manhaj-salaf

Sesulit apapun yang dirasakan dalam belajar maka katakanlah : "mudah"

Hanafi Abu Abdillah Ahmad

Sesulit apapun yang dirasakan dalam belajar maka katakanlah : “mudah”,.. karena Allah akan memudahkanmu,

dan jangan sekali-kali mengatakan : “susah”,.. meskipun terasa sangat berat sekali.. Karena Allah akan menyusahkanmu dan akan memberi banyak hambatan kepadamu..

Kesulitan apa saja yang ditemui maka berusaha saja, cari tahu saja, jangan patah semangat,.

dan tatkala dihina, dibully, atau diledekin karena banyak berbuat hal yang dianggap lucu oleh yang lebih tahu dalam pelajaran itu maka abaikan, hingga benar-benar dapat menemukan apa yang dicari, selain itu iringi terus usaha dengan do'a.

Karena Allah berfirman dalam hadits Qudsi : “Anaa ‘inda zhanni 'abdiy biy”.

Artinya : “Aku tergantung prasangka hambaku terhadap diri-Ku”.

Dan bila saya flashback kepada masa lalu saya tatkala belajar bahasa arab dari nol, maka ucapan dalam hadits ini benar-benar saya rasakan sekarang kebenarannya, alasannya ?

Dahulu tatkala kami memulai pelajaran bahasa 'Arab, dan kelas itu penuh dan semua teman-teman sangat antusias sekali, begitu pelajaran dimulai sangat berasa sekali tantangan dalam belajar, tidak seperti keadaan sebelum belajar, kami yang semua belajar benar-benar dari nol (buta sama sekali).

Sebagian teman-teman bilang “bahasa 'Arab itu ternyata susah ya”,

dan saya mengatakan “bahasa arab itu mudah”

walau saya juga sama seperti mereka, dan benar-benar masih buta dan tak dapat memahami sama sekali diawal-awal belajar, sehingga seiring berjalannya waktu, kelas makin berkurang hingga mengosong, hingga tersisa dua atau tiga orang saja yang bertahan sampai menyelesaikan dars,

terkadang dalam kesempatan yang lain tinggal hanya saya dan guru bahasa arabnya saja yang datang, dan selebihnya entah menguap kemana,

selain itu saya juga bayar uang dan harus mengurangi jatah makan dan jajan sehari-hari saya untuk biaya operasional ustaadz, meski posisi hidup dirantauan yang harus bertahan hidup jauh dari orang tua,

dan benar saja, karena tidak ada kesungguhan dalam belajar, maka tidak sedikit diantara teman-teman yang lebih dulu mengenal manhaj salaf dari saya hingga saat ini masih banyak belum bisa memahami bahasa 'arab.

Karena itu belajar itu kalau ingin bisa :

1. Kemauan yang keras.

2. Sungguh-sungguh

3. Jangan berputus asa

4. Jangan takut rugi

5. Jangan malas

6. Butuh waktu yang lama

7. Jangan patah semangat tatkala jadi bahan tertawaan karena sering menjawab yang salah dikelas

8. Jangan berburuk sangka pada Allah

9. Banyak berdo'a

10. Bersabar.

~ Semoga menginspirasi kebaikan ~

Katanya aktivis dakwah tapi kok shalat berjamaah dientengkan?
Katanya aktivis dakwah tapi kok dzikir pagi-petang bolong-bolong?
Katanya aktivis dakwah tapi kok masih sering sms nggak penting dengan lawan jenis?
Katanya aktivis dakwah tapi kok masih suka kepoin almbum foto lawan jenis?
Katanya aktivis dakwah tapi kok masih bergamis taman bunga?
Katanya aktivis dakwah tapi kok masih hobi dengarin musik?
Katanya aktivis dakwah tapi kok masih narsis?
Katanya aktivis dakwah tapi kok masih hobi nonton film?
Katanya aktivis dakwah tapi kok masih hobi baca novel?
Katanya aktivis dakwah tapi kok ikhtilat tak dihindari?
Katanya……..?


