kapolsek

Islam Nusantara biasa ber-Maulid Nabi Muhammad

Islam Nusantara biasa ber-Maulid Nabi Muhammad

External image

Unik emang istilah yang saat ini trend, di dunia dakwah Islam yaitu kata Nusantara. Kenapa yang kata-kata itu menjadi banyak orang membicarakan di dunia informasi baik media sosial ataupun pemberitaan di televisi juga radio. Membaca Maulid Nabi pada saat haul meninggalnya orant tua. Ini salah satu contoh foto-foto aktifitas yang menjadi kebiasaan positif orang islam tradisional, yang mana umat…

View On WordPress

Edarkan Narkoba, Mama Muda Cantik Ini Meringkuk di Sel

CFS mama muda cantik yang kedapatan menjadi pengedar narkoba.(deny irawan/sindonews)

TANGERANG - Seorang ibu muda berparas cantik diringkus petugas Polsek Neglasari, Tangerang karena kedapatan mengedarkan narkoba. CFS (30) mama muda berkulit putih ini tak berkutik saat petugas mendapati berbagai narkoba di rumahnya.

Kapolsek Neglasari Kompol Sutrisno menerangkan, penangkapan CFS merupakan pengembangan kasus narkoba. Petugas mendapat informasi bila pemasok barang haram tersebut ialah CFS yang tinggal di Kompleks Perumahan Griya Jakarta, Pamulang, Kota Tangsel.

Berbekal informasi inilah, petuga smenggerebek rumah CFS dan tanpa perlawanan mama muda ini dibekuk. Saat akan ditangkap, CFS dengan sigap langsung melempar seluruh barang bukti ke sekitar rumahnya.

Namun, petugas lebih jeli hingga akhirnya menemukan sejumlah barang bukti narkoba.“Kita sita sabu seberat 0,5 gram, dua butir pil ekstasi warna merah logo LV dan ganja kering seberat 7 gram. CFS ini pengedar narkoba di wilayah Tangsel sampai ke Kota Tangerang,” terang Sutrisno, Minggu (14/2/2016).

Di bagian lain, petugas Polsek Matraman menangkap Nasarudin (45) di rumahnya di Jalan Pembina RT 13/03, Matraman, Jakarta Timur pada Sabtu 13 Februari 2016 kemarin lantaran kedapatan membawa narkotika.

Kasubbag Humas Polres Jakarta Timur Kompol Husaima mengatakan, dari tangan tersangka ditemukan satu paket kecil sabu yang di simpan di dalam bungkus rokok."Nasarudin mengaku membeli satu paket kecil sabu tersebut dengan harga Rp400.000. Kami masih menyelidiki di mana tersangka membeli barang haram tersebut,” ujarnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you’re reading it on someone else’s site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Polres Tembak 2 Perampok Jalan Lintas

Rejanglebong (SIB)- Kepolisian Resor Rejanglebong, Provinsi Bengkulu, menembak kaki dua tersangka pelaku perampokan yang kerap beraksi di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Kapolres Rejanglebong AKBP Dirmanto didampingi Kapolsek Padang Ulak Tanding, Iptu Eka Chandra, Jumat, mengatakan kedua tersangka pelaku perampokan yang meresahkan tersebut ialah DC (25) dan DA (30) keduanya merupakan warga Desa Simpang Beliti, Kecamatan Binduriang, Rejanglebong.

Penangkapan terhadap kedua tersangka ini kata Eka Chandra dilakukan petugas pada Jumat dini hari (12/2) sekitar pukul 24.30 WIB, di kediaman masing-masing. Kedua tersangka yang sudah lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Rejanglebong itu terpaksa mereka lumpuhkan dengan timah panah di bagian kaki masing-masing, karena saat akan ditangkap melakukan perlawanan.

“Salah satu tersangka yakni DC merupakan residivis kasus yang sama dan baru keluar dari Lapas kelas II A Curup Juli 2015 lalu. Selain menangkap kedua tersangka, petugas juga mengamankan tiga unit sepeda motor yang diduga hasil kejahatan dan statusnya dalam penyelidikan petugas,” ujarnya.

Penangkapan kedua tersangka ini kata dia, berkat informasi yang disampaikan masyarakat kepada petugas yang menyebutkan keduanya sedang pulang kerumah setelah beberapa bulan menjadi buron.

Untuk tersangka DC selain residivis kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) diduga juga terlibat dalam 10 kasus di 10 tempat kejadian perkara (TKP) yang kesemuanya terjadi di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau, diantaranya di wilayah Kecamatan Binduriang meliputi Desa Simpang Beliti sebanyak tiga TKP. Kemudian di Dusun Gardu tiga TKP, Desa Air Apo satu TKP dan Desa Taba Padang satu TKP serta di Desa Cahaya Negeri Kecamatan Sindang Kelingi dua TKP.

