klimatologi

buat seluruh warga Indonesia

khususnya mungkin yang berada di wilayah jakarta, jawa barat, dan banten.

   

   

gabus-gabus kecil ini bukan kado, walaupun jatoh dari langit. gabus-gabus ini namanya radiosonde. alat pencatat suhu, kelembaban, tekanan udara, kecepatan angin, dan parameter cuaca lainnya (saya lupa), lalu lewat gelombang radio, data-data tersebut dikirim ke stasiun peluncurnya. biasanya radiosonde diterbangkan pake balon udara.

kalau ada yang nemu atau mungkin kejatuhan benda ini, jangan dulu panik dan ngira alat ini bom atau langsung ngamuk gara-gara ketiban Unidentified Falling Object ini terus langsung tendang ala goalkeeper juga, tapi kembaliin ke kantor BMKG setempat yak. biasanya ada alamat lengkap dan nomor yang bisa dihubungi. contohnya kayak gini:

dimohon banget. saya agak sedih denger cerita si bapaknya di kantor BMKG cengkareng. suka ada sebenernya yang ngontak kantor itu gara-gara nemu radiosonde, tapi ujung-ujungnya minta imbalan…

segitunya orang indonesia tuh…

sekali peluncuran radiosonde ini, fyi, biayanya jutaan. 10 juta gitu kata si bapaknya kalo ga salah. dengan harga satu radiosonde nya sekitar 4jutaan. dan dalam sehari, seharusnya, agar bisa memprediksi cuaca dengan akurat, radiosonde diluncurkan 4 kali sehari. tapi gara-gara keterbatasan dana (kita tau sendiri lah, di sini kalo duit buat riset-riset dan semacamnya tuh susah, nggak kaya bikin-bikin mall) jadinya di sini radiosonde cuma diluncurkan 2 kali sehari.

biar cuma 2 kali, tetep aja kan mahal? apalagi dengan kelakuan “minta imbalan” itu. jadinya direlain aja radiosonde yang udah terbang tuh…

padahal yang tipe ini, kalo udah diluncurin, jatoh, dan ketemu lagi, masih bisa dipake. beda sama pendahulunya yang emang cuma sekali pake

radiosonde jadul

jadi sekali lagi, mohon dengan sangat, kalo kejatuhan radiosonde mohon dikembaliin ke kantor BMKG setempat yak. jangan terlalu itung-itungan lah. apa ruginya berbuat baik sih? toh data-data yang diambil sama radiosonde ini buat kita juga :)

Smoothing dan Estimasi (Interpolasi dan Ekstrapolasi) Data Klimatologi

SMOOTHING

  • Metode Smoothing merupakan salah satu jenis teknik yang digunakan dalam analisis time series (runtun waktu)
  • Smoothing digunakan untuk meniadakan sekecil mungkin noise

Ada beberapa macam smoothing, salah satunya adalah exponential smoothing

  • Exponential smoothing adalah suatu metode peramalan rata -rata bergerak yang melakukan pembobotan menurun secara eksponensial terhadap nilai observasi yang lebih tua (Makridakis, 1999).
  • Salah satu metode exponential smoothing ialah Single Exponential Smoothing. Nilai ramalan dihasilkan dengan menggunakan persamaan

  • Untuk meramal t periode ke depan, digunakan smoothing konstan dengan Konstanta smoothing (α) = 0.1 dan F1 = X1

Contoh:

 

  • Nilai ramalan untuk periode ke -7 dapat dihitung sebagai berikut

Keep reading

my.seruu.com
Kembali, 29 titik panas di Jambi Terpantau

Seruu.com- Sebanyak 29 titik panas kembali terpantau di Jambi melalui satelit Terra Aqua, Minggu (5/7), jumlah ini menurun dibandingkan pantauan Sabtu yang mencapai 35 titik.

Berdasarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi, dari Minggu pukul 07.00 WIB, titik panas paling banyak terpantau di Kabupaten Muarojambi, yakni sebanyak 14 titik.

Prakirawan BMKG Jambi, Dian Anggraini, Minggu, merincikan, 29 hotspot tersebut tersebar diantaranya di Kabupaten Muarojambi 14 titik, Kabupaten Sarolangun empat titik, Tanjabtim enam titik dan Tebo lima titik.

“14 di antaranya angka kepercayaannya di atas 70 persen,” kata Dian di Jambi.

