kece badai

Yang Abadi

Hidup berubah. Lagi.

Sebagai anak muda yang emosinya juga masih suka berubah, perubahan rencana hidup yang juga secara konstan terjadi bikin saya sering keteteran. 

Kayaknya banyak deh yang merasakan hal yang sama. Firasat saya sih ini masalah umum untuk anak muda. Atau mungkin bukan cuma anak muda, tapi masalah semua orang berapapun usianya.

Masalahnya, di buku-buku ga pernah diajarkan: hidup itu memang begitu tabiatnya. Berubah sana sini tanpa aturan, suka suka dia. 

Di TV dan sosial media juga ga ada petunjuknya. Dari timeline mah yang ada cuma bahagia, hidup kayaknya isinya cuma ketawa dan hura hura. Padahal kita semua tahu ga begitu aslinya.

The fact is: yes, life is constantly changing. Embrace it. Seperti kata Chief Bogo di Zootopia.

Originally posted by princess-rapunzel

Itulah kenapa teori Darwin bilang yang akan bertahan adalah yang paling cepat beradaptasi. Bukan yang paling kuat. Bukan yang paling kaya. Apalagi yang paling hits kece badai membahana.

Karena akan ada masanya ketika kuat, kaya, dan hits kece badai membahana jadi tidak relevan. 

Memang sepertinya kita harus terima. Kita mungkin punya rencana - dan memang harus ada - tapi hidup akan selalu berubah. Dan gapapa.

Tidak ada masalah dengan perubahan, tinggal kita yang menyesuaikan. Belajar beradaptasi. Berubah, adaptasi lagi. Berubah lagi, adaptasi lagi.

Hingga akhirnya saya bisa paham arti sebuah jargon jaman kampus yang dulu terdengar cheesy, tapi ternyata maknanya dalam sekali.

“Karena yang abadi, hanyalah perubahan itu sendiri”

Tumblr is My Favorite Sosial Media

Menurutku tumblr adalah media sosial yang paling kece. Kenapa? Yap, ada banyak keajaiban yang aku temukan di sini :D

Keajaiban tulisan dari para penulis yang kece badai (seperti muhammadakhyar  kuntawiaji kurniawangunadi fahdpahdepie dokterfina erstudio karenapuisiituindah catatanbesarku dll) yang menulis dengan kejujuran hatinya sehingga banyak menginspirasi banyak orang, dan mengubah pola pikir seseorang tentang kehidupan.

Keajaiban gambar yang Masya Allah indah dari berbagai belahan dunia yang telah terekam oleh kamera-kamera fotografer yang super kece.

Keajaiban informasi-informasi yang sangat penting tentang Islam, pengetahuan, teknologi, kesehatan, dll.

Dan ada banyak keajaiban lain, seperti menjadi saksi bertemunya dua keping hati di tumblr (red : dokter keren kuntawiaji dan penulis kece prawitamutia) Barakallah yah kak, semoga dilancarkan semuanya :)

Selain itu tumblr adalah media sosial yang paling berkualitas. Why? Karena berbagai sharing yang diupload para pemilik tumblr adalah hal-hal yang berkualitas. Bukan sekadar numpang eksis, numpang keren, atau narsis-narsis gaje belaka.

Tumblr juga bukan media sosial yang bukan untuk banyak-banyakan like, comment, atau followers belaka. Dia apa adanya dari hati.

Pokoknya tumblr adalah media ternyaman yang pernah aku temui untuk sekarang ini :D

Terima kasih tumblr, karenamu aku menemukan banyak orang keren di sini :) Alhamdulillah …

Kekuatan Sholawat

Tau nggak, amalan yang Allah nyuruh tapi Allah ikut ngelakuin juga? Itulah sholawat. Allah nyuruh sholat hamba tapi Dia ndak ikut sholat. Allah nyuruh puasa hamba, tapi Allah ndak ikut puasa. Yang keren, Allah nyuruh sholawat hamba, tapi Dia juga turut bersholawat. Bahkan malaikat-malaikat ikut bersholawat. Di Suroh Al-Ahzab 56 kalo ndak salah.

