kejahilan

BAKTI ANAK

Sebuah renungan, untuk yang masih memiliki orang tua , Selagi Sempat, Berbaktilah Kepada Orang Tua Kita
Tadi sore… Di sebuah masjid di perumahan elit kota bogor

“wan… Mau kemana… Gak makan makan dulu?”
“lain kali aja… Udah sore… Pulang dulu… Sampai ktemu lagi ya… Salam buat keluarga”

Saya lihat dia pergi tergesa gesa… Seseorang dari belakang saya berkata

“gak usah aneh rief… Dia itu shubuh dan sore biasa mandiin ibu nya semenjak terkena stroke.. Gantiin dan bersihin pampers kalo pup dan ngajak jalan jalan setiap pagi biar kena sinar matahari… Padahal dia kaya… Nyewa perawat juga bisa… Tapi dia gak mau… Malah dia urus sendiri semuanya… Dia gak pernah mau ambil job yg bikin dia harus nginap ninggalin rumah… Padahal proyek-proyek besar banyak yg perluin dia… Sabar banget dia.”
Saya tersenyum…

Diantara sekian banyak orang yg lebih memilih memasukan orang tuanya ke panti jompo atau menyewa suster untuk merawat… Dia… Lebih memilih melakukannya sendiri… Bakti anak kepada orang tuanya…

“pernah gak ente tanya kenapa dia mau seperti itu?”

“pernah… Dia bilang… 9 bulan mengandung penuh beban, 2 thun menyusui penuh menahan banyak hal dan larangan Mengorbankan masa mudanya untuk bersabar membesarkan saya, menahan amarah atas kejahilan saya, kesalahan saya, kebodohan saya, keisengan saya…

Mengorbankan kebebasannya untuk menjaga saya… Memastikan perut saya terisi makanan dan tidur dengan pulas disaat sering beliau tidur dalam keadaan menahan lapar dan tak tidur menjaga saya dari gigitan nyamuk…

Tak kenal lelah memperhatikan saya… Menasehati dan memperjuangkan hidup saya dengan mengesampingkan perasaan ingin menikmati kesenangan kesenangan pribadinya…
Lalu…

Anak macam apa saya kalau membiarkan ibu diurus oleh bukan anak yg dibela belanya dulu? Anak macam apa saya jika merasa berat mengurus ibu yg telah mati matian menyamankan dan mengamankan saya?

Anak macam apa saya jika membiarkan masa tuanya tanpa menerima kebaikan anaknya sebagai balasan atas pengorbanan hidupnya?

Anak macam apa saya jika pekerjaan dan uang lebih saya pentingkan daripada mengurus orang tua yg sudah jelas jelas sangat berjasa atas kehidupan saya?

Saya tak ingin menyesal jika ibu saya meninggal disaat saya belum buktikan cinta dan rasa sayang serta bakti saya kepadanya”
Saya terdiam dan tak terasa air mata meleleh di pipi saya…

Teringat ibu saya dan uban yg mulai memenuhi kepalanya..
Apabila kisah ini dirasa bermanfaat, silahkan di share agar banyak orang lagi yang mendapatkan manfaat yang sama…

***

Ya Allah sayangi dan kasihi ibu kami orang tua kami sebagai mana mereka menyayangi dan mengasihi kami diwaktu kecil, ampuni dosa-dosa mereka ya Rabb.

KATA-KATA HIKMAH IMAM SYAFI'E (RAH)

“Barangsiapa mengaku dapat menggabungkan dua cinta dalam hatinya,cinta dunia sekaligus cinta Allah, maka dia telah berdusta”
Imam As-Syafie

“Jika ada seorang yang ingin menjual dunia ini kepada ku dengan nilai harga sekeping roti, nescaya aku tidak akan membelinya.” (Imam Syafi'e)

“Bila kamu tak tahan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung peritnya kebodohan.” (Imam Syafie)

Berapa ramai manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kapannya sedang di tenun. (Imam As-Syafii)

Orang yang berilmu dan beradab, tidak akan diam di kampung halaman, tinggalkan negerimu, merantaulah ke negeri orang. (Imam Syafii)

Aku tidak pernah berdialog dengan seseorang dengan tujuan aku lebih senang jika ia berpendapat salah. (Imam Syafií)

Jangan cintakan orang yang tidak cintakan Allah. Kalau dia boleh meninggalkan Allah, apalagi meninggalkan kamu - (Imam Syafie)

Barang siapa yang menginginkan Husnul Khotimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan Manusia. (Imam As-Syafie)