Meski belum bisa dipastikan apakah titik panas itu lahan atau hutan yang terbakar, namun angka confiden di atas 70 persen ada indikasi terjadi kebakaran. [ant]

my.seruu.com
Diselimuti asap kiriman Sumsel dan Jambi

Seruu.com- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyatakan Provinsi Riau diselimuti asap kebakaran hutan dan lahan yang berasal dari Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi.

“Kondisi Riau diselimuti kabut asap tipis pada malam dan pagi hari. Ini asap kiriman dari Sumatera Selatan dan Jambi yang beberapa hari terakhir ini juga terjadi kebakaran,” kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin, di Pekanbaru, Sabtu.

Ia mengatakan asap dari kedua provinsi tersebut terbawa angin yang berhembus dari Selatan ke Barat dengan kecepatan 05–15 knots atau setara 09–29 kilometer per jam. Bahkan, di Kota Pekanbaru asap sudah menyelimuti sejak Jumat malam (3/7) yang membuat jarak pandang menurun drastis.

Kondisi asap kiriman ini, lanjutnya, akan diperparah dengan asap yang berasal dari kebakaran di sejumlah daerah di Riau. Pada Sabtu pagi ini Kota Dumai juga diselimuti asap dengan jarak pandang menurun tinggal satu kilometer, sedangkan Kota Pekanbaru, Pelalawan dan Rengat diselimuti asap tipis dengan jarak pandang berkisar 3-5 kilometer. Meski begitu, kondisi asap dinilai belum mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Kondisi polusi asap berdasarkan penghitungan alat indeks standar pencemar udara (ISPU) di enam daerah di Riau menunjukan kualitas udara terus menurun ke level “Sedang”.

Dengan melihat pola pergerakan angin, kemungkinan asap mencapai Semenanjung Malaka untuk mencemari Singapura dan Malaysia semakin tinggi peluangnya, apabila tindakan antisipasi tidak segera dilakukan untuk memadamkan kebakaran lahan dan hutan.

“Penanganan kebakaran tidak bisa hanya di Riau saja karena kebakaran di daerah lainnya juga bisa mengirimkan asap sampai ke negara tetangga,” kata Sugarin.

Ia mengatakan peluang kebakaran masih tinggi karena kemarau yang membuat temperatur udara maksimal bisa mencapai 34 derajat dengan kelembaban 97 persen.

Berdasarkan pantauan Satelit Terra dan Aqua terakhir pada pukul 07.00 WIB menunjukan bahwa di Pulau Sumatera terdapat 36 titik panas (hotspot). Jumlah paling banyak adalah di Jambi dengan 11 titik, kemudian Riau 10 titik, Sumsel sembilan, Aceh dan Lampung masing-masing dua titik, serta Sumatera Utara dan Sumatera Barat masing-masing satu titik.

“Dari 10 hotspot di Riau, lokasinya paling banyak di Kabupaten Indragiri Hulu ada tujuh titik,” katanya

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edward Sanger, mengatakan upaya pemadaman dengan teknologi modifikasi cuaca (TMC) akan terus dilakukan karena mulai terlihat membuahkan hasil. Menurut dia, penyemaian awan dengan garam yang dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) itu sudah menghasilkan hujan disejumlah wilayah pada Sabtu dini hari seperti di Kota Dumai dan Kabupaten Pelalawan. []

Syd- og Sønderjylland ramt af varmebølge

Syd- og Sønderjylland er nu officielt ramt af en varmebølge.
Det konkluderer Danmarks Meteorologiske Institut (DMI), efter at gennemsnitstemperaturen tre dage i træk har været over 25 grader i halvdelen af arealet i det syd- og sønderjyske.
En varmebølge indtræffer netop, når den gennemsnitlige temperatur målt over tre dage overstiger 25 grader. Og det har altså været tilfældet i Syd- og Sønderjylland, skriver dmi.dk.Klimatolog Mikael Scharling forventer, at flere regioner følger trop med varmebølger de kommende dage, hvor varmen kulminerer.

BMKG Menyatakan Ada 11 Titik Api di Wilayah Aceh

BMKG Menyatakan Ada 11 Titik Api di Wilayah Aceh

Okeebos.com, Lhokseumawe – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang Banda Aceh menyatakan, ada 11 hot spot (titik api) yang terpantau di wilayah Aceh, sebagai akibat menyusul kenaikan suhu udara yang mencapai 36,4 derajat celsius.

Prakirawan BMKG Blang Bintang Nasrul kepada wartawan di Lhokseumawe, Kamis mengatakan, titik api tersebut tersebar di beberapa wilayah Aceh.

