kupers

7

Back in 1990, Peter Kuper did this story about Donald Trump building a wall to keep out the underclass, which, a quarter century later, seems eerily prescient. I’m only posting the first seven of the twelve pages, sorry. To read how the story ends, go get Kuper’s beautiful hardcover collection Drawn to New York: An Illustrated Chronicle of Three Decades in New York City.

Dan janganlah kamu mendekati zina
— 

Kenapa di dalam agama Islam dilarang namanya mendekati zina,, mendekati perantara yang yang bisa menjerumuskan ke dalam zina,, seperti halnya pacaran?
Kenapa pacaran dilarang akan tetapi tetap banyak yang melanggar?
Jangan kan syari'at,, coba lihat di KTP ada tidak status pacaran?
Adanya Belum Menikah dan Menikah?
Itu kalau mau sadar..
Pacaran mau ditulis statusnya apa?
Gantung? Karena belum jelas jodohnya?
.
Padahal nyatanya,, tidak sedikit diantara mereka yang tahu bahwa pacaran tidak boleh,, berduaan dengan bukan mahrom dilarang,,pegangan tidak boleh,, dan seterusnya..
Akan tetapi (mungkin) hal tersebut sebagai dongeng saja..
Beda halnya jika memang mereka belum tahu hukum pacaran..
Sering kan denger guyonan semacam:
“Eh tidak boleh deket-deket lo apalagi berduaan..Yang ke tiga setan..”
“Bukan muhrim (baca : mahrom) tidak boleh sentuhan..”
dan guyonan semisalnya..
Hal tersebut bahkan dilontarkan oleh mereka yang masih melakukan pacaran dan bermudah-mudahan dengan bukan mahromnya..
.
Maraknya praktik zina,,bahkan zina yang paling parah (baca : dengan kemaluan) itu menjadi hal yang lumrah dan biasa..
Aneh..kalau ada yang menikah muda dan poligami dicemooh seolah hal yang paling buruk..
.


Praktik zina (yang paling parah) di negara kita,, katakan saja di daerah saya so simple..
Ketahuan berzina dan hamil lantas nikah begitu saja dan menjalani hidup seperti biasa..
Padahal sudah ditegaskan,,wanita pezina hanya untuk pria pezina jika dia belum bertobat..
Wanita yang hamil tidak boleh dinikahi..
Zina itu hutang..
Anak hasil zina memang sesuai fitrahnya dia terlahir suci..
Tapi tahu kah..?
Anak hasil zina tidak bisa dinasabkan kepada bapak kandungnya..
Dia tidak memiliki hak waris..

Lalu bagai mana jika hal ini dianggap sepele dan suatu ketika (misalnya) anak wanita hasil zina itu menikah dan walinya adalah bapak kandungnya?
Tentu hal tersebut merusak keturunan ke bawah..


.
Karena zina itu dosa besar..
Makanya sungguh Allah sudah memberi peringatan..
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam sudah menjelaskan ancaman zina itu sendiri bagi pelakunya dengan adzab yang pedih -na'udzubillaah-
.


Jangan dekati zina..
Jauhi perantaranya..
Zina mata..
Zina telinga..
Zina dengan meraba..
Jangan bermudah-mudahan dengan lawan jenis..
Apalagi sampai melakukan zina..
Segala syari'at itu pasti kebaikan dan kerugiaan balik ke diri kita sendiri..
Dosa?
Kita yang tanggung..
Selamat?
Kita yang menuai..
.
Karena perkara zina bukan se-simple itu..
Ngeri..
Ngerinya sampai di akhirat..
Jika bukan di dunia..
Mungkin kelak Allah mintai pertanggungjawaban di akhirat..
.


Saya menjadi saksi betapa dahsyatnya zina itu..
Ya orangtua yang berzina,, bisa saja kelak anaknya juga berzina..
Saya menyaksikan ada kisah nyata orangtua yang dulunya berzina,,dan memiliki 3 orang anak..
Dua dari ketiga anaknya pun berzina..
(semoga anak yang ke tiga tidak berzina,,karena dia masih kecil)..
Dan salah satunya sampai hamil dan melahirkan,,lantas karena malu anak tersebut (bayi) diberikan kepada sanak saudaranya dan diasuhnya hingga kini berusia kurleb 8 atau 9 tahun..
Dan yang berzina tadi?
Dia hidup normal dan dalam waktu dekat akan menikah dengan pria yang bukan pernah berzina dengannya..
Simple?
Ya mungkin simple..
Kasihan anaknya..
Secara kasat mata dia hidup normal tapi hidup dengan penuh kebohongan karena dia tidak tahu siapa sebenarnya ibu kandungnya..
Bagaimana masa depannya?
Jika kelak dia menikah?
Mahromnya?
Dan secara kepribadian karena mungkin tidak pernah dekat dengan ibu kandungnya itu pun berbeda..
.


