kamu keren

Bersabarlah, Sebentar Lagi Kamu Keren!

Apa yang ada di benakmu ketika mendengar kata ‘orang keren’? Bagiku, orang keren adalah mereka yang luas hatinya dan ringan tangannya untuk melakukan kebaikan, mereka yang mampu berprestasi dalam kerja dan karyanya, juga mereka yang mampu mengejar akhirat dengan kesehariannya yang luar biasa. Ketika melihat orang-orang seperti itu, aku selalu penasaran tentang apa yang terjadi di balik hidup mereka sebab aku percaya kalau orang keren itu bukan hasil bentukan sehari semalam, mereka tentu telah melakukan perjalanan panjang, menempuh banyak pengalaman, dan bersusah payah berdamai dengan luka dan rasa sakit yang mungkin bukan dalam skala kita pada umumnya.

Namanya juga orang-orang keren, mereka bukan orang-orang dengan pola berpikir yang biasa, pengalaman yang biasa, dan kualitas diri yang biasa. Mereka pasti lulus tempa dan naik kelas karena ujian-ujian. Mereka terbentur untuk terbentuk, terluka untuk mendewasa, lalu sakit untuk bangkit. Bagaimana denganmu? Terbentur membuat semangat dalam jiwamu lentur, terluka membuat hatimu porak-poranda, dan kamu lemah tak berdaya hanya karena sakit yang sedikit. Apa? Kamu? Tidak tidak, aku maksudnya! Padahal, mungkin ini klise, tapi besi memang hanya bisa menjadi kuat setelah dibakar dalam suhu yang tinggi dan waktu yang lama, bukan?

Seseorag pernah menasehatiku, katanya, kalau mau jadi orang keren (dalam artian seperti definisi di atas) berarti harus sanggup membayar hidup dengan harga yang mahal. Bayar mahal? Ya, bayar dengan perjuangan, kebergantungan kepada Allah, kesabaran, dan juga keluasan hati untuk bisa memaafkan dan menerima ketetapan. Dipandang dari sudut manapun, rasanya kita akan sepakat kalau semua itu memang tidak mudah untuk dilakukan. Tentu saja, sebab hadiahnya tidak setara dengan kipas angin atau TV berwarna. Bagaimanapun, semoga Allah senantiasa memudahkan kita untuk bisa membayar harga yang mahal itu, ya!

Jika hari ini waktumu terasa sempit, hatimu terasa sakit, dan hidup bagai meninggalkanmu di tepi pilihan-pilihan yang tak mudah untuk dipilih, maka bersabarlah dan kuatkan kesabaran itu! Semua Allah hadirkan agar kamu mempelajari banyak hal, sesuatu yang maknanya mungkin hanya akan menjadi milikmu karena orang lain tidak mengalaminya. Kamu tahu, Allah sedang mempersiapkanmu untuk bisa menjadi orang keren! Dari mana kita bisa belajar sabar jika tidak melalui ujian? Dari mana kita bisa belajar kuat kalau tidak pernah ditempa?

Bersabarlah, sebentar lagi kamu keren! ;)

K?

“Mbak, gimana sih caranya bisa baca novel bahasa inggris kayak gitu?”

Pertanyaan di atas diajukan oleh seorang penumpang random di kereta yang duduk satu deret dengan gue pada suatu sore. Saat itu, gue sepanjang jalan sedang menamatkan Aleph-nya Paulo Coelho. Gue yang sedang membaca buku adalah gue yang sedang tidak ingin berhubungan dengan manusia. Ternyata dia memperhatikan. Begitu gue menyimpan buku gue, dia menyapa dan mengajak ngobrol, hingga akhirnya sampailah ke pertanyaan itu.

Gue senang setiap kali ada orang yang excited untuk belajar. Ketika gue menjelaskan secara singkat bagaimana gue bisa memahami sebuah novel berbahasa inggris, dia menatap gue dengan antusias dan penuh rasa ingin tahu. Kalo gue kaya raya dan bisa beli Aleph lagi besoknya, mungkin gue udah kasihin itu buku gue buat dia, saking gue senangnya melihat kesungguhan dia.