Berbenah yuk, jangan hanya karena kamu seorang, maka yang lain menelan pahitnya ketidakpercayaan orang lain.

—  Allaahua'lam

An important principle: Do not rush to praise someone

Imaam al-Bukhaaree reported that `Aaishah رضي الله عنها said: “Whenever you appreciate the good deed of a person, you should say:

‎اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّـهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ

Do deeds! Allaah will see your deeds, and (so will) His Messenger and the believers.

[Surah al-Tawbah (9):105]

“And you should not hasten to praise anyone (for doing what seems to be a good deed).”

[Saheeh al-Bukhaaree (9/154)]

This is very important to understand and to not overlook this principle, because we rush to praise someone and then she/he DOES something which is against the Sunnah and the Manhaj of the Salaf; and she/he SAYS something which is against the Sunnah and the Manhaj of the Salaf, and she/he CALLS to something which is against the Sunnah and the Manhaj of the Salaf. And we overlook or continue to blindly follow this person because our love for them has blindsided us.


Allaah protect us and keep us safe from falling into this error.

anonymous asked:

Assalamu'alaykum, kak jana. Mau nnya sekaligus mnta pndapatnya kak☺ Mnrut kak jana sbrpa penting 'kufu' dlm mnentukan pasangan hidup? Dan jga klau misalnya kita dihadapkan pda posisi spt ini; ad seorg akhwat yg bermanhaj salaf di khitbah olh seorg ikhwan yg kbetulan ikhwannya ini manhaj ny beda dgn si akhwat tdi. mnrut kak jana gmna? Bknkah ktika mnikah utk mnciptakn kluarga samawa yah kak? Kdg mncul dibenak sya gini, bgmna kita bisaq membngun rmh tangga yg kita inginkan, smentara manhaj brbeda?

Wa'alaikumussalam. Wr. Wb.

Sekufu dengan pasangan hidup itu sangat penting dan lebih utama. Sekufu itu kan kesetaraan dan atau kesamaan antara calon pasangan suami istri dalam beberapa hal tertentu.

Ada beragam pendapat tentang kafa'ah atau kufu dalam masalah pernikahan. Ada yang memandang dan menganggap bahwa kesetaraan dan kesamaan itu dari segi kedudukan/pangkat, harta, usia, rupa, dsb. Namun yang lebih kuat dan disepakati para ulama adalah sekufu dalam agama.

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan dan Kami jadikan kalian bersuku-suku dan berkabilah-kabilah agar kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (Al Hujurat: 13).

Menurut Imam Malik, ungkapan kafa’ah atau kufu ini khusus untuk kesepadanan dalam agama, iman taqwa dan juga akhlaknya. Orang yang bagus agamanya, ia sekufu dengan pasangan yang bagus pula agamanya. Imam Syafi’i pun mendukung pendapat ini. Bahwa kafa’ah berlaku dalam bidang agama.

Tanpa menafikkan masalah usia, harta, tahta, rupa, dll, semua itu tidak lebih utama daripada iman dan ketaqwaan seorang calon pendamping. Seorang muslim atau muslimah seharusnya berikhtiar untuk mendapatkan yang demikian itu. Maka sekufu dalam memilih pasangan hidup itu harus.

Next…. akhwatnya bermanhaj salaf dikhitbah ikhwan beda manhaj (?)

Seharusnya, keduanya harus mengikuti generasi salaf. Bukankah berjalan diatas manhaj salaf adalah perintah Rasulullah bagi setiap muslim? Sebagaimana hadist Rasulullah saw.

“Berpeganglah kalian pada sunnahku dan sunnah Al-Khulafa Ar-Rasyidin setelahku. Gigitlah ia (sunnahku tersebut) dengan gigi geraham”.

