kromos

Esperanto Vocabulary: Periodic Table

Periodic Table - Perioda Tabelo

1 - H - Hydrogen - Hidrogeno
2 - He - Helium - Heliumo
3 - Li - Lithium - Litio
4 - Be - Beryllium - Berilio
5 - B - Boron - Boro
6 - C - Carbon - Karbono
7 - N - Nitrogen - Azoto
8 - O - Oxygen - Oksigeno
9 - F - Fluorine - Fluoro
10 - Ne - Neon - Neono
11 - Na - Sodium - Natrio
12 - Mg - Magnesium - Magnezio
13 - Al - Aluminum/Aluminium - Aluminio
14 - Si - Silicon - Silicio
15 - P - Phosphorus - Fosforo
16 - S - Sulfur - Sulfuro
17 - Cl - Chlorine - Kloro
18 - Ar - Argon - Argono
19 - K - Potassium - Kalio
20 - Ca - Calcium - Kalcio
21 - Sc - Scandium - Skandio
22 - Ti - Titanium - Titano
23 - V - Vanadium - Vanado
24 - Cr - Chromium - Kromo
25 - Mn - Manganese - Mangano
26 - Fe - Iron - Fero
27 - Co - Cobalt - Kobalto
28 - Ni - Nickel - Nikelo
29 - Cu - Copper - Kupro
30 - Zn - Zinc - Zinko
31 - Ga - Gallium - Galio
32 - Ge - Germanium - Germaniumo
33 - As - Arsenic - Arseno
34 - Se - Selenium - Seleno
35 - Br - Bromine - Bromo
36 - Kr - Krypton - Kriptono
37 - Rb - Rubidium - Rubidio
38 - Sr - Strontium - Stroncio
39 - Y - Yttrium - Itrio
40 - Zr - Zirconium - Zirkonio
41 - Nb - Niobium - Niobio
42 - Mo - Molybdenum - Molibdeno
43 - Tc - Technetium - Teknecio
44 - Ru - Ruthenium - Rutenio
45 - Rh - Rhodium - Rodio
46 - Pd - Palladium - Paladio
47 - Ag - Silver - Arĝento
48 - Cd - Cadmium - Kadmio
49 - In - Indium - Indio
50 - Sn - Tin - Stano
51 - Sb - Antimony - Antimono
52 - Te - Tellurium - Teluro
53 - I - Iodine - Jodo
54 - Xe - Xenon - Ksenono
55 - Cs - Cesium - Cezio
56 - Ba - Barium - Bario
57 - La - Lanthanum - Lantano
58 - Ce - Cerium - Cerio
59 - Pr - Praseodymium - Prazeodimo
60 - Nd - Neodymium - Neodimo
61 - Pm - Promethium - Prometio
62 - Sm - Samarium - Samario
63 - Eu - Europium - Eŭropio
64 - Gd - Gadolinium - Gadolinio
65 - Tb - Terbium - Terbio
66 - Dy - Dysprosium - Disprozio
67 - Ho - Holmium - Holmio
68 - Er - Erbium - Erbio
69 - Tm - Thulium - Tulio
70 - Yb - Ytterbium - Iterbio
71 - Lu - Lutetium - Lutecio
72 - Hf - Hafnium - Hafnio
73 - Ta - Tantalum - Tantalo
74 - W - Tungsten - Volframo
75 - Re - Rhenium - Renio
76 - Os - Osmium - Osmio
77 - Ir - Iridium - Iridio
78 - Pt - Platinum - Plateno
79 - Au - Gold - Oro
80 - Hg - Mercury - Hidrargo
81 - Tl - Thallium - Talio
82 - Pb - Lead - Plumbo
83 - Bi - Bismuth - Bismuto
84 - Po - Polonium - Polonio
85 - At - Astatine - Astato
86 - Rn - Radon - Radono
87 - Fr - Francium - Francio
88 - Ra - Radium - Radiumo
89 - Ac - Actinium - Aktinio
90 - Th - Thorium - Torio
91 - Pa - Protactinium - Protaktinio
92 - U - Uranium - Uranio
93 - Np - Neptunium - Neptunio
94 - Pu - Plutonium - Plutonio
95 - Am - Americium - Americio
96 - Cm - Curium - Kuriumo
97 - Bk - Berkelium - Berkelio
98 - Cf - Californium - Kaliforniumo
99 - Es - Einsteinium - Ejnŝtejnio
100 - Fm - Fermium - Fermio
101 - Md - Mendelevium - Mendelevio
102 - No - Nobelium - Nobelio
103 - Lr - Lawrencium - Laŭrencio
104 - Rf - Rutherfordium - Ruterforfio
105 - Db - Dubnium - Dubnio
106 - Sg - Seaborgium - Seborgio
107 - Bh - Bohrium - Borio
108 - Hs - Hassium - Hasio
109 - Mt - Meitnerium - Mejtnerio
110 - Ds - Darmstadtium - Darmŝtatio
111 - Rg - Roentgenium - Rentgenio
112 - Cn - Copernicium - Kopernicio
113 - Uut - Ununtrium - Ununtrio
114 - Fl - Flerovium - Florovumo
115 - Uup - Ununpentium - Ununpentio
116 - Lv - Livermorium - Livermorumo
117 - Uus - Ununseptium - Ununseptio
118 - Uuo - Ununoctium - Ununoktio

