merampas

Dipenghujung Juli
  • Dipenghujung Juli ditanggal yang sama ketika itu.
  • Kau biarkan aku menggenggam remuk dalam balutan lembabnya kotaku.
  • Merampas senyum merah muda yang kupersiapkan sedari pagi.
  • Aku yang dikoyak isak senja layu nan muram.
  • Menapak pilu atas namamu.
  • Dipenghujung Juli bertahun tahun yang lalu.
  • Aku mulai mencintai hujan karenamu.

Pada akhirnya arti sebuah lirik dalam lagu hasil karya musisi tak akan pernah bisa diketahui secara pasti | Younger Dreams menekankan pada semangat yg di zaman sekarang mulai tertekan keadaan, cenderung menghilang dan di lagu Stressed Out digarisbawahi bahwa zaman sekarang cenderung mendorong org mengutamakan materi | Gadget merampas kesempatan bagi mereka utk bermain secara nyata di lingkungan | Gadget tak bisa didapatkan secara gratis selayaknya bermain petak umpet, perlu biaya sehingga secara tak langsung terdidik utk mengejar materi utk bisa mendapatkan kebahagiaan | And for the full article please go to my blog, the link is on my bio and if you do care please share your thoughts. #pma #ourlastnight #twentyonepilots #youngerdreams #stressedout #blog

Sebagian dari kita merasa pemisahan perempuan dan laki-laki muslim adalah bentuk penindasan, seksis dan diskriminatif. Ketika berpacaran itu diharamkan, mereka pun menuding ajaran ini tidak berperikemanusiaan. Merampas hak untuk jatuh cinta, mencintai, dan mengekspresikannya dengan bebas.

Saudariku, selain kasus tersebut, sudah bisa dipastikan kita akan menemukan luapan protes keras atas ‘kekakuan’ dan ‘ketatnya’ keyakinan ini dalam mengatur segala hal, mulai dari cara berpakaian, relasi antar jenis kelamin, hingga hukum jual-beli. Seolah-olah kebahagiaan, kenikmatan hidup, dan kebebasan dipenjara, dirantai dengan gembok berlapis-lapis.

Saudariku, yang perlu kita sadari, Allah swt Sang Pencipta tentu lebih tahu apa yang terbaik untuk ciptaanNya. Mengapa perempuan dijaga benar dari bercampur baur dengan laki-laki, tidak lain adalah untuk menjaga kesucian keduanya. Jatuh cinta dan berpacaran pun tidak dilarang, dengan syarat setelah pernikahan. Pernikahan merupakan penghalalan prositusi? Tidakkah kau lihat perbedaan luar biasa besar diantara keduanya? Yang mana yang lebih terjamin haknya? Yang mana yang lebih aman dari problem di kemudian hari? Yang mana yang lebih terjaga kehormatan, garis keturunan, identitas biologis, dan terhindar dari incest?

Sungguh jika kita mempelajari dan mengerti, kita akan sangat bersyukur atas karunia syariat yang Allah swt perintahkan kepada kita. Islam agama yang ekstrim, berlebihan, paranoid, penuh phobia dan mengekang? Sama sekali tidak. Islamlah yang melindungi penganutnya dari setiap kebinasaan selama ia benar-benar menegakkannya. Islam tidak merenggut kebebasan dan kebahagiaanmu. Ia mendisiplinkanmu, membentengimu dalam naungan keindahannya. Ia adalah pilihan terbaik dari seluruh pilihan yang ada. Maka masuklah ke dalamnya secara kaffah.

New Post has been published on

New Post has been published on http://malaysianreview.com/137311/bn-langgar-undang-undang-pilihan-raya-jika-belanja-rm2-6-bilion-kata-rafizi/

BN langgar undang-undang pilihan raya jika belanja RM2.6 bilion, kata Rafizi

Barisan Nasional (BN) melanggar undang-undang pilihan raya sekiranya ia membelanjakan RM2.6 bilion untuk kempen Pilihan Raya Umum ke-13 (PRU13) pada 2013, kata Rafizi Ramli.

Setiausaha agung PKR itu juga bertanya bagaimana dengan perbelanjaan kempen sebegitu besar BN masih gagal memenangi kembali Selangor, kalah besar di Pulau Pinang dan gagal merampas Kelantan.

