mini hary

Untukmu, yang berulangkali membuatku jatuh hati...

Untukmu, yang berungkali membuatku  jatuh cinta pada sosok yang sama…

Selamat malam kamu yang sedang jauh dari pelukan.. :)

Ini tulisanku tentang kamu yang entah sudah sampai di aksara keberapa. Malam ini, atmosfer malam sedang cantik-cantiknya untuk kupuji, hingga dia tampak begitu cerah untuk menemani aku menuliskan tentang kamu.

Hari ini hari minggu. Hows Day? Sudah berapa banyak orang yang kamu temui? Sudah berapa banyak bahagia yang kamu dapati? Mungkin juga ada luka? Aku tau, lelahmu sudah pasti sedemikian banyaknya untuk kamu ceritakan. Malam juga sudah siap menidurkan kamu dan bintangpun seolah ingin bertanya apa saja yang sudah kamu capai untuk hari ini.

Mala mini masih saja  terlihat cantik. Manis. Walaupun bulan tidak sedang bertemu gerhana, tapi rasanya masih ingin mengingat segala hal baik tentang seorang yang selalu tau bagaimana cara membuat aku menginginkannya. Sebut saja; kamu.

Aku hanya sekedar penulis biasa, yang hanya bisa memujamu dengan aksara. Aku sudah mahir menuliskan tentangmu, bahkan diammu sekalipun mampu kuaksarakan dengan anggun. Mungkin, untuk orang sepertimu, ini hanyalah tulisan tanpa arti yang sedkit atau memang berlebihan untuk dibaca. Namun, untuk beberapa orang penikmat, atau bahkan peramu aksara seperti aku ini adalah nyawa, rasa, atau bahkan wicara yang hanya dengan menulis mereka bsa mengungkapkan segalanya :). Kamu masih kesulitan memahami duniaku? Mari aku ajarkan membuat puisi, dan nanti buatkan satu untukku.. :)

Untuk kamu, yang sedang jauh dari tatapan..

Aku merindukanmu. Malam ini, angin begitu tenang hingga rinduku mungkin bisa saja terdengar. Aku merindukan segala malam tentang kita. Hujan kita, kursi tua kita, ramainya kota kita. Lampu-lampu itu, anak-anak kecil yang sedang berkeliaran disekitar kita–segalanya. Semuanya tentang kita. Aku rindu memelukmu kala malam. Aku rindu tawamu, rasa acuhmu, segalanya tentangmu yang tak bisa datang sendiri dan menunggu untuk kucari.

Kau tau aku mencintaimu. Mencintai caramu berpikir, mencintai caramu menyikapi waktu, dan lagi-lagi segalanya. Aku suka menuliskan tentangmu. Aku suka caramu bertutur, aku suka caramu mengalah untukku, aku suka caramu merengkuhku di malam dingin hingga aku terbuai, larut dalam pelukan hangatmu. Aku suka caramu menatap dunia, dan lagi-lagi… aku jatuh cinta padamu untuk yang kesekian kali.

Kamu selalu tau cara membuat aku menangis sedih, namun kamu juga selalu tau cara untuk membuatku menginginkanmu kembali. Kamu selalu tau bagaiamana cara membuat aku takut kehlanganmu. Kamu selalu tau kapan waktu disaat aku benar-benar bisa jatuh hati padamu di ujung waktu, dan kamu selalu punya seribu cara membuat aku menangis bahagia karenamu.

Untuk kamu, yang sedang kucintai hatinya..

Kamu tau, aku selalu menyayangimu. Seolah tanpa berakhir, seperti tdak pernah terpikir. Kamu tau, aku selalu memperhatikan setiap inchi perpindahanmu. Ingatlah bahwa ketika aku bertanya tentang sesuatu yang akan kamu lakukan, bukan berarti aku hanya sekedar ingin tahu. Lebih dari itu, aku mengkawatirkanmu. Mengkhawatirkan setiap apa yang kamu lakukan. Jatuh sakitmu, lelahmu, atau bahkan ketika hujan membasahimu melebihi peluh di dahimu. Aku tau, kamu pasti tau, aku selalu diam memendam ketika nama-nama itu mulai kamu ceritakan dengan bebasnya. Nama-nama yang juga menghasi setiap harimu, pagimu, siangmu, malammu. Aku tau, aku bukan satu-satunya dan tak mungkin menjadi yang pertama. Namun setidaknya, aku pernah merasa bahagia karenamu.

Untuk kamu yang sedang kutuliskan ceritanya..

Entah akan jadi apa kita selanjutnya. Entah apa rencana Tuhan dalam menjadikanmu sebagai siapa nanti. Apapun, ketika waktu mulai menjawab dan keadaan mulai bisa menerima siapa kita. Untuk saat ini, biarkan aku merasa cukup dengan kita. Tolong, jangan pernah memaksaku untuk mencari siapa dan apa yang terbaik melebihi kamu. Aku hanya mahir menuliskan sebuah impian, cerita tentangmu, luka yang membalut setiap cerita dan ketika nanti akan tiba masanya aku akan menjemput masa itu. Entah masih tetap memperjuangkanmu sebagai seseorang yang kuminta namanya pada Tuhan atau hanya sebatas memasuki hatimu sebagai tempat singgah. Yang jelas, aku cukup bahagia bersamamu—saat ini; apapun kita.

 Maafkan aku atas segala sikapku yang kerapkali tidak menyenangkanmu,maafkan aku yang tak bisa memahami bagaimana cara untuk tunjukkan maksudku. Maafkan aku dan rasaku atas keadaan ini..

Selamat malam, kamu yang berulang kali membuat aku jatuh hati.

 

Tak ada keraguan. Aku mencintaimu, kini dan nanti…