kejahilan

Andai kita diberi pilihan,

mahu sahaja kembali pada masa lalu, mengubah yang cela menjadi mulia.

Mahu sahaja kita memperbaiki yang lemah menjadi perkasa.

Mahu sahaja menukar kejahilan kepada bijaksana.

Tetapi sayangnya,

Semua itu telah ditulis takdirnya. Yang hanya diulit di layar kenangan, singgah di mata, hinggap di minda, terkesan di jiwa.

Tercalit rasa bangga, terbuang rasa hampa. Moga perjalanan hadapan ada sirna. Yang kelam bakal cerah akhirnya.

Kejahilan penyebab rumah tangga goyah

Kejahilan penyebab rumah tangga goyah

MENERUSI pengalaman saya memberi khidmat nasihat kekeluargaan, ada pasangan yang setiap tahun hanya berhari raya di rumah keluarga suami kerana suami menggunakan kuasa vetonya. Suami juga sering menggunakan alasan yang syurga isteri terletak di kaki suami dan syurga anak lelaki di kaki ibunya atau tanggungjawab anak lelaki tidak berakhir dengan perkahwinan, sedangkan tanggungjawab anak perempuan…

View On WordPress

Kalau tak mampu tunjukkan kebaikan, baik dari lisan, perbuatan, tulisan atau di Twitter sekalipun, usah ditunjukkan pula jalan jalan kejahilan.
Re: SURAT KALENG

Kemarin, saat aku tergeletak lemas setelah seharian membanting tulangmerayakan ulang tahun eyangku satu-satunya yang ke-85, aku mendapati sebuah surat kaleng dari @poscinta dengan namaku di dalamnya.

Kalau kamu follow atau stalk akun twitterku, maka kamu tau respon awalku saat membaca surat ini. Freaking out mungkin hiperbola, karena sesungguhnya yang aku rasakan pertama kali adalah kemarahan yang membara.

Kenapa? Karena aku tebak, surat ini hanya sekedar keisengan pembunuh waktu luang bagi seseorang. Dan untuk menciptakan kejahilan seperti ini, dibutuhkan tenaga, waktu dan pikiran jahat yang tidak biasa. Orang macam apa yang tega menulis surat semacam ini dan mengalamatkannya pada fakir asmara semacam aku? Orang jahat, jawabannya.

Tapi salah seorang teman bilang aku terlalu berprasangka buruk, bahwa bisa jadi surat kaleng ini bukan wujud usil tapi sebuah bentuk kejujuran. “You rili rili deserve to be loved,” katanya.

Jadi, aku menghela napas panjang dan mengakui bahwa respon pertamaku bisa jadi adalah insekuritasku yang menampakkan diri. Mungkin memang aku pantas disukai. Dari jauh. Dengan surat kaleng sebagai medianya.

Ada beberapa pertanyaan yang ditulis di surat kaleng itu, lengkap dengan numbering, seakan tak ingin aku melewatkan setiap pertanyaan dan menjawab setiap kalimat tanya dengan jelas. Aku ingin membalas dan meluruskan beberapa hal kepada si pengirim surat kaleng yang menamai dirinya yang (dulu) suka aku, yang selanjutnya akan kusebut YDSA, namun apa daya, dia mengirimiku surat kaleng tanpa nama dan alamat pengirim.

Tapi, dengan semangat perubahan untuk membuktikan bahwa aku tidak rendah diri di bidang taksir-menaksir dan percintaan, serta untuk menunjukkan bahwa aku tidak ‘dingin’ seperti yang teman-temanku katakan, kuputuskan untuk mendedikasikan entri ini sebagai surat balasan untuk YDSA, dengan kalian, penghuni tumblr, sebagai saksi.

[throat-clearing]

­            Dear YDSA, apabila surat ini adalah prank darimu, I swear to God I will hunt you down and shove your dick down your throat if you’re a male, or I will cut your every finger with a chainsaw and feed it to my cats if you’re a girl.

Now, having said that, I will try to be more civilized until the end of this letter.

