kapolsek

Islam Nusantara biasa ber-Maulid Nabi Muhammad

Islam Nusantara biasa ber-Maulid Nabi Muhammad

Unik emang istilah yang saat ini trend, di dunia dakwah Islam yaitu kata Nusantara. Kenapa yang kata-kata itu menjadi banyak orang membicarakan di dunia informasi baik media sosial ataupun pemberitaan di televisi juga radio. Membaca Maulid Nabi pada saat haul meninggalnya orant tua. Ini salah satu contoh foto-foto aktifitas yang menjadi kebiasaan positif orang islam tradisional, yang mana umat…

View On WordPress

metro24.co.id
156 Kg Ganja Kering Disita Dari Pencari Kepiting

BELAWAN-M24

Selain bekerja sebagai nelayan pencari kepiting, Rahmad Heri (27) warga Gg Kenanga, Link 7, Kel Labuhan Deli, Kec Medan Marelan, juga sebagai pengedar narkoba jenis ganja. Itu terbukti dari diamankannya 156 kg ganja kering dari kediaman Rahmad, Selasa (30/6) 11.00 WIB.

Disebutkan, tertangkapnya bandar ganja yang menyaru sebagai pencari kepiting ini bermula dari adanya laporan masyarakat. Berdasakan itu, beberapa petugas yang menyaru sebagai pembeli. Saat itu petugas membeli ganja kepada tersangka seharga Rp10 ribu. Akan tetapi, saat hendak betransaksi tersangka langsung disergap dan diintrogasi untuk mencari keberadaan barang lainnya.

Berdasarkan pengembangan, diketahui kalau ganja tersebut berasal dari Aceh yang dibawa temannya bernama Basir (DPO). Untuk diproses lebih lanjut, tersangka beserta barang bukti ganja seberat 156 kg yang disimpan di bawah tempat tidurnya diboyong ke mako.

Kapolsek Belawan AKP H Kosim Sihombing mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. “Tertangkapnya tersangka berkat badanya laporan masyarakat yang langsung kita tindak lanjuti. Setelah kita lidik dan beberapa petugas kita menyaru selaku pembeli. Tersangka berhasil kita amankan, masih kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” terang Kosim.

Menurut keterengan tersangka kepada petugas. Dirinya baru kali ini bermain dan mengaku membeli ganja itu, perkilogramnya dari Basir ia membli dengan harga Rp750 ribu, kemudian dijual lagi seharga Rp1 juta. “Hasil sementara, pengakuannya baru kali ini dia jual.  Tersangka membeli perkilonya seharga Rp750 ribu, dia jual dengan yang lain seharga Rp1 juta rupiah,”tandasnya (fadli/adlan)

metro24.co.id
Pencopet Babak Belur Digimbali

METRO24
Jelang Lebaran, tempat keramaian semakin rawan copet. Seperti yang dialami Kholisyah (31) dan Rahmawati (29). Kedua wanita ini dicopet pria bertato ketika mau naik Commuter Line di Jl Jati Bunder, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (3/7) malam.
Tersangka Wahyu Pratama (29), tertangkap kemudian diamuk massa hingga kepalanya bocor dihantam potongan kayu. Pencopet yang mengaku kelompok Bogor ini kemudian diamankan ke kantor polisi.
“Pelaku ini sering beraksi di KRL Commuter Line jurusan Tanah Abang-Bogor. Sasarannya ibu-ibu yang baru pulang belanja. Biasa kalau beraksi selalu dua atau tiga orang. Tapi kali ini ia main tunggal,” tegas Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Harry Sulistiadi, Sabtu (4/7) pagi.
Keterangan yang diperoleh, saat kejadian kedua korban hendak pulang ke kediaman mereka di Jl Merdeka, Menteng, Bogor. Namun sebelumya, kedua ibu rumah tangga ini berbuka puasa dulu di warung depan stasiun.
Tiba di depan stasiun, puluhan penumpang sudah antri di pintu masuk. Saat itulah tersangka menyilet tas milik Kholisyah dan dengan cepat mengambil Hp merek Samsung Galaxi serta uang Rp1 juta.
Di dalam Commuter Line, korban pun kaget melihat tasnya sudah koyak. Ketika diperiksa, Hp dan uang sisa belanja juga telah raib dari dalam tas. Saat itu juga korban balik ke pintu Commuter Line dan melihat pelaku sedang mengenggam Hp nya.
Spontanitas, korban pun berteriak copet….copet. Tak pelak, massa yang berkumpul langsung menghajar pelaku hingga babak belur.
Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang, Kompol Ardiansyah yang berada di pos penjagaan di depan stasiun, sat itu juga mengamankan pelaku dari tangan massa.(pk/int)

