maidah

instagram

engkau dan aku
jamaah di jumat itu
yang mengangkat tangan
mengetuk pintu langit
memohon kebaikan tercurah
bagi negri tercinta
.
engkau dan aku,
dalam guyuran rahmat-Nya
memohon belas-Nya
berikanlah kepada bangsa
pemimpin adil dan bertaqwa
.
Kala Jum'at itu,
imam lantunkan Al-Maidah 50
tak kuasa bulir air mataku jatuh
bersama kuyupnya tubuh
layaknya belum pernah mendengar
ayat yang begitu syahdu
.
“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”
.
Isak tangisku kian menderu
Allah tunjukkan khilafku
selama ini ku meminta kepada-Nya
namun lalai tunaikan hak-Nya
.
Bagaimana mungkin aku berharap kepada-Nya keberkahan,
sementara syariat-Nya kupinggirkan?
.
Bagaimana mungkin aku memohon pemimpin bangsa yang bertaqwa,
sementara kuragukan jalan dakwah Nabi-Nya?

Maka tersebab kepedulianku
atas nasib bangsa dan negri ini,
tak ada lagi alasanku
menolak perjuangan
mengembalikan Indonesia tercinta
berhukum pada syariat-Nya,
dalam sistem warisan Rasul-Nya

Music credit to Ust Hari Mukti -Indonesia Milik Allah | yg liriknya selalu sukses bikin saya nangis 😭🙏🏻

Made with Instagram
Yucub.

Sebagai seseorang yang hidupnya dari satu wifi ke wifi yang lain (Jarvis-KiranaDorm-Rumah Cantik Citra), youtube-an bukan masalah. Pulsa dak berkurang. Biasanya nonton apa di youtube? Nonton sejenis Hitam Putih, Rumpi no secret atau ini talk show wkwkwkwk

Tapi, tontonan yang akhir-akhir ini terngiang terus diingatan adalah acara Hitam Putih.
Bintang tamunya Aa Gym, bahasannya tentang surat Al-Maidah ayat 51. Tapi bukan itu yang mau dibahas. Diselipan obrolan antara aa Gym dan Dedy, ada penjelasan tentang “orang baik”.

Aa Gym cerita kalo Umar bin Khatab pernah bilang, janganlah kamu menilai seseorang itu baik, kecuali sudah tiga hal:
1. Pernahkah kamu safar dengannya?
Karena pada saat safar/melakukan perjalanan bersama, akhlak seseorang akan terlihat. Sifat asli seseorang akan nampak.
2. Pernahkah kamu bermuamalah dengannya?
Karena dalam bisnis, ketamakan, keserakahan, ego seseorang akan tampak didalamnya.
3. Pernahkah kamu melihatnya memegang amanah?
Kalau belum, berarti kita belum mengenal seseorang tersebut, atau kita belum bisa mengatakan seseorang itu baik.

Setelah nonton itu, hal pertama yang aku lakukan adalah menilai diri sendiri. Dari tiga poin tersebut, gak satu pun bisa aku lakukan dengan baik. Duh, masih jauhlah. Kalau aku membayangkan aku ketemu sama seseorang kayak aku, aku bakal pusing. Hahaha, baca kalimat barusan aja aku pusing wkwk

Perasaan kemarin-kemarin ini, jadi “orang baik” itu gampang. Tapi setelah tahu 3 poin diatas kok jadi susah-susah gampang ya. Banyak susahnya daripada gampangnya.
Ooh, mungkin yang kemarin itu, yang gampang itu, adalah berkelakuan baik dan melakukan hal baiknya. Karena ternyata melakukan hal baik (apalagi cuma seiprit) belum menjadikan kita “orang baik”. Aih, PR lagi, PR lagi. Tapi gapapa, menjadi seseorang yang fakir ilmu tidak boleh malu. Tapi harus maju. Pelan-pelan, meski masih jauh perjalanan, tapi tiap langkahnya harus diniatkan untuk berjalan ke arah yang lebih baik lagi. Tiap langkah, niat harus terus diperbarui.