Tentu masih ada manusia-manusia lain di dunia yang justru akan menatap kesal manusia-manusia yang bisa dan terbiasa dengan bahasa inggris. Gue termasuk sering keceplosan menggunakan kosa kata dalam bahasa inggris, atau menggerutu menggunakan bahasa inggris, dan ketika manusia-manusia tertentu ada di sekitar gue, mereka akan tidak segan-segan menyeletuk;

“Beh. Ngerti ga lo Amy ngomong apa?”,

sambil nyenggol teman di sebelahnya dengan tatapan meledek.

Atau,

“Duh lo pake bahasa indonesia aja ngapa sih sok inggris amat”

Atau,

“Halah aku ngga ngerti kamu ngomong apa”.

Gue sedih kalau bertemu manusia-manusia seperti ini. Gue tidak tersinggung, gue hanya sedih. Dengan segala keterbatasan yang mereka akui dan sadari, mereka berani berbangga dengan itu dan justru mencemooh yang bisa melakukannya. Aneh sekali.

Bisa berbahasa inggris lalu menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari masih seringkali dianggap songong, sok, ngga cinta bahasa indonesia, dsb dll dst. I mean, why, people? You envy me?

Kalian harus tau bagaimana tololnya gue dalam berbahasa Inggris di awal kehidupan gue sebagai pelajar.

Ketika SD, gue hanya tau beberapa kosa kata dalam bahasa inggris sebagaimana yg diajarkan guru sekolah gue. Dulu gue sempet les privat di rumah salah satu guru SD gue, yang rumahnya dekat rel kereta api. Di sana, gue hanya paham kata-kata, bukan kalimat. Gue paham tenses dasar, tapi tidak tau bagaimana menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Gue baru menyadari betapa tololnya dan betapa tidak tahu apa-apanya gue, ketika gue mulai masuk SMP dan diterima sebagai salah satu dari 40 siswa kelas bilingual pertama di provinsi gue. Kelas bilingual adalah kelas yang merintis awalnya kelas RSBI. Di kelas ini, pelajaran MIPA disajikan dalam dua bahasa, Inggris dan Indonesia. Buku-buku paketnya juga demikian.

I knew nothing. Like, nothing.

Guru bahasa inggris gue pas SMP keren sekali, sangat pintar dan sangat….. suka nunjuk muridnya untuk menjawab pertanyaan. Gue dulu takut banget kalo udah mulai mau jam pelajaran beliau, takut ditanya. Karena gue tidak tahu menjawabnya bagaimana. Gue bahkan pernah diam seribu bahasa ketika beliau bertanya ke gue, sampai akhirnya beliau kesal. Gue se-bego itu. Se-payah itu.

Beruntungnya gue, I have a very passionate daddy.

Bokap gue jago berbahasa inggris, beliau selalu ingin belajar lebih tentang bahasa inggris, tapi dulu ketika beliau sekolah, mbah gue tidak punya cukup uang untuk membiayai les atau buku-buku pelajaran bahasa inggris untuk bokap. Bokap akhirnya nabung, buat beli buku sendiri. Belajar sendiri, dengar radio, dengar lagu-lagu bahasa inggris, bahkan bokap bikin kamus sendiri; kamus kosa kata dan kamus idiom.

Bokap gue keren sekali :“

Bokap sangat ingin anak-anaknya bisa berbahasa inggris, karena beliau tau persis keuntungan apa yang bisa didapat kalau menguasai bahasa internasional satu itu. Bokap memfasilitasi gue dan adik-adik gue untuk les, beli buku, cd musik, film dan apapun yang bisa jadi media belajar berbahasa inggris. Bokap juga bisa random mengajak bercakap dalam bahasa inggris ketika di rumah.