Mas…

View On WordPress

BMKG Pekanbaru Pantau 182 Hotspot

BMKG Pekanbaru Pantau 182 Hotspot

Pekanbaru – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak 182 titik panas (hotspot) sebagai indikasi awal kebakaran lahan dan hutan yang terdeteksi Satelit Terra dan Aqua di Pulau Sumatera, Minggu.

“Sebagian sebaran titik panas terpusat di Provinsi Riau yang terdeteksi pada pukul 05.00 WIB,” kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin, di Pekanbaru.

Ia…

View On WordPress

my.seruu.com
BMKG Pantau 182 Titik panas

Seruu.com– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak 182 titik panas (hotspot) sebagai indikasi awal kebakaran lahan dan hutan yang terdeteksi Satelit Terra dan Aqua di Pulau Sumatera, Minggu.

“Sebagian sebaran titik panas terpusat di Provinsi Riau yang terdeteksi pada pukul 05.00 WIB,” kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin, di Pekanbaru.

Ia menjelaskan, terdapat 10 kabupaten dan kota yang menyumbang titik panas di Provinsi Riau, dimana Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hilir merupakan daerah penyumbang titik panas terbanyak dengan masing-masing 24 dan 18 titik panas.

Selanjutnya, menurut dia, daerah penyumbang titik panas yang cukup signifikan, yakni Kabupaten Bengkalis dengan sembilan titik panas dan Kabupaten Indragiri Hilir dengan enam titik panas, diikuti Kota Dumai dengan lima titik panas.

Sementara itu, lanjutnya, Kabupaten Siak dan Indragiri Hulu masing-masing teredeteksi tiga titik panas. Selanjutnya Kuantansingigi, Meranti dan Kampar masing-masing menyumbang satu titik api.

Sugarin menjelaskan untuk tingkat keakuratan diatas 70 persen atau yang mengindikasikan kemungkinan terdapat titik api terdeteksi di delapan Kabupaten/Kota yakni Pelalawan, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kota Dumai, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan Kampar.

“Secara total terdapat 39 titik api yang terdeteksi di delapan daerah. Jumlah titik api terbanyak terdeteksi berada di Pelalawan dan Rokan Hilir dengan masing-masing terdeteksu sebanyak 12 dan 10 titik api,” jelasnya.

Di Bengkalis terdapat enam titik api, Siak dan Dumai masing-masing tiga titik api. Selanjutnya, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir terdeteksi dua titik api serta Kampar dengan satu titik api.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), menurut dia, telah berupaya memadaman kebakaran hutan dan lahan di Riau melalui mekanisme hujan buatan, akan tetapi hal tersebut urung dilakukan karena cuaca panas dan kering yang melanda Riau menyebabkan proses hujan buatan tidak mudah. [ant]

BMKG : Getaran di Natuna Fenomena Tak Lazim

BMKG : Getaran di Natuna Fenomena Tak Lazim

Natuna Block. (pertamina.com)

Tanjungpinang – Getaran berkekuatan 2-3 skala Modified Mercalli Intensity yang mengguncang Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, merupakan fenomena yang tidak lazim, kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang Hartanto.

“Natuna bukan jalur gempa. Tidak ada pula gunung api, karena itu getaran tersebut tidak lazim terjadi,” tambahnya di…

View On WordPress

my.seruu.com
Cuaca Buruk, BMKG Batam Minta Pengguna transportasi laut Waspada

Seruu.com- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Batam mengingatkan pengguna transportasi laut untuk berhati-hati terhadap arus laut yang relatif kuat di wilayah perairan Bintan, Lingga dan Natuna dan Anambas pada Minggu.

Prakirawan BMKG Batam Rizki Adzani mencatat arus laut mencapai 70 cm per detik dengan gelombang laut 1,5 meter. Cuaca di Kepri secara keseluruhan berawan dan berpeluang terjadi hujan ringan yang bersifat lokal.

Pola belokan angin di wilayah Kepri mengakibatkan massa udara yang melewati Kepri melambat hingga berpotensi menimbulkan awan. Namun, kelembaban udara yang relatif rendah di lapisan atas kurang mendukung pertumbuhan awan konvektif.

“Kondisi ini masih kondusif untuk aktifitas transportasi darat dan udara,” kata Rizki dalam laporannya.

BMKG memprakirakan cuaca wilayah Kota Batam pada Minggu pagi hingga malam berawan. Kecepatan angin diprakirakan lima sampai 32 kilometer per jam arah tenggara.