Sedangkan rekannya DA diduga terlibat di delapan TKP yakni enam TKP berada di Kecamatan Binduriang yakni di Desa Simpang Beliti sebanyak tiga TKP, di Dusun Gardu satu TKP, di Taba Padang satu TKP dan satu TKP di Desa Air Apo. Kemudian dua kasus terjadi di Kecamatan Sindang Kelingi yakni satu TKP di Desa Cahaya Negeri dan satu TKP di Desa Pelalo.

Saat menjalankan aksinya kawanan penjahat ini tidak segan-segan melukai korbanya jika melakukan perlawanan atau tidak mau menyerahkan harta benda maupun sepeda motor milik calon korbannya.

Kedua tersangka itu sendiri kata Eka Chandra sudah mereka serahkan ke Polres Rejanglebong, namun pihaknya masih akan mengembangkan keterlibatan kedua tersangka ini dalam sejumlah tindak kejahatan perampokan kendaraan dan perampasan sepeda motor yang kerap terjadi di jalan penghubung kedua provinsi tersebut serta guna menangkap kawanan pelaku perampokan lainnya. (Ant/q) http://dlvr.it/KVGVR2

Terduga Mantan Teroris Jaringan Santoso Ditangkap di Makassar

Seorang pria berinisial As alias Ts alias Kw berusia 40 tahun ditangkap saat menginap di Wisma Travel Melati Indah Jalan Nusantara Kecamatan Wajo, Makassar, Rabu 10 Februari 2016. Dia ditangkap karena diduga terlibat kasus terorisme di Poso.

As yang merupakan buruh kelapa sawit diketahui merupakan warga Lewoleba Utara, Kelurahan Lewoleba Utara, Kecamatan Nubatukan, Nusa Tenggara Timur itu rencananya melanjutkan perjalanan ke Nabire. Padahal As lahir di Yogyakarta.

Awalnya, As transit di Makassar pada Sabtu 6 Februari 2016 menggunakan Kapal Motor Umsini dari NTT tujuan Nabire. Kemudian, dia menginap di Wisma Travel Melati Indah Jalan Nusantara Makassar, milik perempuan inisial A.

As rencananya menginap di wisma tersebut sampai Minggu 14 Februari 2016 karena sedang menunggu Kapal KM Gunung Dempo dengan tujuan Nabire. Namun belum sempat melanjutkan perjalanan ke Nabire, dia tertangkap.

Kapolsek Wajo Makassar, Komisaris Achmad Ilyas membenarkan penangkapan tersebut. “Iya itu betul namun yang bersangkutan itu diamankan oleh Satuan Intelkam Polres Pelabuhan Makassar penanganannya di sana,” kata Ilyas saat dihubungi Liputan6.com, Makassar, Kamis (11/2/2016).

As masih menjalani pemeriksaan dan pendalaman terkait apa yang dia ketahui dari jaringan teroris Poso di Kapolres Pelabuhan Makassar. 

Dari data yang dihimpun Liputan6.com, As tinggal di Poso pada 1980 saat ikut program Transmigrasi tepatnya di Desa Kalora Kecamatan Poso Pesisir Utara bersama orangtuanya. Selama di Poso, dia aktif ikut jamaah Tabliq Lawanga dan bertemu dengan ustads inisial A untuk masuk dalam Laskar Mujahidin Poso.

Baca Juga

Pada 2004, As meninggalkan Poso dengan alasan tidak sanggup lagi mengurusi Laskar Mujahidin dan mempertimbangkan keamanan pribadi serta keluarganya. As saat ini dicari-cari oleh jaringan kelompok Santoso karena dinilai berkhianat atau disebut hawaris. Darah seorang hawaris dinyatakan halal untuk dibunuh oleh jaringan teroris Poso Pimpinan Basri dan Santoso.

Peran yang pernah dilakoni As saat tergabung dalam kelompok Mujahidin di Poso antara lain melakukan pemalangan mobil boks pada 2004 dan menembak sopir serta berhasil membawa lari uang sebesar Rp 28 juta, merencanakan bom Tentena selama 5 bulan dan menghilhami bom Pasar Tentena pada 2005.

Dia juga merekrut orang untuk menjadi anggota majelis pengajian dari masjid ke masjid dengan cara mencuci otak dengan bantuan Ustaz M. Adapun nama-nama mujahidin yang dikenal antara lain inisial SG, SK, GT, G, AR alias S dan S.