Nice info Gan.
  • *S = seorang koas bedah yang (((belum))) bisa berbahasa Jawa, sering dikira judes padahal mudah tertawa, sedang jaga di sebut saja IGD RSUD Batik, tiba-tiba didatangi pasien laki-laki di atas bed, didorong buru-buru oleh keluarganya. dilihat sekilas, pasien tampaknya tidak sadar*
  • Keluarga pasien: Dok! Tolong dok!
  • S: Ya bu, tenang dulu ya. Pak, pak, bangun Pak!
  • *pasien tidak respon*
  • S: Pak, melek yuk Pak! Pak!
  • S: Bu, ini tadi bapaknya kenapa?
  • Keluarga pasien: mriki Dok, kulo blablablabla (insert Polite Javanese here)
  • S: .... *bye, gue gabisa bahasa jawa kromo, tapi yang penting pasang muka simpati dulu* oh begitu ya Bu..
  • S: Pak, yuk melek dulu yuk Pak! *sambil mencubit pasien*
  • Pasien: *akhirnya melek*
  • S: Pak, ayo melek yuk Pak, namanya siapa?
  • Pasien: *bengong*
  • S: Pak, namanya siapa Pak?
  • Pasien: *masih bengong*
  • Keluarga pasien: Jono, Dok. Jono..
  • S: Pak, namanya siapa?
  • Pasien: *bengong, ngeliatin gue*
  • Keluarga pasien: namanya Jono, Dok..
  • S: Iya bu, ibu tenang dulu ya. Pak, ayo namanya siapa?
  • Pasien: *tetep bengong*
  • S: *oke, mungkin pasiennya gabisa Bahasa Indonesia...*
  • S: Pak, asmanipun sinten?
  • Pasien: *masih tetep bengong*
  • Keluarga: JONO DOOOK, NAMANYA JONOOOO!
  • S: Bu..... iya saya denger ibu kok, tapi ini saya lagi meriksa bapaknya :(
  • Keluarga: oalah... saya kira dokter ga denger, saya cuma ngasih info kok Dok...
  • S: hehe nggih ndak papa Bu.. matur nuwun nggih Bu saya sudah diinfokan..
ngapak

lahir di cilacap dan mengenyam pendidikan di banyumas serta memiliki ayah dari kebumen menunjukan betapa mutlaknya darah ngapak pada diri saya. menjadi ngapak seperti menjadi jawa yang bukan jawa. orang-orang ngapak seperti selalu dianggap lucu, kolot dan kasar, jauh dari tata krama serta anggah-ungguh kebudayaan jawa.

untuk itulah menjadi manusia ngapak dan hidup di jogya adalah sebuah tantangan besar, jika anda minang, ambon, dayak, batak, bugis, papua atau toraja orang-orang jogja tidak akan tertawa saat mendengar anda bicara, tapi jika orang ngapak bicara maka banyak yang akan menertawakan. orang kemudian akan berkata “coba kalian bicara ngapak” seolah-olah ingin menertawakan.

hal-hal seperti inilah yang membuat orang-orang ngapak lebih suka bicara bahasa indonesia meski di jawa, mereka enggan berbicara dalam bahasa ibu karena jika logat dan dialeknya muncul orang-orang akan tertawa.

