maidah

CATATAN RINGKAS, apabila ditanya anak/cucu tentang Al-Quran: (tanya jawab)

S : Berapa jumlah Surah dlm al-Quran?
J : 114 Surah
S : Berapa jumlah Juz dlm al-Quran?
J : 30 Juz
S : Berapa jumlah Hizb dlm al-Quran?
J : 60 Hizb
S : Berapa jumlah Ayat dlm al-Quran?
J : 6236 Ayat
S : Berapa jumlah Kata dlm al-Quran?, dan Berapa Jumlah Hurufnya?
J : 77437 Kata, atau 77439 Kata dan 320670 Huruf
S : Siapa Malaikat yang disebut dlm al-Quran?,
J : Jibril, Mikail, Malik, Malakulmaut, Harut, Marut, Al-Hafazoh, Al-Kiromulkatibun HamalatulArsy, dll.
S : Berapa Jumlah Sajdah (ayat Sujud) dlm al-Quran?
J : 14 Sajdah
S : Berapa Jumlah para Nabi yg disebut dlm Al-Quran?
J : 25 Nabi
S : Berapa Jumlah Surah Madaniyah dlm al-Quran?, sebutkan.
J : 28 Surah, al-Baqoroh, al-Imron, al-Nisa" al-Maidah, al-Anfal, al-Tawbah, al-Ra’d, al-Haj, al-Nur, al-Ahzab, Muhammad, al-Fath, al-Hujurat, al-Rahman, al-Hadid, al-Mujadilah, al-Hasyr, al-Mumtahanah, al-Shaf, al-Jum'ah, al-Munafiqun, al-Taghabun, al-Thalaq, al-Tahrim, al-Insan, al-Bayinah, al-Zalzalah, al-Nashr.
S : Berapa Jumlah Surah Makiyah dlm al-Quran? sebutkan.
J : 86 Surat, selain surah tersebut di atas.
S : Berapa Jumlah Surah yg dimulai dgn huruf dlm al-Quran?
J : 29 Surah.
S : Apakah yg dimaksud dgn Surah Makiyyah?, sebutkan 10 saja.
J : Surah Makiyyah adalah Surah yg diturunkan di Makkah sebelum Hijrah, seperti: al-An'am, al-Araf, al-Shaffat, al-Isra’, al-Naml, al-Waqi'ah, al-Haqqah, al-Jin, al-Muzammil, al-Falaq.
S : Apakah yg dimaksud dgn Surah Madaniyyah? sebutkan lima saja?
J : Surah Madaniyah adalah Surah yg diturunkan di Madinah setelah Hijrah, seperti: al-Baqarah, al-Imran, al-Anfal, al-Tawbah, al-Haj.
S : Siapakah nama para Nabi yg disebut dlm Al-Quran?
J : Adam, Nuh, Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub, Musa, Isa, Ayub, Yunus, Harun, Dawud, Sulaiman, Yusuf, Zakaria, Yahya, Ilyas, Alyasa’, Luth, Hud, Saleh, ZulKifli, Syuaib, Idris, Muhammad Saw.
S : Siapakah satu-satunya nama wanita yg disebut namanya dlm al-Quran?
J : Maryam binti Imran.
S : Siapakah satu-satunya nama Sahabat yg disebut namanya dlm al-Quran?
J : Zaid bin Haritsah. Rujuk dlm surah Al Ahzab ayat 37.
S : Apakah nama Surah yg tanpa Basmalah?
J : Surah at-Tawbah.
S : Apakah nama Surah yg memiliki dua Basmalah?
J : Surah al-Naml.
S : Apakah nama Surah yg bernilai seperempat al-Quran?
J : Surah al-Kafirun.
S : Apakah nama Surah yg bernilai sepertiga al-Quran?
J : Surah al-Ikhlas
S : Apakah nama Surah yg menyelamatkan dari siksa Qubur?
J : Surah al-Mulk
S : Apakah nama Surah yg apabila dibaca pada hari Jum'at akan menerangi sepanjang pekan?
J : Surah al-Khafi
S : Apakah ayat yg paling Agung dan dlm Surah apa?
J : Ayat Kursi, dlm Surah al-Baqarah ayat No.255
S : Apakah nama Surah yg paling Agung dan berapa jumlah ayatnya?
J : Surah al-Fatihah, tujuh ayat.
S : Apakah ayat yg paling bijak dan dlm surah apa?
J : Firman Allah Swt :“ Barang siapa yg melakukan kebaikan sebesar biji sawi ia akan lihat, Barang siapa melakukan kejahatan sebesar biji sawi ia akan lihat.. (Surah al-Zalzalah ayat 7-8)
S : Apakah nama Surah yg ada dua sajdahnya?
J : Surah al-Haj ayat 18 dan ayat 77.
S : Pada Kata apakah pertengahan al-Quran itu di Surah apa? ayat no Berapa?
J : وليتلطف Surah al-Kahfi ayat No. 19.
S : Ayat apakah bila dibaca setiap habis Sholat Fardhu dpt mengantarkannya masuk ke dalam surga?
J : Ayat Kursi.
S : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 31 kali dlm satu Surah dan di Surah apa?
J : Ayat فبأي آلاء ربكما تكذبانِ ) pada Surah al-Rahman.
S : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 10 kali dlm satu Surah dan di surah apa? Apakah ayat ini ada juga disebut dlm surah lainnya? Di Surah apa?
J : Ayat (ويل يومئذ للمكذبين) pada Surah al-Mursalat, juga ada dlm Surah al-Muthaffifiin ayat No. 10.
S : Apakah Ayat terpanjang dlm al-Quran? pada Surah apa? Ayat berapa?
J : Ayat No 282 hSurah al-Baqarah…

Silakan "Share” agar ilmu ini bermanfaat.

10

Terrorism and Islam :

  1. Who started the 1st world war? Not Muslims.
  2. Who started the 2nd world war?  Not Muslims.
  3. Who killed about 20 millions of Aborigines in Australia?  Not Muslims.
  4. Who sent the nuclear bombs of Hiroshima and Nagasaki?  Not Muslims.
  5. Who killed more than 100 millions of Indians in South America?  Not Muslims.  
  6. Who killed more than 50 milions of Indians in North America?  Not Muslims.
  7. Who took about 180 millions of African people as slaves and 88% of them died and were thrown in Atlantic Ocean?  Not Muslims.

Muslim is not a terrorist :

  1. When America takes 1 million lives in Iraq for oil? Not terrorism?
  2. When Serbs rape Muslims women in Kosovo / Bosnia? Not terrorism?
  3. When Russians killed 200.000 Chechens in bombings? Not terrorism?
  4. When Jews kicked out the Palestinians and took their land? Not terrorism?
  5. When American drones kill entire family in Afghanistan / Pakistan? Not terrorism?
  6. When Israel killed 10.000 Lebanese civilians due to 2 missing soldiers?Not terrorism?

First of all, you have to define terrorism properly.

“Because of that, We decreed upon the Children of Israel that whoever kills a soul unless for a soul or for corruption [done] in the land - it is as if he had slain mankind entirely. And whoever saves one - it is as if he had saved mankind entirely. And our messengers had certainly come to them with clear proofs. Then indeed many of them, [even] after that, throughout the land, were transgressors.” (Surah Al - Maidah verse 32)

anonymous asked:

Ada ssorg yg bgtu aku cintai & ia berkhianat dlm wkt sgkt stlh brtgkar sdg hbgn yg kami jalin hmpr 4thn. Dia blg tak ad keinginan utk brsma lg. Dia prgi brsma yg lain. Skrg aku sdh hijrah & mengikhlaskny, kupkir mnjalin hbgn yg tak halal adlh teguran dr Nya. Allah Maha Pencemburu, aku ykn Allah yg Maha Membolak balikan hati. Ku cb merangkulny utk hijrah tp aku mmtskn utk tdk brkmuniksi lg dgnny. Dia mrsa iri dgn prbhnku tp. Stiap kuberi mskn diabaikn. Ap slh dgn yg ku lakukn mas choqi? Mhn mskny

Halo Anon,

TENTANG HIJRAH

Tentu, setiap orang yang mengalami hijrah, akan sepakat, bahwa menemukan islam yang benar, adalah sebuah kenyamanan dalam hidup. Kita jadi lebih mengenal Allah, kita jadi lebih sabar dalam menghadapi ujian, lebih bersyukur dalam mendapatkan rezeki, segalanya dijalani dengan nikmat dan nyaman. Dan kita tahu, bahwa dengan beriman, kita bisa dijauhkan dari siksa api neraka dan juga mendekatkan kita pada syurga.

Maka wajar, setiap orang yang hijrah, ingin mengajak orang lain juga untuk bisa mengikuti jejaknya. Tentu, kita akan bersemangat mengajak orang bergabung dalam arus perubahan kebaikan, mulai dari mengajak keluarga, saudara, sahabat, hingga orang yang kita merasa bertanggung jawab penuh atas segala keburukan yang kini ia lakukan.

Ada beberapa hal yang perlu ditekankan tatkala kita ingin mengajak orang lain dalam hijrah

1.  MENGAJAK, URUSAN KITA. HIDAYAH, URUSAN ALLAH.

Mengajak untuk hijrah, sama halnya dengan ketika kita makan sesuatu yang menurut kita enak, kita juga akan merekomendasikan orang lain untuk mencoba makanan tersebut. Hanya masalahnya, mengajak orang mencoba hijrah, tidak semudah mengajak orang mencoba sebuah makanan.Tapi tak mengapa, tugas kita hanyalah mengajak serta mengingatkan, bukan memaksakan kehendak.

Kata Allah, dalam Q.S. Al-Maidah : 100 , tugas rasul aja cuman menyampaikan, menyampaikan kebenaran, menyampaikan islam, udah selesai, itu aja. Tidak ada pemaksaan orang itu harus jadi islam, harus hijrah, harus menyembah Allah. Enggak kok. Cuman menyampaikan. Itu Rasul, apalagi kita yang biasa-biasa aja.


2. TAK PERLU MERASA BERTANGGUNG JAWAB PENUH

Seringkali, kita merasa bertanggung jawab penuh atas hijrahnya seseorang. Apalagi jika orang tersebut berbuat keburukan, dikarenakan dulu ada andil kita ketika kita khilaf.

Sesungguhnya, kita tak perlu merasa kita bertanggung jawab penuh atas hijrahnya orang lain. Jangan pernah merasa, ketika kita sudah memberi tahu, lantas ia tidak berubah, maka kita menjadi gagal total, tidak. Sesungguhnya, seperti poin 1, tugas kita hanya memberi tahu, sedang urusan dia menerima, itu urusan Allah dengan orang tersebut.

Bukankah kata Allah, setelah kita mati, dan akhirnya kita dibangkitkan kembali, semua orang akan sibuk lalu lalang berlarian masing-masing? Seorang ibu akan meninggalkan anaknya, seorang suami meninggalkan istrinya, seorang anak akan meninggalkan orangtuanya, seorang sahabat meninggalkan sahabatnya. Kenapa? Karena sesungguhnya, semua orang sibuk, memikirkan amal perbuatan sendiri.

Bukan berarti kita tidak boleh memastikan orang lain menjadi baik, namun jika akhirnya seluruh waktu kita dihabiskan memikirkan seseorang karena ia tidak hijrah, lalu menyita waktu kita, sehingga kita justru lupa sama Allah, justru malah kita terpuruk, maka tinggalkanlah, karena sesungguhnya kita tidak bertanggung jawab penuh atas hijrahnya seseorang, kita bertangung jawab penuh atas hijrahnya serta istiqomahnya diri kita.


Ingat dengan kisah Rasulullah SAW?

Beliau saja, seorang Rasul, seorang yang lemah lembut, seseorang yang ucapannya dipercaya, seseorang yang baik hati pada sesama, tidak sanggup membuat Abi Thalib, pamannya sendiri yang sudah ia anggap seorang ayah, paman yang selalu melindunginya, paman yang ia cintai, untuk masuk memeluk agama islam. Padahal semasa hidupnya, Abi Thalib mengagumi serta tidak menampik kebenaran dari Agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah.

Lalu Allah berfirman, bahwa sesungguhnya, tiap-tiap dari kita tidak bisa memilih, siapa yang mendapatkan hidayah dan siapa yang tidak, sesungguhnya hidayah itu urusan Allah.

Rasul saja, tidak bisa memilih, begitu pula kita. Sungguh, tugas kita hanya mengingatkan dan mendoakan. Sedang urusan hidayah, itu hanya milik Allah.

Jangan lelah mengingatkan kebaikan pada mantan, juga pada semua orang. Yang terpenting, jangan lupa untuk terus meningkatkan keimanan diri pribadi.

Terima kasih anon, semoga lancar terus dakwahnya. Jangan lupa doakan, agar semua bisa mendapatkan hidayah.

Saya suka dan merupakan salah satu paporit saya karena menurut saya Dr Zakir Naik itu cerdas… Semoga Allah selalu menjaga Beliau dan keluarganya

Dr Zakir Naik mengungkapkan bahwa jumlah misionaris saat ini mencapai satu juta orang.
Di antara mereka, ada yang tugasnya berkeliling untuk mendangkalkan aqidah umat Islam.

Salah satu caranya, memulai dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini.

Pertanyaan Pertama

“Apakah dijelaskan dalam Al Quran bahwa Injil adalah firman Tuhan?”

Biasanya muslim yang ditanya demikian akan langsung menjawab, “Ya, disebutkan”

“Kalau begitu mengapa engkau tidak mengikuti Injil?”

Pertanyaan Kedua

“Berapa banyak nama Nabimu (Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam) disebutkan dalam Al Quran?”

Muslim yang tahu akan menjawab, “Lima kali. Empat kali dengan nama Muhammad dan satu kali dengan nama Ahmad”

“Berapa banyak nama Yesus Kristus (Isa ‘alaihi salam) disebutkan dalam Al Quran?”

Muslim yang tidak tahu, akan diberitahu oleh misionaris yang mempelajari Al Quran itu.
Bahwa Isa disebutkan 25 kali.

“Mana yang lebih besar, Muhammad yang disebutkan lima kali atau Yesus yang disebutkan 25 kali dalam Al Quran?” demikian pertanyaan misionaris berikutnya.

Pertanyaan Ketiga

“Apakah Nabi Muhammad punya ayah dan punya ibu?”

“Ya”

“Apakah Isa (Yesus) dilahirkan dengan ibu dan ayah?”

“Isa memiliki ibu tetapi tidak memiliki ayah”

“Mana yang lebih hebat, orang yang dilahirkan dengan cara biasa dengan adanya ibu dan ayah atau yang terlahir tanpa ayah?”

Pertanyaan Keempat

“Apakah Nabi Muhammad memiliki mukjizat?”

“Ya”“Apakah Nabi Muhammad bisa menghidupkan orang mati?”

“Tidak” (Karena dalam Al Quran dan hadits tidak disebutkan mukjizat itu)

“Apakah Isa bisa menghidupkan orang mati?”

“Ya” (salah satu mukjizat Nabi Isa, dengan izin Allah, bisa menghidupkan orang mati)

“Mana yang lebih hebat, yang tidak bisa menghidupkan orang mati atau yang bisa menghidupkan orang mati?”

Pertanyaan kelima

“Apakah Nabimu Muhammad sekarang secara fisik meninggal atau hidup?”

“Meninggal”

“Apakah Yesus (Isa) sekarang meninggal atau masih hidup?”

“Masih hidup” “Mana yang lebih hebat, yang sudah meninggal atau yang masih hidup hingga sekarang?”

Pertanyaan-pertanyaan itu membuat banyak muslim yang tidak memahami Al Quran menjadi bingung.
Namun, sebenarnya semuanya hanya pertanyaan licik misionaris. Jawabannya sudah ada dalam Al Quran.

Jawaban atas Pertanyaan Misionaris (1)

Di antara cara untuk mendangkalkan aqidah, bahkan sampai memurtadkan, misionaris menggunakan sejumlah pertanyaan.