Manhaj salaf mengikuti generasi salaf. Generasi salaf, yakni para nabi, para shahabat, tabi'in, tabi'ut tabi'in termasuk imam madzhab yang empat. Kebalikan dari generasi khalaf, yaitu generasi pengikut syahwat. (Lebih jauh tentang ini silahkan merujuk kitab Tuhfatul Murid ‘Ala Jauharatit Tauhid. Karya Syaikhul Islam Ibrahim bin Muhammad Al-Baijuri).

Kalau sudah sama niat dan tujuannya karena Allah serta teladannya adalah para generasi salaf, sekiranya tidak akan ada pertentangan.

Barangkali yang menjadi entri pointnya adalah menikah beda harakah (jamaah atau kelompok dakwah). Persoalan ini telah menjadi pembicaraan hangat dikalangan para aktivis gerakan. Bahkan kalau ada yang datang mengkhitbah, tidak jarang yang ditanyakan lebih dulu adalah: dari gerakan dakwah mana? Bukan lebih dulu bertanya tentang agama dan ketsiqohan serta pengamalannya terhadap aturan agama.

Ada juga yang lebih memilih menikah dengan orang non-gerakan yang penting “hanif”. Untuk menghindari perbedaan dan pergesekan fikrah gerakan/jamaah.

Persoalan menikah beda gerakan/jamaah atau sebutan serupa dengannya biasanya dianggap sebagai “ajang” perebutan kader. Atau ada yang menjadikan itu sebagai “ajang” penyelamatan bagi si calon yang dianggap fikroh gerakannya bermasalah. Belum lagi ketika manikah nanti kemungkinan akan ada hal-hal yang bisa saja saling beda. Masih banyak lagi “ketakutan” yang menghantui ketika menghadapi atau berada diposisi ini. Sehingga ada yang memilih jalan aman dengan menolak khitbah menggunakan alasan tidak segerakan.

Nyesek juga kan yah… kalau misalnya ada yang datang khitbah beda manhaj padahal hanif dan faqih fiddin tapi ditolak. Sementara yang semanhaj malah gak berani datang khitbah. Padahal setiap pilihan pasti punya konsekuensi. Menikah dengan yang seharakah/semanhaj atau tidak seharakah/semanhaj pasti akan ada konflik.

Kita diperintahkan menikah dengan seakidah bukan seharakah. Ini intinya. Adapun kriteria-kriteria lainnya itu menjadi pertimbangan pribadi. Istikharahkanlah, kamu sama Allah lebih tahu. Dia Maha Mengetahui segala yang terbaik, manusia harus memberikan usaha terbaik. Ya.. jangan sampai kecenderungan pada gerakan menghambat sunnah.

Insyaa Allah kalau coba dipahami baik-baik, akan terjawab pertanyaan terakhir tentang membangun rumah tangga dengan calon pasangan berbeda manhaj.

“ MASUK SURGA BERSAMA KELUARGA ”

👤 ustad NAJMI UMAR BAKKAR

sesuatu yg kt inginkan seorang suami istri dan anak2 masuk surga

Masuk surga seorang krn Rahmat Allah bukan krn amalan seorang
rahmat adalah kasih sayang dan rahmat allah berupa surga
Dan rahmat allah d dunia berupa kenikmatan dan keberkahan hidupnya

📝 1. Dalil pertama

📖 Qs AR RAd 23-24
Yaitu) surga-surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu

(Sambil mengucapkan), “Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.” Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu

surga itu d masukin oleh orng2 :
- benar iman nya
- Benar amalnya
- Benar akidahnya
- Dan mengikuti sunah

Pintu surga ada 8
Barangsiapa berwudhu dan mengucapkan

Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna mUhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang menyekutukanNya. Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya

Kt nabi bila seorang berwudhu dan baca ini maka dia akan masuk surga dr pintu mana saja yg dia inginkan

📖 Qs At tur 21
Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya

Orng2 yg beriman dan murni imanya tdk bercampur kesyirikan maka allah akan
Berikan rasa aman dan mereka mendapat petunjuk

📖 Qs al an am 82
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk

100 tingkatan dan tingkatan tertinggi yaitu jannah firdaus
- orng iman nya baik
- para nabi
- orang2 sholeh

