jepiter

Cewek Perawan Gokil Jepit Puting Susu Sendiri

Wow, cewek abg perawan yang unyu-unyu ini berpose bugil pamer toket mengkalnya yang mantap. Toket dengan pentil susu yang menawan. Tapi sayang, sang perawan iseng ini jepit pentilnya dengan penjepit. Tidak hanya putingnya, bibir memeknya juga.

Satu puting sudah dijepit

Sekarang dua-duanya.

Dan yang terakhir giliran memeknya yang dijepit.

Simak foto bugil cewek lainnya hanya di www.imut.net

Saya suka kamu, rambut gondrong kamu, bau badan kamu, jins belel mu, kemeja lusuhmu, sandal jepit swallow mu….
Semuanya !!!
—  Karena suka, tidak semata mata soal estetika
Pohon Kelapa

28 Februari 2015

Hari ini mungkin akan menjadi hari yang tak terlupakan. Aku membolos kuliah untuk mengikuti acara bedah buku seorang penulis favoritku, Darwis Tere Liye. Jujur, awalnya aku ragu untuk mendaftar kemudian nekat memantapkan hati melanglang buana ke sana. Sendirian pergi.

 Aku mendapatkan lebih dan lebih dari ekspektasi semula. Dia memberikan banyak inspirasi. 

Soal penampilan. Duh, aku selalu terkagum-kagum dengan sosok terkenal yang memposisikan dirinya tidak berlebihan. Beliau datang dengan celana jeans, kaos dan sandal jepit (Ini keren!). Sosoknya mengingatkanku pada Ustad Felix yang juga berpenampilan sederhana haha.

Soal nasehat. Aih, yang ini banyak sekali sebenarnya. Tapi yang aku ingat saja, dia berkisah soal kisah pohon kelapa, penyu, dan burung pipit. 

Suatu hari mereka bertemu dan saling bercerita tentang petualangannya masing-masing. Burung pipit berkisah tentang dirinya yang bisa terbang tinggi melintasi berbagai pulau dan melihat sawah dan kebun yang luas lebih dari pulau tempat mereka tinggal. Penyu berkisah tentang petualangannya berenang ke samudera yang luas menemui salju dan lain hal-hal menakjubkan lainnya. Bagaimana dengan kelapa? Dia bahkan tidak bisa pergi satu langkah pun dari tempatnya berdiri. Apa yang bisa ia kisahkan? 

Akhirnya, kelapa berkisah tentang buahnya yang lebat. Saat buahnya yang matang jatuh, buah itu hanyut terbawa oleh arus ombak. Jauh-jauh menyeberangi samudera dan terdambar ke pulau lain. Begitu seterusnya hingga di seluruh dunia ini banyak tumbuh pohon kelapa.

Pipit dan penyu sangat kagum mendengar kisah itu. Tentang bagaimana kelapa yang diam di tempatnya pun dapat memberikan manfaat kepada makhluk lain..

Ibarat pohon kelapa, seorang penulis dapat melakukan hal yang serupa. Penulis dapat memberikan tiga hal : Pertama, dia bisa menulis sesuatu yang menghibur dan menemani. Kedua, dia bisa menulis sesuatu yang bermanfaat. Ketiga, dia bisa menulis sesuatu yang menginspirasi.

Ibarat pohon kelapa, seorang ibu rumah tangga pun dapat melakukan hal yang serupa. Dia dengan tulus bekerja di rumahnya menyiapkan keperluan rumah tangga. Apa yang dia hasilkan? Uang? Tidak. Nama yang terkenal? Tidak. Tapi lihatlah dia menghasilkan seorang suami yang hebat dan anak-anak yang hebat.

Ibarat pohon kelapa, bisakah kita melakukan hal yang serupa? 

Hidup itu ibarat memancing di Kali Ciliwung. Kamu tidak pernah tahu apa yang akan kamu dapat: ikan, impun, sendal jepit, taik, bangkai, dan benda-benda ajaib lain yang tak terbayangkan. Dan nggak perlu dibayangkan. Jangan pernah tebak-tebakan dengan Ciliwung tentang isi perutnya. Terima kasih.
— 

Bodhi dalam novel SuperNova: Akar hal. 199, ditulis Dee.