“Pentingnya menyebarkan ilmu agama. (Imam syafie)

Ilmu itu seperti air. Jika ia tidak bergerak ، Menjadi mati lalu membusuk.” (Imam syafie)

“Doa di saat tahajud adalah umpama penah yang tepat mengenai sasaran.” (Imam syafie)

“Kamu seorang manusia yang dijadikan daripada tanah dan kamu juga akan disakiti (dihimpit) dengan tanah.” (Imam as Syafie)

Perbanyakkan menyebut Allah daripada menyebut makhluk. Perbanyakkan menyebut akhirat daripada menyebut dunia. (Imam syafie)

Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat.” — (Imam syafie)

Seorang sufi tidak menjadi sufi hingga ada pada dirinya 4 perkara, malas, suka makan, suka tidur dan berlebih-lebihan (Imam syafie)

Sesiapa yang menasihatimu sembunyi-sembunyi maka ia benar-benar menasihatimu. Sesiapa yang menasihatimu dikhalayak ramai,ia sebenarnya menghinamu’’ (Imam syafie)

Empat perkara menguatkan badan
1. makan daging
2. memakai haruman
3. kerap mandi
4. berpakaian dari kapas

4 perkara menajamkan mata
1. duduk mengadap kiblat
2. bercelak sebelum tidur
3. memandang yang hijau
4. berpakaian bersih
(Imam syafie)

“Dosa-dosa ku kelihatan terlalu besar buatku, tapi setelah kubandingkan dgn keampunanMu, ternyata keampunanMu jauh lebih besar.” - (Imam syafie)

“Bumi Allah amatlah luas namun suatu saat apabila takdir sudah datang angkasapun menjadi sempit” - (Imam syafie)

Jadikan akhirat di hatimu, dunia di tanganmu, dan kematian di pelupuk matamu.
(Imam syafie)

Sebesar-besar aib (keburukan) adalah kamu mengira keburukan org lain sedangkan keburukan itu terdapat dalam diri kamu sendiri - Imam Syafi'e

Aku mampu berhujah dgn 10 orang berilmu, tapi aku akan kalah pada seorang yg jahil kerana mereka tak tahu akan landasan ilmu. - Imam Syafie

“Andaikan kekurangan diri dijadikan alasan untuk tidak berdakwah, nescaya tiadanya dakwah yang akan berjalan dimuka bumi ini..”[Imam Syafie]

“ Semakin banyak ilmuku, semakinku insafi diri, bahawa terlalu banyak yang aku tidak ketahui ” - Imam As-Syafie

Hati yang dicemari dengan dosa tidak akan dapat menyimpan ilmu yang bermanfaat.
-Imam Al-Syafie-

Setiap kali ilmu aku bertambah banyak, maka aku bertambah tahu bahawa akulah orang yang jahil. -Imam Syafie

Orang yang membuat kesalahan dan berdusta untuk menutupnya bererti membuat dua kesalahan -Imam As Syafie-

“Sebelum tidur solat Isya’ dan banyakkan istighfar, sebab kita tak tahu mati itu (Imam Syafi'e)

"Apabila ajal datang padamu maka tidak sejengkal bumi dan tidak pula sebidang langit yang dapat melindungimu” - Imam As-Syafie

Jangan kau berjalan di atas bumi dengan sombong dan bongkak. Kerana sebentar lagi kau akan masuk ke dalam bumi yang kau pijak. (Imam Syafie)

Jangan sekali-kali kita meremehkan sesuatu perbuatan baik walaupun hanya sekadar senyuman. -Imam As Syafie

Kata-kata yang lembut dapat melembutkan hati yang lebih keras dari batu. Tetapi, kata-kata yang kasar dapat mengasarkan hati yang lunak seperti sutera -Imam As Syafie

“Di antara tanda-tanda benar dalam ukhuwah ialah menerima kritikan teman, menutupi aib teman dan mengampuni kesalahannya.” (Imam syafie)

“Janganlah kamu melihat akan kejahilan seseorang itu kerana sesungguhnya kejahilan itu ada pada dirimu sendiri. (Imam syafie)

"Barangsiapa mempersenda, mempermain, menafikan sunnah Rasulullah dan ayat Kitabullah, maka dia kafir serta-merta” (Imam syafie)

Jangan kalian sentuh seseorang wanita walaupun hatinya. - (Imam syafie)

Sesuatu yang benar Tetapi Bahaya iaitu pujian manusia. Ramai yang rosak akibat terlalu hanyut dengan pujian - (Imam syafie)