“Jika RM2.6 bilion ini diagihkan kepada calon dan dibelanjakan sebagai kempen pilihan raya, perbelanjaan calon BN sudah tentu melanggar had perbelanjaan RM200,000 yang ditetapkan undang-undang,” katanya dalam satu kenyataan hari ini.

Katanya, jika separuh daripada jumlah itu dibelanjakan untuk kempen pilihan raya bagi kerusi Parlimen, setiap calon BN membelanjakan sekitar RM5.8 juta dalam PRU13.

Ini bermakna, mereka melanggar peraturan pilihan raya dan kerusi mereka dimenangi secara tidak sah, kata Rafizi.

Ahli Parlimen Pandan itu mengulas dakwaan BN yang ia perlu berbelanja hingga RM2.6 bilion untuk kempen pilihan rayanya pada 2013.

Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) pada Isnin berkata, jumlah itu disalurkan kepada akaun bank peribadi Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak sebagai sumbangan politik, dan bukannya wang dari pelabur negara yang bermasalah, 1Malaysia Development Berhad (1MDB) seperti yang didakwa sebelum ini.

Pengarah Komunikasi Strategik BN Datuk Abdul Rahman Dahlan muncul di kaca televisyen kerajaan TV1 malam tadi, mengatakan parti itu perlu dana kempen yang besar seperti itu kerana ia tidak lagi mengawal negeri utama seperti Selangor dan Pulau Pinang.

Dalam kenyataannya, Rafizi juga bertanya mengapa Timbalan Presiden Umno Tan Sri Muhyiddin Yassin tidak tahu tentang dana itu jika benar ia digunakan untuk parti.

Muhyiddin, yang juga mengkritik Najib berhubung dana itu, dipecat sebagai timbalan perdana menteri pada 28 Julai.

“Jika benar RM2.6 bilion itu digunakan untuk kempen PRU13, kenapakah BN kalah teruk di kubu-kubu pembangkang seperti Selangor dan Pulau Pinang?

“Sekiranya RM2.6 bilion ini diagihkan kepada 1.7 juta pengundi di Selangor, setiap pengundi menerima RM1,500 seorang dan BN boleh membeli kemenangan di Selangor dalam PRU13,” kata Rafizi.

“Soalan-soalan sebegini akan terus berlegar di kalangan rakyat kerana penjelasan yang diberikan setakat ini, terutamanya oleh Rahman tidak masuk akal.” – TMI

Plunked your butt down in a chair, rifled out some thoughts on your trusty keyboard ★ Now you know don’t say thank



User Online

metro24.co.id
Pegawai Notaris Dijambret

SIANTAR-M24
Aksi kejahatan jalanan, khususnya jambret kian menjadi di Siantar. Jika sebelumnya ada dua wanita Tionghoa dijambret, kali ini giliran Netty Br Manurung (40) yang jadi korban.

Wanita yang berprofesi sebagai pegawai kantor notaris ini dijambret dua pria mengendari kreta matic di Jl Sutomo depan Ramayana Kel Pahlawan, Kec Siantar Timur, Selasa (4/8) pukul 16.00 WIB.

Info yang dihimpun, warga Jl H Ulakma Sinaga Nagori Rambung Merah, Kec Siantar, Simalungun ini bersama Imelda Sinaga berangkat naik Honda Supra BK 2204 WF menuju Bank OCBC di Jl Sutomo mengantar berkas klien kantor mereka.

Sebelum sampai lokasi, korban yang dibonceng terkejut setelah dipepet pelaku. Salah satu pelaku yang dibonceng langsung merampas tas sandang Tetty. Sekali hentakan, tas yang berisi uang kontan Rp300 ribu dan SIM C langau dibawa pelaku.

Dia sempat teriak minta bantuan sambil berusaha mengejar. Sialnya, dia kehilangan jejak pelaku di depan SMA Negeri 4 Siantar Jl Patimura, Kel Pahlawan, Siantar Timur. Berharap pelaku tertangkap, korban mendatangi Polsek Siantar Timur.

Menanggapi banyaknya aksi penjambretan, Ketua Majelis Muslim Indonesia (MMI), Bona Tua Naipospos mengingatkan Polres Siantar agar menggiatkan patroli guna menekan angka kejahatan jalanan tersebut.