Dr Zakir Naik membeberkan lima pertanyaan utama yang biasa dipakai para misionaris.
Berikut ini pertanyaan tersebut dan jawabannya:

Pertanyaan Pertama

“Apakah dijelaskan dalam Al Quran bahwa Injil adalah firman Tuhan?”

Biasanya muslim yang ditanya demikian akan langsung menjawab, “Ya, disebutkan”

“Kalau begitu mengapa engkau tidak mengikuti Injil?”

Jawaban atas Pertanyaan Pertama

Al Quran memang mengatakan Injil adalah kitab Allah sebagaimana Taurat juga kitab Allah.
Al Quran membenarkan keduanya, sebagaimana tercantum dalam Surat Ali Imran ayat 3.

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ

“Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil”
(QS. Ali Imran: 3)

Jadi Injil dibenarkan Al Quran sebagai kitab yang telah diturunkan sebelumnya.
Bukan berarti harus diikuti, sebagaimana Taurat juga dibenarkan sebagai kitab yang telah diturunkan sebelumnya tetapi tidak untuk diikuti.
Bahkan seharusnya, orang yang percaya pada Taurat dan Injil, mereka mengikuti Al Quran sebagaimana orang yang berpegang pada sesuatu akan mengikuti update terbaru dari sesuatu itu.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ آَمِنُوا بِمَا نَزَّلْنَا مُصَدِّقًا لِمَا مَعَكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَطْمِسَ وُجُوهًا فَنَرُدَّهَا عَلَى أَدْبَارِهَا أَوْ نَلْعَنَهُمْ كَمَا لَعَنَّا أَصْحَابَ السَّبْتِ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولًا

“Hai orang-orang yang telah diberi Alkitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Quran) yang membenarkan kitab yang ada pada kamu…”
(QS. An Nisa’: 47)

Selain itu, Injil yang dibenarkan Al Quran adalah Injil yang otentik.
Injil pada zaman Nabi Isa sebelum diubah oleh para pemalsu.
Adapun Injil yang ada sekarang, telah beberapa kali mengalami perubahan, misalnya pada Persidangan Nicea pada tahun 325 M.
Pada tahun 1881 dirilis Injil King James Version (KJV) yang merevisi beberapa hal yang dianggap bertentangan.
Pada tahun 1952 dirilis Revised Standard Version (RSV) atas dasar ditemukannya beberapa cacat pada KJV.

Pertanyaan Kedua

“Berapa banyak nama Nabimu (Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam) disebutkan dalam Al Quran?”

Muslim yang tahu akan menjawab, “Lima kali.
Empat kali dengan nama Muhammad dan satu kali dengan nama Ahmad”

“Berapa banyak nama Yesus Kristus (Isa ‘alaihi salam) disebutkan dalam Al Quran?”

Muslim yang tidak tahu, akan diberitahu oleh misionaris yang mempelajari Al Quran itu.
Bahwa Isa disebutkan 25 kali.

“Mana yang lebih besar, Muhammad yang disebutkan lima kali atau Yesus yang disebutkan 25 kali dalam Al Quran?” demikian pertanyaan misionaris berikutnya.

Jawaban atas Pertanyaan Kedua

Nabi Isa ‘alaihis salam memang disebutkan dalam Al Quran lebih banyak daripada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Namun, penyebutan yang lebih banyak itu tidak menunjukkan siapa yang lebih besar atau lebih agung.

Nabi Musa, bahkan disebutkan lebih banyak lagi.
Nama Nabi Musa disebutkan sebanyak 124 kali dalam Al Quran.
Di Surat Al Baqarah 13 kali,
di Surat Ali Imran 1 kali,
di Surat An Nisa’ 2 kali,
di Surat Al Maidah 3 kali,
di Surat Al An’am 2 kali,
di Surat Al A’raf 18 kali,
di Surat Yusuf 7 kali,
di Surat Hud 3 kali,
di Surat Ibrahim 3 kali,
di Surat Al Isra’ 2 kali,
di Surat Al Kahfi 2 kali,
di Surat Maryam 1 kali,
di Surat Thaha 16 kali,
di Surat AL Anbiya’ 1 kali,
di Surat Al Hajj 1 kali,
di Surat Al MU’minun 2 kali,
di Surat Asy Syu’ara’ 8 kali,
di Surat An Naml 3 kali,
di Surat Al Qashash 17 kali,
di Surat AL Ankabut 1 kali,
di Surat As Sajdah 1 kali,
di Surat Al Ahzab 1 kali,
di Surat Ash Shafat 2 kali,
di Surat Ghafir 5 kali,
di Surat Fushilat 1 kali,
di Surat Az Zukhruf 1 kali,
di Surat AL Ahqaf 2 kali,
di Surat Adz Dzariyat 1 kali,
di Surat An Najm 1 kali,
di Surat Ash Shaf 1 kali, dan
di Surat An Naziat 1 kali.

Nah, jika karena disebutkan lebih banyak dalam Al Quran kemudian otomatis lebih agung, apakah orang-orang Nasrani mau mengakui bahwa Nabi Musa lebih agung daripada Nabi Isa?

Bahkan, jika karena disebutkan lebih banyak dalam Al Quran kemudian dianggap menjadi Tuhan, apakah orang-orang Nasrani mau mengakui bahwa Musa adalah Tuhan?

Satu hal lagi, Al Quran hampir selalu menyebut Nabi Isa lengkap dengan bin Maryam.
Hanya 4 kali nama Nabi Isa disebut sendirian tanpa bin Maryam yaitu pada Surat Ali Imran ayat 52,
Ali Imran ayat 55,
Ali Imran ayat 59, dan
Az Zukhruf ayat 63.

Selebihnya selalu disebut Isa bin Maryam.
Untuk menegaskan bahwa Isa adalah anak Maryam, bukan anak Tuhan sebagaimana klaim kaum Nasrani.

Pertanyaan Ketiga

“Apakah Nabi Muhammad punya ayah dan punya ibu?”

“Ya”

“Apakah Isa (Yesus) dilahirkan dengan ibu dan ayah?”

“Isa memiliki ibu tetapi tidak memiliki ayah”

“Mana yang lebih hebat, orang yang dilahirkan dengan cara biasa dengan adanya ibu dan ayah atau yang terlahir tanpa ayah?”

Jawaban atas Pertanyaan Ketiga

Nabi Isa memang tidak memiliki ayah. Namun, bukan berarti lebih hebat daripada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Apalagi jika kemudian dijadikan tuhan, sama sekali keliru.

Sekarang saya tanya, mana yang lebih hebat, Isa yang lahir tanpa ayah atau Adam yang tanpa ayah dan tanpa ibu? Jika Isa lahir tanpa ayah kemudian dijadikan tuhan, seharusnya Adam lebih berhak untuk dijadikan tuhan karena tidak memiliki ayah dan tidak memiliki ibu.

Al Quran menjelaskan penciptaan Isa dan Adam sebagai berikut:

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آَدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

“Sesungguhnya misal (penciptaan Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam.
Allah menciptakan Adam dari tanah kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seoang manusia), maka jadilah ia”
(QS. Ali Imran: 59)

Karena lahir tanpa ayah, orang Kristen juga menyebut Yesus anak Tuhan. Dalam Yohanes 6:67-69, Yesus disebut anak tuhan oleh Petrus. Karena disebut anak tuhan, lantas dituhankan.
Padahal ada banyak orang yang disebut “anak Tuhan” dalam Injil. Adam adalah anak Tuhan,
Efraim adalah anak Tuhan,
Ezra adalah anak Tuhan.
Semua orang yang dituntun Tuhan adalah anak-anak Tuhan.
Jadi anak Tuhan adalah kata yang digunakan dalam Injil yang artinya seseorang yang mengikuti ajaran Tuhan.
Jika orang Kristen masih ngotot menjadikan Yesus sebagai Tuhan, carilah di Injil pernyataan Yesus yang mengatakan “Akulah Tuhan” atau “Sembahlah aku.”
Niscaya tidak akan pernah ketemu.

Pertanyaan Keempat

“Apakah Nabi Muhammad memiliki mukjizat?”

“Ya”

“Apakah Nabi Muhammad bisa menghidupkan orang mati?”

“Tidak” (Karena dalam Al Quran dan hadits tidak disebutkan mukjizat itu)

“Apakah Isa bisa menghidupkan orang mati?”

“Ya” (salah satu mukjizat Nabi Isa, dengan izin Allah, bisa menghidupkan orang mati)

“Mana yang lebih hebat, yang tidak bisa menghidupkan orang mati atau yang bisa menghidupkan orang mati?”

Jawaban atas Pertanyaan Keempat

Salah satu mukjizat Nabi Isa ‘alaihis salam adalah menghidupkan orang mati.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَرَسُولًا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآَيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (dia Isa berkata), "Aku datang kepadamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah.
Dan aku menyembuhkan orang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta.
Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beritakan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman.”
(QS. Ali Imran: 49)

Namun ingat, yang menghidupkan orang mati itu adalah Allah.
Nabi Isa mengakuinya sendiri.
Demikian pula dalam Injil, Yesus mengakui bahwa yang menghidupkan orang mati adalah Allah.
Bukan dirinya.

Sahabatku Lazarus mati, maka kembalikanlah ruh kepadanya Tuhan “. Allah memperkenankan doanya dan berfirman, “Mintalah, sesungguhnya engkau akan memperoleh apa yang engkau minta”.
Ketika Yesus menyeru Lazarus agar keluar kepadanya, ia berkata, “Bapa, Aku mengucap syukur kepadamu, karena engkau telah mendengarkan aku.
Aku tahu, bahwa engkau selalu mendengarkan aku”
(Yohanes 11: 41-42)

Lalu besar mana mukjizat Nabi Isa dengan mukjizat Nabi Muhammad? Jika dikatakan bahwa menghidupkan orang mati adalah mukjizat terbesar Nabi Isa, ternyata dalam Injil disebutkan ada lima orang yang bisa menghidupkan orang mati.
Selain Nabi Isa (Yesus), mereka adalah Nabi Ilyas (Elia),
Nabi Ilyasa (Elisa),
Yehezkiel (seorang nabi di kalangan Nabi Israel menurut Injil), dan
Petrus.

Apakah dengan begitu, mereka semua juga dianggap sebagai Tuhan karena menurut Injil bisa menghidupkan orang mati?
Sungguh lucu.

Nah, berbeda dengan Nabi-Nabi sebelumnya yang mukjizatnya kadang serupa dengan Nabi yang lain, Rasulullah Muhammad memiliki banyak mukjizat dan yang terbesar adalah Al Qur’an.
Jika mukjizat yang lain sudah tidak bisa dilihat lagi bekasnya, Al Quran tetap ada hingga hari kiamat.

Dan Al Quran sendiri menantang siapapun di dunia ini untuk menandinginya, dan hingga saat ini tidak ada yang bisa menerima tantangan ini.

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ . فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

“Jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur’ân yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Qur’ân itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allâh, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya), dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakar nya manusia dan batu, (neraka itu) telah disediakan bagi orang-orang kafir.”
(QS. Al Baqarah: 23-24)

Anda berani menerima tantangan ini, Pak Misionaris?

Pertanyaan Kelima

“Apakah Nabimu Muhammad sekarang secara fisik meninggal atau hidup?”

“Meninggal”

“Apakah Yesus (Isa) sekarang meninggal atau masih hidup?”

“Masih hidup”

“Mana yang lebih hebat, yang sudah meninggal atau yang masih hidup hingga sekarang?”

Jawaban atas Pertanyaan Kelima

Pertanyaan ini justru akan meruntuhkan doktrin terbesar Kristen.

Dalam Al Quran memang dinyatakan bahwa Nabi Isa ‘alaihis salam tidak disalib.
Yang disalib adalah orang yang diserupakan dengan Nabi Isa.

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu.
Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.
(QS. An Nisa’: 157)

Jika orang Kristen mengatakan Yesus masih hidup, berarti yang disalib bukan Yesus.
Sama seperti firman Allah dalam Al Quran tersebut.
Namun jika Yesus tidak mati disalib, tidak ada konsep penebusan dosa sebagaimana yang dijadikan pijakan gereja saat ini.
Jadi Anda meyakini yang mana?
Yesus masih hidup karena tidak disalib atau Yesus mati disalib?
Anda pasti akan bingung sendiri.

Adapun pertanyaan siapa yang lebih hebat, orang yang meninggal atau orang yang masih hidup, bukanlah pertanyaan yang tepat.
Anda masih hidup, Nabi Musa telah meninggal.
Siapa yang lebih hebat?

Khusus untuk Nabi Isa yang diangkat Allah dan nanti akan diturunkan menjelang hari kiamat, itu bukanlah kehebatan Nabi Isa atas Nabi Muhammad namun semata-mata atas kehendak Allah dalam rangka menegaskan kesalahan orang-orang yang menganggapnya sebagai Tuhan.

لَيْسَ بَيْنِى وَبَيْنَهُ نَبِىٌّ – يَعْنِى عِيسَى – وَإِنَّهُ نَازِلٌ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَاعْرِفُوهُ رَجُلٌ مَرْبُوعٌ إِلَى الْحُمْرَةِ وَالْبَيَاضِ بَيْنَ مُمَصَّرَتَيْنِ كَأَنَّ رَأْسَهُ يَقْطُرُ وَإِنْ لَمْ يُصِبْهُ بَلَلٌ فَيُقَاتِلُ النَّاسَ عَلَى الإِسْلاَمِ فَيَدُقُّ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلُ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ

“Tidak ada nabi (yang hidup) antara masaku dan Isa.
Sungguh, kelak ia akan turun, jika kalian melihatnya maka kenalilah.
Ia adalah seorang laki-laki yang sedang (tidak tinggi dan tidak terlalu pendek), berkulit merah keputih-putihan, beliau memakai di antara dua kain berwarna sedikit kuning.
Seakan rambut kepala beliau menetes meski tidak basah.
Beliau akan memerangi manusia hingga mereka masuk ke dalam Islam, beliau akan menghancurkan salib, membunuh babi dan menghapus jizyah”
(HR. Abu Daud; shahih)

وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

And there are not for the wrongdoers any helpers.

— Surat al Maidah : 72

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, (bahwa) mereka akan mendapat ampunan dan pahala yang besar.
—  QS Al-Maidah : 9
Ramon Damora

MASALAHNYA,
GUE BUKAN AHOK

sorry men
gue baca yasin
bukan black campaign

gue cuman zikir
pengen diam
ngapain lo mikir
macam-macam

gue datangin
majelis taklim
lo sinis, ngeklaim
kampanye hitam

kasian lo, bro
bentar-bentar kepo
masjid masjid gue
qur'an qur'an gue
udah, jangan rese

sejak lahir
gue diazanin
islam haqqul yakin
lakum dinukum
waliyadin
stop ngerecokin

imam gue takbir
gue takbir
imam gue ngingetin
bahaya “waladhdhaallin”
semua kompak amin
simple, men
nggak usah cemen

nggak perlu juga kale
cari-cari simpati
bikin pencitraan
korban penzaliman
ayat-ayat suci

baru surat al maidah
satu ayat
lo udah marah-marah

ge-er amat

santai dong
jangan gotong-royong
nodong-nodong

jakarta perlu
orang super
bukan gubernur
bentar-bentar baper

gue pake songkok
pengen sujud rukuk
mencari ridho ilahi
buat nabung pahala

sayang gue bukan ahok
yang berani nyeletuk
kalau dia mati
langsung masuk surga

2016

Yang Allah Tunjukkan Melalui Al-Maidah 51

Bila ada satu kejadian besar di Indonesia di 2016, pastilah itu kasus penistaan Al-Qur'an. Sebab dari situ kita diperlihatkan rentetan peristiwa lain yang sama pentingnya

Dari situ kita mampu melihat apa isi rezim ini dan komplotannya, siapa yang ada dibelakangnya, dan apa yang menjadi dasar dan tujuan perjuangannya, yang pasti bukan Islam

Dari situ juga kita bisa melihat ternyata ummat Islam masih punya harga diri, kecintaan yang tersisa pada agamanya, terlepas masih banyak yang harus dibenahi

Dari situ juga kita bisa melihat siapa yang berpura-pura dalam ke-Islamannya, tapi hatinya condong pada kekufuran dan mesra bergandeng dengan penista agamanya sendiri

Dari situ pula kita tahu mana kelompok yang mengaku Muslim tapi justru membela penista agama dan malah menyulitkan kaum Muslim yang teguh pada agamanya

Allah buka pada kita pula bagaimana strategi kaum yang tak suka pada Islam ini untuk menjauhkan agama dari ummat Islam, yaitu sekulerisasi, memisahkan agama dari negara

Kita dicekoki, seolah memperjuangkan Islam adalah makar, seolah menginginkan tegaknya syariah itu anti-NKRI, seolah menginginkan pemimpin Muslim itu anti-pancasila

Padahal yang mencintai negeri ini tahu, bahwa yang membela Nusantara adalah para mujahid dan ulama, bahwa penjajah negeri ini justru 100% kafir, itu kenyataannya

Pancasila, UUD, juga menjamin bahwa beragama adalah hak tiap warga Indonesia. Pertanyaannya, mengapa seolah Muslim tidak boleh punya pemimpin seperti syariatnya?