“Barangsiapa mengaku dapat menggabungkan dua cinta dalam hatinya,cinta dunia sekaligus cinta Allah, maka dia telah berdusta” (Imam syafie)

Ilmu itu adalah Cahaya dan Cahaya itu tidak akan menyimbah di Hati orang-orang yang melakukan Maksiat. - (Imam Syafi'e)

Jika Ada seorang yang ingin menjual dunia ini kepada ku dengan nilai harga sekeping roti, nescaya aku tidak akan membelinya. (Imam Syafi'e)

Setiap manusia adalah dalam keadaan mati kecuali mereka yang mempunyai ilmu. Dan setiap yg mempunyai ilmu adalah dalam keadaan tidur, melainkan mereka yang mengamal kebaikan. Dan setiap yang mengamal kebaikan adalah dalam keadaan tertipu, kecuali yang ikhlas. Dan mereka yang ikhlas sering dalam keadaan risau (ditakuti jika amalannya tidak diterima)
(Imam Syafi'e)

(Ustaz Iqbal Zain Al Jauhari)

SILA SHARE DAN SEBARKAN

Rahmat Allah yang menyelamatkan dirimu dari terus berada dalam kejahilan. Rahmat Allah juga yang membuka peluang untuk dirimu kembali ke jalan benar.

beberapa hari ini, refleksi saya semakin-makin. bahwa dengan siapa kita dijodohkan di dunia adalah sebaik-baiknya perjodohan. saya tidak yakin ada seseorang yang menerima saya sebegitunya.. keras kepalanya saya, ditambah kebodohan-kebodohan, dikali sikap sok tahu.

keinginan saya, ketidakinginan, ke-belum-inginan, ketakutan, kekhawatiran, kejahilan, kemanjaan, dan ke-ke-ke yang lain seakan-akan hanya bisa dipahami dengan baik oleh sedikit orang, salah satunya seseorang yang saya pilih menjadi teman hidup.

maka, bagi yang di samping tempat tidurnya juga ada laki-laki yang kita cintai, berterima kasihlah dalam hati untuk sang Pencipta, yang menjodohkan kita dengan dia. bagi yang berharap segera, percayalah, Ia sebaik-baiknya yang menjodohkan kita dengan seseorang, yang entah bagaimana bisa menerima kita apa adanya. suatu saat, apa yang saya refleksikan sekarang akan kamu refleksikan juga.

selamat malam, selamat berterima kasih lagi untuk kehidupan yang penuh kebaikanNya ini.

QS At-Tahrim
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai”


QS Al-Baqarah 2:222
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوّٰبِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”


QS Ali Imran 3: 133-134
وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِين الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالْكٰظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا۟ فٰحِشَةً أَوْ ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا۟ اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا۟ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُالذُّنُوبَ إِلَّااللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلُوا۟ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
“Bersegaralah kepada ampunan dari tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa
iaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”


QS An-Nisa’ 4:17
إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوَءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُوْلَـئِكَ يَتُوبُ اللّهُ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللّهُ عَلِيماً حَكِيماً
“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.


QS At-Taubat 9:104
أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
"Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?”

TANDA-TANDA KECIL QIAMAT

1)Umur manusia tiada keberkatan dalam masa mereka.

2)Ramai orang mengaku Nabi.

3)Ilmu pengetahuan diangkat oleh Allah SWT dengan mematikan Para Ulama.

4)Kejahilan tersebar.

5)Banyak berlaku pembunuhan.

6)Tiada orang akan terlepas dari sistem Riba.

7)Berlaku gempa bumi.

8)Bumi Arab menjadi Hijau.

9)Gambar-gambar lucah dan tidak senonoh mudah tersebar dan didapati.

10)Solat ditinggalkan,dilewatkan dan diambil mudah.

11)Perkara yang halal dan haram tidak diambil kira.

12)Zakat dianggap beban.

13)Wanita menguasai lelaki dengan hasutan Syaitan dan wanita lagi ramai dari lelaki.

14)Kawan dan lawan sukar dibezakan.

15)Masjid dihiasi tetapi kosong dan dikunci.

16)Ilmu Agama tidak mendapat tempat dikalangan masyarakat.

17)Ummat Islam merintih melihat maksiat berlaku dan berleluasa tetapi tidak mampu berbuat apa-apa.

18)Zina berleluasa.

19)Ramai manusia mati secara mendadak.

