menjawab

Pertanyaan menarik : Sering orang berkata, laki-laki dilihat masa depannya, wanita dilihat masa lalunya, bagaimana menurut mas Gun?

Ini saya jawab :

Saya akan menjawab dengan pendapat pribadi, jadi ini subjektif ya :)

Menurut saya, kalimat tersebut sangat picik dan cenderung menyudutkan perempuan. Saya laki-laki dan ketika membicarakan perempuan saya selalu berkaca bagaimana bila itu adalah ibu saya, saudara perempuan saya, atau istri dan anak-anak perempuan saya nantinya.

Masa lalu itu dimiliki setiap orang, baik laki-laki dan perempuan. Tidak ada yang salah dengan masa lalu. Sayangnya, manusia di jaman kita ini senang sekali membicarakan masa lalu sampai dibuat di program televisi sebagai infotainment (hiburan informasi). Saat informasi mengenai aib justru dijadikan bahan hiburan. Ya keadaan memang seperti itu kan sekarang.

Kalimat pernyataan bahwa “Laki-laki dilihat dari masa depan dan perempuan dari masa lalu” seperti propaganda untuk menguntungkan laki-laki saja. Saya lebih suka melihat seseorang di masa sekarang dan visinya di masa depan lalu dilihat bagaimana dulu dia di masa lalu. Masa depan-sekarang-masa lalu adalah satu kesatuan. Berada dalam satu jiwa dalam satu individu dan jasad. Masing-masing memilikinya dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Kecuali orang itu amnesia, tapi tetap saja orang lain akan menyimpan memori tentang masa lalunya itu.

Perempuan, dengan segala penghormatan saya. Sebab ibu saya adalah seorang perempuan. Masa depan yang ada padanya jauh lebih penting daripada apa yang terjadi di masa lalunya. Seburuk apapun masa lalu itu.

Bahkan Allah saja selalu memberikan kesempatan kepada manusia untuk mengubah dirinya menjadi baik. Memaafkan masa lalu yang mungkin penuh kesalahan.

Bila kita berada dalam posisi itu, dilihat dari masa lalunya. Apa kita mau? Coba tanya ke diri sendiri :)

Kita semua diajarkan untuk berprasangka baik, kan? :)

arathorin said: HE WAS KING FOR LIKE 5 SECONDS AND IT WAS AWESOME BUT THEN I JUST WANTED TO DIE WITH HIN HE COULD HAVE RULED EREBOR WITH LIKE BILBO OMG TEARS WHY OH GOD WHEN THEY CHARGED OUT OF THE DOORS OF EREBOR I GOT AN EREBONER IT WAS SO AMAZING

what if we just like. willingly ignored everything that happened after that. the battle was won and no one was injured the end

sansoftimeandspace  asked:

✭ what is one of their favorite items?

Sentry : ((He can’t choose which one))

3G Sentry : ((companion song))

But really tho, all he really want is to buy a comfy small house to live in and got enough money to paid the rent for years upon. Big dream for a 15 y-o kid

Raw : Proud Dad™

3G Raw : “It helps me through the day when no one else does”

Sekejap

Kau datang, sekejap lalu pergi lagi. Kau hanya menanyakan bagaimana aku. Tidak, bukan isinya. Kau hanya menanyakan pemilik hati yang kau remukkan beberapa waktu lalu. Memastikan apakah aku terlihat baik-baik saja ataukah tangisku masih dirundung pilu.

Aku baik-baik saja, dan akan selalu baik-baik saja. Aku tidak akan selamanya membuatmu merasa bersalah atas lukaku meski sekeras apapun hatiku memberontak ingin kau pertanggungjawabkan. Aku sudah hafal diluar kepala bagaimana hadirmu itu selalu serba mengejutkan. Tiba-tiba kau datang, lalu pergi lagi tanpa permisi. Tiba-tiba kau bertanya,kemudian kau berlalu meski sedusta apapun aku menjawab–kau tak pernah peduli.

Kosongnya kita tanpa suatu pertemuan kadang begitu menyiksa. Siapa yang kiranya sudi untuk ditinggalkan begitu saja?  Ah kau ini juga begitu hafal aku diluar kepala rupanya. Buktinya kau kembali ketika memang mulai kupertanyakan lagi kapan kiranya kau akan datang–meski bukan untuk menetap.

Heran saja aku pada logika kokohmu itu. Dengan mudahnya kau terus memintaku untuk melupakan apa yang sudah kita tulis bersama, memendam hidup-hidup rasa yang masih kokoh berdiri dan bernafas tanpa jeda. Hei, hati ini bukan robot yang ketika kau remukkan sedikit ia tak akan banyak bereaksi dan diam seribu tahun tanpa pernah hidup lagi. Kau lupa bahwa aku masih berakal?

