konvensi

Dianggap Langgar Konvensi, PDI Perjuangan Tolak Revisi UU Pilkada

Dianggap Langgar Konvensi, PDI Perjuangan Tolak Revisi UU Pilkada

External image

foto: tempo

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan secara resmi menolak  upaya revisi Undang-Undang Pilkada yang kini ramai diperbincangkan. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan  partainya tak menyepakati wacana Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk merevisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada. “Tentu saja perubahan-perubahan terhadap peraturan perundang-undangan, itu sebaiknya…

View On WordPress

Dahlan Iskan Menangkan Konvensi Partai Demokrat

Dahlan Iskan Menangkan Konvensi Partai Demokrat

External image

Bilang Siapa May 17 2014

Dahlan Iskan Menangkan Konvensi Partai Demokrat

Hasil survey Lembaga Survei Indonesia (LSI), MarkPlus dan Populi menunjukkan elektabilitas Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tertinggi dibanding 10 peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat lainnya.

JAKARTA — Partai Demokrat mengumumkan hasil pemenang konvensi calon presiden Partai Demokrat di…

View On WordPress

SBY Dijadikan Kartu Truf Oleh Peserta Konvensi Partai Demokrat

SBY Dijadikan Kartu Truf Oleh Peserta Konvensi Partai Demokrat

HARIANACEH.co.id — Peserta konvensi capres Partai Demokrat Dino Patti Djalal yakin Partai Demokrat akan menjadi penentu dalam pemilihan presiden Juli mendatang. Ia yakin meskipun hingga saat ini Demokrat belum menentukan arah koalisi.

[contextly_auto_sidebar id=“xib27MJCPnrSdSCDdfis0BJ4BDpitzDc”]“Partai Demokrat masih menjadi penentu dalam pilpres kali ini karena memegang kartu truf, berupa…

View On WordPress

Konvensi Ujian Nasional

Setelah pelaksanaan UN 2013 dianggap terburuk sepanjang sejarah, Kemdikbud menjadwalkan akan mengadakan Konvensi Ujian Nasional pada tanggal 26 September 2013. 

Pada awalnya, Mendikbud menyatakan nasib UN akan ditentukan pada konvensi ini, apakah dihapus, diganti atau diperbaiki. Namun belakangan, Kemdikbud menyatakan bahwa konvensi tidak akan menghapus UN ataupun mempertanyakan eksistensinya, melainkan hanya akan mencari format terbaik. Lalu apa gunanya konvensi bila hanya sekadar menjadi legitimasi untuk melanggengkan UN? 

Sebagai tanggapan atas rencana Konvensi UN yang hanya bersifat formalitas ini, Koalisi Reformasi Pendidikan akan mengadakan acara Konvensi Rakyat: 

Evaluasi Satu Dasawarsa Ujian Nasional
Besok, Selasa, 24 September 2013, pk 9.30-13.00, 
Gedung Joeang, Jl. Menteng Raya No. 31, Jakarta Pusat. 

Beberapa narasumber akan dihadirkan untuk bicara mengapa UN merusak pendidikan Indonesia sehingga perlu ditolak, antara lain: Prof. Iwan Pranoto, Prof. Daniel M. Rosyid, Elin Driana, Doni Koeseoma, Ifa Misbach, dll. 

Yang bisa Anda lakukan adalah: 

• Hadiri Konvensi Rakyat, besok, daftar acaranya di Facebook: http://bit.ly/konvensiUN. Acara akan diliput media massa dan kita akan sebarkan proses dan opini yang terekam di dalamnya melalui media sosial. 
• Bantu kami sebarkan poster acara ini yang bisa diunduh di http://bit.ly/posterkonvensiUN lewat media sosial, messaging apps, dll. Contoh twit untuk menyebarkan poster: “Kemdikbud buat konvensi untuk langgengkan UN, mk kt buat konvensi utk hentikannya! Yuk gabung! #konvensiUN” 
• Gunakan avatar “Hentikan UN” berikut ini http://bit.ly/avatarUN di media sosial [Facebook, Twitter, dll] dan messaging apps [BBM, WhatsApp, dll]
• Sebar terus petisi di http://bit.ly/petisiUN. Contoh twit: “Kemdikbud adakan #konvensiUN utk langgengkan UN. Yuk kt suarakan sebaliknya: Hentikan UN! Dukung & tanda tangani > http://bit.ly/petisiUN” 

UN adalah kuda mati yang terus kita tunggangi sambil berharap ia mengantarkan kita ke tujuan. Seribu orang mencambuki kuda mati beramai-ramai di Konvensi UN tetap tak akan membuatnya berlari. Maka kembali kita serukan: Hentikan kebodohan ini! 