Baiklah. Bismillah. Mulai besok, harus lebih giat youtube-an lagi. Lho??? Yhaaaa sapa tau nemu pesan terselip kayak tadi.

Ramon Damora

MASALAHNYA,
GUE BUKAN AHOK

sorry men
gue baca yasin
bukan black campaign

gue cuman zikir
pengen diam
ngapain lo mikir
macam-macam

gue datangin
majelis taklim
lo sinis, ngeklaim
kampanye hitam

kasian lo, bro
bentar-bentar kepo
masjid masjid gue
qur'an qur'an gue
udah, jangan rese

sejak lahir
gue diazanin
islam haqqul yakin
lakum dinukum
waliyadin
stop ngerecokin

imam gue takbir
gue takbir
imam gue ngingetin
bahaya “waladhdhaallin”
semua kompak amin
simple, men
nggak usah cemen

nggak perlu juga kale
cari-cari simpati
bikin pencitraan
korban penzaliman
ayat-ayat suci

baru surat al maidah
satu ayat
lo udah marah-marah

ge-er amat

santai dong
jangan gotong-royong
nodong-nodong

jakarta perlu
orang super
bukan gubernur
bentar-bentar baper

gue pake songkok
pengen sujud rukuk
mencari ridho ilahi
buat nabung pahala

sayang gue bukan ahok
yang berani nyeletuk
kalau dia mati
langsung masuk surga

2016

وَنَطْمَعُ أَنْ يُدْخِلَنَا رَبُّنَا مَعَ الْقَوْمِ الصَّالِحِينَ

Kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang soleh.

—  Al-Maidah : 84

God has promised (Surat al-Maidah 5:9)

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ

God has promised unto those who attain to faith and do good works [that] theirs shall be forgiveness of sins, and a mighty reward. (Surat al-Maidah 5:9)

Originally found on: sbaylou

In order to read/ recite Qu’ran fully through Ramadan, complete this schedule: 

June 6: Al Fatiha (1) to Al Baqara (141) 
June 7: Al Baqara (142) to Al Baqarah (252)
June 8: Al Baqara (253) to Ali Imran (92)
June 9: Ali Imran (93) to An Nisa (23)
June 10: An Nisa (24) to An Nisa (147)
June 11: An Nisa (148) to Al Maidah (81)
June 12: Al Maidah (82) to Al Anam (110)
June 13: Al Anam (110) to Al Araf (87)
June 14: Al Araf (88) to Al Anfal (40)
June 15: Al Anfal (41) to Al Tawbah (92)
June 16: Al Tawbah (93) to Hud (5)
June 17: Hud (5) to Usuf (52)
June 18: Yusuf (53) to Ibrahim (52)
 June 19: Al Hijr (1) to An Nahl (128)
June 20: Al Isra/ Bani Israil (1) to Al Kahf (74)
June 21: Al Kahf (75) to Ta Ha (135)
June 22: Al Anbiya (1) to Al Hajj (78)
June 23: Al Muminun (1) to Al Furqan (20)
June 24: Al Furqan (21) to An Naml (55)
June 25: An Naml (56) to Al Ankabut (45)
June 26: A; Ankabut (46) to Al Ahzab (30)
June 27: Al Ahzab (31) to Ya Sin (27)
June 28: Ya Sin (28) to Az Zumar (31)
June 29: Az Zumar (32) to Fussilat (46)
June 30: Fussilat (47) to Al Jathiya (37)
July 1: Al Ahqaf (1) to Adh-Dhariyat (30)
July 2: Adh-Dhariyat (31) to Al Hadid (29)
July 3: Al Mujadilah (1) to At Tahrim (12)
July 4: Al Mulk (1) to Al Mursalat (50)
July 5: An Naba (1) to An Nas (6)

Qur’an can be found here. It is best to read Qu’ran in the morning (after Fajr). Allah rewards those who do not delay. 

Syukuri dan pelihara nikmat Tuhan Mu 
Ayuh berakhlak baik dengan alam sekitar.