—  Guru Mulia, Ustaz Iqbal Zain Al-Jauhari
BERUNTUNGLAH ORANG YANG MEMPERBANYAKAN SELAWAT DAN SALAM KE ATAS NABI MUHAMMAD ﷺ

Melalui Nabi Muhammad ﷺ segala kekufuran, kegelapan terpadam di seluruh Tanah Arab. Begitu jugalah kalau kita nak memadamkan kegelapan yang ada di dalam diri kita carilah Nabi Muhammad ﷺ.

Di antara nama Nabi Muhammad ﷺ yang disebutkan di dalam hadis. Salah satunya adalah Al-Mahi yang bermakna yang memadamkan, menghapuskan. Melalui Nabi ﷺ, Allah سبحانه وتعالى telah memadamkan, menghapuskan kekufuran di seluruh Tanah Arab.

Kalaulah melalui Nabi ﷺ, Allah سبحانه وتعالى memadamkan kekufuran. Begitu jugalah melalui Baginda Nabi, Allah Taala memadamkan perkara-perkara yang lebih rendah daripada kufur seperti perkara dosa yang lebih kecil, kejahilan, kegelapan dan sebagainya.

Sebab itu Para Ulama mengatakan “Kalau kita menghadapi sesuau perkara yang membimbangkan kita, yang menakutkan kita, yang merisaukan kita ataupun bala musibah yang kita terima maka hendaklah kita banyak memuji kepada Nabi ﷺ dengan kita menyebut salam dan selawat ke atas Baginda Nabi ﷺ nescaya dengan banyaknya selawat itu Allah سبحانه وتعالى akan memadamkan segala yang kita bimbang, yang kita risau, yang kita takut, segala bala musibah yang kita hadapi.”

Ini disebutkan di dalam sebuah hadis yang sahih yang mana seorang Sahabat Nabi ﷺ yang agung iaitu Saidina Ubai Bin Ka'ab Radhiyallahu'Anhu mengatakan kepada Nabi ﷺ.

“Ya Rasulullah. Aku banyak membaca selawat kepada kamu sehingga 1/3 waktu aku digunakan untuk membaca selawat ke atas kamu.” Nabi ﷺ mengatakan “Itu adalah baik sekali namun kalau kamu tambahkan ianya akan menjadi lebih baik.”

Kemudian, beliau mengatakan lagi “Sesungguhnya aku akan jadikan ½ daripada masa aku untuk membaca selawat ke atas kamu.” Nabi ﷺ mengatakan “Itu adalah amat baik sekali tetapi kalau kamu tambah itu lagi baik.”

Kemudian Saidina Ubai Bin Ka'ab Radhiyallahu'Anhu mengatakan “Kalau begitu aku akan gunakan seluruh masa yang aku ada untuk berselawat ke atas kamu.” Akhirnya Nabi ﷺ mengatakan “Dengan itu segala perkara yang kamu risaukan akan dihilangkan, dicukupkan segala bagi kamu dan segala dosa kamu dihilangkan.”

Ini yang disebutkan memadamkan dengan cara kita memperbanyakan selawat ke atas Nabi Muhammad ﷺ. Menyebut nama Nabi Muhammad ﷺ dengan itu Allah Taala akan mengampunkan dosa-dosa kita dan juga menghilangkan segala yang kita risaukan, bimbingkan serta cukupkan keperluan kita.

Dan ketahuilah segala selawat dan salam yang kita sampaikan itu sampai kepada Nabi Muhammad ﷺ. Segala amal kebaikan dan keburukan kita akan dilaporkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Disebutkan di dalam sebuah hadis yang sahih. Kata Nabi ﷺ “Akan disembahkan kepada Baginda Nabi ﷺ segala amalan ummatnya pada setiap hari isnin dan khamis. Kalau aku dapati amalan ummat aku itu baik maka aku akan memuji kepada Allah سبحانه وتعالى. Akan tetapi, kalau aku dapati amalan ummatku tidak baik, ada dosa dan kemaksiatan maka aku akan memohon keampunan kepada Allah, beristighfar kepada Allah سبحانه وتعالى.

[SYEIKH FERAS SALOU AD-DIMASYQI HAFIDZOHULLAH]

Sumber : The Capal

Terlalu sering, aku menyesali apa yang baru saja kukatakan. Kadang karena tumpulnya, kadang juga karena tajamnya. Kadang karena hambarnya, kadang juga karena pedasnya. Kadang karena dangkalnya, kadang juga karena menenggelamkannya. Allah, ampuni aku. Aku berlindung pada-Mu dari kejahatan dan kejahilan lisanku.

