juas!

On 16 August, 1996, a 3-year-old boy fell 18 ft into the gorilla enclosure at Brookfield Zoo and was knocked out. Unconscious, with a broken hand, and a gash to his face, visitors began to scream as they thought the boy would be attacked by the gorillas. Instead, 8-year-old western lowland gorilla, Binti Jua, picked up the young child and carried him 59 ft to the entrance where zoo staff could retrieve him. She growled at other gorillas who tried to get near the boy. This is a clear example of  apparent altruism and empathy in animals.

Sedang Ada

Bukan nyaman saja yang dibutuhkan. Bukan kepastian saja yang dinantikan. Tapi ada beberapa pengandaian yang inginnya tak lagi berandai-andai.

Jatuh mana yang bisa direncanakan? Jatuh mana yang bisa dikondisikan? Bukankah tak ada? Bila ada coba tolong beritahu aku. Tapi sebelumnya, mungkin aku yang harus memberitahu sesuatu padamu terlebih dahulu. Tentang hal-hal yang perlu dikondisikan, tentang hal-hal yang harus direncanakan—termasuk jatuh kita kali ini.

Seseorang pernah berkata padaku, bahwa perasaan mungkin masih sanggup untuk dikontrol, tapi tidak dengan keadaan. Sebab keadaan jarang untuk bisa berkompromi dengan perasaan. Mungkin kiranya itu yang sedang kita alami saat ini.

Aku kerap terjebak pada hal-hal yang teramat menyenangkan, aku kerap tersipu pada hal-hal yang teramat manis. Tapi tidak untuk saat ini, tidak jua untuk apa-apa yang kau lakukan kali ini.

Mungkin bila bukan kau orangnya, sudah ada rona merah jambu di pipi yang akan terang-terangan tampil pada khalayak ramai. Tapi karena kau orangnya, entah mengapa segalanya memenuhi benakku dan menahan rona itu untuk hadir. Hanya gelak tawa yang kudengar, hanya senyum seperti biasa yang bisa kutampilkan. Hatiku? Tak perlu kau tanya, dia masih baik-baik saja–mungkin berusaha untuk baik.

Aku sedang ingin bertanya pada beberapa pihak. Bila perbedaan terang-terangan hadir sebagai sekat, mungkinkah ada yang bisa didobrak agar tak lagi melekat sisa-sisa luka esok hari? Bila saja perbedaan bisa untuk dijadikan sama, mungkinkah harus ada yang diselesaikan meski harus ada yang terluka tapi tidak terkoyak? Atau justru mengakhiri sama dengan sebuah penyelesaian tanpa butuh perjuangan yang tak berujung?

Sebab nyatanya memang ada beberapa hal yang harus diselesaikan, suka tidak suka, rela tidak rela, bahkan ikhlas tidak ikhlas. Percayalah, setelahnya segala akan tetap baik-baik saja, meski memang tak akan seperti semula. 

Aku dan kamu mungkin sedang menikmati, jadi tolong tak usah pedulikan sekitar. Mereka tak tahu apa-apa, tapi mereka tahu ada apa.

Kemudian kembali mengerti bahwa mungkin memang tidak untuk melangkah bersama

Special request kak @secangkirasa

©Hujan Mimpi

Ragu

Tahukah, selama ini ternyata aku ragu, tentang siapa sebenarnya dirimu yang nantinya dapat benar-benar membuatku berhenti mencari selainmu. Entah, seberapa dalam keyakinanku untuk nantinya dapat menjadi pijakan seumur hidupku. Bukankah telah ada seseorang di masa lalu yang sesumbar kita ucap sebagai cinta paling nomor satu? Ternyata tidak, bila memang bukan dia orangnya, maka akan hilang jua seiring waktu. 

Kini telah datang lagi sosokmu yang mengisi hari-hariku. Kembali hati dan akalku berseteru, yang entah membuatku makin yakin atau justru ragu.

Maka, bagaimana menurutmu, apakah aku harus menunggu ilham dari Tuhan untuk melandasi kuatnya yakinku atau justru aku hanya harus melawan raguku bahwa engkaulah sosok yang kucari itu?


©miftahulfikri

Bukan jodoh

Betul lah orang kata, sekuat apa jua kita pertahankan andai bukan dia yang tertulis untuk kita, maka B U K A N.

Begitu juga dengan, berapa lama hubungan yang di bina, andai dia bukan termaktub dalam sebahagian hidup kita, maka B U K A N.