Kapolsek Siantar Timur, AKP Gering Damanik mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari korbannya. (adi barus)

Kerkhof Peutjuet dan Kepedihan Belanda

Kerkhof Peutjuet dan Kepedihan Belanda

[vc_row][vc_column width=”1/1″][vc_column_text]“TUANKU, Gubernur Jenderal. Tuanku, dengan dalih yang dicari-cari sekurang-kurangnya dengan alasan-alasan provokasi yang dibuat-buat, kini sedang memaklumkan perang kepada Sultan Aceh dengan maksud hendak merampas kedaulatan tanah pusakanya. Tuanku, perbuatan ini bukan saja tidak tahu berterima kasih, tidak satria ataupun tidak jujur, melainkan juga…

View On WordPress

metro24.co.id
Fikri Dibegal Di Hari Pernikahan Kakak Kandungnya

SUNGGAL-M24

Hari Minggu (2/8) kemarin, merupakan momen bahagia bagi Fikri (26) dan keluarga besarnya. Hari itu kakak kandungnya telah dipersunting (dinikahi) oleh lelaki pujaan hatinya.
Namun momen tersebut sempat terganggu dengan peristiwa yang dialami Fikri pada subuh harinya, Minggu (2/8) sekira pukul 05.00 WIB. Pemuda yang ngekost di Jl Padang Bulan, Medan itu menjadi korban pembegalan di Jl Tomang Elok, Kec Medan Sunggal.
Untungnya saat merampas kreta Honda Beat BK 6547 AFQ, Hp dan dompet milik Fikri, para pelaku tak sempat melukai ataupun bertindak lebih sadis lagi terhadap pemuda itu. Sehingga pesta pernikahan sang kakak tetap dilangsungkan.
Fikri yang ditemui usai membuat laporan di Mapolsek Sunggal, Senin (3/8) mengatakan, peristiwa itu terjadi saat dia hendak menjemput neneknya yang tinggal di Tomang Elok. Rencananya subuh itu dia akan membawa neneknya itu ke rumah mereka sekaligus menjadi lokasi pesta sang kakak di Pasar 8 Tembung.
“500 meter pas mau sampek rumah nenekku, aku dirampok. Para pelaku berjumlah 8 orang dan berboncengan dengan 4 kreta matic. Aku sempat berusaha kabur dari mereka, tapi kretaku kalah kencang,” ungkap Fikri.
Di bawah ancaman klewang, lanjut Fikri, harta bendanya pun dijarah. Kretaku dirampas, Hp dan dompetku yang berisi gaji sebulan kerja di Pajak USU diambil juga. Ciri-ciri pelakunya masih ABG semua bang,” beber Fikri.
Karena tak bisa melawan, Fikri pun hanya bisa pasrah melihat pelaku kabur bersama harta bendanya. Dengan menumpangi betor, iapun pulang ke rumahnya. “Dari keluarga kami sudah 2 kali menjadi korban perampokan di tempat yang sama. Pertama sekitar 2 bulan lalu, sepupuku yang menjadi korban. Kretanya juga dirampas pelaku,” pungkas korban.
Terpisah, Kanit Reskrim Sunggal IPTU Oscar S Setjo ketika dikonfirmasi M24 mengatakan, pihaknya baru menerima laporan korban. “Iya nanti kita tindak lanjuti ya,” ucapnya singkat.(ansah/nasa)

New Post has been published on

New Post has been published on http://malaysianreview.com/136942/dadah-dalam-botol-minuman-untuk-kelab-malam-dan-pesta-liar-dirampas-polis/

Dadah dalam botol minuman untuk kelab malam dan pesta liar dirampas polis

KUALA LUMPUR – Polis membongkar taktik sindiket pengedaran dadah yang menjual dadah dalam botol minuman untuk pengunjung kelab malam dan pesta liar.

Ketua Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik Kuala Lumpur, Asisten Komisioner Wan Abdullah Ishak, pihaknya merampas 274 botol air yang dipercayai mengandungi cecair disyaki dadah methamphetamine, ketamin dan ekstasi.

