kawan

Oi, mãe. Não precisa se assustar, isso não é uma carta de despedida e muito menos avisando que fui assassinado. Mas só queria te dizer que morri. Morri quando eu precisava desabafar com você, mas seus problemas eram maiores que eu, então resolvi deixar pra lá. De lado. Morri das inúmeras vezes que me senti vazio e que nunca pôde contar com suas palavras de incentivo. Morri quando tirei nota baixa na prova, mas que não sabia como te contar, porque sempre soube que você não iria aceitar. “Você não trabalha, não tem dívidas, não paga embasa, então você tem o direito de passar”. É isso que você sempre dizia. Sem ao menos ligar se isso me atingia ou não. Mas eu te entendo. Você é mãe. Morri quando eu quis assistir aquele filme que tava em últimas semanas no cinema, mas que nunca fez questão de me levar. Morri quando queria chegar pra dizer que te amo e simplesmente nunca soube como te acalmar. Quando eu quis te abraçar, beijar teu rosto e até mesmo te apertar. Morri de tanto você falar o que eu não precisava ouvir. Merecia, não minto. Mas não precisava. Morri quando eu pegava todas suas dores pra mim. Morri de tanto te ver chorar pelo pai. Acabei morrendo tentando viver. Morri. Por você.
—  M Kawan.
Lihatlah Lebih Dekat
cover by elzacha
Lihatlah Lebih Dekat

LIHATLAH LEBIH DEKAT 

Pertemuan ku dengan orang-orang baik, membuat diriku terus berkembang lebih baik. Tapi dari perjalanan ini juga aku harus belajar merelakan, ko merelakan? Manusia adalah tempat kekurangan, dan aku merasa saat aku mengasah sebilah mata pisau ku, ternyata secara tidak sadar aku melukai orang yang dekat denganku.  Sehingga mungkin orang yang berada di dekatku ini merasa tersakiti, dan sudah merasa tidak nyaman.  Kalau kata Fiersa Besari dalam bukunya Garis Waktu;

Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau bertemu dengan satu orang yang mengubah hidupmu selamanya.

Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau terluka dan kehilangan pegangan.

Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau ingin melompat mundur pada titik kenangan tertentu. 

Namun tiada guna, garis waktu takkan memperlambat gerakannya barang sedetik pun. Ia hanya mampu maju, dan terus maju. Dan mau tidak mau, kita harus terseret dalam alurnya. 

Maka, Ikhlaskan saja kalau begitu.

Tapi bukankah perteman baik itu seperti kita berteman diwaktu kecil?  Salah satu temanku berkata, “Aku sama dia mah kalo hari ini berantem besok udah baikan lagi, ga ada kata maaf-maaf. Udah lupa aja”. Hmm, mungkin begitu kali ya,  teman baik bisa menerima kita apa adanya, dan kita bisa belajar menjadi lebih baik karena selalu ada yang mengingatkan. :)

Dalam setiap perjalanan selalu ada pertemuan dengan orang-orang baru. Dan kadang ada takaran seberapa berpengaruh lingkungan baru terhadap kehidupan kita. Dan ini seperti salah satu faktor terhadap diri kita, seperti nampak agak berbeda, padahal dalam hati sebetulnya sama. Tapi yang bisa menilai adalah orang di sekeliling kita. Dinilai baik atau buruk? Tergantung kacamata mereka.

Aku hanya percaya satu, tidak ada yang namanya bekas sahabat atau bekas teman. Aku masih merasa dia masih sahabatku bukan pernah menjadi sahabatku. Walau mungkin semua telah berubah. Haaahhh *menghela nafas* Kadang lebih mudah terpisah jarak, dari pada harus mengalami hal kurang mengenakan sehingga persahabatan jadi merenggang. Mungkin inilah salah satu alasan mengapa dalam islam tidak diperbolehkann pacaran ya?

Karena saat kita selalu bersama seseorang, saat kita bisa saling membantu dan mengisi, lalu tetiba sudah tidak bisa bersama, bahkan untuk bertemu pun enggan. Maka kita akan lupa kalau kita sudah bergantung pada manusia. haaaa… Aku merasa ga akan sanggup untuk menjalani hubungan seperti pacaran. Hatiku terlalu rapuh. *halah*

Aku harus selalu mengingatkan diriku, manusia itu tempatnya salah dan khilaf, tidak ada yang sempurna. Maka saat kamu membuat salah dan mungkin aku tidak bisa menerima, aku selalu ingat kebaikan-kebaikan yang pernah kamu bagi, kebaikan yang pernah kita alami. Dan aku tidak ingin pergi, aku ingin memperbaiki. Mungkin perlu waktu untuk bisa menerima kembali, tapi aku masih mencoba. Aku mengerti, luka bisa sembuh tapi tetap berbekas.

“Hi kawan, saat aku mencari tahu permasalahan dan mencoba memperbaiki sendirian, aku baru sadar ternyata aku tak setegar yang orang-orang bayangkan.  Jika masalah dan kesalahan ada pada diriku, aku berusaha meminta maaf dan mencari jalan keluarnya. Tapi jikalau ternyata memang ada faktor lain dan dari sisi kamu sudah tidak ingin bersama, tidak ingin berteman, bahkan merasa bahwa apa yang dilalui dimasa lalu adalah suatu kemunduran, suatu kesalahan, suatu waktu yang tidak berharga, suatu kata manis  yang seharusnya tidak diucapkan. Aku pun bisa merasa sakit dan kelelahan berusaha sendirian”.

Nampaknya akan lebih bijak mengakhiri percakapan dahulu. Dari pada memory manis yang pernah terukir, di sayat pelan pelan hingga menghilang.

Kalau kata kakak ku Raisa, “Seolah aku tak pernah jadi bagian besar dalam hari-hari mu. Seolah janji dan kata-kata yang telah terucap kehilangan arti. Lebih baik kita usai disini, sebelum cerita indah, tergantikan pahitnya sakit hati. Bukannya aku mudah menyerah, tapi bijaksana mengerti kapan harus berhenti”.

Kalau kata kembaran ku sherina, “Pergilah sedih, pergilah resah, jauhkanlah aku dari salah prasangka. Pergilah gundah, jauhkan resah, lihat segalanya lebih dekat dan ku bisa menilai. Lebih bijaksana”.

Hi saudari ku, kawan ku, sahabat ku, bagaimana pun kamu saat ini. Semoga kau mendapatkan apa yang sebenar-benarnya kamu inginkan. Terimakasih atas kebaikanmu selama ini.  

I know you so well.

Mahfudzot

*Semoga tidak sekedar hafalan didepan kelas dan musnah ditelan zaman,*


1. مَنْ جَدَّ وَجَدَ
2. مَنْ سَارَ عَلَى الدَرْبِ وَصَلَ
3. مَن صَبَرَ ظَفِرَ
4. مَنْ قَلَ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ
5. جَالِسْ أَهْلَ الصِدْقِ وَ الوَفَاءِ
6. مَوَدَّةُ الصَدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِيْقِ
7. وَمَااللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَعَبِ
8. الصَبْرُ يُعِيْنُ عَلَى كُلِّ عَمَلٍ
9. جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا
10. اطْلَبِ العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلىَ اللَحْدِ
11. بَيْضَةُ اليَوْمِ خَيْرٌ مِنْ دَجَاجَةِ الغَدِ
12. الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَهَبِ
13. العَقْلُ السَلِيْمُ فىِ الجِسْمِ السَلِيْمِ
14. خَيْرُ جَلِيْسٍ فىِ الزَمَانِ كِتَابٌ
15. مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ
16. خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلَى الخَيْرِ
17. لَوْلاَ العِلْمُ لَكَانَ النَاسُ كَالبَهَائِمِ
18. العِلْمُ فىِ الصِغَرِ كَالنَقْشِ عَلَى الحَجَرِ
19. لَنْ تَرْجِعَ الأَيَّامُ التِى مَضَتْ
20. تَعَلَّمَنْ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا
21. العِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ كَالشَجَرِ بِلاَ ثَمَرٍ
22. الإِتِّحَادُ أَسَاسُ النَجَاحِ
23. لَا تَحْتَقِرْ مِسْكِيْنًا وَكُنْ لَهُ مُعِيْنًا
24. الشَرَفُ بِالأَدَبِ لَابِالنَسَبِ
25. سَلَامَةُ الإِنْسَانِ فِى حِفْظِ اللِّسَانِ
26. آدَبُ المَرْءِ خَيْرٌ مِنْ ذَهَبِهِ
27. سُوْءُ الخُلُقِ يُعْدِى
28. آفَةُ العِلْمِ النِّسْيَانُ
29. إِذَا صَدَقَ العَزْمُ وَضَحَ السَّبِيْلُ
30. لَا تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَىءٍ مَزِيَّةٌ
31. اَصْلِحْ نَفْسَكَ يَصْلُحْ لَكَ النَّاسُ
32. فَكِّرْ قَبْلَ أَنْ تَعْزِمَ
33. مَنْ عَرَفَ بُعْدَ السَّفَرِ اِسْتَعَدَّ
34. مَنْ حَفَرَ حُفْرَةً وَقَعَ فِيْهَا
35. عَدُوٌّ عَاقِلٌ خَيْرٌ مِنْ صَدِيْقٍ جَاهِلٍ
36. مَنْ كَثُرَ إِحْسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
37. اِجْهَدْ وَلَا تَكْسَلْ وَلَا تَكُ غَافِلًا # فَنَدَامَةُ العُقْبَى لِمَنْ يَتَكَاسَلُ
38. لَا تُؤَخِّرْ عَمَلَكَ إِلَى الغَدِ مَاتَقْدِرُ أَنْ تَعْمَلَهُ اليَوْمَ
39. اُتْرُكِ الشَّرَّ يَتْرُكْكَ
40. خَيْرُ النَّاسِ اَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَاَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
41. فِى التَّأَنِّى السَّلَامَةُ وَفِى العَجَلَةِ النَّدَامَةُ
42. ثَمْرَةُ التَفْرِيْطِ النَدَامَةُ وَثَمْرَةُ الحَزْمِ السَلاَمَةُ
43. الرِّفْقُ بِالضَّعِيْفِ مِنْ خُلُقِ الشَّرِيْفِ
44. فَجَزَاءُ سَيَّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا
45. تَرْكُ الجَوَابِ عَلَى الجَاهِلَ جَوَابٌ
46. مَنْ عَذُبَ لِسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
47. إِذَا تَمَّ العَقْلُ قَلَّ الْكَاَةمُ
48. مَنْ طَلَبَ اَخًا بِلَا عَيْبٍ بَقِيَ بِلَا اَخٍ
49. قُلِ الحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا
50. خَيْرُ مَالِكَ مَا نَفَعَكَ
51. خَيْرُ الأُمُوْرِ أَوْسَطُهَا
52. لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ وَلِكُلِّ مَقَالٍ مَقَامٌ
53. إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
54. لَيْسَ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ فَقِيْرًا بَلْ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ بَخِيْلًا
55. لَيْسَ اليَتِيْمُ الَّذِى قَدْ مَاتَ وَالِدُهُ بَلْ اليَتِيْمُ يَتِيْمُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
56. لِكُلِّ عَمَلٍ ثَوَابٌ وَلِكُلِّ كَاَامٍ جَوَابٌ
57. وَعَامِلِ النَّاسَ كَمَا تُحِبُّ أَنْ يُعَامِلُوْكَ
58. هَلَكَ اِمْرُؤٌ لَمْ يَعْرِفْ قَدْرَهُ
59. رَأْسُ الذُّنُوْبِ الكَذِبُ
60. مَنْ ظَلَمَ ظُلِمَ
61. لَيْسَ الجَمَالُ بِأَثْوَابٍ تُزَيِّنُنَا إِنَّ الَجمَالَ جَمَالُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
62. لَا تَكُنْ رَطْبًا فَتُعْصَرَ وَلَا يَابِسًا فَتُكَسَّرَ
63. مَنْ اَعَانَكَ عَلَى الشَّرِّ ظَلَمَكَ
64. العَمَلُ يَجْعَلُ الصَّعْبَ سَهْلًا
65. أَخِىْ لَنْ تَنَالُ العِلْمَ إِلَّا بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَ طُوْلُ زَمَانٍ
66. مَنْ تَأَنَّى نَالَ مَا تَمَنَّى
67. اُطْلُبِ العِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ
68. النَّظَافَةُ مِنَ الْإِيْمَانِ
69. إِذَا كَثُرَ الـمَطْلُوْبُ قَلَّ الـمُسَاعِدُ
70. لَا خَيْرَ فِى لَذَّةٍ تَعْقِبُ نَدَمًا
71. تَنْظِيْمُ العَمَلِ يُوَفِّرُ نِصْفَ الوَقْتِ
72. رُبَّ أَخٍ لَمْ تَلِدْهُ وَالِدَةٌ
73. دَاوُوا الغَضَبَ بِالصُّمْتِ
74. الكَاَِمُ يَنْفُذُ مَا لَا تَنْفُذُهُ الإِبَرُ
75. لَيْسَ كُلُّ مَا يَلْمَعُ ذَهَبًا
76. سِيْرَةُ الـمَرْءِ تُنْبِئُ عَنْ سَرِيْرَتِهِ
77. قِيْمَةُ الـمَرْءِ بِقَدْرِ مَا يُحْسِنُهُ
78. صَدِيْقُكَ مَنْ اَبْكَاكَ لَا مَنْ اَضْحَكَكَ
79. عَثْرَةُ القَدَمِ اَسْلَمُ مِنْ عَثْرَةِ اللِّسَانِ
80. خَيْرُ الكَاَُمِ مَا قَلَّ وَدَلَّ
81. كُلُّ شَيْءٍ إِذَا كَثُرَ رَخُصَ إِلَّا الاَدَبُ
82. أَوَّلُ الغَضَبِ جُنُوْنٌ وَآخِرُهُ نَدَمٌ
83. العَبْدُ يُضْرَبُ بِالعَصَا وَالحُرُّ يَكْفِيْهِ بِالإِشَارَةِ
84. اُنْظُرْ مَا قَالَ وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ
85. الحَسُوْدُ لَا يَسُوْدُ
86. الأَعْمَالُ بِخَوَاتِمِهَا