Suhu udara di Batam antara 26 sampai 32 derajat Celcius dengan kelembaban 60 sampai 86 persen. Sedangkan gelombang laut di perairan Batam diperkirakan 0,8 sampai 1,3 meter.

Sama dengan Batam, cuaca di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan pada Minggu pagi hingga malam berawan. Kecepatan angin diprakirakan lima sampai 36 kilometer per jam.

Suhu udara Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan antara 25 sampai 33 derajat Celcius dengan kelembaban 61 sampai 94 persen, sedangkan gelombang laut di perairan Pulau Bintan diperkirakan 0,8 sampai 1,5 meter.

Enam Titik Panas di Riau, Paling Banyak di Siak

Tags :

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Pekanbaru mendeteksi enam titik panas di Riau.


Tanggal : June 27, 2015 at 11:16AM
Penulis :
By : Tribunnews.com
Baca selengkapnya di :
Sumber Berita

Anda sedang membaca berita tentang “Enam Titik Panas di Riau, Paling Banyak di Siak”
tobasatu.com
Debu Vulkanik Gunung Sinabung Ancam Kota Medan.

tobasatu, Medan | Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) 1 Wilayah Medan, Sunardi mengatakan debu vulkanik yang berasal dari Gunung Sinabung saat ini sedang mengarah ke Kota Medan dan sekitarnya.

“Benar, debu vulkanik yang berasal dari Gunung Sinabung mengarah ke Medan dan sekitarnya,” kata Sunardi di Medan, Rabu (24/6/2015). Penyebab abu vulkanik mengarah ke Medan, kata Sunardi, karena arah angin tenggara di Provinsi Sumut berbelok ke arah barat daya sehingga membawa debu vulkanik ke arah Kota Medan.

“Itulah penyebab abunya ke arah Medan. Untuk berapa lamanya, tergantung perubahan arah anginnya,” tambahnya. Dikatakannya, secara umum cuaca masih tetap berawan menuju panas berkisar 34-35 derajat celsius. Namun masih ada hujan bersifat lokal di Kota Medan dan sekitarnya.

“Fenomena alam kita saat ini di Sumut cukup luar biasa. Kita yang saat ini bekerja di BMKG semakin eksta mengamati perubahan cuaca yang terjadi,” akui Sunardi.

Terpisah, pengamat kesehatan Sumut DR Dr Umar Zein DTMH H SpPd KPTI mengatakan, abu vulkanik yang dimuntahkan Gunung Sinabung dan terbawa angin hingga menebar kemana-mana membahayakan bagi tubuh manusia. Dokter spesialis penyakit tropik dan infeksi ini menyatakan, debu tersebut dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti penyakit saluran pernafasan, kulit dan mata.

“Selain menyebabkan polusi udara, debu vulkanik baik yang halus dan kasar dapat menyebabkan iritasi mata, infeksi saluran pernapasan dan sangat berbahaya bagi penderita asma. Bahkan, bisa memicu datangnya asma dan kanker kulit,” katanya.

Menurut Umar Zein, abu vulkanik atau pasir vulkanik atau jatuhan piroklastik berupa bahan material vulkanik jatuhan yang disemburkan ke udara saat terjadi erupsi, sangat bervariatif. “Ada yang mengandung batu-batuan serta pasir halus dan kasar. Semuanya sangat berbahaya bagi kesehatan,” ujarnya.

“Pada anak-anak akan lebih parah dampaknya, karena daya tahan tubuhnya lebih rendah dibandingkan orang dewasa,” ungkapnya. Untuk itu, Umar mengimbau masyarakat agar menggunakan masker dan kacamata, seperti kacamata renang yang bisa menutupi seluruh mata. “Sebaiknya juga menggunakan baju yang menutupi seluruh tubuh,” imbaunya. (ts-11)

At Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika - BMKG

Cari takjil ._. – at Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika - BMKG – See on Path.

Upss.. Suhu Panas di Medan Capai 36 derajat

Upss.. Suhu Panas di Medan Capai 36 derajat

(Foto : theguardian)

Medan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan suhu di Kota Medan dan sekitarnya dapat mencapai 36 derajat celsius pada pekan pertama bulan Ramadhan.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan Lestari Purba di Medan, Senin, mengatakan, suhu yang mencapai 36 derajat celsiun itu akan berlangsung hingga akhir Juni 2015.

“…

View On WordPress