masjid an nabawi

Kamu, Ada yang Kangen

Ternyata, di jauh sana ada yang kangen sama kamu. Rindu kedatanganmu, sentuhanmu, derai air mata doa dan tasbih-tasbihmu yang melangit. Sayangnya kamu mungkin terlalu sibuk dengan hari-harimu yang keras. Padahal, jika kamu menyambut rindunya, hidupmu akan jauh lebih berwarna. Percaya.

Kamu, Ada yang kangen

Dia mungkin akan iri, kenapa dia ditelantarkan dari yang lain. Ketika kamu bangga bisa selfie di depan ka'bah nan gagah, atau bisa update story ketika kamu melihat kubah hijau Nabawi. Dia, jarang kau sebut, dan akhirnya turis-turis tak berpakaian yang mendatanginya, itupun sambil melafaz ayat talmud yang ia tak tahu maknanya apa.

Padahal Rasulullah menyebutnya sedaftar sebagaimana beliau menyebut Al Haram dan Nabawi.

Kamu, Dia menunggumu

Dia ingin lagi kau datangi, kau peluk dengan mesra, kamu belai hamparan tanahnya dengan sujud khusyu, kamu tenangkan setiap dindingnya dengan ayat al isra. Setiap hari ia diraba tangan-tangan durjana, ia terlantar dan nyaris dibinasakan. Datanglah, atau paling tidak, kangenlah juga, padanya.

“Kamu tahu anak yatim itu siapa?”, tanya Syaikh Raid Shalah pada umat Islam, “anak yatim itu adalah Al Aqsha, yang kamu lupakan ketika Masjidil Haram dan Masjid Nabawi ramai dikunjungi orang.”

Kamu, iya kamu, ada yang kangen. Namanya Al Aqsha. Semoga suatu hari nanti kerinduannya kita obati, bershaf-shaf gagah sembari sembari bertakbir gempita.

—  @edgarhamas