Diamku, bisuku padamu, bukan karena santunku sudah terbungkam rapat. Aku hanya ingin mengajari hatiku bahwa rindu itu harus tau diri. Bahwa jika tutur kita masih kubiarkan terus bertemu hanya akan membuat luka itu semakin menjadi. Kau tak mau itu terjadi pada hati kita masing-masing, bukan?

Tuan, kiranya kau tak perlu khawatir. Perlahan, namamu sudah tak kurasakan berdetak hebat dalam jantungku. Pun juga tak lagi kurasakan denyutnya dalam hati yang sudah kau perlakukan seceroboh ini. Meski ia terlihat lebam disana sini, kujamin ia masih sangat kuat dan kokoh untuk sekedar kau sapa. Kenapa bisa begitu? Jangan lupakan, bagaimanapun kita pernah bahagia bersama. Meski hatiku terbatas untuk dapat terus mengerti engkau, percayalah bahwa diamku kini hanya untuk mencukupkan apa yang sudah-sudah. Bukannya kau tak sanggup untuk sepenuhnya memilih? Maka jangan salahkan jika aku yang mengambil alih peranmu–mau tak mau. Kurasa aku telah cukup bijak untuk dapat menyelamatkan semua sisi. Jadi, jangan pernah lagi tanyakan mengapa.

Ingatlah baik-baik. Aku bukan membencimu. Sama sekali tidak. Kau tau aku tak akan bisa membencimu walau seceroboh apapun kau membawa hatiku. Sekalipun ia tak mampu lagi untuk disembuhkan, paling tidak ia masih mampu bertahan meski namamu tak lagi kurasakan denyutnya. Jika memang kita harus kembali dengan catatan seolah tak pernah ada rasa cinta diantara kita sebelumnya, percayalah aku masih mampu menjadi teman terbaikmu diantara mereka yang terbaik–walau harus menjadi salah satunya.

Hati-hatilah menjaga waktu, tuan. Kehilanganmu aku sudah, kehilanganku kamu belum. Bersiaplah untuk menjadi yang lebih kuat daripada aku–kelak ketika itu terjadi. Kamu sanggup, kan?

kenyonwebster replied to your post: all i’m saying is that soulmates verse is…

oh my god what is soulmates verse i need this now

IT’S IN THE WORKS BUT OMFG OK SORRY IT’ SJUST

THIS VERSE

GENERAL RUNDOWN:

everyone has a soulmate and when you get within a certain distance of yours their first name and last initial show up on your wrist bUT ONLY ONE OF YOU KNOWS ABOUT THIS AND JUST OK I CANT REALLY

EXPLAIN ALL OF IT

BUT I THINK YOU ALL WILL LOV EIT OK

Alhamdulillah, saya sudah selesai membentangkan tesis Master dan menjawab semua persoalan panel penilai petang kemarin.
Keputusan yang diperolehi ; Master of Art (Political Science) Pass with Minor Correction.

So,

Pada kesempatan ini, saya mengucapkan jutaan terima kasih setulus hati kpd rakan2 Tumblr yg mendoakan dan memberikan kata semangat kpd saya. Semoga semuanya itu akan dibalasi tuhan dgn sebaik2 ganjaran.

Selepas ini, saya akan meneruskan lagi pengajian saya di peringkat Ph.D (Sains Politik). Cuma saya tak cari lagi universiti mana untuk tujuan tersebut.

Finally,

Terima kasih sekali lagi, salam sayang untuk semua. Harap2 kita dapat berjumpa bersua muka saling kenal mengenali.

Selepas ini saya aktif semula dalam acara sukan larian Marathon. Rindu betul nak berlari..

Adios.
Gracias.
Syukran.
Thank You.
Terima Kasih.

~~ Azi694 @ abgutaratop ~~

jamesmadrox replied to your post: the more i see on my dash the more confused i am…

mspaintadventures.com/s… a good explanation

ok things make a little more sense thank u

thewatcheronthewalls replied to your post: the more i see on my dash the more confused i am…

it’s a webcomic with like the most complex story and now they’re making it into a game???

i

ciphre replied to your post: the more i see on my dash the more confused i am…

i made it thru half the first part and stopped because i had no idea what was going on. they got some good fanart tho.

i dont have time for more stuff/fandoms though omfg

and yeah i’VE sEen it and W OW

Terimakasih telah mengkhawatirkanku, aku jadi paham bagaimana perasaanmu.
—  Apa aku yang terlalu keGRan? Ah kurasa dia sudah menjawab pertanyaanku ini, tidak katanya.

teruntuk kamu, jodohku ..
.
sungguh hati ini membuat mataku sangat iri

tidak pernah melihat dan mengetahui siapa kamu

namun masih saja menunggu kehadiranmu untuk mengisi hari hari ku
.
dalam doa panjang di sepertiga malam

ku berharap kau selalu ada dalam lindunganNya

dan kau diberi kekuatan untuk menjaga hati , iman dan ketaqwaan
.
alasan apa yang harus ku perkuat untuk tidak menunggumu?

sedangkan hati ini memaksaku untuk tetap menanti mu
.
bagaimana bisa ku menjelaskan tentang rasa rindu ini?