📝 Dalil ke 2

📖 Qs annisa 69
Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad) maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik
sebaiknya

📖 Qs al imran 133
Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa

Amal sholeh kt smua bermanfaat bs memberikan syafaat kepd orngtua,anak dan suami istri

🔗 syafaat d berikan allah dgn 2 yaitu :

✔ Keikhlasan seorang dan amal yg menurut sunah (tuntunan Rosullah)

✔ Jika Allah meridhoi
Siapa orng yg bs memberikan syafaat jika Allah yg meridoi

📝 3. Dalil ke 3

📖 Qs Az Zukhruf 70
Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan pasanganmu akan digembirakan

Untuk wanita bila suami nya meninggal maka wanita ini menikah dan d kumpulkan d surga dgn suami nya yg terakhir

📖 Qs yasen 55-56-57
Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).

Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan

Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan

Bila ingin masuk surga maka wujudkan apa yg allah perintahkan
Dan jaga diri kt :
➡ Iman
➡ Akidah
➡ Amalan2
jgn yg tdak ada tuntunan dr Rosullah

📖 Qs Al azhab 21
Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah

📖 Qs al israa 19
Dan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik

Nabi mengatakan seorang mukmin baik laki2 dan perempuan pst akan mendapatkan ujian

➡ hidupnya d hina orang d kucilkan
➡Hartanya
➡ Anaknya

Bila ingin masuk surga dgn keluarga maka bersungguh2 lah
Qs al israa 19

Mahalnya surga itu dpt kt dpatkan dgn bersungguhnya dgn adanya rasa takut dan melahirkan sungguh2 dan akan mendapatkan derajat yg tinggi

ROSULLAH berkata Barangsiapa yg takut pd Allah maka dia Akan bersungguh2
Dan barangsiapa yg bersungguh2 maka dia akan mendapatkan derajat yg tinggi

📖 Qs Al ankabut 69
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik

Hidayah itu adalah kesungguh2an dan jihad
Hidayah d dapatkan dgn jihad dan kesungguh2an dan mengamalkan dan mendakwakan islam maka bekal iman dan amal sholeh yg dia dptkan surga bersama keluarga

➡ Hrs dgn sabar

📖 Qs al haj 78
Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur'an) ini agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Allah. Dialah pelindungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong

📍Orng yg tidk ikhlas maka akan sulit menerima islam dan dakwah islam

📖 Qs annisa 142
Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk salat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit
sekali

allah menunggu dan kt rasakan benarnya islam dan perkataan rosullah

Dan allah mengatakan sesungguhnya allah tdk akan merubah kondisi seseorang smpai orang itu merubah dirinya sendiri
Dan hrs ada
👇
- ada pengorbanan
- Ada perjuangan
- Ada kesungguhan

Allah menjelaskan ada surga d dunia
Dalam ayat
👇
📖 Qs ar rahman 46
Dan bagi siapa yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada 2 surga

Orng yg berilmu itu pst ada rasa takut dan iman nya benar
Bagi orang yg memiliki rasa takut akan mendapatkan 2 surga yaitu :
✔ Surga d dunia
Memahami tuntunan rosullah yaitu manhaj salaf
Mendapatkan ketenangan dalam kehidupan

✔ Surga d akhirat
Cintanya allah dgn seorang hamba

Masuknya mereka keluarga ke dalam neraka
Sesungguhnya orng2 yg merugi adalah mereka berada d neraka bersama2
👇
📖 Qs Az Zumar 15

Maka sembahlah selain Dia sesukamu! (wahai orang-orang musyrik). Katakanlah, “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat.” Ingatlah! Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata

📗 Hadits dalam imam at tabrani
nabi bersabda tidur itu saudara nya kematian dan penghuni surga itu tdk pernah tidur

🔦 Amal2 yg bs bersama nabi d surga

1. Wajib mentaati Rosullah dan ketaatan yg benar

📖 Qs annisa 69
Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad) maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik
baiknya