[deep inhale, exhale]

Halo, YDSA. Taukah kamu bahwa sekarang menyusun kalimat dalam bahasa Indonesia terasa sulit bagiku? Terdengar belagu, ya. Memang. Muka default aku aja juga belagu. Tapi karena kamu sepertinya sangat tau aku, maka kamu pasti juga tau bahwa aku tak bermaksud belagu. Anyway, aku balas suratmu per paragraf ya? Karena aku tak ingin melewatkan setiap pernyataan dan pertanyaan darimu.

Halo Rindang,
Umm harus kumulai dari mana ya.. Kamu apa kabar? Baik? Semoga begitu ya.

Halo, YDSA. Alhamdulilah keluargaku sehat, aku tidak kelaparan dan senantiasa bahagia, jadi bisa disimpulkan aku berkabar baik.

Kamu pasti tak akan menduga akan mendapat surat dengan cara begini kan? Perlu kamu tau, sebelumnya aku sudah pernah mengirim surat seperti ini untukmu 2 tahun lalu, tapi mungkin  karna tukang posnya tersesat di hutan Mijen jadi tak sampai tujuan hahaha.  Maaf ya kalau surat ini acak-acak dan tak terstruktur, masiv dan sistematis, habis aku tak pandai menulis seperti kamu. Anyway terkadang aku suka baca-baca tumblrmu lho, tulisanmu bagus, mungkin suatu saat kamu bukan hanya  pembaca novel tapi menjadi seorang penulisnya. Amin.

Dugaanmu benar, YDSA. Aku tak pernah menduga aku akan mendapat surat kaleng seperti ini. Wah, benarkah? Jadi, 2013 ya? Mungkin tukang posmu tak menemukan rumahku di Google Maps lalu menyerah. Tak kumaafkan karena tak ada yang perlu dimaafkan. Terima kasih, YDSA. Aku suka kamu suka baca-baca tumblrku. Semoga kamu membaca surat ini, ya.

Bagaimana kesibukanmu ndang? Aku kangen ngobrol dengan kamu, sekedar bertukar cerita seru, mengadu atau hanya mendengarmu berkeluh kesah. Walau terkadang seringnya aku bercerita dan kamu mendengar karna mungkin kamu tau aku memang lebih membutuhkan pendengar.

Aku tak terlalu sibuk, hariku hanya diisi dengan revisi skripsi dan ngelesin, maka dari itu aku bisa membalas surat kalengmu. Wah, jadi kita sering mengobrol ya? Semoga aku merupakan pendengar yang baik untukmu. Siapakah kamu, YDSA? Pria atau wanita? Teman SD, SMP, SMA, atau kuliah? Atau mungkin kencan kopi daratku? Beri aku petunjuk.

Hei ndang, sebenarnya ada beberapa hal yang ngin aku tanyakan:
1.     Kenapa lebih sering hangout sama cowok2 instead of cewek2?
2.     Adakah dari mereka yang ternyata jatuh hati?
3.     Kenapa susah sekali move on dari “dia”?

Hei YDSA, aku ingin menjawab pertanyaanmu.

1.       Hal ini sudah pernah aku bahas di panjang lebar di tumblr duluuu sekali. Klik disini. Tapi harus diingat bahwa bukan berarti aku tak mau berteman dengan manusia berjenis kelamin perempuan, karena pada kenyataannya sahabat terdekatku kebanyakan gadis-gadis bertalenta dan berhati mulia. Anggap saja kesabaranku tak sebanyak kesabaran cewek lain dalam menghadapi cewek-cewek pada umumnya. Itulah sebabnya mengapa aku lebih suka nongkrong dan ngobrol dengan laki-laki.

2.      Hm.

        Entahlah.

        Mungkin?

       Why don’t you tell me?

3.      Sebenarnya, YDSA, aku senang kamu menanyakan hal ini. Jadi aku punya alasan untuk menulis tentang ke-move-on-an-ku.

Dengan menyebut “dia”, aku berasumsi kamu sedang membicarakan mantan pacarku yang juga teman sekelasku SMA. Apa tebakanku benar? Dari mana kamu tau tentang “dia”? Apa kita bersekolah di SMA yang sama? Atau aku pernah bercerita tentangnya padamu? Siapakah kamu, wahai YDSA?