Dawuh Habib Umar bin Hafidz, yang termasuk ulama’ yang saya idolakan, yang terkenal seantero dunia, yang toriqoh sholawatnya kece badai, cuma satu penyelamat umat akhir zaman ini. Bersholawat atas Kanjeng Nabi. Kalau dawuh Habib Mundzir Almusawa (muridnya Habib Umar bin Hafidz), memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad, mencintai Nabi SAW, akan membuat kita banyak dicintai orang, atasan, bawahan, keluarga, teman, bahkan orang yang belum kita kenal. Saya rasa, dua pernyataan ini sudah cukup membuat saya harus bersholawat banyak-banyak. Dakwahnya adem soalnya sih. Selalu bikin saya brrrr.

Saya ndak mbahas bid’ah atau enggaknya. Ekspresi ungkapan cinta ke Rosul kan pasti beda-beda. Soal keyakinan sih. Kalo kita yakin sholawat benar-benar ajaib, ajaiblah ia. Kalo kita ndak yakin sholawat ndak ajaib, ya menjadi tidak ajaiblah ia. Saya cuma pengen nyeritain bagaimana keajaiban kekuatan sholawat yang saya alami.

Kalo Wirda Mansur asik dengan ceritanya yang dapet macbook air gara-gara banyak-banyak sholawat. Kemudian Kak Ammar yang sholawat rutinnya sebelum subuh mendapatkan jodoh tanpa diminta. Kali ini biarkan saya menceritakan keajaiban sholawat yang saya alami sendiri. Hehe.

Jadi, seumur-umur saya belum pernah mengikuti “Lomba Debat”. Dan kali ini tiba-tiba dipercaya teman-teman sehimpunan untuk mewakili perlombaan tersebut. Ini kasus besar buat seorang Naily, fyi. Naily yang public speakingnya agak nggak yoi. Suka demam panggung. Terus nggak pedean kalo didepan umum. Miris kan?

Saya cengok. Yaiyalah cengok. Saya enggak pinter debat. Sama sekali. Saya tegaskan lagi, saya sama sekali nggak pinter debat. Kebayang kan gimana tidak pinternya saya kalo saya ngomong berkali-kali gitu? Wkwk. Mbak koodinator ngasih taunya H-1 dan saya belum ada persiapan apapun buat debat nanti. Materinya tingkat tinggi pulak. Yassalaaam. Masak seorang Naily bahas-bahas poligami sama politik dan hal berat lain? Saya tuh nggak paham dan ngga mau paham juga tentang politik. Politik sekarang suka ngajakin bercanda sih :(

“Nai, besok kamu bagian yang lomba debat ya sama aku sama Tsamara? Temanya ini nih.” Kata Devi, Ketua Himpunan, sambil menyodorkan lembar-lembaran kertas yang berisi tentang peraturan, kelompok, ketentuan lomba dan lain lain.

 Allahumma…. Ini cobaan opo lagi? :((

Mentari siang mulai membakar jilbab dan merambat ke kepala. Debatnya dimulai siang hari pukul satu siang. Karena ngasih taunya malem, jadi masih ada kesempatan buat belajar pagi harinya. Saya mulai mencari referensi referensi buku dan semua bacaan sebagai bahan debat. Waktu serius seriusnya lagi baca baca buku, saya ditanya sama Ustadzah saya. Ya soalnya heran Nai kok seserius ini baca buku. Tebel pula.

“Disuruh lomba debat, Dzah, gimana ini? Huhuhu. Ndak biasa debat Dzah..”

“Bisa.” Jawab ustadzah seperti biasa dengan gaya santainya. Beliau mah Low profile. I always love her style.

“Tapi ndak pernah lomba debat, Ustadzaaaaah” Saya agak nggak yakin.

“Bisa.”

Beberapa jam kemudian, saya siap siap berangkat.

“Pesannya satu, banyak-banyak sholawat. Ingat kan gerakan seribu sholawat?” Ustadzah memberi wejangan sebelum saya berangkat dan salim, kemudian cium tangan sama beliau.

“Siap, Dzah!”

“Ngomong-ngomong, tadi abis makan? Udah makan?”

“Iya Dzah. Sudah”

“Sikat gigi sana, wudhlu lagi. Mulutnya harus suci. Kan mau lomba debat.”