1. Siapa bersungguh-sungguh dia berhasil.
2. Siapa berjalan pada relnya akan sampai.
3. Siapa bersabar berhasil.
4. Siapa sedikit kejujurannya, sedikit temannya.
5. Bergaullah dengan orang jujur dan menepati janji.
6. Kasih sayang teman tampak pada waktu kesempitan.
7. Tak ada kenikmatan kecuali setelah susah payah.
8. Kesabaran membantu atas setiap pekerjaan.
9. Coba dan perhatikan, kau akan jadi tahu.
10. Tuntutlah ilmu sejak buaian hingga liang lahat.
11. Telur hari ini lebih baik dari ayam besok hari.
12. Waktu itu lebih berharga daripada emas.
13. Pikiran yang sehat terdapat pada badan yang sehat.
14. Sebaik-baik teman duduk sepanjang waktu adalah buku.
15. Siapa menanam dia akan memetik.
16. Sebaik-baik kawan adalah yang menunjukkanmu pada kebaikan.
17. Jika tak ada ilmu maka pasti manusia seperti binatang.
18. Pengetahuan pada waktu kecil seperti lukisan di atas batu.
19. Tak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.
20. Belajarlah pada waktku kecil dan amalkan dia saat kau besar.
21. Ilmu tanpa diamalkan bagaikan pohon tanpa buah.
22. Persatuan adalah dasar keberhasilan.
23. Jangan menghina orang miskin dan jadilah penolong baginya.
24. Kemuliaan itu dengan adab bukan karena keturunan.
25. Keselamatan manusia ada pada menjaga pembicaraannya.
26. Perilaku (baik) seseorang lebih baik dari emasnya.
27. Kejelekan perilaku itu menular.
28. Bencana pengetahuan adalah lupa.
29. Jika benar tekadnya maka akan jelas perjalanannya.
30. Jangan menghina orang yang lebih rendah darimu, karena setiap sesuatu memiliki kelebihan.
31. Perbaiki dirimu, maka akan baik kepadamu semua manusia.
32. Berpikirlah sebelum bertindak.
33. Siapa yang mengetahui jauhnya perjalanan dia akan bersiap-siap.
34. Siapa menggali lobang akan terposok ke dalamnya.
35. Musuh yang cerdas lebih baik dari kawan yang bodoh.
36. Siapa yang banyak kebaikannya maka banyak sahabatnya.
37. Bersungguh-sungguhlah dan jangan malas dan jangan jadi lalai, karena penyesalan mendalam itu adalah milik mereka yang bermalas-malasan.
38. Jangan tunda pekerjaanmu hingga besok, apa yang dapat kau kerjakan hari ini.
39. Tinggalkannlah kejahatan itu, dia pasti meninggalkanmu.
40. Sebaik-baik manusia adalah yang terbaik akhlaknya dan paling bermanfaat bagi manusia.
41. Dalam kehati-hatian ada keselamatan dan dalam ketergesa-gesaan ada penyesalan.
42. Buah dari penyia-nyiaan adalah penyesalan dan buah dari keteguhan adalah keselamatan.
43. Kasih sayang pada yang lemah termasuk akhlak yang mulia.
44. Balasan dari kejelekan adalah kejelakan yang setimpal.
45. Meninggalkan jawaban untuk orang bodoh adalah jawabannya.
46. Barang siapa yang manis tutur katanya banyak sahabatnya.
47. Jika sempurna akal seseorang maka sedikit bicaranya.
48. Barang siapa yang mencari kawan tanpa aib maka dia tetap tidak memiliki kawan.
49. Katakanlah yang benar meskipun pahit.
50. Sebaik-baik hartamu adalah yang memberikan manfaat bagimu.
51. Sebaik-baik perkara adalah pertengahan.
52. Setiap tempat ada kata-katanya (yg cocok) dan setiap kata-kata ada tempatnya (yg cocok.
53. Jika kamu tidak malu maka berbuatlah sekehendakmu.
54. Bukannya aib bagi mereka yang miskin, tapi aib itu milik mereka yang pelit.
55. Bukannya yatim itu yang telah mati orang tuanya, tapi yatim itu adalah yang tidak memiliki ilmu dan sopan santun.
56. Setiap pekerjaan ada balasannya dan setiap perkataan ada jawabannya.
57. Dan perlakukanlah manusia sebagaimana kamu ingin diperlakukan.
58. Hancurlah seseorang yang tidak mengetahui kemampuannya.
59. Otak dari dosa adalah kebohongan.
60. Siapa yang menzalimi akan terzalimi.
61. Bukannya keindahan itu dengan pakaian yang menghiasi kita tapi keindahan itu adalah keindahan ilmu dan adab.
62. Jangan kamu lemah nanti kamu diperas dan jangan keras nanti kamu dipatahkan.
63. Barang siapa yang membantumu melakukakan kejelekan, dia menzalimimu.
64. Tindakan, membuat yang sulit menjadi mudah.
65. Saudaraku! Kamu tidak akan mendapat ilmu kecuali dengan enam perkara, akan ku berikan perincian dengan jelas : Kecerdasan, Harta Benda, Ketamakan, Mempergauli Ustadz Kesungguhan Waktu yang panjang.
66. Barang siapa yang berhati-hati maka dia akan mendapatkan apa yang dia impikan.
67. Tuntutlah ilmu itu walaupun ke negeri Cina.
68. Kebersihan adalah bagian dari iman.
69. Jika perminataan terlalu banyak, sediki yang membantu.
70. Tak ada kebaikan pada kenikmatan yang diiringi penyesalan.
71. Mengatur pekerjaan akan menghemat setengah waktu.
72. Banyak saudara yang tidak dilahirkan oleh seorang ibu.
73. Obatilah kemarahan itu dengan diam.
74. Perkataan itu menembus apa yang tak ditembus oleh jarum.
75. Tidak setiap yang berkilap itu adalah emas.
76. Tindak tanduk seseorang menunjukkan kepribadiannya.
77. Nilai seseorang sesuai dengan kebaikan yang dilakukannya.
78. Sahabatmu adalah yang membuatmu menangis bukan yang membuatmu tertawa.
79. Terpelesetnya kaki lebih aman dari terpelesetnya lidah.
80. Sebaik-baik kata adalah yang ringkas dan mengena.
81. Segala sesuatu jika kebanyakan akan murah kecuali sopan santun.
82. Awal kemarahan adalah kegilaan dan berakhir dengan penyesalan.
83. Budak itu dipukul dengan tongkat sedangkan orang yang merdeka itu cukup dengan isyarat.
84. Perhatikan apa yang dikatakan dan jangan perhatikan siapa yang mengatakan.
85. Pendengki tak akan bahagia.
86. Semua pekerjaan harus dituntaskan
Jum'at barokah

Di Masyarakat

Selepas lulus dan benar-benar keluar dari dunia perkuliahan kemudian menjadi bagian dari warga masyarakat, bertetangga, berumah tangga, bersosial, saya menjadi semakin banyak belajar dalam sekitar tiga tahun terakhir ini.

Sewaktu dikampus, banyak sekali bentukan label yang dibuat dan dilekatkan pada mahasiswa hanya dari apa yang dilakukannya. Saya hanya akan mengangkat satu saja dari sekian banyak, yaitu ansos (anti sosial). Label yang dilekatkan pada mereka yang tidak mau ikut dalam organisasi, tidak aktif dalam kegiatan mahasiswa dsb.

Kini saya paham bahwa setiap orang itu punya semestanya sendiri. Dan pemahaman ini hadir selepas saya masuk ke dalam wilayah organsisasi yang lebih luas, tidak hanya melingkupi kampus. Juga setelah saya masuk ke dalam masyarakat.

Orang yang tidak aktif dalam kegiatan kampus/organisasi tidak berarti dia tidak aktif sama sekali. Dulu saya mendapati kawan-kawan saya adalah orang yang banyak bekerja di lab, kalau dulu labelnya anak-anak SO (study oriented). Mereka punya keaktifan di tempat yang lain. Dan sebagaimana pengisian peran di dunia ini, mereka adalah orang-orang yang melengkapi peran-peran tsb. Dan kontribusi mereka sama sekali tidak bisa disepelekan.

Dulu saya masih dalam cara berpikir yang dangkal, mau sekece apapun peneliatannya kalau gak aktif ya akan dilabelin ansos atau SO. Dan semakin mendekati lulus kala itu, saya paham bahwa pencapaian saya secara akademis sangat biasa-biasa saja dan tidak memberikan kontribusi yang banyak dibidang ilmu pengetahuan, bahkan TA saya atau mungkin juga kita semua hanya dibuat hanya untuk memenuhi syarat kelulusan, kemudian teronggok begitu saja di perpustakaan. Tidak ada niatan untuk membuatnya benar-benar menjadi bermanfaat bagi kehidupan manusia atau alam atau apapun yang kita teliti.

Dan ketika berada di masyarakat, terjun langsung. Kita akan menemukan fakta bahwa tidak akan ada yang bertanya kita lulusan mana dsb. Tapi bagaimana sikap dan sifat kita di masyarakat itu sendiri. Apakah kita menjadi tetangga yang baik. Bagaimana kita berusaha mengenal dan saling kenal dalam satu wilayah baru semisal kita baru pindahan. Juga bagaimana kita mengambil peran dalam masyarakat itu.

Banyak dari kita mungkin merasa kaku atau kikuk ketika di masyarakat, padahal amat terkenal dan banyak teman di kampus. Kita juga enggan mengambil peran sesederhana misal jaga ronda, atau jadi bendahara RT, dsb. Dan sungguh, di masyarakat kita dihargai atau dihormati bukan dari label lulusan kita. Mereka tidak tahu apa yang kita perbuat di kampus, tapi bagaimana kita di masyarakat.

Selamat belajar menjadi warga masyarakat. Sebab sesungguhnya itulah kehidupan yang sesungguhnya, kampus terlalu ideal dan steril. Di masyarakat kita akan menemukan dinamika yang berbeda dan kita akan tinggal disana lebih lama daripada di lingkungan kampus.

Jadi sudah sejauh mana kita mengenal tetangga kiri kanan kos-kosan/kontrakan kita? Padahal sudah bertahun kita tinggal disitu, sebagai pendatang :)