Sementara di kubu kekufuran, mereka dibebaskan berteriak bahwa keberagaman adalah meninggalkan agama dalam urusan politik, mereka bebas mengajak kufur

Dan kita saksikan perlindungan, keberpihakan, dan tidak adilnya pihak-pihak yang berwenang dalam penuntasan kasus penistaan Al-Qur'an ini, sangat terang dan jelas

Semua ini jadi hikmah dan pelajaran bagi kita, bahwasanya ada satu hal yang kita syukuri. Bahwa Islam betul-betul jalan yang benar, bahwa hanya pada Allah kita berharap

Yang jadi tantangannya pada saat ini adalah, memastikan tiap langkah kita itu di dalam Islam. Walau kita pasti akan hadapi orang, kelompok, dan kekuatan besar dibalik kekufuran ☺️☺️☺️

Sisi negatif era milenialis: Adu pendapat yang tidak terarah

Ditulis tiap habis sahur, Insya Allah setiap hari sampai tanggal 20 ramadhan.

Sebenernya hari ini saya mau menulis tentang Syumuliyatul Islam. Tapi karena beberapa buku referensi saya tertinggal di Surabaya, akhirnya hari ini saya isi dengan sharing sedikit hasil pengamatan saya tentang dunia kita sebagai muslim milenialis. Anyway sebagai bocoran, saya lagi punya projek riset kecil-kecilan tentang muslimah milenialis. Jadi mungkin beberapa bulan ke depan, saya bakal mewawancara teman-teman di tumblr secara acak. Insya Allah kalau riset ini selesai, hasilnya bakal saya susun menjadi buku.

Sebelum mengerjakan projek ini, saya melakukan study literatur dan wawancara pendahuluan tentang marketing dan lifestyle generasi milenial. Di antara buku-buku yang saya baca, saya merekomendasikan buku Generation M: Young Muslims Changing The World karya Shelina Janmohamed. Buku ini menarik. Isinya tentang gambaran gaya hidup muslim milenial global. Meskipun nggak semuanya sesuai dengan kondisi di Indonesia, tapi buku ini sangat layak dijadikan referensi bagi aktifis dakwah yang sedang mendapatkan amanah untuk menangani marketing dakwah.

Zaman sekarang kan era terbuka banget. Sosial media menjamur. gaya hidup masyarakat urban kelas menengah sangat konsumtif. Reaksi kita pun bermacam-macam. Ada yang happy banget karena bisa punya peluang jualan online. Ada yang ngerasa jengah kalau kejebak drama sosial media yang entah itu isinya gegalauan anak usia dua puluhan ato jenuh lihat gaya hidup zaman sekarang yang gemerlap dan bikin lupa akhirat.

Saya sendiripun kadang galau. Iman suka naik turun. Saya memang introvert. Tapi pada dasarnya, saya suka berpetualang. Bukan petualangan dalam artian travelling. Saya itu suka random banget nyobain hal-hal baru, plus suka ngikutin isu-isu kekinian. Positifnya sih, saya jadi tahu kabar ummat. Negatifnya, kadang saya juga ikut-ikutan keseret gaya hidup yang berlebihan. Konsumtif, nggak zuhud dan suka mubadzirin barang. Huft…semoga nggak selamanya begini ya :D

Kita nggak bisa ngelihat zaman ini dari sisi negatif doang ato sisi positifnya doang. Setiap hal itu datang sepaket dengan sisi positif dan negatifnya. Nah di tulisan ini, saya pengen ngebahas satu sisi negatifnya dulu. Besok Insya Allah akan disambung dengan ulasan yang lain. Soalnya pas saya coba breakdown semua sisi positif dan negatifnya, tulisan di Microsoft Word jadi sekitar dua puluh halaman A4. Panjang banget. Nanti belum dibaca, udah bosen duluan.

Well, ini sisi negatif yang pertama.

Adu pendapat yang sangat ramai dan tidak terarah di media sosial

Hari ini banyak orang jengah membaca twitwar di twitter atau berita-berita hoax yang bertebaran di timeline. Setiap orang merasa berhak berbicara, berhak memaki-maki orang yang tidak mereka kenal, dan kadang banyak juga orang yang nggak nyadar keseret ke perbuatan penghinaan agama atau ras tertentu.

Di dunia maya, ada banyak sekali artikel yang terbit di setiap harinya. Sementara di dunia nyata, ada banyak buku baru yang terbit setiap hari. Sayangnya, banyaknya informasi yang tersaji dalam bentuk buku maupun artikel di media sosial ini menjadikan dunia kita terlihat sebagai semacam paradoks. 

Banyaknya informasi yang tersaji tidak berbanding lurus dengan penambahan wawasan karena ternyata generasi zaman ini lebih doyan bersuara dan berbicara dibandingkan membaca. Akibatnya sesuatu yang mereka tulis rata-rata memiliki penalaran yang dangkal dan hasil asumsi pribadi. Bukan sebuah pemikiran yang melalui studi literatur dan proses nalar yang matang. Sayang banget, padahal topik yang dibahas cukup menarik dan kekinian. Tapi kalo nggak kegarap dengan matang, ujungnya malah menghabiskan waktu untuk membaca tapi tidak menambah life skill si pembaca.

Kalo dulu buku dan bacaan sering digambarkan sebagai jendela dunia, sekarang buku dan tulisan kadang malah bikin pikiran kita jadi sempit kalau kita ngebaca judul yang salah dengan niat yang tidak tertata pula.

Berat sih pas nulis paragraf di atas. Saya sendiri jadi ngerasa kalo diri saya sinis gara-gara tulisan ini. Tapi insya Allah, saya nulis ini buat nyoba jujur tentang kondisi yang saya temukan dan siapa tahu kita bisa nemu treatment yang tepat terkait masalah ini. Hijrah berjamaah dari media sosial, jelas tidak efektif. Ini mungkin dapat menyembuhkan kejenuhan kita. Tapi tidak bisa menjadi pencerahan bagi yang lain. Sebab akar masalahnya bukan terletak pada adu pendapat. Ramainya adu pendapat ini hanyalah salah satu efek keterbukaan informasi. Mau menutup keran informasi untuk mengurangi adu pendapat? Adanya malah bikin rugi karena kita tak juga siap menyambut keterbukaan.

Kita harus memandang keramaian ini sebagai proses yang harus kita kelola. Bukan sebagai sumber masalah yang harus kita benci.

Generasi zaman sekarang mendewasa dengan internet. Hampir semua informasi beredar di sana. Dari yang kualitasnya baik sampai yang hoax pun ada. Saking banyaknya informasi, untuk mendapatkan informasi yang bagus, kita nggak cukup cuma scrolling layar, Kita harus menyelam dalam dan membandingkan banyak sekali artikel. Terlebih ketika algoritma mesin pencari zaman sekarang ngasih rekomendasi berdasarkan preferensi, kita harus bekerja keras untuk mencari banyak sekali informasi agar informasi yang masuk ke otak kita bukan cuma informasi yang ‘sesuai dengan keinginan kita’ saja.

Hal lain yang menjadi dampak banjir informasi di internet adalah terbukanya peluang bagi semua orang untuk belajar banyak hal secara otodidak. Saya termasuk orang yang terobsesi untuk bisa memberi peluang sebanyak-banyaknya bagi masyarakat untuk belajar secara otodidak dan gratis. Namun saya juga memahami potensi negatif dari metode belajar otodidak melalui internet ini. 

Penyedia materi pembelajaran memang banyak. Tapi sebagian besar hanya menyajikan materi tanpa ada kurikulum. Sehingga pembaca membaca artikel dan informasi secara random. Mereka pada akhirnya nggak bisa ngelihat body of knowledge dengan jelas. Padahal untuk mempelajari sesuatu, kita butuh tahapan yang harus diatur sedemikian rupa agar pemahaman kita utuh. Nggak berlubang di sana-sini. Bayangin aja ya, sekarang ada banyak orang yang belajar perbandingan pendapat sebelum belajar akhlak. Akhirnya banyak yang secara serampangan mengkritik ulama. Ini kalo yang dipelajarin ilmu agamal. Kalo yang dipelajari ilmu teknik seperti teknologi informasi? Disiplin ilmu teknik itu berkembang dengan pesat. Tutorial berserakan di internet. Kalo mau belajar otodidak gampang banget. Tapi efeknya, banyak orang yang skill kodingnya bagus tapi design thinkingnya amburadul minta ampun.

Dulu sempet ada kolega yang nanya ke saya: “Kalo semua informasi tersedia di internet, apa gunanya kampus?” Awalnya saya bingung menjawab pertanyaan ini. Tapi akhirnya saya nyadar bahwa kampus berfungsi untuk menjaga pengembangan sebuah bidang keilmuan agar memiliki kurikulum yang mendukung mahasiswa untuk memiliki pemahaman utuh dan sesuai dengan zaman.

Tanpa itu, proses pembelajaran akan berantakan. Akibat penyerapan informasi yang acak banget, akan ada banyak sekali orang yang baru membaca puluhan artikel tentang suatu topik tiba-tiba merasa menjadi pakar dan berhak bicara tentang topik tersebut. Padahal meskipun artikel yang dibaca banyak, bisa jadi ia hanya mewakili sebagian kecil dari sebuah topik atau disiplin ilmu. Belum mewakili secara keseluruhan. 

Saya nyoba survey kecil-kecilan ke beberapa netizen di twitter yang mengadakan kuliah tweet tentang beberapa topik random dengan menanyakan buku yang mereka baca, background akademik mereka serta background profesi. Lebih dari 60% memberi gambaran bahwa sebenarnya mereka tidak punya bekal yang memadai tentang apa yang mereka tulis selain hasil googling di internet. 

Konyol sih sebenarnya kalo ada orang yang nggak pernah baca tafsir tiba-tiba menulis tafsir Al Kafirun dan Al Maidah. Ada orang yang background akademik dan profesinya di bidang ekonomi tapi bicara perkara Telematika atau Keamanan jaringan. Tapi realita kita hari ini seperti itu. Lebih parah lagi bahkan, banyak orang yang baru dua atau tiga menit membaca artikel hasil googling lalu tiba-tiba merasa pakar di bidang itu.

Hal seperti inilah yang membuat dunia kita hari ini menyedihkan. Semua orang merasa pakar, semua orang merasa berhak bicara dan didengarkan. Lha kalo semua bersuara, pendengarnya siapa? :p

Saya mencoba merangkum gambaran solusi jangka panjang untuk permasalahan ini. Actually, solusi ini masih gambaran general dan belum detail. Saya masih berusaha memperdalam lagi. Tapi tetap saya share, siapa tahu saya bisa dapat feedback dari pembaca.

Pertama, membangun kembali budaya ilmu di generasi kita.

Dunia kita hari ini memang belum seimbang. Informasi tersedia banyak namun budaya ilmu belum terbangun dengan baik. Ada beberapa pondasi budaya ilmu yang tidak hadir di tengah-tengah kita.

Salah satunya adalah pemahaman dasar tentang konsep ilmu dan ulama. Di dalam islam, ilmu itu dipelajari untuk diamalkan. Ia tidak hanya selesai sebagai judul penelitian di dalam seminar saja. Memahami ilmu sebagai sekedar teori tanpa perlu diamalkan akan mencetak generasi-generasi ensiklopedi yang tahu banyak hal namun kepribadian mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ketahui. Menanamkan pengetahuan sebagai sesuatu yang perlu diamalkan itu sangat penting. Sebab tanpa penanaman ini, semua akan berantakan.

Di era sahabat dan tabiin, kita mengenal konsep ulama yang bermakna orang yang berilmu. Orang yang berilmu di zaman itu memahami suatu perkara secara mendalam lalu mempraktekkan ilmu tersebut dalam kesehariannya. Maka tak heran bila pencari ilmu di zaman itu memenuhi sebagian waktunya dengan mengamati keseharian sang guru (ulama). Karena keilmuan sang guru benar-benar tercermin dalam akhlak sehari-hari.

Sekarang? Ijazah seseorang tidak benar-benar mencermintkan tindakan. Bagaimana tidak? Ada banyak sarjana agama yang justeru mengkritik Al qur’an, merokok, mengolok-olok orang shalih dan masih bangga menyebuat diri sebagai muslim scholar karena merasa sudah mempelajari sesuatu padahal belum mempraktekannya secara tuntas. Tidak semua muslim scholar demikian. Tapi keberadaan orang-orang yang demikian tidak bisa ditutupi. Akibatnya, ummat bingung untuk mencari siapa saja yang bisa diteladani. Otoritas ulamapun turun. Setiap orang jadi merasa berhak bicara apapun tentang Al qur’an dan hukum islam meskipun hanya dengan sedikit bekal.

Pondasi lain yang mulai hilang dalam budaya ilmu adalah menjaga kelurusan niat dalam belajar serta menjaga kejujuran di setiap proses. Dalam membahas ini, saya tidak membatasi bahwa istilah mencari ilmu adalah belajar mengajar di sekolah formal. Mencari ilmu yang dibahas di artikel ini mencakup semua ikhtiar kita dalam menambah wawasan termasuk di antaranya membaca buku, membaca artikel di internet, melihat video di youtube atau berinteraksi dengan expert.

Niat dalam belajar adalah mencari kebenaran. Niat ini harus terus menerus diperiksa dan diluruskan agar kita tidak terjebak pada nafsu yang mempengaruhi kita untuk mencari pembenaran. Menjaga keadilan dalam setiap proses pembelajaran juga penting. Yang dimaksud adil di sini adalah berani menerima informasi dan mengakui kebenarannya bila memang informasi tersebut benar meskipun ia tidak sesuai dengan selera kita. Generasi salaf adalah generasi yang tunduk pada dalil. Mereka membedah ayat Alqur’an untuk dibreakdown menjadi SOP yang dapat diimplementasikan tanpa pandang bulu. 

Hal lain yang hampir saya lupakan dan merupakan hal yang penting adalah budaya sanad. Yang saya kagumi dalam khazanah keilmuan islam adalah keistiqomahan para ulama untuk menjaga budaya sanad sehingga setiap informasi bisa ditelusuri sumbernya dangen jelas dan lengkap. Dalam dunia keilmuan islam tidak dikenal informasi yang bersumber dari anonymous. Hal ini yang dulu memotivasi saya untuk mengganti nama tumblr dari littleschwan menjadi deamahfudz.tumblr.com. Agar tumblr ini tidak anonim dan sebagai deklarasi juga: dengan menulis identitas asli, saya bertanggung jawab dengan apa yang saya tuliskan.

Dalam ulumul hadits bahkan terdapat beberapa kitab yang khusus membahas biografi perawi hadits. Sebab hal ini penting untuk memverifikasi keabsahan hadits. 