Terima kasih untuk dukungan dan partisipasinya. Salam pendidikan, 

———————

Tautan berita terkait:

Mendikbud: Nasib UN Ditentukan September - Antara, 15/5/13 - http://www.antaranews.com/berita/374852/mendibkud-nasib-un-ditentukan-september 

Konvensi UN untuk Mencari Solusi Terbaik Dalam Penyelenggaraan UN - Kemdikbud, 17/9/13 - http://www.kemdikbud.go.id/berita/1710/html   

Konvensi Bukan untuk Menghapus UN - JPNN.com, 17/9/13 - http://www.jpnn.com/read/2013/09/17/191371/Konvensi-Bukan-untuk-Menghapus-Unas- 

Mayoritas Sekolah [75%] di Bawah Standar Pelayanan Minimal [Kompas Cetak, 19/9/13] 

Menteri Pendidikan Israel Menghapus Ujian Nasional - Bincang Edukasi, 8/12/13 - http://www.bincangedukasi.com/ujian-nasional-israel.html 

Reformasi Besar-besaran Pendidikan Cina - Bincang Edukasi, 28/8/13 - http://www.bincangedukasi.com/reformasi-pendidikan-cina.html 

Penilaian Pendidikan Indonesia - Menuju Siswa Bernalar - Bincang Edukasi, 13/9/13 - http://www.bincangedukasi.com/penilaian-pendidikan-indonesia.html

Dahlan Iskan Optimistis dengan Capaian yang Diraih

Dahlan Iskan Optimistis dengan Capaian yang Diraih

HARIANACEH.co.id – Direktur Eksekutif Pusat Kajian Pancasila, Hukum dan Demokrasi Universitas Negeri Semarang (Puskaphdem-Unnes) Arif Hidayat mengatakan, dalam hasil survei terkait tokoh Partai Demokrat (PD), Dahlan Iskan mendapatkan posisi pertama dengan 25,22%.

[contextly_auto_sidebar id=“RJB7hRwOkXjchEzjDt76mDytvktWyUeU”]Lebih jauh dikatakan, peringkat berikutnya adalah Marzuki Alie dengan…

View On WordPress

Membaca Ulang Kaca Spion dan Masa Lalu
External image

Spion dalam Konvensi
Jika hidup diumpamakan dengan sebuah perjalanan, kisah hidup kita adalah sebuah mobil yang sedang kita kendarai. Sudah menjadi sebuah pemahaman umum bahwa masa lalu diidentikkan dengan kaca spion, masa kini dan masa depan diidentikkan dengan kaca besar yang kita pandangi di depan. Kaca spion diciptakan kecil karena melihat masa lalu hanya cukup sesekali saja. Akan sangat berabe jika kaca spion diciptakan dalam bentuk yang menyaingi kaca depan mobil kita. Kita akan sibuk melihat ke belakang dan tidak akan pernah berani maju. Sebaliknya, kaca depan mobil kita diciptakan besar karena inilah realitas yang sebenarnya. Yang harus kita hadapi adalah masa kini. Kaca depan diciptakan besar agar kita tahu detail apa yang harus kita lakukan terhadap masa depan. Demikianlah konvensi dasar tentang kaca spion dimetaforkan.