Yogyakarta, 2 Juli 2017 | ©kurniawangunadi

KATA-KATA HIKMAH BAHASA ARAB

1. ﻣَﻦْ ﺟَﺪَّ ﻭَﺟَﺪَ
1. Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia.
2. ﻣَﻦْ ﺻَﺒَﺮَ ﻇَﻔِﺮَ
2. Barang siapa sabar beruntunglah ia.
3. ﻣَﻦْ ﺳَﺎﺭَ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﺪَّﺭْﺏِ ﻭَﺻَﻞَ
3. Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia
4. ﻣَﻦْ ﻗَﻞَّ ﺻِﺪْﻗُﻪُ ﻗَﻞَّ ﺻَﺪِﻳْﻘُﻪُ
4. Barang siapa sedikit benarnya/kejujurannya, sedikit pulalah temannya.
5. ﺟَﺎﻟِﺲْ ﺃَﻫْﻞَ ﺍﻟﺼِّﺪْﻕِ ﻭَﺍﻟﻮَﻓَﺎﺀِ
5. Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji.
6. ﻣَﻮَﺩَّﺓُ ﺍﻟﺼَّﺪِﻳْﻖِ ﺗَﻈْﻬَﺮُ ﻭَﻗْﺖَ ﺍﻟﻀِّﻴْﻖِ
6. Kecintaan/ketulusan teman itu, akan tampak pada waktu kesempitan.
7. ﻭَﻣَﺎﺍﻟﻠَّﺬَّﺓُ ﺇِﻻَّ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟﺘَّﻌَﺐِ
7. Tiada kenikmatan kecuali setelah kepayahan.
8. ﺍﻟﺼَّﺒْﺮُ ﻳُﻌِﻴْﻦُ ﻋَﻠﻰَ ﻛُﻞِّ ﻋَﻤَﻞٍ
8. Kesabaran itu menolong segala pekerjaan.
9. ﺟَﺮِّﺏْ ﻭَﻻَﺣِﻆْ ﺗَﻜُﻦْ ﻋَﺎﺭِﻓًﺎ
9. Cobalah dan perhatikanlah, niscaya kau jadi orang yang tahu.
10. ﺍُﻃْﻠُﺐِ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻤَﻬْﺪِ ﺇِﻟﻰَ ﺍﻟﻠَّﺤْﺪِ
10. Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur.
11. ﺑَﻴْﻀَﺔُ ﺍﻟﻴَﻮْﻡِ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺩَﺟَﺎﺟَﺔِ ﺍﻟﻐَﺪِ
11. Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari.
12. ﺍﻟﻮَﻗْﺖُ ﺃَﺛْﻤَﻦُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺬَّﻫَﺐِ
12. Waktu itu lebih mahal daripada emas.
13. ﺍﻟﻌَﻘْﻞُ ﺍﻟﺴَّﻠِﻴْﻢُ ﻓﻲِ ﺍﻟﺠِﺴِْﻢ ﺍﻟﺴَّﻠِﻴْﻢِ
13. Akal yang sehat itu terletak pada badan yang sehat.
14. ﺧَﻴْﺮُ ﺟَﻠِﻴْﺲٍ ﻓﻲِ ﺍﻟﺰَّﻣَﺎﻥِ ﻛِﺘَﺎﺏٌ
14. Sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku.
15. ﻣَﻦْ ﻳَﺰْﺭَﻉْ ﻳَﺤْﺼُﺪْ
15. Barang siapa menanam pasti akan memetik (mengetam).
16. ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻷَﺻْﺤَﺎﺏِ ﻣَﻦْ ﻳَﺪُﻟُّﻚَ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﺨَﻴْﺮِ
16. Sebaik-baik teman itu ialah yang menunjukkan kamu kepada kebaikan.
17. ﻟَﻮْﻻَ ﺍﻟﻌِﻠْﻢُ ﻟَﻜَﺎﻥَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻛَﺎﻟﺒَﻬَﺎﺋِﻢِ
17. Seandainya tiada berilmu niscaya manusia itu seperti binatang.
18. ﺍﻟﻌِﻠْﻢُ ﻓﻲِ ﺍﻟﺼِّﻐَﺮِ ﻛَﺎﻟﻨَّﻘْﺶِ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﺤَﺠَﺮِ
18. Ilmu pengetahuan diwaktu kecil itu, bagaikan ukiran di atas batu.
19. ﻟَﻦْ ﺗَﺮْﺟِﻊَ ﺍﻷَﻳﺎَّﻡُ ﺍﻟَّﺘﻲِ ﻣَﻀَﺖْ
19. Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.
20. ﺗَﻌَﻠَّﻤَﻦْ ﺻَﻐِﻴْﺮًﺍ ﻭَﺍﻋْﻤَﻞْ ﺑِﻪِ ﻛَﺒِﻴْﺮًﺍ
20. Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah di waktu besar.
21. ﺍﻟﻌِﻠْﻢُ ﺑِﻼَ ﻋَﻤَﻞٍ ﻛَﺎﻟﺸَّﺠَﺮِ ﺑِﻼَ ﺛَﻤَﺮ
21. Ilmu tiada amalan bagaikan pohon tidak berbuah.
22. ﺍﻻﺗِّﺤَﺎﺩُ ﺃَﺳَﺎﺱُ ﺍﻟﻨَّﺠَﺎﺡِ
22. Bersatu adalah pangkal keberhasilan.
23. ﻻَ ﺗَﺤْﺘَﻘِﺮْ ﻣِﺴْﻜِﻴْﻨًﺎ ﻭَﻛُﻦْ ﻟَﻪُ ﻣُﻌِﻴْﻨﺎً
23. Jangan engkau menghina orang miskin bahkan jadilah penolong baginya.
24. ﺍﻟﺸَّﺮَﻑُ ﺑِﺎﻷَﺩَﺏِ ﻻَ ﺑِﺎﻟﻨَّﺴَﺐِ
24. Kemuliaan itu dengan adab kesopanan, (budi pekerti) bukan dengan keturunan.
25. ﺳَﻼَﻣَﺔُ ﺍﻹِﻧْﺴَﺎﻥِ ﻓﻲِ ﺣِﻔْﻆِ ﺍﻟﻠِّﺴَﺎﻥِ
25. Keselamatan manusia itu dalam menjaga lidahnya (perkataannya).
26. ﺁﺩَﺍﺏُ ﺍﻟﻤَﺮْﺀِ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺫَﻫَﺒِﻪِ
26. Adab seseorang itu lebih baik (lebih berharga) daripada emasnya.
27. ﺳُﻮْﺀُ ﺍﻟﺨُﻠُﻖِ ﻳُﻌْﺪِﻱ
27. Kerusakan budi pekerti/akhlaq itu menular.
28. ﺁﻓَﺔُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢِ ﺍﻟﻨِّﺴْﻴﺎَﻥُ
28. Bencana ilmu itu adalah lupa.
29. ﺇِﺫَﺍ ﺻَﺪَﻕَ ﺍﻟﻌَﺰْﻡُ ﻭَﺿَﺢَ ﺍﻟﺴَّﺒِﻴْﻞُ
29. Jika benar kemauannya niscaya terbukalah jalannya.
30. ﻻَ ﺗَﺤْﺘَﻘِﺮْ ﻣَﻦْ ﺩُﻭْﻧَﻚَ ﻓَﻠِﻜُﻞِّ ﺷَﻴْﺊٍ ﻣَﺰِﻳَّﺔٌ
30. Jangan menghina seseorang yang lebih rendah daripada kamu, karena segala sesuatu itu mempunyai kelebihan.
31. ﺃَﺻْﻠِﺢْ ﻧَﻔْﺴَﻚَ ﻳَﺼْﻠُﺢْ ﻟَﻚَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ
31. Perbaikilah dirimu sendiri, niscaya orang-orang lain akan baik padamu.
32. ﻓَﻜِّﺮْ ﻗَﺒْﻞَ ﺃَﻥْ ﺗَﻌْﺰِﻡَ
32. Berpikirlah dahulu sebelum kamu berkemauan (merencanakan).
33. ﻣَﻦْ ﻋَﺮَﻑَ ﺑُﻌْﺪَ ﺍﻟﺴَّﻔَﺮِ ﺍِﺳْﺘَﻌَﺪَّ
33. Barang siapa tahu jauhnya perjalanan, bersiap-siaplah ia.
34. ﻣَﻦْ ﺣَﻔَﺮَ ﺣُﻔْﺮَﺓً ﻭَﻗَﻊَ ﻓِﻴْﻬَﺎ
34. Barang siapa menggali lobang, akan terperosoklah ia di dalamnya.
35. ﻋَﺪُﻭٌّ ﻋَﺎﻗِﻞٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺻَﺪِﻳْﻖٍ ﺟَﺎﻫِﻞٍ
35. Musuh yang cerdik pandai, lebih baik daripada kawan yang jahil
36. ﻣَﻦْ ﻛَﺜُﺮَ ﺇِﺣْﺴَﺎﻧُﻪُ ﻛَﺜُﺮَ ﺇِﺧْﻮَﺍﻧُﻪُ
36. Barang siapa banyak perbuatan baiknya, banyak pulalah temannya.
37. ﺍِﺟْﻬَﺪْ ﻭَﻻَ ﺗَﻜْﺴَﻞْ ﻭَﻻَ ﺗَﻚُ ﻏَﺎﻓِﻼً ﻓَﻨَﺪَﺍﻣَﺔُ ﺍﻟﻌُﻘْﺒﻰَ ﻟِﻤَﻦْ ﻳَﺘَﻜﺎَﺳَﻞُ
37. Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermala-malas dan jangan pula lengah, karena penyesalan itu bagi orang yang bermalas-malas.
38. ﻻَ ﺗُﺆَﺧِّﺮْ ﻋَﻤَﻠَﻚَ ﺇِﻟﻰَ ﺍﻟﻐَﺪِ ﻣَﺎ ﺗَﻘْﺪِﺭُ ﺃَﻥْ ﺗَﻌْﻤَﻠَﻪُ ﺍﻟﻴَﻮْﻡَ
38. Janganlah menundakan pekerjaanmu hingga esok hari, yang kamu dapat mengejakannya hari ini.


(ustaz Iqbal Zain Al-Jauhari)
SILA SHARE DAN SEBARKAN

Tentang Tujuan Hidup

Ada teman yang setiap kali saya posting sesuatu di facebook, dia akan menyangkutpautkan dengan pernikahan. Entah bagaimana caranya dia akan selalu melakukan itu. Sampai suatu waktu kawan-kawan saya yang lain bertanya apakah ia tidak bosan dengan pertanyaan begitu terus di tiap postingan saya? Terbayangkan sampai kawan saya jenuh? Saya sendiri sudah imun dengan dia, jadi ya, memaklumi. Mungkin itu life goal dia. Sehingga ketika sekarang dia sudah menikah dan punya anak dua, dia mungkin tidak punya goal lagi. Fyi, saya masih single dan tidak ada masalah dengan itu semenjak saya tidak menjadikannya sebagai life goal. Menikah urusan mudah buat saya. Kalau saya mau, sudah dari bertahun-tahun lalu. Tapi, kalau bukan life goal, buat apa saya memusingkannya?

Meski memang terkadang ketika mengevaluasi diri sendiri saya nampaknya jauh tertinggal dibandingkan dengan teman-teman lain yang saat ini tiap hari posting foto anak-anak mereka, sudah punya cicilan rumah, kemana-mana pakai mobil, posting makanan dan minuman ala XXI dan restoran terkemuka, dan apa-apa yang kalian bisa bayangkan sendiri. Saya? Hidup masih dari beasiswa, kadang dapat fee dari projek, mobil-motor tidak ada uang, apalagi cicilan rumah, foto-foto lucu anak-anak? Ya itulah saya. Saya cuma bisa posting sudut perpustakaan, segelas es cendol yang berharga, keluhan karena biasa pakai LTE tetiba hanya bisa pakai 3G, serta kekesalan karena tidak bisa mengakses Wikipedia karena diblokir pemerintah Turki. Itu saya.

Tapi saya sungguh tidak peduli dengan tujuan hidup orang lain, apalagi jika saya tidak bisa memberikan kontribusi terhadapnya. Apa hak saya mengomentari kehidupan mereka? Terlebih saya punya life goal sendiri yang bukan orang lain yang akan memberikan, tapi buah dari kapalan jari-jari saya pribadi. Jika saya harus menjadi seperti kebanyakan orang, saya bisa saja memilih untuk berkarir di tvOne setelah empat tahun bekerja di sana. Atau saya terus bekerja untuk kemanusiaan di ACT dengan posisi senior dan gaji yang lumayan. Atau di tempat lain yang lebih baik. Motor saya sudah punya, mobil karena malas saja di Jakarta sudah terlalu penuh dengan keegoisan, atau HP bagusan, ah saya bisa. Atau menikah? Well, percayalah, saya bisa saja dengan si biduan kampus yang susah sekali didapatkan namun dengan saya mudah. Haha, gaya! Tapi ini serius. Tampang saya pas-pasan, tapi soal komitmen, bisa diadu. Dan saya sangat menghargai wanita sebagai partner, bukan di bawah ketiak laki-laki. Tapi masalahnya, life goal saya bukan itu. Ketika saya harus kehilangan orang yang saya cintai karena life goal di depan mata, saya rela. Dengan catatan bukan karena saya yang mau pisah. Ketika saya harus meninggalkan kenyamanan di Jakarta demi sesuatu yang telah lama saya impikan, saya rela.

Saat ini saya sedang berjuang menyelesaikan PhD saya dengan santai. Penuh kesulitan, tapi saya menikmati (makanya tidak selesai-selesai, jangan diikuti, haha). Sambil mendapatkan pengalaman baru jalan tidak jelas di negeri orang. Tahun depan saya berangkat Erasmus ke Jerman. Dulu, waktu kuliah di UI, baca tentang Erasmus saya pasti minder duluan. Apalah saya ini tidak punya prestasi, IPK sekarat, English blepotan, tidak pernah terpikirkan untuk daftar. Namun takdir berkata lain, di pengumuman penerimaan Erasmus di Istanbul University, nama saya muncul setelah sebelumnya saya tidak berharap banyak. Saya punya cerita khusus tentang ini sebenarnya. Nanti bisa saya ceritakan. Well, insallah saya berangkat. Ini adalah bagian dari life goal saya yang tidak terduga. Dan saya sangat menikmati ke-tak-terdugaan dalam hidup.

Ada hal-hal yang harus kita korbankan untuk mencapai atau menjadi sesuatu. Jika itu adalah paradigma umum; menikah atau bekerja, tak masalah. Ulat harus bersemedi lama untuk menjadi kupu-kupu. Kecebong harus bersabar untuk menjadi katak. Lalu kita manusia apakah tidak bisa bersabar untuk menjadi dan mencapai sesuatu? Ada hal-hal yang mungkin orang lain sudah capai, tapi ada juga hal-hal yang ada di dalam diri kita dan mereka tidak punya. Jadilah dan capailah sesuatu dengan tangan kita; tidak perlu berusaha sefrekuensi dengan tujuan hidup orang lain.

Biarlah Rahsia Aku Terus Bahagia

Nama ku lilly, 31 seorang ibu kepada dua anak perempuan. Berbadan sederhana tidak gemuk tidak la kurus, Tinggi 150cm dan berat lebih kurang 45kg berkulit cerah dan pasti siapa melihat mesti nak try ayat. Tahun ni masuk usia perkahwinan kami yang ke 4, Alhamdulillah aku masih bersama suami walaupun sudah beberapa kali ingin menintut cerai. Suami aku Adam, orang nya sangat baik, lembut dalam setiap kata2 nya berbudi Bahasa dan pasti sangat hensem dan jambu hehe. Dia pun apa kurang nya bila berjalan bersama pasti ada mata2 wanita yg merenung diri nya. 

Aku bekerja sebagai Accountant di Kuala Lumpur manakala suami ku seorang Engineer di Seremban, kebiasaan nya dia jarang bekerja di pejabat kerana terikat dengan project. Hubungan intim ku sedikit hambar, boleh di kira dalam seminggu 1 atau 2 kali sahaja. Di pejabat, Murni kawan office ku yang amat rapat, dia la tempat aku luahkan perasaan dan berkongsi masalah. Dikala aku minum bersama dia dan kawan2 perempuan yang lain, ada perasaan cemburu pada mereka bila mereka bercerita tentang suami. Masing2 tak kalah untuk cerita suami masing2 paling romantik dan fahami kehendak mereka. Sering kali aku diam membisu Murni mesti tukar tajuk perbualan kami.


Murni “Lilly ko jangan camni..” 

 “Aku bukan minta camni, ko pun tau situsasi aku kan”

“Ko ni baik sangat la Lilly, kenapa tak cuba scandal?” 

“Ko gila ke apa? aku isteri orang la Anak dua, aku ingat ko bagi idea yang baik tapi ko suruh aku curang lak”

 “Aku suruh ko pikat suami ko ketat2 ko kata tak boleh la apa la… dia tu lelaki wehhh ko bg suap cipap ko mesti dia takan tolak” 

“Bodo la ko ni hahahahaha” kami bergelak sakan


Sejak dari perbualan tu aku terfikir2 salah ke aku berscandal 

“Ahhh mengarut la sacandal2 ni, lain la kalau aku bujang atau ibu tunggal”


Tengah drive balik rumah ada 1 WeChat Request.. “Sape la yang request ni? Mengarut2 je” WeChat display name Mommy bergambar Anak2 berstatus ‘Berkahwin, Sayang suami tercinta & tak berminat nak berkawan’ Seorang bernama Khairul “Tak de la hensem sangat pun..” 

“Salam kenal” 

“Wsalam”

“Saya khairul dari KL” 

“OK” 

“U sihat?” 

“Boleh reply sihat la tu” 

“=) bagus2, otw balik keje ke?” 

“mana u tau? Kita kenal ke?” 

“Tak la, I search nearby people pastu Nampak u saje try2 request, tq for approve”


Aku tak reply, malas la layan orang camni.. selang beberapa minit pas tu..


“Eh ada dekat2 sini lagi?” 

“Aah jem kan, kat sini la” 

“I pun stuck jem ni, why not chat jap hilang kan rasa stress sb jem hehe”


Aku pun layan je la dh stress ngn suami stress ngn jalan jem ni lagi.

“U keje mana mommy?” 

“keje pejabat jadi kuli” 

“Ooo I engineer keje kat area kl”


Aduh tak de ke orang keje doc ke business man ke pa la asyik2 jumpa Engineer

“emm OK” 

“u keje KL?” 

“Aah” 

“Comel anak2 u” 

“OK” 


Aku jawap nak tak nak.. 

“I pun dh kawen anak 2, sorang laki sorang pompuan” 

“OK” “Bila kita stress cmni balik Nampak muka anak terus happy kan?” 

“yup betul dorang la penyejuk hati kita”


hahaha dah terlayan pulak message dia ni, Nampak mcm ok je tak pe la lagipun chat je kan.

“Kahirul u mmg suka search nearby people ye?” 

“Aah kalau bosan la” 

“Tak takut wife marah?” 

“Wife I kalau tau marah la tapi pandai2 la” 

“Tak baik buat isteri cmtu..”

“Mommy, nama u?” 

“Lilly” 

“Cantik nama u, mcm org nya ye” 

“Mcm la pernah Nampak I..” 

“So Lilly u anak 2 gak?” 

“Yup”

“umur dorang?” 