2.mencintai Rosullah dan cinta yg tertinggi dr pd kecintaan pd manusia
Ikuti beliau
Seorang itu d kumpulkan d surga dgn siapa yg dia cintai

3.banyak berselawat pd nabi

4.seseorang yg perhatian pd anak yatim

5.berdoa
Abdulah bin mas'ud ingin bersama rosullah d surga dan dia tetap berdoa ingin bersama rosullah d surga

Doa yg d ucapkan ibnu mas'ud
👇
“Ya Allah saya meminta kepada-Mu keimanan yang tidak akan berubah dengan kemurtadan, kenikmatan yang tiada putus, dan (aku memohon kepada-Mu) agar menjadi pendamping Muhammad shallallahu'alaihi wasallam di derajat tertinggi dari surga yang kekal.“ (HR. Ahmad)

📆 29072017
🏡 Baitul ilmi Umar bin khatab

“The Manhaj of Salaf is beneficial knowledge, good deeds, brotherhood upon Deen and cooperation upon righteousness and piety (al-Birr Wat Taqwā).”

— Sh. Ṣāliḥ al-Fawzān Hafiẓahullāh


● [السلفية حقيقتها وسماتها]

Translated By: Sameeullaah Sameeullaah (Aboo Maryamm)

Karena dunia begitu indah dan akhirat tak nampak di mata. Karena dunia itu nyata begitu mempesona dan akhirat yang benar tersamarkan keragu-raguan. Karena kita hanyalah manusia, yang sejatinya bodoh. Melihat tapi tak belajar, mendengar tapi tak paham, membaca tapi tak direnungi.

Akhirat adalah final, dunia adalah start. Tak bisakah melihatnya?

One of the reasons I want to marry a sister from America, and specifically one who comes from a similar background as me, is because I want the American Muslim to see that you don’t have to be a clown. You don’t have to tread the path of Yassir Qadhi, Nouman Ali Khan, Hamza Yusuf, or Suhaib Webb.

You can read the stories and lives great Imams like Bukhari and aspire to be that. Just because we’re in the West doesn’t mean we now have to make a new ‘standard’ for westernized Muslims, specifically the American. We can be more, but if everyone runs off to marry people from other countries thinking somehow them being Arab will essentially make them better or more pious, then what does that leave the American Muslim woman? Yes we can complain(speaking about men here) about sisters who aren’t covering, or how they don’t accept advice, but who’s teaching them? How many of us-who have kids-are teaching our daughters RIGHT NOW to memorize Quran? How many are busying their daughters with toys and cartoons when they SHOULD be teaching them small ahadeeth and easy supplications and if you desire some entertainment or time for relaxing them TAKE THEM OUTSIDE, dont put them in front of a TV or a computer screen. I know, I know, excuses. Someone is reading this and automatically taking this as an attack on them, but the reality is SOMEONE or a group rather, has to stop making excuses and start doing something.

I give the example of the young black child in Stone Mountain, GA who memorized the Quran while neither his mother nor father knew any Arabic. Our teacher Abu Muhammad Al Maghribee mentioned how great and amazing it is to see people like this come out of a place like America. You don’t have to be the typical brainwashed American Muslim that we’ve come to know, nor do you have to be a stone faced, harsh, hadaadee masquerading as 'salafi’ either. You can be more than what you are.

So yes, once again for the umpteenth time Im saying we need good brothers, strong brothers, possible small students of knowledge marrying two, three, or four women( If these women can be patient with poverty I would even advise marrying these types of brothers even if they don’t have much money, because of the benefit it could bring to a community)Building off these families great communities. Teaching our wives so that they can then advise and teach other sisters, while we keep a firm hand hold with our scholars and their students. If we can’t teach them everyday then we give them the resources so they can continue to learn and give them access to what we have within our libraries so that they can continue and develop a love not just within them but our children as well.