Nb. Jakarta kan lagi Banjir. Selain karena banjir kiriman, apa mungkin juga karena Ciliwung lagi muntah ya. Entahlah. Tapi pastinya tetaplah kamu hidup dan jangan buang sampah sembarangan.

Punggungnya yang bungkuk mendapuk lemari bufet yang masih bau cat kayu. Kakiknya yang ringkih beralaskan sandal jepit lusuh melangkah perlahan menahan beban.

"Bismillahirrahmanirrahim"

Tubuhnya yang kurus bergerak hati-hati pada jalan sempit menurun yang diapit dinding dan motor parkir. Ia takut setang motor itu membaret cat lemarinya. Atau yang lebih parah lagi, jika lemarinya menyenggol jatuh motor itu. Bisa celaka!

"Hati2 Pak. Mau dibawa ke mana?"
“Dijual”, jawabnya singkat sambil meletakkan lemari itu dan menarik nafas yang tersengal-sengal.

"Berapa?", tanyaku lagi.
“Tiga ratus lema puluh rebu dah. Udah kagak kuat lagih punggung ngkong”, ujarnya sembari meringis.

Duh. Aku pas belum ke ATM. Suami juga. Mama pun. Untung kakak ada.

Aku serahkan 3 lembar seratusribuan dan selembar limapuluhribuan.

"Alhamdulillahirabbilalamin.. Makasi ya neng, mudah-mudahan rejeki neng nambah belipet-lipet tambah banyak", ucapnya bergetar sambil melipat uang itu.

"Sama2 ngkong. Pulang ke mana?"

"Ke Parung Bogor. Tadi naek kereta kemarih bawa ntu lemarih".

Aku tak tega melihat matanya. “Hati-hati di jalan”.

Menempuh jarak 40km dari Parung ke Mampang memanggul lemari setidaknya 15kg demi uang 350 ribu.. Bahkan sekali makan kepiting berdua kemarin saja lebih dari itu..

Menjual belas kasihan? Yang penting ia jelas berusaha, bukan mengemis atau mengiba semata. Lagipula, lemarinya lumayan bagus dan berguna juga :)

Nuniek Tirta
Kamis, 19 Februari 2015 15:15

Ada yang dengan tulus dekat dengamu dan meninggikan kepentingamu. Menyukai rambut ikal panjangmu, kantong matamu, daster bunga-bungamu, kuku kakimu..
Tapi yang membuatmu tegila gila tetap orang kedua, entah apa yang kamu suka. entah suara gitarnya, jins belelnya, kemeja lusuhnya,atau sandal jepit swallownya

Tak peduli orang pertama lebih sexy dan wangi sabun mandi . Pilihanmu jatuh pada orang kedua yang bau tembakau mulutnya 

Tak perlu bertanya kenapa, memang demikianlah mekanisme cinta.

Ngidammm ini haha ada yg mau beliin hmmm kangen #traveling #backpacker kengan teman ku @moerbaut enggak tau dia kangen apa g huwaaa kangen masa2 dimana uang g ada bukan jd soal asal ada elu iya elu @istimoerfia entah kangennya ini kesampai g y sama dia. Kangen cuman elu yg ngertiin gw dan kdg gw g ngertiin elu teh. Kangen suara soang… kangen ngumpet2 nginep kosan elu. Kangen makan di warung ijo dan elu paling irit dan gw boros.. kangen sandal jepit, celana training elu teh yg selalu elu pake kemana2. Kangen klo elu ngomong bahasa sunda pdhl ane g ngerti haha… kangen semuaaaaa ttg kita

Dosa seperti apa ini?