“Nggih, Dzah”

Diperjalanan, mulut saya komat kamit melantunkan alunan sholawat banyak banyak, nggak berharap jadi juara. Bisa mengikuti debat sesuai peraturan, ngomong nggak kagok dan pernyataan saya masuk akal aja udah makasih banget  Yaa Allah..

Saya camkan baik baik perkataan Ustadzah. Sholawat pokoknya tak pernah berhenti. Bahkan dipanggungpun saya masih sempet komat kamit bersholawat tanpa henti. Mikir, mikir sambil sholawat. Belajar sambil sholawat. Ngelihat kelompok lain debat juga sambil sholawat. Makan sambil sholawat. Nunggu giliran maju sambil sholawat.

Babak penyisihan demi penyisihan, kelompok saya lolos. Kemudian babak semifinal lolos juga. Tibalah saatnya babak final. And finally, kelompok saya juara dua. Harusnya bisa sih juara satu. Tapi karena saya disuruh ngelawan argumen kelompok lawan tapi saya memilih buat ndak maju. Ya lagi lagi karena ketidakpedean saya dalam public speaking, yasudahlaya, akhirnya jadi runner up. Juara dua yeaay.

Fyi, saya masih cengok sampe sekarang. Saya tafakkur dijalan. Saya pikir bukan dari saya belajar. Tapi dari keajaiban banyak banyak sholawat. Orang apa yang saya pelajari, sama pernyataan pernyataan saya di podium aja jauh rek. Saya ngomong sebisa saya waktu itu. Wkwk.

Hal semacam ini kadang saya mikirnya ndak pake logika. Bahwa keajaiban itu selalu ada. Kalo mikir pake logika, saya ya harus belajar pethenthengan sampe nggak tidur. Nah, kalo sudah gitu logikanya saya menang. Tapi kalau dipikir secara tauhid, yagimana Allah selalu bisa menakdirkan apapun diluar kepala manusia, kan? Coba pake analogi lain. Kalo pengen keluar negeri, jika dipikir secara duniawi, berarti kita harus nabung dikit demi dikit hingga sampe nominal puluhan juta dulu baru bisa ke luar negeri. Tapi kalo dipikirnya pake tauhid. Pake keajaiban keyakinan iman, bisa saja lewat jalan lain. Misal tiba-tiba diajakin tetangga gegara kita sering bantu mereka dan banyak-banyak sholawat misalnya? Who knows? Hidup selalu penuh keajaiban kalo iman tertancap kuat.

Dalam hal-hal kecilpun saya sering mendapat keajaiban sholawat. Misal mepet paper belum selesai. Padahal semaleman ngerjain meski kadang ketiduran. Ya yaudah saya sering ngandelin sholawat yang paling gampang. Tiba-tiba dosen ada rapat mendadak dan paper nggak jadi dikumpulkan. Wkwk.

Memang sih benar banget kata pelatih rebana dipondok saya beberapa waktu lalu, sholawat itu memudahkan. Memudahkan segala urusan.

Jadi keinget Habib Syech Assegaf. Btw, disini ada yang syecher mania nggak? Kalo iya, sama kayak saya. Saya termasuk fans girl Habib Syech. Wqwq.

Wetan kali. Kulon kali. Wetan kali kulon kali~

Tengah-tengah tanduran pari. Saiki ngaji sesuk yo ngaji. Ayo manut poro kiai~

Shollu ‘alaannabii muhammad!!! Berkat sholawat maksiat minggat!! XD

Kekampretan (Generasi) Saya

Selamat pagi!

Saya masih malas di kamar bersama gadget saya. Di luar masih gerimis, sarapan bisa nanti agak siangan. Pagi adalah waktu mengumpulkan nyawa. Cek Tumblr, Twitter, Path, Whatsapp, Line, dan Instagram dulu jeh. Kali aja ada hal seru yang kelewat. Tadi malam sebelum tidur udah ngeskrol juga sih sampai ngantuk.

Tadi malam saya nonton film, DVD bajakan. Bioskop mahal, mending uang dipakai beli french fries dan cappucino di kafe langganan. Smart buyer!