“Dunia ini hijau dan cantik, dan Tuhan melantik kamu sebagai pengurusnya. Dia melihat apa yang kamu lakukan.” (Hadis riwayat Muslim. 

“Barang siapa yang membunuh seorang manusia dan membuat kerosakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa memelihara kehidupan manusia, maka seakan-akan dia memelihara kehidupan manusia seluruhnya.” (Surah Al-Maidah: 32)

Surat al Maidah terdiri atas beberapa wahyu terakhir dalam Al Quran. Sekarang kota Makkah sudah ditaklukkan dan para Muslim telah yakin bahwa musuh-musuh di sekitar mereka tidak lagi memiliki harapan untuk melakukan hal membahayakan mereka.

Saya mempelajari surah ini hampir seperti nasihat perpisahan dalam Al Quran kepada generasi pertama (para sahabat Rasulullah shalallahu alaihi wassalam) dan saya selalu sangat terkesan oleh nasihat Allah subhanahu wa ta'ala berikut:

Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. Al Maidah ayat 105)

Apa yang selalu saya dapati adalah jaminan bahwa tidak ada “orang sesat” yang dapat menyebabkan Anda atau saya dalam bahaya, selama kita benar-benar kembali pada Allah, dan mengatakan bahwa kami berkomitmen pada hidayah-Nya dan hidup dengan itu. Biarkan orang melakukan dan mengatakan apa yang mereka mau, kita berada dalam perlindungan-Nya!

- Nouman Ali Khan

Tiada siapa boleh mendakwa bahawa dia tidak pernah melakukan maksiat melainkan para Nabi dan Rasul yang ma’sum (terpelihara daripada dosa). Namun ia bukan alasan untuk melakukan maksiat dan berterusan dengannya. Kerana dosa yang kita dapat daripada maksiat yang dilakukan sangat berbahaya kepada diri kita dan masyarakat. Ia menjauhkan kita daripada Allah Azza wa Jalla dan rahmatNya. Pada masa yang sama ia mendekatkan kita dengan kemurkaanNya dan azabNya, wal ‘iya zubillah.

Sekiranya seseorang berterusan melakukan maksiat dan kesilapan, maka semakin jauh dia daripada Allah s.w.t. Sebab itu, terdapat banyak ayat al-Qur’an yang memberi amaran agar menjauhi dosa, disamping menjelaskan balasan yang bakal diterima oleh pelaku dosa. Allah s.w.t mendedahkan apa yang menimpa umat terdahulu kerana dosa yang mereka lakukan menerusi firmanNya dalam surah al-Maidah ayat 49 bermaksud:

“Kemudian Jika mereka berpaling (dari apa yang diturunkan Allah), maka ketahuilah sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sungguh, kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.”

Ketahuilah bahawa semua maksiat yang dilarang wajib kita tinggalkan, kerana dosa yang terhasil bakal membahayakan dan membinasakan kita. Berniatlah setiap hari, kita meninggalkan larangan semata-mata kerana Allah Azza wa Jalla, agar setiap detik masa yang kita lalui adalah ganjaran pahala yang tidak putus-putus.

Semoga Allah memelihara kita dalam mencari keredhaanNya, Wallahhu ta'ala A'lam.

*Model of the day, Dino. Bukan senang nak tengok Dino Senyum tau :)

#thedaiegraphy #abuhanifah #muhasabah #muhasabahbersama #muhasabahdiri #my_genggua #ikutcarakita #tribulasi365hari #dakwahituseni #dakwahmudah #harinidahingatmati

Made with Instagram
Berani!

Kata Abah Iwan : Pemberani itu bukan orang yang tidak punya rasa takut. Pemberani adalah orang yang tetap berjalan kedepan sekalipun ia merasa takut.

Terkadang kita merasa takut dengan sesuatu yang terjadi di depan sana. Pikiran negatif kita selalu membayangkan hal-hal yang memungkinkan sesuatu yang buruk terjadi. Padahal belum tentu terjadi.
Tenang saja, ada Allah yang selalu menolong kita, tidak perlu takut.