sementara aku tak tahu siapa namamu , dan dimana kamu berada
.
kelak jika takdir sudah menjawab

kita akan dipertemukan untuk saling menyempurnakan

kita akan disatui untuk saling melengkapi
.
mencintai dengan caraNya

dan saling menuntun kejalan menuju syurgaNya
.
saat ini , cukuplah kita memandang langit yang sama
hingga akhirnya kita dapat bertatap muka

saat ini, cukuplah kita saling mendoakan
hingga akhirnya kita dapat disatukan

dan saat ini cukuplah kita saling memperbaiki diri
mendekatkan hati ini pada sang pencipta
.
yakin dan percayalah bila jodoh pasti bertemu
.
dibalik kesabaran ini ada rencana indah yang telah dirancang olehNya untuk kita

amin allahuma amin💞
.
Kontribusi oleh@widyaagstputri

#duniajilbab
#islam
#tausiyah
#muslimah
#duniajilbab
#indonesiatanpapacaran
#jomblosampaihalal
#sudahiatauhalalkan
#nikahasik
#nikahmuda

Made with Instagram
Koma perasaan

Setelah beberapa orang pergi, seorang wanita menghampiriku, “Apakah kamu menyukaiku?”
“Tidak”, aku menjawab singkat sambil berlalu. Dia mengejar, menghalangiku untuk berjalan.
“Tunggu, kamu menyakiti perasaanku, tidak bisakah kamu pikirkan terlebih dahulu pertanyaan itu”, kumohon ini dialog yang membosankan untu didengar.
“Jawabannya tetap tidak”
“Meskipun aku berusaha? Meskipun aku menunggu dengan sabar? Meskipun aku bersedia melanjutkan sesuatu yang serius denganmu?”, dia menunduk, seperti siap menerima sakit atas jawabanku.
“Berhentilah, kamu tidak pantas memohon kepada orang tidak berperasaan sepertiku”, aku tak ingin berdebat lagi dengan siapapun tentang ini.
“Akan aku lakukan seperti yang dia lakukan, yang kamu selalu banggakan perjuangannya”
“Tidak, kamu bukan dia, kalian tidak akan pernah sama, aku mungkin bisa saja menyukaimu kalau kamu melakukan hal yang sama seperti dia, tetapi rasa suka itu semata tumbuh karena sosok dia, dan bukan kamu”, aku tak ingin jatuh cinta karena memaksakan hatiku.
“Tapi…”, dia terlihat berubah, air mukanya kini mengisyaratkan bahwa dia malu.
“Aku mohon, jangan seperti ini, aku tak ingin didampingi siapapun, entah kamu atau salah satu dari mereka yang mencoba untuk masuk saat ini, aku tidak ingin”, ayolah kata-kata seperti ini sudah tersimpan rapih dalam otakku selama beberapa hari ini, dan selalu aku keluarkan pada mereka, lalu sekarang aku ucapkan padamu.
“Hatimu terlalu batu”
“Biar saja hatiku batu, lantas itu hak yang aku punya, dan bukan kewajibanku untuk bersama dengan siapapun yang meminta”, emosiku mulai naik
“Dia tak akan benar-benar kembali padamu”, wanita ini mulai menyebalkan, dia seperti menyumpahiku.
“Tidak masalah untukku, aku menunggu, karena aku ingin percaya pada diriku sendiri, bahwa aku telah berubah, bahwa aku tak seperti dulu, bahwa aku benar-benar jatuh hati padanya dahulu, hari ini, esok dan seterusnya”, ya aku ingin memastikan semua itu.
“Kamu hanya akan sakit hati jika dia memilih orang lain”
“Tak apa, aku tak perlu mendengar omonganmu atau siapapun, aku tak akan mendengar dan mempercayai sesuatu tentang dia, terkecuali itu dari mulutnya sendiri”
“Jika kelak terbukti, kamu akan menyesal tak memilihku”, tangannya terlihat terkepal menandakan bahwa emosinya telah mencapai puncak, aku menarik diriku beberapa langkah mundur.
“Aku tak akan menyesal, itu resiko yang aku ambil, dan sejak akhir tahun lalu, aku siap dengan segala resiko yang akan aku hadapi, aku hanya harus jauh lebih tegar”
“Jangan sakiti dirimu demi seseorang yang tak menginginkanmu”, hah rasanya aku ingin membenamkan dia di dalam ruangan kaca, agar dia bisa menceramahi dirinya sendiri.
“Bagaimana jika kalimat itu juga aku lemparkan padamu dan beberapa orang yang di sana?”, benar rasanya mereka yang menyebalkan itu, tidak pernah benar-benar lenyap.
“Kamu tidak peka, tidak melihat perjuangan aku dan mereka”, aku melihat, hanya saja aku juga dalam kondisi yang sama.
“Bukan tidak peka, aku merasakannya, tetapi maaf aku sendiri pun sedang memperjuangkan sesuatu”
“Apa?”, kamu terlihat sedikit berpikir dan menerka jawabanku.
“Belajar menunggu dan ikhlas menanti”, benar aku akhirnya memasuki fase yang mungkin bisa dibilang koma terhadap rasa, sehingga aku hanya bisa terbaring menunggu, hingga saatnya nanti vonis mati dari Tuhan itu benar-benar terjadi.

