matis

ORANG PALESTINA SAMA KITA ITU BEDA

Mereka kalo mau solat ke masjid harus maksa-maksa karena dikunci tentara Israel… Kalo kita musti dipaksa-paksa baru mau sholat ke mesjid.

Yang mereka fikirkan kira-kira besok masih hidup atau sudah ketembak mati, sehingga yang dikerjakan itu jadi bekal akhirat atau tidak… Kalo kita yang difikirkan kira-kira besok liburan ke mana? Makan bareng di restoran mana? Yang disiapkan bekal cuma selama hidup di dunia aja.

Mereka mempertaruhkan nyawa untuk memperjuangkan keimanannya. Kita pertaruhkan nyawa demi harta benda… Bahkan siap bertarung demi rebutan duit parkir dua rebu. Demi harga diri katanya. Semurah itu kah harganya?

Wajah-wajah mereka bergelimang air mata karena khusyu berdoa… Kita, sedih pilu sesegukan karena sekedar nonton drama Korea.

Mereka tak takut mati biarpun moncong senapan bahkan tank di depan mata. Karena mati membela agama sudah jelas jaminannya surga… Kita mah takut mati karena terus merasa belum pantas jadi penghuni surga. Takut masuk neraka tapi amalan segitu-gitu aja. Tobat juga banyak delaynya.

Jelas kan bedanya…

Jadi sebetulnya siapa yang lebih perlu dikasihani?
Mereka? Atau jangan-jangan malah kita?

Dari saudaramu yang tak banyak berbuat apa-apa, 😭
Rendy

#FreePalestine

Pantes aja banyak orang-orang ternama malah mengakhiri hidupnya padahal dia terlihat baik-baik aja.

Karena banyak pikiran emang ga ada bekasnya. Rasanya cuma mau berhenti, Mati!

Amnesia ya?
lupa dulu siapa yang mohon-mohon cinta?
mati-matian buat aku percaya?
lalu sekarang kamu mau buang aku gitu aja, di saat aku udah bener-bener cinta?

bahkan kamu tidak lagi peduli saat ku memohon untuk tetap tinggal.
tidak tahukah kamu, bahwa dulu aku menerimamu karena ku tahu ada hati yang harus ku hargai.
untukmu aku belajar menerima hingga ku sampai pada titik benar-benar cinta.
namun kamu, tidak memiliki hati untuk melihat hatiku yang sudah di penuhi olehmu.

Sebuah peci usang nan berdebu, menanti pemiliknya kembali. Peci usang rindu akan kenang bersama pemiliknya saat sujud dalam syahdu.

Peci usang masih menanti, akankah pemiliknya kembali?
Meski jiwa dan raganya telah mati.
@lluviaphile

Lelahku yang ikhlas dan tabah hanya ku pulangkan untukmu, Anakku. @galaxypelangit

Aku seorang ayah, aku berjuang, aku kuat. Kujuangkan rezki yang halal, kukuatkan hati, punggung dan kaki. @raitifah

Kesehatan terkadang kau tak fikirkan lagi jika menyangkut hal-hal yang kau sukai. @katabisu

Satu rasa, satu asa. tak apa berlelah asal kita nyata bersama-sama. @ulfaekwrdni

Bahkan ketika kau merasa bisa hidup sendiri, akan selalu ada waktu dimana kau membutuhkan dukungan dan cinta dari orang lain. @duaapuluhtiga

Aku tertawan, langkahku tertahan, hingga lelah ku coba berlari, poros semestaku masih kamu. @coretangaje

Harapku untuk beriringan melangkah harus ku endap dalam-dalam
Aku hanyalah bekas luka yang hendak kau kubur jauh-jauh.
@rurisharistiani

Tak apa wajahku tertutup oleh kuku-kuku yang berbau tanah, karena di sana ada kenangan kecil yang sudah mulai kulupa baunya.
Tak apa tawaku tertutup oleh gigi-gigi yang menguning, karena di sana ada tawa bahagia yang mulai kulupa caranya.
@tehitam

Ini senyum kami sebelum mesin-mesin kompresor meraung mengumpulkan ikan dari hasil pengeboman karang dan pembiusan laut kami.

Ini senyum kami sebelum dipisah oleh gadget kami masing-masing. @abhiihabibi

Mereka tertawa dengan begitu sumringah bukan karena suatu hal yang mewah melaikan karena hal-hal yang begitu sederhana.

Tawa mereka nyata, bukan sebuah sandiwara yang seringkali di perankan oleh orang dewasa. @sepercikcahaya

Ingatlah pada setiap langkahmu akan ada yang selalu mendoakanmu,
ingatlah juga bahwa setiap langkah pergimu akan ada yang menunggumu pulang.

Dia adalah keluargamu dirumah. @dentaldream

Terbit dan terbenam, layaknya matahari.
Kadang aku berfikir seperti itulah usahaku melupakanmu. Sulit sekali. Kau selalu hilang tetapi tetap saja, akan kembali kuingat.
@nurulasmaulhusna

Aku menyukai senja,
meski ia hanya datang sekejap
kemudian gelap, sama sepertimu.
@hikmaaltafunnisa

source picture: @fahrysamudera

cc: @tumbloggerkita

Aku pernah mencintaimu dengan seluruh hati yang ku miliki.
Aku pernah memujamu.
Aku pernah mempercayaimu melebihi diriku sendiri.
Aku pernah menjadikanmu yang terutama.
Aku pernah menaruh harapan padamu.
Aku pernah memberikan waktu dan hidupku.
namun yang ku terima adalah penghianatan dan ketidakpedulianmu.
kini kepedihanku akan menjadi penguatan untuk ku melangkah tanpamu.
suatu hari nanti kamu akan mengerti, ada hati yang pernah kau tepiskan hingga mati.
Jay Park as your Boyfriend~

- Cuddling, lots of cuddling 

- He loves holding you

- He would literally treat you like a queen 

- Sugar Daddy Jay 

- Just Daddy in general 

- Fights would be very rare 

- But when you have them, he tends to say some dumb shit

- But apologizes quickly

- There’s no such thing as personal space at night 

- He would be really clingy when sick or sad 

- He may seem like a player, but you would be his absolute weak spot 

- He would take you to his concerts 

- I kinda see him as the possessive kind of person when drunk

- Buys you everything you want

- Plays with your hair, and lets you play with his

-  A LOT OF SEX

- Dances with you

- Showers with you

- He gets really jealous, even though he knows you’d never leave

- Always touching you in some way

Originally posted by jayfatuasian