Dalam tak sedar.
Kadang kita dah buka aib orang.

Dalam tak sedar.
Kadang kita dah kutip dosa sebab mengaibkan orang.

Dalam tak sedar.
Kadang kita sebar fitnah merata.

Dalam tak sedar.
Kadang kita dah mengumpat mengata.

Sebelum menyebar berita.
Sebelum membuka mulut untuk berbicara.
Sebelum jari menekan kata-kata.

Pastikan, fikirkan kebaikan atau keburukan.
Jangan sebab kejahilan dan taksub dengan “trending semasa”, kita beramai-ramai kumpul dosa.

Lebih baik diam.
Dari bising tak bawa faedah.

—  sibunga iman
6 Panduan telah digariskan oleh Imam Al-Ghazali supaya kita tidak bersifat sombong, angkuh, takabbur dan buruk sangka :
.
1 - Jika berjumpa dengan kanak-kanak, anggaplah kanak-kanak itu lebih mulia daripada kita. Kerana kanak-kanak belum banyak melakukan dosa.
.
2 - Apabila bertemu dengan orang tua, anggaplah dia lebih mulia daripada kita kerana dia sudah lama beribadat kepada Allah SWT berbanding dengan kita.
.
3 - Jika bertemu dengan orang alim, anggaplah dia lebih mulia daripada kita kerana dia lebih banyak ilmu yang dipelajari dan lebih banyak mengetahui berbanding dengan kita.
.
4 - Apabila bertemu dengan orang jahil, anggaplah mereka lebih mulia daripada kita kerana mereka melakukan dosa dalam kejahilan. Sedangkan kita melakukan dosa dalam keadaan mengetahui.
.
5 - Jika melihat orang jahat, jangan anggap kita lebih mulia daripada mereka kerana mungkin disuatu hari nanti mereka akan insaf dan bertaubat atas kesalahan yang telah mereka lakukan.
.
6 - Apabila bertemu dengan orang kafir, katakan di dalam hati bahawa mungkin suatu hari nanti mereka akan diberi hidayah oleh Allah SWT dan akan memeluk Islam, maka segala dosa mereka akan diampuni oleh Allah SWT.
TAUFIQ

kata ibnu athaillah,
bahagian dari taufiq itu adalah,
seseorang itu nampak kelemahan-kelemahan diri dia sendiri berbanding orang lain,

orang yang xda taufiq, dia rasa diri dia hebat, hebat segalanya, perbuatan, fizikal, amalnya,
tapi orang yang Allah swt bagi taufiq,
dia akan nampak kelemahan diri dia.
walapon ibadatnya hebat dimata masyarakat yang lain,
tapi dia tetap merasakan macam xda apa. dia rasa dia daif segalanya.

sebab tu ulamak2 ajar pada kita,
bila kita lihat orang lain,
nilai buruknya diri kita ni, dalam apa sahaja.

contohnya kata syeikh abdul qadir

1: kalau kamu tengok anak2 yang kecil, sebut dalam hati kamu,
“bertuahnya anak2 kecil ini, sebabnya dosa dia sikit, aku dosa banyak”

2: tengok pula orang2 tua,
“untunglah orang2 tua ni, umur mereka panjang, pasti amal mereka hebat, sedangkan amal aku sedikit”

3: tengok pula orang2 yang alim,
“masya allah, untunglah orang alim ini, ilmu nya banyak, amalnya juga banyak sedangkan aku ilmu sedikit, amal juga sedikit”

4: tengok pula orang sedang berbuat maksiat, ahli maksiat! nak sangka baik macam mana?
“ish, orang yang buat maksiat, untung lah mereka berbanding aku ni, sebab apa? mereka melakukan maksiat atas kejahilan dia, sedangkan aku melakukan maksiat atas aku ada ilmu!”

5: tengok pula orang kafir,
macam mana kita nak bersangka baik, husnuzon dengan mereka ni?
“ish orang kafir ini, entah2 dihujung hayatnya, dia masuk islam dan terus masuk syurga bulat2 bertemu dengan allah, sedangkan aku ni belum tahu lagi penghujung aku mcm mana”

bila kita ada perasaan mcm tu,
kita akan sentiasa rasa diri kita daif dan lemah pada allah,
maka itulah yang dinamakan taufiq disisi Allah swt.