Dia juga pernah memiliki senjata api rakitan pada 2003 yakni pistol jenis genggam sebanyak 1 buah dan 4 peluru aktif, senjata api rakitan berlaras panjang sebanyak 3 buah dan bom pipa sebanyak 2 buah. Senjata rakitan serta bom pipa tersebut dikabarkan disimpan di dekat Masjid Al Muhajirin Desa Kalora Kecamatan Poso Pesisir Utara.

Pada 2004, As dan kelompoknya tersebut meninggalkan Poso dan berpindah-pindah tempat yakni ke Kalimantan Timur untuk bekerja Kelapa Sawit di SP Wahau-Sungai Lang. Pada 2011 mereka ke Alor dan kembali lagi ke Kalimantan Timur. Pada 2012-2016, mereka menetap di Desa Lewoleba Utara.

Tegur Geng Motor, Sopir Travel Babak Belur Dikeroyok

Tegur Geng Motor, Sopir Travel Babak Belur Dikeroyok

DENPASAR – Kelompok pemuda diduga geng geng motor ditangkap oleh Kepolisian Polsek Denpasar Barat, Senin (½/2016). Enam pemuda itu di antaranya adalah RO (18), Katos (19), Nosa (22), Ode (22), DY (17) dan DZ (18). Kapolsek Denpasar Barat Kompol Wisnu Wardhana mengatakan, mereka ditangkap lantaran telah melakukan pengeroyokan…   Read More

View On WordPress

Tegur Geng Motor, Sopir Travel Babak Belur Dikeroyok
DENPASAR - Kelompok pemuda diduga geng geng motor ditangkap oleh Kepolisian Polsek Denpasar Barat, Senin (½/2016). Enam pemuda itu di antaranya adalah RO (18), Katos (19), Nosa (22), Ode (22), DY (17) dan DZ (18).

Kapolsek Denpasar Barat Kompol Wisnu Wardhana mengatakan, mereka ditangkap lantaran telah melakukan pengeroyokan kepada dua orang pemuda bernama Wahyu Wibisono dan R. Utomo Hadi Wijanarko alias Tomi di toko Circle K, di Jalan Marlboro  pada Minggu 31 Januari 2016. Kedua korban merupakan sopir sebuah perusahaan travel.

Seperti diberitakan sebelumnya,  korban Wahyu dan Tomi mengambil uang di ATM dan membeli rokok  sekira pukul 03.30 Wita di Circle K, Jalan Marlboro, keduanya menegur anak-anak dan mengatakan jangan berisik.

“Pelakunya ada 8 orang, tapi baru 6 orang kita amankan jadi masih ada 2 tersangka yang menjadi DPO,"katanya, di Polsek Denpasar Barat, Denpasar, Senin (8/2/2016).

Dikatakan, kemungkinan besar masih berada di Denpasar, semuanya berstatus pelajar hanya dua yang dewasa.

"Modusnya dengan terjadi ketersinggungan kepada korban melalui perkataan di salah satu toko 24 jam,” ujarnya.

Kedua korban dipukul dengan kayu dan tangan kosong, bahkan ada doble stick yang dimiliki oleh salah satu pelaku katanya dia sering bawa untuk jaga diri.

Korban Wahyu mengalami tulang kaki kanan retak, pergelangan tangan kiri luka. Semenatara Tomi mengalami luka di kepala, tangan kanan sobek, dan bahu kanan luka. P

olisi mengamankan barang bukti antara lain kayu warna hijau dan warna kuning, 3 buah helm dan satu buah doble stick.

“Untuk saat ini korban sudah pulang dan sembuh sementara pelaku akan kita proses sesuai Pasal 170 KUHP dengan ancaman diatas 5 tahun. Yang di bawah umur kita proses melalui UU Peradilan Anak,” pungkasnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you’re reading it on someone else’s site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Transaksi Ganja, 2 Pria Diringkus Polisi

Rantauprapat (SIB)- Transaksi ganja, dua warga Jalan Ahmad Yani Lingkungan 4 Kelurahan Marbau Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) ditangkap polisi.

Kasubbag Humas Polres Labuhanbatu AKP Viktor Sibarani didampingi Paur Subbag Humas Aiptu Arwin, Jumat (12/2) menyebut, dari kedua tersangka diamankan 48 paket ganja.

“Penyergapan langsung dipimpin Kapolsek Marbau, Kamis (11/2) sekitar pukul 09:00 WIB dari sekitar Jalan Ahmad Yani Marbau,” ungkap Viktor.