Setelah ibadah saya di hari jum’at, alas kaki yang sebelumnya saya kenakan, hilang dari tempat dimana saya lepaskan sebelumnya. Kondisi seperti ini sangat jarang saya alami. Di sana pula ada sendal yang berwarna serupa, namun ukurannya berbeda (sebut sendal x).

Dosa seperti apa yang saya dapat, jika ternyata pemilik sendal x yang saya bawa, ternyata bukan orang yang mengambil sendal saya? Jika ini hanya permasalahan sendal yang tidak semahal mobil keluaran terbaru, apakah dengan “telanjang kaki” dan merasa malu ditengah kerumunan orang, membuat orang yang membawa sendal saya (semakin) berdosa dengan ditambah rasa malu saya itu?

[Lampu Taman Pagar Model Jepit 3 LED – 6,3 cm – LT 1016]

Detail Produk Lampu Taman Pagar Model Jepit 3 LED – 6,3 Cm – LT 1016
Jual lampu taman tenaga surya / tenaga matahari model jepit 3 LED, sebagai lampu halaman / lampu taman / lampu pinggir kolam ikan / kolam renang, supaya taman dan rumah anda terasa hidup dan tidak gelap-gelapan.
Bisa diaplikasikan di pagar depan / pagar kayu / talang air / pintu garasi / teras lantai atas dan lain lain.
Lampu Taman Panel Surya adalah lampu yang dipasang di taman. Lampu taman umumnya dipasang untuk memperindah taman, dan tidak memerlukan sinar yang terang. Kegunaan lampu taman adalah untuk mempercantik taman dan menerangi taman.
Lampu Taman Sorot Tenaga Surya , tidak menggunakan listrik PLN dan kabel karena otomatis menyimpan energi surya ke dalam battery internal di siang hari dan malam hari otomatis akan menyala.

Info lengkap bisa kunjungi www.PanelSuryajakarta.com

Batu

Belakangan ini baru heboh-hebohnya pemberitaan seputar batu akik. Terlebih lagi di Aceh ditemukan batu akik seberat lebih dari 20 ton dengan nilai bermilyar-milyar.

Saya heran. Ini batu kok bisa mahal banget? Batu…ya…batu Apakah kalo diangkremin beberapa minggu bakal muncul Sun Gokong nya? What the….???

Entah mengapa saya tidak tertarik ‘babarblas’ dengan batu yang satu ini. Batu men…ini batu.. Kalian tahu? Kelak disurga batu permata, emas, perak, dan berlian…kelak ‘hanya’ akan menjadi batu yang berserakan di halaman-halaman rumah para penghuni surga. So, perlakukan batu sebagaimana ‘maqom’ nya kelak.

Mungkin bagi sebagian orang batu akik merupakan ‘simbol’ dari kekayaan yang dimilikinya, supaya diakui kalo mereka mampu membelinya. So? Saya lebih tertarik beli sendal jepit yang jelas-jelas manfaatnya daripada beli batu seperti itu.

Negara maju disibukkan dengan berbagai riset teknologi, tetapi di negri ini masih ‘mengelus-elus’ batu…

#MesakkeBangsaku

aku ingin menghabiskan waktuku lebih banyak bersamamu, bertukar pikiran, bertukar kaos oblong, bertukar sendal jepit, bertukar celana pendek, bertukar kacamata, bertukar otak, bertukar argumen, bertukar apapun yang bisa kita tukar, asal kita masih bisa bersama. menyeduh kopi dan air putih. menikmati bau ketiakmu, memainkan telinga kirimu yang lubang. ah everytime with you. hahaha boys boys boys you bad boys but i still loving you :*

Sebuah Kolase ㅡ Marijuana Jill Sveadwylst

—- Marijuana Jill Sveadwylst’s stories —-

Part I.