Di dunia akademik sebenarnya budaya ini tidak pudar sama sekali. Sebagai contoh, untuk mendapatkan pendanaan penelitian, seorang peneliti harus bisa dipastikan background penelitiannya. Untuk menulis paper, referensi juga harus benar-benar jelas.

Namun di dunia pembelajaran di luar sekolah dan kampus, budaya ini mulai ditinggalkan. Kita tidak lagi terbiasa memverifikasi background dari seorang penulis ketika ia membahas sesuatu. Akhirnya, setiap hal yang menurut kita masuk akal dan mengagumkan, langsung kita amini. Padahal yang mengagumkan belum tentu benar :p Dan terkadang baik kita atau penulis buku tidak mengenali kesalahan sebuah pendapat karena wawasan yang kita punya belum sampai untuk memverifikasi kebenaran pendapat tersebut.

Kalau budaya sanad dibangun lagi, setidaknya kita bisa memverifikasi sebuah pendapat dengan membandingkan pendapat dari beberapa pakar. Budaya sanad memudahkan kita untuk melacak keilmuan seseorang serta melacak para pakar di sebuah bidang ilmu.

Saya sempet mikir sih, langkah awal untuk membangun budaya sanad adalah dengan mengurangi budaya anonim dalam bertukar opini, serta mempublikasikan kepada khalayak tentang buku apa saja yang sudah pernah kita baca. Setidaknya dengan modal ini, para pembaca blog kita bisa memverifikasi tentang sejauh apa tulisan kita dapat dijadikan landasan. Anyway, yang mau tau buku apa saja yang pernah saya baca, id goodreads saya littleschwan (masih belum ganti) :D

Sejujurnya saya masih belum punya gambaran tentang bagaimana caranya mengkampanyekan budaya ilmu ini secara massive. Selama ini yang sudah pernah saya lakukan adalah membentuk kelompok belajar untuk membedah buku secara bergiliran. Paling tidak, dengan membedah buku bergiliran, kita belajar membedah background penulis, plus merangkai penjelasan beberapa buku dengan daftar pustaka yang jelas.

Kedua, selain membangun budaya ilmu, langkah yang perlu kita lakukan untuk memperbaiki sisi negatif ini adalah dengan belajar fiqih jurnalistik. Di era sosmed, semua orang dapat menjadi penyalur dan penyaji berita. Sesuatu yang dulunya hanya dapat dilakukan oleh jurnalis.

Oleh karena itu, fiqih jurnalistik yang dulunya nggak begitu populer, sekarang bisa dibilang menjadi kebutuhan pokok generasi milenial. Dalam fiqih jurnalistik, kita diajarkan untuk memverifikasi informasi serta bagaimana menyikapinya. Dalam tingkat yang lebih tinggi lagi, kita diajarkan untuk menyaring informasi apa saja yang bisa kita bagikan dan bagaimana cara mengemas informasi tersebut agar bisa sampai ke ummat tanpa menghadirkan kegelisahan, ambiguitas atau kontroversi. Belum banyak buku yang membahas fiqih jurnalistik. Satu-satunya buku yang pernah saya temukan adalah buku Fiqih Jurnalistik yang disusun Faris Khairul Anam dan diterbitkan oleh Pustaka Al Kautsar.

Demikian sharing saya tentang salah satu sisi negatif era milenialis hari ini. Semoga bermanfaat. 

Negasi

Kita mengerti bahwa seharusnya semakin berpendidikan, semakin banyak buku yang dibaca, maka semakin luaslah cakrawala berpikir seseorang.

Kita tengah hidup dikerumunan orang-orang yang berpikir pendek. Tidak menggunakan pikirannya untuk menimbang terlebih dahulu tentang sebuah hal yang diterima. Orang-orang yang malas berpikir dan menerima jadi. Sedihnya, banyak sekali yang militan dalam meyakini sesuatu yang belum dipikirkannya.

Saat ini, kita tengah menyaksikan betapa masyarakat di negera ini begitu mudah terpancing, tersulut, terprovokasi, dan berbagai kenyataan yang membuat kita berpikir, dimana akal dan pikiran masyarakat kita? Saya sendiri menemukan begitu banyak kekeliruan cara berpikir, kesalahan logika, dan berbagai hal yang membuat saya sendiri bingung bagaimana menghadapi orang-orang seperti itu. Beberapa waktu yang lalu, saya membaca status yang ditulis oleh adik tingkat saya di ITB yang membuat saya merenung, kemudian berpikir.

Banyak sekali perpecahan terjadi karena seseorang salam dalam memahami konsep negasi.

Dia mengatakan bahwa tidak hujan bukan berarti cerah. Bisa jadi mendung, bisa jadi terjadi angin kencang, bisa jadi juga gempa bumi. Tidak lapar juga bukan berarti kenyang, bisa jadi memang biasa-biasa saja, bisa jadi mual, bisa jadi juga sedang kebelet ingin buang air besar. Tidak kaya juga bukan berarti miskin. Tidak pintar juga bukan berarti bodoh.

Kita tengah terjebak dalam kerumunan yang membuat negasi yang keliru; Jika kamu tidak mendukung saya, berarti kamu tidak bersama saya. Jika kamu bukan golongan kami, maka kamu salah. Jika kamu tidak setuju dengan gerakan ini, berarti kamu mendukung gerakannya.

Sepertinya banyak sekali masyarakat kita yang tidak pernah berjalan jauh, bertemu dengan lebih banyak orang, merasakan menjadi mayoritas, menikmati menjadi minoritas, mengelilingi berbagai tempat, berdiskusi dengan pikiran terbuka, juga mengkaji berbagai ilmu, dan yang paling banyak adalah orang yang jarang menggunakan akal dan pikirannya.

Kalau mau menyadari dan memahami, kita tengah berusaha dipecah belah dengan konsep-konsep negasi yang keliru semacam itu. Kita sibuk membahas perbedaan-perbedaan padahal perbedaan itu adalah sebuah keniscayaan. Kita tidak akan pernah menjadi sama semua, satu golongan semua. Sebagaimana Allah menegaskan dalam kitabNya bahwa sebenarnya mudah bagi-Nya untuk menjadikan kita satu golongan, tapi Allah tidak menghendaki seperti itu ( Q.S Al Maidah : 48)

Sadar atau tidak sadar, beberapa peristiwa akhir-akhir ini yang sering saya baca berhasil membuat saya khawatir. Apabila semakin banyak orang yang tidak berpikir panjang dalam menangkap gejala, informasi, dan berbagai hal. Semakin mudah orang mengkafirkan orang lain hanya karena beda pendapat, semakin mudah orang mengatakan kebencian hanya karena perbedaan sikap.

Renungan ini bukan untuk siapa-siapa, melainkan untuk diri saya sendiri. Kesadaran bahwa saya memiliki sikap jangan sampai membuat saya menjadi salah dalam memposisikan orang lain yang berbeda sikap dengan saya. Jangan sampai juga karena berbeda sikap dan pandangan membuat saya menjadi bersikap tidak adil terhadap orang lain.

Hidup semakin membutuhkan kewaspadaan.

Yogyakarta, 14 Desember 2016 | ©kurniawangunadi

Surat Cinta Kepada Allah

Aku Bertakbir
Seluruh jiwa dan raga
Karena sungguh
MendambakanMu
MerindukanMu
MencintaiMu
Kekasihku.
( Izinkan Aku Reguk Cintamu - Ebiet G Ade )


Ya Allah, Dzat yang Mahamengetahui dan Mahamemahami, bagaimana kabarku? Benar. Kuulangi pertanyaannya, bagaimana kabarku? Apa aku telah menjadi hamba yang Engkau cinta, ataukah aku telah berpaling menjadi orang merugi setelah semua kebenaran yang Engkau paparkan kepadaku?

Ya Allah, terlalu egokah aku untuk meminta semua kasih dan sayangMu dilimpahkan kepadaku? Semua rahmat dan nikmatMu selalu diberkahi kepadaku? Tunggu dulu…
Pertanyaannya, sudah pantaskan aku menerima semua pemberianMu yang luar biasa itu Tuhan?

Terlebih, dengan semua kekurangan dan ketidakpantasan cinta ini, Engkau masih tetap saja membalas untuk mencintaiku. Bahkan samudra tak mampu menjadi tinta untuk menuliskan besaran cinta yang telah Engkau berikan kepada hambaMu yang tidak setia ini. Kerap aku dicumbui oleh waktu, melalaikan kewajibanku untuk bertemu denganMu Tuhan. Terkadang dunia terlihat begitu menawan, sehingga mampu menduakanMu di hati ini. Mengapa aku terlalu lemah!

Ya Allah, dengan segala kekurangan yang kumiliki, aku selalu berusaha memperbaharui kembali cintaku. Maka jadikan hati ini menjadi hati yang selalu mencintaimu, dan Engkaupun mencintaiku. Bukankah cinta memang seharusnya bersahut?

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.
(Q.S. Al-Maidah : 54)

Maka pastikanlah bagiku, ketetapan hati untuk tetap berada jalan kebenaran ini. Sebagai bentuk cinta kepadaMu Ya Allah. Izinkan aku mereguh cintaMu melalui kalimat tasbih, tahmid dan istigfar di setiap hela nafasku. Dalam perbuatanku, izinkan aku menyertainya dengan namaMu yang mulia sehingga setiap yang kulakukan semata-mata sebagai bukti cintaku kepadaMu.

Ya Allah,  Biarkan aku menggapai keridhoanMu, bermunajat kepadaMu untuk memuliakan cinta yang suci ini. Berharap Engkau mencintaiku hingga penghujung masa. Aku percaya, kelak semua cinta ini akan membawaku kedalam nikmatMu, menggiringku menujuMu, mempertemukan antara hamba dan Tuhannya. Maka, saat itu aku berharap Engkau akan menyambutku dengan panggilan termanis, “Selamat datang wahai kekasihKu.”


Apa ada cinta yang lebih luar biasa, selain cinta yang dipersembahkan Tuhan kepada semesta dan seisinya? Termasuk kepadamu.

Maka turunkan mahkota ego itu dari kepalamu, kemudian sembah dan bersujudlah kepada Dzat yang senantiasa mengaliri cinta di dalam arus darahmu.

Lalu buanglah jubah kesombongan itu dari tubuhmu, dan rendahkan dirimu sembari bersyukur memuji Tuhan penguasa alam.

LLUVIAPHILE


Cc anak-anak XYGen :
@popatochips @dhiyaulmahya @syuraik @warnalangitku @gadisturatea
Semoga kita menjadi hamba yang mencintai Allah dan dicintai Allah.
Istiqamah in this way~

Ucapan Terimakasih Dari Seorang USTADZ Untuk Pak AHOK

Kepada ;
YTH Bapak Ahok
Di-Tempat

Salam Kedamaian Teruntuk mereka yang mengikuti petunjuk Allah

Bpk Ahok, mungkin akhir akhir ini anda merasa tertekan karena saudara saudara kami banyak melakukan demo dan tentunya membatasi ruang gerak anda sebagai calon gubernur, hingga anda seorang Gubernur harus naik angkot demi menyelamatkan diri dari kejaran masa, sejujurnya saya turut prihatin dan nggak tega, semoga anda diberikan kesabaran …
Di saat saudara kami banyak yang menyudutkan anda, saya mencoba untuk BERTERIMAKASIH pada anda, yaa setidaknya saya mencoba memandang dari sudut pandang yang berbeda..

Bpk Ahok, pertama-tama saya ingin mengucapkan Terimakasih sebesar besarnya …

1. Karena anda sudah memotivasi umat Islam untuk mencintai kembali kitab suci mereka yang sudah lama mereka tinggalkan… alQuran alKarim
Bahkan bukan hanya sekedar cinta, taukah anda mereka juga kini semangat mempelajari tafsirnya. Jujur, Akhir-akhir ini jamaah saya banyak yang meminta kajian tafsir kembali dihidupkan di pengajian mereka. Ini kereeen pak Ahok!, percayalah pada saya, saya berulang kali menyadarkan mereka akan pentingnya mempelajari tafsir al Quran, mereka tidak memperdulikannya, tapi anda .. hanya dengan menghina 1 ayat saja, membuat mereka kini penasaran tentang keindahan alquran dan tafsir-tafsirnya dan kembali mempelajarinya…

2. Bpk Ahok, Terimakasihku juga untuk anda…
Karena anda sudah mengajarkan arti TOLERANSI yang sesungguhnya, menyadarkan bahwa toleransi bukan maknanya membiarkan setiap orang untuk menghina agama orang lain dengan sesuka hatinya. Al quran kami mengajarkan kami untuk tidak menghina tuhan siapapun, kitab apapun, tapi tindakan anda membodohkan kitab kami, menyadarkan kami siapa sebenarnya yang tidak mengerti arti toleransi?
Di Eropa berapa banyak demo anti Islam, tapi Demi Allah sebenci apapun muslimin kepada anda, belum pernah terjadi demo anti Kristen atau Cina.
Kaum Kristen dan Para Pendeta di Amerika pernah melakukan pembakaran alQuran, tapi kami tidak berniat sedikitpun untuk membakar Bible anda
Di Prancis mereka mengkarikaturkan Nabi Muhammad dalam keadaan hina, di Indonesia kami belum pernah mengkarikaturkan Yesus terlebih menistakannya
Bahkan di Negri ini, negri muslim terbesar di dunia, anda bisa menghina kitab kami sebagai alat pembohongan, tapi sampai saat ini belum ada ulama yang berkata “bapak ibu mungkin ada yang bilang Yesus anak tuhan, itu terserah bapak ibu, tapi jangan mau dibohongin pakai Bible atau macam-macam itu”
Ilmu terbesar yang anda berikan, anda menyadarkan kami sebenarnya yang RASIS itu siapa ya?

3. Bpk Ahok, Terimakasihku juga…
Karena anda sudah menunjukkan kepada kami, mana muslim sejati dan muslim munafiq yang selama ini tidak terlalu jelas dibedakan. Sayangnya anda cuma menghina al Maidah ayat 51 saja. Sebenarnya kalau anda sedikit saja melanjutkan ayatnya, anda akan menemukan di ayat 52 Allah berfirman
“Maka kalian akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani) seraya berkata, "Kami takut akan mendapat bencana, ” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka"
Jadi esensi ayat 51 itu ada di ayat yang ke 52, akan munculnya orang-orang mengaku muslim, tapi lebih mencintai anda dari pada alQurannya sendiri hanya karena mengharapkan jabatan dari anda.
Ada kyai tega-teganya menafsirkan hadis “unsur akhooka” (tolonglah saudaramu) dengan memplintir tolonglah akhook. Entah apa yang ia pikirkan? Tapi bagi saya untuk seorang kyai dg titel Doktor, sungguh itu lelucon yang nggak lucu, maafkan saya jika rasa humornya tidak terlalu bagus
Ada tokoh ormas Islam, yang matanya yang melotot, menunjuk-nunjuk ulama yang jauh lebih tua darinya tanpak akhlak dengan menyampaikan argumentasi-argumentasi lemah yang bahkan tidak perlu sekaliber mbah dan kyai MUI, sayapun yang bodoh siap menjawabnya dg mudah.
Ada Partai yang mengaku berbasis wong cilik, tuntutan dari DPD membawa aspirasi rakyatnya untuk tidak mendukung anda, tapi oleh ketumnya tidak dihiraukan, hanya karena survei anda melonjak di atas 80% saat itu, mereka mungkin tidak menyangka sekarang anda akan terjun ke angka 30% dan bisa jadi akan terus turun dengan adanya kasus ini.
Ayat al Maidah 52 ini membuat saya bergetar, seakan ayat tersebut menggambarkan realita anda. Ayat ini telah turun 14 abad yang lalu pak Ahok…

4. Bpk Ahok, Terimakasihku juga…
Karena anda telah menjadi inspirasi persatuan ummat Islam yang fantastis. Kalau boleh sedikit curhat, saya berdakwah belasan tahun, mendambakan orang NU & Muhammadiah bisa akur, sungguh bukanlah hal yang mudah pak, tapi mata saya berkaca-kaca ketika saya menyaksikan mereka bersatu dalam satu pertemuan demo yang begitu besar yang tentunya itu terjadi karena ulah kreatif anda. Ini mengagumkan pak Ahok..
Ketika melihat FPI yang pro maulid bersatu dengan Muhammadiah yang tidak maulid bergandeng tangan
Ketika melihat HTI yang nggak pernah akur dengan IM (Baca ; PKS) dalam konteks perpolitikan bisa bersatu saling membahu
Ketika meliat salah satu ormas besar melarang pengikutnya ikut demo, tapi instruksi itu dianggap angin lalu, mereka tetap mengibarkan bendera. WOW ini panggilan Tuhan, tidak ada yang menggerakkan, membiayai, dan memerintahkan mereka.
Sahabat jamaah tabligh, Hidayatullah, MUI, GMJ, Ust Arifin Ilham, Ust Bahtiyar Nasir, Pak Amin Rais bahkan AA Giem yang santun turut bangkit bersatu padu. Inilah persatuan yang saya impikan sejak saya kecil, persatuan yang pernah terjadi di perang Badar kini terjadi kedua kalinya, di Negri NKRI tercinta Allahuakbarrr, sekali lagi terimakasih pak Ahok..