Gue dimasukkan ke salah satu kursus bahasa inggris ternama saat itu. Sebut saja IEC ~

Gue memulai les disana sejak SMP kelas 1 semester akhir, masuk ke kelas basic yang isinya anak SMP semua, lalu bisa akselerasi ke kelas intermediet yang isinya udah campuran (bahkan gue adalah satu-satunya anak SMP di dalam situ, sisanya anak SMA, kuliah, kerja) dan selesai mengikuti sampai level advance tepat ketika gue naik kelas 3 SMA.

Berapa tahun tuh? 6 tahun.

Gue sering ledek-ledekan sama salah satu temen sekelas gue yang dulu pas gue SMP dia baru masuk kuliah;

"Lo les apa sekolah SD?”.

Gue sempet bosen banget les, capek banget dengan tugas-tugas. Gue sampe sempet beberapa kali bolos, gue kabur sama Babab jajan enak entah dimana sampe sore, tapi minta jemput bokap di depan tempat les pas jam les selesai. Ntap.

Selama les 6 tahun itu, guru les gue mewajibkan pemakaian bahasa inggris dimanapun itu, ketika kami bertemu. Saking sudah dekatnya seperti keluarga, kami bisa les dimana saja, kumpul dimana saja, mau itu warung bakso, atau taman kampus. Kami jadi terbiasa dengan bahasa asing satu ini. Bukan karena mau sok atau bagaimana, tapi terbiasa.

Guru gue juara banget sih. I could never thank her enough. Dia selalu punya cara buat belajar dengan seru dan menyenangkan.

Dia pernah dong tetiba ujian listeningnya ngga pake kaset dari buku paket, tapi pake film transformer, ngga dikasih subtitle, terus disuruh nulis summary pas filmnya abis. Dia juga bisa aja random ngasih lirik lagu The Beatles yang beberapa katanya dikosongin dan kami harus ngisi lengkap dalam 3 kali pemutaran lagu buat ngelatih listening dan memperkaya vocabulary. Dia juga bisa aja ngasih cerpen keren buat latihan reading dan speaking, atau games-games yang melatih speaking dan grammar. Kadang dalam satu pertemuan, kami cuma main scrabble aja sambil makan gorengan.

Gue pernah baca artikel yang bilang; belajarlah suatu bahasa, sampe pas lo mimpi, di mimpi itu lo pake bahasa itu.

Sampe masuk alam bawah sadar kali ya, maksudnya.

Gue setolol itu, sampe perlu 6 tahun untuk belajar bahasa inggris di institusi formal. Sampe gue bisa mimpi dalam bahasa inggris. Sampe gue lebih nyaman menggerutu atau bersenandika dalam bahasa inggris. Sampe gue kesel sendiri kalau baca novel terjemahan, karena tidak seseru baca novel dalam bahasa asli.

Dan lo mau bilang gue songong, tidak cinta bahasa indonesia?

Oh, really, people.

Gue sangat percaya bahwa semua orang bisa melakukan hal-hal yang mereka inginkan kalau mereka belajar, termasuk dalam berbahasa. Di era sekarang ini, berbahasa inggris itu kebutuhan, bukan lagi kemewahan tersier. Ignorant sekali kalau masih merasa berbahasa inggris adalah bentuk kesongongan.

Gue sadar penuh bahwa ketika gue berhenti menggunakan bahasa ini dalam waktu lama, gue akan tersendat-sendat kelak ketika menggunakannya kembali. Makanya gue memanfaatkan kesempatan kapanpun itu untuk menggunakan. Entah itu bicara sama diri sendiri, sama kodok di kamar mandi, bikin tulisan, nonton pake subtitle bahasa inggris atau tidak pakai subtitle sama sekali, mengikuti vlog kittendust, mendengarkan lagu, membaca dan mencatat vocabulary baru atau idiom baru, atau bahkan mengumpat.