“Dan barangsiapa menjadikan Allah, rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, maka sungguh, pengikut (agama) Allah itulah yang menang”
QS. AL-Maidah :56

Kalau kita berani, kita pasti menang!

Surat al-Maidah 5:32 in Nastaliq Script

مِنْ أَجْلِ ذَلِكَ كَتَبْنَا عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

That was why We laid it down for the Children of Israel that whoever killed a human being—except as a punishment for murder or for spreading corruption in the land— shall be regarded as having killed all mankind, and that whoever saved a human life shall be regarded as having saved all mankind. Our messengers came to them with clear signs, but many of them continued to commit excesses in the land.

Sebagai seorang muslim yang menyatakan bahwa Rabb kami adalah Allah, maka sudah selayaknya segala sesuatunya kita mohonkan bantuan dan pengharapan kita pada Allah. Bila kita terlalu berharap pada makhluk-Nya, kita akan menemukan kekecewaan yang teramat mendalam. Makhuk-Nya penuh dengan berbagai kekurangan yang belum tentu bisa membantu memecahkan persoalan kita.Allah itu maha segala-galanya, maha kuasa, maha kaya dan segala maha ada pada-Nya. Jika Allah berkehendak, maka tak sesuatupun yang akan menghalangi-Nya, bergantung kepada-Nya adalah hal yang paling indah dan sebaik-baik mengadu adalah mengadu kepada-Nya.
🌺
🍁
Firman Allah: “Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal jika kamu benar-benar orang yang beriman.” Q.S. Al-Maidah (5): 23) “Sesungguhnya Allah telah menolong kamu di beberapa banyak tempat dan pada peperangan Hunain, tatkala kamu sombong dengan banyaknya kamu, tetapi tidak berfaedah bagi kamu sedikitpun, dan (jadi) sempit bagi kamu bumi yang luas itu, kemudian kamu berpaling sambil mundur.” (Q.S. At-Taubah (9): 25)

Jangan berharap kepada manusia karena mereka akan mengecewakanmu. Tetapi berharaplah hanya kepada Allah karena Dia akan memberikan yang terbaik untukmu. “dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (Q.S. Alam Nasyrah (94): 8) “Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan RasulNya kepada mereka, dan berkata: ‘Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah,’ (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka).” (Q.S. At-Taubah (9): 9) .
🌸
🌹
🌻
🌼
.
Kontribusi oleh @dyanafandevi21

#duniajilbab
#Janganberhentiberharap #kepadaAllah #mengharapkepadaAllah
#RidhaAllah
#duniajilbab
#muslimahberdakwah
#motivasihaticom
#dyanafandevi 🌸

Made with Instagram
Ahok di Pusaran Hukum

                                 (Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sumber foto)

JAKARTA, KHAIRENAZHAFRAN.TUMBLR.COM – Calon Gubernur Pertahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, telah diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama selama sembilan jam di Mabes Polri, Jakarta Selatan (22/11/2016).

Selasa, 15 November 2016 lalu dalam gelar perkara terbuka terbatas oleh Bareskrim di Mabes Polri, Ahok ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 156 huruf a KUHP dalam kasus penistaan agama karena pidatonya di hadapan warga Kepulauan Seribu yang menyinggung surat Al Maidah ayat 51 dari kitab suci Al-Quran.

Dalam pidatonya Ahok mengatakan, “Jadi jangan percaya sama orang. Kan bisa aja dalam hati kecil bapak-ibu enggak pilih saya, dibohongin pakai surat Al Maidah ayat 51 macam-macam itu. Itu hak bapak-ibu.”

Pernyataan ini sempat menimbulkan kontroversi antara warga Jakarta, yang menyebabkan aksi damai pada 4 November 2016 di depan Istana Negara, Jakarta Pusat oleh gabungan organisasi massa Islam, Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia alias GNPF-MUI.

Baca selanjutnya

DUA

TIGA

EMPAT

Oleh: Khairena Zhafran Dary