kemampuan yang ada, berjalan antar sofa dan marwa agar bisa menyusui anaknya yang tersiksa dengan rasa haus dan lapar yang luar biasa. Saat itu Allah tau bahwa perempuan ini berusaha sedemikian rupa adalah karena iman dan amal yang ada padanya, seketika itu turunlah perintah Allah yang mudah ((كن))

Keluarlah dari jari-jari kaki bayi mungil itu air yang dari setiap tetesannya itu ada arti kemenangan dan kekal, dan air itu terus keluar sebagai bentuk mu'jizat ditengah-tengah padang pasir mekkah yang sangat tandus hingga hari ini. Seolah-olah Allah mengatakan kepada kita jika kemenangan telah lahir tak akan ia berakhir.
Maka camkan lah bahwa kemenangan mestilah menjadi sumpahmu dipenghujung, meskipun banyak cemooh dari orang lain. Seperti ibunda kita Hajar yang ketika melihat antar sofa dan marwa terbayang tak akan ada sumber kehidupan disana, tapi dengan segenap keyakinannya pada Allah dan mengerahkan usaha berjalan bolak balik hingga tujuh kali, akhirnya berkatalah Allah (kun).

Iman, ilmu lalu amal

Fa izaa ‘azamta fatawakkal 'alallaahi……

Sc : miah 'uzhomak hlm 25

@ucirahmadani Semoga kita bisa menjadi ibu yang juga melahirkan generasi-generasi terbaik untuk islam @aisyahadisya @unihanii @andinafisyah @menyapamentari @rumahati @hairaria @qoyim30 @ulfarodia @fairaisy