Jadi tolonglah, berhenti meledek orang-orang yang sedang belajar. Kalau memang lo tidak ingin belajar, bahkan tidak tertarik sekalipun, just shut up. Tidak perlu berkomentar merendahkan. Tidak perlu berdalih bahasa indonesia lebih penting atau semacamnya. Kalau ada orang lain yang merasa butuh menguasai bahasa inggris dan berjuang untuk itu, biarkan. Toh mungkin kehidupannya memang menuntut kemampuan itu.

Lo ngga bisa bahasa inggris? Belajar. Ngga mau? Derita lo. K?

Saat ini. Dirimu adalah hujanku.

Beberapa jam yang lalu aku begitu membencimu, lalu semenit kemudian aku sudah rindu.
Beberapa waktu lalu aku ingin melemparimu dengan makianku, tapi tak lama kemudian aku ingin membelai rambutmu.

Sekeras ini aku berusaha lupa. Sesulit itu juga aku melakukannya.
Rupamu terbuat dari apa? Mengapa begitu melekat dalam jiwa?
Senyummu memiliki bumbu macam apa? Mengapa begitu sedap dipandangan mata?
Dan hey! Mengapa tatapmu begitu sempurna, hingga mengakar dan selalu memperdaya?

Bingkai mataku masih basah berairmata.
Tangisku baru saja memekakkan telinga sampai aku kehabisan suara.
Aku masih membencimu dan sudah berencana untuk terus begitu.
Tapi mengapa rinduku melunakkan seluruh amarah dan keinginan untuk bersumpah serapah?
Padahal begitu jelas tertangkap tatap, dirimu sedang asyik menjamah cinta yang berbeda.
Sedangkan aku, kau lempar hingga terpelanting nun jauh disana.
Kamu paham betul bagaimana caranya menyakitiku.

Kamu menikmati saat dimana dirimu bisa membahagiakan dan menyiksa dua orang yang berbeda dalam satu waktu.
Kamu pikir itu hebat. Kamu pikir itu keren. Kamu pikir dirimu mampu mengendalikan semuanya.
Padahal ketahuilah. Kamu tak lebih baik dari seorang penyihir jahat berhidung besar.

Sayang ..
Balasan yang Tuhan berikan itu lebih menyakitkan dari yang pernah aku rasakan.
Tidakkah kamu tahu akan janji Tuhan bahwa selalu ada pelangi setelah hujan pergi? Ketahuilah, Tuhan tak pernah ingkar janji.

Dirimu adalah hujanku saat ini.
Nanti ketika aku kedatangan pelangiku, kamu akan mendapatkan hujanmu juga. Ingatlah bahwa hujan tak selalu menyenangkan bila genangannya membuatmu tenggelam.
Sama seperti hujanku kini, karna dirimu masih menggenangi luka mengangaku.
Kita tunggu saja sampai waktu membasuh hatiku, lalu angin membawakanmu awan yang teduh.
Saat masa itu tiba, kamu akan mengerti bahwa karma itu masih ada, kebahagiaan yang kau rampas secara paksa hanya berdiam sementara.

9:36pm. Friday, Oct 28. 2016

KAU (TAK) MENDUKUNGKU

10 tahun berlalu sejak kita lulus kuliah. Kini kita berjumpa lagi, di sebuah acara yang mereka bilang “Reuni Akbar”. Pertemuan ini, tak hanya mempertemukan aku dengan rasa rindu, tapi ternyata mempertemukan aku dengan rasa sesal.

Di sini, aku bertemu dengan sahabat lamaku, panggil saja namanya shinta. Kawan sejawat yang selalu pergi kemana-mana bersama semasa kuliah dulu. Kami selalu satu paham, dalam kesulitan, kami selalu saling membantu dan mengingatkan.

Topik obrolan kami melebar, mulai dari anak, suami, kehidupan, pekerjaan, dan berbagai hal. Sungguh ini adalah momen yang tak boleh kami sia-siakan untuk melepas rasa rindu yang ada.