“3 dan 2” 

“Rapat nya” 

“Setahun sekali hehe” 

“Wah bagus2”

“I sulung 4 tahun sorang lagi 1 tahun” 

“Ok la tu ada laki pompuan, I ni 2 2 perempuan”

“Tu la tapi abg dia ni suka kacau adik dia, tak de kawan laki dia buat adik pompuan dia cm laki”

“Haha ok la tu, I ni 2 2 nak princess je tiap hari, Khairul duk mana?” 

“Shah Alam”

“Lilly?” 

“Cheras, Ok la u I nk drive jalan dah clear sikit” 

“Ok thanks sudi chat Lilly” 

“You too”


Esok nya tengah sibuk nak siap kan invoice orang si Khairul ni message lagi

“Morning Mommy Lilly, harap u sihat hari ni”


Rajin la pulak si mamat ni message apa dia ni tak de keje ke? Ahh biar la malas nak layan. Sambil siapkan invoice tu dia message lagi

“A good day today right? =) hehe”


“Nak reply ke tak” tak bole focus aku cmni.. 

“Hi Khairul Morning, sorry I’m bit busy lot things to do” 

“Its ok I’ll wait for ur msg”


Sangguup tunggu?? Haish dia ni

“OK”


Tah macam mana aku bersemangat nk siap kan keje cepat nk messge dia

“fuhh setel, maaf buat u tunggu lama Khairul”

“It’s OK lagi pun I xde keje sgt” 

“U engineer kan? Tak de keje? Pelik je” 

“Yup I keje based on project, skg dh phase akhir so bit free hehe”


Laa sama macam suami aku rupanya cehh

“So u selalu outstation?” 

“Yup selalu gak” 

“Wife u tak bosan ke?” 

“Tak dia lagi suka I outstation sb selalu rasa rindu”


Cam tu pulak tapi kenapa aku tak rasa camtu dengan suami, kami kerap text masa office day. Dah 3 bulan aku kenal si Khairul ni, so far dia ni tak de la gatal sangat tapi ayat dia text dengan aku sangat sweet, aku senang text dengan dia. 


Ada je topic yang dia ajak text, Takde la bosan sangat. Satu petang nak balik kami text macam selalu tetiba dia nak ajak borak dalam fon. 

Aku pun dah kenal dia so ok la bagi no fon dekat dia pastu kami borak panjang, dalam 30 min borak tu aku rasa happy sangat dia macam faham apa yang aku rasa, kami berborak tentang hubungan intim. 


Aku akui memang agak malu untuk cerita hal ni tapi cerita secara PRO la konon kata nya tak ada rasa ghairah bila borak tentang tu. Tau2 aku rasa basah, Ishh tak pernah borak macam ni boleh rasa ghairah camni.


“Lilly.. hubby u jilat u?” 

“emm tak, Lilly tak bagi sb kotor” 

“Lilly pernah rasa?” 

“Sekali je masa malam pertama” 

“kenapa tak suka” 

“Ntah la tu kan alat sulit kotor..” 

“Hehe tapi pada lelaki jilat tu la best” 

“Emm Khairul boleh kita borak hal lain? Lilly tak suka la” 

“hehe Lilly tak suka ke Lilly tak senang duduk?”

 “emmm, Khairul kita borak lain ye..”

“Lilly dah basah ye?”


Aduh macam mana mamat ni tahu aku dah ghairah, terasa basah sangat cipap aku ni. Bahaya ni borak je buat aku ghairah sangat2 ni. Dengan suami aku pun aku tak pernah borak macam ni


“Emmm… Aaah Lilly basah” 

“Normal la tu borak pasal sex mesti boleh basah, I pun dh tegang” 

“Khairul u mmg suka borak pasal sex dengan wife u?” 

“Selalu gak tp dia dh bosan sb borak sex bukan best” 

“Emm Lilly tak pernah borak cmni ngn hubby” 

 “Serius?” 

“yup”

“Lilly ada problem sex dgn hb?” 

“Emmm” 

“it’s OK cerita la lgpun kita dah lama kenal kan”


Nak cerita ke tak nak ke tak, macam2 aku fikir tak pe la borak kat fon je pun

“Lilly tak rasa cm awal kawen dulu, hb bz selalu kalau dapat pun Lilly tak sempat sampai”

“Hb cepat pancut?” 

“Tak la Lilly rasa hb ok je tp bila dia dah sampai, Lilly x sampai lg pastu habis cmtu”

“sex selalu bpe lama?” 

“15min cmtu” 

“hahaha hb cepat pancut la tu” 

“huh? 15min tu pun penat tau”

“Lawak la u ni lilly, 15min tu orang lain foreplay je la” 

“Err ye ke” 

“tak pe nanti I bagi tips kat u” 

“Tips apa?” 

“Tips main lama” 

“Ish I tak kemaruk sgt cmtu” 

“ye ke tak kemaruk? Skg borak pun dh basah belum main lagi” 

“ish u ni.. I basah je xde rasa sgt pun” 

“ye ke kalau I kat sebelah u I jilat cipap u mau terpancut2” 

“Khairul!” 

“haha ok2 I gurau je”


Balik je rumah emmm pantie liner aku basah sangat, betul gak mamat tu cakap ni baru borak belum main lagi, haish apa yang aku fikir ni.. malam tu gak aku message Murni yang aku ada kenal suami orang dah 3 bulan, aku minta pendapat dia patutkah aku teruskan kawan cmni dengan cara message si Khairul tu..


“beb aku rasa cm scandal la pulak walaupun tak jumpa” 

“haha lawak la ko ni, ala layan je text je kan” 

“mmg la tapi bila dia text pasal sex aku rasa lain mcm” 

“rasa apa? Horny? Ko ni it’s normal la, aku pun pernah text cmtu” 

“serius? Ko tak segan ke?” 

“segan apa bukan jumpa pun setakat text je, paling teruk pun sama2 basah sambil fon sex” “hah! Ko buat sex ngn dia ke?” 

“bodo la ko ni fon sex la” 

“fon sex?, apa tu” 

“weh ko jgn kata ko tak tau ape tu fon sex” 

“tak”


Terus si Murni ni call aku borak panjang tentang fon sex, serius selama aku bujang sampai kawen aku tak tau ape tu fon sex. Suami aku pun tak pernah ajar aku tentang fon sex. Biasa nya kalau aku horny sangat aku akan masuk bilik air aku lalu kan air dekat cipap ni sampai la cilimax, tak silap aku tu org kata melancap. Tapi aku tak la main guna tangan, geli la main cipap dengan tangan. Suami aku nak usap cipap aku ni pun aku tak bagi ni kan lagi aku buat sendiri.


Esok nya aku text dengan Khairul mcm biasa, dia pun dah tahu bila suami aku ada kat rumah atau tak


“Lilly malam ni I call u boleh?” 

“nak buat apa” 

“saje borak2” 

“boleh tapi tinggu anak2 I tido, jap wife u tak marah ke?” 

“I ada keje mlm ni balik lewat, job abis jam 12” 

“OK”


Malam yang di tunggu2 pun tiba, aku rasa dub dap je hati ni. Apa la si Khairul ni nak borak macam serius sangat ni

“hai Lilly” 

“Hai” 

“tak ngantuk?” 

“Tak sb tgu u call” 

“So kenapa nak call sgt2 ni?” 

“ingt tak I kata nak bg u tips hari tu” 

“tips apa?” 

“Ala tips sex tu..”


Ahh sudah aku yang boleh lupa pasal tu dia boleh ingat kan aku lak. Hmm Murni kata hari tu kalau dia ni pandai fon sex main lagi la pandai, alang2 dah dia call ni layan je la, Adam pun bukan nak call aku kalau sibuk. Aku nak tgk cmni si Khairul ni ayat aku hehe


“Emm kenapa u nk bagi tips?” 

 “Tips I mahal tau tips ni bagi u ubat bahagia tuk suami” 

“emm cmne tu?” 

“1st I nk Tanya apa u pakai baju apa skg ni?” 

“Baju tido la”


Hah memang sah dia nk try ayat aku buat fon sex ni mcm pelik je dia Tanya


“U selalu pakai baju nipis jarang untuk suami?” 

“Hish tak kan la I bukan orang muda” 

“ tu la u sebab tu hb tahan 15min je” 

“Abis tu u nak I buat apa bagi dia lama?” 

“penyakit u ngn hb ni tahap serus tau! U tau kenapa?“

“Kenapa?” 

“U tak pandai Tarik minat dia pada sex” 

“u ni ingt kawen sb sex je ke” 

“yup kawen bukan sb sex tp sb sex gak kita kawen kan kan”


Betul juga mamat ni kata aku pun bukan pandai nak start dulu, perigi cari tima bukan style aku la. Basah gak la dia buat aku ngn soalan2 ghairah dia tu. Elok talk pasal cara terbaik untuk hangat kan hubungan intim dia start borak pasal cara sex pulak.


“U hisap btg hb?” 

“Tak” 

“u tak teringin nak cuba?” 

“tak sakit ke?” 

“btg tu tegang tak kn sakit, sedap lg ada la” 

“emm u, kenapa I rasa basah bila borak cmni dgn u ye. Emm rasa malu lak” 

“u rasa horny kan” 

“aah cipap I berdenyut2, kenapa ye? I rasa cm nak main tapi suami I xde, I stress cmni” 

“u tau tak ape tu fon sex?” 

“yup I tau I ada baca, sex melalui fon sambil lancap” 

“u nak cuba? I tolong u”

“cmne tu”


Selang beberapa minit aku rasa seolah2 khairul ada dgn aku kami melakukan sex bersama2 dari berbaju sampai la aku bogel


“ahhh emmm basah nya cipap I, cmni ni apa I kene buat u?” 

“u pejam mata sambil usap cipap u” 

“tak nak la geli” 

“ikut je” 

“emmmm ok” 

“aaahhh u byg kan I depan u, u kangkang” 

“emmm ok dah, u.. basah sgt smpai meleleh ni I jd tak selesa la” 

“emmm u usap bibir cipap u dgn 1 jari” 

“emmmm ahhhhh” 

“u bygk kan I jilat cipap u” 

“emmmmm ahhhhh uuuuu emmm” 

“emmm I jilat slllruuup” 

“Ahhhh syg sedap nya, I panggil u syg ye emmmm” 

“hehe ok syg, emmm I jilat bibir cipap u” 

“ahhhhhh” 

“I jilat kelentit u” 

“aaauuuuuuu sedap nya syg emmmmmm aaahhhh” 

“emmm sambil I jilat, I ramas punggung u syg” 

“emmm I ramas punggung I ni emmmm ahhhh sedap nya” 

“emmmm Jilat lubang u” 

 “emmmmm ahhhhhh tak tahan syg” 

“Ramas tetek u jilat kelentit u laju2” 

“Ahhhhh Ahhhhh syg emmm basah sgt ni” 

“I isap putting u sambil usap kelentit u syg” 

“aaaahhhhh ahhhhh sedap nya syg! Aaaahhhhh Ahhhhhh”


Badan aku mengeletar aku tak pernah rasa senikmat ni, kaki ku terkejang2 perut aku krem aku tak sangka sangat2 nikmat fon sex ni


“kenapa syg?” 

“I dh climax tapi mcm terkencing air I terpancut2, tak pe ke ni syg I tak pernah rasa mcm ni. I takut la” 

“wow u tau tak u boleh squirt syg, wife I pun tk cmtu” 

“Squirt?” 

“aah climax smpai terpancut2” 

“tak pe ke cmtu menakutkan la” 

“selama sex dgn hb u pernah dapat cmni?” 

“tak, selalu kalau I climax air I meleleh cm kita borak2 tentang sex tadi je” 

“syg u tau tak, tak semua perempuan mcm u, lelaki semua idamkan wife dia squirt” 

“betu ke?” 

“aah, u nak squirt lg?” 

 “tak nak I kaki perut I semua kejang.. nk bangun pun tak larat ni” 

“I tak pancut lg” 

“maaf syg I tak larat sgt maaf sgt2”

“it’s OK. So cmne best tak fon sex ni?” 

“Emm I nak lagi tp bukan skg ye syg, I tak larat sgt2” 

“Syg u tgk jam tak?” 

“Haha dah dekat 2 jam kita borak?” 

“yup, stgah jam kita fon sex then u puas sgt2” 

“Syg nikmat nya la fon sex ni kan.. syg maaf mata I pun berat sgt ni sok kita text ye mmmuah sorry dear” 

“syg u gak”


Esok aku Tanya Murni pasal aktiviti aku semalam, murni hanya senyum dan kata tahniah, aku jadi pelik kenapa lak. Dia kata aku bertuah sebab squirt cepat, dia pun squirt tapi jarang nak sampai tahap tu kalau cuti memang suami dia akan bg dia squirt smpai dia tak larat nak bangun. Aku Tanya dia kenapa fon sex mampu puaskan aku compare sex dengan suami aku, dia Cuma jawap belajar fon sex tu dulu baru aku tau punca masalah sex aku dengan suami. 


Dekat sebulan boleh di katakana aku squirt dgn Khairul dlm fon sex. Jujur aku kata aku enjoy dengan fon sex ni.. kenikmatan yang tidak boleh di bayangkan. Dari fon sampai la video call sangat2 nikmat. Setelah kerap kami lakukan fon sex ni, Khairul memohon untuk tidur bersama.. hati aku sangat bercelaru. 


Aku plan cuti sama dgn dia.. kami minum bersama jalan2 kemudian dia ajak aku check in.

Kami duduk di bilik senyap tak berkata apa2 dekat 15 min juga aku di penjuru sana dia pulak di kerusi sambal merenung mata masing2. Khairul mula kan perbualan 

“syg u nak puas ngn I?” 

“emmm” 

“tak perlu la malu kita pun dah saling kenal, I dh Nampak tubuh u dlm vid call kan” 

“emmm” 

“jom duk sini I nk peluk u kat ktil” 

“emmmm”


Hangat nya badan Khairul ni, sangat romantic perlahan2 dia usap rambut ku, di kucup telinga ku sambil meraba tengkuk ku emmm aku rasa seperti malam pertama ku tapi ini lebih romantic. 

Ya! Mood ni yang aku nak selama ni si suami yang membelai isteri dengan penuh romantic dan tidak gelojoh. 

Tapi syg nya dia bukan suami ku, saat segala pakaian kami tertanggal Cuma tinggal boxer dia manakala aku hanya ber bra dan panties sahaja, tangan Khairul seolah2 ubat keghairahan ku, setiap sentuhan nya buat aku tersangat2 teruja. 

Ya aku akui dia pandai melayani wanita, beruntung isterinya, dari sentuhan sahaja mampu membuat aku basah.