[ 1st PoV, Mathilda Verrens’ side. Skara, Swedia. ]

Aku menendang sebuah kerikil yang tepat berada di depan sandal jepit lusuhku yang berwarna kuning, seharusnya. Kini malah perhatianku tersedot pada sandalku yang sepertinya tidak akan patut untuk disebut sandal. Terdapat lubang-lubang dan koyakan disana-sini, dan sandal ini sudah sangat kekecilan bagi kakiku yang pecah-pecah seperti retakan di tanah. Maklum, aku belum membeli sandal baru sejak tiga tahun lalu. Tepatnya, Mama tak akan memberiku sandal kecuali dia sedang gila atau apa.
Seringaian kecil terbentuk dari bibir tipis pucatku.
Sandal saja aku tak mampu mendapatkan layak, lalu bagaimana dengan sepatu? Seumur hidup dalam sebelas tahunku ini aku belum pernah sama sekali mencicip bagaimana rasanya kakiku dibalut kokohnya sepatu yang biasa digunakan sebayaku lalu pergi ke sekolah dengan senang, bermain dan belajar disana. Sepatu adalah khayalan, bagiku. Apalagi sekolah. Jangan heran, membaca saja aku masih belum bisa apalagi menulis atau apalah itu yang biasa dipelajari di sekolah. Siapa yang patut disalahkan? Mama? Aku? Entahlah.
Aku berjalan pelan ke arah rumah kontrakanku dan Mama. Rumah kontrakan yang cicilannya baru dibayar sepuluh persen oleh Mama. Kami hampir saja menggelandang hidup dalam kardus kalau Mama tidak mempertahankan profesinya. Kalau kusebutkan profesi Mama kalian pasti langsung memandangiku jijik, mengejekku mati-matian, menjauhiku sejauh yang kalian bisa atau bahkan melempariku dengan sepatu bermerk kalian supaya makhluk sepertiku dan Mama lenyap saja dari dunia yang terlalu indah untuk dipenuhi orang seperti kami.
Mamaku pelacur. Mama melacur sejak ia seumuranku, saat ia mendapat mens pertamanya. Mama sudah didoktrin, mencari uang adalah kebutuhan nomor satu dalam hidup. Mama kecil sangat mirip sepertiku, tidak bersekolah. Kalian bisa melihat bedanya. Melacur sama dengan menghasilkan uang, bersekolah sama dengan menghamburkan uang. Jadi keluarga dengan ekonomi terjepit seperti Mama jelas memilih melacur untuk menyambung hidup. Bersekolah? Ilmu? Bullshit seperti apa yang bisa diandalkan dari sekolah? Ilmu bisa memberimu uang? Kalau tanpa ilmu saja kau sudah bisa menghasilkan uang lalu apa gunanya bersekolah?
“Aku pulang”
Hah. Kata itu hanya menggaung di otakku. Aku tak akan pernah mengatakan kata itu karena pasti Mama tak akan pernah menjawabnya. Mama pasti sibuk, selalu sibuk. Sibuk tidur. Mama selalu terjaga semalam suntuk dan tertidur pulas saat siang. Begitulah kehidupan pelacur kalau kalian penasaran. Berbicara denganku selama seminggu pun bisa dihitung dengan jari. Mama tak akan pernah peduli denganku. Satu bentuk kepeduliannya hanyalah selalu membawa roti untuk kumakan. Tak ada lauk, tak ada makanan bergizi. Lagi pula aku juga tidak tau makanan bergizi itu seperti apa jadi kumakan saja roti itu, setiap hari.
Langkah ringanku membawa tubuhku untuk menyibak tirai kamar. Rumah kontrakan kami ini sangat kecil, terdiri dari tiga ruangan. Satu ruang tamu, satu dapur dan satu kamar yang hanya dibatasi tirai. Napas Mama teratur, menunjukkan kalau Mama sedang tertidur pulas dengan gaun malam yang sudah sobek disana-sini. Hah. Mama bahkan tidak sempat mengganti bajunya yang selalu berbau aneh. Sepengetahuanku bau parfum Mama bukan seperti itu. Ini lebih menyengat. Entahlah
Aku duduk tepat di depan wajah Mama, meneliti tiap lekuk wajahnya. Cantik. Mama memang cantik. Dengan tambahan polesan hitam-hitam di alisㅡyang baru kuketahui saat dewasa bahwa namanya eyelinerㅡjuga polesan lipstick merah darah yang sudah belepotan kemana-mana. Aku tak tau apa lagi yang Mama gunakan untuk memoles parasnya, yang pasti itu akan membuat Mama tampak berbeda saat mencuci muka. Tapi aku suka keduanya. Mama tanpa polesan bagaikan bidadari sedangkan Mama dengan make up juga sangat cantik. Yang kuragukan adalah apakah kecantikan Mama akan menurun padaku?
Daritadi Mama, Mama, Mama. Yang orang umum tanyakan pasti, dimana Papa?
Membahas Papa adalah sesuatu yang haram. Bukan apa-apa, hanya saja memikirkan Papa itu bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami. Kami tak pernah bersekolah, jadi kami tak akan pernah tau dan tak akan pernah memusingkan diri mencari tau dari Papa yang mana benihku diciptakan.
Aku berniat bangkit namun hal itu terhenti saat aku melihat sesuatu janggal di antara kedua kakiku. Celanakuㅡberwarna merah?
Apa ini?
Apakah tadi aku duduk di sembarang tempat? Astaga, ini mirip darah? Apa ini? Pantas saja daritadi aku merasakan sesuatu yang aneh dengan diriku. Astaga. Darah apakah ini?
Aku menggoyang-goyangkan bahu Mama. “Ma…” panggilku panik “Mama! Ma, bangun Ma! Aku berdarah! Dan darahnya datang dari…” Aku sedikit ragu untuk melanjutkan perkataanku, tapi aku terus menggoyangkan bahu Mama yang mulai terganggu tidurnya. Keringat mulai mengucur dari dahiku.
“Diam kau, jangan ganggu aku.” Mama mendorongku kasar lalu mencari posisi tidur yang nyaman. Aku buru-buru mengguncang badannya lagi, kali ini aku mengeraskan volume suaraku. Ini pun tak sengaja karena aku sedang panik.
“Maaa, kenapa keluar darah Ma? Mamaa.” Mama menyerah. Beliau membuka matanya malas lalu entah kemana arah pandangnya. Yang pasti aku bisa melihat seringaian muncul dari muka Mama.
“Ambil pembalut di atas lemari, pakai. Ganti celanamu.” Hanya itu. Dan Mama tertidur lagi.
Aku buru-buru menuruti perkataan Mama. Kuambil sebungkus benda yang dimaksud Mama. Tapi ini kan berdarah? Aku mengambil handsaplast yang biasa kugunakan saat aku melukai diriku sendiri lalu kubawa ke hadapan Mama. “Ma, tapi ini berdarah? Tidak perlukah aku menggunakan handsaplast seperti biasa?”
Mama tertawa lebar dalam tidurnya. Apakah kata-kataku tadi lucu?
“Pakai saja pembalutnya.”
“Caranya….”
“Pakai.”