“Kita turut memberkas tujuh individu termasuk tiga wanita dalam serbuan berasingan di Jalan Shamelin Perkasa, Cheras dan Pandan Perdana di sini, Jumaat dan Sabtu lalu.

“Nilai rampasan dianggarkan bernilai RM 38,700,” katanya.

Wan Abdullah berkata, tangkapan pertama, pihaknya memberkas sepasang suami isteri di Jalan Shamelin Perkasa, kira-kira jam 10 malam, Jumaat lalu.

“Kedua-dua suspek itu bekerja sebagai kerani dan seorang lagi merupakan pekerja kedai aksesori kereta.

“Kita merampas 10 botol dipercayai mengandungi cecair dadah methamphetamine dan 10 biji pil ekstasi yang dijumpai di dalam kereta yang dinaiki pasangan itu,” katanya.

Katanya, susulan daripada tangkapan itu, polis menahan lima individu termasuk tiga wanita di sebuah rumah di Pandan Perdana pada jam 1 pagi.

“Rumah itu disewa sejak 10 bulan lalu untuk kegiatan suspek memasukkan dadah ke dalam botol minuman yang berperisa teh, oren dan ribena itu.

“Kesemua suspek juga bekerja di kedai aksesori kereta, kita turut menjumpai 264 botol dipercayai mengandungi cecair dadah yang disimpan di dalam kotak,” katanya.

Kesemua individu berusia 20 hingga 28 tahun direman seminggu untuk siasatan mengikut Seksyen 39B Akta Dadah Berbahaya 1952. – Sinar Online

Plunked your butt down in a chair, rifled out some thoughts on your trusty keyboard ★ Now you know don’t say thank



User Online

 

metro24.co.id
Sehari, 2 Wanita Tionghoa Dijambret

SIANTAR-M24

Aksi jambret makin menggila di Siantar. Buktinya, dalam sehari dua wanita berdarah Tionghoa menjadi korban, Sabtu (1/8).

Korban pertama adalah Avien karyawan STTC. Wanita ini dijambret di Jl Sudirman, Siantar. Akibatnya korban menderita kerugian jutaan rupiah.
Selang 8 jam kemudian, giliran Levina Lestari (16) warga Jl Merdeka, Kel Pahlawan, Kec Siantar Timur, yang menjadi sasaran. Korban dijambret dua pria saat hendak mempercantik diri di salon.
Kepada petugas kepolisian, cewek ABG ini menuturkan, kejadian itu terjadi sekira pukul 15.30 WIB. Dengan menyandang tas rajut berisi 1 unit handphone Iphone 5 S dan dompet berisi uang Rp100 ribu, korban pun berjalan kaki menyusuri Jl Soa Sio, Kel Pahlawan, Kec Siantar Timur.
Tak diduga-duga korban sebelumnya, tiba-tiba dua pria berboncengan kreta mendekatinya. Detik berikutnya, pria yang berada diboncengan langsung merampas tasnya yang disandang di bahu kanan.
Korban yang terkejutsempat menjerit minta tolong. Namun upayanya itu sia-sia lantaran pelaku dalam sekejab telah menghilang. Saat itu juga korban memutuskan kembali ke rumahnya dan memberitahukan kejadian itu kepada orangtuanya. Hari itu juga kejadian itu dilaporkan korban dan orangtuanya ke Polres Siantar.
Kapolres Siantar AKBP Dodi Darjanto melalui Kasubbag Humas AKP Isril Noer membenarkan adanya laporan kedua korban. “Kita sudah perintahkan petugas untuk menyelidiki kasus itu. Sementara untuk mengurangi angka kasus jambret, seluruh polsek sudah melakukan patroli rutin di wilayahnya masing-masing,” terang Isril.(Adi Barus)

New Post has been published on

New Post has been published on http://malaysianreview.com/136654/polis-cawangan-khas-serbu-pejabat-timbalan-pendakwa-raya-di-sprm/

Polis Cawangan Khas serbu pejabat timbalan pendakwa raya di SPRM

Pegawai Cawangan Khas daripada Polis Diraja Malaysia melakukan serbuan ke pejabat Timbalan Pendakwa Raya Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia bagi mengambil semua dokumen berkaitan siasatan 1Malaysia Development Bhd malam tadi. – Gambar The Malaysian Insider, 2 Ogos, 2015,

Pegawai Cawangan Khas menghabiskan masa selama 2 jam melakukan serbuan ke pejabat Timbalan Pendakwa Raya Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) Ahmad Sazilee Abdul Khairy malam tadi, mengambil dokumen berkaitan siasatan 1Malaysia Development Bhd (1MDB), menurut sumber daripada agensi anti-rasuah itu.

