metrobus

¡Gente de la CDMX!

Teléfonos de emergencia:

Locatel 5658-1111
Bomberos 5768-2532
Fugas: 5654-3210
Cruz Roja: 065
Número de emergencia: 911


Para que reporten fugas de gas, construcciones colapsadas, etc.

No ingresen a su casa, oficina, comercio hasta que verifiquen que es seguro.

Utilicen mensajes de texto para comunicarse con sus familiares y amigos ya que las líneas telefónicas están saturadas. Utilizar coche sólo si es necesario para permitir el libre tránsito de los cuerpos de emergencia. Todas las líneas del metro y metrobus funcionan (al parecer, el servicio es gratuito)


Actualización

Se suspenden las clases hasta nuevo aviso en la CDMX y Estado de México. También aplica a los que estudiamos en la UNAM.

A few months ago I noticed that metrobus had a brand new bus that looks really cool and I really wanted to get in it but it was always running some other route so I never got the chance. But today I decided to wait a few extra minutes and get the route 15 home instead of the 10 and by some miracle it’s the one!!! right now I am finally sitting inside the new bus and everything about the inside is exactly the same but regardless I’m still very excited

So, I was in the metrobus and there was this girl reading a dou. Obvs I asked her the name, because it was a tsukiyama one. She told me, I wrote it down and everything was fine. Then I saw her playing episode 8 of YOI (and I’m pretty sure I made an inhuman noise) and I asked her if I could maybe… She said yes and handed me one of her headphones…. And that’s how I watched half of today’s episode, fangirling with this stranger (but awesome) girl.

10

Night Photography- Museo Tamayo 

First photo tour at night with the new camera, got a couple of good shots but also learned the hard way that Mexico City can be very chilly before the break of dawn and finding a bathroom can be difficult but overall a fun night with plenty of shots left to process. A few things to note if you like to photograph at night in the city:

  1. Downtown area is well lit up and safe (just be mindful of your surrounding) 
  2. Constant transportation around Reforma (even at night) 
  3. Have a return route plan (Uber/Metrobus/Metro/Taxi)
  4. If waiting for public transportation… (most don’t open until 5am and later on Sunday)
  5. Night life is fairly active downtown/centro/roma/condesa in case of detour
  6. Bring a snack and plenty of water (late night cravings while exploring)
  7. ..and possibly the main one (note where you can use the bathroom when out at night)

sebuah-cerita  asked:

assalamu alaikum mas herri. saya mau tanya, gimana sih kita tidak mudah terdistraction pada saat harus fokus pada satu hal? apalagi pada media sosial. terima kasih sebelumnya mas :)

Wa’alaikumsalam wr wb.

Wah, ini masalah saya banget! Belakangan saya sedang mengkampanyekan diri sendiri agar membatasi interaksi dengan hal-hal yang mendistraksi tujuan hidup. Berada di era serba digital dan terkoneksi seperti sekarang membuat kita seolah terpenjara modernisasi. Bukan teknologi yang kita kendalikan, tetapi justru kitalah budak-budak mereka. Berapa banyak di antara kita mendapatkan kebahagiaan tatkala menemukan Wi-Fi gratis? Dunia terasa begitu cepat berputar ketika batere tinggal 5%? Atau hidup seolah selesai saat HP mati? Ini berlebihan, tapi nyata lho. Ya, setidaknya tentang Wi-Fi gratis itu yang saya rasakan ketika jalan sama temen-temen di mall–ehehe saya anak mall juga gini-gini, cuma bagian emperannya.

Nah, sebenarnya membuka tumblr ini juga bagian dari distraksi saya. Ada banyak message tapi belum saya balas karena menunggu ujian selesai *maaf ya* Tapi berhubung ini saya banget, jadi saya balas dengan mengalir.

Terkait dengan banyaknya distraksi dalam suatu hal yang kita ingin fokus ke sana, setidaknya ada dua hal yang harus kita pahami sebagai akar masalah. Yaitu:

  1. Terlalu banyak informasi yang kita serap, pada akhirnya mengecilkan kualitas pemahaman terhadap informasi-informasi itu. Maksudnya begini: kita selaku anak muda harusnya punya prinsip menjadi seperti huruf T. Ada dua garis yang menyusun huruf T; vertikal dan horizontal. Vertikal adalah kemampuan kita mendalami sesuatu “deepening” (fokus). Kita harus benar-benar ahli di satu bidang dan menjadi kompetensi kita. Kalau perlu hidup-mati kita untuk satu hal itu. Jadi totalitas dalam mendalami sesuatu. Itu prinsip deepening. Garis kedua adalah horizontal yang artinya meski kita mendalami sesuatu, tapi jangan sampai “horizon” atau cakrawala berpikir kita cetek, cakrawala ilmu pengetahuan kita sedikit. Jangan! Pelajari sebanyak mungkin hal, at least dasar-dasarnya. Ini disebut “widening”. Nah, dalam kasus kita ini, kebanyakan dari kita justru terdistraksi oleh hal-hal horizontal, bukan hal-hal yang penting. Kualitas informasi horizontal kita menjadi minimalis, dan parahnya pendalaman (fokus) kita terhadap sesuatu jadi menyusut. Yang vertikal tidak dapat, yang horizontal malah aneh-aneh. Terlalu banyak informasi yang tidak berhubungan dengan kebutuhan esensial kita. 
  2. Terlalu banyak informasi yang tidak menambah kualitas diri, bahkan termasuk junk (sampah) yang membahayakan. Bahaya bagi banyak hal seperti kualitas informasi, waktu yang terbuang, menguras pikiran, menjauhkan kita dari dunia nyata, dsb. Sekarang, kebanyakan dari sosial media berisi hal-hal “copy dari grup sebelah”, “repath”, “reblog”, “BC”, dsb yang tidak bisa kita filter karena langsung masuk ke HP, muncul di timeline atau wall, dsb. Mirip spam di e-mail. Yang ironi adalah kadang kita tanpa sadar membaca itu semua. Bayangkan berapa banyak detik yang terbuang untuk membaca sesuatu yang tidak menambah kapasitas kita? Padahal kalau dikonversi ke waktu yang produktif, kita bisa menghasilkan banyak hal.

Eyvah, semoga jelas akar masalahnya dan bisa dicari solusi masing-masing dari kita. Namun, di sini saya coba berbagi jawaban. Jawaban universal yang bisa saya sampaikan adalah pengendalian HP. Ini jawaban mainstream yang sudah ada di mana-mana. Lalu, bagaimana dengan prakteknya? Kalau saya sih seperti ini:

Bunuh semua hal yang mendistraksi fokus kita di HP seperti apps yang benar-benar tidak digunakan dengan kategori; jarang dipakai, identik dengan apps lain, atau terlalu banyak notifikasi. Saya telah menghapus hampir semua dan yang tersisa hanya WA (komunikasi utama), FB (pertemanan umum), Path (pertemanan khusus teman dekat), Instagram (khusus foto), twitter (propaganda politik, tapi udah jarang dipakai), dan tumblr (share tulisan). Jadi masing-masing ada fungsinya dan berbeda audiens. Selain itu, sudah saya uninstalled. Alhamdulillah HP juga makin kenceng, hehe. Eit, satu lagi. Matikan notifikasi kalau perlu. Tenteram deh dunia.

Keluar dari lingkaran arus informasi berkaitan dengan dua akar masalah di atas; seperti keluar dari grup WA, grup FB, unfollow akun ga penting, atau yang suka nyebar berita hoax, atau menyebar kebencian, atau suka share yang aneh-aneh, dsb. Intinya timeline-mu adalah duniamu. Selama kita membiarkan junk informasi masuk, kapasitas diri tidak akan meningkat. Saya sangat strik dalam hal ini. Bayangkan, kita membaca message di grup bisa 30 menit lebih. Kalau baca buku udah berapa halaman itu? Coba deh dicek lagi sejauh mana lingkaran itu memberikan kebermanfaatan buat kita. Kalau engga, jangan takut untuk memutusnya.

Kendalikan penggunaan HP. Ini yang paling penting. Semua apps hanya akan nyala kalau HP nyala. Semua mati kalau HP mati. Belakangan saya belajar untuk tidak peduli kalau HP saya mati, bahkan saya biarkan sampai besok atau sesempatnya nge-charge. Kalau internet mati, saya sengaja ga beli lagi, biar pakai Wi-Fi aja di rumah, kampus, atau di tempat publik. Saya juga balas yang penting-penting aja seperti keluarga. Ini berhasil membuat tenang dan kita bisa sibuk dengan yang lain. Setidaknya, beberapa hal yang mendistraksi kita tereliminasi. Tadinya saya sering pakai HP saat di tramvay, metrobus, atau di mana-mana dengan alasan pembenaran: memanfaatkan waktu. Tapi itu banyak salahnya. Kita jadi tidak bisa menikmati setiap momen yang kita lihat, setiap langkah yang kita jejak, setiap suara yang kita dengar, dan setiap ide yang muncul di kepala. 

Itu yang saya lakukan @sebuah-cerita, mungkin yang lain punya strategi berbeda. Mari berbagi.. :)