ㅡㅡㅡㅡㅡ

( One week later )

“Pakai” kata perintah itulah yang keluar dari mulut Mama selepas mengeluarkan sebuah gaun yangㅡoh Tuhan, ini sangat indah. Mirip gaun-gaun yang digunakan Mama. Aku hanya bisa melongo memandangi tiap lekuknya. Sedetik kemudian dahiku mengerut.
“Tapi, kenapa malam-malam begini pakai baju seperti ini?” maklumi saja, aku tidak pernah tau timing menggunakan baju. Aku hanya punya dua potong kaos dan celana jadi jangan heran.
“Pakai.”
Akhirnya seperti yang mampu ditebak, aku sukses menggunakan gaun itu dengan bantuan Mama. Mama memoles wajahku. Oh astaga, aku benar-benar senang. Aku mirip Mama sekarang. Aku cantik!
Ketika aku sedang puas mematut diri di cermin, Mama meletakkan sebuah pil dan segelas air.
“Minum, jangan banyak tanya.”
Seperti biasa, aku hanya mampu menuruti kata-kata Mama. Aku meminum pil itu cepat.
ㅡ skip ㅡ
Bibir bawahku sepertinya akan berdarah mengingat aku sudah menggigitinya seperti ini dengan seluruh kekuatanku. Mataku panas, berkaca-kaca.
Mama, sedang menjualku ke seorang pria untuk semalam. Mama, sedang membiarkanku menjadi sepertinya. Bahkan aku baru menyelesaikan masa mens pertamaku kemarin, dan sekarang?
Tak ada penolakan yang diterima Mama, semua terjadi begitu saja. Aku, seperti harapanku, mengimitasi betapa cantiknya Mama. Sayangnya, kenistaan Mama juga begitu saja menurun padaku.