“Syg I basah sgt, I tak tahan” 

“emm syg, u kangkang ye” 

“u nak jilat? Buka la panties I” 

“I tak nak buka dulu” 

“kenapa?” 

“U rasa je”


Emmm suami aku pun kalau dapat aku, habis bogel dah aku ni, mamat ni slow and stedy lak, dah la tak tahan sgt ni


“ahhhhhhhh sedap nya”


Baru aku tahu kenapa dia tak nak tanggalkan panties aku. Nikmat nya jilat dari luar, pantis aku basah dek air cipap aku dan air liur dia, sangat nikmat rasanya selang sebentar dia selak panties ku untuk jilat bibir cipap ku


“aaahhhh syg sedap nya sedap sgt2 ahhhhhhhh”


Sambil jilat di ramasnya punggung aku, terangkat2 pungung aku di buatnya. Ramasan tagan nya sangat lembut dia bukan la perakus orangnya, putting aku sekeras nikmat nya di gentel, di uli dengan rasa sangat lembut. 

Sampai aku tak sedar aku terlanjang bulat. Bila masa dia buka pun aku tak perasan yang aku tahu rasa nikmat ni je.


“ahhhhhh syg!”


Aku terpancut terus ke muka Khairul dia tersenyum dan terus menjilat cipap ku


“maaf syg” 

“ssssssslllllrrruup”


Sedutan panjang si Khairul menyedut air cipap ku. Nikmat nya apa yg dia lakukan tu


“Syg cipap u sedap pandai u jaga, air nikmat u tak kan I tgl kan sikit pun”


Di jilat dan di telan air nikmat ku, sgt nikmat rasanya bergetar2 tubuh ku menahan kenikmatan ini


“syg u nak isap btg I?” 

“tak pandai la syg” 

“tak pe kita buat 69” 

“69?”


Aku tak tahu apa2 ayat yang di sebutnya, aku Cuma ikut apa yg dia lakukan.. smbil aku di atas nya menghadap batang yang aku tunggu2 kemudian terasa jilatn nikmat tu bermula kembali


“Ahhhhh sedap syg” 

“emmm syg u isap btg I ya” 

“tak pandai” 

“pejam mata isap buat mcm makan ice cream”


Aku bayangkan seperti ice cream 

“emmmmm emmmmm” 

plop plop bunyi aku hisap btg nya


“aaaahhhhh sedap nya u hisap syg aaahhhhhh kuat lg”


Penuh mulut ku hisap btg nya. Pertama kali aku menyentuh batang yang gemuk dan panjang dlm hidup ku berbanding suami ku sangat2 berbeza

 Ploop plooooop aku hisap panjang, telo si Khairul ni naik turun, aku terasa air mazi dia, nikmat nya rasa batang rupanya, aku jilat seperti ice cream yang aku suka


“syg kebas mulut I emmmm sedap btg u”

Sambil dia sedap menjilat aku climax lagi kali ke dua


“aaaahhhhhh syg I sampai lg!”

Bergetar2 pungung ku di buat nya, kenikmatan yang tidak boleh digambarkan dengan kata2


“syg nikmat nya jilatan u” 

“syg I nk benam btg I dlm cipap u” 

“Hah emmm takut la syg kalau I da baby dgn u cmne” 

“I pancut luar” 

“betul ni” 

“ya betul, boleh ye” 

“emmm tapi btg u besar I takut sakit” 

“Rasa la dulu” 

“bagi I kat atas dulu”


Aku mohon mula di atas sebab aku boleh control rasa sakit, kalau dia kat atas mau rasa koyak cipap aku ni


“aaaahhhhhh emmmmmmm”


Dekat seminit btg dia tak terbenam2 lagi dalam cipap aku, basah sggt cipap ni tapi rasa sgt ketat sebab batang dia yg gemuk tu, tiba2 si Khairul tu pegang pinggang aku di tekan nya batang dia masuk semua


“aaaaaarrrrr sakit!”


Nak menangis rasa nya seperti kayu besar masuk dalam cipap aku ni, terbenam indah btg dia dalam ni, aku diam seketika menahan sakit, dia terus senyum dan mengusap tetek ku.. selang 2 minit macam tu dia bertanya


“dah kurang?” 

“emmm dah tapi jangan buat mcm tu sakit la”


Rasa marah bercampur sedap di muka ku, dia terus senyum sambil mengangat punggung ku dengan perlahan2, di Tarik nya keluar batang terasa di bibir cipap ni kenikmatan yang belum pernah aku rasa


“ahhhhhhh syg ahhhhh” ‘Emmmmmm aaahhhhhhh”

Smpai je di hujung batang nya keluar ‘plop’ sedap nya tak terkata


“I masukan lg ye, emmmmmmm ahhhhh”


Pelahan2 masuk batang nya sampai kedasar, senak dan nikmat rasanya perlahan2 di keluar dan dimasukan penuh, bila cipap ku dah serasi dia tahu apa yang aku ingin kan perlhan2 di angkat dan diturun kan aku tanpa mengeluarkan batang nya dari cipap ku


“aaaahhhh aahhhhh emmmmmm sedapppp nya”


“uuuuuhhhh emmmmmm ketat cipap u sayang”


“ahhhhhhhhhhhhhhhhh”


Aku mengeluh panjang menikmati batang keramat si Khairul ni. Lama2 rentak nya mula laju


“aaahhh ahhh ahhhhhhh sygggg aaahhhh ahhhh”


“uuuuuhhhhh aaaahhhhh sedap cipap u syg aaahhhh”


“syg I nk climax nak climax! Aaaaaaaahhhhh syg”


Di saat Khairul meneruskan rentak dia aku terpancut 2 kali air aku terpercik seluruh tilam, dia masih meneruskan rentak nya. Nikmat nya bila climax tapi batang masih keluar masuk. Tak sampai beberapa minit aku pancut 2 kali lagi.


“aaaaaahhhhhhhhhh syg”

longlai badan ku rasanya, tiba2 khairul membaring kan aku, aku di bawah kangkang dan dia masih mengekal kan rentak tujahan nya. Aku tak pernah merasa kenikmatan ni apatah lagi nikmat batang dan orang yang arif tentang sex.


“Sayang tahan ya” tak sempat berkata apa2 khairul terus mendayung dengan laju

“aaaahhhhhh ahhhhhh syg cukup la aaaahhhhh”

“uuuummhhhppphh uuummmphh”

“ahhhhhhhhhhhhhh sudah la jagan lagi I tak mampu lagi ni”

“aaaaaahhhhh I nak pancut ni sayang”

“aaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhh”

Aku terpancut lagi, terus dia mancabut batang nya bangun dan pancut ke atas tetek ku

“aaaahhhhhhhh sedap nya” 

“emmmmm” 


aku dah tak larat nk bergerak apatah lagi bangun untuk mencuci badan ni. Di lumur nya air mani nya ke seluruh tetek ku


“knapa buat cm tu syg tak geli ke” 

“org tua kata air mani ni banyak khasiat nya, lumur kat tetek nanti jadi kencang hehe”


Aku membiarkan sahaja apa yg Khairul lakukan aku tak dapat nak kira berapa kali aku climax, setelah 2 jam kami rehat aku cuba bangun, tiba2 kaki aku kejang, segala otot badan kejang rasa macam nak menangis menahan sakit ni, Khairul melihat ku di dukung nya aku di bawa ke bilik air, air tab mandi yg suam dengan buih sabun wangi, aku di rendam di layan seolah2 seorang puteri. Khairul terus mengurut badan ku kaki yang kejang makin ok.


“pandai u urut ya, I sakit sgt tadi tapi lepas urut bdn rasa selesa” 

“I lepas main mmg akan urut wife I sb kalau tak urut esok tu dia amik MC sakit badan”


Beruntung nya isteri dia, walaupun tiada rupa seperti suami ku tapi dia lebih memahami wanita.


“syg u jgn tgl I ye, I sgt beruntung kenal u” 

“eh I lg beruntung kenal u, terusterang kata cipap u paling sedap compare wife I” 

“hah! Betul ke” 

“yup sayang” 

“u puas dgn wife u?” 

“puas tapi tak sepuas dgn u” 

“thanks syg”


Aku Tarik kata2 ku hehe aku lebih mmemuaskan dari isteri dia, selepas kami bersiap balik dan malam text seperti biasa. Selama setahun kami kenal mmg Khairul tidak menghampa kan aku sama seperti aku dari malu dan tak tahu apa2 tentang sex aku lebih menikmati sex dengan Khairul. 


Di masa lapang aku masih fon sex dengan dia, kaau berkesematan kami masih check in hotel dan kalau tiba2 mood nakal kami datang aku akan isap btg dia dan dia jilat cipap ku di dalam kereta. 


Ada 1 permainan tetap kami cipta bila gila2, duduk dalam kereta berlumba lancap siapa pancut dahulu. Aku suka Khairul dia faham aku. Aku tak pernah terfikir untuk tinggal kan suami ku sama seperti Khairul. 


Bermacam2 cara aku belajar dengan nya, dia juga pernah bertanya jika aku ingin melakukan 3 some. Hehe Murni kawan baik aku terus menyokong aku sebab dia pun dapat rasa batang si Khairul,  ini atas kerelaan aku sendiri untuk mencuba perkara yang baru. Di kala Murni mendapat pujian kerana prestasi nya aku juga tidak mengaku kalah, aku juga ingin di puji Khairul dengan prestasi ku hehe. 


Biar la perkara ni terus rahsia sebab aku rasa ini yang membuat kami terus bahagia dengan pasangan masing2.

Ada beberapa tingkat cara syaithan mencari kawan masuk neraka. Mulai dari membuat merasa cukup beramal, merasa malas beramal, lalai berdzikir dan membaca al Qur'an, memaklumkan dosa-dosa kecil lalu membiasakannya, membuat kita bangkrut dengan hal-hal yang menghilangkan pahala seperti merasa besar, dan yang terparah membuat kita merasa di jalan yang benar (padahal sesat dan dimurkai).

Cemburu.

Ia bisa saja tidak mempermasalahkan apapun tentangmu, di balik fakta bahwa ia juga punya hidupnya sendiri dan punya kawan-kawan terdekat.


Namun ia memilih cemburu. Itu menyiksanya, tentu saja. Namun ia bahagia, bisa merasa takut kehilanganmu. Kau, seharusnya takut pula kehilangannya.


Mungkin dicemburui tidak selalu menyenangkan. Namun percayalah, bahwa tidak dikhawatirkan akan pergi oleh ia yang mengaku begitu mencintaimu, bisa berarti banyak hal. Salah satunya adalah kebohongan.



© Tia Setiawati | Palembang, 7 September 2017

Dua Lubang 1 Malam

Aku Rizal, 24 tahun, jatuh cinta dengan seorang janda, Rubiah, 34, tak ada anak - seorang setiausaha di pejabat sama blok dengan aku ni. Kami bercinta dan setelah mengenal hati budinya, dan kisah silammnya, setelah dekat setahun aku pun melamarnya. Bukan main suka lagi Ruby. Keluargaku pun bersetuju setelah ada bantahan sebelum itu - maklum lah aku ni ‘bujang teruna’ kata mereka dan tak patut aku cari janda pulak. Tapi janda pilihan aku tu macam anak dara… mereka tak kenal dan belum berjumpa lagi dgn Ruby…

Walaupun majlis itu sederhana, ramai juga ahli keluarga kami yang datang, tambhan lagi keluarga Ruby sendiri dah besar - 6 adik beradik, aku ni 3 beradik saja… Ruby, kakak yang tua dan yang lain semua perempuan, cantik2 belakan macam Kak Long mereka, kecuali yang bongsu saja lelaki - masih di tingkatan 3. Yg lainnya dah bekerja dan di kolej inst pengajian tinggi. Adik Ruby, yang nombor dua Lisa juga seorang janda, 32 tahun, tapi dah ada dua orang anak….kami semuanya mesra belaka… meriah lah malam tu… usik mengusik dan bergurau senda mereka adik beradik, dan saudara sepupu yang lain…. mengusik usik kami masa makan malam tu… pendek kata meriah lah di rumah Mak Ruby di kampung tu.

Malam pertama tu, setelah tamat majlis yang sederhana di rumah maknya, pada jam 11mlm, kamipun beredar ke bilik pengantin. Bilik yang paling besar di rumah kampung tu, satu je bilik di sebelah atas tu, bilik2 lain di belah bawah.

Bilik Pengantin tu cantik berhias, dengan bunga, wangi2an… perabot baru, cadar baru, carpet baru, semua baru lah. Aku yang masih teruna ni, tak lah teruna tulen, dah ada yg lain memegang dan hisap konek aku ni dulu (tapi tu cerita lain)….bagiku teruja lah sangat, kami semasa becinta, ada juga pegang2 dan kissing, tapi setakat had 20km se jam je, tak sampai terbabas pun…. malah nampak pun belum lagi di bahagian dalam nya.

Aku melangkah masuk dahulu, lepas Ruby masuk je, aku pun menutup pintu… kami pernah bergurau yang Dia akan aku dukung masuk dan letakkan atas katil.. macam ala ala filem star Hollywood pulak… hehehhe… tapi, tak kesampaian begitu … kami masuk dan aku lihat Ruby renang tersenyum…

Aku pulak tak lah gementar sangat, agak tenang dan teratur langkahku. Aku tahu, dia pun tahu, malam tu lah kali pertamanya kami akan mengadakan hubungan sex, dan memadu pernikahan kami ini. Aku tahu, yang Ruby ada pengalaman, walaupun dah menjanda 5 tahun, suami menceraikannya setelah dia ke luar negara menyambung pelajarannya. kata Ruby, sebab jauh dan lama sangat ditinggalkan… begitu lah.

Aku terus ke meja, membuka baju melayuku, ada singlet lah, dan Rubi pula di almari baju mencari baju tidur.

“Abang… ” mula Ruby.

“Ye Bi…” aku jawab. Memang ‘Bi’ utk 'baby’ juga tu. Menoleh ke belakangku.

First time aku nampak belakang Ruby. Bajunya dah ditanggalkan, cuma bra saja…. bra hitam… belakangnya putih melepak, lagi putih dari kulit tangan dan mukanya. Aku perhatikan sambil aku menanggalkan seluar…bernafsu horny aku ni….

“Malam ni… kali pertama kita ni, ” dia menoleh padaku seketika. Menjeling sikit. Manja …. Baju dipegangnya di dada. Ruby pusing dan “Ruby nak rasa nikmatnya bersama abang.” dia senyum malu2… aduhhh memang aku dah keras dah ni… malam pertama!