Susah move on. Menurutmu sekarang aku susah move on? Atau dulu? Apakah kamu tau apa yang terjadi antara aku dan “dia” dulu? Apakah kamu tau apa yang terjadi padaku dan “dia” sekarang? Aku tebak, kamu tak tau jawaban atas pertanyaanku yang terakhir. Kalau kamu tahu, kamu tak akan mengajukan pertanyaan ini. Sekarang tahun 2015, YDSA. Kenapa, dari sekian banyak pertanyaan yang bisa kau ajukan, setelah sekian lama, pertanyaan ini yang kamu pilih?

Tapi aku akan tetap menjawab pertanyaanmu because I said I would. Kalau kamu pernah mengirimkan surat padaku 2 tahun yang lalu, walau entah apa isinya, kusimpulkan bahwa kita sudah lama kenal dan kenal baik satu sama lain. Kenapa susah move on? Jujur, YDSA, aku lupa kapan hubunganku dengan “dia” berakhir. Sepertinya 2011. Atau 2012. Entahlah. Tapi harus kuakui selama beberapa saat aku seakan berhenti hidup karena rasa sakit yang mendalam, karena perasaan dikhianati, dibohongi and all that. Maklum, anak menye. Tapi aku serius tentang bagian ‘beberapa saat’. Bukankah wajar kalau seseorang butuh waktu untuk beradaptasi setelah keluar dari sebuah hubungan?

Masalahnya, YDSA, orang lain tak berpikir demikian. Kamu tau ada beberapa orang yang dengan senang hati berpacaran tanpa perasaan karena tak mau dilabeli jomblo. “Lumayan buat punya-punyaan,” katanya. Ada juga orang yang bisa dekat dengan seseorang dalam jangka waktu yang singkat untuk kemudian berpacaran selama dua atau tiga bulan. Tapi aku bukan mereka. Aku tak semudah itu menjalin hubungan spesial pake telor dan kornet dengan seseorang. Lihat sejarahku. Aku selalu mengencani sahabatku (which sucks ass, by the way) dan aku hanya punya dua mantan pacar, for God’s sake!

Tapi yang orang lain lihat adalah aku mengambil terlalu banyak waktu untuk beradaptasi dalam kejombloan. Beberapa yang lain bahkan menganggap bahwa aku menolak untuk beradaptasi. Bahwa aku terjebak dalam nostalgia dan memutuskan untuk tinggal didalamnya. People apparently don’t give me enough credit and I definitely see this as an insult. Dan percayalah, YDSA, mendengar sahabatmu berucap demikian bisa jadi sangat menyakitkan. Sahabatku sendiripun tak bisa melihat bahwa aku berjuang melewati rasa sakit, menang, dan berhasil move on. Jadi, buat apa aku berteriak mengumumkan bahwa aku tidak lagi dihantui masa lalu?

Move on. Biasa diindikasikan dengan pacar baru, ya? Pikir lagi, YDSA. Apa itu standar yang tepat? Apa kamu menunggu aku punya pacar baru untuk menasbihkan aku sebagai seseorang yang sudah move on dari mantan? Apabila itu benchmark-mu untuk mengkualifikasikan aku sudah move on, YDSA, maka aku tak akan move on sampai entah kapan. Aku tak tertarik berada di dalam sebuah hubungan yang mungkin akan mengingatkan aku akan rasa sakit yang ditimbulkan oleh “dia” dan aku menolak berpacaran untuk putus tiga bulan kemudian sebelum aku bertemu dengan seseorang yang kuyakini akan menjaga hati dan kepercayaanku dengan baik.

Sebagai tambahan, YDSA, kini “dia” sudah hidup berbahagia dengan orang lain. Sungguh, tak ada lagi alasan untukku merekatkan diri pada kenangan bersama “dia”, lebih-lebih berharap bisa kembali bersama. Kalau kau anggap aku belum/tidak/tidak mau/tidak akan move on, itu pilihanmu. Yang terpenting, kurasa, aku selalu membuka diri, membuka hati dan berbahagia.