Hidup ni terlalu singkat untuk bersedih, terlalu singkat untuk melayan perasaan kecewa, dan terlalu singkat untuk berdendam.

Apa jua yang Allah takdirkan, percaya dan yakinlah bahawa semua ini sesi pelajaran dan pengajaran.

Untuk apa salahkan takdir? Sedangkan yang menguji lebih tahu kemampuan dirimu. Jika tidak, tidaklah di timpakan ke atas dirimu ujian tersebut.

Jangan sedih-sedih ye.

Perancangan Allah tu adalah lebih baik dari perancangan makhluk.

..dan siapa kita juga untuk ‘paksa-paksa’ Allah untuk makbulkan doa kita sedangkan Dia berhak makbulkan saat kita perlu, bukan saat kita mahu.

Pernah di pesan oleh seorang ustazah, “Jika mahu berdoa, minta saja YANG TERBAIK.”

Dari situ aku elak untuk meminta sebaris nama, tapi sebaliknya aku pohon apa jua yang terbaik dariNya. Jika terbaik untuk agama, maka mudahkan. Jika tidak, maka jauhkan.

Untuk yang patah hati,

Kuatlah.
Jangan salah meletakkan sandaran.
Jangan terlalu agungkan cinta manusia.
Jangan terlampu sayangkan makhluk.

Kelak,
Akan kau jumpa erti K E C E W A.

Tak semua yang ada di sisi mampu mengerti dan memahami.

Kau buka hati kau seluas mungkin pada manusia;
Akhirnya bila jatuh, kau sendirian jua.

“Pegang hati sendiri kuat kuat”

Sebentar, berhenti dulu di situ. Aku sedang tak ingin beranjak kemana-mana. Tak jua ingin untuk mengucap apa-apa. Bisa sedikit saja menciptakan hening? Bisa sebentar saja menghentikan langkah? Aku sedang ingin menepi, sesaat saja
—  bisa ya?

Hujan Mimpi

Berhenti Menulis

Bisa jadi, bagi sebagian orang menulis erat kaitannya dengan mencintai. Seringkali berjanji untuk tidak lagi menulis, tapi rasanya sulit.

Maafkan jika aku tak secepat itu membalas tiap tulisan dan kalimat tanya yang kau kirim untukku. Semoga tak bosan menunggu, meski berjuta detik berlalu. Semoga tak enggan menanti, meski sekian waktu terasa begitu cepat terlewati. Atau bahkan jika tanya darimu tak jua terbalas, mungkin saat itu kuota sedang terbatas atau mungkin juga karena kesibukan yang menekan, membuat mood menulis sedang berada di ambang batas.

Karena seringkali menulis membuatku hanyut dan terkadang itu yang membuatku takut. Saat menulis berubah jadi satu bentuk anomali. Menulis tak ubahnya caraku menjaga kepekaan hati, juga tentang caraku memperhatikan dan menjagamu, itu kenapa berhenti darinya adalah satu hal yang tak bisa aku tepati, meski aku berjanji berkali-kali.

Karena menulis tidak hanya tentang komposisi kata, jeda, titik dan koma. Bagi orang yang meletakkan hatinya dalam tiap karya jari jemarinya, maka tulisannya akan terasa berbeda, seperti cahaya aurora di atas langit Alaska. Wujudnya memang sekumpulan kata, tapi bagi yang bisa melihat lebih dalam, maka sejatinya kalimat-kalimat itu terdiri atas sekian gram kenangan, secawan pelajaran, seikat perasaan, juga mungkin satu sendok teh pesan dan harapan.

Setiap tulisan adalah kenangan pemiliknya. Maka jika suatu saat kau hendak meminjamnya, jangan lupa untuk sekedar hargai hati dan perasaannya.


Surabaya
30 November 2016
©Quraners

sky vocab in swahili

machweo:sunset
jua:sun
kisukusuku, jioni:twilight
utusitusi, jioni:dusk
alfajiri:dawn
usiku:night
jua usiku wa manane:midnight sun
usiku polar:polar night
mwezi:moon
nyota:star
upeo wa macho:horizon
pambazuko:sunrise
wingu:cloud
angahewa, anga, hali:atmosphere
oksijeni:oxygen
nitrojeni:nitrogen
njia nyeupe:milky way
mng'ao:radiance
upinde wa mvua:rainbow
aurora:aurora
majira, msimu:season
latitudo:latitude
longitudo:longitude
kanda muda:timezone
mwezi mwanga:moonlight
nyota mwanga:starlight
jua mwanga:sunlight
sikusare:equinox
zodiak:zodiac
sayari:planet
anga:sky


Originally posted by heartsnmagic

Renjana #1

Hai Ben, lama tak bersua. Sudah lama pula lupa untuk bertukar kabar. Semoga baik-baik saja ya! Aku kembali, Ben. Terkenang akan kisah-kisah lalu dan akhirnya bertumpu dengan segala tentangmu.

