keukenhof tulip garden

instagram

mustdotravels Keukenhof, also known as the Garden of Europe, is one of the world’s largest flower gardens. It is situated in Lisse, the Netherlands

flickr

Blinded with Colour by Tony
Via Flickr:
How many tulips does it take to mke a display? In Keukenhof that number can run into millions.

Amsterdam

This past weekend was my first time visiting a European country other than France (I mean, I guess Monaco counts, but not really). 
I completely fell in love with the architecture with its mix-n-matched appearance while still maintaining a fluid color combination throughout the whole city. 

The most noticeable difference was in the language. As soon as our plane landed, I habitually found myself saying “merci” and “pardonne” to the people around me… then realizing that this was completely unnecessary - everyone spoke English! Waiters and business owners immediately greeted us with a “hello” and everywhere along the streets I overheard conversations that I could completely understand for once. Of course, there was a huge mix of languages around us, but English was certainly the standard. I realize that Amsterdam is an incredibly touristy city, but then.. so is Paris. Even in Parisian museums or areas that are solely known for their tourism, you will always be greeted with a “bonjour” and sent off with an “au revoir”. In Amsterdam, I rarely heard dutch and when I did it was quickly translated into English. I’m not sure whether I like this more or less, but it was a weird feeling to be in a completely new country and yet feeling slightly more comfortable speaking to anyone around me.

We walked from the train station to our hostel, taking the extremely scenic route. It didn’t take long to realize just how much the culture here is surrounded by biking. Bikes literally everywhere. Tons of bike lanes and stoplights specifically for bikers. The three of us rented some from Mikes Bike Tours and spent the next few hours biking around to Vondelpark, the city center around the canals, and the I AMsterdam sign. Its been a shamefully long time since I’ve ridden a bicycle and I had such an amazing time seeing the city this way. Honestly, if you’ve been to Amsterdam and you didn’t ride a bike.. you did it wrong. 

We also made our way to Bloemenmarkt, the world’s only floating flower market. I ended up buying a bag of tulip bulbs and a packet of sunflower seeds, which I’m pretty anxious to plant. I would love to revisit The Netherlands in spring to see Keukenhof, the giant tulip gardens. 

We only spent two days here, but I really enjoyed walking around this beautiful city. We visited some museums, including the Anne Frank House, stopped in a few local bars, and checked out the red light district.. which was so different than anything I’ve experienced before. I would love to come back again at some point in my life. 

Next stop: London!

xx

#UNSTOPPABLE 10 : Iqro’

Semoga suatu hari buku Menata Kala, bisa foto disini ya!

“Dalam sisa hidup aku, setidaknya aku punya waktu untuk baca 1500 buku

“What? Gimana cara hitungnya?”, seorang teman saya bertanya padanya.

“Dari usiaku yang sekarang dan kemungkinan usia kita seperti nabi Muhammad. Dengan kecepatan baca 2 menit perhalaman, dan minimal jumlah halaman perbuku ada 200 halaman. Maka ya itu, aku punya waktu untuk baca 1500 buku dalam hidupku. Eh, tapi itu ngitungnya sudah 2 tahun yang lalu. Kalau sekarang sudah berkurang kesempatan bacanya.”

Begitulah percakapan singkat saat diskusi sore bersama teman-teman yang unik. Setiap orang adalah misteri. Satu dua pertanyaan seperti kunci yang bisa membuka satu dua misteri itu juga. Saya selalu tertarik dengan personal story seseorang. Sebab dengan mendengar cerita-ceritanya maka akan sangat membantu saya untuk mengingat dan tentunya untuk belajar. Entah kenapa, mendengar cerita perjalanan hidup seseorang selalu menyenangkan, bisa belajar hal-hal baru yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Sampai-sampai ingin jadi seperti oprah aja. Tapi, jangan kebanyakan mimpi, nis! Selesain dulu mimpi-mimi yang wacana itu, hmmhmmm.

Oke lanjut yaa…jadi apa yang saya temukan  dari dari diskusi sore itu?

1. Rekor terbaik teman saya dalam membaca buku adalah sebanyak 17 buku selama 2 bulan. Waktu itu dia sedang magang disebuah perusahaan, jadilah dia punya banyak waktu untuk membaca. Membaca buku bukan diwaktu luang saja, tapi memang harus meluangkan waktu khusus untuk membaca. Hmm, jadi berfikir, kalau menunggu waktu luang, ya paling hanya seperti saya, sebulan paling banyak itu baca 3 buku. Itupun sudah paling maksimal.

2. Buku-buku yang kita baca sedikit banyak akan membentuk diri kita. Secara sadar atau tidak, apapun yang kita baca akan tesimpan dalam memori. Selama ini saya juga baru sadar. Ternyata buku-buku yang saya baca adalah buku-buku yang sedang ngetrend dilingkaran pertemanan saya. Misalnya, saat seorang teman bilang, buku A bagus, maka saya baru tergerak untuk membacanya. Atau saat seorang teman memberikan buku-buku, maka saya akan sangat senang membacanya.

Tapi beda dengan teman saya ini, dia membaca buku berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam dari dirinya sendiri. Nah, untuk menemukan jawabannya sampai tuntas, maka dia akan mencari jawaban dari buku-buku. Self-question lead to read some books.

“Kalau kamu baca buku yang sama dengan teman-temanmu, apa bedanya kamu dengan dia? Kalian enggak bisa sharing, buat apa sharing suatu hal yang sama”.

Hmm….bener juga. Tapi terkadang kalau pernah baca buku yang sama, bisa membuat pertemanan akan lebih akrab. So, lebih baik, kalau ditanya buku-buku yang lagi ngetrend di lingkaran pertemanan, kita paham. Lalu kita juga menyediakan waktu untuk baca buku-buku yang diluar itu. Agar bisa sharing hal yang berbeda ke teman-teman lain.

3. Selain baca buku, sangat baik untuk menambah bacaan lain melalui media online. Misalnya di The Huffington Post, The New York Times, New Republic, Jakarta Post dan semacamnya. Terus, Productivemuslim.com dan lainnya menurut kebutuhan. Memilih bahan bacaan itu seperti memilih makanan, maka pilihlah yang baik-baik. Apa yang kita konsumsi, maka akan sangat mempengaruhi bagaimana kita menjalani hidup.

4. Kalau ingin baca buku, lebih baik beli buku sendiri. Karena buku itu ibarat teman. Tapi kalau mau berhemat, enggak apa-apa pinjam aja. Semoga esok lusa bisa beli buku juga. Buku itu investasi, jadi enggak akan rugi kok, inshaAllah.

Tenyata ada 4 kesimpulan dari diskusi sore itu. semoga semakin seneng baca buku, ya. So, dari pada galau enggak jelas, mending baca buku saja.

Iqro’.  Bacalah, bacalah dengan nama tuhanmu. Seperti firman Allah yang pertama.

Jangan lelah menuntut ilmu, jangan malas membaca. Semangat!

Bandung, 07 Juni 2017

Foto oleh kak @avinaninasia di Keukenhof, The Tulip Garden, Holland.