Maaf jika terlalu banyak bertanya, mungkin itu hanya beberapa pertanyaan yang tak sempat aku katakan langsung kepadamu.  Karna saat ini untuk menghubungimu saja aku ragu, aku takut mengulang apa yang seharusnya dulu aku hindari, sementara kamu tidak pernah menyadari dan susah berpindah hati. Namun sekali lagi semuanya hanya masa lalu, aku tak berhak menuntut apapun. Kita hanya sebatas teman, kan?

Tak kumaafkan karena tak ada yang perlu dimaafkan. Kenapa ragu, YDSA? Apa yang seharusnya kamu hindari? Apa yang tak kusadari? Setelah kujawab semua pertanyaanmu diatas, kamu sebaiknya tau bahwa aku tak pernah punya masalah untuk ‘berpindah hati’ seperti yang kamu bilang. Aku hanya butuh diyakinkan.

Kenapa, YDSA, aku mendengar sarkasme di paragrafmu ini? Semuanya hanya masa lalu? Aku tak berhak menuntut apapun? Kita hanya sebatas teman? Apa yang ku lakukan/katakan padamu?

Kusudahi ya suratku, terima kasih sudah menyempatkan sedikit waktu untuk membaca surat kaleng ini. Maaf jika hanya surat kaleng. Terakhir, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatanmu ya, Rindang.

Terima kasih, YDSA, sudah menyempatkan waktu untuk menulis surat kaleng untukku dan mengirimkannya ke email poscinta. Terima kasih atas perhatiannya. Iya, insya allah aku akan sehat, bugar dan mempesona senantiasa. Kamu juga, YDSA.

Tertanda,
Yang (dulu) suka kamu.

Apakah kamu benar-benar paham penggunaan tanda kurung, YDSA? Atau kamu sama seperti orang-orang yang tak mahir menggunakan tanda baca sebagai bentuk sarkasme dan sensor, seperti orang-orang yang menulis SM*ASH atau F*UCK*IN? Aku tak bermaksud menghina, YDSA, tapi ini terkait dengan siapa kamu sesungguhnya. Kalau kata ‘dulu’ tidak kamu taruh di antara tanda kurung, berarti aku masa lalumu. Mungkin aku perempuan yang sempat menarik hatimu, lalu layu dan basi karena dianggap ‘belum juga move on’.

Tapi, jikalau kau letakkan tanda kurung di antara kata ‘dulu’ berarti frasa utama yang kau pilih sebagai kata ganti namamu adalah Yang Suka Kamu, yang mana berbanding terbalik dengan penjelasanku di paragraf sebelumnya. Kamu suka aku, dan kamu ingin aku tau bahwa kamu sudah suka aku sejak dulu.

Jadi, yang mana kamu? Orang yang fasih menggunakan tanda baca, atau orang yang menganggap tanda baca hanyalah dekorasi kalimat belaka tanpa menyumbang makna pada konteks? Orang yang sempat suka aku, atau yang masih suka aku? Siapakah kamu, YDSA?

Al fatihah..
إنا لله وإنا إليه راجعون
اللهم اغفرله وارحمه وعافه واعف عنه واكرم نزله ووسع مدخله واغسله بالماء والثلج والبرد ونقه من الخطايا كما ينقى الثوب اﻷبيض من الدنس

Ya Allah, ampunilah Almarhum Tuan Guru Nik Aziz Nik Mat, naikkanlah darjatnya diantara orang-orang yang mendapat hidayah, dan lindungilah keluarga dan keturunannya yang masih hidup. Ampunilah dia dan kami, wahai Tuhan sekelian alam, luaskanlah kubur baginya dan berikanlah cahaya didalamnya.


Setiap kali ke kuliah tok guru,atau ke masjid tokguru, pasti timbul perasaan insaf dan charged! , insaf dengan kejahilan diri sndiri, insaf dengan dosa2 lalu.. dan selepas itu seolah2 merasa diri seperti telah dicas penuh! Charged.. walaupun bukan bersua depan2,tapi setiap apa kata2 dn gurauan tok guru adalah kata2 peringatan,keinsafan.. malahan,melihat wajah beliau dari jauh pun dah naik bulu roma, rasa sesuatu perasaan yg xdpt digambarkan.. sayangnya pada tok guru..

Nyawa itu ibarat pelita, bila2 masa akan terpadam - tok guru.