DAN Akhirnya saya menyadari, di balik bencinya anda dengan ISLAM banyak hikmah yang anda berikan. Sebagai balas budi atas kebaikan anda, saya AGUS KHOIRUL HUDA mendoakan anda dengan hati yang tulus, mudah-mudah Allah SEGERA memberi anda HIDAYAH untuk memeluk Islam sebagai agama anda. Saya yakin di dalam hati anda ada titik hikmah yang akan membawa anda masuk ke dalam hidayah Allah. Banyak orang berkata itu nggak mungkin, anda keras tempramental kepala batu, tapi sadarkah anda seorang Umar bin khottob memiliki sifat tempramental yang jauh lebih besar dari anda. tapi Allah pemilik hati, yang bisa merubah hati, Saya Agus Khoirul Huda, siap terbang ke Jakarta (GRATIS) Untuk berdiskusi tentang kebenaran hidayah Allah, semoga Allah memberi hidayah pada anda, saya menunggu anda di pintu hidayah, dan saya yakin anda akan menjadi UMAR yang dinantikan Islamnya oleh Rasulullah

Balikpapan, 3 November 2016
Agus Khoirul Huda, Lc (Alumni al Ahgaff - Yaman)
Pengasuh SQ KALTIM

Sumber:
FB ; Agus Khoirul Huda
Instagram ; Aguskhoirulhuda1

Agung Pamujiyanto:
SALAH SATU CARA MUDAH MENGHAPAL NAMA-NAMA SURAH DALAM AL QUR’AN

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokaatuh

Al Qur’an adalah Kitab Suci agama Islam yang wajib di baca dan dipelajari oleh setiap umat Muslim.Namun faktanya, sangat jarang umat muslim yang bisa menghapal seluruh isi Al Qur’an ( Tahfidz ).

Jangankan hapal isinya, urutan nama-nama surah yang ada dalam Al Qur’an saja tidak banyak yang hapal. Nah untuk lebih meningkatkan motivasi kita semua agar nantinya mampu menghapal seluruh isi Al Qur’an, maka saya coba memulainya
dengan memberikan satu cara yang menyenangkan untuk menghapal nama-nama surah dalam Al Qur’an.

Salah satu metode menghapal yang cukup efektif adalah dengan membuat
cerita dari urutan surah sehingga kita mudah mengingatnya.

Cobalah baca Cerita-cerita di bawah ini, dan perhatikan kata-kata yang berhuruf besar. Kata- kata tersebut adalah nama-nama surat dalam Al Qur’an. Hafalkan ceritanya, dan kemudian tuliskan kata-kata tersebut secara berurut. Maka akan kita dapatkan nama surat dan nomor urutnya. Silahkan mencoba :

Cerita I ; (Surah 1 – 10)

Paman membaca AL FATIHAH sebelum memasak SAPI BETINA milik KELUARGA IMRAN yang punya anak wanita bernama AN NISA. Sebagian HIDANGAN itu diberikan untuk BINATANG TERNAK. Kemudian paman menuju TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI, untuk mencuri HARTA RAMPASAN PERANG. Namun akhirnya paman ber-TAUBAT seperti taubatnya Nabi YUNUS.

NO.KRONOLOGI CERITA

1.AL-FATIHAH
2.SAPI BETINA – AL-BAQOROH
3.KELUARGA IMRAN – ALI IMRON
4.AN NISA
5.HIDANGAN – AL MAIDAH
6.BINATANG TERNAK – AL AN ‘AM
7.TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI – AL A’ ROF
8.HARTA RAMPASAN PERANG – AL ANFAL
9.TAUBAT – AT TAUBAH
10.YUNUS

Cerita II; (Surah 11 – 20)

HUD dan YUSUF melihat PETIR.Sementara itu IBRAHIM sedang berada di PEGUNUNGAN HIJR. Ia mencari LEBAH, untuk kemudian memulai PERJALANAN MALAM menuju ke GUA untuk menemui MARYAM dan TOHA.

NO.KRONOLOGI CERITA

11.HUD
12.YUSUF
13.PETIR – AR RA’D
14.IBRAHIM
15.PEGUNUNGAN HIJR – AL HIJR
16.LEBAH – AN NAHL
17.PERJALANAN MALAM – AL ISRO
18.GUA – AL KAHFI
19.MARYAM
20.TOHA

Cerita III ; (Surah 21 – 30)

PARA NABI pergi HAJI diikuti oleh ORANG-ORANG BERIMAN. Mereka seperti CAHAYA. Inilah yang menjadi PEMBEDA ANTARA YANG BENAR DAN BATHIL. Sementara itu, PARA PENYAIR bercerita tentang SEMUT.
Cerita itu terangkum dalam buku KISAH –KISAH. Dalam buku itu juga diceritakan tentang LABA-LABA yang menyerang BANGSA ROMAWI.

NO.KRONOLOGI CERITA

21.PARA NABI – AL ANBIYA
22.HAJI – AL HAJJ
23.ORANG – ORANG BERIMAN-AL
MU’MINUN
24.CAHAYA – AN NUR
25.PEMBEDA ANTARA YANG BENAR
DAN BATHIL – AL FURQON
26.PARA PENYAIR – ASY SYU ‘ARO
27.SEMUT-AN NAML
28.KISAH2 – AL QOSHOSH
29.LABA-LABA – AL ‘ANKABUT
30.BANGSA ROMAWI – AR RUM

Cerita IV ; (Surah 31 – 40)

LUKMAN tidak berSUJUD di kaum yang terkena AHZAB dan tidak juga kepada kaum SABA’. Sementara itu FATHIR dan YASIN berdiri bersama orang YANG BERSHAF-SHAF dan membentuk huruf SHOD. Mereka teramasuk ROMBONGAN – ROMBONGAN yang memohon ampunan kepada YANG MAHA PENGAMPUN.

NO.KRONOLOGI CERITA

31.LUKMAN – LUQMAN
32.SUJUD – AS SAJDAH
33.AL AHZAB
34.SABA’
35.FATHIR
36.YASIN
37.YANG BERSHAF2– ASH
SHOOFFAT
38 SHOD
39.ROMBONGAN-ROMBONGAN – AZ
ZUMAR
40.YANG MAHA PENGAMPUN –
GHOFIR

Cerita V; (Surah 41 – 50)

YANG DIJELASKAN dalam MUSYAWARAH itu adalah tentang
PERHIASAN. Bukan tentang KABUT. Sementara itu banyak orang YANG BERLUTUT di BUKIT-BUKIT PASIR. Saat itulah MUHAMMAD mendapat KEMENANGAN. Hal ini ditandai dengan KAMAR-KAMAR bertuliskan huruf QOF.

NO.KRONOLOGI CERITA

41.YANG DIJELASKAN – FUSHSHILAT
42.MUSYAWARAH – ASY SYURA
43.PERHIASAN – AZ ZUKHRUF
44.KABUT – AD DUKHAN
45.YANG BERLUTUT – AL JATSIYAH
46.BUKIT2 PASIR – AL AHQOF
47.MUHAMMAD – MUHAMMAD
48.KEMENANGAN – AL FATH
49.KAMAR2– AL HUJURAT
50.QOF

Cerita VI ; (Surah 51 – 60)

ANGIN YANG MENERBANGKAN
membawa awan ke bukit THURSINA.Ini terjadi saat BINTANG dan BULAN bersinar. Sementara itu pak RAHMAN sedang berceramah tentang HARI KIAMAT. Dimana BESI hancur, WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN mengalami PENGUSIRAN, dan banyak PEREMPUAN YANG DIUJI.

NO.KRONOLOGI CERITA
[9:30 10/09/2014] Agung Pamujiyanto: 51.ANGIN YANG MENERBANGKAN –
ADZ DZARIYAT
52.THURSINA – ATH THUR
53.BINTANG – AN NAJM
54.BULAN – AL QOMAR
55.AR RAHMAN
56.HARI KIAMAT – AL WAQI ‘AH
57.BESI – AL HADID
58.WANITA YANG MENGAJUKAN
GUGATAN – AL MUJADILAH
59 PENGUSIRAN – AL HASYR
60.PEREMPUAN YANG DIUJI – AL
MUMTAHANAH

Cerita VII ; (Surah 61 – 70)

BARISAN orang beriman pada HARI JUM’AT berbeda dengan ORANG – ORANG MUNAFIK. Demikian juga pada HARI DITAMPAKAN KESALAHAN -KESALAHAN. Ketika aku di-TALAK, aku MENGHARAMKAN dia untuk masuk rumah ini. KERAJAAN yang indah, PENA yang mahal, pada HARI KIAMAT tidak lagi berharga. Disinilah
TEMPAT-TEMPAT NAIK bagi amal sholih.

NO.KRONOLOGI CERITA

61.BARISAN – ASH SHOF
62.HARI JUM’AT – AL JUMU’AH
63.ORANG-ORANG MUNAFIK – AL
MUNAFIQUN
64.HARI DITAMPAKAN KESALAHAN-
KESALAHAN – AL TAGHOBUN
65.TALAK – ATH THOLAQ
66.MENGHARAMKAN – AT TAHRIM
67.KERAJAAN – AL MULK
68.PENA – AL QOLAM
69.HARI KIAMAT – AL HAAQQAH
70.TEMPAT2 NAIK – AL MA
‘ARIJ

Cerita VIII ; (Surah 71 – 80)

NUH diganggu JIN disaat ORANG YANG BERSELIMUT dan ORANG YANG BERKEMUL tertidur pulas. Ia tidak menyadari datangnya KIAMAT. Sementara itu, ketika MANUSIA bertemu dengan MALAIKAT YANG
DIUTUS untuk menyampaikan BERITA
BESAR tentang kematian, MALAIKAT-
MALAIKAT YANG MENCABUT nyawa
sedang melihat IA BERMUKA MASAM.

NO.KRONOLOGI CERITA

71.NUH – NUH
72.JIN – AL JINN
73.ORANG YANG BERSELIMUT – AL
MUZAMMIL
74.ORANG YANG BERKEMUL – AL
MUDATSTSIR
75.KIAMAT – AL QIYAMAH
76.MANUSIA – AL INSAN
77.MALAIKAT YANG DIUTUS – AL
MURSALAT
78.BERITA BESAR – AN NABA’
79.MALAIKAT2 YANG
MENCABUT – AN NAZI ‘AT
80.IA BERMUKA MASAM – ‘ABASA

Cerita IX ; (Surah 81 – 90)

Ombak MENGGULUNG, bumi TERBELAH, ORANG-ORANG YANG
CURANG pun ikut TERBELAH. Mereka
seperti GUGUSAN BINTANG YANG DATANG DI MALAM HARI. Mereka berada di tempat YANG PALING TINGGI. Pada HARI PEMBALASAN tidak akan muncul FAJAR di NEGERI manapun.

NO.KRONOLOGI CERITA

81.MENGGULUNG – AT TAKWIR
82.TERBELAH – AL INFITHOR
83.ORANG-ORANG YANG CURANG –
AL MUTHOFFIFIN
84.TERBELAH – AL INSYIQOQ
85.GUGUSAN BINTANG – AL BURUJ
86.YANG DATANG DI MALAM HARI – ATH THORIQ
87.YANG PALING TINGGI – AL A ‘LA
88.HARI PEMBALASAN – AL GHOSYIYAH
89.FAJAR – AL FAJR
90.NEGERI – AL BALAD

Cerita X; (Surah 91 – 100)

MATAHARI tenggelam saat MALAM tiba. Dan ketika WAKTU DHUHA, Allah MELAPANGKAN rizki dan menumbuhkan BUAH TIN. Sementara itu manusia yang berasal dari SEGUMPAL DARAH tidak mempunyai KEMULIAAN sedikit pun. Ini adalah BUKTI akan terjadi KEGONCANGAN di dunia. Hingga KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG pun mati.

NO.KRONOLOGI CERITA

91.MATAHARI – ASY SYAMS
92.MALAM – AL LAIL
93.WAKTU DHUHA – ADH DHUHA
94.MELAPANGKAN – AL INSYIROH
95.BUAH TIN – AT TIN
96.SEGUMPAL DARAH – AL ‘ALAQ
97.KEMULIAAN – AL QODR
98.BUKTI – AL BAYYINAH
99.KEGONCANGAN – AZ ZALZALAH
100.KUDA PERANG YANG BERLARI
KENCANG – AL`ADIYAT

Cerita XI ; (Surah 101 – 110)

HARI KIAMAT, hari dimana manusia
tidak bisa lagi BERMEGAH-MEGAHAN.
Pada MASA itulah si PENGUMPAT mati diinjak-injak GAJAH. Sementara itu SUKU QURAISY bertengkar dengan
pak MA’UN di tepi telaga KAUTSAR. Saat itu ORANG-ORANG KAFIR tidak mendapatkan PERTOLONGAN.

NO.KRONOLOGI CERITA

101.HARI KIAMAT– AL QORI ‘AH
102.BERMEGAH-MEGAHAN – AT
TAKATSUR
103.MASA – AL ‘ASHR
104.PENGUMPAT – AL HUMAZAH
105.GAJAH – AL FI-L
106.SUKU QURAISY – QURAISY
107.MA’UN – AL MA ‘UN
108.KAUTSAR – AL KAUTSAR
109.ORANG-ORANG KAFIR – AL KAFIRUN
110.PERTOLONGAN – AN NASHR

Cerita XII (Surah 111-114)

Insya Allah 4 surat terakhir ini semua
dari kita sudah menghafalnya.