Kadang-kadang saya beli koran sih pagi begini. Eh ntar aja deh, masih hujan. Sekalian otewe tempat kumpul, dekat stasiun ada yang jual koran.

Membaca koran online sepotong-sepotong bikin gemes. Isinya cuma 5W+1H yang dibagi menjadi 2-3 halaman. Katanya buat naikin jumlah klik situsnya, biar rating naik, iklan bisa lebih mahal.

Sebenarnya saya jarang baca koran. Susah kalo dibaca pas di kereta atau bus kota. Terus saya ga punya banyak waktu baca artikel-artikel tajuk dari redaktur dan opini-opini yang bernas dari para pakar, aktivis, dan jurnalis. Waktu saya berharga buat main CoC atau ngomentarin twit dan status galau temen yang ngebet nikah.

Saya lebih suka baca novel-novel ringan dan kumpulan cerpen. Ga banyak mikir. Ah, jadi kangen. Dulu pernah satu-dua kali baca novel sastra yang ‘serius’. Pergulatan antara ego, keadaan, dan budaya terasa sekali.

Hmm, kenapa ya baca artikel koran yang 500-700 kata satuannya malas, tapi baca novel tebal nggak? Padahal novel itu fiksi, artikel itu non-fiksi dan bikin pinter. Saya merasa saya malas mikir yang berat-berat. Saya merasa tidak perlu tahu urusan orang lain. Saya cuma membaca berita dan artikel terkait bidang keahlian saya. Eh bentar, kalo gitu, saya bakal jadi “specialist” yang buta akan bidang-bidang lain dong, dan ga pernah mencari tahu persinggungan antarbidang keilmuan. Saya ga bisa jadi pemimpin besar yang mengorkestrasi kekuatan-kekuatan sumberdaya menjadi keunggulan dan solusi buat keadaan. Baik, saya jadi pegawai saja. Kerja, digaji, hidup sejahtera. Tidak apa-apa juga kalo digaji orang asing, digaji perusahaan asing yang cari makan di Tanah Air.

Dari koran, novel, sampai soal pilihan jadi pegawai. Life is good rite? Kerjaan settled, 9 to 5. Pulang kerja bisa baca novel, nonton film (bajakan), atau sekali waktu nongkrong di kafe langganan buat main board games. Dulu ingat pas mahasiswa, males gerak beud kalo udah soal ‘waktu terbuang’ untuk ke tempat acara nun jauh dari kampus. Saya merasa waktu saya sangat berharga untuk dihabiskan di perjalanan cuma buat workshop menulis kreatif, meet up dengan alumni, futsal bareng dengan anak-anak dari kampus lain. Mendingan nonton drama Jepang lah. Saya lebih suka ngedon sendiri dengan ‘hobi’ saya. Buat apa mikirin skill tambahan non-akademis, jejaring, dan pengalaman ekstrakampus, toh saya bakal jadi pegawai. Waktu itu beasiswa lancar dan berlebih, bisa dipakai buat ngemil. Daripada habisin duit di jalan karena ntar bakal minum-makan di kafe tengah kota, mending beli roti, susu, dan Nutella sebagai teman movie marathon di akhir pekan. Ah, indahnya masa kuliah.

Sekali waktu perlu juga rasanya nulis di blog atau update status di FB. Biar kelihatan bisa mikir gitu. Buat blog, dalam hal ini Tumblr, untung udah banyak follow artis Tumblr dan akun bule yang kece badai. Tinggal reblog and I will impress people. Untuk FB, biasanya aku ngikutin yang ramai di Newsfeed. Dengan sedikit tambahan hasil kepo beberapa link berita online, aku bisa deh koar-koar tentang Indonesia. Sekarang aku sadar, eksistensiku di media sosial sedangkal proses aku mencari, menyaring, dan mengolah informasi, juga sesuai dengan berapa waktu yang aku investasikan untuk membaca referensi.