Bukan Masa Lalu Tapi Rival Perjalanan
Beberapa saat lalu, dalam sebuah perjalanan di jalan TOL, mata saya terfokus pada kaca spion. Saya amati supir yang sedang mengendarai mobil. Sesekali ia melihat spion sebelah kiri, dan kanan. Pada saat mengemudi, kaca spion kiri dilihat untuk mengetahui adakah mobil lain yang berkemungkinan tertabrak apabila mobil yang kita kendarai akan merapat stabil ke lajur kiri. Sebaliknya, kaca spion kanan dilihat untuk mengetahui adakah mobil yang berkemungkinan tertabrak apabila mobil akan dilajukan lebih cepat di lajur kanan.  Dengan demikian, yang menjadi pusat adalah mobil-mobil lain yang ada di sekitar perjalanan kita, bukan jalan yang telah kita lalui sebelumnya. Lantas, masih benarkah metafora kaca spion sebagai wakil masa lalu?
Saat mengendarai mobil, kita melihat kaca spion bukan untuk melihat jalan yang ada di belakang kita sebagai sesuatu yang pernah kita lalui bukan? Kita tidak pernah ambil peduli dan berkata “oh, jalan itu pernah saya lalui.” Kita tidak pernah ambil peduli dengan mobil-mobil yang sudah kita salip di belakang. Kita hanya mengamati, berhati-hati terhadap mobil yang mungkin tertabrak atau bahkan menyalip kita. Dari pembacaan ini, kaca spion tidak berkorelasi dengan masa lalu. Ia justru berkorelasi dengan saingan-saingan atau kasarnya bisa kita sebut rival seperjalanan kita. Saingan atau lawan ini bisa manusia atau tantangan-tantangan yang lahir dari diri pribadi atau berbagai pihak.
Masukan dan Persepsi Orang Lain
Kaca spion adalah ringkasan sesuatu yang takterjangkau oleh pandangan mata kita. Ia hadir realtime dan yang kita saksikan di kaca spion pun realtime. Bahkan, pada sebuah spion ada tulisan, “object in the mirror are closer than they apper.” (baca: objek dalam cermin lebih dekat dari aslinya). Realitas yang realtime itu dibuat lebih dekat dan lebih ringkas dari apa yang mungkin kita lihat dengan pandangan mata.  Saat saya tanyakan kepada supir tentang spion mana yang lebih ia pentingkan antara yang kiri dan kanan, ia berkata “bagi saya, spion kanan lebih penting.” Spion kiri untuk melihat kondisi jalan dan kendaraan di jalur kiri ketika akan berjalan santai di jalur kiri. Spion kanan digunakan untuk melihat adakah mobil yang berkemungkinan tertabrak atau menghalangi kita di lajur kanan ketika akan melaju. Yang jadi pusat dari kaca spion tetap masa depan. Spion kanan menjadi penting karena ia membantu mobil melaju lebih cepat di lajur kanan. Spion atas pun demikian. Ia tidak diciptakan untuk melihat lekat jalan yang kita telah lalui. Dia digunakan untuk melihat adakah mobil yang akan tertabrak atau akan menyalip kita. Gambar yang ada pada spion memberi kita referensi untuk tetap di lajur kiri atau melaju ke lajur kanan. Jika merasa takaman melaju, kita pasti memilih tetap di lajur kiri. Jika merasa ada peluang untuk mempercepat perjalanan, kita memilih lajur kanan.
Dari sini kita dapat menganalogikan spion sebagai masukan dari orang lain di sekitar kita. Dalam hidup, spion seperti kritik, pandangan orang lain tentang sisi hidup yang luput dari perhatian kita. Ia terlihat lebih dekat dan lebih ringkas. Orang lain memang tidak tahu detail kita. Mereka hanya tahu kita dari apa yang kasat di mata mereka. Kritik dan masukan dari mereka seperti pantulan gambar yang ada pada spion. Kita bebas menyikapinya. Jika merasa masukan itu memberi sinyal bahwa melanjutkan sebuah keputusan takaman untuk masa depan, kita bisa menangguhkan langkah dan tetap pada posisi awal. Namun, jika masukan atau kritik memberi gambaran keberhasilan, kita dapat melanjutkan langkah dan maju terus. 
Putusan Ada Pada Kita bukan Pada Spion
Dalam kaca spion, kita melihat segala sesuatu secara terbalik. Mobil yang melaju dari belakang seolah datang dari depan dalam spion. Namun, kita sudah memiliki konvensi bahwa yang terlihat datang dari depan, sebenarnya ia datang dari belakang.  Spion sejajar dengan kaca besar yang ada di hadapan kita. Bedanya, kaca depan adalah realitas dan kaca spion adalah hal-hal yang bisa mendukung kita dalam menghadapi realitas itu dengan lebih cepat. Kaca spion adalah persepsi baru tentang sesuatu. Ia adalah sesuatu yang ada di luar diri kita. Dalam hidup, spion seperti persepsi orang lain tentang kehidupan kita, tentang kita, atau tentang masa depan kita. Namun, yang memutuskan sikap atas persepsi, masukan, kritik dari orang lain tetap diri kita sendiri. Ia hanya pemantik, seberapa besar api yang akan dihasilkan, semua ada di tangan kita.
Dengan demikian spion bisa melahirkan pandangan kita tentang tantangan hidup. Ia melahirkan pandangan kita tentang bagaimana menghadapi kaca besar di depan kita yang bernama masa depan. Persepsi orang yang berupa masukan, kritik, cacian bisa kita kapitalisasi menjadi sebuah energi untuk mewujudkan cita-cita. Rasanya akan sama dengan ketika kita berhasi menyalip atau melalui satu demi satu mobil yang ada di samping kiri atau kanan kita. Rasanya akan sama dengan ketika kita berhasil melihat jalan kosong di depan kita setelah berhasil melalui satu persatu mobil yang menghalangi jalan kita. 
Tidak jarang ada orang yang melepas kaca spion kendaraannya. Ini dilakukan oleh pengguna motor biasanya. Orang-orang yang demikian bernyali besar menghadapi perjalanannya di jalan raya. Namun, banyak orang yang perjalanannya tersendat karena tidak ada spion. Inilah yang menjadi bukti bahwa persepsi orang lain terhadap kita dan kehidupan kita juga penting. Masukan, kritik, cacian, adalah sesuatu yang bukan pusat tapi tetap harus ada dalam kehidupan kita. Bila kita merasa takmembutuhkan itu, berarti kita sudah merasa bernyali besar untuk menghadapi hidup dan meraih cita-cita sendirian tanpa pemantik dari orang lain. Kita bebas memilih: menggunakan spion atau melepasnya. []




