kereta ekonomi

7

Perjalanan Jakarta Malang

Whopssssss, manfaatin Hari Raya Waisak saya cus ke Malang dan Surabaya menggunakan kereta api, ya niatnya sih pengen short escape dan menjauh sementara dulu dari Jakarta.

Saya Pergi dari Station Senen Jakarta dengan Kereta Ekonomi(Majapahit) yang ini pertama kalinya trip dengan kereta dengan membutuhkan waktu 15 hours. let’s try the train!!

Masuk ke dalam kereta ternyata buat saya takjub, it’s beyond my expectation dikarenkan harga kereta ekonomi mudah terjangkau dengan fasilitas yang cukup bagus. AC, colokan listrik(this’s very important for me because i need to charge my Phone full) , Kamar mandi yang cukup bersih yah even though kursi tempat duduknya tegak banget jadi saya bawa bantal tambahan dan pasmina buat tidur :D

I feel so comfortable with the atmosphere karena bisa ngobrol dengan orang-orang yang duduk di kereta, berbagi cerita mengenai kerjaan dan pembicaraan-pembicaraan ringan( somehow have a convertation with strangers itu seru, you will get new knowledge from them).

Station Cirebon adalah station pemberhentian pertama dan disini kereta cukup berhenti lama. Saya langsung ngibrit turun kebawah (one of my bucketlist bisa makan nasi rames di setiap pemberhentian karena rasanya pasti punya keunikan masing-masing).

Teranyata Station yang lain cuma berhenti bentar-bentar doang jadi saya memutuskan untuk tidur.

“Sweet pea
Apple of my eye
Don’t know when and I don’t know why
You’re the only reason I keep on coming home” 

Sweet Pea by Amos Lee was playing on my spotify when I wake up dan ternyata kereta sudah sampai di Station Blitar, saya bergergas keluar sambil bawa kamera favorite Saya. Sesampainya keluar kereta saya happy liat station yang sepi, bersih dan sejuk sehingga saya bisa menyempatkan foto-foto (terimakasi untuk mas2 yang saya mintain untuk fotoin saya layaknya model kereta api :D )

Saya menghabiskan 2 jam perjalanan dari Station Blitar menuju Malang, dan saya gak pernah bosen karena pemandangannya cukup buat saya amaze. Gunung, dataran hijau, sawah, dan juga perumahan masyarakat sekitar. anddd after spent 15 hours finallyyyy I arrive at Malang Station( Malang Kota). Langsung cari rombongan teman-teman yang udh smpe duluan. cuss ..

Dalam perjalanan kereta Taksaka menuju Jogja, pria itu menatap kosong ke jendela. Perjalanan ini penting baginya sebagai tanda bakti terakhir bagi ibunda. Tadi pagi ia ditelepon. Dari Jogja. Bahwa ibunda telah tiada.
Pria itu menyeka air matanya. Dalam deru suara kereta dan dengkur suara penumpang di belakangnya, ia membuka isi tas punggungnya. Dikeluarkan Al Quran di dalamnya. Dipegangnya. Erat.
Ia teringat akan masa kecilnya bersama ibunda di kereta. Dalam ramainya kereta ekonomi Jabodetabek, ia dan ibunda berdiri. “Nak,” kata ibunda, “pegangan yang kencang ya sama tangan ibu. Kalau tidak nanti kamu terjatuh.”
“Iya, Ibu.”
“Ibu,” panggil si kecil.
“Ya nak?”
“Kenapa ibu sering memegang Al Quran?” tanyanya.
“Nak, dunia ini sama seperti kereta. Jalannya kencang. Kencang sekali. Ibu perlu pegangan, sama seperti kamu. Biar ga terjatuh.”
Dalam perjalanan kereta Taksaka menuju Jogja, pria itu mendengkur seperti suara penumpang di belakangnya. Dengan Al Quran di dalam genggamannya. Erat.