Lalu sampai akhirnya, shinta mulai bertanya, tentang pakaian yang ku gunakan.

“Ih, keren ya, kamu sekarang pake hijab gini. Makin cantik deh” ucapnya

“iah, Alhamdulillah, ini juga berkat kamu. Inget ga, waktu pertama kali aku pake kerudung? Kamu adalah orang yang pertama bilang aku cantik. Dan itu bikin aku makin semangat pake kerudung, karena aku kira awalnya, kalau pake kerudung, aku malah makin jelek” balasku.

“wah, syukur deh. Emang kamu makin cantik kok. Pake kerudung. Asli” dia membalas pujianku.

Memang, kata-kata shinta pada saat awal-awal aku berkerudung, berpengaruh sekali terhadapku. Ucapan ringannya, membuatku meneguhkan hati terhadap pilihan masa depanku. Aku bersyukur mengenalnya.

Namun aku heran, hingga saat ini, shinta masih belum juga menutup auratnya, padahal dia dulu janji, kalau misalnya sudah menikah, dia mau menggunakan hijab. Kini, anaknya sudah 2, namun nampak masih terurai rambut panjang indahnya. Tanpa maksud menggurui, aku bertanya, hanya sekedar memuaskan rasa penasaranku.

“Shin, kok kamu gak dikerudung? Katanya abis nikah mau pake.” Aku bertanya padanya.

“Wah, itu dulu banget yah. Waktu itu keinginan aku emang pingin nutup rambut, karena aku gak pede sebenernya, bukan karena mau nikah sih. Tapi, aku inget, dulu kamu pernah muji aku. Kamu bilang, kalau rambut aku itu bagus banget, kayak rambut model, karena itu, pas aku liat lagi, memang keren juga sih. Hhehe” sambil ketawa kecil

“karena itu, aku jadi sering perawatan rambut. Biar terjaga keindahan rambutnya. Andai waktu itu kamu gak bilang rambut aku indah, aku gakkan pernah sadar loh. Dan akhirnya temen-temen aku juga pada seneng liat rambut aku. Aku jadi ikutan seneng juga. Thanks loh, berkat kamu puji dulu, aku lebih pede sekarang untuk nampilin rambut.” Sambil tersenyum bangga atas apa yang pernah aku lakukan.

Orang lain bisa melihat, aku tersenyum, bermaksud membalas senyuman shinta. Tapi di dalam hati, aku terdiam. Aku bertanya pada diriku sendiri.

“Ya Allah, apa yang aku lakukan. Aku tak pernah sadar, bahwa apa yang aku lakukan itu, memberi motivasi orang untuk meninggalkan perintahmu. Padahal sungguh aku sadar, bahwa apa yang ia lakukan juga, justru memberiku motivasi untuk mentaati perintahmu. Aku mohon ampun, telah berkontribusi, atas perilakunya yang telah menjauhi perintahmu. Sungguh aku menyesal atas apa yang pernah ku ucapkan.”

Ya, terkadang, kita memang tidak pernah sadar, bahwa apa yang kita ucapkan, justru menjadi motivasi bagi orang lain. Dan tentu, kita akan sangat bertanggung jawab atas pilihan seseorang, yang berdasar dari perbuatan kita.

Karena dengan ucapan kita, serta pujian kita, bisa jadi kita mendukungnya untuk terus melakukannya. Perhatikan ucapan kita, perhatikan apa yang kita puji. Bisa jadi, ucapan kitalah, yang menentukan pilihan seseorang.

Dan kala acara itu selesai, aku pulang, dengan penuh rasa sesal. Terima kasih, ucapanmu telah mendukungku. Juga maaf, ucapanku telah mendukungmu.

