kejahilan

Rahmat Allah yang menyelamatkan dirimu dari terus berada dalam kejahilan. Rahmat Allah juga yang membuka peluang untuk dirimu kembali ke jalan benar.
6 Panduan telah digariskan oleh Imam Al-Ghazali supaya kita tidak bersifat sombong, angkuh, takabbur dan buruk sangka :
.
1 - Jika berjumpa dengan kanak-kanak, anggaplah kanak-kanak itu lebih mulia daripada kita. Kerana kanak-kanak belum banyak melakukan dosa.
.
2 - Apabila bertemu dengan orang tua, anggaplah dia lebih mulia daripada kita kerana dia sudah lama beribadat kepada Allah SWT berbanding dengan kita.
.
3 - Jika bertemu dengan orang alim, anggaplah dia lebih mulia daripada kita kerana dia lebih banyak ilmu yang dipelajari dan lebih banyak mengetahui berbanding dengan kita.
.
4 - Apabila bertemu dengan orang jahil, anggaplah mereka lebih mulia daripada kita kerana mereka melakukan dosa dalam kejahilan. Sedangkan kita melakukan dosa dalam keadaan mengetahui.
.
5 - Jika melihat orang jahat, jangan anggap kita lebih mulia daripada mereka kerana mungkin disuatu hari nanti mereka akan insaf dan bertaubat atas kesalahan yang telah mereka lakukan.
.
6 - Apabila bertemu dengan orang kafir, katakan di dalam hati bahawa mungkin suatu hari nanti mereka akan diberi hidayah oleh Allah SWT dan akan memeluk Islam, maka segala dosa mereka akan diampuni oleh Allah SWT.
Terlalu sering, aku menyesali apa yang baru saja kukatakan. Kadang karena tumpulnya, kadang juga karena tajamnya. Kadang karena hambarnya, kadang juga karena pedasnya. Kadang karena dangkalnya, kadang juga karena menenggelamkannya. Allah, ampuni aku. Aku berlindung pada-Mu dari kejahatan dan kejahilan lisanku.
Ampuni aku ya Allah andai keaiban atau kejahilan aku yang terlihat rakan rakanku jadi penyebab mereka lari dari rahmatMu.
Ampuni aku Rasulullah andai keaiban atau kejahilan aku yang terlihat rakan rakanku jadi penyebab mereka jauh dari mengenalimu.

Dalam tak sedar.
Kadang kita dah buka aib orang.

Dalam tak sedar.
Kadang kita dah kutip dosa sebab mengaibkan orang.

Dalam tak sedar.
Kadang kita sebar fitnah merata.

Dalam tak sedar.
Kadang kita dah mengumpat mengata.

Sebelum menyebar berita.
Sebelum membuka mulut untuk berbicara.
Sebelum jari menekan kata-kata.

Pastikan, fikirkan kebaikan atau keburukan.
Jangan sebab kejahilan dan taksub dengan “trending semasa”, kita beramai-ramai kumpul dosa.

Lebih baik diam.
Dari bising tak bawa faedah.

—  sibunga iman

Semoga kau telah ikhlas dan berlapang dada memaafkan kejahilan aku.

Untuk kembali seperti dulu mungkin mustahil. Cukuplah tiada dendam dan luka yang belum sembuh dalam hati mu, teman.

—  JNN, 2014

Tuhan
Ampunkan tiap-tiap zarah dosa kami
Yang telah kami lakukan dahulu atau akan kami perbuat di kemudian hari
Yang kami lakukan terang-terangan atau secara sembunyi
Yang kami sedari atau tidak di sengajakan atas kejahilan sendiri

Yang mungkin kerananya
Terhijab doa-doa kami yang terhimpun untuk Engkau kabulkan

Sungguh
Kami ini hamba yang menzalimi diri sendiri
Sedang Engkau zat yang Maha Berkuasa ke atas kami

Dengan Ar-Rahman dan Ar-Rahim Mu
Ampunkan dan kasihi kami
Ya Ghaffar
Moga Engkau perkenan.

Amin
Ya Rabbal A'lamin

TANDA-TANDA KECIL QIAMAT

1)Umur manusia tiada keberkatan dalam masa mereka.

2)Ramai orang mengaku Nabi.

3)Ilmu pengetahuan diangkat oleh Allah SWT dengan mematikan Para Ulama.

4)Kejahilan tersebar.

5)Banyak berlaku pembunuhan.

6)Tiada orang akan terlepas dari sistem Riba.

7)Berlaku gempa bumi.

8)Bumi Arab menjadi Hijau.

9)Gambar-gambar lucah dan tidak senonoh mudah tersebar dan didapati.

10)Solat ditinggalkan,dilewatkan dan diambil mudah.

11)Perkara yang halal dan haram tidak diambil kira.

12)Zakat dianggap beban.

13)Wanita menguasai lelaki dengan hasutan Syaitan dan wanita lagi ramai dari lelaki.

14)Kawan dan lawan sukar dibezakan.