NO.SURAT

111.AL LAHAB
112.AL IKHLASH
113.AL FALAQ

114.AN NAAS

—  Majalah Ummi

🌸 *Siapakah satu-satunya nama wanita yang disebut namanya dalam Al-Quran?*

💖 _MARYAM BINTI IMRAN_


🌸 *Apakah nama Surah yang bernilai sepertiga Al-Quran?*

💖 _SURAH AL-IKHLAS_


🌸 *Siapakah satu-satunya nama Sahabat yang disebut namanya dalam Al-Quran?*

💖 _ZAID BIN HARITSAH_
( _Rujuk dlm Surah Al-Ahzab ayat 37_)


🌸 *Berapa jumlah Surah Madaniyah dalam Al-Quran?*
💖 _28_
( _Surah, al-Baqarah,al-Imran,al-Nisa,al-Maidah,al-Anfal,al-Tawbah,al-Ra’d,al-Haj,al-Nur,al-Ahzab,Muhammad,al-Fath,al-Hujurat,al-Rahman,al-Hadid,al-Mujadilah,al-Hasyr,al-Mumtahanah,al-Shaf,al-Jum'ah,al-Munafiqun,al-Taghabun,al-Thalaq,al-Tahrim,al-Insan,al-Bayinah,al-Zalzalah,al-Nashr_)


🌸 *Berapa jumlah Surah Makkiyah dalam Al-Quran?*

💖 _86_
( _Surah selain daripada senarai Surah Madaniyah_)


🌸 *Apakah yang dimaksud dengan Surah Madaniyyah?*

💖 _Surah Madaniyah adalah Surah yang diturunkan di Madinah setelaj Hijrah_


🌸 *Berapa jumlah Nabi yang disebut dalam Al-Quran?*

💖 _25Nabi_


🌸 *Apakah yang dimaksud dengan Surah Makiyyah?*

💖 _Surah Makiyyah adalah Surah yang diturunkan di Makkah sebelum Hijrah_


🌸 *Berapa jumlah Sajadah(ayat Sujud) dalam Al-Quran?*

💖 _14 Sajadah_


🌸 *Apakah nama Surah yang dibaca tanpa Bismillah?*

💖 _Surah At-Tawbah_


🌸 *Apakah nama Surah yang bernilai seperempat Al-Quran?*

💖 _Surah Al-Kafirun_

🌸 *Berapa jumlah ayat dalam Al-Quran?*

💖 _6,236 ayat_

🌸 *Apakah ayat yang paling Agung dan dalan Surah apa?*

💖 _Ayatul Kursi,dalam Surah al-Baqarah ayat No.255_

🌸 *Apakah nama Surah yang memiliki dua Bismillah?*

💖 _Surah al-Naml_

🌸 *Apakah nama Surah yang apabila dibaca pada hari Jumaat akan menerangi sepanjang pekan?*

💖 _Surah al-kahfi_

🌸 *Apakah nama Surah yang menyelamatkan dari seksa kubur?*

💖 _Surah al-Mulk_

🌸 *Berapa jumlah Hizb dalam Al-Quran?*

💖 _60 Hizb_

🌸 *Berapa jumlah Surah dalam Al-Quran?*

💖 _114 Surah_

🌸 *Dalam beribu ayat Quran ayat apakah yang boleh mendorong kita masuk ke Syurga*?

💖 _أَشْهَدُ ألا إله الا الله و أشْهَدُ ان مُحَمدا رَسُوْل الله
_Asyhadu an Laa Ilaaha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasuulullah.” artinya Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah_

_Barangsiapa dapat mengucapkan Kalimah Syahadah di Akhir Kalamnya Wajib Syurga ke atasnya._

Sheikh Uthaymeen رحمه الله

Why students lose knowledge they had memorised ?

Question:

“Many students suffer from forgetfulness of knowledge which they had memorized and loss of benefits they read about. So what therefore is the ideal solution for this problem in your opinion oh virtuous Shaykh?”

Answer:

“The reasons for weak memorization are many. From them; sins. For indeed sins bring about forgetfulness. Allah تبارك وتعالى says:

{So because of their breach of their covenant, We cursed them, and made their hearts grow hard. They change the words from their (right) places and have abandoned (نسوا=abandoned, forgot) a good part of the Message that was sent to them.} [Surah Al-Maidah 05:13]

And Imam Ash-Shafi'y said: “I complained to Waki` about my bad memorization. So he advised me to abandon sins.

He said: “Know that knowledge is light. And Allah’s Light is not granted to a disobedient (sinner)!”

And from the reasons for forgetfulness: Is that a person does not read regularly what he has memorized, meaning he does not revise it. And the proof for that is the saying of the Prophet صلى الله عليه وسلم: “Read this Qur’aan regularly”, meaning revise it, “for, by the One in Whose hand is the soul of Muhammad, it is more likely to escape than a hobbled camel.” [Sahih Muslim]

Thirdly: Frequent preoccupation. When a person has many things that preoccupy him he’ll subsequently forget. Because the heart is a container and he is the vessel. And this vessel has a limit and a restricted capacity. If it is filled with something there is no space for anything else. Thus if a person has no spare time and is constantly preoccupied, those things which keep him busy a lot cause forgetfulness.

And also from the reasons for forgetfulness is not acting upon the knowledge. Hence if you act upon what you know then your action is considered implementation; implementation of knowledge. An example being: If you learnt that Wudhu has to be done in order and you perform it after that in order, then that is without a doubt implementation.”

Shaykh Muhammad ibn Salih Al-‘Uthaymeen, may Allah have mercy upon him

Source: Silsilah Liqa'at al baab il maftouh, Laqaa ul Baab il maftouh 197.

Balada Pak Ahoy

Sebermulanya sih saya biasa aja sama bapak Ahoy ini. Ya pertama karena saya bukan warga Ibukota, yang kedua saya bukan salah satu warga negara Indonesia yang rasis terhadap salah satu suku ras atau agama.

Mungkin dulu saya memang rasis, saya akui itu. Saya tinggal dimana aktivitas sosial yang saya lakukan sering sekali bersinggungan dengan etnis lain. Kalau boleh saya bilang presentasi penduduk pribumi dan bukan pribumi sekitar 70:30. Dulu saya sangat membenci orang-orang maaf (etnis cina) hanya karena warna kulit mereka berbeda dengan saya. Lucu ya, membeci orang bisa semudah itu. Tapi itu dulu, ketika saya masih cabe. Pengetahuan saya masih sempit, masih sebatas bocah main ngejar layang-layang trus kecebur got karena ga ngeliatin jalan.

Kembali ke pak Ahoy lagi. Dari pengamatan saya sejauh ini, sebenarnya pak Ahoy ini chance nya besar buat kepilih lagi jadi DKI 1. Cara memimpin dia menarik, keras, tegas main sikat sana-sini cocok sih buat kehidupan keras ala ibukota. Terkait isu-isu soal sumber waras, korupsi di wilayah Jakarta utara dsb nya toh belom terbukti. Eiitss tapi semua itu pendapat saya pribadi yang didapat dari media selama ini. Sampai pada bagian fail dimana pak Ahoy ini mainan ngutip ayat dari agama lain, maksut saya bukan agama dia sendiri dan menginterpretasikan seenak pak Ahoy sendiri tanpa dasar keilmuan yang jelas. Saya saja yang notabene sudah 23 taun jadi (Insya Alloh) Muslim ga berani dan ga mampu bikin penafsiran terhadap suatu ayat dari Al- Quran. Setau saya menafsirkan sebuah ayat dari Al-Quran membutuhkan dasar ilmu yang sangat tinggi. Bukan sembarang orang mampu. Kami lebih sering bersandar pada tafsiran para Ulama jaman dahulu yang menurut kami lebih ber ilmu dan lebih bersih dari dosa ketimbang kami seperti tafsir Jalalain, tafsir ibnu Abbas dll.

Hari ini tanggal 4 November diadakan demonstrasi besar-besar an di Jakarta. Walaupun saya tak bisa banyak membantu, setidaknya sikap saya jelas mendukung. Ketika rekan-rekan saya yang notabene muslim malah memilih bungkam tanpa mengambil sikap, atau malahan banyak yang terang-terangan membela pak Ahoy dengan mengutip kisah nabi Muhammad yang diludahi seorang yahudi tiap harinya namun beliau tetap tidak marah. Men…itu ga relevan, yang diludahin tu nabi bukan Islam. Toh akhirnya si yahudi buta masuk islam. Atau ada lagi yang bilang islam itu agama yang pemaaf, cinta damai dan sebagainya. Kalian pikir kita demo ke jakarta mau perang?? Kita menggunakan cara-cara damai dengan suara kita, sesuai undang-undang no 9 tahun 1998 tentang “kemerekaan menyatakan pendapat” yang caranya disitu diatur salahsatunya dengan demo.  

Pada mulanya saya termasuk bagian orang-orang yang setuju-setuju saja jika dipimpin sosok yang kriterianya memenuhi, jujur dan bersih namun beragama selain islam. Padahal perintah al-quran jelas pada surat Al-Maidah ayat 51 : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi auliya bagimu; sebahagian mereka adalah auliya bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi auliya, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.  Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.”  Saya mulai bercemin lagi, padahal jelas jelas ayat tersebut ada dalam al-quran. Apakah saya akan melaksanakannya atau tidak. Padahal dalam al-quran, sumber yang sama-sama menulis surat Al-Maidah juga tertulis tentang halal-haram nya suatu makanan, namun saya tak banyak bertanya dan langsung melaksanakan serta meyakininya.

Seharusnya saya menjalankan Islam secara kaffah (menyeluruh). Tak bisa jika kita memilih-milih apa yang ada di Alquran sesuai dengan jalan pikiran kita baru kemudian kita jalani. Jika ada yang yang tak sesuai kemudian tak kita jalani. Beragama macam apa itu? Beragama tidak sebercanda itu.

Gut-Brain connection

Buat kaum muslimin yang berpuasa:
Otak dan perut memiliki hubungan dekat (Gut-Brain connection). Apa yang kita makan berpengaruh pada apa yang kita pikirkan. Perhatikan bagaimana alkohol atau makanan berkadar gula tinggi memengaruhi pikiran Anda.

Alkohol masuk melalui usus Anda, diproses sedemikian rupa dengan melibatkan flora dalam usus lalu hasil2 prosesnya masuk ke otak. Orang mabuk biasanya tidak bisa berpikir bagus, termasuk mabuk lain seperti mabuk perjalanan atau mabuk cinta. Makanan bergula darah tinggi cenderung membuat Anda jadi malas. Gula yang diproses di usus Anda kemudian memengaruhi otak Anda. Seperti kata pepatah: Anda adalah apa yang Anda makan (You are what you eat).

Pepatah ini menjadi benar setidaknya menurut riset kedokteran 10 tahun terakhir. Natasha Campbell, seorang dokter saraf dan ahli nutrisi, mengenalkan istilah GAPS (Gut and Psychology Syndrome). Menurutnya, semua penyakit jiwa dan otak memiliki kaitan dengan usus dan apa yang kita makan.

Saat ini bahkan berkembang teori baru tentang sebab musabab penyakit autis dan hiperaktif disorder, bahwa kedua jenis penyakit itu berhubungan dengan makanan. Bagi kaum muslimin ini menjadi hal penting. Itu sebabnya, al-Qur'an memiliki satu surat yang khusus membahas soal hidangan dan makanan (QS.al-Maidah).

Rasulullah bersabda: makanlah di saat lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Bahkan, dalam satu pernyataannya dikatakan bahwa ‘perut adalah gudang penyakit. Mengendalikan perut adalah puncak segala obat/ra'sud dhawa’. Beberapa ahli obat (farmakolog) sudah mendengungkan pendapat bahwa 'obat di masa depan adalah makanan’ (the future of drugs are nutrition).

Seorang pemikir Islam Musa bin Jabar, yang pendapatnya dikutip oleh ulama Imam al-Ghazali, berpendapat bahwa 'makan seperlunya’ adalah 1 dari 4 cara untuk mengelola perilaku (hawa nafsu). Lebih keren lagi ketika al-Qur'an menyatakan bahwa 'makanlah makanan yang baik dan halal’.

Halal memiliki pengaruh luar biasa bagi tubuh, terutama bagi jiwa. Sebenarnya, sebagaimana pendapat banyak ilmuwan saat ini, tidak terlalu sulit mengatur hidup kita dalam segala hal. Bermulalah dari apa yang kita makan.

Karena apa yang kita makan itu akan melibatkan nutrisi dan terutama sumber makanan itu halal atau tidak. Nutrisi membuat otak dan pikiran jadi normal (normal brain), sedangkan sumber yang halal akan membuat otak menjadi sehat (healthy brain). Semoga manfaat.

(Taufiq Pasiak. Kepala Pusat Studi Otak dan Perilaku Sosial LPPM UNSRAT Manado).
sumber : grup wa ASA Indonesia @asaindonesia

PENDAPATAN KELUARGA

Assalamua’alaikum moms and dads… Pernahkah moms and dads berpikir siapa sih sebenernya yang wajib mencari pendapatan keluarga? Atau moms and dads wannabe masih bingung, boleh ga ya besok nyari istri yang bekerja atau punya suami yang ngebolehin istri kerja? Nah yuk simak supermom’s note kali ini.

Ketika Rasul menikahkan Fathimah dengan Ali, beliau berwasiat kepada menantunya, ”engkau berkewajiban bekerja dan berusaha sedangkan ia berkewajiban mengurus (me-manage) rumah tangga” (H.R. Muttafaq ‘alaih). Dari hadits ini sudah jelas bahwa yang paling wajib mencari nafkah untuk keluarga adalah suami, baik itu dalam bentuk makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, transportasi, kesehatan, pendidikan, atau kebutuhan umum lainnya yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Lalu apakah boleh seorang istri bekerja dan membantu mencari nafkah? Jawabannya adalah boleh seperti dalam Q.S Al Maidah ayat 2, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…”.

Namun apakah wajib bagi seorang istri mencari nafkah? Tidak, telah dijelaskan dalam wasiat Rasul kepada Ali di atas, bahwa istri berkewajiban me-manage rumah tangga termasuk di dalamnya mengurus anak. Hal pokok inilah yang harus diperhatikan baik oleh suami maupun istri. Suami tidak boleh memaksakan kepada istrinya untuk mencari nafkah dan bertanggung jawab atas nafkah keluarga. Suami dan istri harus sama-sama memastikan jika kewajiban seorang istri sebagai istri maupun ibu dari anak-anaknya tidak terbengkalai sebelum memilih untuk bekerja atau tidak. Jangan sampai rumah tidak terawat, berkunjung ke tetangga jarang bahkan anak tidak tau soal aqidah hanya karena istri sibuk bekerja.

Karena hal-hal di atas akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat kelak, seperti dalam hadits berikut, “setiap kalian adalah pengayom dan setiap pengayom akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang harus diayominya. Suami adalah pengayom bagi keluarganya dan bertanggung jawab atas anggota keluarga yang diayominya. Istri adalah pengayom bagi rumah tangga rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas asset rumah tangga yang diayominya” (HR. Bukhori).

Demikian #financefriday kali ini. Sampai jumpa di #financefriday berikutnya ya… (nyv)

- Sumber: Buku Keluarga Muslim Cerdas Finansial karya Yuria Pratiwi Cleopatra, S.T., M.Si

SUPERMOM’s NOTE
Edisi #FinanceFriday 30 Desember 2016

♡ Email: supermom.wannabe1(at)gmail(dot)com
♡ Fanpage FB: Supermom Wannabe
♡ Twitter & Instagram: @supermom_w
♡ Tumblr: supermomwannabee(dot)tumblr(dot)com

Hidup adalah Pilihan.

Hidup adalah Pilihan.

Well, tulisan kali ini adalah bukan untuk menggurui orang lain atau untuk berlaga sok-sokan sudah memilih dan sudah jadi orang yang paling benar. Tulisan ini ada, karena sebuah proses pemikiran yang panjang dan ditulis berdasarkan pengalaman hidup yang baru 19 tahun ini. Tulisan ini adalah juga media mengingatkan diri sendiri untuk selalu tegas pada apa yang dipilih.

…. dan karena aku Muslim, aku berkiblat pada QS. Ar-Ra’ad ayat 13;

“Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelumlah kaum itu mengubah diri mereka sendiri.”

Apakah benar jika aku malas, aku tak akan bisa berkembang? Apa benar jika seseorang itu miskin, mereka tak bisa jadi orang kaya?

Berkaca pada seorang Miliyader(Menurutku dia punya uang banyak, miliyaran.) bernama Chaerul Tandjung.

Beberapa waktu yang lalu, aku berkesempatan bernyanyi bersama paduan suaraku di acara pemberian gelar Doctor Honoris Clausa(aku lupa menulisnya) dari Universitas Padjadjaran. Rektor-ku berkata bahwa gelar ini baru ada hitungan jari di DUNIA. Gelar ini bukan seperti mendapatkan gelar S1, S2, atau bahkan S3 dan Doctor(saja). Gelar ini diberikan pada orang yang memiliki dampak luas bagi masyarakat yang juga luas. Bukan gelar sembarang gelar, gelar ini juga harus dibuktikan dengan bukti konkret mensejahterakan sesama manusia dan meningkatkan taraf hidup orang lain. Cukup sekian soal gelar ini dan ini murni seingatku saja.