Sepi Selalu Ada

Hatiku lama menjadi ruang

hampa. Terlalu lena

melihat burung

membunyikan lonceng

gereja di depan rumahmu.

/

Siang berubah menjadi jingga

dan senja mengalirkan kelam.

Kenangan bisa tiba di bibir

pantai tanpa debur sama

sekali. Dan bulan hanya

tertawa menatapku tanpa

mau bertanya, kenapa.

Jika pohon kelapa

mengajak bicara, aku

akan menjawab tentang

kesepian yang datang

beramai-ramai.

Firework

Aink liat Hana pertama kali pas hari pertama masuk kuliah. Kesan pertama aink, dia anak yang pendiem. Dia cuma senyum seadanya kalo ada yang nyapa, trus ga pernah ikut ngobrol ato heboh kenalan kayak anak-anak yang laen. Jadi ketika sebelum dosen masuk sebagian besar mahasiswa uda punya kenalan, Hana engga.

Ga ada yang istimewa dari dia, kecuali kotak besar yang selalu dia bawa-bawa (yang aink tahu belakangan sebagai kotak penyimpanan biola). Perihal pendiemnya Hana terjawab ketika dosen di jam kuliah pertama mengabsen mahasiswa satu persatu.

“Takasaki Hanabi!”

“Hadir,.”, Hana menjawab dengan suara yang cukup pelan.

“……”

Hening

“Kamu orang jepang?”, dosen Kimia Dasar langsung bertanya frontal. Dari namanya uda keliatan jepang banget.

“Iya pak, Ibu saya dari Jepang, bapak saya Indonesia,”

Woooooooooh

Bisik-bisik mulai terdengar seantero kelas. Meskipun namanya jepang banget, tapi tampilan Hanabi oriental. Cuma perawakannya aja yang terlihat agak kecil. Wajahnya nya ga terlihat terlalu berbeda sama orang indonesia pada umumnya. Mungkin karena matanya ga sipit kali ya.

Seusai jam pelajaran pertama, beberapa orang mulai dateng buat ngajakin Hanabi kenalan (yang mana ditanggapi dengan cuek sekali). Kayaknya Hanabi emang ga niat buat bersosialisasi. Mukanya pun nunjukin banget kalo dia ga butuh banyak temen.

Sampai suatu ketika, pada suatu hari yang naas, aink lupa bikin pe er dan pagi-pagi sekali aink uda sibuk di baris depan buat nyalin. Saking paciweuhnya aink nulis dan rebutan posisi buat nyalin, buku aink jatuh ke lantai, ke barisan depan. Kebetulan banget waktu itu Hanabi lagi bengong sambil nyeruput susu kotak Indomil*.

“ore no hon o kudasai!”, kata aink sambil nunjuk buku yang jatoh.

Aink minta tolong ambilin buku, unintentionally using nihongo. Mungkin karena sejak aink tau dia namanya Hanabi dan berasal dari jepang, aink jadi kelepasan sepik bahasa jepang.

Hanabi yang tentunya fasih bahasa jepang langsung ngambilin buku aink yang aink minta.

“douzo”

“sankyu”

That’s was our first conversation.

Belakangan aink baru tau kalo ternyata Hanabi baru dateng ke indonesia dan menetap sejak lulus sma. Sebelum-sebelumya datang ke indo cuma buat liburan. Karena ada family issue cenah, jadi mau menetap disini.

Aink juga baru tau kalo ternyata Hanabi waktu itu belum fasih bahasa indonesia. Kalo denger sih paham tapi buat sepik masih agak-agak susah. Begitu pun bahasa inggris. Dia lancar baca tulis, tapi perihal speaking, masi agak-agak ga pede.

Sejak insiden buku jatoh itu, aink jadi mulai deket sama Hanabi. Aink yang ketika sma dulu ikutan ekskul jejepangan, cukup lumayanlah kalo ngobrol pake bahasa jepang yang sederhana. Sambil ngajarin dia bahasa indonesia, aink memperlancar skill bahasa jepang aink juga. Lumayan.

Setahun menetap dan kuliah di Indonesia, Hanabi uda lancar bahasa indo, sama bahasa sunda dikit-dikit. Ternyata bokapnya orang Ciamis. Orang Ciamis nikah sama japanese. Outputnya seorang gadis manis yang omongannya sadis dan kadang bikin orang pengen nangis.

Oke itu garing. Skip.

