kesalahan fatal

Pada akhirnya aku sadar, kau lebih kucintai daripada aksara dan menulis itu sendiri. Tak heran setelah kau benar-benar hilang dari rongga dada, kata-kata seolah balas dendam dan tak mau mampir di benak. Dan itu kesalahan fatal yang harus kutebus begitu mahal. Kurasa, aku harus meminta maaf dan memperbaiki apa yang salah sejak awal; belajar mencintai kata sebelum menjadikan manusia atau benda sebagai sumbernya.
RENUNGAN BAGI GENERASI YANG LAHIR DI PERSIMPANGAN SEJARAH

Renungan bagi kita, generasi yang lahir di persimpangan sejarah; dunia sedang tidak baik-baik saja, dan kita anggap segalanya berjalan biasa, tentu itu sebuah kesalahan fatal. Maka pastikan segala pekerjaan & talenta yang kita punya menjadi ‘bahan bakar’ untuk terus berjalannya kereta dakwah agar makin cepat lajunya.

Jika kita tak memberikan yang terbaik yang kita miliki, mudah bagi Allah tuk menggeser peran kita dan menggantikannya dengan kaum yang lain. Sebagaimana sejarah berjalan tanpa sedetikpun berhenti, mengabarkan lirih pada kita; telah banyak umat dihempas karena meremehkan amanah.

Allah akan memberikan masa jaya bagi siapapun -berimankah atau tidak dia- jika syarat kejayaan memang mereka kantongi. Istimewanya umat Islam adalah, jika syarat kejayaan telah mereka kantongi SEBAGIAN, Allah dengan Kemahakuasaan-Nya akan MENYEGERAKAN kemenangan dengan gemilang.

Sebab Allah menjadikan Umat ini dalam segala ikhtiarnya adalah generator untuk membuka gerbang kejayaan, SEKALIPUN BELUM SEMUANYA TERGENAPI. Maka dari itu, begitu mudah bagi Allah -dalam banyak ayat-Nya- ketika kita beristighfar, Dia kan turunkan kemakmuran dan kesejahteraan.

“Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula di dalamnya untukmu sungai-sungai.” (Nuh : 10-12) Padahal hanya dimulakan dengan istighfar, maka semua kemakmuran bermula.

Maka mari kita perhatikan; apa checklist syarat kejayaan yang telah dan harus kita genapi. Saatnya beralih dari masalah remeh & terus fokus. Namun pada akhirnya, mari mengingat; tugas kita bukan memaksakan diri menjadi pemetik buah kemenangan. Pekerjaan kita adalah berjuang. “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu” (At Taubah 105)

@edgarhamas

Kesalahanmu yang pertama adalah kamu mengenalnya, hingga kau menjadi dekat dengannya. Kesalahan selanjutnya adalah kamu mencintainya, hingga kau menaruh harapan untuk memilikinya. Kesalahan berikutnya adalah kamu memberitahunya bahwa kamu mencintainya, hingga ia berbuat sesukanya. Kesalahan yang paling fatal adalah kamu sudah terlanjur menjatuhkan hatimu sejatuh-jatuhnya, hingga berapa kalipun ia membuatmu terluka kau tetap selalu memaafkannya.
—  Terlanjur sudah
Jika Salah

Jika niatku salah, maka beri tahu. Agar aku bisa memperbaikinya.

Jika tujuanku salah, maka tunjukkan kemana seharusnya aku melanjutkan perjalanan.

Jika caraku salah, maka tegurlah. Agar tidak lebih banyak lagi kesalahan yg berujung fatal.

Jika menurutmu aku salah, bicaralah. Jangan dengan diam saja aku menafsirkan kesalahan-kesalahan sendiri. Bantu-lah aku untuk menjadi orang baik.