-murabbi kesayangan Ustaz Jafri Mahmoodi AlFaizin-

::doakan kesihatan dan keselamatan ustaz yang sekarang berada di palestine dalam rangka kerja bersama team tv al hijrah, rindu sungguh::

Kadang-kadang aku berusaha lebih untuk kelihatan lebih baik dihadapan orang. Adakah ia membuatku benar-benar bahagia? Tidak sedikitpun. Malah aku lebih malu kerana aku lupa untuk berusaha lebih untuk jadi lebih baik dihadapan Tuhanku. Walhal, Allah sumber segala kebahagiaan. Dunia dan akhirat. Maafkanku atas kejahilan hambaMu!
Kisah Di Sebalik Asal-Usul Solat 5 Waktu

Sembahyang lima waktu yang diwajibkan ke atas umat Nabi Muhammad SAW yang merupakan penghulu bagi segala anbia yang juga merupakan nabi dan rasul akhir zaman pada hakikatnya mempunyai nilai yang cukup tinggi kerana proses penerimaan perintah sembahyang oleh Rasulullah itu sendiri bukannya satu kerja mudah.

Berbanding dengan nabi-nabi lain yang mula melakukan sembahyang atas beberapa faktor, tetapi ibadat sembahyang yang diwajibkan ke atas umat Nabi Muhammad SAW diterima perintah oleh baginda secara terus dari Allah dengan baginda dibawa ke Sidratul Muntaha yang letaknya melepasi lapisan langit ketujuh. Sidratul Muntaha itu sendiri adalah tempat yang tidak boleh didatangi oleh manusia lain, kecuali Nabi Muhammad, malah para malaikat juga tidak boleh ke sana.

Pemergian baginda SAW pada malam 27 Rejab tahun ke-11 kerasulan baginda (yakni dalam tahun 622 Masihi) dinamakan Israk Mikraj yang mana selain daripada menerima perintah kewajipan sembahyang, baginda juga berpeluang berjumpa dengan para nabi dan rasul, malah berkesempatan beramah mesra. Rasulullah juga dipertontonkan dengan manusia yang menanggung seksa kerana memusuhi Allah dan Rasul-Nya serta mereka yang menikmati nikmat kerana bertakwa kepada Allah. Pada mulanya sembahyang yang diperintahkan adalah sebanyak 50 waktu.

Macam mana pun atas cadangan dan desakan Nabi Musa a.s. yang menyebabkan Rasulullah SAW berulang alik naik turun Sidratul Muntaha, maka jumlah waktu sembahyang hanya tinggal lima waktu sehari semalam sahaja. Nabi Musa yang merasakan jumlah sembahyang lima waktu sehari semalam itu akan malas dilakukan oleh umat Nabi Muhammad meminta baginda membuat rayuan pengurangan jumlah waktu sembahyang tetap baginda enggan kerana malu kepada Allah.

SUBUH

Manusia pertama yang mengerjakan sembahyang subuh adalah Nabi Adam a.s. iaitu ketika baginda keluar dari syurga lalu diturunkan ke dunia.

Semasa dikeluarkan dari syurga dan diturunkan ke dunia kerana kesalahan memakan buah khuldi yang dilarang, yang pertama yang dilihat oleh bagi ialah kegelapan. Baginda berasa sangat takut. Macam mana pun apabila fajar menjelang Subuh dunia mulai terang dan kerana bersyukur apabila dunia mula menampakkan akan terang dan tidak gelap lagi, Nabi Adam a.s. pun bersembahyang dua rakaat. Rakaat pertama sembahyang baginda adalah sebagai tanda bersyukur kerana baginda terlepas dari kegelapan malam manakala rakaat kedua adalah bersyukur kerana siang telah menjelma.

ZUHUR

Manusia pertama yang mengerjakan solat Zuhur ialah Nabi Ibrahim a.s. iaitu tatkala Allah SWT memerintahkan baginda agar menyembelih anak baginda Nabi Ismail a.s. sebagai melepas nazar baginda.

Seruan itu datang pada waktu tergelincir matahari (bertepatan dengan waktu Zohor), lalu sujudlah Nabi Ibrahim sebanyak empat rakaat. Rakaat pertama kerana bersyukur bagi penebusan, rakaat kedua tanda bersyukur kerana dibukakan dukacitanya dan juga anaknya, rakaat ketiga: tanda bersyukur dan memohon keredaan Allah SWT manakala rakaat keempat tanda bersyukur kerana korbannya digantikan dengan tebusan kibas.