Saat dibacakan biografinya, yang kebetulan aku belum pernah baca buku biografinya, di katakan bahwa Chaerul Tandjung bukanlah anak orang kaya. Sedari SD, dia berjualan es atau kripik untuk menambah uang jajannya karena orangtuanya tak punya uang jajan. SMP dan SMA, dia juga berjualan demi memenuhi uang jajannya sendiri. Hal yang membuatku tersentuh adalah ketika proses Chaerul Tandjung memasuki bangku perkuliahan.

Dimana Chaerul Tandjung, yang merupakan anak yang biasa-biasa saja bahkan bisa dibilang ekonominya menengah ke bawah, bisa masuk ke jurusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Universitas yang gengsinya tak pernah redup sampai saat ini. Yang membuatku terharu adalah ketika Ibu dari Chaerul Tandjung rela menjual kain kesayangannya untuk biaya kuliah anaknya.

Dari situ Chaerul Tandjung tak ingin main-main dalam kuliah. Beliau membuka jasa fotokopi materi kuliah pada teman-temannya. Dan setelah lulus kuliah, bakat bisnisnya berkembang. Banyak orang yang hidup menggantungkan diri padanya.

Padahal jika kufikir, kalau saja setelah dia lulus sarjana dia membuka praktek dokter gigi, bisa saja dia lebih kaya dari hidupnya sekarang.

Tapi apalah, Hidup memang Pilihan. Dia lebih memilih berbisnis dan membantu orang lain. Tak terhitung ada berapa ratus orang dalam gedung itu yang berdiri memberikan penghormatan mereka, bertepuk tangan dan tersenyum kagum pada tokoh yang bernama Chaerul Tandjung.

Jikalah dia jadi dokter gigi, dia bisa santai-santai di rumah sekarang menunggu pasien yang datang di rumah yg jadi kantor prakteknya.

Tapi apalah, Hidup memang Pilihan. Dia lebih memilih memberikan uangnya untuk kebaikan dan membangun sekolah-sekolah yang rusak karena tertimpa bencana alam. Aku lupa di daerah mana tepatnya. Kulihat di slide foto, Chaerul beserta istri menempuh jalan becek bekas longsor demi melihat lokasi sekolah rusak dan membuat sebuah yayasan pendidikan berbasis islami sebagai ganti sekolah tersebut. Bayangkan berapa banyak ayat Qur’an yang terlantun di sekolah itu setiap harinya dan berlimpahnya pahala di dalam gedung-gedung itu.

Dari kisah Beliau, aku merenung. Hidup ini memang betul-betul pilihan. Meninggalkan zona nyamankah atau berdiam diri di dalamnya dan tak berbuat apa-apa demi orang lain.

Kisah lain yang membuatku tak berhenti merenung bahwa hidup adalah pilihan adalah dari Kisah Hidup Cinta Laura.

Cinta Laura memang orang kaya, artis ternama. Tapi lihat, Cinta dengan kesibukan syuting sana sini bisa mendapatkan sekolah bergengsi di Amerika yang pastinya melewati ujian yang ketat sekali karena kabarnya Universitas tempatnya belajar ini adalah salah satu dari beberapa Universitas yang memiliki tingkat kesulitan tinggi untuk menjadi mahasiswanya. Berapa bulan setelah Cinta kuliah, lihat dia. Dia pernah memposting bahwa IP-nya adalah 4,00 dan dia sekarang menjadi Asisten Dosen. Oke dia memang jago Bahasa Inggrisnya dan tapi kalau difikir lagi, kan masih banyak orang asing yang pastinya lebih fasih dari Cinta, yang seharusnya IP-nya bisa lebih tinggi dari Cinta. Tapi kembali lagi, Hidup adalah Pilihan.

Entah bagaimana ceritanya jika Cinta memilih untuk tetap aktif di entertaiment dan tak melanjutkan sekolahnya. Mungkin ia tak akan punya prestasi membanggakan seperti ini.

Di sisi lain. Cinta Laura dan keluarganya kan kaya. Mereka bisa liburan keluar negeri atau bahkan mereka bisa membeli pulau pribadi(atau mereka sudah beli, aku tak peduli). Tapi yang membuatku merenung adalah mereka mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk memperbaiki 15 sekolah dari 2000 sekolah yang rusak di Bogor. Memperbaiki sekolah kedengarannya hal sepele. Tapi tidak. Hitunglah berapa banyak anak yang kembali mempunyai mimpi karena mereka punya sekolah. Sekolah adalah rumah kedua seorang anak menuntut ilmu, bukan? Betapa Cinta sangat mulia peduli pada hal remeh temeh hanya sekedar membetulkan sekolah. Kemarin di acara YKS(aku nonton pas ada wawancara sama Cinta doang, abis itu dimatiin lagi Tvnya:p)…

Dari 13 sekolah yang sudah Cinta betulkan, ada beberapa anak berdiri di belakang Cinta menggunakan Almamater PTN, dan yang paling hebatnya adalah seorang anak yang tadinya tak punya mimpi bahkan sekolahpun tak bisa karena tak punya sekolah, masuk Universitas Indonesia.

Betapa mulianya Cinta pada nasib pendidikan anak-anak Indonesia. Terutama pada mimpi-mimpi anak Indonesia.

“…. dan tolong menolonglah kamu dalam berbuat kebaikan dan taqwa, dan janganlah kamu tolong menolong dalam keburukan dan dosa.”QS. Al Maidah ayat 2.

Seperti hidup ini juga pilihan.

Menjadi mahasiswa bukan hanya soal urusan menuntut ilmu, tapi juga mencari pengalaman sebanyak-banyaknya dari proses menuntut ilmu tersebut. Menjadi mahasiswa bukan hanya duduk, belajar, dan keluar.

“Belajar adalah caramu menuntut ilmu, dan nilai bagus bukanlah sebuah jaminan kamu memahami sebuah ilmu.” – Madame Intan.

“Mahasiswa bukanlah ada untuk hanya sekedar berkuliah, tapi juga untuk sukses diperlukan pengalaman beroganisasi.” – Rektor Universitas Padjadjaran, Bapak Ganjar Kurnia.

Buatku, ada 3 pilihan untuk menjadi mahasiswa.

Menjadi mahasiswa biasa-biasa saja yang pulang pergi, enak memang bisa tidur di rumah setelah lelah menyelesaikan tugas di kampus. Tapi tak bisa punya pengalaman banyak yang bisa diceritakan sebagai bekal hidup berharga dan logikanya harus punya IP tinggi karena logikanya tak sesibuk mahasiswa yang berorganisasi dan mahasiswa tipe ini mungkin masih bisa main kesana kemari sesuka hati.

Menjadi mahasiswa yang menghabiskan waktu di kampus untuk berorganisasi, enak memang banyak pengalaman dan banyak kenalan sana sini. Tapi tak bisa punya waktu tidur sebanyak anak pulang pergi dan terkadang IP naik turun karena kesibukan mengurusi acara dan tanggung jawab ini itu dan tak leluasa bermain kesana kemari.

Atau menjadi Mahasiswa perpaduan keduanya, aktif di organisasi, punya IP tinggi. Tapi tak punya waktu bermain kesana kemari dan tidur seadanya jam luang saja( sangat terbatas), karena mungkin sepulang berorganisasi di kampus dia masih saja harus menggunakan waktu yang seharusnya untuk tidur itu untuk belajar atau bahkan masih harus melanjutkan tugas dari organisasinya di kosan/rumah.

Pilihlah mau menjadi mahasiswa tipe mana. Tak perlu ikut-ikutan orang lain. Pilihlah apa yang menjadi prioritas berkuliahmu.

Hidup ini Pilihan, dan setiap Pilihan punya resiko.

Seperti pilihan kamu mau berjuang sekarang, bersenang kemudian. Atau bersenang sekarang, berjuang kemudian. Itu juga pilihan.

Seperti pilihan kamu mau mengeluh seharian, tak ada kemajuan. Atau bersyukur sedikit saja, dan akan diberi nikmat oleh Tuhan Maha Kuasa. Itu juga pilihan.

Semudah seperti kamu mengganti DP BBM/Avatar Twitter kamu, itu juga pilihan. Memilih mana yang pantas kamu gunakan sebagai DP/Avatar yang tak akan mengundang orang lain berfikir yang aneh-aneh terhadap dirimu, atau menggunakan DP/Avatar yang mengundang orang lain “iyuwh”-in dirimu. Itu juga pilihan.

Simpel emang sebuah pilihan itu diadakan, tapi resikonya gak simpel.

Berjuang sekarang, bersenang kemudian. So simpel adalah contoh kamu belajar sekarang mati-matian, nanti pas mendekati ujian kamu tinggal cicil beberapa materi aja. Santai, tinggal mempelajari ulang apa yang sudah dipelajari kemarin-kemarin. Otak pun ga keforsir berlebihan.

Bersenang sekarang, berjuang kemudian. So simpel adalah contoh kamu main-main sekarang, ngeremehin materi ujian, dan pas mendekati ujian kamu malah ngebut ngapalin materi yang padahal kamu sendiri otak itu ga bisa langsung hap di masukin materi yang seabrek. Albert Einstein aja belajar terus sampai dia di uji berulang kali dan akhirnya Dunia menyatakan dia sebagai seorang Genius.

Guruku pernah berkata bahwa dalam hidup ini akan selalu ada Cobaan atau Ujian. Pilihannya cuma dua, mau jadi pecundang atau jadi pemenang. Pecundang ada ketika dihadapkan dalam suatu ujian, dia menyerah atau malah menggunakan cara curang untuk jadi pemenang. Menggunakan cara curang dalam ujian adalah salah satu bukti bahwa dia tidak mengikuti ujian itu sebagaimana mestinya, so dia tidak menang dengan terhormat, atau bahkan tidak dianggap pemenang. Pemenang adalah dia yang tidak takut dengan segala tantangan yang ada. Yang ada dalam otaknya adalah bagaimana caranya dia bisa terus berusaha demi memenangkan ujian itu.

Hidup ini Pilihan, dan diri sendiri yang menikmati resikonya.

Seperti kamu memilih untuk bersantai sekarang dan bersusah kemudian. Tahun 2013 sudahlah cukup melihat banyak adik-adikku yang pada awalnya santai-santai tak belajar. Sudah kuperingatkan, tapi kembali lagi Hidup adalah Pilihan. Sudah kuingatkan bahwa belajarlah, atau nanti akan kamu tanggung sendiri resikonya. Mendengarkan atau tidak, itu juga pilihan.

Saat hasil sudah di tangan, mereka yang bersusah di awal, tinggal menikmati hasil di terima di Universitas Negeri / Kedinasan yang mereka mau. Mereka senang-senang kemudian, setelah bersakit-sakit dahulu.

Mereka yang bersantai di awal? Bersusah di akhir, mencari Universitas yang masih membuka pendaftaran penerimaan mahasiswa baru.

Hidup itu adalah Pilihan.

Memilih bersantai memang enak. Tapi resiko di akhir tak pernah enak.

Mungkin ada orang yang beruntung hidupnya bisa enak. Tapi Guruku pernah juga berkata, orang yang beruntung itu bisa di hitung jari. Tak sebanyak orang yang bisa sukses karena kerja keras.

 Kata Papaku, Orang beruntung suksesnya tak akan bertahan lama karena  dia tak pernah tau bagaimana proses menjadi sukses itu jadi saat dia diuji pada kesuksesannya, dia tak akan mampu melewatinya karena ya dia menjadi sukses karena beruntung, bukan karena melewati ujian-ujian menjadi sukses itu. Orang yang bertahan sukses adalah orang yang tau bagaimana susahnya menjadi sukses itu dan dia menghargai proses di dalamnya.

Itulah mengapa Bob Sadino tak pernah jatuh miskin dan hartanya ada mungkin tujuh turunan tak akan habis.

Memilih pilihan hidup dan berprinsip teguh pada pilihan itu, juga sebuah Pilihan.

Seperti Bob Sadino, punya peternakan dan perkebunan yang sangat luas. Usahanya juga mengekspor ke luar negeri. Daging, sayur, dan buah hasil olah alam miliknya sudah tak diragukan lagi kualitasnya. Tapi apa Bob Sadino memperoleh suksesnya dalam sekejap?

Tidak. Sepengetahuanku yang sangat cetek ini, Bob Sadino sudah mulai banting tulang sejak ia tak bisa lagi bersekolah. Ia bekerja apapun, halal, dan menghasilkan uang. Setiap ia merasa upah yang dia peroleh tak memuaskan, ia akan ganti profesi dan mencari pekerjaan yang lain. Tapi suatu hari ia menyadari bahwa mau sampai kapan ia seperti ini, tak punya pekerjaan tetap dan tak mau fokus pada satu pekerjaan. Maka pada awalnya ia memilih setia untuk bekerja pada pengusaha unggas,  memilih menjual telur-telurnya, dan dari situ, karena ketekunannya; Bob Sadino bisa mengembangkan usaha telurnya menjadi ekspor. Sedikit demi sedikit memang ia membangun usahanya sampai pada akhirnya dia tak lagi perlu diragukan soal kekayaannya dan kesuksesannya yang pastinya; Membuka banyak lapangan pekerjaan bagi oranglain.

“Meski saya tak sekolah, bukan berarti saya tak bisa USAHA. Dan usaha menjadi sukses itu adalah soal waktu.” – Dikutip dari sebuah bincang di televisi.

Hidup ini tentang Setia pada Pilihan, dan bersedia menanggung segala resikonya.

Dr. Soetomo, pendiri Boedi Oetomo(ejaan baru; Budi Utomo).

Dokter. Apalagi yang perlu diragukan dari seorang dokter pada zaman itu? Pekerjaan yang menjanjikan dan mempunyai prestise yang setara dengan orang-orang bangsawan yang menjajah Indonesia pada saat itu. Menjadi seorang dokter adalah sebuah pekerjaan yang terpandang terhormat pada saat itu(bahkan sampai zaman sekarang), yang akan diundang oleh bangsawan penjajah, diundang minum teh, anak-anaknya boleh sekolah di sekolah milik penjajah yang notabenenya adalah sekolah milik orang-orang berambut pirang.

Tapi apa? Dokter Soetomo malah memilih tidak menjadi dokter. Ia memanfaatkan ilmu yang ia dapatkan pada saat ia belajar dulu untuk membuatkan Boedi Oetomo, untuk mendidik anak-anak Indonesia. Untuk mendidik pemuda-pemudi Indonesia untuk menjadi kritis dan berani memberontak dari kurungan para penjajah.

R.A Kartini. Seorang nigrat yang memperjuangkan kesetaraan perempuan.

Pada zamannya, perempuan adalah tidak boleh untuk memiliki pendidikan yang sama seperti laki-laki. Kartini merasa tidak adil karena hakikatnya semua manusia diciptakan sama. Maka dia memperjuangkan anak-anak perempuan bisa sekolah. Bisa bekerja setara dengan laki-laki. Perempuan tidak lemah, tidak hanya di dapur. Perempuan juga bisa bekerja layaknya laki-laki, meski memang kodratnya adalah di dapur, tapi perempuan juga bisa diandalkan seperti layaknya laki-laki. Itu yang Guru SD-ku pernah ceritakan saat pelajaran sejarah.

Ningrat. Uang banyak. Sekolah dengan para bangsawan rambut pirang. Kalau saja ia memilih untuk menikmati posisinya sebagai ningrat, menikmati kekayaannya, dan berpergian dengan teman-teman pirangnya…. entahlah apa jadinya perempuan zaman sekarang. Mungkin tak akan ada insinyur-insinyur perempuan atau tak akan ada perempuan yang ingin bekerja di bidang pertambangan atau perminyakan.