metro24.co.id
Tawuran Saat SOTR 6 Pemuda Mabuk Ditangkap

Metro24
Diduga saling ejek mengejek sambil teler, dua kelompok remaja yang sedang Sahur on The Road (SOTR) tawuran di Jl Raya Warung Buncit Raya, Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (5/7) dini hari.

Kedua kelompok tersebut saling melempar batu dan botol. Sejumlah pengguna jalan pun tak bernai melintas karena khawatir menjadi korban salah sasaran. Tawuran itu bubar setelah polisi datang.

Kapolsek Mampang Prapatan, Kompol Priyo Hutomo, mengatakan pemicu kejadian berawal dari ledek-ledekan. “Keduanya berpapasan lalu tawuran terjadi,” kata Kapolsek Mampang, Kompol Priyo Hutomo.

“Kami mengamankan 17 kreta dan enam pemuda mabuk. Mereka anak-anak belasan tahun,” kata Kapolsek.

Menurutnya, orangtua anak-anak itu akan dipanggil ke kantor polisi untuk mngetahui kondisi anaknya.

Sejumlah arak-arakan Sahur on The Road terjadi di mana-mana. Mereka menggunakan kreta, bahkan beberapa mobil. Tak sedikit arak-arakan itu membuat macet atau menghalangi laju kendaraan lain. (pkt)

my.seruu.com
Ribuan Mercon Berdaya Ledak Tinggi Disita

Kebumen, Seruu.com -  Ribuan petasan alias mercon yang memiliki daya ledak tinggi disita oleh jajaran Polsek Kebumen (Jateng). Mercon tersebut disita dari seorang pembuat Ahmad Suryani (37) warga Dukuh Bojong, Desa Sumberadi, Kebumen.

Kapolres Kebumen AKBP Faizal, SIK, MH  melalui Kapolsek Kebumen AKP Yohanes Hari Pracoyo mengungkapkan, mercon yang disita  sedikitnya 1.980 buah dengan ukuran jempol kaki orang dewasa, dan 125 mercon ukuran lengan orang dewasa. Selain itu disita  lima kilogram obat mercon, 30 selongsong mercon yang belum berisi obat, tiga lembar sumbu yang belum dilinting, 50 batang sumbu yang telah dilinting. Alat pembuat mercon berupa tiga buah obeng, benang kasur enam gulung, dua gunting, dua pensil modifikasi juga ikut diamankan untuk dijadikan barang bukti.  

“Saat ini tersangka masih dimintai keterangan oleh penyidik,” ujar Yohanes Hari Pracoyo, Sabtu (4/7/2015).

Sementara itu, dari pengakuan tersangka, obat mercon dibeli dari seorang warga Desa Bojongsari, Kecamatan Alian Kebumen seharga Rp 90.000/kg. Sedangkan selongsong mercon dikerjakan secara borongan. Untuk ukuran kecil Rp 60.000/1.000 selongsong, sedangkan untuk ukuran besar Rp 50.000/500 selongsong.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 1 Undang-undang Darurat Nomo 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana 12 tahun kurungan,” tambah Yohanes Hari Pracoyo. (Py)

metro24.co.id
Ketahuan Curi Kreta Resedivis Bonyok Dipukuli Massa

DELITUA-M24
Reza Fauzi (28) warga Jl Brigzen Hamid Kel Titi Kuning, Medan Johor babak bunyak diletopi massa setelah ketahuan mau mencuri Honda Vario 125 CBS BK 3119 ADR milik Amin Alrasyid Tanjung, Kamis (2/7) siang.