Sazilee, yang dipinjamkan kepada SPRM daripada Jabatan Peguam Negara, ditahan semalam berhubung dakwaan wang daripada syarikat berkaitan kerajaan disalurkan ke akaun peribadi Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak.

Difahamkan yang Cawangan Khas, unit perisikan polis, pergi ke pejabat Sazilee di Bahagian Operasi Khas SPRM di Presint 3, Putrajaya, di mana mereka merampas dokumen dan sebuah komputer riba.

Antara yang dirampas adalah sebuah komputer riba dan dokumen yang memperincikan skop operasi siasatan berkaitan 1Malaysia Development Berhad. – Gambar The Malaysian Insider, 2 Ogos, 2015,

Antara dokumen yang disita adalah yang memperincikan skop operasi siasatan.

Terdahulu, pegawai polis juga pergi ke rumah Sazilee di Presint 11, Putrajaya.

Bahagian Operasi Khas bertanggungjawab dalam siasatan SPRM ke dalam 1MDB dan SRC International, kata sumber.

SPRM adalah sebahagian daripada pasukan petugas khas kerajaan yang menyiasat 1MDB serta dakwaan yang dilaporkan The Wall Street Journal (WSJ) yang AS$700 juta (RM2.67 bilion) mengalir melalui syarikat berkaitan 1MDB dan akhirnya masuk ke akaun bank peribadi Najib di AmBank di Kuala Lumpur.

Daripada jumlah itu, AS$11.1 juta (RM42 juta) bersumber daripada SRC International dan disalurkan melalui syarikat lain – Gandingan Mentari dan Ihsan Perdana – sebelum ia berakhir di akaun Najib dalam transaksi yang dijalankan antara bulan Disember 2014 dan Februari tahun ini.

WSJ yang melaporkan perkara tersebut pada 2 Julai berkata, ia memperoleh sumber maklumat ini daripada penyiasat kerajaan Malaysia.

Najib sebelum ini menafikan mengambil dana 1MDB untuk kegunaan peribadi, tetapi tidak secara langsung menyebut mengenai pemindahan dana itu. Akaun di AmBank di bawah namanya itu kini ditutup.

Berikutan laporan WSJ itu, pasukan petugas kerajaan mengumumkan ia menyerbu SRC International, Gandingan Mentari dan Ihsan Perdana. SRC International juga mempunyai akaun banknya yang dibekukan.

Lima orang turut ditangkap 2 minggu lalu bagi membantu siasatan terhadap SRC International dan kemudiannya dibebaskan daripada tahanan reman.

SRC International kini merupakan syarikat milik Kementerian Kewangan, tetapi pernah menjadi anak syarikat 1MDB. Ia mengundang kontroversi kerana mengambil pinjaman RM4 juta daripada dana pencen kerajaan Kumpulan Wang Persaraan (Diperbadankan)(KWAP) yang dijamin kerajaan persekutuan.

Tangkapan polis atas Sazilee semalam adalah yang ketiga terhadap individu daripada agensi yang terlibat dalam pasukan petugas itu.

Dua lagi yang turut ditahan ialah Tan Sri Rashpal Singh, bekas penasihat SPRM, dan Jessica Gurmit Kaur, seorang pegawai Jabatan Peguam Negara.

Sazilee, Rashpal dan Jessica dibebaskan pada tengah malam tadi selepas disoal siasat.

Selain SPRM dan Jabatan Peguam Negara, 2 agensi lain terlibat dalam pasukan petugas menyiasat 1MDB itu ialah polis dan Bank Negara Malaysia.

Polis berkata, mereka sedang menyiasat dakwaan wujudnya kebocoran maklumat rasmi mengenai siasatan itu kepada warga asing.

