menempah

Jadilah Muslimah Yang berkarakter, muslimah yang tidak gampang mengikuti arus dari luar ajaran Agama islam.

Gitu kata ustadz~

Mari menempah karakter kita dengab karakter Muslim/Muslimah sesungguhnya. 💪💪💪

Pandangan manusia takkan pernah habis..
Pemikiran manusia satu dan lain takkan pernah sama.
Penilaian manusia terhadap yang lainnya pasti berbeda.
Tapi Allah hanya menilai satu, proses ketakwaan kita.. proses kita menempah diri menjadi…
.
Pandangan manusia takkan pernah habis..
Pemikiran manusia satu dan lain takkan pernah sama.
Penilaian manusia terhadap yang lainnya pasti berbeda.
Tapi Allah hanya menilai satu, proses ketakwaan kita.. proses kita menempah diri menjadi shalihah..
.
.
Mari bayangkan ibu dan bapak kita.. bagaimana mereka memeras keringat untuk membiayai pendidikan kita.. bagaimana mereka menabung untuk masa depan kita..
Bagaimana mereka terus tersenyum sedang usia mereka kian bertambah dan mereka hanya memikirkan kita di seumur hidupnya?
Bagaimana bisa kita membalas jasa mereka?
Bahkan diceritakan dalam sebuah kisah… Suatu hari, Ibnu Umar melihat seorang yang menggendong ibunya sambil thawaf mengelilingi Ka’bah. Orang tersebut lalu berkata kepada Ibnu Umar, “Wahai Ibnu Umar, menurut pendapatmu apakah aku sudah membalas kebaikan ibuku?” Ibnu Umar menjawab, “Belum, meskipun sekadar satu erangan ibumu ketika melahirkanmu. Akan tetapi engkau sudah berbuat baik. Allah akan memberikan balasan yang banyak kepadamu terhadap sedikit amal yang engkau lakukan.” (Diambil dari kitabal-Kabair, karya adz-Dzahabi)
.
Mengupayakan keshalihan adalah salah satu amal jariyah bagi mereka.. lewat doa kita.. pahala untuk keduanya akan mengalir tiada terputus. .
Bagaimana bisa kita berhenti berproses hanya karena ejekan teman-teman kita yang hatinya belum tersapa hidayah?
Bagaimana bisa kita kembali ke masa lalu padahal kita tahu untuk sampai pada titik ini tidaklah mudah?
.
Doakan saja mereka yang menyakitimu.. Semoga Allah selalu meridhoimu :’)


#copassemogabermanfaat
.

Kisah

Ada masanya kita akan terfikir.

Kenapa hidup kita begini,
bukan begitu?

Kenapa kita diuji sebegini,
bukan sebegitu?

Merasa diri kan lebih bahagia,
jika takdir yang ada pada mereka itu,
milik kita jua.

Sejurus bertanya,
“ Tuhan, tiadakah kisah yang lebih indah?”

Kawan,
biar diuji kiri dan kanan,
asal di dada masih ada iman.

Jadi,
cuba tukar soalanmu. Begini.
“ Tuhan, adakah kisah yang lebih indah dari ini?”

Kisah kehidupan ini yang Kau keluarkan kami dari kegelapan menuju cahaya.

Kau tingkatkan darjat kami menjadi mulia dengan agama.

Dan dengannya Kau jadikan asbab membuka jalan bagi kami menempah syurga.

Jadi Tuhan, benarlah.
Tiada kisah seindah kisah ini.

“Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah lagi yang ingin kau dustakan? ”
-Ar-Rahman