Satu hal yang ga berubah dari Hanabi, dia masi ga terlalu suka berbaur. Meskipun uda lancar ngobrol, Hana tetep membatasi pergaulannya. Makanya dia nolak pas aink ajak ikut himpunan. Tapi ya at least kita masih sejurusan, jadi masi bisa sering ketemu. Ngobrol.

Eh dua hal deng. Satu hal lagi yang ga berubah dari Hana (nama panggilan dari aink, Hanabi kepanjangan) adalah omongannya yang to the point dan kadang sama sekali ga di filter. Dia masih aja terlalu jujur dan tampak anti sekali dengan yang namanya sugar-coating ato basa basi busuk.

Makanya ketika kemarin malem aink chat dia:

“i was kissed by my junior in the toilet last night”

Yang mana dibales:

“go to hell, pervert!. Do not ever talk to me again”

Abis itu aink chat lagi. Lagi dan lagi, ga dibales. Aink nelepon dirijek.

Dia satu-satunya orang yang tahu kalo aink pacaran sama Elaine. Selain sama aink, Hana temenan juga sama Elaine. Kenal di klub musik orkestra. Hana juga yang bantuin aink buat deketin Elaine. Jadi wajar aja kalo pas tau aink kissing sama cewek laen dia langsung ngamuk.

She does really angry

***

“as i was saying,. That was an accident,.”

“aink ga tau dia bakal senekat itu”

“aink pikir dia dia uda lemes mau pingsan, so i lowered my guard. My mistake,..”

“come on, that kind of thing won’t happen again”

“you sure,?”

Akhirnya Hana ngejawab juga. Bete aink lama-lama ngomong ga direspon. Mana aink disuru duduk di lantai pula. Dia enak-enakan duduk di kursi, aink ga dibolehin duduk di kursi padahal masi ada kursi nganggur.

Aink duduk dengan posisi memelas macem pesakitan.

“yakiiiiin!”

“Based on your story yak, kayaknya dia ga akan mundur secepet itu. Apalagi dia ga tau kamu uda punya Elaine. Anak-anak juga belum tau kan kamu punya pacar?”

“nah itu, sebelum Amanda tau bagusnya sih seseleket dulu yang tau. Cuma masalahnya, gimana cara ngasi tau mereka kalo selama enam bulan terakhir aink pacaran tanpa sepengetahuan mereka.”

“Oia, hari ini larangan pacaran di seseleket army resmi dihapus!”

“really? Good for you then. Why don’t you start by telling them the truth ‘bout your current relationship?”

“ga berani uy,.nunggu momen yang tepat aja kali ya”,

Seriusan, selama ini aink ga pernah nyembunyiin hal-hal penting dari anak-anak. Baru kali ini doang. Gimana kalo ntar aink di cap sebagai pengkhianat?

“So,…  this Amanda girl,.. is she beautiful?”

“not really,.. i prefer Elaine,.” (ga juga sih sebenernya).

“i see,… for the time being, just keep your distance from her”

“Yes, Ma’am!!” , akhirnya nada bicara Hana uda mulai turun. Dia berarti uda ga terlalu marah lagi. Huft. Aink bisa tidur dengan tenang malam ini. Yeay!!

“anything else?”

“nope, uda kayaknya”

“ok, then you may leave”

“Njiiir, ini teh aink diusir???”

“emang, ini lagi ngerjain sensor buat pelat solar cell. Uda kan itu aja? I’m busy you know”

Sssssshhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!
NGEHE!

“Fine, aink pulang nih!”

Aink langsung berdiri dan makein tas ransel di punggung. Belum genap dua langkah, Hana uda balik badan, kembali ngadep ke laptopnya yang dari tadi tampak kedip-kedip.

“Take care, bob. Jangan lupa makan malem”, ucap Hana datar, tanpa sedikit pun berusaha melirik ataupun menoleh ke arah aink yang sekarang uda di depan pintu.

“Okey, you too,. Jangan kemaleman di lab. Tar diculik alien, hahaha”

“if that’s the case, you would to my rescue, right?”

“emmmm, iya sih,….”

“no worry, then”

“pffffft…., mata ashita”

“jaa mata ne”

***

Abis nyerita sama Hana, aink agak lega. Separuh beban kayaknya ilang. Aink ga bisa nyerita ini sama Elaine pun sama seseleket army. Ga nyangka aja aink kalo Amanda bisa se-agresif itu. Padahal pas tingkat satu dia kayaknya anak baik-baik deh.

Aink ga ngerti lagi,

Amanda, oh Amanda

Aman,.  da,.

“Amanda?”

“halo kak”, jawab Amanda dengan tampang innocentnya.

Aink kaget. Orang yang namanya aink sebut-sebut dalam pikiran tiba-tiba nongol pas aink buka pintu keluar lab.

“kamu ngapain?”

“engga, lagi duduk-duduk aja kak, hehehe”

Sendirian. Di lorong prodi yang uda sepi.

“tadi Manda liat kakak masuk lab elka. Pengen nyusul tapi ga berani. Jadi Manda mutusin buat nunggu disini,.”