Sudah-sudahlah

Sudah tiba masa,
Memasukkan gear lima,
Dari gear dua,

Sudah tiba masa,
Meningkatkan pecutan iman,
Meninggalkan segala kejahilan,

Sudah tiba masa,
Berhijrah dengan penuh ketaqwaan,
Bukan hijrah yang penuh lakonan,

Sudah tiba masa,
Mulakan kehidupan dengan ilmu,
Kurangkan hiburan yang menipu,

Sudah tiba masa,
Kurangkan kata-kata dusta,
Hiasilah dengan akhlak mulia,

Sudah tiba masa,
Sudah tiba masanya,
Memandang akhirat berbanding dunia,
Hidup di dunia ini sementara,
Sudah banyak terpedaya.

Thought via Path

Kategori: Kilauan Akhlaq

🚫HATI-HATI MENYAKITI TETANGGA

Ikhwah fillah

Dijaman sekarang dikarenakan kejahilan sebagian diantara kita terhadap adab-adab Islam dalam bertetangga, akhirnya bisa kita rasakan penomena buruknya pergaulan dalam bertetangga seperti adu mulut atau bertengkar antara tetangga, saling menjelekan dan lain sebagainya.

Bahkan kita pun bisa menyaksikan ponemena buruknya etika dalam bertetangga ini menimpa sebagian yang menisbatkan dirinya kepada ilmu dan para penuntut ilmu.

Jadi jeleknya perangai dalam mengamalkan etika dalam bertetangga ini bukan hanya kepada keumuman kaum muslimin tetapi menimpa sebagian yang memiliki ilmu atau penuntut ilmu yang selayaknya tidak demikian dan hal ini sungguh sangat di sayangkan

Mengapa demikian ?

👉 Karena Islam sangat menganjurkan kepada kita semuanya untuk berbuat baik kepada tetangga

👉 Karena Islam menjunjung tinggi kehormatan tetangga

👉 Karena Islam melarang dari menyakiti tetangga.

💊 Sungguh Allah ta’ala telah menggabungkan antara perintah beribadah kepada Allah saja dan berbuat baik kepada tetangga.

💊 Cukuplah ayat ini sebagai nasehat untuk berbuat baik kepada tetangga kita dan menjunjung tinggi kehormatan tetangga .

Allah ta’ala berfirman :

واعبدوا الله ولاتشركوا به شيئا وبالوالدين احسانا وبذي القربي واليتامى والمساكين والجار ذي القربى والجار الجنب
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga jauh”.(Qs; Annisa’ : 36)

🚫 Rasulullah menjelaskan bahwa yang menyakiti tetangganya itu tidak akan masuk surga sebagaimana Abu Hurairoh -semoga Allah meridhoinya- berkata: bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

«لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ»
“”Tidak akan masuk surga barangsiapa yang tetangganya tidak merasa tenang dengan kejahatannya” HR, Muslim dalam shahihnya no 73 bab haramnya menyakiti tetangga (1/68)

🚫 Begitupula dari Abu Hurairah -semoga Allah meridhoinya- berkata: bahwa Nabi shallallahu ‘alahi wasallam pernah ditanya:

Wahai Rasulullah! Sesunnguhnya fulanah berdiri melaksanakan shalat malam, ia puasa disiang hari, ia sodaqoh tapi ia suka menyakiti tetangganya dengan ucapannya? maka Rasulullah shallallahu‘alahi wasallam menjawab:
” لَا خَيْرَ فِيهَا، هِيَ من أهل النار”.

"Tidak ada kebaikan padanya, dia adalah penghuni neraka" HR, Bukhori dalam adab Al-Mufrad no 119, bab tidak boleh menyakiti tetangga hal 69.

Dan masih banyak lagi nash-nash yang menganjurkan kepada kita untuk berbuat baik kepada tetangga semampu yang bisa kita lakukan dan hati -hati dari menyakiti tetangga kita.

Wallahu ‘alam

Semoga bermanfa’at.
——————-

Makkah, 10/05/1436 H.
By Nuruddin Abu faynan – Read on Path.