Data yang dikumpulkan menyebutkan, Reza main tidak sendirian, ia kala itu bersama Iqbal (25) warga Gang Sado Kel Titi Kuning, Medan Johor. Waktu main, mereka berdua berjalan kaki menyusuri tiap gang mencari mangsa.

Reza sendiri mengaku baru bebas dua bulan lau dari penjara karena kasus kepemilikan sabu di Polsek Medan Baru. Selain itu, dia juga pernah mencuri Supra X di Jl Binjai yang dijual seharga Rp900 ribu. Di Jl Garu II, dia menyikat Honda Vario warna hitam yang dijualnya seharga Rp1,7 juta.

Kapolsek Delitua, AKP Daniel Marunduri SIK mengatakan, pihaknya kini tengah melakukan pendalaman terhadap tersangka. “Kita dalami dulu, sementara untuk si Iqbal bakal kita buru terus,” katanya. (ali)

metro24.co.id
32 Personil Polres Batubara Naik Pangkat

BATUBARA – M24
Sebanyak 32 personil Polres Batubara mendapat kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi Perwira dan Bintara Polri di jajaran Polres Batubara.
Personil yang dilantik itu diantaranya Ipda.HW Siahaan SH naik pangkat menjadi Iptu, sebanyak 4 personil naik pangkat dari Aipda menjadi Aiptu, 5 personil dari Bripka ke Aipda, 17 personil naik pangkat dari Brigadir ke Bripka, dan 6 personil dari Briptu ke Brigadir.
Upacara ini langsung dipimpin Kapolres Batubara AKBP M Agung Suyono SiK dihadiri para Kasat, Kabag, Kapolsek dan ibu bayangkari, Selasa (30/6) di halaman Mapolres setempat.
“Selamat kepada para anggota beserta keluarga yang telah melaksanakan korps raport kenaikan pangkat pada hari ini, semoga dengan kenaikan pangkat yang telah diterima bisa menambah kebahagiaan dalam keluarganya dan menambah semangat dalam menjalankan tugas,” kata Kapolres Batubara dalam amanatnya.
Kapolres juga mengingatkan kepada personil bahwa kenaikan pangkat bukan sekedar untuk gagah – gagahan saja. Tapi perlu diingat tugas kedepan semakin berat.
Begitu banyak tantangannya, sebab Polri bukan hanya ingin dicintai masyarakat, namun juga dipercaya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.
Selain itu lanjut M Agung, kenaikan pangkat bagi anggota bukan merupakan hak anggota, namun sebuah penghargaan dari penilaian kinerja dan tingkah laku baik dalam melaksanakan tugas.
“Saya mengharap anggota Polri jajaran Polres Batubara untuk bisa menjadikan kenaikan pangkat ini sebagai cambuk untuk meningkatkan profesional kinerja. Ubalah pola pikir dan budaya lama dan berikan pelayanan prima sebagai upaya memupuk kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” pinta Kapolres. (Bima)

Hasil Labfor Sudah Keluar, Tapi Belum Membantu Ungkap Pembunuh SPG Cantik-JPNN.com

Hasil Labfor Sudah Keluar, Tapi Belum Membantu Ungkap Pembunuh SPG Cantik-JPNN.com

BATAM – Kasus pembunuhan SPG cantik, Dwiwana Julianggi masih menjadi teka-teki. Sampai saat ini polisi belum menemukan titik terang siapa pelakunya. Belasan saksi telah diperiksa, bahkan Tim Laboratorium Forensik Medan sudah dikerahkan guna mengukap kematian gadis 17 tahun tersebut.

“Hasil Labfor sudah keluar. Namun belum banyak membantu penyidikan,” ungkap Kapolsek Sekupang, Kompol Rimsyahtono,…

View On WordPress