liqa

Kesaksian Kecil Tentang Halaqah

Saya baru saja pulang dari halaqah, dan tiba-tiba memikirkan sesuatu, random.

Saya merasakan begitu luar biasanya halaqah atau liqa. Jujur saja, saya seringkali merasa berat untuk berangkat halaqah. Tetapi, selalu saja setelah saya datang sampai setelah pertemuan itu berakhir, ada rasa syukur yang besar yang memenuhi hati saya.

Entah bagaimana, pertemuan-pertemuan halaqah selalu relevan dengan kehidupan yang sedang saya jalani. Dengan halaqah, celah-celah, retakan-retakan, dan lubang-lubang kehidupan menjadi nampak, lalu entah bagaimana, kita menjadi lebih berenergi untuk memperbaiki dan menutup celah, retakan, ataupun lubang-lubang itu.

Padahal kami tidak membicarakan topik yang spesifik mengenai urusan hidup. Kami membicarakan sesuatu yang mungkin abstrak, juga hal-hal yang mendasar. Tak jarang juga yang kami bicarakan sebenarnya sudah diulang beberapa kali, tetapi pengingatan-pengingatan itu tetap saja berkesan dan mengena.

Dengan halaqah, saya selalu dibuat kembali melihat kehidupan dan urusan-urusan manusia di dalamnya sebagai perkara kecil dan remeh temeh. Hal-hal yang saya pusingkan di suatu waktu, yang saya anggap hal besar dan rumit pada suatu ketika, dengan halaqah saya kembali melihat itu semua sambil berkata, “Masya Allah.. Ada yang salah dengan saya saat itu”.

Beberapa orang di luar sana mungkin suka menertawakan halaqah atau liqa. Kata itu mereka jadikan ejekan bagi kelompok tertentu. Mungkin ketika mereka melihat lingkaran-lingkaran halaqah, persepsi negatif muncul di pikiran mereka. Baik tentang materinya, tentang stereotip orang-orang di dalamnya, atau mungkin juga ada yang mengait-ngaitkan dengan entitas politik tertentu dan konspirasinya.

Kepada orang-orang yang demikian, saya hanya ingin tertawa sekaligus kasihan.

Sungguh, urusan-urusan dunia ini tidak ada harganya dibandingkan dengan kerinduan kami untuk menjadi orang-orang yang paling dekat dengan Allah. Andai kalian mau mengambil semua yang ada di dunia ini, ambillah sesuka kalian.. Ambillah, dan tidak perlu sisakan untuk kami.. Selama kalian bisa tunaikan misi yang Allah pesankan kepada manusia.

Andai dunia ini baik-baik saja, semua orang sejahtera, tak ada kezhaliman terjadi, mungkin kami akan lebih memilih untuk menghabiskan usia kami di masjid, berinteraksi dengan Al-Quran, bertemu Allah dalam shalat-shalat.

Ya, sayangnya memang kehidupan ini tidak diprogram demikian. Nyatanya, justru keimanan harus dibuktikan dengan bekerja keras mencegah kebatilan, menebar mashlahat, mengajak manusia kepada kebaikan. Dan dalam perjalanannya akan selalu terjadi dinamika. Dinamika yang datang akibat ketidaksempurnaan kita sebagai manusia, akibat nafsu yang sesekali menguasai, akibat segelintir orang yang lupa diri, akibat bisikan syetan di sana sini, dan sebagainya.

Ya, memang seperti itulah kehidupan diprogram. Memang itulah harga yang harus dibayar untuk mendapat kebahagiaan hakiki, kebahagiaan abadi.

Segala puji hanya untuk-Mu, ya Allah.. Sesungguhnya aku hanyalah hamba lemah dan tersesat yang Engkau beri cahaya.. Tetapkanlah aku berada di jalan cahaya-Mu.. Lindungilah aku dari diriku sendiri, yang selalu cenderung kepada kegelapan.. Bukakanlah hatiku selalu, agar hidayah-Mu senantiasa merasukinya..

Aku juga memohon hidayah-Mu untuk semua orang yang membaca ini.. Jagalah kami untuk bersama-sama saling menjaga dalam kebaikan, keimanan..

Amin..

Ketika Dakwah Bermuhasabah Bag. 2: Halaqah Mekanistik

Bagi mutarabbi, selain sebagai teman, ayah, dan guru, sejatinya murabbi umpama syaikh yang mengisi ruhiyah dari kehampaan jiwa. Pandangan teduh murabbi kepada binaannya akan menguatkan iman, meneguhkan tapak. Air mata dan doanya adalah airmata binaan. Kalimat yang keluar dari jiwa dengan ruhiyah kuat akan menjelma kalimat berbobot yang berat. Berisi nasihat yang menelusup ke dalam bagian di hatinya yang paling bening.

Baca selengkapnya di: http://m.dakwatuna.com/2014/12/11/61437/ketika-dakwah-bermuhasabah-bag-2-halaqah-mekanistik/

Mbak sidnaa, kenapa kok lulusnya cepet banget. Kok udah pisah aja 😥😤😣 makasih ya mbak selalu ngingetin waktu labil dan futur. Makasiiiihhhhh tetep sabar sama apik yang kelewat “kalem” dan “ukhty” kalo dibandingin sama temen liqa yang lain hahaha
Makasih ngga mbedain apik dan ngga banding-bandingin sama yang lain. Ngga judging by my cover meskipun dateng liqanya pake pashmina, wedges, sama lipstickan wkwk. Yang nerima perbedaan dan tetep support meskipun apik tahu mbak sidna geleng geleng dalam hati. Jadi pengen nangis. Uhibbuka fillah lah mbaaak hahaha 😂😂😂😂😂

Liqa Hari Ini <3

liqa hari ini~
bahasan pokok yang luar biasa tentang bagaimana yahudi dan sejarahnya.
ditambah penutup liqa hari ini yang juga gak biasa. karna tiba-tiba mentor tercinta berubah menjadi korban kepoers. tentang bagaimana rasanya taaruf :D
mentee - mentee mu ini sudah mulai dewasa ternyata kak. terlihat bagaimana irinya kita mendengar cerita taaruf :D
tapi cukup lega. karna ada rasa rahasia yang tersirat tadi :3
liqa hari ini ….

👑👳🍸🍹🍷🍺🍻🌆🌘#drink #drunk #drank #liquor #cherries #alcohol #beverage #naughty #fun #wild #sanantonio #texas #liqa #wilding #crazy #old #vday #reblog #reblog #share #follow #me #akeem #egyptian #european #palestinian #apache #louisianacreole #mixed #lightbright

Teringat kata2 Murabbiyah pekan lalu, ± :

"Di tengah-tengah kesibukan kita, seterlambat apapun jadinya jika hadir, jangan jadikan alasan.. Datanglah.. Datanglah liqa, walapun hanya tersisa doa penutup majelis."
(Tambahan beliau: tapi jangan juga datangnya pas doa penutup majelis terus yee)

Ahh.. jadi rindu adek-adek di kampus. Semoga istiqomah.