Pas aink masuk lab? It’s been one hour!, seriously???

“ngg,. Kakak marah ya?”

“marah kenapa?”

“soal yang kejadian di toilet itu,.. kakak belum jawab, trus sms Manda juga ga dibales…”

Ada raut kesedihan di wajah teduh Amanda. Iya sih, pas waras aink balik malem itu, aink langsung ngajauhin badan Amanda dari aink. Aink balik badan, buka kunci toilet trus walk out tanpa ngomong apa-apa. Trus tadi pagi pun aink ga bales sms dia. Selain karena emang ga ada pulsa sms, aink bingung juga mau jawab apa.

“bisa ga kita ngobrolnya sambil jalan aja?, uda malem, ga enak lama-lama di prodi (bangunan program studi)”

“bisa kak. Eh, mau makan bareng ga kak?, Manda uda lumayan laper nih, hehe”

“boleh, boleh. mau makan dimana?”

“terserah kakak aja”

“Ikan bakar depan kampus, mau ga?”

“duh, Manda ga suka ikan kak,. “

“kalo ke talago biru gimana? Masakan padang”

“Manda ga kuat makan yang pedes-pedes,.”

Enggg,..

“makan di warung pasta aja yuk, kak!”

Anjir minta yang mahal. Aink besok-besok langsung miskin.

“Manda ada voucher diskon”

Diskon??????

“HAYU!”

*

Warung pasta letaknya ga terlalu jauh dari kampus. Aink kesana biasanya cuma pas nerima gaji semesteran sebagai asisten perkuliahan dan praktikum. Aink suka minumannya yang banana blue. Enak bangeet!! Pastanya malah aink ga demen. Paling kesana aink pesennya nasi.

Dalam perjalanan ke WarPas, aink sama Amanda ga banyak ngomong. Cuma saling tanya soal hari pertama kuliah, program-program himpunan, ,dan hal-hal remeh lainnya. Sebisa mungkin aink ga nyinggung soal pacaran dan lain sebagainya. Aink masi bingung.

Sesampainya deket gerbang kampus, hape aink bunyi. Ada chat masuk.

Dari Hana,

“USOTSUKI!!!!, KATANYA AMANDA GA CANTIK. TADI ABIS KEPOIN IG-NYA. PASTI KAMU HORNY NGELIATIN TOKETNYA KAN? BENER KAN? MESUM!  AWAS KALO AMPE SELINGKUHIN ELAINE GARA-GARA SI COWTITS INI, KITA BUBAR!”

Ngggggg…… sengaja banget dikepslok semua. Yah, balik lagi ke awal. Trus ngapain tadi aink duduk dilantai diceramahin selama satu jam??

“Cantik itu relatif, sayang. Kalo jelek iya mutlak. <emot kiss>”

Send.

Ternyata ketika aink bales chat, Amanda uda jalan agak jauh di depan. Sekarang dia persis ada di depan gerbang kampus yang sekarang kanan kirinya lagi berwarna banget karena tanaman disana pada berbunga semua.

Kontras banget balutan kaos putih dan selapis cardigan yang dipake Amanda sama bunga-bunga warna pink keunguan yang ada di kiri kanan gerbang. Pemandangan ini semakin terlihat jelas karena bulan di atas lagi semangat-semangatnya purnama.

Di bawah siraman cahaya bulan dan gemintang, Amanda tampak menikmati banget suasana malam dan udara segar yang sekarang sedang dia hirup dalam-dalam.

<untungnya dia pake pernafasan dada :3 , yeay, hidup kerang ajaib!>

Well, i never knew that an angel could fly so low

Saking terpesonanya, ketika aink jalan ngedeketin Amanda, aink kesandung dan hampir jatoh. Sambil jalan ngedeketin aink, Amanda cekikikan.

“hati-hati kak jalannya, ntar kakak jatoh”, ucap Amanda penuh perhatian sambil senyum-senyum ditahan.

Telat,

“I was already fell, by the time I saw you chanting your spell”,
aink membatin.



previously on 1201:
Ch.3 The Seseleket Army 

Wasiat Imam Ghazali
.
Suatu hari, Imam Al Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. 
Lalu sang Imam bertanya:
.
1. “Apa yang PALING DEKAT dengan diri kita di dunia ini ?”.
.
Murid-muridnya menjawab: “Orang tua, guru, kawan dan sahabatnya”.
.
Imam Ghazali menjelaskan,
.
“Semua jawaban itu benar. Tapi yang paling dekat dengan kita adalah “MATI”.
.
Sebab itu memang janji Allah SWT bahwa dalam Surah Ali ‘Imran ayat 185
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”.
Maut bisa datang menjemputmu sewaktu-waktu tanpa kita tahu, dimanapun kamu bersembunyi, maut tetap akan datang menghampirimu tanpa kamu tahu kapan itu terjadi. .
Tapi ingat pula sabda Rasululloh saw :“Janganlah kamu takut mati karena pasti terjadi, janganlah kamu minta mati datang kepadamu dan janganlah kamu berbuat yang mendekatkan dirimu dengan mati”.
.
Silahkan repost dan tag sahabatmu 😊
Semoga bermanfaat..