SPRM pula menafikan kebocoran yang dikatakan dibuat oleh orang dalam agensinya selepas laman web Malaysia Today menamakan Rashpal dalam satu artikel, menuduh beliau berjumpa dengan editor Sarawak Report, Clare Rewcastle-Brown di United Kingdom berhubung maklumat mengenai 1MDB.

Sarawak Report, yang aksesnya kini disekat di Malaysia oleh pengawal selia Internet, sebelum ini membuat pendedahan mengenai 1MDB yang mengaitkan Najib.

Ketua Polis Negara Tan Sri Khalid Abu Bakar semalam berkata, penangkapan Sazilee, Rashpal dan Jessica adalah berkaitan dengan laporan polis yang dibuat terhadap Rewcastle-Brown, yang dituduh terlibat dalam konspirasi asing untuk menjatuhkan Najib. – TMI

Plunked your butt down in a chair, rifled out some thoughts on your trusty keyboard ★ Now you know don’t say thank



User Online

metro24.co.id
Lahan Diserobot | Harahap Ancam Bakar Diri Di Alfa Midi Siantar

SIANTAR-M24
Hampir saja acara grand opening mini market Alfa Midi di Jalan MH Sitorus, Kecamatan Siantar Barat menjadi arena pertumpahan darah.

Adalah Choky Harahap (60), tiba-tiba masuk ke halaman Alfa Midi, Minggu (2/8) dengan pengeras suara dan tepung di tangan. Pria yang tinggal di sebelah mini market tersebut juga mengikat rantai sebelum berorasi.

Choky menyebut adanya perjanjian yang dilanggar terkait lahan miliknya diserobot untuk pembangunan mini market tersebut.

“Saya melakukan aksi karena ada perjanjian yang dilanggar. Lahan ini saya yang kelola, itu diperjanjian. Saya harapkan penegak hukum selesaikan ini, yang benar jalankan yang benar,” teriak Choky.

Spontan acara menjadi ramai akan tontonan masyarakat, bahkan memacetkan Jalan MH Sitorus menuju Adam Malik. Choky yang memegang satu plastik bensin bahkan mengancam akan membakar dirinya.

Melihat itu, warga yang menyaksikan langsung merampas minyak bensin tersebut dari tangan Choky. Warga juga berupaya membujuk untuk mengurungkan niatnya itu.

Namun Choky malah mengambil satu plastik tepung dan langsung menaburi sekujur tubuhnya. Choky mengancam akan tetap membakar diri bila permasalahan tersebut tak cepat diselesaikan.

“Saya akan lakukan aksi bakar diri kalau mereka tidak selesaikan,” ancam Choky.

Cerita Choky, Alfa Midi berdiri di atas lahan miliknya. Dalam perjanjian kerjasama yang dibuat, Herianto sebagai pihak pengembang berjanji memberi empat dari delapan ruko berlantai tiga itu sebagai milik Choky.

“Selanjutnya diadakan surat perjanjian di hadapan notaris untuk lahan yang berada di setiap depan Ruko. Ada lima point,” kenang Choky.

Salah satunya, tambah Choky, untuk halaman depan ruko, tidak dibenarkan ada bangunan lain tanpa persetujuan Pihak Pertama. “Tapi sekarang ada plang Alfa Midi tanpa sepengetahuan saya. Untuk parkiran pun di depan halaman, harus ada persetujuan saya, tapi sekarang sudah berdiri Alfa Midi,” terang Choky.

Dua jam berselang, pihak kedua, Herianto bersama perwakilan Kepala Cabang Alfa Midi Kota Pematangsiantar, Tru Gunawan tiba di lokasi. Keduanya lalu membawa Choky ke belakang ruko untuk melakukan pembicaraan.

“Nanti kita ngumpul bersama membicarakannya,” ucapan singkat Herianto yang langsung berlalu.

Sementara itu, pihak Alfa Midi bersedia memberikan kompensasi untuk selesainya permasalahan tersebut. “Kami tidak ada masalah sama mereka (pihak pertama dan kedua, red), tapi bagaimana semua bisa berjalan. Alfa Midi bersedia memberikan konpensasi,” tutur Gunawan.

