model wanita

riskakurma  asked:

Assalamualaikum, boleh minta pendapat bagaimana pandangan Islam tentang dunia modeling bagi kaum perempuan berjilbab ?

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh @riskakurma

Perempuan identik dengan “keindahan”, dalam Islam.. wanita sedemikian dimuliakan dan dihormati dengan turunnya perintah agar ‘menutup’ keindahannya, tidak sembarang orang yang boleh melihatnya.

Sebab turunnya surat Al-Ahzab ayat 59, sebagai perintah untuk berpakaian tertutup bagi wanita-wanita terhormat agar berbeda dari hamba sahaya.

Filosofi keindahan dalam Islam, bukan dibuka dan di eksploitasi, melainkan ditutupi dengan syar'i dan itu membuat kalian semakin berharga. Apalagi jika dibarengi dengan keindahan jiwa, Kita semua tidak dianggap mencintai Allah hingga kita mencintai ketaatan kepada-NYA, untuk melaksanakan perintah-NYA.

Sedangkan modelling adalah kebalikan dari “menutup” atau “menyembunyikan”. Jika ternyata keindahan yang Allah perintahkan untuk ditutup, lalu di umbar dengan bergaya secantik mungkin, dengan efek semanis dan seindah mungkin, bukankah itu sudah menyalahi aturan menutup aurat?

Dipoles dengan nama apapun, dikemas dalam bentuk apa saja, dibawakan dengan nama seislami mungkin sekalipun, yang namanya ajang kecantikan ataupun dunia modelling tetap tujuannya “mengekspoitasi” wanita, kasarnya “mempertontonkan” kecantikan, agar orang yang melihat tertarik.

Lalu di mana izzah dan iffah seorang muslimah ketika ia memutuskan untuk menutup auratnya dengan sempurna, namun memilih untuk menjadi modelling? “Hijab” pun menjadi kehilangan makna ketika hampir semua perempuan tanpa peduli dengan nilai yang harus ada menyertai baju takwa tersebut.

Dan kita lihat, banyak yang “terbius” oleh standarisasi kecantikan yang dibuat oleh media-media sekuler. Sampai-sampai mengabaikan perintah Tuhannya sendiri.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,.“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita yang BERPAKAIAN TAPI TELANJANG, BERLENGGAK LENGGOK, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128).

“Dan janganlah kalian (para wanita) bertabarruj (sering keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu…” (QS. Al-Ahzab/33:33).

“… Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka, dan JANGANLAH MENAMPAKKAN perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan (menepuk) kaki mereka, agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nuur/24: 31).

Rasa malu adalah cabang keimanan, rasa malu harusnya menjadi “perhiasan” terbaik bagi Muslimah, diperintahkan menutup aurat (QS. Al-Ahzab 59) dan menundukkan pandangan bagi laki-laki maupun perempuan (QS. An-Nuur 30-31), supaya bisa saling menjaga iman, agar Muslimah TIDAK diperhatikan sembarang orang. Bukan malah jadi hiasan dan menggoyahkan iman lawan jenis yang tentunya kita tidak tau, apakah yang melihat adalah orang-orang yang mampu menahan pandangannya, ataukah orang mempunyai penyakit di hatinya.

Dalam perintah shalat saja, tempat terbaik bagi muslimah adalah dirumahnya. Kenapa? karena hakikatnya perintah tersebut bertujuan menjaga kehormatan  wanita muslimah itu sendiri, agar tetap ‘tersembunyi’. Perintah ini datang dari Dzat Yang Maha Memiliki Hikmah, Dzat yang lebih tahu tentang perkara yang memberikan maslahat bagi hamba-hamba-Nya.

Lalu apa kabar dengan dunia modelling? Semoga hati cerdas kita yang menjawab.