Kontribusi oleh @cinta.mulia

#duniajilbab

Made with Instagram
#Kisah Para Nabi 14: Kisah Nabi Ya’qub as

Sebagian ulama berkata, “kisah adalah sebagian dari tentara Allah yang diturunkan ke bumi”. Dan bukankah lebih dari separuh ayat Al Qur’an diturunkan dalam bentuk kisah-kisah umat terdahulu?. Kali ini saya akan mencoba mencuplik kisah dari Para Nabi sebelum hadirnya Rasulullah saw. Apa yang akan saya sampaikan disini hanya berupa ringkasan, tentunya karena keterbatasan pengetahuan saya mengenai hal ini. Oh iya, literatur yang saya gunakan untuk menulis ringkasan ini adalah “Kisah Para Nabi” karya Ibnu Katsir. Selamat membaca :)

Bismillah :)

Dalam buku Kisah Para Nabi karya Ibnu Katsir, bagian nabi Yaqub ini include kedalam bab Keturunan Ibrahim bersama dengan kisah Nabi Ismail dan Nabi Ishaq as.

Dalam suatu riwayat dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw pernah ditanya, tentang siapa manusia yang paling mulia, Rasulullah menjawab, “orang mulia, anak orang mulia dan anak orang mulia adalah Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim”

Berita kelahiran Ya’qub datang bersamaan dengan berita kelahiran ayahnya, Ishaq. “Maka kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan setelah Ishaq (akan lahir) Ya’qub” (QS. Al Huud: 71). Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, berita gembira ini disampaikan langsung oleh para malaikat kepada Ibrahim dan Sarah, ketika mereka mampir ditempat keduanya saat hendak menuju Madain tempat kaum Luth.

Disebutkan saat berusia 40 tahun, Ishaq menikahi Rafiqa binti Batwabil. Dari istrinya, Ishaq mendapatkan dua anak yang kembar. Anaknya yang pertama bernama Aish, yang kemudian oleh bangsa Arab disebut sebagai Aish nenek moyang bangsa Romawi. Anak keduanya bernama Ya’qub. Beliau inilah Israil, yang menjadi asal usul nasab Bani Israil.

Dikisahkan bahwa hubungan antara Aish dan Ya’qub kurang baik, hingga akhirnya Rafiqa meminta kepada suaminya, nabi Ishaq untuk menyuruh Ya’qub pergi ketempat saudaranya, Laban di Haran. Setibanya Ya’qub di Haran untuk bertemu dengan pamannya, Yaqub meminta kepada pamanya agar menikahinya dengan putri bungsunya. Paman Ya’qub memiliki dua orang putri, yang satu bernama Laya dan adiknya bernama Rahil. Disebutkan bahwa Rahil memiliki wajah yang lebih cantik dari kakaknya.

Pamannya menerima permintaan Ya’qub dengan syarat Ya’qub harus menggembalakan kambing miliknya selama 7 tahun. Setelah batas waktu tersebut berlalu, Pamannya Laban membuat jamuan makan, mengundang orang-orang untuk makan dan menikahkan Ya’qub dengan putri sulungnya, Laya. Laya memiliki pandangan yang lemah, dan wajahnya tidak secantik Rahil. ‘Menikahkan anak perempuan yang lebih muda sebelum kakaknya, bukanlah tradisi kami. Jika kau ingin menikahi adiknya, silahkan kau kembali mengembalakan kambing selama 7 tahun’, jawab Paman Laban ketika Yaqub protes akan keputusannya menikahkanya dengan Laya.

Ya’qub kembali mengembalakan kambing selama tujuh tahun, dan setelah itu ia dinikahkan dengan Rahil, adik dari istrinya. Saat itu menikahi dua wanita bersaudara lazim dilakukan. Namun kemudian aturan ini dihapus oleh syariat Taurat. dalam Tarikh Ath Thaari, disebutkan ‘Ya’qub menikahi dua wanita bersaudara’. Itulah maksud dari firman Allah dalam QS. An Nisaa’:23, “Dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi di masa lampau”.

Setelah menikahkan Ya’qub dengan Rahil, Laban kemudian menghadiahkan masing-masing budak perempuan kepada putrinya. Laya diberikan seorang budak bernama Zulfa, sementara Rahil diberi seorang budak bernama Balha.

Allah menghibur kelemahan fisik Laya dengan memberikan sejumlah anak yang lahir dari rahimnya. Ia adalah istri pertama yang melahirkan anak untuk Ya’qub. Anak-anaknya bernama Wabil, Syam’un, Lawai dan Yahudza. Karena cemburu belum bisa memberikan anak untuk suaminya, maka Rahil menyerahkan budak wanita miliknya untuk digauli Ya’qub. Balha kemudian hamil dan melahirkan anak yang diberi nama Nifatali. Laya kemudian juga menyerahkan budak miliknya, dari Zulfa lahirlah anak nabi Ya’qub yang bernama Jad dan Asyir. Setelah itu, Laya kemudian hamil dan melahirkan tiga anak, yang diberi nama Esakhar, Zablun dan Dina. Dengan demikian, Laya memiliki tujuh anak dari Ya’qub.