Life is good, but hambar. Beda deh kalo pengalaman kuliah saya dulu dengan teman-teman aktivis kampus dan pejuang sosial ekstrakampus. Eh tidak ada gunanya dibanding-bandingkan. Katanya itu syarat bahagia. Bahagia tapi hambar, hmm. Yang jelas mereka lebih banyak baca buku dari saya, mereka lebih banyak mendengar dari para senior dan pakar daripada saya, mereka lebih banyak amal sosial daripada saya, dan punya lebih banyak kesempatan dan pengalaman yang mengasah kepekaan pada kondisi riil masyarakat. Again, buat apa dibandingin, bikin ga bahagia aja.

Profesionalisme. Nah, ini baru keren. Sebagai calon peneliti, saya ambil banyak pengalaman di kampus. Kerja di lab, ikut proyek dosen, berharap bisa publish paper. Kerja di lembaga riset di bidang yang kita sukai. Life is good huh? Eh tapi kok pas lihat kawan-kawan sejurusan dan sefakultas dulu baca manga, bahas anime, dan main DOTA kok rasanya ada yang mengganjal. Saat saya baca paper dan bikin review literatur mereka cuma ngerjain tutorial terus lanjut buka Onemanga. Mereka bisa disibukkan dngan kegiatan yang lain sebenarnya. Ngapain kek gitu, ikut kegiatan sosial internal kampus, atau datang bedah buku dan film di perpus. Okay, mereka capek-capek kuliah tentu sudah punya tujuan. Mereka mau jadi insinyur atau sales atau MT yang oke ya itu urusan mereka. Mereka pasti sudah memikirkannya, buat apa susah-susah mikirin orang lain. Oh ya, kuliah itu capek tahu … jadi butuh refreshing. Refreshing yang cukup biar IPK tetap di atas cum laude. Mama-papa senang, aku senang.

Pas wisuda baru terlihat siapa-siapa yang sukses dan belum sukses, siapa yang sudah jelas tujuannya dan yang belum, siapa yang sudah halus softskill-nya dan siapa yang masih kasar, siapa yang sudah bulat portfolionya dan siapa yang masih scattered. Ah, lagi-lagi. Bukan hak-ku untuk menjadi juri buat kehidupan orang lain. Tapi yang jelas, wajah-wajah yang kuyu, khawatir, dan panik itu kelihatan di semester akhir. Sumringah wisudaan dan pasca-sidang akhir cuma sesaat. Oh ya, saya juga melihat wajah khawatir itu saat saya bercermin saat menggosok gigi pagi dan malam hari.

Andai saja dulu saat ada yang ngajak beraktivitas di luar kampus saya punya rasa ingin tahu lebih besar.

Andai saja dulu saat ada sesi berjejaring saya tidak egois untuk buru-buru balik ke asrama untuk nonton film.

Andai saja dulu saat saya merasa kehambaran hidup saya berani memberi warna baru dan mencoba hal-hal extraordinary yang memacu adrenalin.

Andai saja dulu saya menukar kenikmatan Nutella dan asrama ber-AC dengan bea transportasi dan marjin harga makanan asrama dan tengah kota.

Andai saja saya dulu mengajak kawan-kawan untuk sejenak berhenti main PES lalu sowan ke kampus lain atau nyamperin pojok kegiatan komunitas di sekitar kota.

Kata Tuhan, ga baik berandai-andai. Tapi berandai untuk masa depan yang lebih baik masa ga boleh? Ada baiknya juga sih ga berandai jadi A dan B. Hidup ga capek. Tidur cukup, refreshing cukup, nanti kalo kerja gaji cukup. Asumsikan dengan modal nilai oke, mudah dapat kerja. Bisa hidup bahagia.

Oke segitu dulu.

Siapa hayo yang belum daftar?

Ga kepengen ketemu penulis buku Hujan Matahari dan Lautan Langit aka @kurniawangunadi nih? 

Ga kepengen ketemu Selebtumblr yang kece badai aka @kotak-nasi?

Atau ga ada yang kepengen selfie bareng Minko & Minka yang bikin penasaran~?

uwuwuw~

Sok atuh isi formatnya: nama # akuntumblr # kota # no.hp

Bisa dikirim melalui SMS/WA ke nomor 087882308772

atau melalui  LINE dwifputri

Pendaftaran akan ditutup pada tanggal 20 Oktober 2015. Jadi, jangan salahkan Minko kalau kamu tidak bisa ikut GATH KITA :p