Sungguh diri ini hamba berdosa
yang sering melakukan dosa
seringkali di beri peringatan masih juga dengan kejahilan
.
.
Mana letaknya janji-janji dahulu yang ingin benar-benar berubah?
Mana perginya janji yang kau telah berikan pada tuhan mu
.
.
Sungguh diri ini malu menghadap mu wahai pencipta ku
malu aku yang sering memohon keampunan kepada mu
.
.
Tapi aku tetap saja sering melakukan dosa yang sama
.
.
Apakah aku ni seorang yang mampu berkata-kata hanya sekadar di bibir tetapi tidak di hati. ? .
.
Sungguh hati ini hiba mengenangkan dosa-dosa yang di lakukan
wahai Tuhan yang maha kuasa
Ampuni aku terima taubat ku ini
.
.
Aku akui kelemahan diri
Aku insafi kekurangan ku ini
Aku kesali kejahilan ku ini
.
.
Dan telah aku juga merasakan derita jiwa dan perasaan.
Menuju redha mu ya Allah… Astagfirullah al-azim..
.
.
#MonologHati
#DiKeheninganMalam - @_el_muslim -

Disiplin membawa utk ilmu merupakan satu kuasa pembebasan dari belengu kemiskinan & kejahilan serta pelbagai cabaran masyarakat kita.
—  Rizal
New Post has been published on The Rakyat Post BM Version

New Post has been published on http://bm.therakyatpost.com/berita/2015/02/27/taksub-jahil-punca-pengaruh-fahaman-ekstremis/

Taksub, jahil punca pengaruh fahaman ekstremis

PUTRAJAYA, 27 Februari:

Fahaman ekstremis dalam kalangan kumpulan militan yang menggunakan alasan ‘jihad’ untuk menghalalkan keganasan dilakukan mereka adalah berpunca daripada kejahilan terhadap agama dan sifat taksub kepada pemimpin, kata Mufti Wilayah Persekutuan Dr Zulkifli Mohamad Albakri.

Beliau berkata, kejahilan biasanya dikaitkan dengan kurangnya pengetahuan mengenai agama, menerima maklumat yang salah atau tidak mendalami sesuatu permasalahan dengan lebih meluas.

“Jahil ini merupakan musibah, kerana dengan kejahilan mereka yang mempunyai sedikit maklumat itu maka dia sanggup berdebat dengan sesiapapun,” katanya pada Majlis Taklimat Penjelasan Mengenai Kumpulan Militan IS di Jabatan Kemajuan Islam Malaysia hari ini.

Katanya, konsep debat yang sebenar adalah untuk mencari benar atau salah tetapi bagi golongan jahil ialah untuk mencari siapa yang menang atau kalah, dan ia merupakan dua matlamat yang berbeza.

Mengenai sifat taksub pula, Zulkifli berkata ia merupakan satu ancaman kerana sifat taksub akan menghalang perkara yang tidak sealiran dengan mereka dan menganggap yang berlainan daripada mereka adalah salah.

“Ini yang banyak berlaku, bila taksub mereka tidak akan mempertimbangkan dan tidak menggunakan kecerdikan akal serta nas-nas yang lain,” katanya.

Mufti Wilayah Persekutuan yang ketujuh itu berkata taksub dan jahil akan menghasilkan satu fahaman yang pelik dan datangnya sifat keras hati yang sering mempertikaikan pelbagai perkara.

Berhubung permasalahan kritikal masa kini iaitu ancaman kumpulan militan yang menggelarkan kumpulan mereka sebagai ‘Islamic State’ atau IS, katanya tiada mana-mana ulama sehingga hari ini yang memberi sokongan secara terbuka kepada gerakan tersebut.

“Malah, pada dua hari lepas satu seminar di Makkah yang  antara resolusinya telah menggambarkan betapa tidak tepat dan tidak benarnya perjuangan IS itu,” katanya.

Katanya, kebanyakan para ulama dari seluruh dunia turut meluahkan kritikan dan ketidaksetujuan  mereka terhadap cara IS melayan tahanan termasuk membunuh tahanan secara kejam.

“Cara mereka membakar hidup-hidup tahanan adalah bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenar yang menekankan konsep ihsan kepada semua makhluk,” tegasnya.