*Mendekonstruksi konvensi memang sulit, sesulit menulis jurnal ini agar dapat dipahami. Afwan jika masih sulit dipahami 
External image
**foto dari sini

Wow! Robot Hatsune Miku seukuran telapak tangan ini bisa menyanyi & menari!

External image

Idola virtual dari Crypton Future Media, Hatsune Miku, kini akan hadir dalam wujud “robot komunikasi” yang dikembangkan oleh iDoll & Nendoroid. Prototipe robot seukuran telapak tangan yang dapat menyanyi dan menari ini menggabungkan tampilan Nendoroid Hatsune Miku dari beraneka mainan buatan Good Smile Company dan teknologi dari robot kecil buatan iDoll. Tanggal 7 Februari 2016 nanti, robot Hatsune Miku ini akan ditampilkan pada acara Winter Wonder Festival 2016 yang digelar di pusat konvensi Makuhari Messe di Chiba City, Prefektur Chiba, Jepang, dikutip dari crunchyroll.com.

Wah, Hatsune Miku akan segera hadir dalam bentuk robot! Kira-kira berapa ya harganya?

The post Wow! Robot Hatsune Miku seukuran telapak tangan ini bisa menyanyi & menari! appeared first on Japanese Station.

Ted Cruz dan Hillary Clinton Juara, Donald Trump Keok

Warga Amerika Serikat di negara bagian Iowa mulai menyuarakan pilihannya untuk memilih kandidat calon presiden AS 2016. Mereka memilih siapa calon dari Partai Republik dan Demokrat maju menuju konvensi untuk berlaga menjadi orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu. 

Warga berkumpul di beberapa lokasi kaukus di seluruh negara bagian untuk mendengar kampanye secara langsung dan intim dari para kandidat, baik Republik maupun Demokrat. Mereka kemudian menentukan pilihannya di bilik-bilik suara.

Dikutip dari USAToday, 1 Februari 2016, setelah perhitungan suara mencapai lebih dari 80 persen, Ted Cruz – senator asal Texas dari Partai Republik mendapat suara 27,72 persen mengalahkan Donald Trump yang ‘hanya’ mendapat 24,38 persen.

Sementara dari Partai Demokrat, Hillary Clinton menang tipis dari kandidat Bernie Sanders, masing-masing 49,96 persen dan 49,36 persen.

Kendati malam belum usai, salah satu kandidat nomor buncit partai Demokrat, Martin O'Malley mengumumkan keputusannya untuk mundur dari laga pencalonannya setelah mendapatkan suara hanya 0 persen.

Apa itu Kaukus Iowa?