ngapak lahir dari sub-kultur egaliter, penolakan pada feodalisme mataram (kraton baik surakarta maupun yogyakarta). penolakan inilah yang melahirkan bahasa rakyat yang setara tanpa kasta. bahkan  wilayah banyumasan selalu dianggap sebagai “mancanegara kulon” oleh mataram, sehingga melahirkan keenganan banyumas sebagai bagian dari wilayah mataram. 

itulah sebabnya  keegaliteran ini dapat dilihat dari karakter orang Banyumas yang Blakasuta (blak-blakan) yaitu apa adanya, tanpa basa-basi. Oleh karena itu, masyarakat Banyumas tidak lagi mempedulikan status sosial di masyarakat (ningrat/priyayi). Etika di masyarakat Banyumas dibangun atas dasar etika kemanusiaan yang dapat memunculkan kekuatan solidaritas Banyumas yang membedakan antara Jawa-Banyumas dan Jawa lainnya. Sikap egaliter itu akan menjauhkan setiap individu dari sikap feodalisme yang menempatkan kedudukan, pangkat, dan harta sebagai kiblat hubungan sosial. beda dengan jawa wetan dimana status rakyat bahkan dibedakan dari tingkatan bahasa hingga pakaian yang digunakan. adanya perbedaan pola batik mana yang untuk rakyat dan mana pola khusus ningrat. 

Karakter orang-orang ngapak cendrung egaliter sehingga jarang kita temui orang ngapak yang saling merendahkan/mengolok-olok bahasa atau dialek orang lain. Mungkin justru sebaliknya karena sikap feodalisme sebagian orang Jawa menganggap dialek bahasa Jawa Ngapak sebagai bahasa yang lucu dan rendahan. orang-orang ngapak juga sering dianggap tidak punya anggah-ungguh dalam bahasa (kromo -ngoko). Ada pandangan stereotip yang menganggap sebagian besar generasi muda ngapak merasa rendah diri ketika menggunakan bahasa Ngapak. Hal ini bisa dilihat bagaimana bahasa yang digunakan oleh orang Banyumas saat berinteraksi dengan orang jogja atau solo. Kalau tidak menyesuaikan diri dengan membandhekan ke-ngapakannya dipastikan menggunakan bahasa Indonesia dalam berinteraksi dengan orang yang berbahasa Jawa Wetan (jawa wilayah timur). karena jika menggunakan dialek ngapak mereka akan ditertawakanseolah-olah lucu dan aneh.

padahal sejarah ngapak sesungguhnya sejarah perlawanan atas feodalisme, sejarah keengganan tunduk pada anggah-ungguh kraton dan kerajaan, sejarah atas jawa-banyumasan yang egaliter dan setara. penutur-penutur ngapak adalah mereka yang melepaskan diri dari ikatan-ikatan yang mengekang struktur jawa-mainstrem, sayangnya kebebasan dan keceriaan penutur ngapak akhirnya harus tunduk pada feodalisme jawa wetan justru disaat zaman tidak lagi mengakui status ningrat. seperti kebanyakan tradisi-tradisi adat egaliter dimanapun yang berada pada akhirnya harus tuntuk pada tekanan feodalisme yang dominan. seperti itu juga para penutur ngapak selalu merasa inferior di tanah mataram. 

Perempuan jawa kalau bicara pake bahasa jawa kromo inggil cantiknya nambah beratus-ratus persen. :D
— 

Nai,

Perempuan jawa yang sangat bangga dengan bahasa jawa.

“Njeh bu.. njeh pak”
“Matursuwun ingkang kathah bu”
“Kalawau sampun kulo aturaken sedoyo..”
“Badhe ngersakake unjukan punopo, Abah?”