15)Masjid dihiasi tetapi kosong dan dikunci.

16)Ilmu Agama tidak mendapat tempat dikalangan masyarakat.

17)Ummat Islam merintih melihat maksiat berlaku dan berleluasa tetapi tidak mampu berbuat apa-apa.

18)Zina berleluasa.

19)Ramai manusia mati secara mendadak.

—  Guru Mulia, Ustaz Iqbal Zain Al-Jauhari
Jangan Datang Lagi

Ingatlah, perempuan, atau laki-laki, semua ingin dihargai, sesulit pun untuk dipahami, semua ingin dimengerti.

Kau yang memulai. Kau yang ingin aku jatuh cinta seperti dirimu. Kau juga yang merayuku di setiap waktu. Kau yang berusaha, aku hanya mencoba menghargainya, dan kemudian jatuh cinta.

Lihatlah usahamu, sedikit pun tidak sia-sia. Semua sesuai rencana. Lantas setelah semua yang kau mau telah terwujud, apa pergi juga termasuk rencanamu?

Setelah ini apa yang kau mau, melihatku memulai? Melihatku membuatmu jatuh cinta seperti diriku? Melihatku merayumu setiap waktu? Melihatku yang berusaha, namun kau sedikit pun tidak menghargainya, dan kemudian tidak lagi jatuh cinta?

Ini yang kamu mau, memutar semuanya, untuk apa?

Perempuan, atau laki-laki, semua ingin dihargai, sesulit pun untuk dipahami, semua ingin dimengerti.

Kamu mencoba mengetuk pintu berkali-kali, berharap yang di dalam membukakannya untukmu. Lantas saat pintu dibuka sedikit demi sedikit, kau pergi. Berlari. Ini seperti kejahilan anak-anak kecil yang mengganggu pemilik rumah. Sungguh, kamu sudah terlalu besar untuk melakukan kejahilan seperti itu.

Lalu pada akhirnya apa kau tahu, aku akan kembali menutup pintu. Bila nanti ada yang mengetuk, aku akan mengintip lebih dulu. Bila itu kamu, mungkin aku akan mengusirmu.

Mungkin tak mudah untuk memendam sejarah kita–

Dosa noda yang telah diperbuat di awal mengenal kehidupan.

Tetapi–

Remember that,
As your own reminder.

“ mukmin itu tak mungkin terjatuh ke dalam lubang yang sama sebanyak dua kali”

Dosa dulu–
Kejahilan dulu–

Kita takkan pernah kembali ke zaman itu.
Tuhan mengajar kita untuk tak berputus asa pada rahmat-Nya bukan?

Sentiasa ada harapan–
Walau dosa segunung seluas lautan.

Yakin.

Boom!!

Sudah sekacau apapun hubunganmu saat itu, kau tak mungkin tak terkejut pada perpisahan.

Aku dan kamu sudah sebisa mungkin mendewakan logika perihal kekitaan. Tak terlalu terlena dengan perasaan. Namanya juga sedang mabuk cinta, saat sadar, manisnya akan mulai sepah. Pahitnya akan sedikit demi sedikit menyebar. Baru, kedewasaan di sini akan lebih dituntut. Akan terus menomorduakan ego masing-masing, atau malah memilih menyudahi di sini dengan hanya mengantongi kenangan manis saja.

Kita semua tahu, semesta kadang punya kejahilan melebihi anak umur 7 tahun. Diaturnya kita untuk bertemu lalu saling menggilai. Mabuk akan harapan-harapan super manis. Kemudian kita akan tergoda untuk berjuang mati-matian. Dan……boom!! Semesta mengambil alih kendali permainan. Kita berantakan, kehabisan energi untuk mengejar restu. Konyol memang. Tapi lebih baik kita salahkan saja takdir, agar tak berakhir saling membenci. Maka hanya akan ada kenangan manis di antara kita. Aku ingin, setiap kali cerita kita secara sengaja atau tidak terputar kembali dalam ingatan, aku dan kamu hanya akan tersenyum.

Cerita tentang khutbah Nabi berkaitan umatnya di akhir zaman,

Hadis daripada Anas r.a. berkata
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda :

“Akan ada di akhir zaman ahli ibadah yang jahil (kuat ibadah tetapi mereka kurang ilmu) dan mereka yang berilmu tetapi mereka fasiq (ada ilmu tetapi mereka dusta)”.

Syaitan akan menyesatkan manusia sehingga akhir zaman.

Kepada yang jahil, syaitan suruh rajin beribadah tetapi kurang ilmu. Tapi Allah tidak menerimanya.

Syaitan tak mahu umat Muhammad menuntut ilmu dan membetulkan kejahilan mereka.

Syaitan amat gemar umat Muhammad suka ibadah tetapi kurang menuntut ilmu.

Untuk perangi syaitan diterangkan oleh imam ghazali , “7 gunung yang harus didaki iaitu gunung ilmu dan yang pertama adalah gunung fardhu ain.”