Justeru bagi menyelesaikan isu ekstremis, beliau berpandangan pencegahan melalui penguatkuasaan undang-undang sahaja dilihat tidak mencukupi bagi menanganinya.

“Keputusan yang dibuat oleh kebanyakan ulama dalam resolusi-resolusi terkini adalah dengan mengubah sistem pendidikan berkenaan topik Islam itu dengan satu kefahaman yang sebenar.

“Sebagai contoh, berkenaan isu jihad, pasti terpeta dalam kalangan umum bahawa jihad mesti mengangkat senjata, sedangkan di luar sana terdapat banyak ruang (untuk) jihad,” katanya.

Memetik pandangan ulama terkemuka Dr Yusuf Al-Qaradawi, beliau berkata terdapat tidak kurang daripada 13 jenis jihad maka kefahaman mengenai konsep Islam terutamanya berkaitan jihad adalah amat penting.

By @thedaiegraphy: “Kerana menghukum bukan tugas kita, tetapi kuasa Allah.

Baru-baru ini tergempar suatu berita tentang artis KPOP memeluk & mencium peminatnya yang merupakan seorang perempuan bertudung.

Pandangan mereka yang mengetahui berita ini, menganggap bahawa ini adalah salah perempuan yang dipeluk oleh artis KPOP itu sendiri, menyalahkan pihak tertentu atas sebab konsert sebegitu diadakan dan pelbagai lagi pandangan berserta kata-kata hukuman meluru terhadap mereka yang dicemuh meskipun apa mereka buat itu adalah tidak kena dengan budaya Islam.

Sedar atau tidak, ramai yang menghukum kesalahan orang itu sehinggakan hilangnya adab untuk berdakwah sejurus mempamerkan sifat kejahilan sendiri dalam usaha menyedarkan ummah tentang berita tersebut. Semua ingin menjadi keyboard warrior dan mungkin sahaja mengambil kesempatan dalam melontarkan komentar mereka mengikut telunjuk minda dan nafsu mereka sendiri.

Perkara ini terjadi atas sebab kurangnya didikan agama yang cukup dan orang yang dihukum oleh komuniti kini mendahagakan dakwah dan tarbiyah dari kita sendiri. Apakah tugas kita sebagai seorang daie? Kita tahu bermacam-macam perkara yang berkaitan dengan maksiat menjadi-jadi kerna kita berada di akhir zaman tetapi di manakah kita, apakah tugas kita dan ke manakah adab kita sebagai seorang muslim?

Sama-sama muhasabah diri. Dalam kita melontarkan pandangan tentang isu ini, kita juga perlu perbetulkan diri kita, agar kita dan lain-lain juga agar terhindar dan sama-sama dapat mencegah bermula dari pokok pangkal masalah itu dari terjadinya isu sebegini pada masa akan datang. Jadikannya sebagai ibrah, dan moga semangat dakwah diterapkan pada diri masing-masing agak tertegaknya kebenaran dan kesedaran bahawa perkara tersebut bercanggah dengan agama kita iaitu Islam. Kita benci dosa yang dilakukan olehnya, bukanlah pendosa itu sendiri, kerna manusia itu tidak sempurna iman 100%. Wallahu’alam.
________________________________________

Teruskan menyokong kami dengan cara :
1.Repost gambar first post atau mana-mana saja post di profil ig kami.
2.Gunakan hashtag official kami iaitu #thedaiegraphy di setiap post anda.

Moga Allah redha!
#thedaiegraphy”

Zombie Pranks Video

Prank adalah suatu tipuan untuk mengerjai, menakut-nakuti atau memanipulasi korban. Efek yang ditumbulkan biasanya Si korban bisa panik ataupun terkejut dan sebagainya. Bagi beberapa orang prank dijadikan hiburan, si pembuat dengan sengaja merekam kejahilan mereka dan menguploadnya ke akun Youtube untuk dibagikan ke khalayak ramai. Semakin banyak orang yang menyukai prank di satu akun YouTube…