Ya mungkin awalnya Anda hanya mengatakan..“Ah cuma sms-an..”
“Ah.. Kita temenan aja.. Tapi sering curhat.. Tidak lebih dari itu..”
yakin setan sampai disitu??
Minimal di sana sudah melakukan zina mata dan perasaan.. Ini beneran, saya pun pernah melakukan riset ini (tidak hanya pada satu orang saja namun dengan beberapa orang saya tanyai langsung baik itu wanita ataupun laki-laki dengan jawaban yang beragam). Dan dari hasil itu rasa yang awalanya tidak ada bisa tumbuh dengan sendirinya. 

Lho, kok bisa? ya, bisa saja. Setan pandai memerankan perannya. dia menyelubungi hati-hati manusia yang lemah. 
.


Oleh karena itu..
Sungguh syari'at Islam sudah mengatur tentang adab bergaul,,termasuk berkomunikasi dengan lawan jenis (wanita/pria bukan mahrom)..
Sekalipun ia telah akan menjadi calon suami/istri kita tetap kita jaga adabnya..
Terkadang menyepelekan kata ‘cuma’ itulah celan setan masuk menggoda..
.
Tidak masalah dibilang kuper karena tidak banyak bergaul dan punya teman pria..
Tidak masalah dibilang tidak laku dan up to date..
Dan semisalnya..
Terkadang pun dibilang kaku/sombong/jutek/galak/gak asik/terlalu lebay/terlalu kuno/sangar dan semisalnya..
Yang terpenting 'it’s mine’..
In sya Allah..
Yang berusaha menjaga hanya untuk berusaha menjaga..
Yang belajar setia sampai halal hanya untuk yang belajar setia?
.
Zina..
Mari berusaha jauhi perantaranya..
Apalagi sampai melakukannya..
Apa sih yang dicari di dunia ini selain ridho Allah..?
Mau lari ke mana jika kita sudah dijauhkan dari rahmat dan hidayahNya?
Dan jika sudah terlanjur berbuat zina terlebih masalah kholwat atau pacaran,,ayuk sama-sama belajar memperbaiki diri..
Buat apa sih terlihat mulia di depan manusia jika Allah saja enggan memuliakan kita?

Mereka yang saat ini menjaga ketaatannya pada Tuhan, semoga jodohnya juga melakukan hal serupa. Karena tak ada yang lebih pedih saat di masa depan kita tahu bahwa di masa penjagaan diri ini, jodoh kita sedang tertawa-tawa bersama dengan orang lain yang dikira jodohnya.
.

Suci perempuan karena menjaga diri.. Gagah laki-laki sebab menepati janji. - begitulah seharusnya -

*** Saya pernah menuliskan ini beberapa bulan lalu. Tiba-tiba timbul lagi, dan serasa tertampar sendiri ketika membacanya. Maka memang benar, bahwa menulis adalah nasihat terbaik untuk diri sendiri || surabaya setelah melepaskan penat || 20.33

One of the strange things that Heavy Metal did for this issue was to have the various Strip Tease artists draw each other’s characters. Here we have Peter Kuper illustrating Frank by Jim Woodring. And he did a pretty good job.

(Heavy Metal issue #145, July 1993 - Page 61 Frank’s Fall by Kuper)

3

Carlo Ancelotti: Cool in the hottest of moments

By Anthony Lopopolo

On the margins of a blank piece of paper, he would scribble in his starters. He would fill the rest of the page with points about the defence and attack: to maintain possession, to play two-touch football, to bide your time. And he would make copies and hand them out to his players before matches.

Carlo Ancelotti writes all of his notes by hand. He writes in ink. He always wanted to make that human connection. “You can’t write a love letter on a computer,” he writes in his book, The Beautiful Games of an Ordinary Genius. You could say Ancelotti is a bit of a romantic.

Communication is the most important thing. He wants everyone’s opinions. If one of his players is upset, Ancelotti hears them out. He prefers talking to his team instead of shouting; listening instead of ignoring, even when he knows he is right. 

“For me,” says the 54-year-old, coach of Real Madrid, “it’s managing people. Managing Ronaldo is the same for me as managing Carvajal or Morata.”

Keep reading

This is actually a fairly well done little moralistic allegory from Kuper about a boxer whose opponent is the planet Earth. I really liked this page a lot, especially the last panel with all of the map fragments exploding outwards. Beautifully rendered and a good use of collage.

(Heavy Metal issue #142, January 1993 - Page 56 TKO by Kuper)