ASAR

Manusia pertama yang mengerjakan solat Asar ialah Nabi Yunus a.s. tatkala baginda dikeluarkan oleh Allah SWT dari perut ikan Nun. Ikan Nun telah memuntahkan Nabi Yunus di tepi pantai, sedang ketika itu telah masuk waktu Asar. Sebagai tanda syukur kerana dikeluarkan dari perut ikan Nun, maka Nabi Yunus a.s. bersembahyang empat rakaat kerana baginda telah diselamatkan oleh Allah daripada 4 kegelapan iaitu:

Rakaat pertama tanda syukur dari bebas dari kelam dengan kesalahan, rakaat kedua bersyukur kerana kelam dengan air laut, rakaat ketika kerana kelam malam dan rakaat keempat kerana kelam perut ikan Nun.

MAGHRIB

Manusia pertama yang mengerjakan solat Maghrib ialah Nabi Isa a.s. iaitu ketika baginda dikeluarkan oleh Allah SWT dari kejahilan dan kebodohan kaumnya, yang di kala itu telah terbenamnya matahari. Kerana tanda bersyukur bagi sembahyang tiga rakaat dengan rakaat tanda bersyukur kerana baginda berjaya menafikan ketuhanan selain dari Allah yang Esa, rakaat tanda bersyukur kerana berjaya menafikan tohmahan ke atas bonda baginda Siti Mariam yang telah dituduh melakukan perbuatan sumbang manakala rakaat ketiga tanda bersyukur kerana berjaya menyatakan kepada kaum baginda bahawa Tuhan itu hanya satu iaitu Allah SWT, tiada dua atau tiganya.

ISYAK

Manusia pertama yang mengerjakan solat Isyak ialah Nabi Musa a.s.. Pada ketika itu, Nabi Musa telah tersesat untuk mencari jalan keluar dari negeri Madyan. Sedang dalam dadanya penuh dengan perasaan dukacita kerana sesat ekoran doa seorang alim yang diupah oleh Firaun agar mendoakan supaya Nabi Musa a.s.

Orang alim dan doanya sangat mustajab itu pada mulanya enggan akur kepada arahan Firaun dan enggan menerima upahan dalam bentuk jongkong emas kerana diketahuinya bahawa Nabi Musa a.s. adalah nabi dan rasul.

Hasil siasatan oleh pegawai-pegawai perisikan Firaun mendapati orang alim itu sangat sayangkan isteri dan dia adalah seorang suami yang sering mengalah kepada isteri.

Kelemahan itu diambil kesempatan oleh Firaun dengan memberi upah emas kepada isteri orang alim itu supaya meminta suaminya berdoa supaya Nabi Musa a.s. sesat di padang pasir negeri Madyan. Bila diminta dan dirayu dan direngek oleh isterinya, orang alim itu tidak dapat menolak. Bagaimanapun, dia memberi syarat akan berdoa dalam kandang kuda.

Orang alim itu menyangka bila berdoa pada tempat yang kotor, doanya tidak akan mustajab. Macam mana pun doanya tetap mustajab dan Nabi Musa a.s. tersesat manakala orang alim itu mati dalam keadaan berdosa kerana mengikut kemahuan Firaun.

Bagaimana Allah SWT menghilangkan semua perasaan dukacitanya Nabi Musa a.s. apabila beliau akhirnya tidak lagi sesat dan ketika itu adalah waktu Isyak yang akhir. Sebagai tanda syukurnya, Nabi Musa bersembahyang empat rakaat dengan rakaat pertama tanda syukur kerana baginda akan dapat kembali ke pangkuan isteri dan kampung halaman. Rakaat kedua tanda bersyukur kerana dapat bersua kembali dan berganding bahu dengan saudara Nabi Harun a.s. bagi menyampaikan seruan Allah. Rakaat ketiga pula kerana selamat daripada tindakan Firaun manakala rakaat keempat tanda bersyukur selamat daripada pengkhianatan anak Firaun terhadap baginda dan umat baginda yang bertakwa.

Boom!!

Sudah sekacau apapun hubunganmu saat itu, kau tak mungkin tak terkejut pada perpisahan.

Aku dan kamu sudah sebisa mungkin mendewakan logika perihal kekitaan. Tak terlalu terlena dengan perasaan. Namanya juga sedang mabuk cinta, saat sadar, manisnya akan mulai sepah. Pahitnya akan sedikit demi sedikit menyebar. Baru, kedewasaan di sini akan lebih dituntut. Akan terus menomorduakan ego masing-masing, atau malah memilih menyudahi di sini dengan hanya mengantongi kenangan manis saja.