Yet none of this can happen until we fix what is within ourselves on an individual level. We have to become people of worship, and remembrance. We have to become a people of Zhud. We have to be a people who love knowledge, and its people. We have to truly be about this manhaj as Salaf, not just talk about it.

Penilaian seseorang bermanhaj salaf itu bukan ditentukan oleh ‘segolongan’ manusia yang sudah merasa dirinya sebagai ‘kelompok’ yang berdiri diatas Al-Haq, bukan juga mesti melewati sederet penilaian dan patokan dari orang-orang tertentu.


Kalau ada yang  menilai bahwa siapapun yang tidak berguru kepada gurunya dianggap tidak bermanhaj salaf, lalu standar penilaian bermanhaj salaf atau tidaknya seseorang harus sesuai dengan “komunitas” nya saja, Ini justru manhaj baru, yang tidak dikenal dalam manhaj Salaf.


Bermanhaj salaf tidak bercirikan dengan ikut pengajian tertentu, dengan radio dan saluran tv tertentu, atau ikut ustadz tertentu. Ini menyempitkan makna manhaj salaf.


Yang terpenting adalah carilah Ridha Allah dalam meniti jejak Salafush Shalih, ikuti Al Qur'an, As Sunnah, sesuai dengan pemahaman sahabat, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Itulah manusia yang bermanhaj salaf.

—  “…maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah Yang paling mengetahui siapa orang yang bertaqwa”– (QS.53:32)

I advice all my brothers and sisters to hold fast to the Quran and the sunnah and to the Manhaj of the righteous Salaf in their beliefs, in their way they call to Allah and in their positions of opposition towards Ahlul-Bid'ah who have thrown a concealing veil over Islam and have disfigured it with their actions, their writings, their statements and their false positions - such that the people come to know that these people of bid'ah do not represent Islam, and that Islam is free from their false beliefs, sayings and positions. And the people of the truth should make clear to them the true and sound Islamic belief in Allah, and His Prophets, His messengers, his books, his angels and the behavior of the Muslims in jihad, during peace and during war and in every sphere of life.

I truly believe that many Muslims who live in the west do not follow and comply with Islam correctly. So upon you all is that you implement and portray Islam correctly with respect to your beliefs, your worship, your manners and etiquette, your behavior and interaction with others - and you sincerely advice and counsel others for the sake of Allah, by acting in accordance to His book and sunnah of his Messenger (sav) and that you advise the Muslims sincerely.

📚[reference: “an advise to the salafis living in the west” by shaking Rabi ibn hadi al-madkhali, page 35-38]

1. The ideology of the Khārijite Terrorists [al-Qā’idah, ISIS, Nuṣrah, Boko Ḥaram] is not the result of foreign policy. This is apologetic nonsense of terrorist sympathisers. It is an ideology which reared its ugly head in the time of the Prophet [ṣallAllaahu ‘alayhi wa ṣallam] and took shape against his Companions.

2. They are an extremist, terrorist group who waged war against the Salaf [the Companions], after excommunicating them. Thus, they were the enemies of the Companions and they remain enemies to every Salafī who is upon the creed and methodology of the Companions.

3. They existed for 1400 years and will continue to exist until, as the Prophet [ṣallAllaahu 'alayhi wa ṣallam] mentioned, the Ḍajjāl [Anti-Christ] will appear in their midst and they will be with him. Thus, from the beginning to the end, they are at war with al-Islām and its people.

4. They are motivated by the world, but cloak their motivations and grievances with Religion.

5. The Righteous Salaf from the Companions, their successors, and Salafī scholarship over the past 1400 years have refuted them, starting from [‘Abdullāh] Ibn ‘Abbās, [the Companion who debated them], ‘Umar bin ‘Abd al-‘Azīz right through to Ibn Taymīyyah, then to Ibn ‘Abd al-Wahhāb, then to Ibn Bāz, al-Albānī, Ibn al-‘Uthaymīn, and al-Fawzān.