Aku pun memakai kain, dan duduk di birai katil. Memandang isteriku menyalin pakaian, pakaian yang akan aku buka nanti… Dia senyum memandangku. Diletaknya pakaian tidurnya itu, aku ingat baju tu, aku yang beli, 'utk malam pertama’ kataku. Dia pun melorotkan zip di tepi kainnya, mennanggalkan dengan perlahan lahan…. melepaskan jatuh terus ke lantai. Peha kakinya sungguh seksi… berisi sikit …ermmm… panties merah! aku kena sabar… ini mlm pertama… jgn gelojoh, tak lari pantat ni… isyy!

“Abang…. Bi nak rasa malam pertamakita ni suatu keseronokkan bang…. bagi kita.” Rubi mengadap aku… hanya dengan bra dan panties seksinya …. berdiri depan aku, tak ada lain yg melindungi body seksi Rubi… dia senyum manja… membuat aku keras saja… normal la aku ni.

“Ye Bi, abang pun nak begitu… nak merasa nikmatnya kali pertama ni…” kataku, walaupun aku tahu dia janda, dan bukan anak dara, tak akan berlaku lah 'pecah dara’ dan ada kesan darah, 'reaksi terkejut melihat batang lelaki tu boleh membesar dan lembek mengecil’ dan lain lainnya… (reaksi ni memang ada - ada perempuan yang tak tahu batang tu kecil dan boleh membesar!!!)

Rubi tersenyum, nampak kegembiraan di mukanya… lalu dia menanggalkan bra dan pantiesnya perlahan lahan depan aku. Aku perhatikan tetek Bi yang akan aku ramas dan hisap… nyonyot… aduhh pantatnya di trim cantik… nampak liang pantatnya. “Abang suka?” manja menjeling…

“Suka sangat Bi… suka sangat.” aku kata… dan mengurut urut batang keras aku.

“Bi pun suka batang keras abg tu… hihihi!” dia memuncung pada batang aku yg dah keras ni.

“Bi nak batang ni masuk dalam pantat Bi malam ni kan?”

“Ermmm… nak bang… dan nak hisap sekali… dalam mulut Bi ni bang…” jawabnya manja. Aku bertambah stim dan keras… kalau nak cepat2 la mandi… aku dah tak tahan ni!

“Kat sini bang…. tengok ni bang!: kata Rubi menggosok gosok tundun dan liang pantatnya… pantat bini aku, pantat aku la…

“Ermmm… Bi… mari lah sini …. ” aku dah tak tahan…

“Bagi lah Bi mandi dan wangi2 dulu bang…. baru best abang nanti….” jawab isteri aku ni… manja dan cukup sabar… pandai buat aku nak kan dia… “Bi bau masam la bang… berpeluh tadi…” katanya lagi lalu mencapai tuala mandi, dan melangkah ke bilik mandi. Aku stim.

Isteri baru ku tu masuk ke dlm bilik mandi… berkemban, “Bang.. lepas mandi ni, abang nak Bi pakai yang mana? ada dua yg abg belikan ni… hitam? atau merah?” katanya senyum , nampak manja… ada sikit sundal… semua ada lah… dan aku suka semuanya yg ada pada Bi.

“Pilih lah Bi, bagi abg surprise… hehehe!” aku tawa kecil , ada bunyi nakal sikit! Terdengar air shower di buka… “Bi nak bersih2 dan wangi2 dulu, abang.” katanya senyum. Aku tahu dia nak cuci sikit badannya tu, mungkin nak letak wangian… atau cuci cipap dia tu… hehehehe!!

Aku pun baring, dengan membantalkan lenganku, memandang ke siling… teringat akan satu malam dulu, masa ber dating. Keras tegang konek aku masa tu, baru saja dapat kucupan sikit di bibir… malam tu aku teringat yang Ruby meraba pehaku, dan aku pula dapat menyentuh buah dadanya, tapi da pakai baju dan bra lah… isyyy! itu pun dah tegang keras dah… ini kan pula, kejap lagi… dapat aku sentuh semuanya, dalam keadaan telanjang bogel tanpa 'seurat benang pun’… isyyy!!!

Konekku bergerak gerak dalam kain pelekat ni, menanti isteriku yang akan aku tiduri buat kali pertamanya…yang akan aku masukkan konek keras aku ni ke dalam lubang cipapnya tu…apa rasanya ye? Betul ke sedap sangat macam err… macam… yang ditonton dalam vcd2 lucah tu?

Terbayang pulak aku, akan vcd dan clip video porno yang aku tonton… dan mms gambar2 video clip budak2 Felda dan minah2 rempit yang entah sesiapa yg hantar padaku tu! Bukan aku yang beli vcd2 tu, tengok kawan punya lah… itu pun ramai ramai tengok! Nak stim pun kena usik! Pegang konek pun kena usik! Kena sorak! Kena kutuk! Macam2 lah kawan2 di rumah bujang dulu! hehehehe!

Aku pasti yang body isteriku ni, memang macam pelakon2 porno tu, aku tengok memang mantap sangat… buah dadanya masih tegang, dan agak besar juga… tapi memang baka kot, semua dalam family dia ni, macam tu je bentuk badan mereka, berisi sikit… tak gempal lah…

Hmm… dan cipapnya… hai cipap, aku pun tak tahu nak kata apa ni…nak bayangkan macam mana pun tak reti… dah tengok dia mengangkang nanti baru lah tahu, kan? ye tak? Macam pantat ratu2 porno tu ke? Hehehehe!!! stim jugak menunggu ni… mesti sexy Ruby bila dia pakai salah satu baju tidur yang aku belikan tu, khas utk malam pertama begini lah… ada dua pasang aku belikan, siap dengan panties yang tali tu… dan yg satu tu ada lace… Hmm… memang stim dah ni, menunggu je dah stim, belum kena sentuh lagi, atau kena hisap! Tanganku merayap ke batangku… dah tegak! Hmmm… nak selindung apa pulak, bukannya ada orang lain lagi dalam bilik ni…

Baru saja Bi keluar, pintu biilik diketuk. Dengar suara. “Bang? Bang?” aku pun bangun membuka pintu, tanganku menutup ketegangan di celah kangkangku ni.

“Ohh Lisa?” Lisa ni adik Rubi yang janda tu. “apa hal?” aku tengok Lisa, dia, er, dia sexy nak mampus! Pakai pulak baju tidur yang aku belikan utk Kakak dia? Isteriku? kenapa pulak dia yang pakai? atau dia ada yg sama?

“Mak bagi ni hah… utk abang dan akak.” kata Lisa…terseipu sipu Lisa.

“Oh air mineral! terima kasih Lisa… ada rasanya dalam bilik ni..” aku jawab, memandang pada Lisa, tetek macam nak terkeluar dari baju tu… ternganga juga aku dibuatnya.

“Yang ni lain bang, kata Mak…” senyum menawan Lisa padaku.

“Ye lah… lain apa nye ye?” aku mengambil dari tangannya, tapi masih memandang dia dari atas ke bawah… peha nampak gebu… oleh kerana baju tu nipis, aku nampaklah panties yang dipakainya.

“Entah Lisa pun tak tahu, mungkin utk abang dan kakak malam ni lah… hihihi..” ketawa Lisa.

“Errr….Lisa ni…” aku teringin nak bertanya kenapa dia memakai baju tidur pink Kakaknya tu?

“Lisa tahu, abang nak tanya pasal baju teddy ni kan?” nampak hilang senyuman Lisa, berganti dengan muka masam sikit. “abang jangan marah lah…”

“Ye lah… cakap lah…” aku nak tahu sangat, kenapa Lisa pulak yang pakai baju ni khas utk Ruby!

“Biar Lisa masuk jap…” lalu dia masuk dan duduk di katil. “Macam ni Bang… dua hari lalu Kak Bi datang ke bilik Lisa, dia nak pandangan Lisa je… yang mana lebih sexy.” Lisa senyum padaku, dia duduk, tapi oleh kerana baju tidur tu pendek sangat, maka aku nampak lah apa yang di celah kangkang Lisa tu… aku memang dah keras…

“Hmmm… ” aku tak tahu nak respond macamana bila berdepan dengan seorang pompuan yang berpakaian sexy di depan aku ni, duduk di katilku, pada malam pengantinku, dan pompuan ni bukan isteriku! adik iparku! (Kau org yang baca ni , tahu ke nak cakap apa?)

“Tapi bang, panties ni…” dia menunjukkan pantiesnya padaku pulak?

“Err?” aku nampak, Lisa mengangkangkan pehanya… panties berenda, yang brwarna biru dan ada riben putih di tengah2 tundunnya tu dan di tepi.

“Ini bukan panties yang abang belikan Kak Bi tu… cuma baju je yang Lisa pakai ni sama dengan apa yg kakak ada, juga panties macam ni.. yang tali kat tepi pinggang ni…” Lisa sengaja je menunjukkan apa yang ada di bawah pinggangnya… Lisa menarik baju tu ke atas… nampak pantiesnya… budak ni! Seksi lagi dari wife aku!! aduhh!

“Orrrrr…” aku nampak macam tatu 'kupu kupu’ kecik sepasang, di pangkal peha kanannya…. betul2 di tepi tundunnya yang tembam tu…

“Tapi cantik lah bang, pandai abang pilih, sexy giler utk Kak Rubi… mesti best lah abang… Lisa nampak pun memang abang dah sedia sangat tu…” jarinya menunjuk pada depan kan aku tu… Oh? Tegang menegak macam khemah kawin depan aku. Aku capat2 tutup dengan tangan. Lisa senyum nakal …

“Eh? Lisa niii!” aku kata. dgn nada sedikit marah.

“Lisa pergi dulu bang ye… anak2 Bi dah tidur dah tu, akak tunggu dalam bilik mandi tu kan? Selamat malam bang… enjoy yourself puas puas bang!” Lisa datang memeluk ku dan mencium pipiku. “Lisa suka la akak dah kawin balik!”

Dia memandang pada ku, dia pakai contact lens coklat, sama dengan warna rambutnya yang di dye nya. “Buat baik2 bang eh? Kak Bi tu dah lama sangat tak kena tu…hihihihi!!” kata Lisa yang terus menyentuh batang keras aku! Terperanjat aku! Lisa bangun senyum. “Wow! Keras mcm kayu jati bang!” Dia bangun, melangkah keluar… punggungnya yang nampak nak koyak panties tu… macam mengamit gamit aku pulak… “Lisa rasa abang dah selalu buat ni… tapi dia tu dah lama la bang… bertahun dah tu.” kata LIsa.

“Apa?”

“Kak Bi tu… dah lama tak dapat tu bang! Mesti bagi dia puas bang!” dia ketawa kecil dan aku perhatikan adik ipar seksi aku keluar… “err.. selamat malam Lisa…” itu saja yang dapat aku katakan. Dan Lisa pun keluar bilik. “Buat baik baik bang… Kak Bi dah nak sangat tu… dah lama tunggu…” Dia senyum dan mengenyit mata pada ku, semasa dia di pintu!

Keliru dan confused aku sekejap. Apa yang baru berlaku 5 minit tadi tu? Lisa, adik iparku, juga janda, masuk bilik bawak mineral water dan dia pakai baju tidur sexy yang sama mcm aku belikan utk kakaknya… dan tayang body! Bukan tu saja, tayang cipap dia lagi, dan tetek dia yang menggunung besar tu? Tegang aku dibuatnya, tapi aku keliru! Stim juga… tapi masa dia masuk tu, aku mmg dah stim pun, tapi kenapa pulak aku rasa stim sangat ni?

Lima minit kemudian, Rubi isteriku keluar dari bilik mandi …tiba2 hilang bayangan dan imej Lisa yang sexy tadi tu….. tumpuanku kini pada isteri ku yang sah… “Jangan padam lampu Bi.” aku kata. Aku nak puas2 pandang tubuh sexy isteriku ini. aku tengok dia pakai baju tidur yang hitam… mana mana pun memang sexy pada ku…

“Malu la bang… ” kata Rubi senyum….

“Nakal eh? Apa nak malu kan….memang kita kan tengok body masing2 malam ni… dan kita akan madu asmara sayang Bi.” kataku. Terperanjat jugak aku boleh kata maccam tu… entah mana datangnya ayat puitis tu!

“Hihihihi!!!! ” ketawa Rubi dan dia datang rapat padaku… aku duduk di katil , dan dia betul2 di depanku… aku cium perutnya dulu… dia ketwa kecil kegelian. Tanganku di sisinya, dan tangan Rubi di bahu dan di tengkokku… menarik kepalaku ke depan… dia nak aku kucup cium dulu tubuhnya sebelum yang lain. Aku cium dan jilat seluruh perut dan naik ke dada teteknya…. Rubi mendesah….bibirku bergerak dari tetek ke pusat dan ke sisi pula… di pinggang…. tanganku dah bergerak ke buah dadanya… aku ramas2 manja…. memang best, boleh tahan lagi tegangnya… “Ohhh bannnggg!!!” keluh Rubi isteriku.

aku ramas lah… apa lagi kan, memang ini yang aku tunggu lama ni… hanya kain nipis saja yang menghalang kulit kami bertemu… aku gesekkan tapak tanganku ke puting kanannya dulu….. “Hmm….Ohhh!!!” mengeluh kesah Ruby. Gesek, gosok dan ramas puas… ramas manja… memang tak rugi aku ni.. kenyal dan puting tegang… panjang sikit, takkecik… ye lah, tak pernah kena hisap… Lepas ni aku nak hisap puting kau, isteriku…

“Ohhh banggg.. lemah lutut Bi bang….” kelohan Ruby…

“baring sini… mai…” kata ku. Mata kami bertentangan… dia yang menarik dulu pandangannya… aku tahu dia sedikit malu lagi. Betul kata Lisa, dah lama tak dapat… eh? apa pulak aku teringatkan si Lisa ni? ada yang baik depan aku ni…?

Ruby baring… pehanya yang gebu tu naik sebelah… tersingkap kain baju nitie tu … aku di sebelah, aku pandang dari atas, lagi mata kami bertentangan… tangan ku menguapkan helaianrambut nya. Rambut Rubi pangan melepasi bahu… tapi semua adik2nya pun macam tu… Lisa pun macam tu juga… aiks? apa pulak yang imej Lisa yg sexy tadi tu masuk dalam secene ni?

