luar~

Lebih Dari Patah Hati

Ternyata, ada yang lebih menyakitkan dari sebuah patah hati, lebih menguras perasaan, menghilangkan selera makan seharian, dan lebih kejam merampas harapan-harapan. Ialah pengabaian.

Patah hati hanya akan menguatkanmu, membuatmu bisa menghargai cinta yang kamu percaya begitu sejati nantinya. Bersyukurlah untuk kepatahan hati.

Sebab, ketika ada seseorang yang siap mendengar jawaban, menunggu hatinya untuk dipatahkan. Waktu justru lebih memilih membiarkannya tergantung dalam setiap pertanyaan-pertanyaan yang bergeliat di batinnya, dalam penantiannya yang begitu setia. Kukuh cintanya yang membuatnya begitu setia menanti. Cintanya begitu kuat, sayangnya ia terabaikan.

Ini urusan hati, tidak pernah bisa disalahkan, termasuk patah hati.

Siapapun di luar sana yang baru saja merasakan patah hati. Percayalah, semakin hatimu patah berkeping-keping, akan semakin besar kemampuanmu memuliakan cinta yang sedang disiapkan Allah.

Namun, jika nanti cintamu terabaikan, maka lepaskanlah. Ia bukan cintamu. Sebab, cinta akan selalu jadi jawaban, tak pernah salah memilih, lahir dari nurani, dan akan selalu menuntun pada cintamu yang sejati.

Terlepas dari siapa yang membuatmu setia menunggu, cinta tidak akan memintamu untuk bertahan.

Sebab barangkali, cinta telah memberikan jawabannya melalui pengabaian.

Maka, beruntung sekali mereka yang belum pernah merasa diabaikan.

Bogor, 25 September 2016 | Seto Wibowo

PLAYLIST OF THE WEEK : SURVIVAL WEEKS

Penghujung bulan selalu menjadi momok bagi sebagian besar kita. Akhir bulan memang saat dimana kita dituntut untuk bertahan hidup hingga terkadang terjadi penyusutan berat badan.

Untuk itu @kitajatim menyajikan playlist of the week yang bertema 

“Survival Weeks”

Semoga mampu menemani akhir bulan kalian yang horor…

1. Silampukau - balada harian 

Dunia luar begitu mencekik, meringkuk dalam kamar hanya membuat mati.

@zulfinoor

2. Park Jimin - Try

Mencoba untuk menguasai diri, meskipun semua penuh kekhawatiran dan keputusasaan.

@rekatakusuma

3. Bruce Springsteen - Dancing In The Dark

Tetap ubah walau situasi membuatmu semakin lama semakin melemah.

@dimazfakhr

4. You’ll never walk alone -Liverpool anthem

Mari aku temani menghadapi akhir bulan yang kejam ini.
@roushonism

5. Iwan fals - pesawat tempur

Penguasa penguasa
Berilah hambamu uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang.

@haisonya

6. m83- outro
Mendengar lagu ini seperti menggambarkan keindahan di muka bumi ini. @danamulyasalam

7. Payung Teduh - Kucari Kamu 

Kucari kamu, duit - duit yang terselip. Semoga ketemu, aku butuh.. @abangkumis

8. Duit - Endang Kurnia

Dinanti-nanti setiap hari, ditunggu-tunggu setiap minggu. Selalu begitu.

@lalatkata

9. Happy! - Mocca

Menyerah ialah bukan jalan tepat di akhir bulan yang mampat.

@ayisafarillah

10. The Way You Look At Me - Christian Baustista

There’s something in the way when you look at me

@menujusenja

cc: @tumbloggerkita, @curhatmamat, @kitajabar, @kitajabodetabek, @kitajateng, @kitakalimantan, @kitasulawesi, @kitajabodetabek, @kitasumatera

Pelangi Tak Pernah Sejahat Itu

Ada yang cintanya hanya sementara, menyapa lalu hilang, indahnya pun hanya sesaat, yang menganggap sebuah hati hanya tempat persinggahan sementara dan bisa ditinggalkan begitu saja. Datang dan pergi. Namun, itu bukan pelangi.

Pelangi tak sejahat itu.

Ia akan memperlihatkanmu cara terbaik bagaimana mencintai. Ia juga mengajarkan arti menunggu, menyukai hal-hal sederhana untuk membunuh waktu. Dan ia tetap akan tampak, meski kamu hanya melihatnya turun dari balik jendela kamar.

Pelangi mungkin tidak akan selalu hadir, ia datang hanya sekejap, lalu pergi begitu saja saat kita masih ingin menikmati keindahannya. Meski ia mampu memberikan keindahan yang luar biasa di seluruh dunia, pelangi mengajarkanmu arti melepaskan. Meski telah hilang, kenangan akan keindahannya akan selalu menguatkan langkah.

Datangnya pelangi tidak mudah. Hadirnya tidak terbentuk begitu saja. Ia rela berlama-lama menunggu hujan deras hingga reda, bahkan ia memilih untuk tetap bertahan meski tercabik-cabik oleh gemuruhnya petir, hanya untuk bisa bertemu dengan yang dicintai. Untuk berbagi kehangatan setelah hujan, untuk berbagi keindahan setelah gelap, juga untuk bertemu dengan yang disayangi.

Pelangi tidak pernah menganggap bumi tempat singgah sementara, pelangi tidak pernah menjadikan bumi sebagai cintanya yang sesaat. Ia tetap akan kembali, meski tahu harus lama menunggu hujan, meski tahu akan sakitnya berteman petir. Namun, itu semua justru membuat cinta pelangi hanya semakin berpendar. Karena ia akan kembali, dan bumi tahu itu.

Toh akhirnya siapa saja akan menemukan arti dari kerinduan itu sendiri. Bukan sekedear dari kecantikannya, melainkan hanya sekedar dari kehadirannya setelah masa-masa sedihmu. Seperti pelangi.

Karena dalam hidup ini, setiap orang yang datang pasti akan pergi. Kemarin, hari ini, dan esok akan selalu ada orang-orang yang pergi dari hidup kita, entah dengan cara yang baik atau tidak, kita tetap harus menerimanya.

Jika nanti kita berhasil mengikhlaskan kepergian yang disayangi, membalas senyum juga lambaian tangannya, serta tetap tegar menatap punggungnya yang hilang, itu mungkin karena kita sedang berdiri di atas pundak pelangi.

Pelangi tidak pernah sejahat yang orang-orang pikirkan.

Sebab, pelangi adalah sebuah keindahan yang akan membuat siapa saja akan mengerti, cara mensyukuri serta mencintai keberadaan diri sendiri maupun keberadaan orang lain.

Bogor, 25 September 2015 | Seto Wibowo