Choky mengaku pertemuan tersebut tak menemukan jalan keluar. Dirinya pun berencana menempuh jalur hukum. “Untuk Alfa Midi sudah selesai, tapi sama pihak pengembangnya akan sampai ke persidangan. Bisa perdata,” tukas Choky. (rudi)

metro24.co.id
Mau beli BPK Karyawan STTC Dijambret

SIANTAR-M24
Mau beli lauk Babi Pangang Karo (BPK), Aven (36) warga Jl Tanah Jawa, Kel Melayu, Kec Siantar Utara dijambret seorang pria pengendara Supra di seputaran Titi Kuning dekat Sudirman Mansion, Kel Proklamasi, Siantar Barat, Sabtu (1/8) pukul 13.30 WIB.

Tas sandang yang berisikan uang kontan Rp1.5 juta, ATM Bank Mandiri, Kartu Kredit, KTP, STNK kreta milik korban sukses jaya dibawa kabur pelaku.

Menurut pengakuan Aven ke petugas SPKT Polres Siantar, siang itu dari PT STTC dia memacu kreta maticnya untuk makan siang. Aven berniat membeli BPK di seputaran Jl Gereja.

Pas di lokasi, Aven dipepet seorang pria dengan ciri ciri berbadan kurus, pakai helm warna abu abu rokok. Pria itu langsung merampas tas sandang yang diletaknya di bawa stang.

Sadar tasnya dirampok, Aven berteriak sambil berusaha mengejar pelaku. “Sempat ku kejar, pelaku masuk Jl Porsea tembus ke Jl Gereja, kreta kencang kali tak sempat lihat nopolnya. Aku pun ke hilangan jejak, setelah itu ku telepon teman ku si Amin untuk mengawani buat laporan ke Polisi,” ucap Aven.

Kanit SPKT Polres Siantar, Aipda Ardan mengaku sudah menerima laporan korban. “Sudah kita terima laporannya, sekalian mengurus surat surat hilang. Saat ini petugas Reskrim sedang di lokasi,” ucap Ardan. (adi barus)

Terlibat perampokan, siswa SMA di Lampung ditangkap di sekolah

MERDEKA.COM. Kepolisian Sektor Abung Barat mengamankan Lian Agani (18), siswa SMA kelas 3 di salah satu sekolah negeri di Kabupaten Lampung Utara, karena terlibat aksi perampokan. Kapolsek Abung Barat, AKP Bismark, di Abung Barat, Sabtu, menyatakan pelajar tersebut merupakan tersangka aksi perampokan, dengan korban Budi Wahyono (35) warga Desa Gilih Jati, Selagai Lingga Kabupaten Lampung Tengah.

“Kejadiannya pada 29 Mei 2015 di perbatasan Kecamatan Selagai Lingga Lampung Tenggah dengan Kecamatan Abung Pekurun, Lampung Utara,” kata AKP Bismark seperti dikutip dari Antara, Sabtu (1/8).

Dia mengatakan, tersangka saat itu melakukan aksi bersama tiga orang rekannya. Korban Budi Wahyono, warga Desa Gilihjati, Selagai Lingga, Lampung Tengah mengendarai mobil carry pikap T120 SS BE 9886 GN. Mobil korban dihadang empat orang tak dikenal, dengan menodongkan pisau kepada korbannya.

“Korban sudah diikuti oleh empat pelaku, dengan dua sepeda motor berboncengan. Mereka mencegat mobil, dan merampas dua unit HP Nokia, uang Rp 1.750.000, dan STNK mobil,” ujarnya lagi.

Korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Abung Barat. Atas dasar laporan korban, dan keterangan saksi, diketahui salah satu pelaku ciri-cirinya mengarah pada Lian.

Lian Agani, tersangka yang ditangkap karena kawanan pelaku begal itu, merupakan siswa SMA kelas 3 di salah satu sekolah negeri di Kecamatan Abung Pekurun. “Dia memang seorang pelajar,” kata Bismark lagi.

Dia mengatakan, tersangka diamankan dengan cara ‘memancingnya’ di sekolah. Saat belajar, polisi langsung mengamankannya. “Kami sebelumnya sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah. Mereka pun mendukung atas pengamanan terhadap Lian,” katanya.

Dalam penyidikan sementara, Lian mengaku baru pertama kali melakukan aksinya. Dia yang menodong korban, bersama dengan tiga rekannya.

