menegur

Terimalah Teguran itu

Salam. I was just browsing through my old blog and I’d like to share with you this blog post from someone named Arina Yasin. By the way, if you try to go to that blog link, you won’t find it. Friendster blog dah pupus. Sayang sekali kan.. Anyway, let’s have a read and kita renungkan sama-sama :) 

Dua perkara yang banyak membantu kita menjadi seorang manusia yang baik ialah:

  1. Ditegur
  2. Menegur

Ditegur maksudnya kita menerima nasihat seseorang agar jadi lebih baik. 

Menegur maksudnya kita nasihatkan seseorang agar jadi lebih baik.

Hasilnya dapat pahala. NAMUN, tegur menegur itu haruslah berdasarkan ikhlas, iman dan redha Allah. Kadang-kadang kita tak berapa suka ditegur dan menegur.

Kalau kita ditegur, maka ego kita akan tercabar.

Kalau kita menegur takut ego orang lain pula tercabar atau terasa.

Lalu kita kata siapalah kita ni nak tegur-tegur orang. Rupa-rupanya bila dihitung berkali-kali, kalau kita abaikan dua amalan ini KITA AKAN RUGI. 

Memanglah kita akan terasa MALU bila ditegur, tapi lapangkanlah dada, terimalah teguran itu yang boleh MEMBAWA KEBAIKAN pada diri. Teguran mendidik jiwa hati dan akhlak. Kalau tidak, kita akan LUPA DIRI, DIULIT RASA EGO. Namun dalam banyak-banyak teguran terselit teguran yang AMAT BERMAKNA, iaitu teguran dari ALLAH.

Kita sering tak terperasan, ALLAH menegur kita. Bila kita rasa PANDAI, HEBAT, MULIA maka ALLAH SAYANG kat kita, ALLAH TEGUR kita. Cuba perhatikan ALLAH tegur kita semasa kita mendapat malu atas sesuatu perkara, semasa kita terjatuh, semasa berjalan.

Diantaranya paling halus ialah ALLAH menegur kita semasa kita BUAT SALAH secara TIDAK SENGAJA pada SESEORANG, lalu kita rasa BERSALAH dan MENYESAL.

Lantas PINTALAH KEMAAFAN darinya. Betapa teguran daripada ALLAH membawa MAKSUD bahawa kita harus SEDAR KELEMAHAN DIRI KITA sebagai HambaNYA. Kemudian kembalilah kepada ALLAH dengan penuh RASA SYUKUR dan MERENDAH DIRI.

Ingatlah SAHABAT… Kita MANUSIA BIASA, punya KELEMAHAN dan KEKUATAN tersendiri. Setiap manusia ada VALUE masing-masing, cuma mungkin setakat ini kita MASIH BELUM NAMPAK.

Usah bersedih, sebaliknya bermujahadah untuk mencapainya. Semua perkara adalah sukar sebelum menjadi mudah.

ANDA SEORANG YANG ISTIMEWA DAN UNIK. 

Think of that. Wassalam. 

Wallahualam.

Beruntunglah kita kalau sedia menerima teguran =)

Little Talks About Ayah

Ayah itu lembut banget, bahkan menegur adik ipar perempuannya yang notabene tante gue, lembutnya kaya ngomong ke Mama. Di satu sisi Ayah juga tegas, justru karena sifatnya yang nggak pernah ngebentak itu yang bikin anak-anaknya jadi segan. Tapi Ayah sama sekali nggak kaku, malah lawak banget, sudah dibuktikan oleh beberapa teman yang pernah bertemu beliau secara langsung. Satu hal lagi, beliau nggak pernah suka lihat gue nangis meskipun gue perempuan. Kalimat yang sering diulang-ulang Ayah kalo lagi kasih nasihat ke gue adalah,

“Jangan karena kamu perempuan jadinya kamu memenangkan seribu satu alasan untuk menangis. Perempuan juga mentalnya harus baja, jangan mental tempe.”

Kalau Satya terobsesi ingin menjadi laki-laki sesempurna Bapak. Fadhlia terobsesi mencari pendamping yang segala sisinya hampir serupa mendekati Ayah.

Jadi kalo nanya kapan gue nikah? Jawabannya, nanti kalo ada reinkarnasinya bokap gue. Oke udahan ah beleberannya, nanti doi kupingnya panas diomongin di sini.