Aku sapu2 kan mukanya… dahinya… mengngetepikan helaian rambut yang menutup sedikit dahi dan mata Rubi… “Hihihi… malu la bang… abang pandang macam tu…” kata Rubi. Pangkal dadanya macam nak selambak terkeluar dari top nitie tu. Kembung… best… memang ini lah sebabnya aku belikan baju ni…

“Tak perlu malu dengan abang Bi… kan abang akan punyai tubuh mu ni… selama nya…” kata ku berbisik.. dan aku tunduk… rapat … tanganku di sebelah lengannya… kami kucup. Batang aku keras melintang terhimpit dengan body isteriku. “Hmm…” bunyi suara Ruby. Kami kissed memang bernafsu… lidah kami bertemu… lamanya kami tak kissing macam ni… sejak bertunang dulu, tak pernah kiss mcm ni lagi… 3 bulan…

“Ohhh!!! Banggg… basah abang buat Rubi..” kata katanya yang pertama selepas kami berkucupan tadi. tangan aku kembali ke buah dada nya… aku ramas… batang aku yang keras tu menyondol nyondol pinggang Ruby.

“Abang dari tadi dah keras dah…” aku kata memberi senyuman. Hmm… masa Lisa masuk tadi pundah keras… Oh? Lagi imej Lisa masuk dalam kepala aku ni!!!

Tangan aku turun ke bawah, kami masa bertentang mata… ke bawah, ke cipap Rubi…yang masih ditutupi panties hitam string… “bang… jilat Bi kat situ, bang…Ohhh!!!” kata Rubi yang dahbasah tadi. Jari2 ku turun di situ dulu, di alornya… memang dah basah alor ni…

“kejap lagi lah, abang nak puas puas tengok Bi dulu… dari sini… dan raba raba Bi…” kataku.

“Hmmm…. banggg… air Bi dah kuar banggg!!!” Rubi terketar ketar sedikit danpehanya mengepit jari2 ku… “Ohhhh banngggg!!! Ohhh!!!” mendesah Rubi… dan dia mengalami klimaks kecilnya dulu…

aku tahu pompuan akan basah kat situ… dan akan selalu capai klimaks dulu. jari2ku mula bergerak kembali ke alor cipap Rubi. masa tu lah aku merasa kali pertama tangan Ruby menyentuh konek aku… “Ohhh Bi…” aku pulak bersuara .

Dia tersenyum dan bergerak gerak sepanjang konek aku yang terpacak tu… dia kemudian menggenggam dengan perlahan. “Penuh tapak tangan Bi bang… gemok batang abang ni…” kata Rubi pertama kali menyentuh konek aku, dia kata batang? Ye lah, bantang la tu… dah keras macam batang, kalau kecik lembek, konek je… ok lah tu. Tapi gemuk? Hmm… dia dah mula buat perbandingan tu… dengan batang suaminya dulu ke? Ye lah dia janda, sama macam Lisa… Isssyyy!!! Lagi lagi imej Lisa masuk ke dalam minda aku ni…. ganggu je lah..!

“Ohhhh Bii… pandai Bi gosok dan buat macam tu lagi Bii…” aku pulak merasa nikmatnya bila kali pertama 'batang’ aku digenggam dan diurut urut macam dia buat tu. Tak apa lah, aku dahtahu isteriku ada pengalaman, seorang janda, aku tahu tu, awal lagi aku dah tahu… dia jujur… walaupun macam anak dara, dia bagii tahu aku dulu… takkan lah dia tak tahu nak buat macam tu, nak bagi 'suaminya’ dulu tu kenikmatan sex? kan? aku pun terasa nikmatnya… aduhhh best betul biii…macam Lisa juga, seorg janda juga… itu sebab dia nakal semacam je denganabang iparnya, dia boleh kangkang macam tu… di atas katil pengantin ni? belum kakak dia kangkang, Lisa dah buat dulu… alamak! balik2 imej Lisa yang masuk kepala aku ni, imej Lisa terkangkang pulak tu…isyyy!

Jari2 ku masuh lagi di alor cipapnya… 'kat situ’ kata Bi. Memang aku nak jilat kat situ… nak jilat puas puas…. kata geng kat pejabat yang dah kawin tu, ada byk pengalaman tu, 'kau jilat je Zal… mesti dia lemah punyer.’ Macam2 aku diusik mereka minggu lepas… sebelum aku ambik cuti panjang. 'Lepas tu kau masukkan je…’ Aku ingat lagi apa kata mereka tu.

'kau nak kawin dengan Ruby tingkat 11 tu? Untungnya kau Zal!!! Body mantap montok tu… janda lagi! Untung kau Zal!’ , 'tahniah Zal! Kau dapat jugak dia eh. Puas aku mengorat dulu tak dapat!’ kata kawan2 di pejabat. jari2 ku masih di alor basah Ruby… dia mendesah sepanjangan… sedap lah tu.

Aku cium lagi bibir isteriku dan aku alihkan posisiku. Kini aku di celah pehanya… aku tolak kain nitie tu dari pinggangnya ke atas… Rubi mengetap bibir menunggu aku membogelkannya… dia senyum… aku pun balas senyuman isteriku yang sexy ni, di bawah aku ni… kain dah aku tanggalkan, Rubi nampak batangku kali pertama… “Hmm… betul teka Bi bang, batang abang gemuk! Dia senyum…”

“Hehehehe!! Batang Rubi juga tu… ” Rubi tersenyum…..

“Rubi punya kan bang? Dan bukan orang lan punya kan?” kata Rubi menggatal dengan suaminya, aku. Aku senyum dan bergerak nak menanggalkan pantiesnya. Dan dengan kerjasama Rubi yang mengangkat punggunnya sedikit aku melorotkan panties nya….aku terbau wangian di tundunnya… tundun Rubi di cukur di sebelah tepi.. tapi di tengah2 ada satu garisan bulunya yang saja ditinggalkannya… “Cantiknya tundun Rubi ni…” aku puji jagaan Rubi. Memang cantik pun, macam ratu2 porno dalam vcd2 tu lah… aku jatuhkan panties hitam tu ke bawah.

“Hmm…cantik ke bang… pantat Bi tu?” dia senyum lagi, menarik sangat padaku… Pantat? Pantat katanya… ok lah, pantat lah…

“cantik sayang…. memang macam ni Bi jaga dari dulu?” aku letakkan tapak tanganku di atas tundunnya dan aku tekan sedikit dan aku lorotkan ke bawah… mengikut alor cipapnya….. alor pantatnya yang dah lama basah.

“Ye bang… macam ni lah pantat Rubi, tapi malam ni specialla sikit, Rubi …Ohhhh banggg!!!” keloh Rubi sebelum diahabis menjawab… sebab aku melorotkan jari2ku kebawah… menggesel alor pantatnya.

“Ohhh abangggg!!! sensitif kat situ bangg…” kata Rubi mendesah. dan aku mula menjolok jariku masuk.. sebelah tangan lagi meramas ramas buah dadanya…dengan jari telunjukkyu aku menjentik jentik puting Rubi sebelah kiri… jari tangan sebelah kanan dah masuk… basah lecin dan panas… aku jolok… “Ohhh banggg… ahhhh!!!” aku teruskan menjolok dan setiap kali aku tolak masuk, ibu jariku mengena bijik kelentit Rubi. lama jugaaku buat begitu, dari satu jari dah menjadi dua… sambil melutut di celah kangkangnya , aku meraba meramas buah dadanya dengan tangan kiri, dan menjolok2 dengan jari2 tangan kanan.

“Ohhh banggg kat situ banggg!!! Laju lagiii!!” aku mengikut kehendak Rubi, aku nak bagi dia puas dulu… sebelum batang gemuk aku ni masuk… Rubi menggigil dan kedua duatangannya meramas buah dadanya… diramasnya kuat, takut aku menlihatnya, diramasnya kuat betul… dia klimaks tu… aku teruskan menjolok dua jariku… ke dalam lubang pantat isteriku.,… sampai dia klimaks. aku perhatikan Lisa dengan pejammata mengerang dan mengerang, lebih kuat pulak tu suara dia mengerang…pasti ada yang mendengarnya, maklum je lah, dinding katu papan!

Aku tarik jari2 ku keluar sebaik saja dia menggigil mencapai klimaks tadi… dan saja aku perhatikan, ini kali pertama padaku. Setelah aku lihat Ruby tersenyum memndang aku…buka matanya, aku pun rapat dan mengucupnya. “Terima kasih bang…”

Selepas tu aku pun memberi salam dan terus masuk ke dalam lubang pantat Rubi, memang dia tak dara lagi, sama macam Lisa, alamak!! aku ni kena fokus lah!!! dan aku terus saja masuk, Bi mengerang dan aku masuk sampai ke tahap maksimum batang aku boleh masuk, “Ohhhhh bvanggg!!!”

“Ohhh Rubi…ketat nya… sayang !!!” aku tujah keluar masuk dan masuk keluar, aku angkat kaki Ruby dan aku masuk dengan pantas dan lebih dalam lagi. Ini semua membuat Rubi mengerang tak henti henti. “Ketat pantat kau ni Rubyyy!!!” aku ulang dan ulang. Sensasinya tak boleh nak aku bayangkan.. ini kali pertama aku masuk ke dalam panta seorg pompuan…. dan dia isteriku Ruby.

Kali pertama tu tak lama, aku tak tahan dikemut dan dikepit begitu… dan aku pun pancutkan kat dalam “Ohhhhh!!! Rubiii!!!” aku mengerang masa aku lepaskan maniku ke dlam lubuk pantat isteriku…

“Banggg!! panasnyaa…” balas Rubi… “banyaknya banggg!!! cepat kita dapat anak ni…” senyum puas Ruby ku. Aku biarkan batangku di dalam, nak rasa kemutan pantat isteriku tu….

“Ohhhh Bi… puas abang, Bi… Ohhh!!!” kataku dan aku rasa batangku dikemut2 Ruby.

“Banyak mani abang… cepat kita mengandung ni bang….” kata Rubi manja… kami kissed….

Aku tunduk dan rapat pada Rubi, masa aku tunduk tu, aku terampak lampu kecik merah berkelip kelip, aku pandang lagi…. dan ke depan lagi, batang aku menjolok dalam lagi… Rubi mengerang sedap… “Ohhh banggg dalammnya…”

Aku tengok? Eh? Ada camera video di kepala katil…? lampu merah yang berkedipan tu, merakam tu? tadi aku tak perasan… lampu pun terang… tak nampak lah… memang sah itu kamera video… dan aku boleh agak yang itu adalah kepunyaan Lisa. tak kan ada org lain masuk, selain kami berdua saja….

Kami kissed dan aku baring di sebelah Rubi memikirkan Lisa yang sexy tadi , adik iparku, dah letak kan Vcam… dan mindaku berfikir utk apa dia rakam aku dan kakaknya mengadakan sex? nanti aku akan cari jawapannya. “Bang… best tak bang?”

“Abang puas Bi, best! Sedap betul body Bi ni…” kataku… tangan ku masih di body sexy Ruby… bermain main, janganlah nak aku jemu kat body sexy isteriku ini…aku berdoa perlahan lahan dalam hati.

“Hmmm… I love u bang…” kata Rubi memeluk aku, kemudian dia terus ke batang aku yang masih lagi tegang tu, dihisapnya… aku mengerang dan mainkan buah dadanya… “Ohhh biii…. ” aku mengerang bila batang aku di kolom dan dijilat Ruby.

Ruby menghisap dan menjilat… pandai mahir isteriku ni… Ada kawan kata, 'janda mesti best lah… pandai semua, hisap batang lagi pandai!’ aku pernah dengar kata2 salah seorg dari kawan2 di pejabat.

Semua janda mahir ke menghisap batang ni? Lisa mahir juga tu? Teringat lagi aku pada Lisa, sedang isteriku menghisap dan menjilat batabngku ni, aku boleh terkenangkan imej adiknya? Tak betul aku ni!!!

Telor aku dimain mainkannya, ramas2 manja… aduhhh best betul dia menghsiap… dilepaskan kepala takok ku, “bang… nanti Rubi trim bulu abang ni ye… ” jari2nya bermain main di situ… “kat sini panjang la bang… ” dia menggunakan jari2nya menyentuh kawasan yang nak ditrimnya itu. Hmmm isteriku nak trim bulu aku…. hihihi… dan terus aku menikmati blow job darinya.

“ye sayang….” aku jawab, dan Rubi meneruskan menghisap batang ku sehingga la aku terlena. Pandai isteriku menghisap batang. “semua janda pandai hisap batang lah’ kata2 kawanku terngiyang ngiyang di teligaku… aku ngantok… aku mimpi malam tu yang Lisa datang masuk bilik, masa kami dah lena, dihisapnya batang aku… sampai keras sangat dan terpancut aku… kami tidur bogel malam tu…

Aku tak sedar yang aku dah terlena… aku terasa batang aku dihisap dan dijilat… ermmm memang sedap - pandai Rubi menghisap batang pelir aku… Hisap lagi Bi… Masa aku rasa nak terpancut tu aku buka mata, aku tersedar dari tidur, alamak! Bukannya aku bermimpi, memang betul batang aku dihisap, tapi oleh Lisa, adik Rubi, Dia tersenyum mengolom kepala takok aku… sedang menghisap batang aku dari tepi katil. "Syyy bang!!” katanya… memberi isyarat supaya aku diam… Lampu utama dah dipadamkan, Rubi yang padamkan kot, aku tak sedar bila aku terlena, dan bila pula dia tidur… aku terlopong sekejap. Aku raba di sebelah, aku terasa peha Rubi. “Hmm… tidur bang, esok k?” suara Rubi… dan dia lena semula…kepenatan.

Lisa langsung tak lepaskan batang aku, dia terus menghisap dan menghisap… tak peduli dia yg kakaknya ada tidur di sebelah aku… aku pulak, serba salah… membiarkan saja!!! salah aku ke ni?

“Banggg syyyy! bagi la Lisa air mani abang sikit..” bisiknya, dia naik ke atas dan bisik ke telinga ku. Aku nampak dia tak pakai baju… topless je… aku main2 kan tetek besarnya… eh apa aku ni? apa aku buat ni? raba tetek dia pulak ni? tetek adik ipar aku yg baru ni?

Lisa senyum nakal. “best kan bang… tetek Lisa… besar sikit dari kakak punya.” katanya mengodaku… aku takdapat nak kata apa apa…

Aku duduk, dan dia menyambung menghisap aku… “Abang nak ke toilet lah…” aku kata. Aku bangun dan Lisa mengikut ku dari belaakang. “Eh? Lisaaa… dah lah, pergi balik bilik Lisa lah… tidur ok?” aku bisik! aku takut Rubi terjaga. Aku pandang ke arah Rubi yang bogel masih lena… kepenatan kena seks dan kepenatan hari pernikahan…

“Bang… bagi lah Lisa rasa sikit, Lisa jealous lah… dengar kakak dapat malam tadi…” adik iparku mengikut ke bilik mandi…

“abang nak buang air lah…” aku kata. Dia masih rapat… dah bogel pun… memang dia se cantik dan se seksi Rubi… cuma dia lebih muda, tapi masih lagi tua dari aku dari segi umur… aku 24 dan Lisa 29.