Kaukus negara bagian Iowa adalah simbol kekuatan besar bagi siapa pun yang merajai di situ. Kendati tidak melulu mencerminkan siapa yang bakal menjadi orang nomor satu di AS, kaukus itu menawarkan hal penting bagi tiap kandidat: agar jangan salah melangkah di kampanye berikutnya.

Satu lagi negara bagian yang penting bagi para kandidat adalah Primari New Hampshire.

Primari merupakan cara tradisional. Cara tersebut adalah para pemilih datang ke tempat pemilihan suara yang sudah ditentukan lalu menentukan pilihannya.

Baca Juga

Sementara itu, kaukus sangat berbeda dengan pemilihan primari. Pemilihan cara kaukus merupakan suatu acara yang membutuhkan waktu beberapa jam.

Dalam acara itu, para pemilih aktif dan berpartisipasi dalam debat publik. Biasanya, tempat dilakukan di sebuah rumah atau tempat publik sesuai luas dari negara bagian yang menggelar pemilihan dengan cara kaukus.

Mengapa keduanya penting, karena dua negara bagian itu merupakan cermin dari popularitas, kemampuan, hingga pemanfaatan momentum para capres.

Indikasi awal berdasarkan survei media AS di pintu bilik suara, menyatakan bahwa Donald Trump dan Hilarry Clinton memimpin suara terbanyak dari masing-masing partainya.

Pemilihan dimulai pada pukul 19.00 waktu setempat. Antrean mengular dan di beberapa tempat kaukus kehabisan kertas suara.

7 Cara Penyiksaan Paling Mengerikan Di Dunia

7 Cara Penyiksaan Paling Mengerikan Di Dunia

External image

7 Cara Penyiksaan Paling Mengerikan Di Dunia 7 Cara Penyiksaan Paling Mengerikan Di Dunia– Konvensi PBB yang Menentang Penyiksaan mendefinisikan penyiksaan sebagai: “… segala bentuk tindakan yang menimbulkan rasa sakit atau penderitaan, baik secara fisik maupun mental, yang dilakukan secara sengaja terhadap seseorang untuk tujuan tertentu seperti untuk memperoleh informasi atau pengakuan dari…

View On WordPress

10 Fakta Tentang Kedudukan Lambang Palang Merah

10 Fakta Tentang Kedudukan Lambang Palang Merah

External image

External image

1. Lambang palang merah merupakan lambang pembeda yang penggunaannya dilindungi oleh Konvensi Jenewa 1949.

2. Sebagai lambang pembeda, maka Lambang palang merah berfungsi sebagai tanda pelindung, dimana penggunanya mendapatkan perlindungan untuk tidak boleh dijadikan sasaran pertempuran pada saat terjadi perang.

External image

3. Selain sebagai tanda pelindung, lambang palang merah juga berfungsi sebagai tanda…

View On WordPress

Sumut Kini Miliki 230 Hotel dengan 5.000 Kamar: Medan (SIB)- Jumlah hotel berbintang di Sumut kini mencapai 230-an unit, tersebar di sejumlah kota besar atau kota wisata (resor) dengan kapasitas berkisar 5.000-an unit kamar berbagai tipe (mulai standar hingga kamar kelas president suite), namun tingkat hunian (occupancy) hanya berkisar 40 persen selama 2015 lalu. Hal itu dikatakan Ketua Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, Denny kepada SIB melalui sahutan singkat (sms), belum lama ini.

Namun, hotel-hotel di daerah ini tampak dominan dengan tamu-tamu konvensi yang menggelar acara-acara rapat atau temu mitra, wisuda dan pesta-pesta keluarga, seminar-seminar dan pameran produk konsumen kelas atas.

“Jumlah tamu, baik wisatawan domestik maupun turis asing sangat mempengaruhi tingkat hunian kamar. Itu sebabnya tingkat okupensi hotel di daerah ini hanya berkisar 40 persen ke 50 persen. Tapi kalau pada sesi akhir pekan (week end), okupensinya selalu tinggi, bahkan bisa penuh (full book),” ujar Zakaria, general manager Hotel Grand Impression Medan, kepada SIB di kantornya, Kamis (28/1) sambil menambahkan Hotel Grand Impression dengan kelas Bintang 3 itu menyatu dengan plaza buah-buah segar dengan nama Pondo Indah Buah Segar, yang dominan menjual aneka buah produk lokal walaupun terdapat sejumlah buah impor.  (A4/q) http://dlvr.it/KLgN42