View On WordPress

Ingatlah di hari itu … Ketika kejahilan menjadi hal mutlak bagi saudara tertua. Atau ketika tangis dan teriakan menjadi senjata terampuh melawan kejahilan dengan dukungan Bapak atau Ibu. Dik … Jika kalian sudah besar nanti. Ingatlah hari itu … Dimana Bapak dan Ibu masih kuat mengangkatmu dari bak mandi. Menggendongmu dan menghandukimu dengan kasih sayang dan ketulusannya. Ingatlah hari itu ya, Dik. Solo, 15 Februari 2015

Pergi Tak Berganti

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم 

CUIT-CUIT UST KAY (Bil.384) - HIMPUNAN TAZKIRAH CANTIK (HTC) Jumaat, 23 Rabiulakhir 1436H. HILANG TAK BERGANTI

Jual meruku di atas kereta,
Meruku dijual berkati-kati,
Tuan Guru telah meninggalkan kita,
Patah tumbuh hilang tak berganti.

Daripada Anas r.a., Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya di antara tanda kiamat ialah ilmu (agama) dihilangkan, timbul kejahilan (dalam masalah agama), perzinaan berleluasa, arak banyak diminum, ramai kaum perempuan dan sedikit kaum lelaki sehingga nantinya seorang lelaki akan menguruskan lima puluh orang perempuan.” (HR : Bukhari & Muslim).

CERAH-CERAHKAN :
Apabila ulama dimatikan, tiada pengganti yang setaraf dengannya untuk menyampaikan ilmu agama. Maka ilmu agama hilang sedikit demi sedikit. Selain itu ilmu agama dihilangkan kerana tidak ramai yang belajar ilmu agama dan mereka belajar selain daripada ilmu agama kerana bagi mereka ilmu agama tidak dapat menjamin masa depan.

Sabda Rasulullah SAW :

عن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي االله عنهما يقول : سمعتُ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم يقولُ : إن الله لا يقبضُ العلمَ انتِزاعاً ينزعُهُ من الناسِ ولكن يقبِضُ العِلم بقبضِ العُلم حتى إذا لم يترُكْ عالما اتخذ الناس رؤوسا جهالا فسُئِلوا فأفتَوا بغير علم, فضلوا واضلوا -مسلم

Daripada Abdullah bin ‘Amru fin al ‘Ash r.anhuma, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Bahawasanya Allah SWT tidak mencabut (menghilangkan) ilmu itu sekali gus dari dada manusia, tetapi Allah menghilangkan ilmu dengan mematikan alim ulama’, maka apabila sudah ditiadakan alim ulama’, orang ramai akan memilih orang-orang yang jahil sebagai pemimpin mereka, apabila pemimpin jahil itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan, maka mereka sesat dan menyesatkan orang yang lain.” (HR : Muslim)

Ilmu akan terhakis dari atas muka bumi dengan cara dimatikan para alim ulama ataupun ulama itu dimatikan fungsinya, seperti digam, atau ditarik balik tauliah mengajarnya atau memang ada orang yang mahu menyekat fungsi alim ulama.

Rasulullah SAW juga memberi amaran tentang golongan yang jahil yang akan mengambil tempat alim ulama setelah peranan mereka dimatikan, mereka adalah pemimpin yang tidak sedar akan kejahilan mereka sendiri. Sifat pemimpin ini ialah, mereka itu sesat, malah mereka juga menyesatkan orang lain.

SIMPUL-SIMPULKAN :
Seluruh negara rasa kehilangan dengan perginya Tuan Guru Dato’ Nik Abdul Aziz seorang ulama’ dan juga umara’ yang sangat disegani di seluruh dunia. Mudah-mudahan segala ilmu dan jasanya selama ini menjadi asbab kebaikannya untuk kehidupan di sana.
Wallahu a’lam - Tuan Guru semakin sedikit yang ramai, Tuan Garu ! Ikhlas dari Ust. Kay (UST. HJ. KAMIL SIDEK. Undangan ceramah/forum/bedah buku CCUK : 0192319872)

(SANTAI-SANTAI DI HOMESTAY PONDOK BALAI ILMU SAFC. BERDEKATAN RESTAURAN AROMA IKAN BAKAR PANTAI JERAM DAN KELIP-KELIP KAMPUNG KUANTAN, KUALA SELANGOR. (http://www.mudah.my/Homestay+pondok+balai+ilmu+safc-32058811.htm)