kusia

Have a dose of Skullkicker lunch time doodlin’!

Took a crack at my two favorite characters from SKULLKICKERS, the comic that I’ve been so very fortunate to work on for the past two years! (I be the colorist, yo).  

Here we have Rex and Kusia <3 Not much to say beyond that, I think you get the gist. Pic needs a lot of reworking and anatomy fixes…but I like it so far, has a playful feel to it :D Hope to be able to finish this in the future…between work and more work D: 

But well, if you have never heard of Skullkickers, you should check it out! You can read the comic for free on Keenspot here, as well as pick up single issues and trades at your local comic shops! :D

“Seandainya Kamu Jodohku”

Manusia suka berandai-andai
Tentang banyak hal
Tentang terkabulnya mimpi-mimpi yang besar
Tentang tujuan yang nantinya akan tercapai
Dan
Tentang harapan

Aku membuat tulisan ini tidak sambil minum dan mabuk, Tuan
Aku sadar
Sesadar ketika aku berharap bahwa pengandaian ini nyata

Seandainya kamu jodohku
Tak akan kusia-siakan kamu
Tak akan kusepelekan cintamu
Seperti para wanita yang sempat singgah di hidupmu

Seandainya kamu jodohku
Tak akan kupermalukan kau
Dengan banyak kekuranganku
Akan kubuat kau maklum tanpa perlu memaksamu
Aku percaya kau tahu bahwa kekurangan bukanlah kesalahan
Namun sebuah fitrah Tuhan

Seandainya kamu jodohku
Akan kubanggakan kau dengan sesuatu yang pantas
Karena aku tak ingin rasa malu sempat melintas
Aku ingin kau tahu bahwa perempuan ini sudah berusaha begitu keras

Seandainya kamu jodohku
Akan kucintai kau seorang dengan berbagai cara
Dan bukan sebaliknya

Seandainya kamu jodohku
Akan kuisi rumah kita dengan manisnya budi pekerti
Agar di dalamnya tumbuh bahagianya hati

Seandainya kamu jodohku
Akan kubuat putera-puteri kita bangga
Bahwa orangtua mereka adalah kita
Cinta ini begitu besar

Maka aku berandai-andai
Ah ya, ini bukan sekedar berandai-andai
Ini serupa harapan
Pada Yang Maha Memutuskan.

Bukittinggi, 19 Juli 2014

- Tia Setiawati

#instapoem #tiasetiawati

Made with Instagram
Seandainya Kamu Jodohku

Manusia suka berandai-andai
Tentang banyak hal
Tentang terkabulnya mimpi-mimpi yang besar
Tentang tujuan yang nantinya akan tercapai
Dan
Tentang harapan

Aku membuat tulisan ini tidak sambil minum dan mabuk, Tuan
Aku sadar
Sesadar ketika aku berharap bahwa pengandaian ini nyata

Seandainya kamu jodohku
Tak akan kusia-siakan kamu
Tak akan kusepelekan cintamu
Seperti para wanita yang sempat singgah di hidupmu

Seandainya kamu jodohku
Tak akan kupermalukan kau
Dengan banyak kekuranganku
Akan kubuat kau maklum tanpa perlu memaksamu
Aku percaya kau tahu bahwa kekurangan bukanlah kesalahan
Namun sebuah fitrah Tuhan

Seandainya kamu jodohku
Akan kubanggakan kau dengan sesuatu yang pantas
Karena aku tak ingin rasa malu sempat melintas
Aku ingin kau tahu bahwa perempuan ini sudah berusaha begitu keras

Seandainya kamu jodohku
Akan kucintai kau seorang dengan berbagai cara
Dan bukan sebaliknya

Seandainya kamu jodohku
Akan kuisi rumah kita dengan manisnya budi pekerti
Agar di dalamnya tumbuh bahagianya hati

Seandainya kamu jodohku
Akan kubuat putera-puteri kita bangga
Bahwa orangtua mereka adalah kita

Cinta ini begitu besar
Maka aku berandai-andai

Ah ya, ini bukan sekedar berandai-andai
Ini serupa harapan
Pada Yang Maha Memutuskan.

Bukittinggi, 19 Juli 2014

- @TiaSetiawati