MA Tidak Menerima Gugatan Konstitusionalitas Hukuman Cambuk di Aceh: Jakarta (SIB)- Mahkamah Agung (MA) tidak menerima gugatan konstitusionalitas hukuman cambuk (jinayat) yang berlaku di Aceh. Hukuman itu tertuang dalam Perda (qanun) yang dinilai pemohon melanggar UU terkait.
Gugatan ini dilayangkan oleh Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) dan Solidaritas Perempuan. Menurut pemohon, qanun jinayat tersebut melanggar:
1. KUHP
2. UU Hak Asasi Manusia.
3. International Convenant on Civil and Political Rights (Konvenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik) yang diratifikasi melalui UU No 12 Tahun 2005.
4. Convention Against Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment (Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi, atau Merendahkan Martabat Manusia) yang diratifikasi melalui UU No 5 Tahun 1998.
5. UU Sistem Peradilan Pidana Anak.
6. UU Perlindungan Anak.
7. KUHAP.
8. UU Kekuasaan Kehakiman.
9. Konvensi Anti Diskriminasi terhadap Perempuan (The Convention on the Elimination of all forms of Discrimination Against Women) yang diratifikasi melalui UU No 7 Tahun 1984.
Menurut pemohon, meskipun Pemerintah Aceh memiliki hak dalam mengatur daerahnya secara otonom dan khusus berdasarkan UU Pemerintahan Aceh, namun patut diingat kewenangan tersebut tidaklah bersifat absolut. Terdapat koridor-koridor hukum nasional dan nilai-nilai kemanusiaan, termasuk perjanjian-perjanjian internasional di bidang hak asasi manusia yang telah diratifikasi oleh Indonesia yang menjadi batasan pelaksanaan kewenangan pemerintah Aceh.Tapi apa daya, gugatan tersebut kandas. MA memilih tidak menilai pokok perkara permohonan tersebut.
“Permohonan tidak diterima,” putus majelis sebagaimana dilansir website MA, Rabu (27/1). Duduk sebagai ketua majelis hakim agung Yulius dengan anggota hakim agung Harry Djatmiko dan Irfan Fachruddin. (dtc/d) http://dlvr.it/KLBMZP

MA Tidak Menerima Gugatan Konstitusionalitas Hukuman Cambuk di Aceh: Jakarta (SIB)- Mahkamah Agung (MA) tidak menerima gugatan konstitusionalitas hukuman cambuk (jinayat) yang berlaku di Aceh. Hukuman itu tertuang dalam Perda (qanun) yang dinilai pemohon melanggar UU terkait.
Gugatan ini dilayangkan oleh Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) dan Solidaritas Perempuan. Menurut pemohon, qanun jinayat tersebut melanggar:
1. KUHP
2. UU Hak Asasi Manusia.
3. International Convenant on Civil and Political Rights (Konvenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik) yang diratifikasi melalui UU No 12 Tahun 2005.
4. Convention Against Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment (Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi, atau Merendahkan Martabat Manusia) yang diratifikasi melalui UU No 5 Tahun 1998.
5. UU Sistem Peradilan Pidana Anak.
6. UU Perlindungan Anak.
7. KUHAP.
8. UU Kekuasaan Kehakiman.
9. Konvensi Anti Diskriminasi terhadap Perempuan (The Convention on the Elimination of all forms of Discrimination Against Women) yang diratifikasi melalui UU No 7 Tahun 1984.
Menurut pemohon, meskipun Pemerintah Aceh memiliki hak dalam mengatur daerahnya secara otonom dan khusus berdasarkan UU Pemerintahan Aceh, namun patut diingat kewenangan tersebut tidaklah bersifat absolut. Terdapat koridor-koridor hukum nasional dan nilai-nilai kemanusiaan, termasuk perjanjian-perjanjian internasional di bidang hak asasi manusia yang telah diratifikasi oleh Indonesia yang menjadi batasan pelaksanaan kewenangan pemerintah Aceh.Tapi apa daya, gugatan tersebut kandas. MA memilih tidak menilai pokok perkara permohonan tersebut.
“Permohonan tidak diterima,” putus majelis sebagaimana dilansir website MA, Rabu (27/1). Duduk sebagai ketua majelis hakim agung Yulius dengan anggota hakim agung Harry Djatmiko dan Irfan Fachruddin. (dtc/d) http://dlvr.it/KLBLv0