Cantik, kan? Wkwk

karunici  asked:

Ukhti Dini, mbaca bbrapa postinganmu yg trlihat jago dpt simpati ibu2 pencari menantu.. sy mo nanya dong, gmn membuka percakapan pertama pas telpun calon ibu mertua. Harus bahas apa gt? Fyi, si camer jauh diluar kota, dimohon jwb serius ya. Nuhun :)

Kamu kok nanyanya hal2 yg aku belum pernah sikk? Dulu, apa yg harus disiapin kalo nikah sama brondong, yang ini tilpun camer. Aku kudu piye jal? Kasih saran yang aku jg belum pernah lakukan? Eh pernah sih sama ibunya mantan.  -_-” 

Kira2 begini sih :

0. Tanya ke calon suami, ibunya suka apa aja? Cari info sebanyak2nya soal kegemaran dia. Perempuan mah, umumnya hobinya udah bisa ketebak kan. Memasak, harga sayur, menjahit, sinetron, Mamah Dedeh, DUIT. Ibu2 biasanya suka kalo ada anak gadis akrab dg dunia per-dapur-an, meskipun ga bisa masak. 

1. Ucapkan salam dengan ceria. Tanya dengan antusias, ibu sedang sibuk apa? Lalu improvisasi, nyaut deh tuh perihal dia lagi ngapain. Misal lagi jahit, tanyain, “Ibu bisa jahit ya?? Jahit apa Buuu? Sy juga lg cari tempat les jahit nih Bu, habisnya kalo bs jahit kan lumayan bisa bikin barang2 sederhana di rumah.” Intinya antusias. Atau beliau habis nonton sinetron, kamu cari infolah sinetron2 yg lagi populer, supaya nyambung kalo si ibu cerita.  

2. Ketika km membicarakan hal2 tentang beliau (dg tulus), beliau kemungkinan akan respect dan makin semangat bercerita. Dengerin aja, sambil sesekali ketawa atau komen. Sesekali tanyakan yg lebih detail, supaya dia tahu kalo kamu masih antusias. Jangan banyak bercerita ttg dirimu kecuali kalau beliau tanya.

3. Yg susah adalah kalo beliau pendiam. Belum tahu jg harus ngapain. Yg pernah aku lakukan sih tilpunan sama ibunya mantan yg super cerewet dan hobi jalan2. Jd tiba2 nyambung aja. Pun aku grogi bgt pas ktmu orgnya, cm bs diem haha.

4. Kalo bisa, jgn terlalu banyak membicarakan ttg anaknya kecuali kalo dia yg memulai. Krna, penting untuk menunjukkan perhatian bahwa kita menelepon untuk menghubunginya, BUKAN KARENA KITA BUTUH ANAKNYA. 

5. Kalo dia bilang minta bantuan atau minta temenin ngapain suatu hari, di-iya-in aja kalo km bisa. Moment ini bisa jadi moment persahabatan antara kamu dan camer. Percuma suami cinta mati ke kamu kalo ibunya tidak merestui. Tapi kalo kamu bisa akrab dg ibunya, si suami akan lebih mencintai. Lelaki biasanya gitu, suka melting lihat pasangannya bisa akrab sama ibunya.

6. Jangan ngomongin kejelekan orang.

7. Be humble. Kadang2 ibu2 dari daerah gitu nganggap anak kota tuh belagu atau apa. Jadi be humble aja, tunjukkan bahwa kamu bisa menghormati beliau yg mungkin pendidikannya sangat terbatas.

8. Gunakan bahasa dan istilah yang dia mengerti. Kadang kita suka pake istilah yang ‘terlalu tinggi’.

9. Sesekali, pakai bahasa daerahnya, dia bakal impress tuh. Kalo sama sukunya, pakai bahasa yang tinggi tingkatnya, untuk menghormati. Misalnya kalau di Jawa, pakai kromo (bhsa yg lebih sopan), utk menghormati. Kadang2 orang tua mikirnya juga, ‘duh, anak muda jaman skarang trnyata masih ada yg mau ngromo. Sopan banget..’ gitu. *imajinasi semata*

10. Tuluslah. Jangan dibuat2, jangan lebay, dan jujur.

11. Tanamkan dalam pikiranmu, bahwa orang ini akan menjadi ibumu nanti. Maka, sayangilah dia. Betul-betul menyayangi sebagai ibu, lepas dari dia ibunya suami atau bukan. Karena ketika kamu sayang sama seseorang, kamu akan kasih perhatian yang tulus untuknya. 

Kira2 gitu deh. Saya jg gatau apakah bisa berguna. Hahaha. Jadi, kamu akan nikah sama brondong yg berasal dari luar kota? Apapun itu, semoga lancar sampai hari H yakk. Gudlack!!!