Tapi apa? Kartini berjuang semampunya dia untuk mendapatkan kesetaraan pendidikan dan pekerjaan bagi perempuan. Ia tak peduli apakah ia disindir-sindir keluarganya, ditentang kawan-kawan bangsawannya dan dijauhi sampai tak memiliki teman kecuali temannya yang jauh di negeri sebrang, atau bahkan harus merelakan kenyamanannya sebagai seorang ningrat.

Hidup ini tentang Setia pada Pilihan.

Pilihan untuk keluar dari zona nyaman memang tak pernah menyenangkan. Membuat diri ini berkembang memang tak pernah menyenangkan, prosesnya.

Kenapa aku merenungkan pada mereka yang sudah dan telah tiada? Satu perenunganku, mereka hidup di zaman dimana Tekhnologi belum secanggih sekarang. Dimana bahkan untuk menulis dan membaca pun hanya dikuasai oleh segelintir orang. Dimana mereka – Khususnya Soetomo dan R.A Kartini – harusnya hidup di dalam kenyamanan mereka dengan status bergengsi yang mereka sandang waktu itu. Tapi mereka tidak. Mereka keluar dari zona nyaman mereka, mengamalkan ilmu mereka dengan media seadanya; Kapur, papan tulis, dan selembar kertas.

Seadanya.

Lantas aku merenung. Mengapa aku yang hidup saat ini harus bermalas-malasan dengan semua yang sudah serba tidak seadanya. Tekhnologi diciptakan bukan untuk manusia bermalas-malasan dan terlena dengannya. Tekhnologi membuat manja? Tekhnologi membuat tidak berkembang? Ah. Kata siapa.

Kita contohlah @Poconggg , lewat media massa bernama Twitter, dia mampu mencari nafkah. Diundang menjadi pembicara sebuah talkshow buku. Ah! Bukunya pun di pasarkan pertama kali lewat twitter. @Poconggg dan kawan-kawan sejawat membuat kantor yang juga pastinya kantor itu memberikan rezeki-rezeki pada orang lain.

Tekhnologi membuat manja? Membuat tidak tahu informasi apa-apa?

Kata siapa. Kamu saja yang memfollow akun-akun yang hobinya berkata kasar, galau-galauan, atau lain sebagainya. Akupun dulu waktu duduk di bangku ½ SMA memfollow akun-akun itu. Tapi setelah kufikir apalah guna dan positivenya aku memfollow, jadi ya ku-unfollow saja. Aku memfollow mahasiswa-mahasiswi yang penuh prestasi, yang pergi keluar negeri, atau yang bisa memberi inspirasi. Entah aku dapat akun itu darimana, tapi ya…. hukum alamnya sih;

“Ada yang pergi, ada yang datang.”

Di zaman Tekhnologi seperti ini sudah bukan zamannya lagi manusia tidak mengetahui informasi-informasi penting, apalagi mengenai masa depannya. Sebuah Tekhnologi diciptakan untuk sebuah kebaikan dan mencari sumber kebaikan tersebut. Di zaman Tekhnologi seperti ini sudah tidak susah lagi kita mencari contoh-contoh manusia baik dan sukses yang dapat kita contoh perilaku dan perangainya.

Ah….

Aku merenung kembali. Mengapa sangat susah mengikuti manusia baik dibandingkan manusia yang tidak baik? Apa batas baik dan tidak baik seorang manusia?

Harus lihat konteksnya. Harus lihat dimana zonanya. Jika kita sedang dalam lingkup penuh dengan ujian hidup dan kita selalu dituntut untuk semangat bertahan hidup di setiap detiknya, apa masuk akal jika berteman dengan manusia yang selalu mengeluh, akan membuat kita bisa bertahan hidup? Apa kita tidak ikut-ikutan mengeluh dan pada akhirnya semangat yang sudah susah payah kita pertahankan itu luntur? Apa kita tidak ingat betapa semangat itu kita bangun dengan waktu yang tidak sebentar? Kalau kita mengikuti manusia macam itu, itu tandanya kita tidak sayang pada diri sendiri. Iya, bukan?

Bukan hanya untuk berkeluh kesah jika hidupnya tak adil, laki-laki/perempuan yang dicintai tidak membalas cintanya, dsb. Wajar menurutku jika sesekali manusia dilanda kegalauan, tapi apa jika setiap hari manusia itu berbicara tentang keluh kesahnya terus, itu akan membuat hidupnya lebih baik? Apa dia akan dipandang kuat? Apa orang-orang yang membacanya akan berbaik hati menolongnya? Toh tidak.

Hidup ini adalah Pilihan. Mengapa ragu?

Apakah ada jaminan jika seorang saat Chaerul Tandjung memilih untuk menjadi pengusaha, Ia akan langsung kaya raya? Langsung punya banyak perusahaan dan usaha-usaha kecil lainnya?

Apakah ada jaminan jika seorang Cinta Laura akan mampu mendapatkan IP 4,00 dan akan menjadi asisten dosen jika ia melepas karier artisnya dan melanjutkan pendidikannya? Apakah ada jaminan jika saat ia mempunyai niat untuk membangun sekolah-sekolah itu, akan ada anak-anak yang cemerlang dan genius bisa diciptakan di sana?

Apakah ada jaminan jika seorang Bob Sadino, pada saat memilih untuk menjadi seorang pengusaha peternakan(saja) pada awalnya, akan menjadikan ia sebagai salah satu orang terkaya yang uangnya tak akan habis tujuh turunan dan usahanya tak terhitung cabangnya?

Apakah ada, jaminan, ketika Soetomo dan Kartini memilih untuk memikirkan rakyat, mereka akan disanjung dan dipuji oleh bangsa penjajah? Apakah mereka memikirkan resiko tentang akan disingkirkan dan dikucilkan-nya mereka dari golongan terpandang saat itu?

Tidak. Semua tidak memiliki jaminan.

Memilih jurusan kuliah juga misalnya. Dulu Guruku pernah bicara bahwa semua jurusan itu baik. Semua jurusan itu bagus. Tergantung pribadi yang berkuliah di jurusan itu seperti apa. Percumalah kamu masuk di jurusan bergengsi nomor 1, tapi kamu tak pernah belajar, kamu tak dapat IP bagus, tak berkontribusi baik di dalamnya, lalu untuk apa? Guruku pernah berkata, jurusan yang dianggap orang biasa-biasa saja, bisa melahirkan tunas bangsa yang genius, jika memang kamu menyerap ilmunya bukan hanya mengincar nilainya saja, berkontribusi baik di dalamnya, dan memiliki pengalaman banyak. Semua tergantung pada pribadinya.

Tak pantaslah meragukan pilihan sendiri. Aku merenung. Ini kan hidupku. Buat apa aku dengarkan perkataan orang yang menyudutkan pilihanku dengan segala yang ia bicarakan merupakan sebuah ungkapan kejelekan. Mengapa tak aku ikut dengan yang membicarakan tentang kebaikan dalam pilihanku? Toh aku sudah besar. Aku sudah sepantasnya tau bahwa setiap pilihan itu ada resikonya. Ada akibat-akibatnya. Dan kesempurnaan hanya milik Tuhan Maha Esa, bukan milik aku ataupun pilihanku.

Jurusan jelek, lapangan pekerjaannya sedikit, itu kan orang yang bicara. Oranglain tak tau aku seperti apa. Aku bisa sukses dengan caraku sendiri. Kata seniorku;

Sebuah jurusan diciptakan karena ada lapangan pekerjaan yang membutuhkan ilmunya.” – kak Ivan.

Iya. Aku merenung kembali.

Tak ingatkah aku bahwa manusia diciptakan di dunia ini hanya dengan 2 tujuan; Menjadi maksiat atau menjadi manfaat. Pilihan manusia hanya jadi 2 secara kasat mata; Menjadi orang baik, atau menjadi orang jahat. Jahat itu dosa, baik itu dapat pahala. Mengapa orang melakukan perbuatan dosa saja tak pernah berfikir beribu kali, lantas aku ingin melakukan perbuatan baik harus ragu untuk maju?

Toh Guru Agamaku pernah berkata bahwa;

Setiap niat baikpun akan dicatat oleh Malaikat sebagai amal baik; Tak sama niat buruk, akan diberi dosa jika sudah dilakukan.

Nah. Jika melakukan hal baik saja sudah dianggap sebagai satu sumber pahala(amal baik), mengapa harus aku tunda ya. mengapa? Aku bertanya pada diriku sendiri. Aku tak akan menunda lagi. Tak akan, sumpahku pada diriku sendiri.

Kalau aku meragukan pilihanku, itu berarti aku tak menghormati diriku sendiri. Aku tak menghormati keinginan orangtuaku melihatku bahagia menggapai mimpiku. Aku tak menghormati orang-orang yang mencintaiku yang ingin aku menjadi sukses dengan jalanku sendiri.

Terbatas. Apa yang terbatas dariku? Trauma masa lalu? Kejadian-kejadian pahit yang aku alami di masa lalu? Loh. Kenapa aku harus mengambil sisi negativenya selalu? Bukan sebuah kejadian atau pengalaman diciptakan untuk datangnya sebuah ilmu?

Mataku sehat, meski aku memakai kacamata. Kakiku masih dua, meski aku sering pegal-pegal(mungkin sudah umur hehe). Tanganku ada dua, meski sering kesemutan. Badanku masih lengkap, bisa bergerak sesuai dengan perintah otak. Badanku masih bisa digunakan tanpa harus ada kendala-kendala fisik yang berarti. Paling-paling hanya pegal-pegal dan itu adalah alasan ingin dipijat(hehe).

Lantas. Apakah yang membatasiku? Apa yang harus aku keluhkan dengan keadaanku? Apa yang harus menghambatku untuk berusaha lebih baik lagi? Apa yang yang harus menghalangiku berprestasi atau paling tidak bermanfaat dan berguna pada diriku sendiri? Apakah aku harus tidak pernah bersyukur dan terus mengeluh pada apa-apa yang sudah lalu?

Aku seharusnya bisa bersyukur dengan keadaanku sekarang. Tak perlu aku tidur kedinginan dan berselimut langit, tak perlu aku berbagi tempat tidur yang beralaskan kardus-kardus kotor dengan adik-kakakku atau bahkan aku tidak perlu berbagi satu bungkus nasi untuk kebutuhan makan pagi, siang, dan malamku. Jika perutku sudah berbunyi saat aku bepergian, aku bisa segera makan tanpa harus berfikir orangtuaku makan apa di rumah. Tak harus berfikir bagaimana sulitnya ayah dan ibuku mencari rezeki untuk aku sekedar bisa membeli permen saja. Aku tak harus berbagi lampu dengan teman-teman sedesaku hanya karena kami ingin belajar dan pada saat malam hanya ada satu lampu di rumah pak RT.

Aku punya banyak kertas, yang aku tak pernah berfikir bagaimana orang lain membagi 1 bukunya untuk puluhan catatan dari puluhan mata pelajaran. Aku harusnya bisa memakai logikaku, bahwa buku-buku yang dibelikan orangtuaku bukanlah dibeli pakai daun. Buku-buku itu mahal, dan aku memintanya dengan alasan untuk menunjang pendidikanku. Aku harusnya berfikir jika seharusnya bisa saja aku berikan buku-bukuku itu untuk bungkus kacang daripada, jangankan ku kerjakan dan kupahami isinya, akupun tak pernah menyentuh dan membukanya.

Apa aku pernah berfikir jika aku tak akan bisa membeli buku itu dengan uang sendiri? Oke. Bisa mungkin. Tapi pendidikanku, hasil kerja keras orangtuaku. Apa aku bisa membayar semua biaya yang sudah dikeluarkan orangtuaku untuk biaya anu itu ini itu. Apakah aku pernah berfikir jika anak menjadi tidak terdidik dengan baik, dosa anak itu juga akan ditanggung orangtuanya juga? Mamaku pernah bilang begini;

Orangtua masuk ke neraka bukan hanya karena dosa-dosa mereka, tapi juga karena dosa anak-anak mereka yang mereka tanggung. Kenapa? Karena anak adalah tanggung jawab orangtua.

Lantas.

Pernahkah aku berfikir untuk bertanggung jawab pada pilihanku sendiri? Pernahkah aku berfikir untuk berusaha untuk menyelesaikan semua tanggung jawaban itu dengan baik? Pernahkah aku berfikir jika tanggung jawab terbesarku adalah mengabdi pada orangtuaku? Mengabdi pada hal kecil, misalnya; Membanggakan orangtuaku dan meringankan beban mereka.

Meringankan beban mereka? Iya. Apa aku tidak malu jika aku mengeluhkan bebanku yang sekarang yang sesungguhnya tak seberat beban mereka membesarkan aku selama belasan tahun sampai aku sebesar ini?

Harusnya aku bersyukur, orangtuaku masih sanggup membesarkan aku dan masih mau berjuang demi aku. Belasan tahun sudah mereka membesarkanku, tak sedikit pastilah ujiannya. Lantas apa yang harus aku keluhkan dengan ujian-ujian yang ada pada hidupku sekarang? Toh ini ujian juga untuk diriku sendiri, yang harus kuhadapi sendiri, dan kelak nanti manis atau pahitnya aku yang akan teguk sendiri. Orangtuaku tidak. Orangtuaku bertanggung jawab atas aku dan adik-kakak yang lainnya. Ujian mereka bukan hanya 1 kali. Saat mengandung, melahirkan, menyusui, belajar duduk, belajar merangkak, belajar memegang sendok, belajar berjalan, belajar berlari, belajar berhitung, dan belajar-belajar yang lainnya. Aku harusnya bersyukur karena orangtuaku memiliki sabar yang luar biasa dalam mengajariku untuk belajar. Lantas mengapa aku tak sabar dalam menuntut sebuah ilmu untuk mengajari diriku sendiri untuk belajar? Mengapa tak kugunakan sabarku untuk belajar sebanyak-banyaknya untuk; Diriku sendiri.

Ya. Setelah tulisan ini kubaca, aku tak akan lagi takut mengambil segala resiko terhadap apa yang aku pilih.

Hidup ini Pilihan, dan setiap Pilihan pasti mempunyai resiko.

Aku bukan lagi anak kecil yang jika terjatuh harus diberi obat oleh orang lain. Bukan juga bayi yang jika buang air besar haruslah oranglain yang membersihkannya.

Aku sudah dewasa, harus kutekankan pada diriku sendiri. Aku harus berani jatuh, juga harus berani mengobati luka jatuhku sendiri.

 

Terimakasih sudah membaca. Tulisan ini dibuat oleh seorang Mahasiswi Tingkat 2(Semester 4) yang sedang juga berjuang tegas pada diri sendiri.

Tulisan ini bukan untuk serius, bukan untuk dipahami. Tapi jika kalian berkenan untuk membacanya, terimakasih. Semoga bisa kalian renungkan isi dari tulisan ini. Akupun selalu membaca tulisan ini jika sesekali sedang ragu.

Padahal tulisan ini sangat acak adul dan tidak tersusun dengan baik. Well, Thankyou for reading.

Bisous! Me, @rizkydea.

Why Islam does not permit boyfriend-girlfriend relationships?

By forbidding relationships outside marriage, Islam experiences a significantly lower incidence of those problems associated with societies that have a relaxed attitude to sex.

Islam places great importance upon the values of modesty and chastity on both men and women and, therefore, sex outside marriage is one of the biggest sins that a Muslim can commit.

Indeed, the Prophet صلى الله عليه وسلم) said: “When two people are (illegally) together alone then the third is Shaitan.” [Bukhari]

Muslims of opposite sexes are not permitted to be alone together before marriage, let alone have any physical contact. Therefore, the trial and error approach to finding a suitable spouse, as practiced in the West, has no place in our society. Physical relations can take place only within the security of a marriage.

And [lawful in marriage are] chaste women from among the believers and chaste women from among those who were given the Scripture before you, when you have given them their due compensation, desiring chastity, not unlawful sexual intercourse or taking [secret] lovers.” [Al-Maidah 5:5]