Dia menerangkan, petugas awalnya mendapat informasi bahwa akan terjadi transaksi Narkoba jenis ganja. Setelah polisi tiba di lokasi yang dimaksud, ternyata ada dua orang yang diyakini bertransaksi, apalagi gerak-geriknya mencurigakan.

Belum lagi meninggalkan lokasi transaksi, kedua orang yang diketahui berinisial EN (37) warga Lingkungan 4 Desa Marbau dan TA alias Majid (43) warga Desa Simpang Empat itupun langsung disergap.

Sebelumnya juga diketahui, tersangka Majid telah membeli satu paket ganja. Setelah diinterogasi, akhirnya EN digiring ke rumahnya dan didapati menyimpan 47 paket ganja.

“Setelah itu, kedua tersangka dan barangbukti dibawa polisi ke Polsek Marbau untuk proses tindak lanjut,” ujarnya. (D10/q) http://dlvr.it/KVFmJX

Kapolsek Idi Tunong Sosialisasi Bahaya Narkoba

Kapolsek Idi Tunong Sosialisasi Bahaya Narkoba

External image

Tribratanewsaceh.com – Melalui kerjasama Polri dan Pemerintah, Kapolsek Idi Tunong menyelenggarakan sosialisasi bahaya narkoba dan radikalisme selama tiga hari, mulai tanggal 02 sampai dengan 04 Februari 2016, di Aula Kecamatan Idi Tunong. Kapolsek Idi Tunong Ipda Panca Cahyadi Wibowo sebagai pemateri sosialisasi mengatakan, bahaya narkoba perlu diketahui bukan hanya oleh para pelajar, akan…

View On WordPress

Razia Ops Kasih Sayang di Warnet, Polsek Helvetia Jaring 30 Pelajar: Medan (SIB)- Petugas Polsek Helvetia menggelar razia dengan sandi Ops Kasih Sayang di sejumlah warung internet (Warnet), Jumat (29/1). Dari razia itu, petugas mengamankan 30 pelajar SMA dan SMP.
Ketika diwawancarai, Kapolsek Helvetia Kompol Ronni Bonic mengatakan, razia itu digelar untuk mengantisipasi peredaran dan penggunaan tayangan porno via internet, yang kerap menjadi konsumsi pelajar.
“Dari operasi tadi, 30 anak diamankan. Nantinya mereka akan dibina. Tayangan pornografi sangat berbahaya terhadap generasi muda, khususnya bagi pelajar,” ujarnya.
Ditambahkan, selanjutnya pihaknya akan mengembalikan ke-30 anak tersebut kepada orangtua masing-masing.
Peran aktif orangtua mengawasi anak-anak sangat diperlukan,” tegasnya.
Pantauan SIB, setelah diamankan, puluhan anak itu dibawa ke ruang Unit Binmas Polsek Helvetia untuk diberikan pembinaan. Selanjutnya, pihak orangtua datang menjemput dan mendapat arahan dari petugas Unit Binmas Polsek Helvetia. (A19/ r) http://dlvr.it/KM7FKT

Pesta Miras Dikelilingi Remaja, 2 Gadis Mabuk di Bantul Diciduk
BANTUL - Aparat Polsek Pleret berhasil mengamankan belasan orang pemuda, dua di antaranya gadis, di Dusun Bawuran II, Desa Bawuran, Kecamatan Pleret. Mereka terpaksa diamankan karena kedapatan sedang berpesta minuman keras.

Kapolsek Pleret AKP Budi Kustanto mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat jika ada pesta minuman keras di sebuah rumah di RT 04, Dusun Bawuran II, Desa Bawuran.

Mereka dianggap mengganggu ketentraman dan ketertiban, karena berpesta miras sambil membunyikan musik dengan keras. “Setelah mendapat laporan, kami langsung mengecek ke lokasi yang dimaksud,” terangnya, Minggu (14/2/2016).

Setelah melakukan pengecekan, ternyata benar ada sekumpulan pemuda yang sedang pesta minuman keras. Dini hari, polisi langsung meringkus mereka dan membawanya ke mapolsek untuk dimintai keterangan.

Dari puluhan botol miras yang diamankan, ditemukan botol air mineral kosong yang diduga merupakan miras oplosan.

Terpisah, Kepala Unit (Kanit) Narkoba Polres Bantul AKP Rudi Prabowo mengungkapkan, pihaknya memang tengah gencar melakukan operasi peredaran miras, terutama miras oplosan.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peredaran miras oplosan dan juga untuk menekan jatuhnya korban jiwa seperti yang belakangan terjadi. “Saat ini operasi terus berlangsung,” pungkasnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you’re reading it on someone else’s site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.