Dia mengakui pula, setelah melakukan aksinya, mereka berempat kembali ke rumah masing-masing. Lian pun menyatakan belum kebagian hasil dari tindakannya. “Saya belum kebagian, mereka sudah habiskan di meja judi,” katanya.

Lian Agani (18) pelajar itu adalah warga Desa Selagai Lingga Kecamatan Selagai Lingga Kabupaten Lampung Tengah, ditangkap pada Kamis (30/7) sekitar pukul 08.30 WIB.

Baca Berita Selanjutnya:
Pergoki perampok, remaja tewas ditusuk di kamar rumahnya
Korban rampok tewas, polisi & rumah sakit saling lempar kesalahan
Kapolres Inhu sebut RSUD Pekanbaru tak becus rawat pasien
Tak dirawat maksimal, korban perampokan akhirnya meninggal dunia
Like us on Facebook | Follow us on Twitter | Follow us on Google+

Sumber: Merdeka.com
metro24.co.id
Tertangkap Usai Rampas Kalung Tangan Diikat Penjambret Tewas Digebuki

DELITUA-M24

Tindak kejahatan yang kian meresahkan membuat masyarakat gampang main hakim sendiri. Seperti yang menimpa dua penjambret ini, Minggu (2/8) siang. Sesaat tertangkap merampas kalung emas, keduanya digebuki. Satu orang tewas, dan seorang lagi masih sekarat. Penjambret yang tewas itu adalah Hendra alias Bogel (25) warga Jl Tapian Nauli, Kel Teladan Barat, Medan Kota. Sementara temannya yang sekarat Aloi Syahputra alias Ali Syafrizal (28) warga Jl Tapian Nauli, Kel Teladan Barat, Kec Medan Kota. Keduanya kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara, Jl Wahid Hasyim, Medan.
Korban dari keduanya adalah Rika Rahim (31) warga Jl Alfalah, Kec Medan Johor. Rika saat itu dibonceng teman satu kantornya Zulheri (34) warga Karang Sari, Kec Medan Polonia. Mereka berdua menaiki kreta Honda Vario yang belum memiliki plat polisi.
Sementara kedua pelaku berboncengan kreta Honda Beat warna merah BK 2370 AFD.
Ketika melewati Jl Brigjen Zein Hamid tepatnya di kanal Kel Titikuning, Kec Medan Johor, kreta yang dinaiki Rika dipepet kedua pelaku. Salah seorang pelaku menjambret kalung emas yang dikenakan Rika.
Ia teriak jambret. Zulheri mengejar kedua pelaku yang berusaha kabur. Pengejaran Zulheri berhasil. Tapi kedua pelaku melawan saat akan ditangkap Zulheri. Mereka sama-sama terjatuh dari kreta.
Rika kembali berteriak rampok. Warga sekitar yang tahu ada perampok mendatangi Rika. Massa menangkap keduanya. Tangan Hendra diikat karet ban. Tubuhnya lalu mendapat pukulan, tendangan dan hantaman benda tumpul dari ramainya warga. Tanpa ampun ratusan warga menghakimi kedua pekaku.
Untung petugas dari Polsek Delitua yang mendapat info adanya amuk massa, tiba di lokasi. Petugas kepolisian kemudian melarikan pelaku yang dalam kondisi setengah sadar ke RS Bhayangkara. Sedangkan korban yang juga terluka akibat terjatuh dibawa ke klinik terdekat.
Usai menjalani perawatan, kedua korban langsung mendatangi Polsek Delitua untuk membuat laporan resmi.
“Rencananya mau ke pesta pernikahan temannya di Gang Tanjung Delitua, Tapi karena masih mencari alamat makanya jalan pelan-pelan. Gak tahunya malah dirampok dua orang itu,” ujar Rika.
Kapolsek Delitua AKP Daniel Marunduri yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, pelaku yang sekarat masih dirawat di rumah sakit. (ali/ansah)

aku percaya dia wanita yang positif. walaupun aku tak pasti apakah kisah ini dihalang atau tidak tapi aku mau dia genggam percaya pada aku. bukan aku mau merampas takhta, walhal terdetikpun tidak pernah. moga2nya kita bisa menjadi sahabat baik di kali pertama kita berjumpa nanti.