6. In the 20th Century, they were revived through the teachings and books of Sayyid Quṭb who promoted hatred of Islāmic societies, and blanket, unqualified excommunication [Takfīr] of them, calling for violent revolutions against them under a twisted banner of Jiḥād.

7. The contemporary Salafī scholars refuted these Khārijite terrorists [such as Bin Lādin] well before their terrorism spread to the West.

8. To refer to these people as “Salafīs” is to display compound ignorance or malintent. They are the greatest enemies to Salafīs and from their vengeful enmity is to cloak themselves under the banner of Salafīyyah in order to protect themselves and allow their evil to be thrown onto the Salafī way and its followers.

9. No one has refuted them more comprehensively and consistently and exposed their evil doctrines and their deviation from al-Islām except the Salafī scholars and their followers — makes total sense when you consider the Salafīs are followers of the Companions — the very ones whom the Khārijites excommunicated, declared apostates, fought and killed. Thus, with which intellect are these Khārijite dogs labelled Salafīs?

—  Abū Iyād Amjad Rafīq [Ḥāfidhahullāhu Ta’āla], “The Salafī Position Towards the Khārijite Terrorists.”

anonymous asked:

Apa perbedaan Manhaj Salafi dengan Manhaj yg lain ?

Bismillah,

Bukan manhaj Salafi tepatnya, tetapi manhaj Salaf. Manhaj adalah cara atau jalan beragama, Sedangkan makna Salaf adalah orang-orang terdahulu. Dimana manhaj Salaf artinya adalah jalan yang ditempuh berdasar petunjuk risalah yang telah Allah berikan kepada RasulNya, Nabi kita yang mulia Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang kemudian di amalkan dan di dakwahkan kepada Para Shahabat, dan Salafush Shalih.

Dan siapapun, perseorangan ataupun dari ormas manapun yang bermanhaj Salaf disebut Salafi. Manhaj Salaf bukanlah kelompok ataupun ormas Islam. Manhaj Salaf adalah satu-satunya manhaj yang wajib kita ikuti.Terdapat hujjah-hujjah yang kuat, nash dan dalil di dalam al Qur'an maupun As Sunnah, yang menegaskan bahwa kita harus mengikuti sikap dan cara beragamanya para salaf baik dari segi ilmu, amal dan dakwah.

Seperti diterangkan dalam surat Al-Maidah ayat 48: “Untuk tiap umat diantara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang…”

Dimana makna Salaf itu sendiri adalah orang yang telah mendahului (terdahulu) dalam ilmu, iman, keutamaan, dan kebaikan. Karena itu generasi pertama dari umat ini dari kalangan para shahabat, dan generasi terbaik sesudahnya disebut sebagai as-salafush-shalih. Merekalah yang Allah perintahkan untuk kita ikuti:

Artinya, “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah:100)

Menjadi keliru jika ada yang menisbatkan diri bahwa Salaf ataupun Salafi adalah suatu golongan/firqoh/kelompok/ormas Islam. Karena KITA SEMUA yang menjalankan agama ini mengikuti jalan para shahabat sebagai umat terbaik adalah bermanhaj Salaf.

Lalu timbul pertanyaan, “Kalau memang manhaj Salaf adalah Islam itu sendiri, mengapa banyak di antara mereka yang menisbatkan diri kepada manhaj tersebut tidak bisa dijadikan contoh potret muslim ideal?”

Jawabannya, “Sebab tidak setiap orang yang menisbatkan diri kepada manhaj Salaf, alias yang menamakan diri dengan Salafi, berarti otomatis telah menerapkan manhaj tersebut dengan semestinya. Sebagaimana tidak setiap orang yang menisbatkan diri kepada agama Islam, alias mengaku sebagai seorang Muslim; otomatis sudah mempraktekkan seluruh ajaran Islam. Jadi, yang bermasalah di sini adalah PERSONALnya (orangnya), bukan ajarannya/manhaj-nya.”

Jadi, saya tidak perlu membandingkan dengan manhaj yang lain. Karena kita sebagai seorang muslim wajib bermanhaj Salaf.