AKU (TAK) MENDUKUNGMU
Bandung, 7 Desember 2017

Kulit Pisang dan Bintang
  • Kulit Pisang: Bintang, untuk apa aku ada? Aku merasa tidak berguna
  • Bintang: Kamu hanya belum mengetahuinya. Belum mengetahui bukan berarti tidak sama sekali, kan?
  • Kulit Pisang: Iya, tapi aku ingin seperti kamu
  • Bintang: Kita berbeda dalam segala hal, tak mungkin kamu menjadi sepertiku. Kamu harus menjadi dirimu sendiri
  • Kulit Pisang: Aku mengerti, maksudku, aku ingin bermanfaat seperti kamu. Bukan malah menjadi kamu. Aku iri, sinarmu yang kau dapatkan dari mentari itu membuatmu nampak indah, kamu menghiasi malam seperti ini. Terkadang, hanya dengan melihatmu saja, kami di bumi sudah merasa bahagia. Kamu menemani gelap dan sepi menjadi hal yang dapat dinikmati. Kamu keren. Sedangkan aku, aku bukan apa-apa. Orang-orang banyak sakit karena aku. Keberadaanku membahayakan hingga akhirnya aku harus dibuang. Kadang ada orang yang membuangku begitu saja di jalan, lalu orang lain jadi terpeleset karena aku. Padahal, bukan salahku kan? Lalu kenapa aku yang disalahkan? Mereka selalu bilang, “Kulit pisang sialan, aku jadi jatuh, kan”. Padahal yang salah adalah orang yang membuangku. Aku lelah.
  • Bintang: Lantas apa yang dapat kulakukan untukmu?
  • Kulit Pisang: Jangan pergi. Temani aku tiap malam. Aku membutuhkanmu untuk menjadi motivasiku. Aku akan mencoba membuat diriku berguna bagi orang lain, seperti halnya kamu. Aku tidak akan bermimpi menjadi Bintang, tapi aku akan berjuang menjadi Kulit Pisang yang berguna sepertinya halnya Bintang :)
D.I.

untuk dirimu… seorang gadis yang menjadi alasan jariku bergerak diatas keyboard jam 2 malam

sayangku… kamu begitu cantik.
aku yakin banyak laki-laki diluar sana yang telah mengutarakan cinta padamu
aku mungkin adalah pria ke sejuta sekian yang juga melakukannya
sejak awal aku sadar persaingan untuk mendapatkanmu itu ibarat celana hotpants para ABG yang lagi mejeng di mall … ketat

sayangku… kamu gak punya kerjaan banget
tiap saat mondar-mandir di pikiranku.
Tapi ndak papa, silahkan mondar-mandir
klo udah capek mondar-mandir kamu bisa istirahat sejenak di hatiku

sayangku… terimakasih
diantara banyak mas-mas yang pengen kamu semangati
kamu memilih mengirim sebuah pesan “semangat bekerja” kepadaku
kamu tau rasanya gimana menjadi mas-mas yang kamu semangati ??
rasanya seperti salah satu merek mie instan favouritku …. sedaap

sayangku … mboh ah
Rasanya gengsiku udah kalah jauh oleh cintaku
untukmu aku melakukan banyak hal yang tidak terbayangkan akan aku lakukan untuk seorang gadis
ibaratnya akhir-akhir ini aku seperti bencong-bencong yang mangkal di daerah stasiun gubeng … binal 

sayangku … you rock my girl !!
you rock disini tolong diterjemahkan sebagai “kamu keren”
jangan diterjemahkan sebagai “sampeyan watu”
kamu keren, terutama dalam hal menyusun kata
dari kata-kata itulah yang akhirnya menuntunku untuk jatuh cinta padamu

sayangku … kamu terlalu cantik
jadinya banyak mas-mas yang ingin berinteraksi denganmu
menggombali dirimu, menyanjungmu, dan sebagainya
kamu tau apa yang aku rasakan tau ada mas-mas lain yang menggodamu
rasanya seperti cowok lari-lari gak pake celana dalam … risih

sayangku … kamu tau perbedaan antara dirimu dengan langit ??
saat melihat langit aku melihat gambaran wajahmu disana
tapi saat melihat wajahmu, aku melupakan langit