rumahnauli Headpiece / Brooch Handmade Pemesanan : Wa. 085769094241 Bb. 7550de4a Line. Hananaulinasution #broochsatin #flower #flowerbrooch #brooch#broochhandmade#handmade#craft#bros#broshijab#brosmurah#broscantik#hijabstuff#hijab#hijabee#hijaber#jualanbros#jualbros#aksesoris#aksesorishijab#mote #ribbon#style #fashion #accesories #headpiecehandmade #headpiece #brossmurah#jepit#jepitrambut

IFTTT

Edit or turn off Personal Recipe 14485899:
http://email.ifttt.com/wf/click?upn=jGHDfwvrKDxaofcg5GVulqZbq5Ob51WMw-2B5VP4So20m4Pzx1Bif01H2yZBN-2F5LtpyZ2cYFwsaQVc1HyNXQTq1Q-3D-3D_z3sv03MgtR0BzkNEJGtSxv9Gwu-2FPS5ikkNpoSpgN1dbLQ5fFDoJ2WTEljNpTSfhQ79BXUxGqr62MI4z29pZANpYtVX3CU8ow9krANKRQdkNtKSQfF0WhyywwRlAfkalxOFeSYT9OCULNE5qHBj54mIuRe7386eVl-2FmlnKCMWDBtP4WW8K4XWQcJ2zVpeaf8iQRJeqEmT2XSR9p-2FZx7sTxpQjwJ-2FyE7MYGVCYrLbyL-2FzYK4gOkYnRgtjv04g1P3-2BLC1nVmQwfM4PLb9NfM-2B8HMiNv7KGsNFBGgZlSZJbopdpEfDiVdPe9ik5WwO43yuzC

● Jedai (jepit badai) IMPORT THAILAND
PAKET CERAH
35.000/6pcs(paket TIDAK BISA PILIH WARNA)
———————————————
FOLLOW : @HOOPLSHOP
FOLLOW : @HOOPLSHOP
———————————————
TERMURAH SEINSTAGRAM
Minat / tanya2 lgsg cp bio aja dear😘 FIX ORDER? ISI FORMAT ORDER
NAMA // ALAMAT // NO. TELP // PESANAN
———————————————
RESELLER? VERY WELCOME
#jual #jualan #jualanku #jualangue #jualansis #jualansist #ready #jualanolshop #olshop #onlineshop #olshopbandung #iklan_olshop #jualankaka #iklan #jualanbro #trustedseller #dagang #promosi #lapakgue #jualanonline #bandung #murah #jedaiori #jedai #jepitbadai #jedaimurah #jepitanrambut #jedaiimport #badai by hooplshop http://ift.tt/1BrTjMA

Thought via Path

Si nenek nyolong coklat dikebon orang karena laper dan untuk bertahan tapi ihukum itungan tahun yang bikin semua orang kasian dan bertanya “kok gini banget ya hukum di negeri ini?”

Bapak2 nyolong sendal jepit dimesjid, di expose media, dapet hukuman 6 bulan kurungan penjara.

Naaahhh… ini yang para pelaku begal kenapa ga di tindak??? Polisinya pada kemana???!!! Malah jadi warga yang main hakim sendiri. Trus itu warga mau dihukum juga?
Korban udah makin banyak wahai bapak2 polisi….

Pray for Indonesia! – Read on Path.