mie rebus

#45

Bagaimana kamu ingin dicintai?

Aku ingin dicintai seperti caramu memandang kue cucur hangat di pagi hari usai lari. Mata sipitmu berbinar demikian cemerlang, seolah baru saja menemukan ratusan peti harta karun emas dari perompak yang terdampar. Kamu menikmati tiap gigitan itu dengan gegas, menyadari bahwa panas kue cucur itu tak akan membuatmu menghentikan nikmat yang telah kamu puja sejak lama.

Aku ingin dicintai seperti caramu memasak indomie. Dengan kesabaran yang tekun, merajang pelan rawit merah sama panjang, menanti hingga beberapa saat sebelum matang untuk memasukan telur. Kamu selalu setia menanti agar telur itu tak masak sempurna, karena kamu tahu, lelehan kuning telur paling sedap dimakan ketika ia beradu dengan mie rebus yang bertabur rawit merah dan sawi hijau.

Aku ingin dicintai seperti caramu berjalan di tepi pantai. Langkah pelan menikmati setiap pijakan kaki telanjangmu di pasir. Menyesap angin, aroma laut, dan ombak yang sesekali membasahi kaki mungkilmu. Caramu tersenyum ketika angin menerbangkan rambutmu. Kebersamaan yang membuat camar dan kepiting menyimpan dengki karena cemburu yang mesra.

Aku ingin dicintai seperti caramu bernyanyi di karaoke setelah kerja. Lepas, gembira, dan penuh semangat. Tak peduli suara parau, melengking sumbang, kamu hanya ingin lepas, ingin berbagi, dan menikmati setiap nada yang ada. Menyanyikan apa yang kamu pikir sebagai suara hati, sesuatu yang kamu pendam, untuk kemudian kelelahan dan lelah mendengkur tidur nantinya.

Aku ingin dicintai seperti caramu mendukung tim bola favoritmu. Dengan kesabaran yang maha tabah. Mencintai tak harus dengan kegemilangan, bahwa kekalahan, kemarahan, dan kesedihan adalah bagian dari perjuangan panjang kebahagiaan. Bagaimana kamu selalu menjawab dengan kepala tegak, bahwa kamu tak akan membiarkan Liverpool berjalan sendiri.

Aku ingin dicintai seperti caramu merelakan yang tak bisa dimiliki. Seperti saat kita berpisah. Seperti saat kita memutuskan untuk tak lagi bersama. Kamu tahu bahwa kadang kepergian hanyalah satu cara untuk menjaga kebahagiaan bersama. Barangkali juga cara agar kita tetap waras dan tak memelihara kebencian satu sama lain.

Aku ingin dicintai seperti caramu mencintai kekasihmu saat ini. Dengan kebahagiaan yang tak mungkin lagi aku miliki. :)