“Biar Lisa tolong bang…” kata Lisa. Dipegangnya batang aku yang masih besar tegang tu dan dihalakan ke toilet bowl. Aku perhatikan yang dia ni, gian sangat dah ni? “Abang… ini rahsia kita, ye?” kata Lisa… mtanya ke batang aku mengacukan ke mangkok toilet…

“Lisa? Ni malam pengantin abang dan kakak kau. tak baik tahu kau datang macam ni… bogel…lagi?” aku kata…

“Dan hisap batang suami baru akak Lisa lagi…hhihihi!! dan abang pun diam jer tadi masa Lisa hisap …hihihihi!” kata Lisa , celaka betul Lisa ni. Sudah je aku kencing, Lisa yang melalukan air ke batang aku… dicucinya batang aku… digenggam dan dibelek beleknya… dia curahkan air mencuci kepala takok aku… aku kembali keras… tak dapat aku kawal lagi dah masa tu…

“Lisa dah lah….. ok? abg nak tidur lah, kau pergi tidur ye, nnt pagi esok kita buat tak tahu je ye? Buat seperti yg perkara ni tak berlaku langsung? ok?” aku cuba nak rasionalkan pada Lisa. Mampus aku kalau insiden ni diketahui. Ini skandal serious ni!

“Abang, abang fuck saya di sini… kalau tak saya jerit!” Lisa memegang bahuku. Tapi dia tak lah nampak garang dan marah… sebab aku tahu yang dia gian sangat nak kan aku.

“Ok…macam ni, Lisa. Kali ni je ok? dan abg tak janji akan pancut malam ni… abg baru je tadi dgn Kak Rubi…” aku mengalah… bukan lah sebab sey sangat sebab tak mahu ada masalah masa tu, bayangkan akalu ada yang terjumpa kami dalam bilik mandi tu? atau Rubi masuk dan terserempak dengan kami yang dah bogel ni? mampus aku!

“Lisa, Janji tahu? Malam ni je…ok?” aku tengok muka Lisa, sexy menarik…

“Terima kasih bang. Baik bang…. Lisa janji. Tapi…” LIsa memeluk aku. Buah dadanya melempap di antara body kami… berisi best je… macam 36C je ?

“Tak ada tapi tapinya lagi lah…” aku bertegas, walaupun aku tahu aku akan dapat pantat Lisa bila bila masa je …

“Kalau LIsa gian lagi bang… abang je tempat Lisa mintak tolong.” Lisa manja berbisik pada telinga ku. tanganku meraba punggungnya… macam isteriku je…

“Lisa, kita ni sama sama dah dewasa ok? waras kan? Kita nak tengok kakak Rubi dankeluarga ni aman dan bahagia kan?” aku rasionalkan padanya lagi.

“Ok lah bang… Lisa mengalah… abang menang.” bunyi macamnak merajuk je. “Tapi abang fuck Lisa dua kali ye? Lisa nak dua kali pancut!” katanya.

Aku buka shower dan aku tanggalkan seluar dalam Lisa. Pussy cukur… “tak ada lagi la… sekali je malam ni…”

“Hmm… abang , fuck LIsa bang… masukkan bang… LIsa nak rasa bang…” aku pun tonggengkan Lisa di bawah shower tu, air suam panas. Lisa memang cantik, bulat punggung berisinya… dan aku pun masukkan batangku , terus masuk ke dalam. Aku tewas dengan godaan manjanya… Lisa memang penggoda licik dan lucah sekali! “Ohhh!!! Banggg!!! Besar gemuk abang punya …ohhh!!!” keloh Lisa.

Aku paut pada pinggang ramping Lisa, aku tarik, dan aku tujah. Padu masuk batang aku… memang pantat Lisa ketat, dah lama tak kena batang…. Dia menonggeng, dan tetek nya yang besar yang aku geram kan tu, berbuai buai… Tetek yang besar tu aku ramas ramas bila dia tegak berdiri…

“Ohh bang! Dalamnyer? Ahhhh!!!” aku tujah dalam dalam, membuat Lisa lagi mengerang. Lisa mengerang dengan menutup mulut…. menonggeng, sebelah tangan di mulut dan sebelah lagi menapak ke dinding… menahan tujahan aku.

“Perlahan lah mengerang tu Lisa…” aku henti menujah pantat kecik Lisa. Walaupun punggung besar dan dah ada dua org anak, pantatnya masih legi ketat, 'under used’ lah ni… Kenapa lah cantik2 dan sexy2 macam ni dah jadi janda… buta ke suami mereka ni?

“Sedap bang… lama dah tak dapat banggg!!! Abang tak sayang ke adik ipar abang ni… ?” kata Lisa . Celaka punya adik ipar! Tadi gertak aku, sekarang ni nak 'sayang-sayang’ pulak? Bila dah masuk batang aku baru lah nak 'sayang sayang’? Alahai… sedap pantat kau Lisaa oi! Aku tujah je la…

Lisa menonggeng lebih rendah lagi, tangannya mencapai lantai… aku terasa batang aku masuk menlengkung…. aku tujah juga … “Ohhh bangg!!” keluh Lisa… aku paut pinggangnya kuat dan aku tarik, berlepak lepak bunyi punggungnya berlaga dengan peha aku…. memang padu aku bagi Lisa ni…. dia yang nak… aku kasi jer lah.

Lagi Lisa mengerang lain macam jer, aku tahu dia klimaks. “Ohhhhh mmmphhhh!! Banggg!!” erangan Lisa tenggelam sikit bila dia menutup mulutnya sendiri… aku terasa kemutan kemas sekali dari pantat Lisa ni… adik ipar janda aku ni.

Aku cabut batang aku dari pantatnya, aku pusingkan Lisa, dan aku tegakkan dia, aku sandarkan Lisa ke dinding tiles bilik mandi kami tu… aku nampak mukanya, wajahnya memang sedang menikmati klimaks…. aku kucup bibir Lisa…. aku sedut lidahnya… tangan aku meramas ramas tetek besarnya… memang tegang puting Lisa masa aku gentel2 …. dia mengeluh… dalam suaranya… aku tahu air birahnya sedang meleleh keluar…

“Ohh banggg!! Sedappnyer banggg!!! Puasss nyer Lisaa bangg!!” keluh Lisa… aku stim dengar keluhan manja macam tu… lama aku bujang tak dapat aku jumpa macam peristiwa malam ni… malam pengantin aku ni… dua pantat adik beradik yg seksi cantik dah aku fuck… aduhh …

Aku rapatkan muka aku ke mukanya…. “abang belum puas lagi Lisa…” aku jawab… dan aku nampak sedikit senyuman dengan matanya yang kuyu tu.

“Puaskan diri abanggg… fuck me banggg! Buat Lisa apa yg abg sukaaa…” keluh Lisa macam sundal betul….

Aku angkat kakinya sebelah dan letakkan atas kolah… tangan aku ke pantatnya…. kami masih bertentangan lagi… aku tahu bibir pantatnya terbuka… kaki sebelah naik… aku rapatkan batang aku…. “Bagi Lisa masukkan banggg….” dan Lisa memegang batang aku dan dimasukkan ke bibir pantatnya… aku tolak.. nampak matanya terbeliak dan mulutnya ternganga… seksi sungguh Lisa masa tu….

“Ermm… banggg!!” keluhnya bila aku masuk sikit… telur aku diramas manja… dibelai dengan batang aku masuk dan masuk… mulutnya terbuka lagi… dan bila seluruh batang aku dah masuk… aku terasa dia melepaskan nafasnya…. “Ohhh bangggg!!! Sedapppnyerrr… sedap bang…. Lisa nak batang abang selalu bangggg arghh!!” aku dengar tu… aku buat tak tahu jer… Lisa dah mula nak mungkir janji , kami janji tadi , hanya sekali saja malam ni…. aku pun keliru juga… kepala kata jangan, hati dan batang aku kata… fuck je pantat Lisa ni… dia yang nak bagi!

Aku sodok dan tujah ke atas sikit… terangkat punggung Lisa… dan aku pun terus saja tujah dan tarik… memang sedap… pantatnya masih basah licin… batang aku entah macam mana malam ni…. keras benar… besar keras… dan aku pun tujah kuat2… teteknya bergegar gegar… memang tumpuan aku masa tu, aku ramas kasar dan aku hisap satu satu puting tegangnya….. warna coklat… aku hisap dan sedut… Lisa mengemut ngemut…. aku tujah dan tarik….

Lisa mengerang kuat lagi… aku tutup mulutnya… dan dia klimaks lagi,aku tak peduli, aku tujah juga.. dan kami berkucupan…. kami berdakapan… teteknya penyek dicelah kami berdua… terasa aku puting2 tegangnya di dada aku… aku ramas punggungnya… Lisa berdengus masa tu, kami kiss dan kiss…

Harap Rubi tak dengar erangan Lisa. Aku fuck dengan baik dan laju tadi, dah pandai sikit sebab dah ada pengalaman tadi bersama Rubi. dalam 10 minit saja aku pun pancut! “Ohh Lisa… abang nak pancut dah niii…!!” aku bisik!!

LIsa cepat2 dia menoleh dan melutut “Kat muka Lisa banggg!!” dia mendongak dan menganga menunggu mani aku. Matanya pejam….panjang bulu mata palsunya… makeup masa kenduri pun tak tanggallagi… terasa macam aktres cerita porno pulak Lisa ni. Dan aku pun pancut! Tak lah banyak sangat tak macam pertama kali tadi… kali kedua aku pancut dengan Lisa… melebihi dari isteri baru aku! Tewas aku…! Tewas pada godaan adik ipar baru aku ni!!

Lisa senyum… “Ermmmm!! Terima kasih bang… ada lagi air mani abang… hehehe!” Dia menghisap batang ku selepas das terakhir aku lepaskan… lidahnya menjilat jilat batang aku. Amat nikmat betul dapat pancut kali kedua malam tu…. satu di dalam pantat si Kakak, satu lagi di muka si adik! Kalau kawan2 di office tahu ni, ada yang pengsan ni!!!!

“Lemak masin bang…hehehe!” Lisa membersihkan batang aku yg masih tegang keras tu.. dan mukanya… habis bersih mani di mukanya. Dicolek2nya dengan jari dan dimasukkan ke dalam mulutnya… mengicap jari si janda muda ni! Dia senyum, memangnya cantik sexy… tapi tak ada yang nak.

Lisa berdiri… senyum kepuasan jelas di mukanya. Kami berpelukan, “Abang tak nak Lisa datang malam2 macam ni lagi!” aku kata, tegas… ada bunyi marah sikit.

“Ye bang…Lisa tak akan buat lagi dtg malam2… abg tak suka ke body Lisa ni…?” tanya Lisa. Senyum sundal nya menyerlah… dia memberi isyarat lah tu yang dia nak lagi! Berapa hari aku di sini? di rumah kampung Rubi ni?

“Errr… suka… suka.” aku jawab. “Memang la suka, body macam artis… ” aku kata. “…tapi ni salah Lisa! Faham tak? Ini last tahu?” aku tegas kembali. Batang aku masih dalam tangannya - membelek belek batang aku yang masih keras tu…

Senyum Lisa, “Lisa sayang lah kat abang. Abang ipar Lisa yang baru ni…. Lisa faham bang…” Lisa mengucup aku.

“Kalau nak selalu, Lisa cepat2 nikah, tahu?” aku nasihat. Dia menghadap pintu, aku tepuk punggung nya…pejal kenyal… aduhh! Apa yg dah aku lakukan ni? Aku dah lepaskan monster seks maniac yang mungkin akan meruntuhkan perkahwinan aku ni!! Aku dah mula fikir yg bukan bukan…

“Aww! bangg! Nakal eh?” disapu2nya punggung bulatnya itu…. dia berseloroh dengan aku.

“Cepat2 kawin tau?” aku ulang nasihat aku lagi… memang untung dapat dua pantat seksi ni… kalau la kawan2 ofis aku tahu ni… mesti ada yg takpercaya ni!

“Alaaa, abang kan ada… ni…” dia memegang batang aku. “Ni Lisa nak pinjam kakak punya ni. Bukan selalu bang…Ermm!” dia mengoda aku lagi… manjanya Lisa ni…. batang aku ni, kakaknya punya, dia nak pinjam? aduhhh!!! “Sesekali je bang… please ok?” manja dia merayu aku.

“tak boleh la Lisa…. pergi tidur, ok?” Lisa nampak masam muka… dia perlahan lahan memakai panties, nampak rekahan pantatnya… licin tak ada bulu! aduhh! Teteknya berbuai buai masa dia bongkok menyarung panties seksi nya tu…. dan kemudian mengenakan tuala , menutup body dia yang sexy tu…berkemban.

“Dan satu lagi, video cam tu? Tape nya abg nak. Tak leh tengok tau?” aku kata.

“Apa bang? Video cam mana pulak ni bang? Bukan Lisa punya lah… ” balas Lisa berbisik dan dia pun keluar dari bilik kami tu. Aku pandang ke arah isteriku, melihat agar Rubi tak terjaga. Diamasih lena, dalam posisi seperti tadi juga. Reda sikit hati aku… dia tak perlu tahu semua ni… mampus aku nanti!

Aku cuci badan sikit… dan naik semula ke katil…aku capai video cam kecil tu, aku OFF kan. Tape 3 jam? Hmm… siapa lah punya ni.. kalau bukan Lisa punyer, siapa pulak?

Perempuan Setabah Dia

I made this last year in my private blog but today I want to share it.

Note : Sorry for not using English for this poem.

Perempuan setabah dia,
Setiap kali aku berjumpa dengannya,
Pasti sama ada senyuman yang dilemparkan,
atau memek muka yang disengajakan buat begitu,
Supaya aku tertawa
Dan akhirnya pasti aku turut senyum melihat dia.


Perempuan yang tabah itu,
Selalu tersenyum dan tertawa,
Menyimpan apa yang ada,
Seribu kisah luka dan duka di jiwanya.


Perempuan setabah itu juga,
Selalu tampak ceria,
Walau ketika dibelakang kita,
Dia muram dan nangis saja.


Perempuan itu sangat tabah,
Dan pastinya dia disayangi tuhan,
Walau dugaan datang menduga,
dia tetap harunginya.


Ya Allah,
Jadikanlah aku setabah dia.
Setabah perempuan itu.
Dan semoga ;
Perempuan itu sentiasa tabah.


p/s : okay, puisi aku skema dan tak sedap.

Dear you, I know how tough you are. Way tougher than me. Keep tough and dont stop dear. Believe that Allah have better plans for you.