jepiter

Suudzon Hari Ini

Jadi ceritanya, tadi pagi saat di poliklinik puskesmas, saya mendapatkan pasien pria usia sekitar 60an tahun dengan Dermatitis Kontak Alergi akibat sandal jepit. Ini diagnosis yang khas sekali karena cukup dilihat saja sudah tampak jelas lesi yang muncul sesuai dengan gambaran sandal jepit yang digunakan.
Setelah melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik, sambil menulis resep tak lupa saya mengedukasi si bapak untuk mengganti sandal yang beliau pakai atau minimal mencucinya karena saat saya lihat sandalnya, subhanallah, warna putih khas sandal Swallow itu sudah berubah menjadi coklat. Beliau memang mengiyakan setiap edukasi yang saya berikan. Tapi saya sempat kesal juga dengan si bapak. Kenapa? Karena ini bukan pertama kali beliau datang kesini dengan keluhan yang sama. Entah sudah berapa kali tidak terhitung lagi. Dan beliau masih menggunakan sandal yang sama.
Iseng, saya pun menggali lebih dalam mengenai kehidupan sehari-harinya. Usut punya usut, ternyata si bapak berasal dari keluarga menengah ke bawah. Beliau hanya tinggal berdua dengan istrinya. Mereka tidak punya anak. Sanitasi di rumahnya sangat menyedihkan. Jangankan untuk mencuci atau membeli sandal baru, untuk mandi saja mereka tidak pernah memakai sabun. Mereka hanya menggunakan air dan tanpa mengeringkannya dengan handuk, mereka langsung memakai baju kembali.
Bukan, bukan mereka yang jorok. Tapi memang keadaan yang memaksa mereka demikian. Untuk makan sehari-hari saja mereka hanya bisa berharap dari belas kasihan tetangga mereka. Memikirkan sabun mandi atau sandal jepit baru? Mungkin bagi si bapak lebih penting untuk memikirkan akan makan apa hari ini.
Astaghfirullah, sungguh saya menyesal sekali sudah sempat merasa kesal pada si bapak. Sebenarnya ini hanya salah satu dari sekian pasien dengan kondisi mirip seperti ini yang pernah saya temui. Ternyata, di balik setiap hal yang saya keluhkan, masih banyak orang yang jauh lebih berhak untuk mengeluh dibanding saya. Ya Allah, lapangkan rezeki mereka, juga berikan kesehatan kepada mereka. Amin.