Ben, hujan sedang senang bermain-main di kotaku. Suaranya di atap rumah sering terlalu kencang seperti rindu akanmu yang menggebu. Hingga takutku akan petir berganti menjadi tawa kecil sebab mengingatmu.

Ben, langit siang hari masih biru kan? Awannya saja yang sering berganti warna memang. Seperti itu juga perasaan kita, katamu. Hari ini mengaku rindu, esok lusa bisa menyesal hidup-hidup.

Aku rindu, Ben. Sekali lagi, ini betulan rindu. Hm…berkali-kali sepertinya. Hingga lelah aku menantimu, rindunya bertambah tidak jua berkurang sama sekali.

Ben, aku berharap semoga awan tak selalu berganti warna tiba-tiba. Begitu juga kamu, semoga awanmu masih tetap putih dan tak berubah kelabu bila nanti bertemu.

Lelaki

Lelaki ini tidak payah. Bagi aku lelaki ini bila nakkan sesuatu dia akan berusaha. Bila luahkan perasaan utk jadikan seseorang suri hati dia dan masa depan, sedarlah dia memang serius. Bukan lelaki yang hendak berkawan terlebih dahulu kemudian baru dia fikir. Ya, lelaki seperti ini tidak serius dan sedarlah bila-bila sahaja dia akan pergi.
Tapi sayang, wanita jarang melihat pada keikhlasan hati budi lelaki. Wanita sering lihat usaha lelaki hanya pada kebendaan. Bunga, masa, surprise hari jadi, kejutan, hadiah. Ya semua seperti ini. Sayang sekali ramai wanita seperti ini. Jarang sekali lihat pada tulus dan ketekunan lelaki dalam usahanya membina masa depan kelak.

Lelaki ini tidak rumit Yang rumit itu kamu, ya kamu yang sedang membaca
Ikhlas dari seorang lelaki jua

instagram

Cuando estés triste piensa en lo mal que lo pasa este hombre porque no sabe poner las cadenas del coche.

Via: soynormalvalee

Bisa Saja Kau Keliru

Mungkin akan kau temukan aku yang tak peduli dengan segala hadir.
Takkan mencari bila tak jua menyapa bahkan tak akan memulai segalanya lebih dulu.
Kau boleh mengira aku tak tertarik, tapi sungguh bisa saja itu keliru.

Mungkin kau akan menemukan aku yang begitu tertarik dengan segala percakapan yang tak bertepi.
Terus mencari celah untuk menimpali atau bahkan tak henti untuk selalu ada jawaban yang diberi.
Kau boleh mengira aku menjadi candu akanmu, tapi sungguh bisa saja kau keliru.

Bila hari ini kau temukan aku terus berada di samping, mungkin lusa aku bisa menghilang untuk waktu yang tak sebentar, entah seminggu, sebulan atau bahkan hitungan tahun.
Bila hari ini aku seolah peduli dengan segala lakumu, bisa saja esok aku lupa apa-apa saja yang telah kau ceritakan. Bukan sengaja melupakan, bisa jadi memang isi di kepalaku sedang tak ada kamu dengan segala kisahmu.

Menjadi mengerti tak selamanya harus terbiasa. Menjadi terbiasa tak selamanya memberikan nyaman. Menjadi nyaman tak selalu perihal tertarik. Kau boleh bebas menerka, tapi hati-hati, sebab bisa saja kau keliru.

Daripada menerka, bukankah lebih baik bertanya? Bila masih saja tak ingin bertanya, nikmati saja waktu yang saat ini kau miliki, tanpa perlu menerka hal-hal yang belum kau tahu pasti kebenarannya. Sebab bisa saja kau keliru dengan apa-apa yang berada di pandangan namun mengganggu pikiran lalu mengusik sudut relung hati.

Hujan Mimpi
Kamar, 10 Oktober 2016