Rahil kemudian berdoa kepada Allah, memohon agar diberikan anak dari Ya’qub. Allah mendengar dan mengabulkan doanya. Rahil akhirnya mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki agung, mulia, tampan yang diberi nama Yusuf. Dan dikemudian hari, Rahil juga akan melahirkan seorang anak yang diberi nama Bunyamin.

Dalam kitab Shahihain, Imam Bukhori menuliskan dari Abu Dzar, “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, masjid apa yang pertama kali dibangun?’, ‘Masjidil Haram’. Jawab beliau. ‘Setelah itu masjid apa?’ tanyaku lagi. ‘Masjidil Aqsha’. Jawab beliau. ‘Berapa jarak pembangunan kedua masjid itu?’ tanyaku kembali. ‘Empat puluh tahun.’ Jawab beliau. ‘Setelah itu masjid apa lagi?’. ‘Setelah itu dimanapun kamu menjumpai waktu shalat, kerjakan (shalat tersebut), karena seluruh (bumi) adalah tempat shalat.’ Jawab beliau”

Menurut riwayat diatas, yang membangun Masjidil Aqsha adalah nabi Ya’qub, 40 tahun setelah Ibrahim dan Ismail membangun Masjidil Haram. Sebelumnya dikisahkan, saat perjalanan Ya’qub menuju kediaman pamannya di Haran. Ya’qub tertidur diatas ebuah batu, dalam tidurnya ia bermimpi melihat sebuah tangga yang terpasang dari langit ke bumi. para malaikat turun melalui tangga tersebut, Rabb Tabaraka wa Ta’ala berbicara kepadanya, Ia berfirman, ‘Sungguh Aku memberkahimu, memperbanyak keturunanmu dan Aku jadikan bumi ini untukmu serta keturunanmu sepeninggamu nanti’.

Saat terbangun Ya’qub merasa senang dengan mimpinya tersebut dan bernazar kepada Allah jika ia kembali pulang ke keluarganya, ia akan mendirikan sebuah tempat ibadah untuk Allah ‘Azza wa Jalla. Ya’qub kemudian menghampiri batu tersebut, lalu ia beri tanda dengan minyak, ia memberi nama tempat tersebut sebagai Bait Eil, yang berarti Baitullah. Kelak diatas tempat ini, nabi Ya’qub membangun Baitul Maqdis.

Menjelang kematiannya, nabi Ya’qub mengumpulkan anak-anaknya dan berwasiat kepada mereka. “Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan yang Mahaesa dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (QS. Al Baqarah: 133).

Kapan Wisuda?

“Jadi kamu wisuda kapan?” tanyaku memecah keheningan. Setelah kita berpuluh menit di tempat ini, namun tidak ada yang bersuara. Begitu canggung, tenggelam dalam pikiran masing-masing. 

Seketika kepalamu terangkat. Bibir sedikit bergerak, seakan ingin menjawab tanyaku. Namun, tidak ada suara yang terdengar darimu. Aku mendengus. Pasrah akan pertanyaanku yang hanya menguap tanpa jawaban yang kudapat. Kembali menunduk. Kembali hening. 

“November.” Setelah belasan menit, akhirnya kamu menjawab pertanyaanku. Sedikit mengobati kekesalanku padamu. 

Aku diam sejenak, tidak langsung menimpali jawabanmu. 

“Bolehkah aku menghadirinya?” Aku begitu ragu untuk mengatakannya. Lebih tepatnya aku malu, sekaligus takut akan jawaban yang kamu beri. Aku takut kamu berkata tidak. 

Tiba-tiba pandanganmu tertuju padaku. Menatapku lebih lama. Namun, dengan ekspresi yang tidak kumengerti. Terlihat sedikit keraguan. Aku kembali mendengus. Kembali menunduk, pasrah atas penolakan yang akan kudapat. 

“Tentu saja boleh.” Aku terkesiap demi mendengar suara itu. Suara menyenangkan darimu yang dulu sering kudengar. Aku mematung. Tertegun atas jawabannya. Mataku berbinar. Mengisyaratkan untuk mendapat penegasan. 

Kamu tersenyum lebar. Begitu menyenangkan. Berbeda jauh dengan terakhir kali kumelihatmu. Dan entah mengapa suasana lebih terasa mencair. Walau rasa canggung masih melingkupi. 

Hanya percakapan imaji. Di tengah keriuhan wisuda tiba-tiba muncul pertanyaan yang ingin kutujukan untuk seseorang. Bagaimana skripsimu? Kapan wisuda? Boleh datang?