Kita semua tahu, semesta kadang punya kejahilan melebihi anak umur 7 tahun. Diaturnya kita untuk bertemu lalu saling menggilai. Mabuk akan harapan-harapan super manis. Kemudian kita akan tergoda untuk berjuang mati-matian. Dan……boom!! Semesta mengambil alih kendali permainan. Kita berantakan, kehabisan energi untuk mengejar restu. Konyol memang. Tapi lebih baik kita salahkan saja takdir, agar tak berakhir saling membenci. Maka hanya akan ada kenangan manis di antara kita. Aku ingin, setiap kali cerita kita secara sengaja atau tidak terputar kembali dalam ingatan, aku dan kamu hanya akan tersenyum.

Cerita tentang khutbah Nabi berkaitan umatnya di akhir zaman,

Hadis daripada Anas r.a. berkata
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda :

“Akan ada di akhir zaman ahli ibadah yang jahil (kuat ibadah tetapi mereka kurang ilmu) dan mereka yang berilmu tetapi mereka fasiq (ada ilmu tetapi mereka dusta)”.

Syaitan akan menyesatkan manusia sehingga akhir zaman.

Kepada yang jahil, syaitan suruh rajin beribadah tetapi kurang ilmu. Tapi Allah tidak menerimanya.

Syaitan tak mahu umat Muhammad menuntut ilmu dan membetulkan kejahilan mereka.

Syaitan amat gemar umat Muhammad suka ibadah tetapi kurang menuntut ilmu.

Untuk perangi syaitan diterangkan oleh imam ghazali , “7 gunung yang harus didaki iaitu gunung ilmu dan yang pertama adalah gunung fardhu ain.”

Jangan Datang Lagi

Ingatlah, perempuan, atau laki-laki, semua ingin dihargai, sesulit pun untuk dipahami, semua ingin dimengerti.

Kau yang memulai. Kau yang ingin aku jatuh cinta seperti dirimu. Kau juga yang merayuku di setiap waktu. Kau yang berusaha, aku hanya mencoba menghargainya, dan kemudian jatuh cinta.

Lihatlah usahamu, sedikit pun tidak sia-sia. Semua sesuai rencana. Lantas setelah semua yang kau mau telah terwujud, apa pergi juga termasuk rencanamu?

Setelah ini apa yang kau mau, melihatku memulai? Melihatku membuatmu jatuh cinta seperti diriku? Melihatku merayumu setiap waktu? Melihatku yang berusaha, namun kau sedikit pun tidak menghargainya, dan kemudian tidak lagi jatuh cinta?

Ini yang kamu mau, memutar semuanya, untuk apa?

Perempuan, atau laki-laki, semua ingin dihargai, sesulit pun untuk dipahami, semua ingin dimengerti.

Kamu mencoba mengetuk pintu berkali-kali, berharap yang di dalam membukakannya untukmu. Lantas saat pintu dibuka sedikit demi sedikit, kau pergi. Berlari. Ini seperti kejahilan anak-anak kecil yang mengganggu pemilik rumah. Sungguh, kamu sudah terlalu besar untuk melakukan kejahilan seperti itu.

Lalu pada akhirnya apa kau tahu, aku akan kembali menutup pintu. Bila nanti ada yang mengetuk, aku akan mengintip lebih dulu. Bila itu kamu, mungkin aku akan mengusirmu.

Tuhan
Ampunkan tiap-tiap zarah dosa kami
Yang telah kami lakukan dahulu atau akan kami perbuat di kemudian hari
Yang kami lakukan terang-terangan atau secara sembunyi
Yang kami sedari atau tidak di sengajakan atas kejahilan sendiri

Yang mungkin kerananya
Terhijab doa-doa kami yang terhimpun untuk Engkau kabulkan

Sungguh
Kami ini hamba yang menzalimi diri sendiri
Sedang Engkau zat yang Maha Berkuasa ke atas kami

Dengan Ar-Rahman dan Ar-Rahim Mu
Ampunkan dan kasihi kami
Ya Ghaffar
Moga Engkau perkenan.

Amin
Ya Rabbal A'lamin

Ampuni aku ya Allah andai keaiban atau kejahilan aku yang terlihat rakan rakanku jadi penyebab mereka lari dari rahmatMu.
Ampuni aku Rasulullah andai keaiban atau kejahilan aku yang terlihat rakan rakanku jadi penyebab mereka jauh dari mengenalimu.